Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS FISIK DENGAN KUALITAS HIDUP PADA LANSIA DI DESA SALURANG KECAMATAN TABUKAN SELATAN TENGAH KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE Palit, Ignasia D.; Kandou, Grace D.; Kaunang, Wulan J.P.
KESMAS Vol 10, No 6 (2021): VOLUME 10, NOMOR 6, JUNI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya populasi lansia diiringi dengan peningkatan permasalahan dihadapi lansia yang juga berdampak terhadap penurunan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivits fisik dengan kualitas hidup lansia di Desa Salurang Kecamatan Tabukan Selatan Tengah Kabupaten Kepulauan Sangihe. Metode penelitian ini adalah survey analitik dengan desain penelitian Cross Sectional dan waktu pelaksanaanya pada bulan Juli sampai Agustus tahun 2020. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh lansia yang berumur ≥ 60 tahun di Desa Salurang. Teknik dalam mengambil sampel digunakan Total Sampling dengan jumlah sampel 80 responden. Instrumen yang digunakan yaitu WHOQOL dan IPAQ. Analisis data yang digunakan yaiu analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan uji statistik Chi Square degan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Pada penelitian ini peneliti mendapatkan hasil pada gambaran aktivitas fisik yang lebih banyak terdapat pada kategori aktivitas fisik berat yaitu 71,2% dan ringan yaitu 28,8%. Pada gambaran kualitas hidup berdasarkan domain paling banyak terdapat pada kategori domain hubungan sosial baik yaitu 58,8% kurang 41,2%, dan domain lingkungan baik yaitu 53,8% kurang 46,2% sedangkan pada domain psikologis paling banyak terdapat pada kegori kurang yaitu 51,2% baik 48,8% dan domain fisik kurang yaitu 61,2% baik 38,8%.. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat adanya hubungan antara aktivitas fisik dengan kualitas hidup pada lansia di Desa Salurang Kecamatan Tabukan Selatan Tengah Kabupaten Kepulauan Sangihe dengan nilai p < 0,05. Kata Kunci : Kualitas Hidup, Aktivitas Fisik, LansiaABSTRACTThe elderly will continue to increase population. The group of elderly that reviewed by the health aspect will experience a decrease in health status as naturally or due to disease. The study aims to determine the relationship between physical activity and the quality of life on elderly in Salurang Village Tabukan Selatan Tengah District Sangihe Islands Regency. This research method is an analytic survey with Cross Sectional research design and the research was conduct from July to August 2020. The population in this study were all the elderly aged ≥ 60 years in the Salurang Village. The sampling technique that used is Total Sampling with a sample of 80 respondents. The instruments that used are WHOOQOL and IPAQ. The data analysis that used is univariate analysis and bivariate analysis using Chi Square statistic test with a confidence level of 95% (α = 0,05). The results showed that 31 respondents had a good quality of life in the physical domain, 39 respondents had a good quality of life in the psychological domain, 47 respondents had a good quality of life in the social relations domain and 43 respondents had a good quality of life in the environmental domain. The conclusion of this study is that there is a relationship between physical activity and quality of life on the elderly in the Salurang Village Tabukan Selatan Tengah District Sangihe Islands Regency with a p value < 0,05.Keywords : Quality of Life, Physical Activity, The Elderly
HUBUNGAN KONDISI IKLIM DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI KABUPATEN MINAHASA SELATAN TAHUN 2017-2019 Sunkudon, Cherlin; Kaunang, Wulan P.J.; Kandou, Grace D.
KESMAS Vol 10, No 5 (2021): VOLUME 10, NOMOR 5, MEI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit yang dapat menimbulkan demam yang akut karena terinfeksi oleh virus dengue. salah satu manifestasi simptomatik dari infeksi virus dengue adalah DBD. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan antara suhu udara, curah hujan dan kelembaban udara, dengan kejadian DBD wilayah Kabupaten Minahasa Selatan tahun 2017-2019. Jenis penelitian survei analitik dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian dilakukan di Kabupaten Minahasa Selatan dengan waktu penelitian oktober-november 2020. Sampel penelitian yaitu jumlah kejadian DBD diambil dari Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Selatan dan Suhu udara, curah hujan, dan kelembaban diambil dari BPS Minsel. Hasil uji korelasi antara kejadian DBD dengan suhu udara r = -0,421, kejadian DBD dengan curah hujan r = 0,388 dan kejadian DBD dengan kelembaban udara r = 0,123. Kesimpulannya adalah terdapat hubungan antara kejadian DBD dengan suhu udara dan tidak terdapat hubungan antara kejadian DBD dengan curah hujan dan kelembaban udara tahun 2017-2019. Disarankan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Selatan agar selalu memeriksa , memberikan penyuluhan atau pembinaan kepada masyarakat serta rutin memantau daerah atau lingkungan masyarakat.  Kata Kunci: DBD, Suhu Udara, Curah Hujan, dan Kelembaban Udara ABSTRACTDengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a disease transmittted by the Aedes aegypti mosquito. DHF infection is caused by the dengue virus. Climatic factors such as air temperature, rainfall, and humidity affect the spread of DHF. This study aims to determine the relationship between air temperature, rainfall and humidity, and the incidence of dengue fever in the South Minahasa Regency in 2017-2019. This type of research uses analytiical survey research with cross sectiional research design. The research was conducted in South Minahasa Regency with the research time of October-November 2020. The research sample was the number of DHF incidents taken from the South Minahasa District Health Office and air temperature, rainfall, and humidity were taken from BPS Minsel. Correlation test results between the inciidence of dengue fever and air temperature r = -0.421, the incidence of dengue fever with rainfall r = 0.388 and the incidence of dengue fever with air humidity r = 0.123. The conclusion is that there is a relationship between the incidence of dengue fever and air temperature and there is no relationship between the incidence of dengue fever wiith rainfall and humidity in 2017-2019. It is recommended that the Health Office of Minahasa Selatan District be able to control areas that are prone to high incidence of dengue fever and to monitor environmental health in the community on a regular basis as well as provide guidance to the communiity as an effort to prevent dengue disease. Keyword: DHF, Air Temperature, Rainfall, Humidity
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA MASYARAKAT DI DESA RANOWANGKO KECAMATAN TOMBARIRI Palandi, Oktavia R. Y.; Kandou, Grace D.; Kepel, Billy J.
KESMAS Vol 10, No 6 (2021): VOLUME 10, NOMOR 6, JUNI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2018, penderita hipertensi di Sulawesi Utara mencapai prevalensi 13,2%. Data yang di dapatkan dari Puskesmas Tanawangko menunjukkan bahwa hipertensi menempati urutan kedua kasus terbanyak di wilayah kerja Puskesmas setelah penyakit ISPA. Umumnya wanita yang berusia 44-55 tahun mulai kehilangan sedikit demi sedikit hormon estrogen yang melindungi pembuluh darah dari kerusakan. Dan ini terjadi secara terus menerus dan alamiah sesuai dengan bertambahnya usia. Usia yang semakin bertambah membuat aktivitas fisik semakin kurang khususnya bagi kaum wanita. Masyarakat di daerah pesisir pantai cenderung memiliki pola makan makanan yang berisiko seperi mengkonsumsi garam yang tinggi dan makanan yang dibakar yang memicu terjadinya penyakit hipertensi. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Hipertensi Pada Masyarakat di Desa Ranowangko Kecamatan Tombariri. Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan rancangan penelitian studi potong lintang ( cross sectional) di Desa Ranowangko Kecamatan Tombariri. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 90 responden (18-60 tahun) dengan pengambilan sampel secara stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan nilai probabilitas untuk hubungan perilaku konsumsi makanan dengan kejadian hipertensi sebesar 0,005 (p≤ 0,05), aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi sebesar 0,876 (p> 0,05) dan riwayat keluarga dengan kejadian hipertensi sebesar 0,041(p<0,05). Terdapat hubungan antara perilaku konsumsi makanan, riwayat keluarga dengan kejadian hipertensi dan tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada masyarakat di Desa Ranowangko Kecamatan Tombariri.Masyarakat diharapkan dapat merubah pola hidup sehat mulai dari lingkungan terkecil yaitu keluarga serta rajin memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan terdekat.Kata Kunci: Kejadian Hipertensi, Perilaku Konsumsi Makanan, Aktivitas Fisik, Riwayat KeluargaABSTRACTBased on the 2018, in north sulawesi reach prevalence 13,2%. From the medical file on the text applying sandboxes to the medical facility after the ispa fracking. On the idea was that a 44 – 45 year old woman began to experience a slight shortage of estrogen hormones that protects the blood vessels from the damage. And this is happening over and over again in nature as with age increase. With an increasing age makes phisical activity more and less special to women in the coastel regiontend eating risky foods like high salt and the burning food that triggered the hypertensive disease. The purpose of the research is to understand the factors related to the incident of hypertension in the village of Ranowangko distric Tombariri. It is a method of suvei analitk research with a set of lintang cut study plans in the village of Ranowangko district Tombariri. The number of samples in imi’s study as many as 90 respondents (16-60) with the stratified samples taken stratified random samling the result of the study increased the probabilityvalue for relationship food comsumption with 0.005 (p<0.05) of hypertension, with a incidence of hypertension of 0.876 (p>0,05) and a complaint hystory of 0,041 (p<0,05). There is the relationship between food consumption, behavior family history as the hypertension and there was no correlation between physical activity by the hypertension in the community in the district Ranowangko Tombariri. People should can change healthy lifestyle from the family and are the smallest of visiting doctor nearest health into the service.Keywords: High blood pressure incidence, food consumption behavior, physical activities, family history
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI DESA RATATOTOK TIMUR Gobel, Bella; Kandou, Grace D.; Asrifuddin, Afnal
KESMAS Vol 10, No 5 (2021): VOLUME 10, NOMOR 5, MEI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ISPA merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas penyakit menular di dunia. Hampir empat juta orang meninggal akibat ISPA setiap tahun, 98%-nya disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan bawah. Cakupan penemuan penderita Ispa khususnya pneumonia pada Bayi dan Balita di Provinsi Sulawesi Utara untuk tahun 2015 sebanyak 812 kasus dan untuk tahun 2016 sebanyak 635 kasus (3,04 %). Kabupaten Minahasa Tenggara juga target tertinggi 994 balita dengan jumlah penderita ISPA khususnya Pneumonia yang ditemukan sebanyak 107 kasus (Profil Kesehatan Sulawesi Utara 2016). Berdasarkan data dari Puskesmas Ratatotok terdapat 196 kasus ISPA pada balita sampai dari Januari-Agustus 2020. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui kepadatan hunian dengan kejadian penyakit ISPA pada balita dan Untuk mengetahui kebiasaan merokok dengan kejadian penyakit ISPA pada balita. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan case control. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah 60 Balita, dengan sampel kasus 30 balita dan sampel kontrol 30 balita. Hasil Penelitian menunjukkan kepadatan hunian beresiko terhadap kejadian Ispa pada Balita dengan nilai p=0,002 dan Merokok tidak beresiko terhadap kejadian Ispa pada Balita dengan nilai p=0,161. Kesimpulannya Kepadatan Hunian beresiko terhadap kejadian Ispa pada Balita sedangkan Merokok tidak beresiko terhadap kejadian Ispa pada Balita.Saran, masyarakat diharapkan agar dapat meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya  masalah penyakit ISPA, faktor penyebab dan dampak yang dapat terjadi karena ISPA  Kata kunci : ISPA, Kepadatan Hunian, Merokok  ABSTRACTARI is the main cause of morbidity and mortality of infectious diseases in the world. Nearly four million people die from ARI each year, 98% of them are caused by lower respiratory tract infections. The coverage of detection of ARD patients, especially pneumonia in infants and toddlers in North Sulawesi Province for 2015 was 812 cases and for 2016 as many as 635 cases (3.04%). Southeast Minahasa Regency is also the highest target of 994 children under five with the number of ARI patients, especially pneumonia, which were found as many as 107 cases (Health Profile of North Sulawesi 2016). Based on data from Puskesmas Ratatotok, there were 196 cases of ARI in toddlers from January to August 2020. The purpose of this study was to determine the occupancy density with the incidence of ARI disease in children under five and to determine smoking habits with the incidence of ARI disease in toddlers. This type of research is a descriptive analytic study with a case control approach. The population and sample in this study were 60 toddlers, with a case sample of 30 under fives and a control sample of 30 under fives. The results showed that occupancy density was at risk for the incidence of ARD in underfives with p value = 0.002 and smoking was not at risk for the incidence of ARI in underfives with p value = 0.161. The conclusion is that the occupancy density is at risk for the incidence of ARD in toddlers while smoking is not at risk for the incidence of ARD in toddlers. Suggestions, the community is expected to increase knowledge about the importance of the problem of ARI disease, the causes and impacts that can occur due to ARI. Keywords : ARI, Occupancy density, Smoke 
HUBUNGAN DIABETES MILLITUS TIPE II DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN RS PANCARAN KASIH MANADO Paseki, Jesika Asry; Kaunang, Wulan Julia; Kandou, Grace Debbie
KESMAS Vol 10, No 8 (2021): VOLUME 10, NOMOR 8, AGUSTUS 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas hidup merupakan persepsi individu dalam kehidupan, yang berkaitan dengan harapan hidup, tujuan hidup, serta standar hidup. Dimana terdapat dimensi fisik, psikologi, sosial dan lingkungan, serta tingkat kebebasa (WHO,2012). Desain penelitian yang menggunakan deskriptif analitik pendekatan cross sectional, dilaksanakan di RS.Pancaran Kasih Manado pada bulan Desember 2019 hingga Januari 2020. Sampel dalam penelitan ini berjumlah 58 orang. Instrument penelitian ini menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF. Pengambilan sampel menggunakan rumus Lameshow. Analisis penelitian ini menggunakan analisis uji independent sampel t-tes dan regresi linear. Hasil dalam penelitian menunjukkan hasil yang signifikan antara  mean diabetes millitus tipe 2 terkontrol dan tidak terkontrol dengan kualitas hidup value =0.000 (p<α=0.05) yang menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara terkontrol dan tidaknya diabetes millitus tipe 2 dengan kualitas hidup. Pengaruh variabel bebas usia terhadap variabel terikat (kualitas hidup) adalah p=0,500 > α=0,05  yang menyatakan tidak ada pengaruh usia pada kualitas hidup. Kemudian jenis kelamin di peroleh p=0,002 < α=0,05 hal ini memandakan adanya pengaruh jenis kelamin terhadap kualitas hidup. Karakteristik pendidikan dan pekerjaan diperoleh nilai p= 0,882 dan p=0,077 dimana nilai p>α=0,05 yang berarti tidak adanya pengaruh pendidikan dan pekerjaan terhadap kualitas hidup. Karakteristik responden berdasarkan lama menderita diabetes millitus tipe 2 diperoleh nilai p=0,820 > α=0,05 yang menandakan tidak adanya pengaruh antara lama menderita diabetes millitus tipe 2 dengan kualitas hidup. Kata kumci : kualitas hidup, Diabetes millitus tipe 2 ABSTRAKQuality of life is an individual's perception of life, which is related to life expectancy, life goals, and living standards. Where there are physical, psychological, social and environmental dimensions, as well as the level of freedom (WHO, 2012). The research design, which uses an analytical descriptive cross sectional approach, was carried out at the Pancaran Kasih Hospital, Manado from December 2019 to January 2020. The sample in this study amounted to 58 people. The research instrument used the WHOQOL-BREF questionnaire. Sampling using the Lameshow formula. The analysis of this study used independent sample t-test analysis and linear regression. The results in the study showed significant results between   The mean type 2 diabetes mellitus is controlled and uncontrolled with a quality of life value = 0.000 (p<α=0.05) which indicates that there is a significant relationship between controlled and uncontrolled type 2 diabetes mellitus and the quality of life. The effect of the independent variable age on the dependent variable (quality of life) is p=0,500 > =0,05  who stated that there was no effect of age on quality of life. Then gender was obtained p = 0.002 < = 0.05 this indicates the influence of sex on the quality of life. Characteristics of education and work obtained p value = 0.882 and p = 0.077 where the value of p> = 0.05 which means that there is no influence of education and work on the quality of life. Characteristics of respondents based on the length of time suffering from type 2 diabetes millitus obtained p value = 0.820 > = 0.05 which indicates that there is no influence between the length of suffering from type 2 diabetes mellitus and the quality of life. Keywords : Quality of life, Diabetes millitus typ
Hubungan Diabetes Millitus Tipe II Dengan Kualitas Hidup Pasien RS Pancaran Kasih Manado Paseki, Jesika Asry; Kaunang, Wulan Julia; Kandou, Grace Debbie
KESMAS Vol 11, No 1 (2022): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas hidup merupakan persepsi individu dalam kehidupan, yang berkaitan dengan harapan hidup, tujuan hidup, serta standar hidup. Dimana terdapat dimensi fisik, psikologi, sosial dan lingkungan, serta tingkat kebebasa (WHO,2012). Desain penelitian yang menggunakan deskriptif analitik pendekatan cross sectional, dilaksanakan di RS.Pancaran Kasih Manado pada bulan Desember 2019 hingga Januari 2020. Sampel dalam penelitan ini berjumlah 58 orang. Instrument penelitian ini menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF. Pengambilan sampel menggunakan rumus Lameshow. Analisis penelitian ini menggunakan analisis uji independent sampel t-tes dan regresi linear. Hasil dalam penelitian menunjukkan hasil yang signifikan antara  mean diabetes millitus tipe 2 terkontrol dan tidak terkontrol dengan kualitas hidup value =0.000 (p<α=0.05) yang menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara terkontrol dan tidaknya diabetes millitus tipe 2 dengan kualitas hidup. Pengaruh variabel bebas usia terhadap variabel terikat (kualitas hidup) adalah p=0,500 > α=0,05  yang menyatakan tidak ada pengaruh usia pada kualitas hidup. Kemudian jenis kelamin di peroleh p=0,002 < α=0,05 hal ini memandakan adanya pengaruh jenis kelamin terhadap kualitas hidup. Karakteristik pendidikan dan pekerjaan diperoleh nilai p= 0,882 dan p=0,077 dimana nilai p>α=0,05 yang berarti tidak adanya pengaruh pendidikan dan pekerjaan terhadap kualitas hidup. Karakteristik responden berdasarkan lama menderita diabetes millitus tipe 2 diperoleh nilai p=0,820 > α=0,05 yang menandakan tidak adanya pengaruh antara lama menderita diabetes millitus tipe 2 dengan kualitas hidup. Kata kumci : kualitas hidup, Diabetes millitus tipe 2 ABSTRAKQuality of life is an individual's perception of life, which is related to life expectancy, life goals, and living standards. Where there are physical, psychological, social and environmental dimensions, as well as the level of freedom (WHO, 2012). The research design, which uses an analytical descriptive cross sectional approach, was carried out at the Pancaran Kasih Hospital, Manado from December 2019 to January 2020. The sample in this study amounted to 58 people. The research instrument used the WHOQOL-BREF questionnaire. Sampling using the Lameshow formula. The analysis of this study used independent sample t-test analysis and linear regression. The results in the study showed significant results between   The mean type 2 diabetes mellitus is controlled and uncontrolled with a quality of life value = 0.000 (p<α=0.05) which indicates that there is a significant relationship between controlled and uncontrolled type 2 diabetes mellitus and the quality of life. The effect of the independent variable age on the dependent variable (quality of life) is p=0,500 > =0,05  who stated that there was no effect of age on quality of life. Then gender was obtained p = 0.002 < = 0.05 this indicates the influence of sex on the quality of life. Characteristics of education and work obtained p value = 0.882 and p = 0.077 where the value of p> = 0.05 which means that there is no influence of education and work on the quality of life. Characteristics of respondents based on the length of time suffering from type 2 diabetes millitus obtained p value = 0.820 > = 0.05 which indicates that there is no influence between the length of suffering from type 2 diabetes mellitus and the quality of life. Keywords : Quality of life, Diabetes millitus typ
Distribusi Coronavirus Disease 2019 Di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Dan Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2020 Salibana, Agita I.; Langi, Fima L.F.G.; Kandou, Grace D.
KESMAS Vol 11, No 2 (2022): VOLUME 11, NOMOR 2, JANUARI 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coronavirus disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit menular yang disebabkan adanya infeksi novel coronavirus tipe baru yaitu SARS-CoV-2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi kasus COVID-19 di Kab.Kep. Siau Tagulandang Biaro, Kab.Kep. Sangihe dan Kab. Kep. Talaud Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2020 dengan menggunakan desain penelitian observasional metode deskriptif kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh kasus yang terkonfirmasi di Kab.Kep. Siau Tagulandang Biaro, Kab.Kep. Sangihe, dan Kab.Kep. Talaud sejak bulan Maret 2020-September 2020 yaitu 87 kasus.  Analisis yang digunakan adalah analisis univariat yang menggambarkan distribusi kasus COVID-19 berdasarkan orang dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasus terkonfirmasi COVID-19 di Kab.Kep. Sitaro lebih banyak pada  perempuan. Di Kab.Kep Sangihe lebih banyak pada laki-laki dan di Kab.Kep. Talaud memiliki jumlah yang sama antara laki-laki dan perempuan. Distribusi kasus terkonfirmasi COVID-19 menurut umur di Kab.Kep. Sitaro memiliki nilai mean sebesar 46 tahun. Di Kab.Kep. Sangihe memiliki nilai rata-rata umur yaitu 38 tahun. Di Kab.Kep. Talaud nilai mean umur adalah 36 tahun. Terdapat tren kasus yang meningkat di tiap Kabupaten, dimana di Kab.Kep Siau Tagulandang Biaro paling tinggi pada minggu epidemiolgi ke-31. Di Kab.Kep. Sangihe, COVID-19 dengan  kasus tertinggi adalah pada minggu epidemiologi ke-24 dan ke-39. Di Kab.Kep. Talaud COVID-19 terjadi peningkatan kasus minggu epidemiologi ke-30. Tidak ada kasus kematian akibat COVID-19 di Kab.Kep. Talaud selama Bulan Maret-September 2020, terdapat 1 kasus kematian di Kab.Kep. Siau Tagulandang Biaro pada minggu epidemiologi ke-31 dan 2 kasus kematian  di Kab.Kep Sangihe yang pada minggu epidemiologi ke-22 dan minggu epidemiologi ke-38. Kata Kunci: COVID-19, distribusi, jenis kelamin, umur, waktu ABSTRACTCoronavirus disease 2019 (COVID-19) is an infectious disease caused by infection with a new type of novel coronavirus, namely SARS-CoV-2. This study aims to determine the distribution of COVID-19 cases in Kab.Kep. Siau Tagulandang Biaro, Kab.Kep. Sangihe and Kab. Kep. Talaud of North Sulawesi Province in 2020 using an observational research design with quantitative descriptive methods. The population and sample in this study were all confirmed cases in Kab.Kep. Siau Tagulandang Biaro, Kab.Kep. Sangihe, and Kab.Kep. Talaud since March 2020-September 2020, namely 87 cases. The analysis used is a univariate analysis that describes the distribution of COVID-19 cases by person and time. The results showed that the confirmed cases of COVID-19 in Kab.Kep. Sitaro is more in women. In Kab.Kep Sangihe more men and in Kab.Kep. Talaud has an equal number of males and females. Distribution of confirmed cases of COVID-19 by age in Kab.Kep. Sitaro has a mean value of 46 years. In Kab.Kep. Sangihe has an average age value of 38 years. In Kab.Kep. Talaud's mean age is 36 years. There is an increasing trend of cases in each district, where in Kab.Kep Siau Tagulandang Biaro the highest was in the 31st epidemic week. In Kab.Kep. Sangihe, COVID-19 with the highest cases was in the 24th and 39th epidemiological weeks. In Kab.Kep. Talaud COVID-19 has seen an increase in cases in the 30th epidemiological week. There are no cases of death due to COVID-19 in Kab.Kep. Talaud during March-September 2020, there was 1 case of death in Kab.Kep. Siau Tagulandang Biaro on the 31st week of epidemiology and 2 cases of death in Sangihe District which was on the 22nd epidemiological week and 38th epidemiological week. Keywords: COVID-19, distribution, gender, age, time 
Karakteristik Penderita Coronavirus Disease 2019 di Kota Kotamobagu Supandi, Truli Patrisia; Kandou, Grace D.; Langi, Fima L. F. G.
KESMAS Vol 11, No 2 (2022): VOLUME 11, NOMOR 2, JANUARI 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik penderita Covid-19 di Kota Kotamobagu dengan rancangan penelitian cross sectional study. Populasi sekaligus sampel pada penelitian ini yaitu 321 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Dinas Kesehatan Kota Kotamobagu. Variabel yang dianalisis adalah umur, jenis kelamin, wilayah tempat tinggal dan kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Analisis data dilakukan secara deskriptif menurut skala pengukuran dan distibusi kasus diuraikan menurut orang, tempat dan waktu. Hasil analisis menunjukkan mean usia penderita sekitar 36 tahun (SD 14) dengan proporsi perempuan sedikit lebih banyak (56% vs 44%). Berdasarkan lokasi geografi, kasus terbanyak ditemui di Kotamobagu Barat (141), diikuti Kotamobagu Timur (81) dan Kotamobagu Selatan (64). Total meninggal 13 kasus. Terdapat trend peningkatan kasus dari bulan ke bulan dengan lonjakan tertinggi terjadi antara bulan November (45) dan Desember 2020 (125). Kata Kunci: Karakteristik, Covid-19 ABSTRACTCoronavirus Disease 2019 (COVID-19) is an infectious disease caused by Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). This study aims to determine the characteristics of Covid-19 sufferers in Kotamobagu City using a cross-sectional study design. The population as well as the sample in this study were 321 positive confirmed cases of Covid-19 at the Kotamobagu City Health Office. The variables analyzed were age, gender, area of residence and confirmed cases of Covid-19. Data analysis was carried out descriptively according to the measurement scale and the distribution of cases was described according to person, place and time. The results of the analysis showed that the mean age of the patients was around 36 years (SD 14) with a slightly higher proportion of women (56% vs 44%). Based on geographic location, the most cases were found in West Kotamobagu (141), followed by East Kotamobagu (81) and South Kotamobagu (64). A total of 13 cases died. There is a trend of increasing cases from month to month with the highest spike occurring between November (45) and December 2020 (125). Keywords: Characteristics, Covid-19
Proporsi Obesitas Sentral dan Stroke Menurut Provinsi di Indonesia Tahun 2018 Mona, Jandri D.; Kandou, Grace D.; Langi, Fima L.F.G
KESMAS Vol 11, No 2 (2022): VOLUME 11, NOMOR 2, JANUARI 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proporsi penyakit tidak menular di Indonesia seperti stroke dan obesitas sentral berdasarkan hasil Riskesdas 2018 meningkat dibandingkan tahun 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proporsi obesitas sentral dan stroke, mengetahui hubungan proporsi obesitas sentral dan stroke menurut provinsi, serta mengetahui pengaruh obesitas sentral dan obesitas sentral menurut karakteristik kelompok umur, jenis kelamin, tempat tinggal terhadap proporsi stroke. Penelitian ini termasuk penelitian epidemiologi dengan desain studi ekologi dan menggunakan data Riskesdas  2018. Populasi penelitian ini yaitu data agregat 34 provinsi di Indonesia. Jumlah sampel yaitu penduduk yang berusia 15 tahun menurut provinsi di Indonesia berjumlah 68 data agregat. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat, analisis bivariat, dan analisis multivariat dengan menggunakan uji regresi linier berganda. Hasil penelitian didapatkan yaitu terdapat korelasi antara proporsi obesitas sentral dan stroke menunjukkan hubungan positif sedang (pearson R=0,43; p=0,012). Hasil uji linier berganda, didapatkan hasil variabel proporsi obesitas sentral (p=0,033), obesitas sentral usia 45-54 tahun (p=<0,001), obesitas sentral di perkotaan (p=0,015) berpengaruh terhadap proporsi stroke sedangkan variabel proporsi obesitas sentral usia 25-34 tahun (0,525), usia 35-44 tahun (0,531), usia 55-64 tahun (0,068), usia 65-74 (0,571), usia >75 tahun (0,822) dan obesitas pada perempuan (0,552) tidak berpengaruh terhadap proporsi stroke. Kata Kunci : Obesitas sentral, Stroke ABSTRACTThe proportion of non-communicable diseases in Indonesia such as stroke and central obesity based on the results of Riskesdas 2018 increased compared to 2013. This study aims to determine the proportion of central obesity and stroke, to determine the relationship between the proportion of central obesity and stroke by province, and to determine the effect of central obesity and central obesity. according to the characteristics of the age group, gender, place of residence to the proportion of stroke. This research includes epidemiological research with an ecological study design and uses data from Riskesdas 2018. The population of this study is aggregated data from 34 provinces in Indonesia. The number of samples, namely the population aged 15 years by province in Indonesia amounted to 68 aggregate data. Analysis of the data used is univariate analysis, bivariate analysis, and multivariate analysis using multiple linear regression test. The results showed that there was a correlation between the proportion of central obesity and stroke showing a moderate positive relationship (Pearson R=0.43; p=0.012). The results of the multiple linear test showed that the variable proportion of central obesity (p = 0.033), central obesity aged 45-54 years (p = <0.001), central obesity in urban areas (p = 0.015) affected the proportion of stroke while the variable proportion of central obesity was aged 25-34 years (0.525), 35-44 years (0.531), 55-64 years (0.068), 65-74 (0.571), >75 years (0.822) and obesity in women (0.552) had no effect to the proportion of stroke. Keywords : Central obesity, Stroke
PELAKSANAAN SURVEILANS EPIDEMIOLOGI PELAKU PERJALANAN LUAR NEGERI DI PINTU MASUK BANDARA INTERNASIONAL SAM RATULANGI MANADO Manannohas, Mouren; Kandou, Grace Debbie; Posangi, Jimmy
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.36145

Abstract

Masalah Kesehatan merupakan tantangan besar saat ini. Munculnya penyakit potensial wabah yang banyak menjangkiti masyarakat dunia mulai dari pandemi Covid-19, Acute Hepatitis of Unknown Aetiology, Monkeypox dan penyakit infeksi emerging lainnya menyebabkan dunia kesehatan harus bekerja lebih keras dalam hal cegah tangkal faktor risiko penyakit. Dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan menyebutkan bahwa surveilans merupakan kegiatan pengamatan yang sistematis dan terus menerus terhadap kejadian penyakit dan kondisi yang mempengaruhi terjadinya peningkatan penularan penyakit untuk memperolah dan memberikan informasi guna mengarahkan tindakan penanggulangan penyakit secara efektif. Balai Kekarantinaan Kesehatan yang dalam tugas dan fungsinya melaksanakan Upaya mencegah dan menangkal keluar dan masuknya penyakit dan/atau faktor risiko kesehatan masyarakat di pintu masuk Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado melaksanakan surveilans epidemiologi pada pelaku perjalanan yang tiba dari daerah/negara terjangkit. Hal ini dilakukan dalam bentuk pengawasan pelaku perjalanan lewat pengamatan, pengumpulan data, pengolahan data, analisa data sampai dengan penyebarluasan informasi atau disebut dengan diseminasi informasi. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk melihat gambaran Pelaksanaan Surveilans Epidemiologi Pelaku Perjalanan Luar Negeri di Pintu Masuk Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode analisa atau deskriptif dengan peneliti sebagai instrumen kunci. Penelitian menggunakan triangulasi metode lewat wawancara menadalam dan observasi dokumen. Informan ditentukan berdasarkan kriteria tertentu sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam upaya cegah dan tangkal masuk dan keluarnya masalah dan/atau faktor risiko kesehatan di pintu masuk BKK Kelas I Manado telah melakukan surveilans epidemiologi pelaku perjalanan luar negeri di pintu masuk Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado tetapi dalam pelaksanaannya ditemukan kendala seperti tidak lagi dilakukan wawancara di pintu masuk, diseminasi informasi hanya dibagikan dalam bentuk informasi lewat media sosial , respon pelaku perjalanan yang kurang baik saat dilakukan pemeriksaan atau skrining di pintu masuk, petugas atau SDM yang masih kurang, thermalscan yang tidak berfungsi dengan baik, dan peraturan yang berubah-ubah yang mengakibatkan penerapan kebijakan pun berubah-ubah, sehingga kesimpulan dari penelitian ini adalah pelaksanaan surveilans epidemiologi pada pelaku perjalanan luar negeri di pintu masuk Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado belum berjalanan maksimal.
Co-Authors ., Gabriella A. J.M Rattu, A. J.M A.J. Pandelaki Aaltje E. Manampiring Adisti A. Rumayar, Adisti A. Agriati Yulin Mus Alvina Carolina Bagali Anggela, Jelsy Anis, Chintya Antonius R.B. Ola Aprelia, Dwiyanti Ardiansa A.T Tucunan, Ardiansa A.T Asmala Sari Asrifuddin , Afnal Asrifudin, Afnal August J. Pandelaki August Joutie Pandelaki Aviliana Revani Wenas B H. R. Kairupan Benedictus Lampus Benedictus S. Lampus Benny S. Lampus Billy J. Kepel Budi Ratag, Budi Budi T. Ratag Buyung, Siti Hartina Cendy A.A. Oroh, Cendy A.A. Dalle, Andi Nuraeni Petta Dampi, Denada Jihan David Tampi Debra S. S. Rumengan, Debra S. S. Deiske Adeliene Sumilat, Deiske Adeliene Deni Salmon Derek, Chintya Dina Rombot Ekaristi, Pongtuluran Elcya Natalia S. Mangando Elvin, Jesika Faustina Lala, Monalisa Felastri Delais Bororing Franckie R. R. Maramis Gabriella Rombot Gobel, Bella Gustaaf A. E. Ratag Gustaaf A.E. Ratag Gustaaf E. Ratag, Gustaaf E. Gustaaf E.A. Ratag Hartina, Sitti Henry M. F. Palandeng Herlina M.L. Butiop, Herlina M.L. Hurles Imanuel Palilu Indriya Robot, Melisa Iyone E.T. Siagian J. M. L. Umboh, J. M. L. Jane M. F Tahulending, Jane M. F Jane. Pangemanan, Jane. Jendra Dotulong Jessica Meilani Meilani Jimmy Posangi Jootje M. L. Umboh Jootje M.L. Umboh Jootje. M. L. Umboh, Jootje. M. L. Juan J. Rumondor, Juan J. Julia S. Oley Kairupan, B H Ralph Kalesaran, Angela Fitriani Clementine Kaunang, Theresia Margaretha D. Kaunang, Wulan Julia Kawatu, Paul A. Kawatu, Paul Arthur Tennov Kiling, Schwarz Y. Kolibu, Febi K. Lestari Pujirahayu, Lestari Lilian Rauw-Andries Limbong, Valdano A. Lucia I. R. Lefrandt Lusut, Markus T. Makaremas, Jane Elsada Male, Intan Yahya Malonda, Nancy S. H Manaida, Risky Joko Manannohas, Mouren Manggopa, Renny S. Manik, Mawar Medika Manopo, Sinta E. Manuputty, Jefrains Ch Mardame Sinaga Margareth R Sapulete Marpaung, Deni Rahayu Marthin, Winda Bellatrix Maureen I. Punuh, Maureen I. Medellu, Dian Maya Merdy R. Kansil, Merdy R. Momuat, Trully Mona, Jandri D. Muhammad Kahfi, Muhammad N. W. Mariaty, N. W. Nancy S. H. Malonda Nancy S.H. Malonda, Nancy S.H. Nandar, Stenly T. Nangley, Wulan K. Nelly Mayulu Nelwan, Ester Jeini Nelwan, Jeini E. Nur Estriana Anugrahwaty Wijaya Palandi, Oktavia R. Y. Palit, Ignasia D. Pangalila, Marny C. Pantow, Stivani S. Paseki, Jesika Asry Paul A. T. Kawatu, Paul A. T. Paul A.T. Kawatu Paulu, Pingkan Prila Pinontoan, Odie R. Pitters, Theresia S. Pongkorung, Vina D. Puasa, Novilius Juniardi Putri Ayudhya R. Lingkan Roeroe, R. Lingkan Radjabaycolle, Ingrid F. Ramli Laitupa, Ramli Ransun, Gita Natalia Rengkung, Tammy Sinthya Reppi, Giani C. Reynaldi R. Hadiwijaya Rianna J Sumampouw Robert A. Bara Robot, Laudikia Nelsen Rompas, Rizald Ronald I Ottay Ronald I. Ottay Rumayar, Adisti Rumengan, Selin R. Salibana, Agita I. Sampe, Lidya Ferawati Sapulete, Margareth Rosalinda Sekeon, Sekplin A.S. Sekplin A. S. Sekeon, Sekplin A. S. Singal, Harbri I. V. Sumajow, Marcellino R. Sunkudon, Cherlin Suoth, Lerry F Suoth, Lery F. Suoth, Lery Fransil Supandi, Truli Patrisia Tahulending, Jane Maria Fransiska Tamamilang, Christi Desi Tamboto, Christi Debora Tambuwun, Amanda A. Tappi, Valerie Elma Thomas, Natalia G. Tompodung, Vickly D.A. Trevino A. Pakasi Tucunan, A. A.T Tumbelaka, Oktaviany C. C. Tuuk, Rifka Tesa Umboh, Prayli Gracia Christi Usoh, Julita A. Walangitan, Rayn Christian Walukow, Desy N. Wartono, Jarod Ariyanto Wulan J.P. Kaunang Wulan P. J. Kaunang Wulan P.J. Kaunang Zwingly C.J.G. Porajow