Claim Missing Document
Check
Articles

Artikel FAKTOR RISIKO GASTRITIS DI PUSKESMAS TOMBATU KABUPATEN MINAHASA TENGGARA: STUDI KASUS KONTROL Tumbelaka, Oktaviany C. C.; Kalesaran, Angela F. C.; Kandou, Grace D.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.36938

Abstract

Gastritis merupakan penyakit yang memiliki jumlah kasus tinggi di Dunia dengan angka insiden mencapai 1,8 - 2,1 juta dari jumlah penduduk setiap tahunnya. Indonesia, gastritis menempati urutan ke-6 dengan total kasus 33.580 pasien rawat inap di Rumah Sakit. Tahun 2022, gastritis menempati posisi ketiga di Kabupaten Minahasa Tenggara (4.731) dan di Puskesmas Tombatu (1.222). Berbagai faktor dapat berkontribusi terhadap munculnya gastritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko gastritis di Puskesmas Tombatu Kabupaten Minahasa Tenggara pada bulan Oktober sampai November tahun 2023. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif menggunakan metode observasional analitik dengan rancangan kasus kontrol. Penelitian ini mencakup populasi 186 pasien, dengan total sampel 136 dengan perbandingan 1:1 kelompok kasus dan kontrol yang diambil melalui teknik purposive sampling. Varibael bebas penelitian ini adalah kebiasaan makan, kebiasaan merokok, konsumsi kopi dan stres, dengan variabel terikatnya gastritis. Instrumen utama yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi-square yang menguji hubungan dan faktor risiko antara berbagai faktor dengan gastritis. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi kopi dengan gastritis, yang ditunjukkan dengan nilai p sebesar 0,008 dengan OR sebesar 3,073. Variabel pola makan (p-value: 0.610, OR: 3.092), kebiasaan merokok (p-value: 0.689, OR: 1.272), dan tingkat stres (p-value: 0.062, OR: 7.689) memiliki hubungan yang tidak signifikan dengan gastritis. Kesimpulannya, terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi kopi dengan gastritis di Puskesmas Tombatu Kabupaten Minahasa Tenggara. Namun tidak ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara variable lainnya.
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG STUNTING DI KELURAHAN BAILANG KOTA MANADO Buyung, Siti Hartina; Kandou, Grace D.; Kaunang, Wulan P. J.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.33921

Abstract

Pendahuluan: Stunting merupakan keadaan di mana anak di bawahusia lima tahun tidak bisa tumbuh dan berkembang baik karena kekurangan gizi yang berlangsung dalam jangka waktu lama, yang menyebabkan anak menjadi terlalu kecil untuk usianya. Berdasarkan pengukuran pada balita yang dilakukan bidang surveilans gizi pada tahun 2022, jumlah balita stunting di Sulawesi Utara yaitu 2.231 balita dan untuk data dari Puskesmas Bailang pada tahun 2021-2022, menunjukkan bahwa balita yang mengalami stunting sebanyak 19 orang dengan angka tertinggi berada di Kelurahan Bailang dengan jumlah kasus 13 balita.Tujuan: Penelitian ini memiliki tujuan untuk menggambarkan tingkat kesadaran ibu mengenai stunting di Kelurahan Bailang, Kota Manado. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan menggunakan metode kuantitatif. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei dan Juni 2024. Responden penelitian berjumlah 75 orang yang seluruhnya adalah ibu-ibu yang tinggal di Kelurahan Bailang, Kota Manado, dan memiliki anak balita dengan rentang usia 0-59 bulan. Hasil: Dari 75 responden, rata-rata pemahaman ibu tentang stunting masih kurang, dengan proporsi 100%. Kesimpulan: Penelitian ini memberikan gambaran yang kurang ideal mengenai pengetahuan ibu tentang stunting.
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH PENDERITA DM TIPE 2 DI PUSKESMAS MATANI KOTA TOMOHON Anggela, Jelsy; Kandou, Grace Debbie; Asrifuddin , Afnal
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44246

Abstract

Menurut WHO penyakit diabetes menimbulkan 1 kematian  tiap detiknya serta menyebabkan 6,7 juta kematian. Indonesia pada tahun 2021 menempati urutan kelima dengan kasus terbesar yakni 19,5 juta dan bisa mencapai 28,6 juta pada tahun 2045. Dilansir dari data SKI 2023, kasus diabetes melitus sebesar 1,7% dan Provinsi Sulawesi Utara menempati posisi kelima dengan prevalensi 2,1% dengan kasus diabetes melitus tipe 2 42,2%. Puskesmas Matani merupakan puskesmas penyumbang kasus terbanyak di Kota Tomohon sebesar 890 kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan kadar glukosa darah penderita  diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Matani Kota Tomohon. Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan cross-sectional study. Populasi terdiri dari seluruh pasien di Puskesmas Matani Kota Tomohon yang mengidap penyakit DM tipe 2. Sampel yang diambil menggunakan rumus Lemeshow populasi tidak diketahui sebesar 107 sampel serta menggunakan teknik accidental sampling. Variabel penelitian terdiri dari kualitas tidur (variabel bebas) dan kadar glukosa darah (variabel terikat). Alat pengumpulan data berupa kuesioner yang kemudian digunakan uji korelasi yaitu uji chi square  (α = 0,05). Hasil yang diperoleh dari penelitian yakni p-value 0,000 < α 0,05 sehingga dapat disimpulkan kualitas tidur memiliki hubungan dengan kadar glukosa darah penderita DM tipe 2 di Puskesmas Matani Kota Tomohon
Hubungan risiko postur tubuh dan status merokok dengan keluhan muskuloskeletal pada nelayan Manik, Mawar Medika; Kandou, Grace Debbie; Kawatu, Paul Arthur Tennov
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 3 (2025): Volume 19 Nomor 3
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i3.838

Abstract

Background: Musculoskeletal complaints are commonly experienced by workers due to improper body posture or poor body mechanics. These complaints manifest as pain, stiffness, and decreased body function due to prolonged physical strain. Fishermen are among the occupational groups at high risk of developing musculoskeletal disorders due to the nature of their work. Additionally, smoking habits are frequently observed among fishermen, which may influence their health conditions. Purpose: To analyze the relationship between the risk of work posture and smoking status with musculoskeletal complaints in fishermen. Method: Quantitative analytical approach with cross-sectional design. Data collection using Nordic Body Map (NBM) to assess musculoskeletal complaints and Rapid Whole Body Assessment (REBA) to measure body posture in a sample of 100 respondents. Univariate analysis was performed to describe the characteristics of each variable, while bivariate analysis was performed using Spearman's rho correlation test. Results: Showed that 59 respondents (59%) reported musculoskeletal complaints as slightly painful, while 41 respondents (41%) experienced severe complaints (pain). The assessment of body posture risk showed that 59 respondents (59%) were in the very high risk category, 29 respondents (29%) were in the high risk category, and 12 respondents (12%) were in the moderate risk category. Based on smoking status, 35 respondents (35%) were moderate smokers, 31 respondents (31.%) were light smokers, and 19 respondents (19.%) were heavy smokers. A significant relationship was found between the risk of work posture and musculoskeletal complaints (p = 0.001). However, no significant relationship was found between smoking status and musculoskeletal complaints (p = 0.478). Conclusion: The risk of work posture has a significant relationship with musculoskeletal complaints in fishermen. However, smoking status did not show a significant relationship with musculoskeletal complaints in this population.     Keywords: Body Posture; Fishermen; Musculoskeletal Complaints; Smoking Status; Work Activities.   Pendahuluan: Keluhan muskuloskeletal umum dialami oleh pekerja akibat postur tubuh yang tidak tepat atau mekanika tubuh yang buruk. Keluhan ini ditandai dengan nyeri, kekakuan, dan penurunan fungsi tubuh akibat tekanan fisik yang berkepanjangan. Nelayan termasuk dalam kelompok pekerja yang memiliki risiko tinggi mengalami keluhan muskuloskeletal karena sifat pekerjaannya. Selain itu, kebiasaan merokok sering ditemukan di kalangan nelayan juga dapat memengaruhi kondisi kesehatan mereka. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara risiko postur kerja dan status merokok dengan keluhan muskuloskeletal pada nelayan. Metode: Pendekatan analitik kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data dikumpulkan menggunakan nordic body map (NBM) untuk menilai keluhan muskuloskeletal dan rapid entire body assessment (REBA) untuk mengevaluasi postur tubuh pada  sampel sebanyak 100 responden. Analisis univariat dilakukan untuk mendeskripsikan karakteristik setiap variabel, sementara analisis bivariat dilakukan dengan uji korelasi Spearman’s rho. Hasil: Menunjukkan bahwa 59 responden (59%) melaporkan keluhan muskuloskeletal agak sakit, sementara 41 responden (41%) mengalami keluhan berat (sakit). Penilaian risiko postur menunjukkan bahwa 59 responden (59%) masuk dalam kategori risiko sangat tinggi, 29 responden (29%) dalam kategori risiko tinggi, dan 12 responden (12%) dalam kategori risiko sedang. Berdasarkan status merokok, 35 responden (35%) merupakan perokok sedang, 31 responden (31.%) perokok ringan, dan 19 responden (19.%) perokok berat. Ditemukan hubungan yang signifikan antara risiko postur dan keluhan muskuloskeletal (p = 0.001). Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara status merokok dan keluhan muskuloskeletal (p = 0.478). Simpulan: Risiko postur kerja memiliki hubungan yang signifikan dengan keluhan muskuloskeletal pada nelayan. Namun, status merokok tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan keluhan muskuloskeletal pada populasi ini.   Kata Kunci: Aktivitas Kerja; Keluhan Muskuloskeletal; Nelayan; Postur Tubuh; Status Merokok.
HUBUNGAN ANTARA NOMOPHOBIA DENGAN KUALITAS TIDUR PADA SISWA SMA NEGERI 1 MANADO Walangitan, Rayn Christian; Kalesaran, Angela Fitriani Clementine; Kandou, Grace Debbie
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.44733

Abstract

Prevalensi kekurangan tidur pada anak sekolah menengah memiliki peningkatan dari tahun 2009 sampai 2021 dengan presentase siswa laki-laki sebesar 67% meningkat menjadi 75% dan siswa perempuan 72% meningkat menjadi 80% (CDC, 2021). Hasil survei yang dilakukan di Indonesia pada bulan Juli 2023 menemukan bahwa mayoritas orang tidur 6 sampai 8 jam per malam berkisar 34,9% hingga 46,2%, dan orang yang tidur kurang dari 4 jam permalam berkisar 1,7% hingga 14,4% (Annur C. M, 2023). 20 publikasi, yang mencakup data dari 12.462 individu dari 10 negara berbeda, disimpulkan bahwa prevalensi gabungan nomophobia berada pada tingkat sedang hingga berat, dengan sekitar 71% individu terpengaruh, dimana 21% menderita nomophobia berat dan 50% mengalami nomophobia pada tingkat sedang (Jahrami, et al, 2022). Kualitas tidur yang baik dapat diperoleh dengan mengendalikan stres, yakni dengan melakukan metakognisi, dan membatasi penggunaan smarthphone dimalam hari. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara nomophobia dengan kualitas tidur pada siswa SMA Negeri 1 Manado. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Manado dengan jumlah populasi 1994 siswa dan jumlah sampel sebanyak 103 sampel yang dipilih menggunakan metode simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan Nomophobia Questionnaire (NMP-Q) dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis univariat akan menunjukan tabel distribusi frekuensi dan analisis bivariat untuk melihat hubungan dilakukan dengan uji Spearman Rank dengan menggunakan aplikasi SPSS ver.27. Hasil penelitian mendapatkan 56,3% responden memiliki tingkat nomophobia sedang, 23,3% responden tingkat nomophobia tinggi, dan 20,4% responden memiliki tingkat nomophobia rendah. Hasil analisis bivariat didapatkan nilai p <0,001dengan nilai R (koefisien korelasi) = 0,378, yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara nomophobia dengan kualitas tidur pada siswa SMA Negeri 1 Manado.
HUBUNGAN CURAH HUJAN, SUHU, DAN KEPADATAN PENDUDUK DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KOTA MANADO TAHUN 2020-2024 Faustina Lala, Monalisa; Kandou, Grace D.; Kaunang, Wulan P. J.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45822

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah peyakit menular yang biasa terjadi di daerah subtropics serta tropis. Sejak tahun 2024 data kejadian demam berdarah dengue mencapai 3,4 jt kasus dengan 3.000. Kementerian Kesehatan RI melaporkan bahwa terdapat 144,720 kasus pada tahun 2023 dan untuk Provinsi Sulawesi Utara yaitu 2.643 kasus pada tahun 2023. Kasus yang ada di Kota Manado pada tahun 2024 yaitu mencapai 1080 kasus. Faktor iklim seperti suhu atau curah hujan serta kepadatan penduduk dapat memengaruhi terjadi peningkatan kasus DBD. Dengan adanya peningkatan suhu, curah hujan, serta kepadatan penduduk akan terjadi perkembangan vektor penyebab penyakit demam berdarah dan mendukung kelangsungan hidup vektor serta penyebaran vektor. Studi ini ingin mengamati hubungan curah hujan, suhu dan kepadatan penduduk dengan kejadian Demam Berdarah Dengue di Kota Manado tahun 2020-2024. Studi ini berdesain kuantitatif dengan sifat observasional analitik serta berpendekatan cross sectional. Dalam studi ini, populasinya yaitu semua pengidap demam berdarah dengue yang berada di Kota Manado pada tahun 2020–2024 dan tercatat di Dinas Kesehatan Kota Manado. Studi ini diselenggarakan sejak November 2024 – Maret 2025 di Kota Manado. Hasil uji statistik kaitan antar curah hujan dengan kejadian DBD dengan pengujian spearman rho menghasilkan ρ=0,127, kaitan suhu dengan kejadian DBD ρ=0,046, serta kaitan kepadatan penduduk dengan kejadian DBD ρ=0,011. Simpulan dari studi ini tidak ada kaitan antar curah hujan dengan kejadian DBD, lalu untuk kepadatan penduduk serta suhu berkaitan signifikan dengan kejadian DBD
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS FISIK, KEBIASAAN MAKAN, DAN RIWAYAT KELUARGA DENGAN KEJADIAN DM TIPE II DI PUSKESMAS MATANI KOTA TOMOHON Elvin, Jesika; Ratag, Budi T.; Kandou, Grace Debbie; Kaunang, Wulan P. J.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47795

Abstract

Mencapai 422 juta orang secara global dikonfirmasi oleh World Health Organization (WHO) menderita DM tipe II dan tiap tahun menimbulkan 1,5 juta kematian. Indonesia memiliki prevalensi sebesar 1,7% dan Sulawesi Utara sebesar 2,1% (Survei Kesehatan Indonesia, 2023). DM tipe II adalah kondisi tubuh yang terjadi saat terdapat penumpukan gula dalam darah akibat dari ketidakmampuan hormon insulin untuk memprosesnya. Pola hidup sehat yang diterapkan menjadi cara yang paling tepat untuk mengendalikan penyakit ini. Studi ini bertujuan untuk menganalisis kaitan/hubungan antara aktivitas fisik, kebiasaan makan dan riwayat keluarga terhadap kejadian diabetes melitus tipe II di Puskesmas Matani Kota Tomohon. Studi ini menerapkan metode kuantitatif (observasional analitik) model Cross sectional study yang berlangsung pada Maret hingga Mei 2025. Penelitian dilakukan terhadap seluruh pasien yang berkunjung ke Puskesmas Matani dengan sampel sebesar 107 responden yang ditetapkan berdasarkan Purposive Sampling. Penelitian mencakup variabel aktivitas fisik, kebiasaan makan, Riwayat keluarga dan kejadian DM tipe II dengan menggunakan kuesioner sebagai instrument penelitian. Analisis data dilakukan dengan menganalisis karakteristik tiap variabel dan uji chi-square sebagai analisis korelasi. Hasil yang ditemukan aktivitas fisik terhadap kejadian DM tipe II dihasilkan p value sebesar 0,001, kebiasaan makan dengan p value sebesar 0,003 dan riwayat keluarga dengan p value sebesar 0,000. Kesimpulan didapatkan kaitan/hubungan antara aktivitas fisik, kebiasaan makan dan Riwayat dalam keluarga terhadap kasus kejadian DM tipe II di Puskesmas Matani Kota Tomohon
HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA DAN MASA KERJA DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PERAWAT RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT GUNUNG MARIA TOMOHON Rumengan, Selin R.; Kandou, Grace D.; Kawatu, Paul A. T.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48627

Abstract

Kelelahan kerja merupakan kondisi menurunnya kapasitas fisik dan mental akibat aktivitas kerja yang berlebihan. Kelelahan kerja menjadi salah satu permasalahan penting yang dihadapi oleh tenaga kerja, khususnya perawat, yang memiliki tanggung jawab kompleks dan jam kerja panjang hampir 24 jam. Kondisi kerja ini, berpotensi menimbulkan kelelahan terhadap pekerjaan maupun aktivitas sehari-hari pekerja. Data dari ILO menunjukkan bahwa sekitar dua juta pekerja di seluruh dunia meninggal setiap tahun akibat kelelahan, sedangkan di Indonesia terjadi rata-rata 414 kasus kecelakaan kerja per hari, dengan 27,8% disebabkan oleh tingkat kelelahan yang tinggi. Tingginya beban kerja yang harus diselesaikan sesuai target dan standar pelayanan turut menjadi faktor pemicu kelelahan. Selain itu, masa kerja yang panjang juga dapat memengaruhi tingkat kelelahan karena adanya akumulasi tugas rutin yang monoton dan bertambahnya beban kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dan masa kerja dengan kelelahan kerja pada perawat ruang rawat inap Rumah Sakit Gunung Maria Tomohon. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross sectional. Sampel terdiri dari 63 perawat yang diambil dengan metode total sampling. Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara beban kerja dengan kelelahan kerja (p = 0,003 < α = 0,05). Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara masa kerja dengan kelelahan kerja (p = 0,066 > α = 0,05). Dengan demikian, disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara beban kerja dengan kelelahan kerja dan tidak terdapat hubungan antara masa kerja dengan kelelahan kerja pada perawat ruang rawat inap Rumah Sakit Gunung Maria Tomohon.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN PASANGAN DAN KETERSEDIAAN KONDOM DENGAN PEMAKAIAN KONDOM PADA LELAKI SEKS LELAKI (LSL) DI KOTA MANADO Puasa, Novilius Juniardi; Asrifuddin, Afnal; Kandou, Grace Debbie
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48707

Abstract

Indonesia menghadapi tantangan serius terkait penyebaran HIV. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan peningkatan signifikan jumlah kasus HIV dalam tiga tahun terakhir. Pada tahun 2021, tercatat 36.902 kasus, dan jumlahnya meningkat menjadi 57.299 kasus pada 2023 (Kemenkes RI, 2023). Salah satu kelompok dengan risiko tinggi penularan HIV adalah Lelaki seks lelaki (LSL), yang didefinisikan sebagai pria yang mengidentifikasi diri sebagai homoseksual, dengan karakteristik perilaku seksual yang berisiko tinggi (Chandra et al., 2018). Berdasarkan data dari Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sulawesi Utara, jumlah LSL di Kota Manado mencapai 7.362 orang. Hal ini menunjukkan bahwa kelompok LSL tergolong sebagai populasi kunci dengan risiko tinggi penularan HIV/AIDS (PKBI, 2024). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan pasangan dan ketersediaan kondom dengan pemakaian kondom pada LSL di Kota Manado. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional), melibatkan 97 responden yang diwawancarai dan mengisi kuesioner. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode Chi-square untuk menilai hubungan antara variabel. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara dukungan pasangan dan ketersediaan kondom dengan pemakaian kondom. Analisis bivariat menunjukkan nilai P untuk dukungan pasangan adalah 0,003 dan untuk ketersediaan kondom adalah 0,002. Penelitian ini menjelaskan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan pasangan dan ketersediaan kondom dengan pemakaian kondom pada LSL di Kota Manado. Dukungan dari pasangan dan ketersediaan kondom dapat berkontribusi positif dalam meningkatkan kebiasaan pemakaian kondom, yang penting untuk pencegahan penularan HIV.
Makanan Etnik Minahasa dan Kejadian Penyakit Jantung Koroner Kandou, Grace Debbie
Kesmas Vol. 4, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit jantung koroner yang menjadi kausa utama kematian di seluruh dunia merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting di seluruh dunia, termasuk Indonesia dan Sulawesi Utara. Kebiasaan makan yang dipengaruhi oleh faktor budaya, adat istiadat, agama dan kepercayaan berperan penting dalam proses kejadian penyakit. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kebiasaan makan etnik Minahasa terhadap kejadian penyakit jantung koroner. Penelitian di RSU Prof. Dr. R.D. Kandou ini menggunakan disain studi kasus kontrol dengan ukuran sampel 128 kasus dan 128 kontrol. Data frekuensi makan dikumpulkan dengan Food Frequency Quationnaire (FFQ). Makanan etnik Minahasa ditentukan berdasarkan 41 jenis makanan yang dikompositkan. Asam lemak jenuh pada setiap jenis makanan etnik Minahasa umumnya mengandung ALJ dengan kisaran kadar 0,01-10,46% food per 100 gram. Pengkomsumsi makanan Mihahasa dengan frekuensi makan ≥ 2 kali/ bulan berisiko PJK 4,43 kali lebih besar daripada pengkonsumsi ≤ 1 kali/ bulan setelah dikontrol dengan variabel daging babi hutan(OR=4,3 95%CI:1,66-11,05), kotey(OR=7,15 95%CI: 1,70-30,08), merokok (OR=2,76 95% CI: 1,36-5,61), usia(OR=1,96 95%CI: 1,36-2,83), jenis kelamin(OR=2,86 95%CI: 1,41-5,78) dan hipertensi (OR=5,86 95%CI: 2,94-11,66). Kebiasaan makan dengan frekuensi sering berisiko 5,4 kali lebih besar untuk terkena PJK daripada yang mempunyai kebiasaan makan jarang setelah dikontrol variabel jenis kelamin, riwayat keluarga PJK dan diabetes. Coronary Heart Disease (CHD) is the leading cause of disability and mortality in the world, including Indonesia and North Sulawesi province. There are many factors that has contribution to the development of CHD. Food habit that influenced by culture and religion is known as a risk factor. The objective of this study is to know the effect of food habit and food variety of Minahasan to the risk of CHD. The methodology used in this research was case control, with respondents drawn from the Prof. Dr. R.D. Kandou General Hospital, Manado, North Sulawesi province. The samples were consisted of 128 cases of CHD and 128 controls of noncoronary heart diseases. Eating frequencies were collected through a Food Frequency Questionnaire (FFQ). Those who were eating “ babi putar ” (roasted pork) more than twice a month had potentially 4.43 times to develop CHD compare to those who were eating less than once a month controlled by consumption of “ babi hutan ” (wild boar) (OR=4,3 95% CI: 1,66-11,05), “ kotey/sa’ut ” (OR=7,15 95% CI: 1,70-30,08), smoking (OR=2,76 95% CI: 1,36-5,61), age (OR=1,96 95% CI: 1,36-2,83), gender (OR=2,86 95% CI: 1,41-5,78) and hypertension (OR=5,86 95% CI: 2,94-11,66). Those with food habit which include higher frequency of consumption of composite of “high risk” 41 Minahasan food items has 5.4 times higher risk to develop CHD compared to those who has lower frequency, after controlled by gender, family history of CHD and Diabetes Mellitus.
Co-Authors ., Gabriella A. J.M Rattu, A. J.M A.J. Pandelaki Aaltje E. Manampiring Adisti A. Rumayar, Adisti A. Agriati Yulin Mus Alvina Carolina Bagali Anggela, Jelsy Anis, Chintya Antonius R.B. Ola Aprelia, Dwiyanti Ardiansa A.T Tucunan, Ardiansa A.T Asmala Sari Asrifuddin , Afnal Asrifudin, Afnal August J. Pandelaki August Joutie Pandelaki Aviliana Revani Wenas Benedictus Lampus Benedictus S. Lampus Benny S. Lampus Billy J. Kepel Budi Ratag, Budi Budi T. Ratag Buyung, Siti Hartina Cendy A.A. Oroh, Cendy A.A. Dampi, Denada Jihan David Tampi Debra S. S. Rumengan, Debra S. S. Deni Salmon Derek, Chintya Dina Rombot Ekaristi, Pongtuluran Elcya Natalia S. Mangando Elvin, Jesika Faustina Lala, Monalisa Felastri Delais Bororing Franckie R. R. Maramis Gabriella Rombot Gobel, Bella Gustaaf A. E. Ratag Gustaaf A.E. Ratag Gustaaf E. Ratag, Gustaaf E. Gustaaf E.A. Ratag Hartina, Sitti Henry M. F. Palandeng Herlina M.L. Butiop, Herlina M.L. Hou, Afiona Aswinda Hurles Imanuel Palilu Indriya Robot, Melisa Iyone E.T. Siagian J. M. L. Umboh, J. M. L. Jane M. F Tahulending, Jane M. F Jane. Pangemanan, Jane. Jendra Dotulong Jessica Meilani Meilani Jimmy Posangi Jootje M. L. Umboh Jootje M.L. Umboh Jootje. M. L. Umboh, Jootje. M. L. Juan J. Rumondor, Juan J. Julia S. Oley Kalesaran, Angela Fitriani Clementine Kaunang, Wulan Julia Kawatu, Paul A. Kawatu, Paul Arthur Tennov Kiling, Schwarz Y. Kolibu, Febi K. Lestari Pujirahayu, Lestari Lilian Rauw-Andries Limbong, Valdano A. Lucia I. R. Lefrandt Lusut, Markus T. Makaremas, Jane Elsada Male, Intan Yahya Malonda, Nancy S. H Manaida, Risky Joko Manannohas, Mouren Manggopa, Renny S. Manik, Mawar Medika Manopo, Sinta E. Manuputty, Jefrains Ch Mardame Sinaga Margareth R Sapulete Marthin, Winda Bellatrix Maureen I. Punuh, Maureen I. Medellu, Dian Maya Merdy R. Kansil, Merdy R. Momuat, Trully Mona, Jandri D. Muhammad Kahfi, Muhammad N. W. Mariaty, N. W. Nancy S. H. Malonda Nancy S.H. Malonda, Nancy S.H. Nandar, Stenly T. Nangley, Wulan K. Nelly Mayulu Nelwan, Ester Jeini Nelwan, Jeini E. Nur Estriana Anugrahwaty Wijaya Palandi, Oktavia R. Y. Palit, Ignasia D. Pangalila, Marny C. Pantow, Stivani S. Paseki, Jesika Asry Paul A. T. Kawatu, Paul A. T. Paul A.T. Kawatu Paulu, Pingkan Prila Pitters, Theresia S. Pongkorung, Vina D. Puasa, Novilius Juniardi Putri Ayudhya R. Lingkan Roeroe, R. Lingkan Radjabaycolle, Ingrid F. Ramli Laitupa, Ramli Ransun, Gita Natalia Reppi, Giani C. Reynaldi R. Hadiwijaya Robert A. Bara Robot, Laudikia Nelsen Rompas, Rizald Ronald I Ottay Ronald I. Ottay Rumayar, Adisti Rumengan, Selin R. Salibana, Agita I. Sampe, Lidya Ferawati Sekeon, Sekplin A.S. Sekplin A. S. Sekeon, Sekplin A. S. Singal, Harbri I. V. Sumajow, Marcellino R. Sunkudon, Cherlin Suoth, Lerry F Suoth, Lery F. Suoth, Lery Fransil Supandi, Truli Patrisia Tamamilang, Christi Desi Tamboto, Christi Debora Tambuwun, Amanda A. Tappi, Valerie Elma Thomas, Natalia G. Tompodung, Vickly D.A. Trevino A. Pakasi Tucunan, A. A.T Tumbelaka, Oktaviany C. C. Tuuk, Rifka Tesa Usoh, Julita A. Walangitan, Rayn Christian Walukow, Desy N. Wartono, Jarod Ariyanto Wulan J.P. Kaunang Wulan P. J. Kaunang Wulan P.J. Kaunang Zwingly C.J.G. Porajow