p-Index From 2021 - 2026
8.823
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

The Relationship Between Staff Skills and Patient Satisfaction in Venous Blood Collection Procedures Ketut Indrawati; Diah Prihatiningsih; I Gst Pt Agus Ferry Sutrisna Putra
Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius Vol. 3 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : CV. CENDIKIA JENIUS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70920/jenius.v3i2.379

Abstract

Introduction: Venous blood sampling services are an important procedure in laboratory services because staff skills influence patient comfort and the quality of examination results. This study is necessary to determine the relationship between staff skills and patient satisfaction in primary healthcare settings.Objective: This study aims to analyze the relationship between staff skills and patient satisfaction levels in venous blood sampling procedures. Methods: This study used a descriptive correlational design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 52 respondents selected using purposive sampling. Data were collected through staff skills and patient satisfaction questionnaires during the 2025–2026 research period and were analyzed using the Spearman Rank test. Results: The results showed that staff skills were mostly categorized as very good (51.9%) and good (40.4%), while patient satisfaction was dominated by satisfied (50.0%) and very satisfied (46.2%) categories. The Spearman Rank test showed p=0.000 with a correlation coefficient of 0.956, indicating a very strong and positive relationship. Conclusion: It can be concluded that improving staff skills impacts patient satisfaction; therefore, continuous training and routine evaluation are recommended to maintain service quality.
Penerapan Teknik Cawan Tuang dan Sebar Dalam Pemeriksaan Enterobacteriaceae pada Pasien Diare Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Diagnosis Laboratorium Essydhea Hasfika; Diah Prihatiningsih; Moh. Fairuz Abadi
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/wyt38555

Abstract

Diare masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang signifikan dan salah satu penyebab utamanya adalah infeksi bakteri dari famili Enterobacteriaceae. Pemeriksaan mikrobiologi melalui metode kultur merupakan langkah penting dalam mendukung diagnosis dan pengendalian penyakit diare. Kegiatan ini bertujuan untuk membandingkan jumlah Enterobacteriaceae pada sampel feses penderita diare menggunakan teknik cawan tuang (pour plate) dan cawan sebar (spread plate). Kegiatan ini menggunakan desain eksperimental laboratoris dengan pendekatan komparatif terhadap 16 sampel feses penderita indikasi diare yang dianalisis di laboratorium. Data diperoleh melalui penghitungan jumlah koloni bakteri dalam satuan CFU/gram, kemudian dianalisis secara deskriptif dan statistik menggunakan uji Shapiro–Wilk dan uji Wilcoxon Signed-Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode cawan tuang menghasilkan rata-rata jumlah Enterobacteriaceae yang lebih tinggi dan lebih homogen dibandingkan metode cawan sebar. Temuan ini menunjukkan bahwa metode cawan tuang lebih efektif dalam menghitung total populasi Enterobacteriaceae pada sampel feses penderita diare, sedngkan metode cawan sebar lebih sesuai untuk pengamatan morfologi koloni permukaan. Disarankan untuk melibatkan jumlah sampel yang lebih besar dan beragam guna meningkatkan validitas serta generalisasi hasil penelitian.
Perbedaan Hasil Pemeriksaan TB GeneXpert dan Mikroskopis BTA di Balai Labkesmas Medan Astika Livana Sani; Diah Prihatiningsih; Didik Prasetya
Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2026): Edisi: Januari-Maret
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia, termasuk di Kota Medan yang memiliki prevalensi tinggi. Diagnosis yang cepat dan akurat sangat penting. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan hasil pemeriksaan Mycobacterium tuberculosis antara metode GeneXpert MTB/RIF dan mikroskopis BTA. Metode yang digunakan adalah observasional analitik dengan desain sampel berpasangan. Sebanyak 30 spesimen sputum dari pasien terduga TB sensitif obat dengan hasil GeneXpert sebelumnya (MTB detected very low dan MTB not detected) diperiksa ulang menggunakan mikroskopis BTA (Ziehl–Neelsen) pada Desember 2025. Analisis dilakukan dengan uji McNemar. Hasil menunjukkan GeneXpert mendeteksi M. tuberculosis pada 5 sampel (16,7%) kategori very low, sedangkan mikroskopis BTA negatif pada seluruh sampel (100%). Uji McNemar menunjukkan nilai p = 0,063 (>0,05). Kesimpulannya, secara statistik tidak terdapat perbedaan bermakna, namun secara klinis GeneXpert lebih sensitif dalam mendeteksi beban bakteri rendah.
Hubungan Pengetahuan ATLM dengan Pelaksanaan Pemantapan Mutu Internal dalam Penanganan Spesimen Laboratorium Achmad Yudiarto; I Gusti Putu Agus Ferry Sutrisna Putra; Diah Prihatiningsih
Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2026): Edisi: Januari-Maret
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat pengetahuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) berperan penting dalam penanganan spesimen laboratorium sesuai standar sebagai bagian dari Pemantapan Mutu Internal (PMI), terutama pada tahap pra-analitik yang rentan kesalahan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi hubungan tingkat pengetahuan ATLM dengan pelaksanaan PMI dalam penanganan spesimen laboratorium di seluruh puskesmas Kota Kendari. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain cross sectional dengan teknik total sampling terhadap 35 ATLM dari 15 puskesmas. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah terbukti valid dan reliabel, lalu dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil menunjukkan tingkat pengetahuan ATLM berada pada kategori baik dan pelaksanaan PMI tergolong diterapkan. Namun, tidak terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan ATLM dan pelaksanaan PMI (ρ = 0,065; p > 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa pelaksanaan PMI lebih dipengaruhi faktor sistemik dalam manajemen mutu laboratorium.
PENGENALAN PERAN REKAM MEDIS SEBAGAI PENYEDIA INFORMASI KESEHATAN KEPADA KALANGAN PELAJAR Ika Setya Purwanti; Diah Prihatiningsih; Ni Wayan Desi Bintari; A.A Gde Oka Widana
Jurnal Pengabdian Indonesia (JPI) Vol. 2 No. 2 (2026): Vol. 2 No. 2 Edisi Juli 2026
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/jpi.v2i2.2622

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mendorong transformasi digital di berbagai sektor, termasuk sektor kesehatan. Salah satu implementasi transformasi digital kesehatan di Indonesia adalah pemanfaatan aplikasi SatuSehat Mobile yang terintegrasi dengan sistem rekam medis elektronik. Namun, tingkat pengetahuan masyarakat, khususnya kalangan pelajar, mengenai peran rekam medis dan pemanfaatan aplikasi kesehatan digital masih relatif rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa mengenai peran rekam medis sebagai penyedia informasi kesehatan serta pentingnya menjaga kerahasiaan data kesehatan. Kegiatan dilaksanakan di SMA PGRI 4 Denpasar dengan melibatkan 25 siswa sebagai peserta. Metode yang digunakan meliputi persiapan, pre-test, sosialisasi, edukasi menggunakan pendekatan Community Based Interactive Approach (CBIA), post-test, dan evaluasi. Materi yang diberikan mencakup pengenalan rekam medis elektronik, kerahasiaan data kesehatan, manfaat rekam medis, risiko kebocoran data, serta pemanfaatan aplikasi SatuSehat Mobile. Hasil pre-test menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki tingkat pengetahuan yang masih terbatas dengan nilai dominan pada rentang 6–7 dari skor maksimal 10. Setelah diberikan sosialisasi dan edukasi, hasil post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dimana seluruh peserta memperoleh nilai maksimal 10. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi dan edukasi efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan digital, pemahaman tentang rekam medis, serta kesadaran siswa terhadap pentingnya perlindungan data kesehatan pribadi. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan literasi kesehatan digital di kalangan pelajar dan mendorong pemanfaatan teknologi kesehatan secara optimal dalam mendukung transformasi digital kesehatan nasional.
The Relationship Between Sputum Quality and Molecular Rapid Test Results in Suspected Tuberculosis Patients Ni Putu Rika Mudiarini; Diah Prihatiningsih; Moh. Fairuz Abadi
Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius Vol. 3 No. 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : CV. CENDIKIA JENIUS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70920/jenius.v3i3.462

Abstract

Introduction: Tuberculosis remains a major public health problem, and the accuracy of diagnosis using the Molecular Rapid Test (MRT) is strongly influenced by sputum quality. However, inadequate sputum specimens are still commonly found, potentially reducing diagnostic accuracy. Objective: This study aimed to determine the relationship between sputum quality and Molecular Rapid Test results in suspected tuberculosis patients at Giri Emas Regional General Hospital. Method: This study employed an observational analytic design with a cross-sectional approach. A total of 35 suspected tuberculosis patients were included using total sampling during April–May 2026. Sputum quality data were collected through macroscopic observation using a checklist, while MRT results were obtained from GeneXpert MTB/RIF examination. Data were analyzed using univariate and bivariate methods with Fisher’s Exact Test. Results: The results showed that most respondents had good sputum quality (57.1%), and there was a significant relationship between sputum quality and MRT results (p=0.005). Conclusion: It can be concluded that sputum quality influences MRT results; therefore, proper sputum collection education is necessary to improve tuberculosis diagnostic accuracy.
GAMBARAN DIAGNOSIS PASIEN PRA-HEMODIALISA DI RSUD WANGAYA TAHUN 2020-2021 Anak Agung Ayu Eka Cahyani; Didik Prasetya; Moh Fairuz Abadi; Diah Prihatiningsih
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 11 No 1: Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v11i1.1819

Abstract

Penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada pasien penyakit ginjal kronik (PGK) adalah penyakit kardiovaskuler. Faktor utama penyebab kejadian kardiovaskuler pada pasien PGK adalah hipertensi. Penyebab tersering kedua pada gagal ginjal kronis adalah diabetes melitus (23%). Penanganan PGK dapat dilakukan dengan metode Hemodialisa atau cuci darah. Hemodialisis adalah proses pembersihan darah dengan mengumpulkan limbah. Pada penderita gagal ginjal kronik, hemodialisis dapat mencegah kematian. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran diagnosis penyakit pada pasien yang akan melakukan hemodialisis di RSUD Wangaya tahun 2020-2021. Penelitian telah disetujui oleh Komite Etik Penelitian RSUD Wangaya Nomor 029/III.4/KEP/RSW/2022. Penelitian merupakan penelitian deskriptif observasional menggunakan data sekunder. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 116 pasien yang diambil dengan teknik total sampling. Hasil dari dari 116 pasien diketahui diagnosa Diabetes Mellitus (DM) sebanyak 23 pasien (19,8%), Hipertensi sebanyak 19 pasien (16,4%), pielo nefritis kronis (PNC) sebanyak 18 pasien (15,5%), acquired cystic kidney disease (ACKD) sebanyak 17 pasien (14,7%), anemia sebanyak 14 (12,1%), DM+Hipertensi 12 pasien (10,3%), Acute kidney injury (AKI) sebanyak 7 pasien (6,0%), dengan diagnosa DM+PNC 3 pasien (2,6%) dan hyperkalemia 3 (2,6%). Penelitian diharapkan dapat membantu diagnosa lanjutan dari pasien yang telah menjalani hemodialisa
Co-Authors A.A Gde Oka Widana A.A Gde Oka Widana A.A Gde Oka Widana5 Oka Widana A.A. Gede Oka Widana AA Gde Oka Widana Abadi, Moh Fairuz Abadi, Moh. Fairuz Abdi Pertiwi, Dwi Liana Achmad Yudiarto Agus Ferry Sutrisna Putra, I Gusti Putu Aminah Aminah Anak Agung Ayu Eka Cahyani Anak Agung Ayu Eka Cahyani Anak Agung Oka Widana Andini, Ni Komang Sukra Anggraini, Desty Prastika Astika Livana Sani Cahyani, Anak Agung Ayu Eka Christina Natalia Dabi, Aberina Dewi, Luh Putu Diah Kusuma Didik Prasetya Dilisca Dwi Putri, Ni Luh Nova Essydhea Hasfika Fahri, Muhamad Gomes, Juvita Da Costa Gusti Ayu Kristalia Mustika Dewi Gusti Ayu Putu Ardianti Utami I Gst Pt Agus Ferry Sutrisna Putra I Gusti Ayu Agung Diah Dwi Sukma I Gusti Putu Agus Ferry Sutrisna I Gusti Putu Agus Ferry Sutrisna Putra I Gusti Putu Agus Ferry Sutrisna Putra I Gusti Putu Agus Ferry Sutrisna Putra I K. Putra Juliantara Ika Setya Purwanti Ika Yulfitrah James Sibarani Kariana, I Komang Ketut Indrawati Kirawan, I Komang Yoki Laksmi, I Gusti Ayu Putu Satya M. FAIRUZ ABADI, M. FAIRUZ Mirayanti, Ni Ketut Ayu Moh. Adreng Pamungkas Moh. Fairuz Abadi Nastiti, Herwin Rizky Ni Kadek Ayu Cintya Dewi Ni Komang Ayu Resiyanthi Ni Komang May Tri Arwindi Ni Komang Yuscika Devi Ni Luh Gede Puspita Yanti Ni Luh Gede Puspita Yanti Ni Luh Putu Devhy Ni Luh Putu Devhy Ni Luh Putu Devhy, Ni Luh Putu Ni Luh Putu Devhy, Ni Luh Putu Devhy Ni Made Puspawati Ni Made Putri Sumyarini Ni Made Widyanthi Ni Putu Nanik Haryani Ni Putu Rika Mudiarini Ni Wayan Desi Bintari Nopita Wati, Ni Made Nopita Wati, Ni Made Nuraini, Deswinda Fadhilah Nyoman Sudarma Nyoman Sudarma Pamungkas, Mohammad Adreng Parwati, Putu Ayu Prasetya, Didik Puspita Yanti, Ni Luh Gede Putri, Maylina Putri, Ni Luh Nova Dilisca Dwi Putu Ayu Parwati Putu Ayu Parwati Putu Gede Subhaktiyasa Putu Thrisna Dewi, Ni Luh Rastuti, Luh Putu Anik Santos, Silvino Dos Sari, Lia Cahya Sherly Novitasari Sri Idayani, Sri Sugyantari, Pande Putu Sutrisna Putra, I Gusti Putu Agus Ferry Timorensa, Katharina Novika Wangi, Ni Putu Ayu Cendana Wati, Ni Made Nopita Wati, Wayan Shinta Widana, A.A. G. Oka Widana, A.A.G. Oka Widana, Anak Agung Gde Oka Yanti, Ni Luh Gede Puspita