Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal Kesehatan Reproduksi

Uterine Perforation as a Complication After Unsafe Abortion: Serial Case I Made Darmayasa; Nicholas Renata Lazarosony
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.70135

Abstract

The demand for abortion and the incidence of unsafe abortion are still very high. About 45% of all abortions worldwide are unsafe abortions. Unsafe abortion is still a public health problem and one of the causes of maternal morbidity and mortality. In this article, we report 2 cases of uterine perforation after provocation or induced abortion due to unwanted pregnancy. The diagnosis of uterine perforation was established by clinical suspicion and exploratory laparotomy. Many factors affect access to abortion and one of them is the law regarding abortion. Countries with almost no deaths from unsafe abortions are countries that allow abortion on demand without restrictions. Meanwhile, unsafe abortion can be prevented through prevention and controlKeywords: unsafe abortion, uterine perforation.
Sexual Abuse Disertai Kehamilan Tidak Direncanakan atau Dikehendaki pada Remaja dengan Intellectual Disability: Sebuah Laporan Kasus I Made Darmayasa; Tri Oktin Windha Daniaty; AA Sri Wahyuni
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.73875

Abstract

AbstractBackground: Intellectual Disability in adolescents is prone to physical, mental, and sexual violence. Intellectual and adaptive disabilities make adolescents with intellectual disabilities unable to avoid environmental behavior including sexual abuse. Methods: A case report of a 12-year-old teenager with an Intellectual Disability who became pregnant as a result of sexual abuse by an unknown person. On the way, she had an abortion. Results: On examination, it was found that a 12-year-old teenager with mild mental retardation, without education, came from an incomplete family with very poor socioeconomic status. The diagnosis was confirmed by a multiaxial approach and concluded that adolescents with mild mental retardation have significant behavioral impairment and require attention or therapy (F70.1). Patients are also submissive and quiet with ego defense mechanisms that regression, and have problems with mental and intellectual development. Multidisciplinary management was carried out involving the social and medical departments.Summary: Patients with Intellectual Disabilities, especially adolescents, require special attention and a multidisciplinary, and comprehensive approach, starting from prevention, as well as in carrying out treatment.
Penerapan Robert Buckman's Six-step Protocol pada Kehamilan dengan Kanker Ovarium I Made Darmayasa; Amelia Dwi Nurulita Sugiharta; Sarah Endang S Siahaan
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 9, No 3 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.73772

Abstract

Latar Belakang: Penyampaian berita buruk merupakan salah satu materi penting dalam ketrampilan komunikasi medis. Diperlukan pendekatan khusus dalam penyampaian informasi medis yang dapat menimbulkan respon buruk. Diagnosis kanker ovarium sendiri disertai kehamilan yang tidak direncanakan merupakan berita buruk yang sangat stress full, apalagi akan dilakukan terminasi kehamilan. Diperlukan protokol yang bisa dijadikan panduan untuk menyampaikannya kepada pasien.Tujuan: Untuk mempelajari dan menerapkan Robert Buckman's Six-step Protocol dalam menyampaikan satu laporan kasus berita medis yang buruk (medical breaking bad news) yang dialami seorang perempuan yang menderita kanker ovarium dan hamil, serta akan dilakukan terminasi kehamilan.Metode: Sebuah laporan kasus tentang penderita Kanker Ovarium, hamil tanpa perencanaan dan akan dilakukan terminasi.Hasil dan Pembahasan: Pada saat dilakukan pendekatan klinik dengan diagnosis multiaxial, pada axis I didapatkan penderita dengan Gangguan Penyesuaian dengan Reaksi Campuran Cemas (F32.2), pada axis II dtemukan adanya ciri kepribadian cemas, MPE acting out, dan displacement. Pada axis III pasien hamil ketiga usia kehamilan 16 Minggu + Kista Ovarium curiga Ganas. Pada axis IV, pasien harus menghadapi masalah dengan penyakitnya disertai adanya kehamilan. Serta pada avis V Global Assessment of Functioning didapatkan 61-50 sedangakan Global Assessment of Functioning 1 tahun terakhir 90-81. Diterapkan Robert Buckman's Six-step Protocol sebagai panduan dalam menyampaikan informasi buruk tersebut.Kesimpulan: Pasien-pasien kanker ovarium dengan kehamilan yang tidak direncanakan dan akan dilakukan terminasi kehamilan merupakan kelainan medis yang berat dapat diikuti dengan kecemasan dan depresi. Perlu pendekatan khusus mulai dari penyampaian informasi/diagnosis, rencana tindakan dan menghadapi risiko maupun komplikasi yang mungkin dapat terjadi. Terhadap kecemasan dan depresi yang tetap muncul, dilakukan terapi farmakologis dan dikombinasikan dengan non-farmakologi seperti Mindfulness-based cognitive behavioral therapy, dan cognitive behavior therapy. Kata kunci: Robert Buckman's Six-step Protocol; kehamilan tidak direncanakan; kanker ovarium 
Gangguan Stres Pasca Trauma pada Kasus Pelecehan Seksual: Case Report Darmayasa, I Made; Natanael, Raymond Josafat Major
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.78372

Abstract

AbstrakLatar belakang: Tindakan kekerasan atau pelecehan seksual semakin banyak dilaporkan pada beberapa tahun belakangan ini, terutama pada perempuan. Bukan saja pada tingkat global, tetapi juga nasional maupun lokal. Tindakan kekerasan atau pelecehan seksual berpotensi menimbulkan trauma yang mendalam bagi korban, depresi maupun gangguan kejiwaan yang lain.Metode: Studi kasus tentang pelecehan seksual yang menimbulkan gangguan stress pasca trauma.Hasil dan Pembahasan: Seorang perempuan 18 tahun, masih sekolah ditingkat SMA mengeluh ketakutan setelah mengalami beberapa kali kekerasan atau pelecehan seksual baik oleh orang terdekat maupun orang yang tidak dikenal. Dengan pendekatan multiaksial korban diagnosis dengan Gangguan Stress Pasca-Trauma. Terkonfirmasi korban mengalami Depresi berat menggunakan Hamilton Depression Rating Scale dan Depresi ekstrim dengan menggunakan Beck Depression Inventory. Teridentifikasi beberapa faktor seperti: Adanya konflik dan kekerasan dalam keluarga, pernah menjadi korban atau perbuatan seksual sebelumnya, lingkungan keluarga yang tidak mendukung secara emosional, hubungan orang tua-anak yang buruk, dan kemiskinan. Dilakukan tatalaksana secara komprehensif menggunakan pendekatan multidisilin. Secara Farmakologi diberikan Risperidon 1 miligram tablet tiap 24 jam per-oral pagi, dan Sertraline 25 miligram tablet tiap 24 jam per-oral malam. Korban juga mendapatkan psikoterapi, edukasi, dan dukungan sosial. Selanjutnya terhadap korban dilakukan pemantauan secara berkala.Kesimpulan: Kekerasan atau pelecehan seksual rentan menimbulkan Gangguan Stress Pasca-Trauma sehingga memerlukan pendekatan multidisiplin dan tatalaksana komprehensif. Mulai dari melakukan anamnesis untuk konfirmasi diagnosis, tatalaksana dan pemantauan.Kata kunci: pelecehan seksual pada perempuan, Gangguan stress Pasca-Trauma, Depresi.  
ANXIETY AND ACCEPTANCE OF GRIEF IN PREGNANT WOMEN WHO HAVE TERMINATED PREGNANCY Darmayasa, I Made; Sitanggang, Amita Rouli Purnama
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 11, No 3 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.84286

Abstract

Background: Termination of pregnancy is a major life event and can even be a traumatic experience. A woman who undergoes a termination of pregnancy loses not only her fetus but also her dreams and plans for her child. This can cause disturbances in a person's psychology, and one of them is in the form of anxiety.Objective: To study and determine the anxiety and acceptance of grief in pregnant women who are about to terminate their pregnancy.Method: Serial case reports of two cases of pregnant women with congenital abnormalities who are about to terminate their pregnancy. Interviews were conducted at the Obstetrics and Gynecology Polyclinic at Prof. Dr. I. G. N. G. Ngoerah General Hospital Denpasar related to the mental condition experienced before the termination of pregnancy and how the social support received by the patient. Both anxiety measurements were carried out using the Beck Anxiety Inventory (BAI) and Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) questionnaires.Results and Discussion: The two pregnant women with termination plans at the Obstetrics and Gynecology Polyclinic at Prof. Dr. I. G. N. G. Ngoerah General Hospital Denpasar experiences anxiety although it cannot be categorized as severe anxiety. In facing termination, the two patients also experienced difficulties in accepting grief which improved along with the provision of education and assistance from the medical team. For clients and families, the experience of abortion can be a separate stressor that is very influential both physically and psychologically for the client. The choice to undergo termination of pregnancy (both voluntary and therapeutic) is highly personal and complex for the woman and her partner because many factors are involved in the decision-making process. Performing therapeutic termination of pregnancy is very personal and several demographic and reproductive factors can contribute. Women who undergo termination of pregnancy have a higher risk of developing mental disorders.Conclusion: Termination of pregnancy is a difficult process. This process can cause several mental disorders such as anxiety disorders in pregnant women who are about to terminate. In the decision-making process, the pregnancy termination team must consider all aspects, both psychological and cultural, that are adhered to by the patient.
Co-Authors AA Sri Wahyuni Amelia Dwi Nurulita Sugiharta Anak Agung Gede Putra Wiradnyana Anak Agung Ngurah Anantasika Anak Agung Ngurah Jaya Kusuma Anom Suardika Antika, Sindi Ariani, Ni Ketut Putri Ariani, Ni Komang Arista, Luh Febi Aryana, Made Bagus Dwi ARYANI , LUH NYOMAN ALIT Astuti, Ni Made Erpia Ordani Aulia Iefan Datya Bay, Godefridus Paulo Budiana, Nyoman Gede Chrismayoga, I Made Donny Dr. Christimulia Eka Yadnya, Ni Putu Florencia Desiree I Gde Sastra Winata I Gede Agus Mertayasa I Gede Ngurah Harry Wijaya Surya I Gusti Ayu Puspawati I Gusti Putu Mayun Mayura I Kadek Dedi Susila Yasa I Ketut Suwiyoga I Made Bagus Widiastra I Made W Jembawan I Nyoman Gede Budiana I Nyoman Sucipta I PUTU PRANATHA SENTOSA I Wayan Artana Putra I Wayan Jian Ambara Raja I Wayan Megadhana I Wayan Susrama I Wayan Tika I Wayan Toni Astika Putra I Wayan Yuda Tama Wiguna Ida Bagus Arjuna Ida Bagus Gde Fajar Manuaba IWK Teja Sukmana Janawati, Desak Putu Anom KADE YUDI SASPRIYANA Krismawintari, N.P.D. Kunto Ajibroto, Kunto Kusuma, A.A.N Jaya Kusuma, Anak Agung Ngurah Jaya Luh Putu Mahatya Valdini Putri Made Bagus Dwi Aryana Marta, Kadek Fajar Mayasari, Ni Nyoman Wistya Tri Muhammad Freddy Candra Sitepu Mustaqmah, Sri Asyrafil Natanael, Raymond Josafat Major Ng Teng Fung Vincent Ni Kadek Mulyantari Ni Ketut Sri Diniari, Ni Ketut Sri Ni Komang Ayunda Paramita Ni L.P. Suarmi Sri Patni Ni Luh Putu Suarmi Sri Patni Ni Luh Sri Purnama Pradnyani Ni Made Erni Damayanti Ni Made Erpia Ordani Astuti Ni Made Nena Sucilestari Ni Nyoman Eva Listyani Ni Nyoman Sulastri Ni Putu Candra Vania Pebrianti Ni Putu Devi PradnyaWulantari Nicholas Renata Lazarosony Nicholas Renata Lazarosony Nugraha, Cokorda Gde Angga Ary Nyoman Bayu Mahendra Ongko, Eric Gradiyanto Ordani Astuti, Ni Made Erpia Pradnyana, Putu Beny Prayudi, Pande Kadek Aditya PUTRA, SURYA PRADNYANA Putu Adi Sujana Putra Putu Doster Mahayasa Putu Suarmi Sri Patni R. Tri Priyono Budi Santoso Rela Hamdanillah Ryan Saktika Mulyana Santini, Ni Nyoman Santini Santoso, R. Tri Priyono Budi Sarah Endang S Siahaan Sari, Ni Kadek Dwita Sidhi Bayu Turker SILAEN, REBECCA MUTIA AGUSTINA Sitanggang, Amita Rouli Purnama Surya, I Gede Ngurah Harry Wijaya Susrama, I Wayan Sutandi, Chatrine Tri Oktin Windha Daniaty TULUS, ANGELINA Wardani, Ida Aju Kusuma Wasita, Putu Aristya Adi Wasita Wati, Ni Putu Eka Yadnya Winarso, Ervinna Agatha