Claim Missing Document
Check
Articles

Analysis of Liquidity Ratio and Profitability Ratio as a Tool in Measuring Financial Performance at PT. Bank IBK Indonesia Tbk (Period 2020-2024): Analisis Rasio Likuiditas dan Rasio Profitabilitas sebagai Alat dalam Mengukur Kinerja Keuangan pada PT. Bank IBK Indonesia Tbk (Periode 2020-2024) Sari, Ni Kadek Dwita; Santoso, R. Tri Priyono Budi; Darmayasa, I Made
JAKADARA: JURNAL EKONOMIKA, BISNIS, DAN HUMANIORA Vol. 4 No. 2 (2025): JAKADARA: JURNAL EKONOMIKA, BISNIS, DAN HUMANIORA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jd.v4i2.4458

Abstract

Kinerja keuangan yang baik dapat diukur melalui tingkat kesehatan keuangan, di mana kesehatan suatu bank menjadi indikator utama untuk menilai stabilitas dan keberlanjutan lembaga keuangan. untuk menilai kesehatan bank, salah satunya analisis rasio keuangan yang mampu memberikan gambaran mengenai likuiditas, profitabilitas, serta efektivitas pengelolaan sumber daya. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kinerja keuangan PT Bank IBK Indonesia Tbk selama periode 2020 hingga 2024 dengan menggunakan analisis rasio likuiditas dan profitabilitas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan deret waktu (time-series). Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan. Rasio likuiditas yang dianalisis mencakup Current Ratio, Quick Ratio, dan Loan to Deposit Ratio (LDR), sedangkan rasio profitabilitas terdiri dari Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), serta Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO). Hasil penelitian menunjukkan bahwa LDR mengalami fluktuasi signifikan tiap tahun. Current Ratio cenderung rendah dan masih dikategorikan kurang sehat, sedangkan Quick Ratio menunjukkan kinerja sangat sehat hingga 2023 dan tetap sehat pada 2024. Dari sisi profitabilitas, BOPO menurun dari 136,18% menjadi 83,99%, mencerminkan efisiensi operasional yang meningkat. ROA juga menunjukkan tren positif dari -1,79% menjadi 1,08%, mengindikasikan perbaikan signifikan dalam pemanfaatan aset. Namun, ROE masih tergolong rendah sehingga perlu ditingkatkan. Dapat disimpulkan bahwa perusahaan harus terus meningkatkan efisiensi dan pengelolaan sumber daya untuk memperkuat kinerja keuangan secara berkelanjutan. Temuan ini relevan bagi manajemen dan pemangku kepentingan dalam pengambilan keputusan keuangan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran empiris terkait kondisi likuiditas dan profitabilitas PT Bank IBK Indonesia Tbk, sehingga bermanfaat bagi manajemen dalam menyusun strategi peningkatan kinerja, sekaligus menambah literatur akademis mengenai analisis kinerja keuangan perbankan.
The Influence of Capital Structure, Company Growth, and Company Size on Firm Value at PT Bank Amar Indonesia Tbk for the Period 2020-2024: Pengaruh Struktur Modal, Pertumbuhan Perusahaan, dan Ukuran Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan pada PT Bank Amar Indonesia Tbk Periode 2020-2024 Arista, Luh Febi; Darmayasa, I Made; Susrama, I Wayan
JAKADARA: JURNAL EKONOMIKA, BISNIS, DAN HUMANIORA Vol. 4 No. 2 (2025): JAKADARA: JURNAL EKONOMIKA, BISNIS, DAN HUMANIORA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jd.v4i2.4497

Abstract

Nilai perusahaan mencerminkan kesehatan finansial dan persepsi investor terhadap prospek pertumbuhan. Fluktuasi pada PT Bank Amar Indonesia Tbk menunjukkan pentingnya struktur modal, pertumbuhan perusahaan, dan ukuran perusahaan dalam memengaruhi nilai perusahaan. Tujuan studi ini agar dapat mengetahui pengaruh struktur modal, pertumbuhan perusahaan dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan PT Bank Amar Indonesia Tbk Periode 2020-2024. Studi ini didasarkan pada data sekunder yang bersifat kuantitatif. Teknik pemilihan data menggunakan time series, dengan metode pengumpulan data melalui penelusuran kepustakaan dan dokumentasi. Populasi pada studi ini ialah laporan keuangan pada PT Bank Amar Indonesia Tbk. Menggunakan sampel laporan keuangan pada PT Bank Amar Indonesia Tbk yang tercatat di Bursa Efek Indonesia mengenai struktur modal, pertumbuhan perusahaan, ukuran perusahaan dan nilai perusahaan per kuartal mulai dari tahun 2020-2024. Temuan studi ini memperlihatkan bahwasanya secara parsial (uji t), struktur modal memengaruhi secara positif serta signifikan terhadap nilai perusahaan, pertumbuhan perusahaan memengaruhi dengan positif serta signifikan terhadap nilai perusahaan serta ukuran perusahaan memengaruhi secara positif serta signifikan terhadap nilai perusahaan. Hasil uji simultan (uji F) memperlihatkan bahwasanya struktur modal, pertumbuhan perusahaan dan ukuran perusahaan memengaruhi secara positif serta signifikan secara simultan terhadap nilai perusahaan pada PT Bank Amar Indonesia Tbk Periode 2020-2024. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi masukan bagi manajemen dalam merumuskan strategi keuangan yang tepat, serta menjadi referensi bagi investor dalam mengambil keputusan investasi.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN BAKSO MERCON BAGI PKK DESA BLIMBINGSARI, ENJUNGAN KELOD KAUH, KECAMATAN MELAYA, JEMBRANA, BALI Ordani Astuti, Ni Made Erpia; Sentosa, I Putu Pranatha; Darmayasa, I Made
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 6 No. 1 (2022): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.998 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v6i1.1789

Abstract

ABSTRAKPerkumpulan ibu-ibu PKK Desa Blimbingsari, Enjungan Kelod Kauh, yang beralamat di Desa Blimbingsari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali memiliki latar belakang pendidikan, pekerjaan, dan perekonomian yang berbeda-beda. Sebagai dampak pandemi Covid-19, banyak masyarakat yang bekerja di bidang pariwisata kehilangan pekerjaan, termasuk masyarakat yang berasal dari Blimbingsari, banyak yang kehilangan pekerjaan dan terpaksa kembali ke desa dengan mengerjakan pekerjaan serabutan (menjadi petani, buruh bangunan). Kaum ibu-ibu mayoritas sebagai ibu rumah tangga, yang setiap hari menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Penghasilan rumah tangga yang bersumber dari satu orang sebaiknya dibantu oleh anggota keluarga lainnya, seperti istri atau anak yang produktif. Ibu rumah tangga diharapkan mampu memberikan kontribusi penghasilan untuk menambah pendapatan keluarga. Salah satu cara dengan meningkatkan keterampilan dalam bidang produksi kue atau jajanan yang bisa dijual. Kemampuan atau keterampilan dalam memproduksi makanan adalah potensi yang perlu dikembangkan untuk dapat menghasilkan makanan berkualitas, menarik, memiliki rasa yang enak serta aman untuk dimakan serta bernilai gizi tinggi. Untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi dalam proses pembuatan makanan ringan bagi ibu-ibu PKK Desa Blimbingsari, Enjungan Kelod Kauh, dilakukan suatu upaya optimalisasi potensi dan pengembangan keterampilan dalam proses pembuatan makanan ringan. Melihat peluang dan banyaknya kebutuhan masyarakat akan makanan ringan, maka kami melakukan tindakan nyata dengan memberikan pelatihan dan pendampingan kepada ibu-ibu PKK Desa Blimbingsari, Enjungan Kelod Kauh dalam proses pembuatan makanan ringan khususnya bakso mercon. Luaran dari kegiatan ini meliputi: peningkatan pemahaman, pengetahuan tentang jenis-jenis bahan makanan, peralatan yang dipergunakan, serta teknik atau metode memasak yang tepat dalam pembuatan makanan ringan bakso mercon.Kata kunci: pembuatan makanan ringan, bakso mercon, pendampingan masyarakatABSTRACTThe educational, job and economic backgrounds of the housewives organized under the organization of PKK in Blimbingsari village, Enjungan Kelod Kauh vary. The Covid-19 pandemic has caused many people employed at the tourism sector to be jobless and have to go back to their home village. Most of the women are housewives and are supposed to do the household chores every day. They and their productive children should economically support the family. They are expected to contribute to their family income by, for example, producing cakes to sell. The skill they have to produce foods is the potential that needs to be developed in order to be able to produce the foods that are safe, interesting, delicious and nutritious for consumption. In relation to this, an attempt has been made to improve the competence of the housewives organized under the organization of PKK at Blimbingsari Village, Enjungan Kelod Kauh in producing snacks. As the community needs snacks with good hygiene and quality, the team took real action for training and assisting the housewives organized under the organization of PKK at Blimbingsari Village, Enjungan Kelod Kauh in the process of producing snacks in general and Bakso Mercon in particular. The result showed that the housewives organized under the organization of PKK at Blimbingsari Village, Enjungan Kelod Kauh were kowledgeable of the types of the food materials and the equipment needed. In addition, they alsogained knowledge and skills in the method of producing snacks in general and Bakso Mercon inparticular.Keywords: production, Bakso Mercon Snacks, community empowerment
Hypomethylation of the Promoter Region of the Vascular Endothelial Growth Factor (VEGF) Gene and It’s Low Expression in Placenta as a Risk Factor for Preeclampsia Bay, Godefridus Paulo; Kusuma, A.A.N Jaya; Darmayasa, I Made; Mahendra, I Nyoman Bayu; Mahayasa, Putu Doster; Marta, Kadek Fajar
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 8 Nomor 3 November 2025
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia.v8i3.923

Abstract

Objective: This study aimed to determine the association between hypomethylation of VEGF gene promoter region and low VEGF expression in the placenta as a potential risk factor for preeclampsia.Methods: An observational case-control study was conducted involving pregnant women with preeclampsia and normotensive controls. Placental tissue samples were collected and analysed for DNA methylation status of the VEGF gene promoter using quantitative real-time PCR. VEGF expression levels in placental tissue were measured using ELISA. Results: Significant hypomethylation of the VEGF promoter region was observed in placenta samples from preeclamptic women compared to controls. This finding correlated with decreased VEGF expression. These results indicate that reduced VEGF expression due to promoter hypomethylation may impair placental vascularization, contributing to preeclampsia.Conclusions: Hypomethylation of the VEGF promoter and subsequent reduction in placental VEGF expression may serve as early biomarkers to predict preeclampsia. These results highlight the importance of epigenetic regulation in preeclampsia pathogenesis and suggest potential targets for early diagnosis and intervention.Hipometilasi Regio Promoter Gen Vascular Endothelial Growth Factor (VEGF) dan Ekspresi Vascular Endothelial Growth Factor (VEGF) yang Rendah pada Plasenta sebagai Faktor Risiko PreeklampsiaAbstrakTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara hipometilasi pada daerah promoter gen VEGF dan rendahnya ekspresi VEGF di plasenta sebagai faktor risiko potensial terjadinya preeklampsia.Metode: Penelitian observasional dengan desain kasus-kontrol ini melibatkan ibu hamil dengan preeklampsia dan kontrol normotensif. Sampel jaringan plasenta dikumpulkan dan dianalisis untuk menentukan status metilasi DNA pada daerah promoter gen VEGF menggunakan quantitative real-time PCR. Tingkat ekspresi VEGF dalam jaringan plasenta diukur menggunakan metode ELISA.Hasil: Didapatkan hipometilasi yang signifikan pada daerah promoter gen VEGF pada jaringan plasenta ibu dengan preeklampsia dibandingkan kelompok kontrol. Temuan ini berkorelasi dengan penurunan ekspresi VEGF. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penurunan ekspresi VEGF akibat hipometilasi promoter dapat mengganggu vaskularisasi plasenta, sehingga berperan dalam patogenesis preeklampsia.Kesimpulan: Hipometilasi pada daerah promoter gen VEGF dan penurunan ekspresi VEGF di plasenta dapat berfungsi sebagai biomarker awal untuk memprediksi terjadinya preeklampsia. Hasil ini menyoroti pentingnya regulasi epigenetik dalam patogenesis preeklampsia serta membuka peluang untuk diagnosis dini dan intervensi yang lebih tepat.Kata kunci: Preeklampsia, VEGF, Hipometilasi, Plasenta, Epigenetik
GANGGGUAN DEPRESIF ORGANIK PADA WANITA DENGAN KEGANASAN GINEKOLOGI STADIUM LANJUT: SEBUAH SERIAL KASUS Silaen, Rebecca Mutia Agustina; Darmayasa, I Made; Ariani, Ni Ketut Putri
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i1.8214

Abstract

ABSTRACT Cervical and ovarian cancers often give rise to significant psychological impacts, including depressive disorders. In certain conditions, depression emerges as a direct consequence of biological changes resulting from the underlying physical illness. This case series report describes two female patients diagnosed with advanced-stage gynecological malignancies who met the criteria for organic depressive disorder, aiming to illustrate the clinical manifestations, diagnostic process, and management of organic depressive disorder in women with advanced gynecological malignancies. The study utilized data obtained through medical record review, clinical and ancillary examinations, as well as interviews with the patients and their families, which were subsequently analyzed descriptively and narratively. The research stages included case identification, assessment of depression severity using the Hamilton Depression Rating Scale, establishment of the diagnosis, and implementation of pharmacological and non-pharmacological palliative interventions. Both cases fulfilled the criteria for organic depressive disorder and were managed using a comprehensive palliative approach. It is concluded that organic depressive disorder  represents  an  important  complication  of advanced gynecological malignancies and requires holistic management to improve patients’ quality of life. ABSTRAK Kanker serviks dan ovarium sering menimbulkan dampak psikologis yang bermakna, termasuk gangguan depresif. Pada kondisi tertentu, depresi muncul sebagai akibat langsung dari perubahan biologis akibat penyakit fisik yang mendasari. Laporan kasus serial ini menjelaskan dua pasien wanita yang didiagnosis keganasan ginekologi stadium lanjut dan memenuhi kriteria gangguan depresif organik, yang bertujuan untuk menggambarkan manifestasi klinis, proses diagnosis, dan penatalaksanaan gangguan depresif organik pada wanita dengan keganasan ginekologi stadium lanjut, menggunakan data yang diperoleh melalui telaah rekam medis, pemeriksaan klinis dan penunjang, serta wawancara dengan pasien dan keluarga, kemudian dianalisis secara deskriptif dan naratif. Tahapan penelitian meliputi identifikasi kasus, penilaian derajat depresi menggunakan Hamilton Depression Rating Scale, penetapan diagnosis, serta pemberian intervensi paliatif farmakologis dan nonfarmakologis. Kedua kasus memenuhi kriteria gangguan depresif organik dan ditangani dengan pendekatan paliatif komprehensif. Disimpulkan bahwa gangguan depresif organik merupakan komplikasi penting pada keganasan ginekologi stadium lanjut yang memerlukan penatalaksanaan holistik untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.
Pengukuran Kinerja Keuangan Perusahaan Menggunakan Analisis Rasio Likuiditas, Solvabilitas, Aktivitas, dan Profitabilitas (Studi Kasus PT. Adhi Karya (Persero) Tbk Periode Tahun 2021–2024): Measurement Of Company Financial Performance Using Liquidity, Solvency, Activity, and Profitability Ratio Analysis (Case Study PT. Adhi Karya (Persero) Tbk for the Period of 2021–2024) Santini, Ni Nyoman Santini; Santoso, R. Tri Priyono Budi; Darmayasa, I Made
JAKADARA: JURNAL EKONOMIKA, BISNIS, DAN HUMANIORA Vol. 4 No. 3 (2025): JAKADARA: JURNAL EKONOMI, BISNIS, DAN HUMANIORA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jd.v4i3.4453

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja keuangan PT. Adhi Karya (Persero) Tbk selama periode 2021–2024 menggunakan analisis rasio keuangan, yang meliputi rasio likuiditas, solvabilitas, aktivitas, dan profitabilitas. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui laporan keuangan dari situs resmi perusahaan dan Bursa Efek Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa rasio likuiditas berada di bawah rata-rata industri, menandakan perusahaan mengalami kesulitan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek. Rasio solvabilitas berada di atas standar industri, menunjukkan ketergantungan tinggi pada utang untuk mendanai operasional, yang berpotensi meningkatkan risiko keuangan. Pada rasio aktivitas, perputaran piutang, persediaan, dan pemanfaatan aset belum optimal, mengindikasikan efisiensi pengelolaan sumber daya yang rendah. Sementara itu, rasio profitabilitas juga menunjukkan hasil yang kurang memuaskan, dengan margin laba bersih serta pengembalian investasi dan ekuitas yang rendah. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa kinerja keuangan PT. Adhi Karya (Persero) Tbk selama periode yang dikaji berada dalam kondisi yang kurang sehat dan memerlukan perbaikan strategis di berbagai aspek keuangan.
ANXIETY AND ACCEPTANCE OF GRIEF IN PREGNANT WOMEN WHO HAVE TERMINATED PREGNANCY Darmayasa, I Made; Sitanggang, Amita Rouli Purnama
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 11, No 3 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.84286

Abstract

Background: Termination of pregnancy is a major life event and can even be a traumatic experience. A woman who undergoes a termination of pregnancy loses not only her fetus but also her dreams and plans for her child. This can cause disturbances in a person's psychology, and one of them is in the form of anxiety.Objective: To study and determine the anxiety and acceptance of grief in pregnant women who are about to terminate their pregnancy.Method: Serial case reports of two cases of pregnant women with congenital abnormalities who are about to terminate their pregnancy. Interviews were conducted at the Obstetrics and Gynecology Polyclinic at Prof. Dr. I. G. N. G. Ngoerah General Hospital Denpasar related to the mental condition experienced before the termination of pregnancy and how the social support received by the patient. Both anxiety measurements were carried out using the Beck Anxiety Inventory (BAI) and Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) questionnaires.Results and Discussion: The two pregnant women with termination plans at the Obstetrics and Gynecology Polyclinic at Prof. Dr. I. G. N. G. Ngoerah General Hospital Denpasar experiences anxiety although it cannot be categorized as severe anxiety. In facing termination, the two patients also experienced difficulties in accepting grief which improved along with the provision of education and assistance from the medical team. For clients and families, the experience of abortion can be a separate stressor that is very influential both physically and psychologically for the client. The choice to undergo termination of pregnancy (both voluntary and therapeutic) is highly personal and complex for the woman and her partner because many factors are involved in the decision-making process. Performing therapeutic termination of pregnancy is very personal and several demographic and reproductive factors can contribute. Women who undergo termination of pregnancy have a higher risk of developing mental disorders.Conclusion: Termination of pregnancy is a difficult process. This process can cause several mental disorders such as anxiety disorders in pregnant women who are about to terminate. In the decision-making process, the pregnancy termination team must consider all aspects, both psychological and cultural, that are adhered to by the patient.
Characteristics of cervical cancer screening using visual inspection with acetic acid and pap smear in the outpatient clinic at Prof. Dr I.G.N.G. Ngoerah Hospital Denpasar from January to December 2023 Aryana, Made Bagus Dwi; Surya, I Gede Ngurah Harry Wijaya; Winata, I Gde Sastra; Ongko, Eric Gradiyanto; Budiana, Nyoman Gede; Mahendra, I Nyoman Bayu; Saspriyana, Kade Yudi; Darmayasa, I Made; Prayudi, Pande Kadek Aditya
Indonesian Journal of Perinatology Vol. 6 No. 2 (2025): Available online : 1 December 2025
Publisher : The Indonesian Society of Perinatology, South Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51559/inajperinatol.v6i2.67

Abstract

Introduction: According to GLOBOCAN 2022, cervical cancer is the fourth leading cause of cancer-related morbidity and mortality among women worldwide, with 662,044 new cases and 348,709 deaths. In Southeast Asia, it ranks third in incidence and fourth in mortality. Indonesia contributes more than 50% of new cases (36,964) and deaths (20,708) in the region. Cervical cancer is largely preventable through early detection methods such as visual inspection with acetic acid (VIA) and Pap smear. However, differences in diagnostic accuracy between these screening methods highlight the need to identify patient characteristics appropriate for each modality. This study aimed to compare the characteristics of patients undergoing VIA and Pap smear screening at the outpatient clinic of Prof. Dr I.G.N.G. Ngoerah Hospital, Denpasar, from January to December 2023. Methods: This observational analytical study used secondary data obtained from outpatient clinic registers and medical records of female patients who underwent VIA or Pap smear screening during the study period. Data were analysed using univariate analysis. Results: Among 122 participants undergoing VIA, 24 (19.6%) had positive results. Pap smear examinations in 125 participants showed CIN I in 10 (8.0%), CIN II in 4 (3.2%), and CIN III in 5 (4.0%) participants. Vaginal discharge was reported in 7 VIA participants (5.7%) and 15 Pap smear participants (12.0%), while postcoital bleeding was reported in 2 participants (1.6%) in each group. Among VIA-positive cases, lesions were most commonly found in all four quadrants (45%). Conclusion: Patient characteristics in VIA and Pap smear screening at Prof. Dr I.G.N.G. Ngoerah Hospital varied considerably, with a higher proportion of positive results observed in VIA compared to Pap smear screening.
Promoter Methylation and Low Placental Expression of Metalloproteinase (MMP)-9, Human Leukocyte Antigen (HLA)-G, Vascular Endothelial Growth Factor (VEGF), and Highly Soluble Endoglin (sEng) as Risk Factors for Preeclampsia Kusuma, Anak Agung Ngurah Jaya; Darmayasa, I Made; Mulyantari, Ni Kadek; Mayasari, Ni Nyoman Wistya Tri; Sutandi, Chatrine; Bay, Godefridus Paulo; Nugraha, Cokorda Gde Angga Ary
The Indonesian Biomedical Journal Vol 18, No 1 (2026)
Publisher : The Prodia Education and Research Institute (PERI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18585/inabj.v18i1.3921

Abstract

BACKGROUND: Dysregulated expressions of metalloproteinase (MMP)-9, human leucocyte antigen (HLA)-G, vascular endothelial growth factor (VEGF), and soluble endoglin (sEng) reflect impaired angiogenesis, immune tolerance, endothelial function, and trophoblast invasion that characterize abnormal placental development in preeclamptic (PE) pregnancies. However, the role of promoter methylation of these markers in linking the pathways to altered protein expression remains unclear. Hence, this study compared promoter methylation and placental expression of MMP-9, HLA-G, VEGF, and sEng between women with PE and normotensive pregnancies, and evaluate their diagnostic performance as potential biomarkers.METHODS: This case–control study included 30 women with PE and 30 controls. Placental tissue samples were collected within 15 minutes postpartum. Placental promoter methylation was assessed using methylation-specific polymerase chain reaction (PCR), and protein expression was measured using enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA). Group differences were analyzed, diagnostic accuracy was evaluated using receiver operating characteristic (ROC) curves, and associations were expressed as adjusted odds ratios (AOR).RESULTS: Compared with controls, placentas from women with PE significantly showed higher methylation of HLA-G (58.9% vs. 37.3%) and sEng (6.7% vs. 4.1%), and lower methylation of VEGF (30.4% vs. 48.1%) and MMP-9 (36.1% vs. 44.9%). Expression of MMP-9, HLA-G, and VEGF was significantly reduced, while sEng expression was increased in PE. Multivariate analysis identified HLA-G hypermethylation (AOR 5.36), VEGF hypomethylation (AOR 8.55), sEng methylation (AOR 4.57), low expression of MMP-9, HLA-G, and VEGF, and high sEng expression (AOR 4.77) as independent predictors of PE. sEng expression demonstrated the best discrimination (AUC 0.835), followed by sEng methylation (AUC 0.785) and HLA-G methylation (AUC 0.774).CONCLUSION: PE is associated with distinct placental methylation–expression alterations, with sEng- and HLA-G–related markers showing the strongest diagnostic value.KEYWORDS: preeclampsia, DNA methylation, angiogenesis, MMP-9, HLA-G, sEng, placenta, epigenetics
The Comprehensive Systematic Review of Association of Placenta Previa to the Incidence of Preeclampsia Made Krisna Wibawa Pramartha; I Made Sudarmayasa
The International Journal of Medical Science and Health Research Vol. 36 No. 1 (2026): The International Journal of Medical Science and Health Research
Publisher : International Medical Journal Corp. Ltd

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70070/4xfcgv50

Abstract

Introduction: Placenta previa and preeclampsia are major causes of maternal and perinatal morbidity worldwide. While both conditions originate from placental abnormalities, the direct association between placenta previa and preeclampsia incidence remains poorly understood. This systematic review aims to synthesize available evidence on the relationship between placenta previa and the subsequent development of preeclampsia. Methods: A comprehensive systematic review was conducted following standardized screening and data extraction protocols. We screened studies based on population (pregnant women with confirmed placenta previa), outcome (reported preeclampsia incidence), comparison groups, and study design. Eighty sources were retrieved and assessed for eligibility, with direct and indirect evidence analyzed separately. Results: The sole meta-analysis directly addressing this association (Y. Xa et al., 2015) pooled seven cohort studies and reported an overall inverse association between placenta previa and hypertensive disorders (pooled RR 0.55, 95% CI 0.32–0.97). However, this protective effect was specific to pregnancy-induced hypertension (RR 0.36, 95% CI 0.23–0.57), with no significant association for preeclampsia specifically (RR 0.94, 95% CI 0.44–2.00). Placental laterality studies demonstrated that lateral placental location strongly predicted preeclampsia (pooled OR 3.48, 95% CI 3.03–3.99), while central/fundal locations were protective against hypertension (RR 0.47, 95% CI 0.31–0.71). Endometriosis meta-analyses consistently showed strong associations with placenta previa (OR range 2.84–3.92) but only modest, inconsistent links with preeclampsia. Discussion: The available evidence suggests that placenta previa is not significantly associated with preeclampsia incidence. The apparent protective effect against hypertensive disorders is attributable to reduced gestational hypertension risk rather than preeclampsia. Distinct pathophysiological mechanisms may underlie different placental location abnormalities: lateral implantation may compromise uterine artery perfusion leading to preeclampsia, while low-lying implantation in placenta previa does not involve the same laterality-dependent hemodynamic deficit. Conclusion: Current evidence does not support an association between placenta previa and increased preeclampsia risk. Future research should distinguish between hypertensive disorder subtypes and employ standardized definitions to clarify these relationships.
Co-Authors AA Sri Wahyuni Amelia Dwi Nurulita Sugiharta Anak Agung Gede Putra Wiradnyana Anak Agung Ngurah Anantasika Anak Agung Ngurah Jaya Kusuma Anom Suardika Antika, Sindi Ariani, Ni Ketut Putri Ariani, Ni Komang Arista, Luh Febi Aryana, Made Bagus Dwi ARYANI , LUH NYOMAN ALIT Astuti, Ni Made Erpia Ordani Aulia Iefan Datya Bay, Godefridus Paulo Budiana, Nyoman Gede Chrismayoga, I Made Donny Dr. Christimulia Eka Yadnya, Ni Putu Florencia Desiree I Gde Sastra Winata I Gede Agus Mertayasa I Gede Ngurah Harry Wijaya Surya I Gusti Ayu Puspawati I Gusti Putu Mayun Mayura I Kadek Dedi Susila Yasa I Ketut Suwiyoga I Made Bagus Widiastra I Made W Jembawan I Nyoman Gede Budiana I Nyoman Sucipta I PUTU PRANATHA SENTOSA I Wayan Artana Putra I Wayan Jian Ambara Raja I Wayan Megadhana I Wayan Susrama I Wayan Tika I Wayan Toni Astika Putra I Wayan Yuda Tama Wiguna Ida Bagus Arjuna Ida Bagus Gde Fajar Manuaba IWK Teja Sukmana Janawati, Desak Putu Anom KADE YUDI SASPRIYANA Krismawintari, N.P.D. Kunto Ajibroto, Kunto Kusuma, A.A.N Jaya Kusuma, Anak Agung Ngurah Jaya Luh Putu Mahatya Valdini Putri Made Bagus Dwi Aryana Made Krisna Wibawa Pramartha Marta, Kadek Fajar Mayasari, Ni Nyoman Wistya Tri Muhammad Freddy Candra Sitepu Mustaqmah, Sri Asyrafil Natanael, Raymond Josafat Major Ng Teng Fung Vincent Ni Kadek Mulyantari Ni Ketut Sri Diniari, Ni Ketut Sri Ni Komang Ayunda Paramita Ni L.P. Suarmi Sri Patni Ni Luh Putu Suarmi Sri Patni Ni Luh Sri Purnama Pradnyani Ni Made Erni Damayanti Ni Made Erpia Ordani Astuti Ni Made Nena Sucilestari Ni Nyoman Eva Listyani Ni Nyoman Sulastri Ni Putu Candra Vania Pebrianti Ni Putu Devi PradnyaWulantari Nicholas Renata Lazarosony Nicholas Renata Lazarosony Nugraha, Cokorda Gde Angga Ary Nyoman Bayu Mahendra Ongko, Eric Gradiyanto Ordani Astuti, Ni Made Erpia Pradnyana, Putu Beny Prayudi, Pande Kadek Aditya PUTRA, SURYA PRADNYANA Putu Adi Sujana Putra Putu Doster Mahayasa Putu Suarmi Sri Patni R. Tri Priyono Budi Santoso Rela Hamdanillah Ryan Saktika Mulyana Santini, Ni Nyoman Santini Santoso, R. Tri Priyono Budi Sarah Endang S Siahaan Sari, Ni Kadek Dwita Sidhi Bayu Turker SILAEN, REBECCA MUTIA AGUSTINA Sitanggang, Amita Rouli Purnama Surya, I Gede Ngurah Harry Wijaya Susrama, I Wayan Sutandi, Chatrine Tri Oktin Windha Daniaty TULUS, ANGELINA Wardani, Ida Aju Kusuma Wasita, Putu Aristya Adi Wasita Wati, Ni Putu Eka Yadnya Winarso, Ervinna Agatha