Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PERAN PEREMPUAN DALAM PEMBERTAHANAN UMAT HINDU DI KECAMATAN TAROKAN Anggreni, Made; Dharman Gunawan, I Gede
Guna Widya: Jurnal Pendidikan Hindu Vol 11 No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2 September 2024
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/gw.v11i2.4121

Abstract

Pembertahanan umat Hindu di daerah-daerah yang minoritas mendapat perhatian yang sangat khusus dalam ranah agama. Demikian pula di mana ada agama juga akan ada tradisi yang menjadi kebiasaan turun temurun yang telah dilakukan oleh masyarakat khususnya masyarakat Tarokan. Setiap tradisi lokal memiliki kekhasannya tersendiri, merupakan bagian penting yang perlu terus dilestarikan karena menjadi bagian dari kekayaan bangsa. Dalam maelestarikan tradisi lokal, perempuan memiliki peran dalam setiap proses pelaksanaan tradisi yang ada di dalam masyarakat, baik peran secara langsung ataupun tidak langsung. Walaupun terkadang posisi perempuan dalam tradisi tersebut semakin terlihat peran domestiknya dan terus melegalkan bahwa area publik memang lebih didominasi oleh kaum laki-laki, namun hal tersebut tidak mengurangi peran serta dalam upaya melestarikan berbagai tradisi lokal yang ada pada masyarakat Tarokan.  
PENTINGNYA PEMAHAMAN PENDIDIKAN PRENATAL KEPADA UMAT HINDU SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI DESA BERENG RAMBANG I Gede Dharman Gunawan; Megawati; Serlis Rusandi; I Ketut Subagiasta; Sepiani
Jurnal Abdi Dharma Masyarakat (JADMA) Vol. 6 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : LPPM Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jadma.v6i1.11460

Abstract

Pendidikan prenatal merupakan pendidikan awal yang sangat penting. Karena dengan pendidikan ini setidaknya orang tua telah berusaha untuk menanamkan karakterkarakter baik pada anak. Dalam ajaran Agama Hindu, orang tua hendaknya melaksanakan penyucian terhadap anak agar apa yang dicita-citakan utamanya dalam mendidik anak dapat terwujud dengan baik. Dengan demikian pentingnya pendidikan pranatal, yang prosesnya terutama dimulai dari terbentuknya janin, atau bayi masih dalam kandungan yang membutuhkan asupan gizi yang baik. Namun pemahaman umat Hindu di Desa Bereng Rambang terkait pemahaman pendidikan prenatal masih kurang, sehingga perlu pemahaman terkait pendidikan prenatal tersebut untuk pencegahan stunting.
Integrasi Nilai-Nilai Ajaran Lokal Kaharingan Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Gateri, Ni Wayan; Eka, Nali; Gunawan, I Gede Dharman; Subagiasta, I Ketut; Trisnawan, Bayu
Jurnal Penelitian Agama Hindu Vol 10 No 1 (2026)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/jpah.v10i1.3589

Abstract

The implementation of Hindu religious education is guided by the curriculum established by the national government. However, there are variations, particularly in Central Kalimantan Province, as Hindu religious teachers integrate Hindu religious material with local Kaharingan teachings as a means of practicing their religion in their daily lives. This is necessary due to the diversity of traditions within the Hindu archipelago, thus minimizing factors that cause conflict and disintegration. The purpose of this study is to demonstrate the relevance and potential for integrating local Kaharingan values ​​into the Hindu religious education curriculum. It also aims to explore the values ​​of local Kaharingan wisdom in Hindu Religious Education learning. The method used in this study is a qualitative method, conducted through in-depth exploration at the research location. The results of this study show that the local Kaharingan teaching values ​​integrated into Hindu religious education learning include 1) Lime Sarahan teaching values ​​on the Panca Sradha topic. 2) Hindu Kaharingan ceremony values ​​on the Panca Yadnya topic, 3) Kandayu and Tandak teaching values ​​on the Dharma Gita topic, and 4) Pandehen teaching values ​​on the Dharma Wacana topic. The method of integrating local Kaharingan teaching values ​​in Hindu religious education learning uses practical methods, assignment methods, and methods that can be directly understood by students. It can be concluded that local Kaharingan teaching values ​​can be integrated into Hindu Religious Education learning. With the integration of local Kaharingan values ​​in Hindu religious education learning, not only can it increase students' sradha bhakti and justification of faith, but students can also practice and implement Kaharingan teachings in everyday life in society.
CERITA DONGENG SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN KARAKTER ANAK USIA DINI I Gede Dharman Gunawan; Pranata Pranata; Mitro Mitro
Tampung Penyang Vol 17 No 02 (2019): Tampung Penyang
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/tampung-penyang.v17i01.430

Abstract

bangsa, pendidikan karakter ini pun diharapkan mampu menjadi pondasi utama dalam mensukseskan Indonesia Emas 2025. Penanaman pendidikan karakter dapat diberikan lebih awal kepada anak usia dini melalui media cerita dongeng. Pentingnya cerita dongeng bagi anak usia dini, tidak hanya kegiatan untuk menidurkan anak tetapi juga dapat meningkatkan perkembangan pada otak kanan anak, psikologis, kecerdasan emosional, karakter mulia, serta meningkatkan imajinasi pada anak uasia dini. memberikan cerita dongeng kepada anak merupakan bagian penting dari pengasuhan anak. Selain bermanfaat untuk perkembangan psikologisnya, juga membuat anak merasa disayangi dan diperhatikan oleh orang tua. Sehingga tidak menyebabkan degradasi moral di tengah pesatnya perkembangan teknologi saat ini. Melalui cerita dongeng sebagai media pendidikan karakter bagi anak usia dini, anak akan dapat belajar mengenai dunia, kehidupan, diri sendiri, maupun orang lain.Kata Kunci : Cerita Dongeng, Pendidikan Karakter, Anak Usia Dini
Makna Upacara Balian Palas Bidan Menurut Agama Hindu Kaharingan Di Desa Bantai Karau Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur Sulandra Sulandra; I Gede Dharman Gunawan; Destri Ratna Sari
Tampung Penyang Vol 21 No 1 (2023): Tampung Penyang
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/tampung-penyang.v21i1.1022

Abstract

Ajaran agama Hindu terhadap tattwa, etika dan upacara (Tri Kerangka Dasar) maka dalam pengejawantahannya akan tampak dalam prilaku beragama sehari-hari. Konsep Yajnya dalam ajaran agama Hindu digunakan untuk mengkaji lebih mendalam tentang upacara Kelahiran Anak, di daerah Barito Timur upacara kelahiran anak biasa disebut Balian Palas Bidan yang dilaksanakan oleh Umat Hindu Kaharingan. Upacara Kelahiran Anak atau Balian Palas Bidan memiliki makna sebagai pensucian bayi agar terlepas dari noda dan papa sehingga bayi tersebut sungguh-sungguh bersih. Selanjutnya diharapkan bayi tersebut mampu memandang masa depan yang baik dan menyenangkan bagi kelangsungan hidupnya kelak dan bagi orang tua. Makna pelaksanaan upacara Balian Palas Bidan memberikan pijakan etika yang kokoh bagi perkembangan si anak di kemudian hari. Pelaksanaan upacara Balian Palas Bidan berfungsi sebagai bentuk pelayanan umatnya kepada Tuhan (Ju’us Tuha Alla Talla). Balian Palas Bidan adalah upacara pembersihan seorang bayi yang dilaksanakan oleh umat Hindu Kaharingan Suku Lawangan. Makna upacara Balian Palas Bidan adalah saranan untuk menyampaikan ungkapan rasa syukur dan terima kasih kepada Ju’us Tuha Alah Talla /Tuhan Yang Maha Esa, atas perlindungan dan anugerah yang diberikan dan selanjutnya mohon untuk diberikan keselamatan lahiriah dan bathiniah. Bentuk upacara Balian Palas Bidan adalah dengan gerak dan tari yang dilakukan oleh Balian, bentuk lainnya terdiri dari sarana dan prasarana upacara, pelaksanaan upacara Balian Palas Bidan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh orang tua terhadap bayi. Fungsi upacara Balian Palas Bidan adalah upacara untuk penyucian jiwa dan raga sekaligus pemberian nama untuk si bayi, dan membersihkan si ibu dan bidan yang menolong persalinan agar terlepas dari Pali oleh seorang Balian.
Upaya Guru Pendidikan Agama Hindu Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Hindu Di SMP Negeri 3 Dusun Selatan Rena Patmawati; Mitro Mitro; I Gede Dharman Gunawan
Tampung Penyang Vol 21 No 1 (2023): Tampung Penyang
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/tampung-penyang.v21i1.1043

Abstract

Teacher effort is the effort made by teachers as professional educators in educating, guiding, directing and evaluating students by developing all their potential. Self-motivation to continue learning is very important for every Hindu student, because this motivation will inspire students to continue learning. On the other hand, without motivation, students will find it difficult to understand the material that has been explained by the teacher. Because motivation is able to build and change a person's behavior after getting motivation from other people, because motivation is very important for Hindu students. This article examines the efforts of Hindu religious education teachers in increasing the learning motivation of Hindu students at SMP Negeri 3 Dusun Selatan. The method used was a qualitative approach and purposive sampling technique to determine informants. The data analysis technique is carried out through four stages, namely: data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this research show that the efforts of Hindu religious education teachers to increase the learning motivation of Hindu students at SMP Negeri 3 Dusun Selatan in the learning process in the classroom with a series of planning and preparation including methods, media and teaching materials in accordance with the 2013 curriculum book. The learning process includes preliminary activities, core, and cover. The form of motivation given in the form of awards given by Hindu religious education teachers to Hindu students is in the form of sentences of praise for studying diligently, diligently and with discipline. Apart from that, Hindu students when interacting with teachers at school behave politely, responsibly, and have devotion to the teacher.
Penggunaan Media Sosial Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Di SD Negeri 9 Palangka Dedi Suganda; I Gede Dharman Gunawan; Nyoman Sumarni
Tampung Penyang Vol 21 No 2 (2023): Tampung Penyang
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/tampung-penyang.v21i2.1097

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penggunaan media sosial dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu di SDN 9 Palangka. Metode yang di gunakan untuk mengumpulkan data penelitian ini adalah : Observasi, Wawancara, Dokumnetasi. Data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif dengan langkah-langkah, reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) penggunaan media sosial dalam pembelajaran pendidikan agama Hindu yaitu: (a) media sosial yang digunakan oleh guru agama Hindu ada beberapa media sosial di antaranya WhatsApp dan Youtube. (b) guru agama Hindu membuat grup WhatsApp agar bisa berkomunikasi dengan siswa yang juga memiliki media sosial WhatsApp. (c) melakukan proses pembelajaran dengan cara panggilan video atau kirim pesan teks atau Audio. (d) membantu menfasilitasi siswa dengan memberikan kouta internet gratis kepada siswa.
Media Pembelajaran Audio Visual Dalam Meningkatkan Pemahaman Siswa Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu Putu Wisnu Saputra; I Made Pustikayasa; I Gede Dharman Gunawan; Niwayan Sukraini; I Komang Mertayasa; Putu Cory Candra Yhani; Raisa Vienlentia
Tampung Penyang Vol 22 No 2 (2024): Tampung Penyang
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/tampung-penyang.v22i2.1388

Abstract

Era digital ini penggunaan media pembelajaran audio visual dalam pembelajaran telah menjadi salah satu trend yang banyak diaplikasikan untuk memfasilitasi peningkatan pemahaman peserta didik. Pengajian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran media pembelajaran audio visual dalam meningkatkan pemahaman peserta didik pada pembelajran pendidikan agama Hindu. Pendidikan agama Hindu memegang peran yang sangat strategis dalam membentuk karakter, moral dan pemahaman spiritual peserta didik. Namun kompleksitas materi acap kali menjadi tantangan tersendiri bagi pendidik. Seiring dengan perkembangan teknologi, media audio visual muncul sebagai upaya solutif dalam proses pembelajaran. Media audio visual mampu mengintegrasikan unsur audia dan visual secara simultan sehingga materi yang bersifat kompleks dapat tersampaikan dengan lebih menarik, interaktif, serta mudah dipahami oleh peserta didik. Hasil pengajian dari literature review menunjukkan media audio visual mampu meningkatkan pemahaman, partisipasi aktif peserta didik, dan hasil belajar peserta didik. Penggunaan media audio visual ini juga mampu memperkuat struktur kognitif peserta didik dengan menyajikan materi secara konkret seperti kehidupan nyata peserta didik. Kata Kunci : Media Pembelajaran Audio Visual, Pemahaman Siswa, Pendidikan Agama Hindu
Membangun Critical Thinking Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Hindu Melalui Problem Based Learning Pada Mata Kuliah Profesi Pendidikan Dan Keguruan Putu Cory Candra Yhani; I Gede Dharman Gunawan; Putu Wisnu Saputra; I Komang Mertayasa
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 8 No 2 (2024): Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/satya-sastraharing.v8i2.1393

Abstract

Critical thinking skills are very important for students, especially for students studying in the Hindu Religious Education Study Program. As prospective educators, students are required to be able to analyze situations, evaluate various options, and create innovative solutions that are relevant to solving problems that arise, both in the academic and social fields. Building critical thinking aims to identify and understand the implicit assumptions underlying an argument, thereby increasing students' capacity to adapt to cultural and value diversity. For students of the Hindu Religious Education Study Program, this critical thinking ability is crucial, because they are required to be able to integrate Hindu spiritual values ​​with the challenges of education in a multicultural era. The application of PBL in Professional Education and Teaching courses also supports the formation of student character as prospective educators who are professional and have integrity. Implementation of PBL by building critical thinking in the Education and Teaching Professionals course, which is one of the relevant courses for developing critical thinking skills. This course requires students to understand the role of teachers as agents of change who are able to provide solutions to educational problems in the modern era. Apart from that, this course also provides students with insight into the importance of professionalism and ethical responsibility in the teaching profession.
Pengaruh Pembelajaran Pengantar Acara Agama Hindu Kaharingan Terhadap Keterampilan Membuat Sarana Upacara Keagamaan Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHN TP Palangka Raya Rima Noktayani; Pranata Pranata; I Gede Dharman Gunawan
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 8 No 2 (2024): Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/satya-sastraharing.v8i2.1404

Abstract

This research is based on the problems that the author found in the Hindu religious education study program for the 2023/2024 academic year. Research found that students' skills, especially in making ceremonial facilities, can be said to be lacking. This can be seen from the fact that there are still many students who have not been able to make ceremonial facilities such as making ketupat, tawar containers, decorations in the lap for basarah, lack of interest in making ceremonial facilities, and there are still students who are not focused on the learning process so that in this case it requires more efforts to improve student skills in making ceremonial facilities. The purpose of this study is to find out whether there is an influence of learning the introduction of Hindu religious events on the skills of making religious ceremony facilities for students of the Hindu religious education study program of the Hindu Religious Institute of the State Tampung Penyang (IAHN TP) Palangka Raya. This type of research uses a quantitative research approach, with survey methods and data collection methods used for observation, documentation, and questionnaires. Learning data was obtained from distributing questionnaires/questionnaires by distributing them to respondents whose number was already known, namely 52 respondents, while skill data was obtained from the final semester exam scores (UAS) of students in grades A and B in the even semester of the 2023/2024 academic year, the data was analyzed by simple regression using IBM Statistics for windows. From the results of the research that has been carried out, the hypothesis in this study indicates that t count (0.017) < t table (1.675), it can be concluded that the results of the research and discussion in this study do not have an influence between the learning of the introduction of Hindu religious events in Kaharingan and the skills in making ceremonial facilities for students of the Hindu religious education study program class A and class B in the even semester of the 2023/2024 academic year and with a learning period In the high category there were 13 people with a percentage of 6.9%, in the medium category there were 37 with a percentage of 19.47% and in the low category there were 2 people with a percentage of 1.6% of the total 52 respondents.