p-Index From 2021 - 2026
8.084
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Mimbar PGSD Undiksha Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Bahasa dan Sastra BAHASTRA KEMBARA Jurnal Varidika Jurnal Penelitian Humaniora Kajian Linguistik dan Sastra Jurnal Gramatika Indonesian Language Education and Literature Caraka : Jurnal Ilmu Kebahasaan, Kesastraan, dan Pembelajarannya Jurnal Elementary : Kajian Teori dan Hasil Penelitian Pendidikan Sekolah Dasar Gramatika: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Jurnal Madah Jurnal Bahtera - Jurnal Pendidikan Bahasa Sastra dan Budaya Gelar : Jurnal Seni Budaya Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Komposisi: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Seni JTP - Jurnal Teknologi Pendidikan SALINGKA Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya JLER (Journal of Language Education Research) Jurnal Fundadikdas (Fundamental Pendidikan Dasar) Magistra Andalusia : Jurnal Ilmu Sastra Tuah Talino Pena Literasi Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Pena Indonesia Jurnal Ilmiah Sarasvati : Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya JURNAL CERDAS PROKLAMATOR Jurnal Kewarganegaraan Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya RUANG KATA: Journal of Language and Literature Studies Jurnal Ilmiah Buana Bastra: Bahasa, Susastra, dan Pengajarannya International Journal on Education Insight Mahakarya: Students' Journal of Cultural Sciences ALLURE JOURNAL Jurnal Gramatika: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Kata : Penelitian tentang ilmu bahasa dan sastra Journal of Language and Literature Studies Prosiding Seminar Nasional Humaniora Jubah Raja : Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajaran Metamorfosis: Jurnal Bahasa Sastra Indonesia dan Pengajarannya Prawara: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia RANGKIANG: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Jurnal Nusantara Raya BAHASTRA Jurnal Tradisi Lisan Nusantara Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Belajar Bahasa : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Aksara Majalah Ilmiah Bahasa dan Sastra Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Sawerigading
Claim Missing Document
Check
Articles

KONSEP NASIONALISME DI BALIK SEJARAH PENULISAN PUISI 'DIPONEGORO' DAN 'TANAH AIR MATA': KAJIAN SASTRA BANDINGAN Wijayanti Ismail; Yosi Wulandari
Mahakarya: Jurnal Mahasiswa Ilmu Budaya Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Faculty of Cultures and Languages UIN Raden Mas Said

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.174 KB) | DOI: 10.22515/mjmib.v2i2.4963

Abstract

This study aimed at describing the nationalism concept behind the history of poetry writing of two poets from different exponents, namely Exponent 45 and Exponent 70. The focus of this study lied in the viewpoints of the two poets towards nationalism meanings reflected in their poems. The method applied in this study was descriptive-comparative by using comparative literature approach. The results show that in the poem Diponegoro that was written by Chairil Anwar, nationalism is seen as an effort of the country to liberate its people from colonialism. Meanwhile, in the poem Tanah Air Mata, a work of Sutardji Calzoum Bachri, nationalism is viewed as the manifestation of people’s love to their country in order to defend the independence of their nation and state.
ANDROID BASED SYAIR APPLICATION AS AN OLD LITERATURE TEACHING INNOVATION IN THE DIGITAL ERA Yosi Wulandari; Wachid Eko Purwanto; Muh Saeful Effendi; Roni Sulistiyono; Nika Fisari
Salingka Vol 19, No 1 (2022): SALINGKA, Edisi Juni 2022
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v19i1.652

Abstract

As one of Indonesian original literary works, Syair needs to be introduced and taught proportionally. Unfortunately, in the implementation of teaching, syair still meets some constrains, including (1) Indonesian language textbooks in junior high schools contain only a small amount of material on syair. (2) syair teaching is focused on cognitive competence, so it is not attractive. (3) syair teaching material only provides the definition, the elements, and limited examples. (4) there is no digital-based teaching material specifically for syair that is used as teaching material. (5) the teacher found difficulty providing examples on how to read syair according to the song or venom. Therefore, it is necessary to develop digital-based teaching materials in syair teaching. This research uses the Research Development method developed by Borg and Gall. The research stage that has been carried out in the development stage and the teaching materials' feasibility test. Based on the feasibility test results on the Syair application, it can be concluded that this application is feasible to be applied to Class VII SMP students. In addition, based on the validator's assessment, the limited trial and large class of this application in terms of material and learning is appropriate and feasible to use to meet students' needs in learning and mastering syair.Keywords: It consists of maximum five words/phrases typed in bold style.
Patriotisme dalam Puisi Karawang Bekasi Karya Chairil Anwar dan Musikalisasi Puisi Pahlawan Bangsaku Karya Alpendi Unsaga: sebuah kajian sastra bandingan Neissaroh Al Mardhiah; Yosi Wulandari
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 4 No. 1 (2022): JURNAL GENRE (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v4i1.5573

Abstract

Patriotisme di Indonesia dan Malaysia lahir dari perlawanan dan perjuangan pahlawan di kala penjajahan. Melukiskan masa-masa itu banyak penyair yang kemudian menyairkan puisi tentang perjuangan mendapatkan kemerdekaan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan patriotisme pada puisi Karawang bekasi dan musikalisasi puisi pahlawan Bangsaku dan relevansinya di zaman sekarang.  Melalui penelitian ini diharapkan masyarakat paham akan nilai patriotisme tidak hanya dimiliki oleh pahlawan pada masanya, melainkan semua generasi perlu memiliki nilai patriotisme sebagai cerminan warga negara yang bernegara. Objek penelitian ini adalah puisi Karawang Bekasi karya Chairil Anwar dari Indonesia dan musikalisasi puisi Pahlawan Bangsaku karya Alpendi Unsaga dari Malaysia. Dua penyair tersebut berlatar belakang sebagai masyarakat dari bangsa yang terjajah pada masanya, yang akan menjadi bahan pertimbangan penelitian ini. Metode yang digunakan adalah metode  komparatif dengan pendekatan kajian sastra bandingan. Hasil penelitian ini adalah adanya relasi sejarah penjajahan yang melatarbelakangi sehingga ditemukan persamaan pada kedua puisi, yaitu adanya kesamaan nilai petriotisme. Patriotisme yang ditemukan adalah gugurnya pahlawan melawan penjajah, kerelaan pahlawan berkorban untuk bangsa atau negaranya, dan mengenang jasa pahlawan sebagai bagian dari bangsa.    
PERBANDINGAN ANTARA PUISI “SAJAK JATUH CINTA” KARYA EMHA AINUN NADJIB DAN PUISI “SAJAK KECIL TENTANG CINTA” KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO Yusrina Ayu Linati; Yosi Wulandari
RUANG KATA: Journal of Language and Literature Studies Vol. 2 No. 01 (2022): RUANG KATA: Journal of Language and Literature Studies
Publisher : Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53863/jrk.v2i01.384

Abstract

Emha Ainun Nadjib's poem "The Sajak of Falling in Love" and Sapardi Djoko Damono's "Small Poem About Love" have many similarities and contrasts, which the authors of this study try to describe. Focus will be placed on comparing the poetic structure of the two works as part of a comparative literary study. This study uses a comparative research technique. Reading, listening, taking notes, and copying were used to obtain the data in this study. After all the data is collected, the data reduction process begins. It's time to examine the data we've collected and categorize it to make a final decision about what research we're going to do next. The hypogram is found in Emha Ainun Nadjib's poem "The Poem of Falling in Love", while the transformation is found in Sapardi Djoko Damono's poem "Little Poetry About Love". The two poems have the same meaning, each of which tells about true love for the Almighty or true love for the Almighty in general. There are several similarities and differences between the two literary works, which lie in the theme, taste, tone, word and image. In addition to the similarities, there are also differences in them, namely mandate, rhyme, typography, and concrete words. Poems that have been converted into Hipograms, such as the Sajak Falling in Love by Emha Ainun Nadjib, can be compared to see how the weight of emotions can be measured and balanced with other aspects of life. This is why data analysis is currently being carried out. Sapardi Djoko Damono's Little Poem About Love, which emphasizes that one must learn to love oneself first before loving others, became the catalyst for this change.Keyword: Poetry, Comparison, Story
PROBLEMATIKA ADAT DALAM NOVEL MEMANG JODOH KARYA MARAH RUSLI DAN PERBANDINGANNYA DENGAN BUDAYA MINANGKABAU Yosi Wulandari
p-ISSN 2356-0576
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/btr.v3i06.3536

Abstract

ABSTRACT:This study aimed to describe two ways, as follows. (1) The des­crip­tion of the problems of the indigenous in the novel Memang Jodoh. (2) Compa­rison of the problems of the indigenous in the novel Memang Jodoh with the value of traditional Minangkabau culture. This research was a qualitative study with content analysis method. The results of this study are as follows. (1) The problems of the indigenous in the novel "Memang Jodoh" by Marah Rusli more to events that are not running the actual indigenous owned by the Minangkabau society, as a leader does not understand their role wisely. (2) Comparison of the problems of indigenous disclosed in the novel "Memang Jodoh" by Marah Rusli if the cultural value Minangakabau is a form of social critique on the role mamak should be governed by custom.   Keywords: problems customary, novel memang jodoh, minangkabau cultural ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dua hal, sebagai berikut. (1) Penggambaran problematika adat dalam novel Memang Jodoh. (2) Kaitan problematika adat dalam novel Memang Jodoh dengan nilai budaya adat Minangkabau. Penelitian ini berjenis penelitian kualitatif dengan metode analisis isi.. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Problematika adat dalam novel Memang Jodoh karya Marah Rusli lebih kepada peristiwa yang tidak menjalankan adat sebenarnya yang dimiliki oleh masyarakat Minangkabau, sebagai seorang pemimpin tidak memahami perannya dengan bijaksana. (2) Problematika adat yang diungkapkan dalam Memang Jodoh karya Marah Rusli jika dikaitkan dengan nilai budaya Minangakabau merupakan bentuk kritik sosial atas peran mamak semestinya yang diatur oleh adat.   Kata Kunci: problematika adat, novel memang jodoh, budaya minangkabau
KELINDAN MAKNA MOTIF UKIR “BADA MUDIAK” RUMAH GADANG MINANGKABAU DAN MERAJUT SASTRA RAKYAT INDONESIA (MASA DEPAN) Yosi Wulandari
p-ISSN 2356-0576
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.447 KB) | DOI: 10.37729/btr.v1i02.3501

Abstract

ABSTRACT:Words are not only arranged in sheets of paper and incoporated into a proof. This will be the philosophy of life of Minangkabau society Alam Minangkabau Takambang Jadi Guru. The meaning of this philosophy states that the words can be found from the beauty of the art of measuring Rumah Gadang Minangkabau. Bada Mudiak carving patterns is one of the beauty that made “kelindan” philosophical meaning to people's lives Minangkabau . Discover the meaning of the art creation process as well as the carving patterns and layout will result from the contemplation of the customary expressions provide a record that can not be limited as a literary text because the narrative text only with its beauty is still listed in the memories of the people of Indonesia . This is related to an assessment of comparative literature , which can not be separated from the practice of literary translation so that the existence of local literature should get a positionIndon esian folk literature . Thus,implementing the results of this analysis in education literature into something enjoyable as forming the character of a civilized nation .   Keywords: litereature, bada mudiak, carved motif, gadang minangkabau house. ABSTRAK: Kata-kata tidak hanya tertata di dalam lembar kertas dan disatukan menjadi sebuah buku. Hal inilah yang menjadi filosofi kehidupan masyarakat Minangkabau Alam Takambang Jadi Guru. Makna filosofi itu menyatakan bahwa kata-kata pun bisa ditemukan dari keindahan seni ukir Rumah Gadang di Minangkabau. Motif ukir Bada Mudiak merupakan salah satu keindahan yang dijadikan kelindan makna filosofi bagi kehidupan masyarakat Minangkabau. Menemukan makna dari proses penciptaan seni ukir serta tata letak yang sarat akan hasil perenungan dari ungkapan adat tersebut memberikan catatan bahwa sastra tidak dapat dibatasi sebagai teks beraksara saja karena teks naratif dengan keindahannya masih tertera dalam ingatan rakyat Indonesia. Hal ini berkaitan untuk sebuah pengkajian sastra bandingan, yaitu tidak bisa dipisahkan dari adanya praktik terjemahan sehingga keberadaan sastra lokal seharusnya mendapat posisi sebagai sastra rakyat Indonesia. Dengan demikian, hasil analisis ini mengimplementasikan sastra dalam pendidikan menjadi sesuatu yang dinikmati sebagai pembentuk karakter anak bangsa yang berbudaya.   Kata Kunci: sastra, bada mudiak, motif ukir, rumah gadang minangkabau
AJARAN BERBUDI DALAM SAMPIRAN PANTUN ADAT MINANGKABAU KARYA N.M. RANGKOTO Yosi Wulandari; Fitri Merawati
Komposisi: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Seni Vol 23, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/komposisi.v23i2.119377

Abstract

Minangkabau is one of the ethnic groups that have a culture with a strong philosophy of life. The moral teachings summarized in the Minangkabau traditional pantun need to be explored further. The purpose of this study is to describe the ethical teachings in the hook of Minangkabau traditional pantun. This research method is descriptive qualitative. Moral teachings are the object of research that is of concern in this study. The results of this study indicate that the hook in the Minangkabau traditional pantun Part I in five subsections has a meaning that is in line with the content of the pantun. The hook is a symbol that directs the importance of moral teachings that must be guarded and paid attention to by the entire Minangkabau community so that they know how to use words, maintain character, use reason, weigh feelings, and place themselves in attitude.
Kajian Ekologi Sastra dalam Cerita Rakyat Provinsi Jawa Barat Study of Literature Ecology in Folk Story of West Java Province Muhammad Hanif; Yosi Wulandari
Jubah Raja : Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajaran Vol 1, No 2 (2022): November 2022
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.392 KB) | DOI: 10.30734/jr.v1i2.2876

Abstract

abstrak— Penelitian dilatarbelakangi karena kurangnya penggunaan teori ilmu sastra yang menghubungkan karya sastra dengan lingkungannya. Teori ilmu sastra ini mudah untuk ditemukan, salah satunya pada cerita rakyat. Tujuan penelitian ini (1) mendeskripsikan etika lingkungan yang terdapat dalam cerita rakyat Provinsi Jawa Barat; (2) mendeskripsikan peran yang dapat diberikan oleh lingkungan dalam alur cerita rakyat Provinsi Jawa Barat. Jenis Penelitian yaitu deskriptif kualitatif. Subjek penelitian yaitu cerita rakyat Provinsi Jawa Barat. Objek penelitian yaitu etika lingkungan yang terdapat dalam cerita rakyat Provinsi Jawa Barat. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu baca dan catat. Adapun teknik dan pengumpulan dalam pengumpulan data yaitu (1) membaca seluruh cerita rakyat Provinsi Jawa Barat secara berulang- ulang; (2) menandai hal hal tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian yakni etika lingkugan yang terkadung dalam cerita rakyat Provinsi Jawa Barat, dan latar lingkungan yang terkandung dalam cerita rakyat Provinsi Jawa Barat; (3) menarik kesimpulan. Metode analisis data pada penelitian yaitu metode deskriptif, metode ini untuk mendeskripsikan data yang telah ditemukan. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1) Cerita rakyat Provinsi Jawa Barat memuat unsur ekologi yang berada di dalamnya, unsur ekologi ini berupa etika lingkungan dan peran latar fisik (lingkungan). (2) Latar Fisik (lingkungan) sebagai pembentuk alur cerita rakyat. Penulis dalam menganalisis ke enam cerita rakyat mendapati unsur lingkungan yang dominan dengan alam.Kata kunci— Ekologi Sastra, Cerita Rakyat, Jawa Barat. Abstract— This research is motivated by the lack of use of literary theory that connects literary works with their environment. The theory of literary science is easy to find, one of which is in folklore. The purpose of this study (1) is to describe the environmental ethics contained in the folklore of West Java Province; (2) describe the role that can be given by the environment in the folklore of West Java Province. This type of research is descriptive qualitative. The research subject is the folklore of West Java Province. The object of research is environmental ethics contained in the folklore of West Java Province. The data collection method used is read and note. The techniques and data collection in data collection are (1) reading the entire folklore of West Java Province repeatedly; (2) marking certain things that are in accordance with the research objectives, namely the environmental ethics contained in the folklore of West Java Province, and the environmental setting contained in the folklore of West Java Province; (3) draw conclusions. The method of data analysis in this research is descriptive method, this method is to describe the data that has been found. The results of the study are as follows. (1) The folklore of West Java Province contains ecological elements in it, this ecological element in the form of environmental ethics and the role of the physical background (environment). (2) Physical background (environment) as a form of folklore plot. The author in analyzing the six folk tales found the dominant environmental elements with nature.Keywords— Literary Ecology, Folklore, West Java. 
Destinasi Wisata Sastra dalam Cerita Rakyat dari Sumatra Kajian Sastra Pariwisata Bahar Pulung Anggaraputra; Yosi Wulandari
Jubah Raja : Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajaran Vol 1, No 2 (2022): November 2022
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.896 KB) | DOI: 10.30734/jr.v1i2.2873

Abstract

abstrak— Destinasi Wisata Sastra Dalam Cerita Rakyat Sumatera Sebagai Alternatif Bahan Ajar Sastra untuk SMA: Studi Wisata Sastra tujuan penelitian (1) Mendeskripsikan penggambaran latar cerita rakyat Sumatera dengan destinasi wisata yang ada, (2) Mendeskripsikan posisi cerita rakyat Sumatera dalam mempopulerkan destinasi wisata. Subyek penelitian ini adalah cerita rakyat dari Sumatera, sedangkan objek penelitian ini adalah tujuan wisata cerita rakyat dari Sumatera. Metode pengumpulan data menggunakan teknik membaca dan mencatat menggunakan studi kepustakaan. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Setting suatu tempat dalam cerita rakyat dari Sumatera yang menjadi daerah tujuan wisata. Dalam penggambaran setting dimana cerita terkait dengan destinasi wisata digambarkan dalam bentuk sebagai proses sebab akibat dari sebuah cerita itu sendiri. Rata-rata pola penggambaran latar dalam cerita yang berkaitan dengan destinasi wisata disampaikan dengan cerita seperti kisah cinta yang tak kunjung tiba, durhaka kepada orang tua dan tidak menepati janji. (2) Kedudukan folklor dalam mempopulerkan destinasi wisata yang ada. Cerita rakyat yang beredar dari mulut ke mulut yang memiliki ciri khas tersendiri membuat masyarakat tertarik untuk mengunjungi destinasi wisata yang sesuai dengan cerita rakyat tersebut.Kata kunci— Cerita Rakyat, Sastra Wisata, Destinasi Wisata. Abstract— Literary Tourism Destinations in Sumatran Folklores as Alternative Teaching Materials of Literature for Senior High School: A Literary Tourism Study the research objectives (1) Describe the depiction of the setting in the folklore of Sumatra with existing tourist destinations, (2) Describe the position of folklore from Sumatra in popularizing tourist destinations. The subject of this research is folklore from Sumatra, while the object of this research is a tourist destination in folklore from Sumatra. The method of collecting data is by using reading and note-taking techniques using literature study. The results of this study are as follows. (1) the setting of a place in a folklore from Sumatra which is a tourist destination. In the depiction of the setting where the story is related to tourist destinations, it is depicted in the form as a causal process of a story itself. The average pattern of background depictions in stories related to tourist destinations is conveyed by a story such as a love story that does not arrive, is disobedient to parents and does not keep promises. (2) The position of folklore in popularizing existing tourist destinations. Folk stories that circulate by word of mouth that have their own characteristics make people interested in visiting tourist destinations that are in accordance with folklore.Keywords— Folklore, Tourism Literature, Tourist Destinations. 
Ilmu Pengetahuan dalam Syair Sidi Djamadi Kajian Hermeneutika Paul Ricoeur Riyadin Nawang Sari; Hafrison Hafrison; Yosi Wulandari
Jubah Raja : Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajaran Vol 1, No 2 (2022): November 2022
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.778 KB) | DOI: 10.30734/jr.v1i2.2874

Abstract

abstrak— Syair termasuk ke dalam salah satu puisi rakyat yang ada di Indonesia. Syair memiliki corak budaya yang sangat kental. Bahkan di daerah Melayu terutama daerah Minangkabau syair digunakan sebagai salah satu metode yang digunakan dalam penyebaran agama dan mencerminkan adat istiadat yang ada di sana. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ilmu pengetahuan dalam syair Sidi Djamadi. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif dengan menggunakan konsep kajian hermeneutika Paul Ricoeur dalam interpretasinya. Subjek dalam penelitian ini adalah syair Sidi Djamadi yang berasal dari Minangkabau. Objek penelitian ini membahas mengenai metafora ilmu pengetahuan dan simbol ilmu pengetahuan yang terdapat dalam syair Sidi Djamadi. Syarat ilmu pengetahuan yang akan dibahas penelitian menurut I.R. Poedjowijatno mengenai empat hal yakni: bermetode, berobjek, sistematis, dan universal. Hasil yang ditemukan bahwa syair Sidi terdapat metafora ilmu pengetahuan yakni berobjek, bermetode, sistematis, dan terakhir syarat universal. metafora yang terdapat dalam syair Sidi Djamadi dominan mengenai metode yang dipilih dalam mencari ilmu pengetahuan yakni bertanya kepada seorang guru dan ilmu pengetahuan yang terdapat dalam syair Sidi Djamadi berkaitan dengan ilmu pengetahuan keagaamaan. Sedangkan untuk objek simbol ilmu pengetahuan ditemukan tiga syarat ilmu pengetahuan yakni berobjek, bermetode, dan universal. Hal ini dapat disimpulkan bahwa simbol yang terdapat dalam syair Sidi Djamadi dominan dengan hukum-hukum islam, rukun islam, dan syariat-syariatnya.Kata kunci— Ilmu Pengetahuan, Syair, Hermeneutika, Sidi Djamadi. Abstract— Poetry is included in one of the folk poetry in Indonesia. Poetry has a very thick cultural pattern. Even in the Malay area, especially the Minangkabau area, poetry is used as one of the methods used in the spread of religion and reflects the customs that exist there. This study aims to describe science in Sidi Djamadi's poetry. This type of research is descriptive qualitative by using the concept of Paul Ricoeur's hermeneutic study in its interpretation. The subject of this research is Sidi Djamadi's poetry from Minangkabau. The object of this research discusses the metaphors of science and symbols of knowledge contained in Sidi Djamadi's poetry. The terms of science that will be discussed in research according to I.R. Poedjowijatno on four things, namely: method, object, systematic, and universal. The results found that Sidi's poetry contained a scientific metaphor, namely object, method, systematic, and finally universal requirements. The metaphor contained in Sidi Djamadi's poem is dominant regarding the method chosen in seeking knowledge, namely asking a teacher and the knowledge contained in Sidi Djamadi's poem is related to religious science. As for the object of the symbol of science, three conditions of knowledge were found, namely the object, the method, and the universal. It can be concluded that the symbols contained in Sidi Djamadi's poetry are dominant with Islamic laws, the pillars of Islam, and their laws.Keywords— Science, Poetry, Hermeneutics, Sidi Djamadi. 
Co-Authors Agam Triambada, Muhammad Bagus Agsan, Hanna Zaky Aida Azizah, Aida Alvirra, Anisyahida Aulia Alya Rahayu Pratiwi Andi Casworo Ariesty Fujiastuti Asani, Yesi Azis, Muhammad Malik Bahar Pulung Anggaraputra Cici Laila Sukma Destriana Prastica Destriana, Arivianti Dini Eka Wijayanti Dita Eka Wardani Dwi Handayani Ega Aulia Rahmi Ega Aulia Rahmi, Ega Aulia Emil Septia Esti Novia Febianti Evi Chamalah Fadhila, Hana Jihan Faridah, Nafisatul Farisqi, Ahmad Rif'an Rio Farisqi, Ahmad Rif`'an Rio Fauza, Ainin Nuzha Izzatin Fisari, Nika Fitri Merawati, Fitri Fitrianingsih, Anisa Desi Frida Nurhidayah Hafrison Hafrison Hakim, Arif Fadhil Hanik, Khalifah Umi Hapsari, Oktafia Tri Hastuti, Khayya Meilina Eka Hilma Mufidah I Kadek Purnawan Iis Suwartini Ilham Wahyu Wardani Indah Arohmawati Indah Sri Wahyuni Indra Jaya Iswantari, Sandika Kartika Sari, Ratna Dewi Lavhasa, Alfaris Cindy M. Ardi Kurniawan Maghribi, Iftitah Ulfiana Maharani, Eviana Mila Nurpiani Miladika, Nashuka Mohammad Argi Arifandi Muh Saeful Effendi Muh Saeful Effendi Muhammad Alfian Hermawan Muhammad Bagus Agam Triambada Muhammad Hanif Nabilah, Norma Neissaroh Al Mardhiah Nenden Wulan Septianning Tiyas Nika Fisari Nina Nurhasanah, Nina Noviyola, Dwi Sita Nurhidayah, Frida Nuril Anwar Nurpiani, Mila Nurul Fitrah Amaliah Suharsono Oktafia Tri Hapsari Oktarina Puspita Wardani, Oktarina Puspita Oktavia, Candrika Nur Pradipta, Diksi Pujiharto Pujiharto Purwahida, Rahmah Purwanto, Wachid Eko Purwanto, Wachid Eko Puryanti, Puryanti Ragil Pratiwi Ragil Pratiwi Rahmah, Annisa Fatati Rahmah, Fauziah Rahmawati, Zenita Ratna Dewi Kartika Sari Riyadin Nawang Sari Rohmah, Anindi Nur Rona Romadhianti Rona Romadhianti, Rona Roni Sulistiyono Roni Sulistiyono, Roni Rosalia, Sholeha Santi Sartika Saputra, Yudha Wahyu Sarno R. Sudibyo, Sarno R. Sholeha Rosalia Siti Nur Fatimah Sri Ratna Saktimulya Sti M, Ratri Sulistyo, Kartikasari Putri Suntari, Yustia Syafira Intan Muhliana Tisofania, Bherlian Titiek Suyatmi Tiyas, Nenden Wulan Septianning Tsulusiyah Apriliyananingrum Untung Slamet Sugiyarto Usman, Herlina Wachid Eko Purwanto Wachid Eko Yosi Wardana, Reki Kusuma Wijayanti Ismail Wirawati, Denik Yanez, Maria Angelica Yeni Apriani Yeni Apriani Yusrina Ayu Linati Yusup Tanjung Nugroho