p-Index From 2021 - 2026
9.434
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Mimbar PGSD Undiksha Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Bahasa dan Sastra BAHASTRA KEMBARA Jurnal Varidika Jurnal Penelitian Humaniora Kajian Linguistik dan Sastra Jurnal Gramatika Caraka : Jurnal Ilmu Kebahasaan, Kesastraan, dan Pembelajarannya Jurnal Elementary : Kajian Teori dan Hasil Penelitian Pendidikan Sekolah Dasar Gramatika: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Jurnal Madah Jurnal Bahtera - Jurnal Pendidikan Bahasa Sastra dan Budaya Gelar : Jurnal Seni Budaya Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Komposisi: Jurnal Pendidikan Bahasa, Sastra, dan Seni JTP - Jurnal Teknologi Pendidikan SALINGKA Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya JLER (Journal of Language Education Research) Jurnal Fundadikdas (Fundamental Pendidikan Dasar) Magistra Andalusia : Jurnal Ilmu Sastra Tuah Talino Pena Literasi Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Pena Indonesia Jurnal Ilmiah Sarasvati : Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya JURNAL CERDAS PROKLAMATOR Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) RUANG KATA: Journal of Language and Literature Studies Journal of Pragmatics and Discourse Research Jurnal Ilmiah Buana Bastra: Bahasa, Susastra, dan Pengajarannya International Journal on Education Insight Mahakarya: Students' Journal of Cultural Sciences ALLURE JOURNAL Jurnal Gramatika: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Kata : Penelitian tentang ilmu bahasa dan sastra Journal of Language and Literature Studies Prosiding Seminar Nasional Humaniora Jubah Raja : Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajaran Metamorfosis: Jurnal Bahasa Sastra Indonesia dan Pengajarannya Prawara: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia RANGKIANG: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Jurnal Nusantara Raya BAHASTRA Jurnal Tradisi Lisan Nusantara Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Belajar Bahasa : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Aksara Majalah Ilmiah Bahasa dan Sastra Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia Sawerigading Indonesian Language Education and Literature
Claim Missing Document
Check
Articles

Malay ethics in Nasib Melayu’s poem in the view of Raja Ali Haji Paul Ricoeur’s hermeneutic study Nurhidayah, Frida; Wulandari, Yosi
BAHASTRA Vol. 44 No. 1 (2024): BAHASTRA
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/bs.v44i1.631

Abstract

Malay ethics is closely related to human behavior and actions in the social environment. Behavior related to ethics reflects the knowledge possessed by a person in determining good and bad things. The development of society, especially Malay is very important to be able to understand the ethical mindset. The Malay community views ethics as a very important thing to consider in showing the identity of customs against the rules of tradition and the surrounding environment. Malay ethics can be found in some of the Malay poems that generally develop in the region of the Sumatera community such as the Nasib Melayu’s poem. A poem is defined as a literary work that has meaning and is poetic in nature. Poem is an old form of literary work that has existed since the emergence of Islamic civilization in Indonesia. The purpose of this study is to describe the Malay ethics in Nasib Melayu’s poem contained in the book entitled Kitab Syair, Sejarah, Konsep, dan Contohnya according to Raja Ali Haji's view. This research uses a type of qualitative research that focuses on descriptive. The data collection method uses observation methods with reading and recording techniques. Data analysis in this research uses Paul Ricoeur's Hermeneutics study. The results showed that Malay ethics in Nasib Melayu’s poem contained four ethical elements, namely the morality of the ruler, obedience to sharia, language, and moral environment. Thus, it can be concluded that Nasib Melayu’s poem contains Malay ethics based on Raja Ali Haji's view.
Artificial intelligence media-assisted storytelling therapy as a solution for handling speech delay in early childhood Evi Chamalah; Azizah, Aida; Wulandari, Yosi; Wardani, Oktarina Puspita
BAHASTRA Vol. 45 No. 1 (2025): BAHASTRA
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/bs.v45i1.1245

Abstract

This study investigates the effectiveness of Gemini AI-assisted storytelling therapy as an innovative approach to addressing speech delays in early childhood. Through qualitative methodology incorporating case studies, literature review, and action research with children aged 6-8 years, participants engaged in therapeutic storytelling sessions facilitated by Gemini AI, which generated personalized narratives based on individual abilities while providing real-time analysis of verbal responses. The AI system's adaptive algorithms continuously refined story content to match each child's developmental progress, creating an engaging learning environment throughout the intervention period. Sessions gradually increased linguistic complexity while incorporating children's preferences, fostering both communicative skills and emotional investment. Data collection included pre- and post-intervention assessments, recorded therapy sessions, parental interviews, and AI-generated progress reports tracking specific speech parameters. Results demonstrated significant improvements in vocabulary acquisition, sentence structure, and speaking confidence, with children exhibiting increased engagement during sessions while scheduling flexibility enhanced parental involvement. The findings confirm that AI-assisted storytelling therapy represents an effective intervention for speech delays, as the personalized content and real-time assessment capabilities complement traditional speech therapy approaches, potentially expanding accessibility to quality intervention while providing a scalable solution for the growing demand for specialized speech services.
Citra Perempuan dalam Puisi “Dogeng Marsinah” Karya Sapardi Djoko Damono dan Puisi “Yang Melayani, Yang Dituduhkan” Karya Nolinia Zega Hakim, Arif Fadhil; Wulandari, Yosi
BELAJAR BAHASA: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7 No 1 (2022): BELAJAR BAHASA : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indones
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v7i1.12

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan citra dalam puisi “Dongeng Marsinah” karya Sapardi Djoko Damono dan puisi “Yang Melayani, Yang Dituduhkan” karya Nolinia Zega. Metode yang digunakan dalam penilitian ini adalah metode deskriptif komparatif dengan teori feminisme dan pendekatan sastra bandingan. Objek yang menjadi kajian dari penelitian ini adalah puisi “Dongeng Marsinah” karya Sapardi Djoko Damono dan puisi “Yang Melayani, Yang Dituduhkan” karya Nolinia Zega. Berbicara tentang kedudukan perempuan menjadi salah satu objek yang sering diperbincangkan dan dijadikan objek kajian dalam karya sastra. Penuntutan kesetaraan gender kaum perempuan masih terus diperjuangkan, melalui karya sastra sebagai mediumnya perempuan mulai angkat bicara. Karya sastra yang ditulis oleh kaum perempuan bukan hanya sekadar untuk dibaca dan dinikmati saja, tetapi untuk dipelajari secara mendalam. Citra perempuan digambarkan sebagai sosok yang lemah, lembut, dan penuh kasih sayang. Terlepas dari citra perempuan yang sudah melekat dalam dirinya ada sesuatu yang masih terselimuti dari itu semua yaitu perjuangan perempuan dalam menuntut keadilan atas dasar penindasan. Perempuan mulai membentuk gerakan perlawanan untuk menghapus ketidakadilan. Munculnya para penulis perempuan merupakan bentuk perlawanan atas dasar ketidakadilan yang menimpa kaumnya, melalui karya sastra perempuan mengingatkan sesama kaumnya untuk memperjuangkan hak-haknya, menghapus ketidakadilan yang terjadi. Hasil dari penelitian ini bertujuan untuk melihat citra dan kedudukan perempuan dalam puisi “Dongeng Marsinah” karya Sapardi Djoko Damono dan puisi “Yang Melayani, Yang Dituduhkan” karya Nolinia Zega. Melalui kajian sastra bandingan ini antara puisi “Dongeng Marsinah” karya Sapardi Djoko Damono dan puisi “Yang Melayani, Yang Dituduhkan” karya Nolinia Zega diharapkan pembaca mengetahui citra dan kedudukan perempuan menurut pandangan penyair.
Representasi Budaya dalam Novel Siri’ Karya Asmayani Kusrini: Kajian Sosiologi Sastra Rahmawati, Zenita; Wulandari, Yosi
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 6, No 1 (2024): JANUARI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v6i1.3314

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi budaya dalam novel Siri’ karya Asmayani Kusrini. Penelitian ini menggunakan kajian sosiologi sastra. Metode yang digunakan yaitu metode simak dengan teknik baca dan catat. Teknik analisis data dalam penelitian  ini menggunakan metode deskriptif. Data akan disampaikan menggunakan   kata-kata yang di dalamnya berisi pemahaman secara rinci dari data yang di dapatkan. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat empat jenis budaya Siri’ yaitu 1) Siri’ RipakaSiri’, 2) MappakaSiri’, 3) TeddengSiri’, dan 4) Mate Siri’. Siri’ dalam novel tersebut memiliki hal dominan dalam masing-masing jenisnya untuk mengkritisi budaya Siri’ sebagai harga diri dan rasa malu masyarakat Bugis-Makassar. Budaya tersebut digambarkan menjadi sebuah representasi budaya yang digunakan sebagai konsep kemanusiaan dari Siri’ tersebut menyebabkan timbulnya budaya pada masyarakat Bugis-Makassar sebagai alat pengontrol dalam melaksanakan segala sesuatu
Narasi Alam dalam Tradisi Bejinisme: Kajian Ekokritik Sastra Lisan Wonosadi Faridah, Nafisatul; Wulandari, Yosi
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 7, No 1 (2025): JANUARI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v7i1.4718

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan narasi alam pada tradisi lisan ‘Bejinisme’ Hutan Wonosadi dengan pendekatan ekokritik sastra.  Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan ekokritik Suwardi Endraswara. Subjek penelitian ini adalah tradisi “bejinisme’ yang berjudul mitos rumah roboh, mitos mencuri buah-buahan, mitos sumber mata air pok blembem, serta larangan asusila. Objek penelitian ini adalah narasi alam.  Pengumpulan data dilakukan melalui studi lapangan dengan teknik pengelolaan data observasi langsung, wawancara, studi literatur. Pengelolaan data dilakukan adalah data hasil informasi dari wawancara, memanfaatkan dokumen-dokumen Desa Beji, dan sumber berupa jurnal, skripsi, dan website. Hasil penelitian ditemukan narasi alam tradisi “Bejinisme” berbentuk etika lingkungan dari mitos dan kepercayaan setempat Etika lingkungan tersebut berupa sikap Masyarakat yang peduli dan menjaga Hutan Wonosadi dengan tidak mencuri pohon sebarangan, tidak mengambil buah tanaman berlebihan, dan tidak mengkotori sumber mata air. Masyarakat percaya apabila melangar  larangan akan terjadi hal-hal yang membahayakan dan mencelakai diri mereka.
Rukun Haji dalam Syair Haji Karya Muhamad Fanani: Kajian Hermeneutika Paul Ricouer Mila Nurpiani; Yosi Wulandari
SAWERIGADING Vol 30, No 2 (2024): Sawerigading, Edisi Desember 2024
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v30i2.1346

Abstract

Tulisan ini membahas Rukun Haji dalam Syair Haji Karya Muhamad Fanani. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan rukun-rukun haji yang ditemukan dalam syair haji. Penelitian ini dikaji menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui observasi dengan teknik baca dan catat. Data penelitian bersumber dari buku Kitab Syair Sejarah, Konsep, dan Contohnya. Data yang diperoleh dalam penelitian ini kemudian dianalisis menggunakan kajian Hermeneutika Paul Ricouer. Hasil penelitian memuat simbol-simbol rukun haji. Simbol rukun haji tersebut meliputi ihram, wukuf, tawaf, sa’i, tahallul dan tertib. Keenam simbol tersebut dapat ditafsirkan bahwa syair haji menyampaikan keutamaan-keutamaan rukun haji yang penting dipahami oleh orang yang akan berhaji dalam memaknai haji yang sesungguhnya, serta apa yang harus dibekali kepada orang yang sedang berhaji.  
ANALISIS BENTUK PELANGGARAN MAKSIM TUTURAN TOKOH CERPEN HARGA SEORANG PEREMPUAN KARYA OKA RUSMINI SEBAGAI MATERI OTENTIK PEMBENTUKKAN KARAKTER Wulandari, Yosi
Buana Bastra Vol 3 No 1 (2016): BUANA BASTRA
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dua hal sebagai berikut. Pertama, pelanggaran prinsip kesatunan tuturan tokoh dalam cerpen Harga Seorang Perempuan karya Oka Rusmini. Kedua, ketidaksantunan tokoh dalam karya sastra sebagai meteri autentik pembentukkan karakter. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan data penelitian adalah tindak tutur tokoh yang tergolong bentuk ketidaksantunan berbahasa. Sumber data penelitian ini dari tuturan tokoh dalam cerpen Harga Seorang Perempuan karya Oka Rusmini dalam kumpulan cerpen berjudul Sagra. Data dianalisis dengan mengidentifikasi tuturan tokoh yang menunjukkan ketidaksantunan berbahasa dengan menerapakan prinsip kesantunan Leech. Hasil penelitian ini adalah (1) Ditemukan pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa tokoh dalam cerpen Harga Seorang Perempaun karya Oka Rusmini terlihat pada dua tokoh yaitu Ibu Pembesar dan Perempuan muda. (2) Analisis ketidaksantunan berbahasa dalan karya sastra dalam dijadikan materi autentik dalam pembelajaran sastra di sekolah karena peserta didik dapat melihat secara langsung bentuk tuturan yang santun dan yang tidak santun. Kata kunci: ketidaksantunan berbahasa, cerpen, pelanggaran maksim, pembentukkan karakter
NARRATIVE, MEANING, AND DISASTER AWARENESS: A DISCOURSE-PRAGMATIC ANALYSIS OF THE CUPU PANJALA TRADITION IN MEGATHRUST MITIGATION Rohmah, Anindi Nur; Wulandari, Yosi; Ekici, Gail
Journal of Pragmatics and Discourse Research Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/jpdr.v6i1.1632

Abstract

Communities living in megathrust-prone regions of Indonesia continue to face recurring seismic and hydrometeorological hazards, yet disaster communication often remains limited to technical or institutional channels. This gap leaves many rural populations dependent on cultural knowledge systems to interpret environmental uncertainty. The Cupu Panjala tradition in Padukuhan Mendak, Gunungkidul, represents one such indigenous mechanism, functioning as a ritualized narrative that encodes warnings, environmental memory, and moral regulation. This study aims to examine the Cupu Panjala tradition as a communicative system of local disaster awareness rather than a static myth or folklore. Using a qualitative approach grounded in discourse-pragmatic analysis, data were collected through oral narratives, ritual performances, and community interpretations associated with the Cupu Panjala ceremony. The analysis focuses on how narrative structures, symbolic references, and communicative intentions shape collective perceptions of natural hazards. Findings indicate that the symbolic messages within the Cupu Panjala tradition, such as references to red soil, elephants, or flowing water, serve as semiotic instruments that guide social behavior and environmental vigilance. These symbols are interpreted communally and transformed into collective awareness and preparedness actions, demonstrating that Cupu Panjala operates as a culture-based early warning system. The study concludes that the mythopoetic and pragmatic dimensions of Cupu Panjala actively reinforce social cohesion, ecological ethics, and psychological resilience. By framing disasters as communicative and moral events, the tradition contributes to community-based mitigation. Integrating such indigenous narrative systems into contemporary disaster communication can enhance culturally grounded preparedness and strengthen participatory risk management.
Tradisi Cupu Panjala sebagai Narasi Lisan Budaya Gunungkidul: Kajian Memori Kolektif dalam Perspektif Maurice Halbwachs Farisqi, Rif'an Rio; Wulandari, Yosi
SAWERIGADING Vol 31, No 2 (2025): Sawerigading, Edisi Desember 2025
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v31i2.1632

Abstract

This study aims to examine the Cupu Panjala tradition from the perspective of Maurice Halbwachs' collective memory, in order to understand how community social memory shapes collective awareness of disaster risk. This research used a qualitative approach with field study methods involving non-participant observation, in-depth interviews, and documentation of symbols that emerge during the cupu opening ritual in Mendak Hamlet, Girisekar, Gunungkidul. Data were analyzed through descriptive-interpretive analysis by interpreting the relationship between symbols, oral narratives, and the community's socio-cultural context. The results indicate that the Cupu Panjala tradition functions as a medium for transmitting cultural values, strengthening collective identity, and providing a disaster mitigation strategy based on local wisdom that is more readily accepted by the community than modern approaches. Thus, this tradition has the potential to be integrated into participatory, contextual, and sustainable disaster risk reduction strategies.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji tradisi Cupu Panjala dalam perspektif memori kolektif Maurice Halbwachs, guna memahami bagaimana ingatan sosial masyarakat membentuk kesadaran kolektif terhadap risiko bencana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi lapangan yang melibatkan observasi non-partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi simbol-simbol yang muncul dalam ritual pembukaan cupu di Dusun Mendak, Girisekar, Gunungkidul. Data dianalisis melalui analisis deskriptif-interpretatif dengan menafsirkan hubungan antara simbol, narasi lisan, dan konteks sosial budaya masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Cupu Panjala berfungsi sebagai media transmisi nilai budaya, penguatan identitas kolektif, sekaligus strategi mitigasi bencana berbasis kearifan lokal yang lebih mudah diterima masyarakat dibandingkan pendekatan modern. Dengan demikian, tradisi ini memiliki potensi untuk diintegrasikan dalam strategi pengurangan risiko bencana yang bersifat partisipatif, kontekstual, dan berkelanjutan. 
Penguatan Warisan Budaya Caturhajo melalui Transformasi Penulisan Naskah Ketoprak Desta Rizky Kusuma; Yosi Wulandari; Sadr Lufti Mufreni; Nur Isna Oktaviani Alkholili; Nuurul Mukhlisah
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI) Vol. 5 No. 3 (2025): Desember: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI)
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpkmi.v5i3.8877

Abstract

This study aims to strengthen local cultural heritage through the transformation of ketoprak scriptwriting in Caturharjo Village, Pandak Sub-district, Bantul Regency. The program was implemented as part of the 2025 Community Empowerment by Students (PMM) initiative of Ahmad Dahlan University using a qualitative method and field study approach. Preliminary observations revealed low literacy in ketoprak script development, limited innovation in performances, and insufficient utilization of digital technology for documentation and promotion of traditional arts. Based on these findings, a series of training activities were conducted, including ketoprak scriptwriting, performance capacity building, script digitalization, social media management, and audiovisual documentation workshops. The results indicate significant improvement in community capacity, evidenced by the successful development of a ketoprak script based on local historical narratives and increased understanding of digitalization and promotion by 34.8% and 34.1%, respectively. This program has positively influenced community participation in cultural preservation, provided digitally archived scripts, and enhanced cultural promotion strategies through technology. These efforts open opportunities for strengthening local cultural ecosystems and developing community-based creative economies in Caturharjo.
Co-Authors Agam Triambada, Muhammad Bagus Agsan, Hanna Zaky Agustina, Noor Qomaria Aida Azizah, Aida Alkholili, Isna Alvirra, Anisyahida Aulia Alya Rahayu Pratiwi Andi Casworo Ariesty Fujiastuti Asani, Yesi Azis, Muhammad Malik Bahar Pulung Anggaraputra Cici Laila Sukma Destriana Prastica Destriana, Arivianti Dini Eka Wijayanti Dita Eka Wardani Dwi Handayani Dwiadmojo, Ghis Nggar Ega Aulia Rahmi Ega Aulia Rahmi, Ega Aulia Ekici, Gail Emil Septia Esti Novia Febianti Evi Chamalah Fadhila, Hana Jihan Faridah, Nafisatul Farisqi, Ahmad Rif'an Rio Farisqi, Ahmad Rif`'an Rio Farisqi, Rif'an Rio Fauza, Ainin Nuzha Izzatin Fisari, Nika Fitri Merawati, Fitri Fitrianingsih, Anisa Desi Frida Nurhidayah Hafrison Hafrison Hakim, Arif Fadhil Hanifah, Meida Hanik, Khalifah Umi Hapsari, Oktafia Tri Hastuti, Khayya Meilina Eka Hermawan, Muhammad Alfian Hilma Mufidah I Kadek Purnawan Iis Suwartini Ilham Wahyu Wardani Indah Arohmawati Indah Sri Wahyuni Indra Jaya Iswantari, Sandika Junia, Natasya Rachma Kartika Sari, Ratna Dewi Kurniawan, M. Ardi Kusuma, Desta Rizky Lavhasa, Alfaris Cindy M. Ardi Kurniawan Maghribi, Iftitah Ulfiana Maharani, Eviana Mila Nurpiani Miladika, Nashuka Mohammad Argi Arifandi Muh Saeful Effendi Muh Saeful Effendi Muhammad Bagus Agam Triambada Muhammad Hanif Mujahidah, Safihuna Nabilah, Norma Neissaroh Al Mardhiah Nenden Wulan Septianning Tiyas Nika Fisari Nina Nurhasanah, Nina Noviyola, Dwi Sita Nur Isna Oktaviani Alkholili Nurhidayah, Frida Nuril Anwar Nurpiani, Mila Nurul Fitrah Amaliah Suharsono Nuurul Mukhlisah Oktafia Tri Hapsari Oktarina Puspita Wardani, Oktarina Puspita Oktavia, Candrika Nur Pradipta, Diksi Pujiharto Pujiharto Purnawan, I Kadek Purwahida, Rahmah Purwanto, Wachid Eko Purwanto, Wachid Eko Puryanti, Puryanti Ragil Pratiwi Ragil Pratiwi Rahmah, Annisa Fatati Rahmah, Fauziah Rahmawati, Zenita Ratna Dewi Kartika Sari Riyadin Nawang Sari Rohmah, Anindi Nur Rona Romadhianti Rona Romadhianti, Rona Roni Sulistiyono Roni Sulistiyono, Roni Rosalia, Sholeha Sadr Lufti Mufreni Said, Najwa Nimas Santi Sartika Saputra, Virma Tama Saputra, Yudha Wahyu Sarno R. Sudibyo, Sarno R. Sholeha Rosalia Siti Nur Fatimah Sri Ratna Saktimulya Sti M, Ratri Sulistyo, Kartikasari Putri Suntari, Yustia Syafira Intan Muhliana Tisofania, Bherlian Titiek Suyatmi Tiyas, Nenden Wulan Septianning Tsulusiyah Apriliyananingrum Untung Slamet Sugiyarto Usman, Herlina Wachid Eko Purwanto Wachid Eko Yosi Wardana, Reki Kusuma Wijayanti Ismail Winda Aulia Dianovha Wirawati, Denik Yanez, Maria Angelica Yeni Apriani Yeni Apriani Yusrina Ayu Linati Yusup Tanjung Nugroho