Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : METABASA

DRAMA “LELAKON RADEN BEI SURIO RETNO” KARYA F. WIGGERS DALAM PERSPEKTIF PENDEKATAN STRUKTURAL DAN PENDEKATAN SOSIOLOGIS Iis Lisnawati; Titin Setiartin Ruslan; Ai Siti Nurjamilah
Metabasa: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : METABASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.874 KB)

Abstract

AbstrakDrama merupakan salah satu bentuk karya sastra yang memiliki manfaat bagi pembaca atau penontonnya. Kebermanfaatan drama bagi pembaca atau penonton sangat bergantung pada keterpahaman mereka terhadap unsur-unsur drama. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan unsur drama (alur, tokoh, watak tokoh, penokohan, latar, tema, dan dialog) serta hubungan antarunsur drama berdasarkan pendekatan struktural dan mendeskripsikan hubungan dengan kehidupan masyarakat  berdasarkan pendekatan sosiologis sehingga bisa mendeskripsikan pula jenis dan kedudukan drama dalam periodisasi sastra Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik  analisis wacana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alur drama adalah alur maju. Tokoh yang terdapat  dalam drama meliputi tokoh protagonis, tokoh antagonis, tokoh tritagonis, dan tokoh pembantu dengan watak tokoh yang sangat variatif. Penokohan yang digunakan adalah cara analitik dan dramatik. Latar yang terdapat dalam drama adalah latar tempat dan latar waktu. Tema drama adalah bahwa “hidup harus selalu baik dan benar” yang disampaikan oleh pengarang secara implisit. Dialog dalam drama komunikatif sehingga dapat mengungkapkan unsur-unsur drama lain dengan jelas. Secara struktural, hubungan antarunsur drama sangat erat kaitannya. Tokoh menggerakkan alur;  latar mendukung tokoh dan karakternya; dialog mendeskripsikan alur, tokoh dan karakter tokoh, serta latar; alur, tokoh, karakter tokoh, latar, dan dialog mendukung tema sehingga unsur-unsur  drama membangun drama secara utuh. Secara sosiologis, drama menggambarkan kehidupan  masyarakat  Jawa pada  zaman  Belanda. Drama yang dinalisis termasuk drama tragedi yang merupakan kritik sosial terhadap kehidupan pada zamannya dan termasuk drama  realis  pada periode Masa Kelahiran atau Masa Penjadian (1900-1945).
Analisis Derivasi yang terdapat di Papan Pemberitahuan Taman Mini Indonesia Indah Siti Setiawati; Ai Siti Nurjamilah
Metabasa: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : METABASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses pembentukan derivasi pada papanpemberitahuan yang terdapat di Taman Mini Indonesia Indah. Jenis penelitian ini adalahpenelitian kualitatif dengan metode penelitian linguistik struktural dan pengambilan foto saatpenelitian. Sumber data penelitian ini adalah papan pemberitahuan dan pamflet. Berdasarkanhasil analisis ditemukan 2 jenis afiks dalam membuat derivasi yaitu afiks formator derivasionaldan afiks majemuk derivasional. Kata kunci: derivasi, kualitatif, pamflet, afiks.ABSTRACT The purpose of this study is to describe the process of forming derivations on the notice board located atTaman Mini Indonesia Indah. This type of research is a qualitative research with structural linguisticresearch methods and taking photographs during research. Sources data for this research are noticeboards and pamphlets. Based on the results of the analysis found 2 types of affixes in making derivations,namely derivational formator affixes and derivational compound affixes. Keyword: derivational, qualitative, pamphlet, affix.
PROBLEM BASED LEARNING DAPAT MENINGKATKAN PERCAYA DIRI MAHASISWA DALAM BERBICARA FORMAL Welly Nores Kartadireja; Yuni Ertinawati; Ai Siti Nurjamilah
Metabasa: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : METABASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan antara model pembelajaran berbasis masalah dengan metode diskusi dalam meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan berbicara formal mahasiswa tingkat 1 semester 1 jurusan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia FKIP UNSIL Tasikmalaya.  Metode penelitian yang digunakan adalah metode komparatif  dengan menggunakan desain penelitian, variabel bebas yaitu model pembelajaran berbasis masalah dan metode diskusi. Variabel terikat, kepercayaan diri dan kemampuan berbicara formal. Pembelajaran menggunakan model pembelajaran berbasis masalah adalah kelompok eksperimen dan pembelajaran menggunakan metode diskusi adalah kelompok kontrol. Data kepercayaan diri dikumpulkan dengan teknik pengamatan ketika berbicara formal sedangkan data kemampuan berbicara formal dikumpulkan dengan teknik tes kemampuan. Selanjutnya data tersebut dianalisis statsitik menggunakan uji beda dua rata-rata dengan teknik uji t independen samples test. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan: 1) terdapat perbedaan yang signifikan kepercayaan diri mahasiswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dan kelompok mahasiswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode diskusi dengan perolehan nilai t-hitung sebesar 2,539 dan nilai Sign. 0,013 0,05. Hal ini menunjukkan model pembelajaran berbasis masalah berpengaruh positif terhadap kepercayaan diri mahasiswa, 2) terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan berbicara formal antara kelompok mahasiswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis masalah dan kelompok mahasiswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode diskusi dengan perolehan nilai t-hitung sebesar 2,910 dan nilai Sign. 0,005 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah lebih berpengaruh positif terhadap kemampuan berbicara formal dibandingkan menggunakan metode diskusi. (Kata Kunci: Model Pembelajaran Berbasis Masalah, Kepercayaan Diri, Kemampuan Berbicara)Abstract. This research was aimed at knowing the comparison between problem-based learning and formal speaking ability of the first semester students of Indonesian Educatuin and Literature Program of the Faculty of Teacher Training and Education of Siliwangi University. The method of research was comparative method using the research design with two independent variables, i.e. problem based learning model and discussion method and two dependent variables, i.e. self confidence and formal speaking ability.  Problem-based learning was applied to experiment class, while discussion method was applied to controlled class. The data for self confidence were collected through observation technique during students’ formal speaking while the data for student’ formal speaking ability were collected through test. The next stage was statistic analysis of the data using two different test average with independent samples t-test engineering test. The result of analysis shows that: 1) there is a significant difference of self confidence between students who learned with problem based learning and those who learned with discussion method, with the t-score of 2.539 and Sign value 0.0130.05. This shows that problem based learning has a positive influence towards students’ self confidence, 2) there is a significant difference of formal speaking ability between group of students who leaned with problem-based learning and those who learned with discussion method, with the t-score of 2.910 and Sign value of 0.0050,05. This shows that problem based learning model has more positive influence towards formal speaking ability that discussion method. (Key words: problem-based learning method, self confidence, speaking ability)
PERAN TINDAK TUTUR DIREKTIF DALAM POSTER EDUKASI DI MASS RAPID TRANSIT (MRT) JAKARTA SEBAGAI PENCEGAHAN VIRUS CORONA PADA MASA PANDEMI Siti Setiawati; Ai Siti Nurjamilah
Metabasa: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : METABASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKJenis penelitian penulis yang digunakan kali ini yaitu penelitian metode deskriptif merupakan metode penelitian yang menganalisis suatu dokumen dan menjabarkan kembali dokumen yang diambil. Jenis penelitian deskriptif dilakukan terhadap informasi yang didokumenterkan melalui rekaman, gambar, suara, dan tulisan. Metode deskriptif tidak mempertimbangkan benar atau salahnya penggunaan bahasa oleh penutur-penuturnya. Adapun tujuan yang hendak peneliti capai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Mendeskripsikan bentuk-bentuk tindak tutur direktif dalam poster edukasi di Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta; Mendeskripsikan maksud tindak tutur direktif dalam poster edukasi di Mass RapidTransit (MRT) Jakarta yang dilakukan oleh pemerintah terhadap masyarakat; Menjelaskan efektifitas poster edukasi dalam menekan laju pertambahan kasus penyebaran Covid-19 terhadap masyarakat di Jakarta. Hasil penelitian ini ditemukan terdapat tiga bentuk tindak tutur direktif dalam poster edukasi yang ada di MRT yakni tipe memerintah, tipe melarang, dan tipe meminta. Adapun rincian datanya secara menyeluruh terdapat 8 bentuk tindak tutur direktif dengan 5 tipe memerintah, 2 tipe melarang, dan 1 tipe meminta. Hal ini berarti menunjukkan poster paling dominan adalah tindak tutur tipe memerintah yang menandakan secara tersirat bahwa penutur sangat intens dalam mengedukasi masyarakat dan mencegah tingkat penyebaran virus corona di wilayah JakartaKata kunci: covid19, MRT, tindak tutur, pandemi
Co-Authors Adilah Alawiyah Adinda Dewi Lestari Ai Cahyani Ajeng Raya Vidia Alba Nurul Islam Aldhanisa Nursafitri Alfina Fitriani Alif Rizki Kurohman Aliza Maula Amelia Nasywa Dwi Agusta Amelia Nurfitri Annisa Anisa Apriliani Anisa Lutfiah Khairunnisa Assyifa Rahman Assyifa Rahman Astria Ananda Auliya Siti Sundawiati Azmi Naufa Hawari Azmi Naufal Hawari Azzahra Nursamsyiah Danisa Najwa Luthfiyyah De San San Nurhayati Dede Rianty Defi Sri Wulandari Deri Ahmad Raihan Dian Khoerani Dias Sena Hidayat Dimas Hermawan Dwi Rinna Artiani Elfara Zahra Pramono Evi Fatmalasari Fany Haifa Alia Farsya Anisa Salsabila Febri Fauzan Wirasasmita Fikri Hakim Fiqri Abdul Muqit Firdaus, Dede Wahyu Fitri Nurrochmah Galih Ahmad Rivaldi Gina Amelia Gina Nindya Fitriani Hana Nurhasanah Hera Ramadani Hesti Nurlinda Hizkia Dwi Prayoga. M Ichsan Fauzi Rachman Ifah Afivah Iis Aisyah Ilham Syahrial Indah Jubaedah Indira Purana Indri Ika Andani Indriani Suharyan Inra Gunawan Intan Adriana Putri Ira Waridah Jelita Maulida Nurhamidah Khopipah Al Filani Kirani Putri Indresswari Lia Mutiara Lilis Nurlaela Lisa Herlina Lisa Herlina Marwatul Kamilah Marwatul Kamilah Medyanna Irmawan Meydita Hidayat Muhamad Alqodri Ali Herdiana Muhamad Bintang Arisandy Muhamad Fauzani Shofyan Muhamad Rizki Nur Amin Muhammad Hanif Hukama Nabila Nahla Sundusi Naisya Athira Zahran Nandang Kurnia Sandi Naura Inaya Zalfa Nazwa Nayla Muflihah Nela Yunita Neng Elis Handayani Neng Sri Wahyuni N.B Nira Aulia Nurohmah Nurohmah Nurul Azizah Pani Aulia Rukmana Putri Resi Ratnasari Rahma Amalia Resha Zakiyatussolihah Resti Nurbiadu Intani Reza Lestari Rifa Fauziah Salma Rifa Nurfaizah Rifky Afriazi Riska Fiolina Riska Hilma Destiana Risma Destriani Risya Mitha Canestry Rita Rismawati Rizka Apriliani Rossiani Aulianti Sabrina Fajriani Nuramali Septiya Putri Utami Sevti Putri Thavany Shafwan Raihan Farras Shinta Rosiana Shofi Al Zahra Shofiyah Shofiyah Shofiyatul Mukromiyah Silfa Milatul Istiqomah Sili Muldiyanti Silmi Aulia Nurul Qolbi Silvi Sri Hildayanti Siti Elinda Nur Pebriantini Siti Hanifah Kartini Agustina Siti Setiawati Syakira Fauziah Syifa Nurlatifah Tia Angelliani Tiara Vebriyanti Titin Setiartin Ruslan Ulfah Fauziah Vaneta Aulia Nursakha Via Anggita Wafa Arifa Fiqri Wafa Luthfiah Welly Nores K Welly Nores Kartadireja Welly Nores Kartadireja Widia Yuningsih Widyanti Kusuma Wita Adia Amelia Yasmin Tahani Inda Salam Yayu Sopa Ikmali Rijki Yayu Sopa Ikmali Rijki Yulia Awalliyah Yuni Ertinawati Zakkiyah Aini