Claim Missing Document
Check
Articles

Kemampuan Koneksi Matematis dan Kemandirian Belajar Siswa pada Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Lilyana Tri Muharomi; Ekasatya Aldila Afriansyah
Leibniz: Jurnal Matematika Vol. 2 No. 2 (2022): Leibniz: Jurnal Matematika
Publisher : Program Studi Matematika - Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/leibniz.v2i2.174

Abstract

Salah satu kompetensi matematis yang penting untuk dikuasai oleh siswa adalah kemampuan koneksi matematis. Salah satu faktor yang memengaruhi kemampuan koneksi matematis adalah kemandirian belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan koneksi matematis yang dimiliki oleh siswa dan kemandirian belajar dengan fokus materi pada Sistem Persamaan Linear Dua Variabel. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah 3 siswa kelas VIII SMP di Desa Cimareme. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian adalah purposive sampling. Metode pengumpulan data berupa tes soal kemampuan koneksi matematis, angket kemandirian belajar siswa, wawancara, dan dokumentasi. Seluruh data kemudian dianalisis melalui 3 tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Siswa dengan kemandirian belajar tinggi memiliki kemampuan koneksi matematis pada kategori tinggi dengan skor rata-rata 19 atau 95%; dan 2) Siswa dengan kemandirian belajar sedang memiliki kemampuan koneksi matematis pada kategori sedang dengan skor 11,5 atau 58%. Siswa dengan kategori kemandirian belajar tinggi sudah memenuhi semua indikator kemampuan koneksi matematis. Siswa dengan kategori kemandirian belajar sedang hanya memenuhi dua indikator kemampuan koneksi matematis, yaitu indikator koneksi antar topik matematika dan indikator koneksi matematika dengan kehidupan sehari-hari. Implikasi dari penelitian ini adalah diharapkan guru mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap soal-soal SPLDV yang berkaitan dengan disiplin ilmu lain dan diharapkan guru dapat menggunakan pendekatan yang mampu meningkatkan kemandirian belajar siswa.
Miskonsepsi Siswa SMP pada Materi Bangun Datar Segiempat Rahayu, Nisa Sri; Afriansyah, Ekasatya Aldila
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 1 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v1i1.859

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil penelitian terdahulu yang menunjukan adanya miskonsepsi yang dialami siswa dalam menyelesaikan soal bangun datar segiempat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bentuk miskonsepsi yang dialami siswa SMP dalam menyelesaikan soal bangun datar segiempat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian dilaksanakan di MTs Negeri 2 Garut yang diikuti oleh siswa kelas VII-E tahun ajaran 2019/2020 sebanyak 31 siswa. Pengambilan sumber data dilakukan secara puposive sampling yang terdiri dari tiga orang siswa, masing-masing siswa berkemampuan tinggi, sedang dan rendah. Instrumen dalam penelitian ini berupa tes dalam bentuk uraian dan option (benar-salah) beserta alasannya. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat tiga jenis miskonsepsi yang dialami siswa, yaitu miskonsepsi klasifiksaional, miskonsepsi teoritikal dan miskonsepsi korelasional. This research is motivated by the results of previous studies which show that there are misconceptions experienced by students in solving quadrilateral problems. The purpose of this study was to analyze the form of misconceptions experienced by junior high school students in solving two-dimentional figure problems of square. This research is qualitative. The research was conducted at MTs Negeri 2 Garut which was attended by 31 students of class VII-E in the 2019/2020 school year. Retrieval of data sources was carried out by purposive sampling consisting of three students, each student with high, medium, and low abilities. The instrument in this study was a test in the form of a description and options (true-false) along with the reasons. The results showed that there were three types of misconceptions experienced by students, namely classify cultural misconceptions, theoretical misconceptions, and correlational misconceptions.
Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMP pada Topik Penyajian Data di Pondok Pesantren Purnamasari, Ai; Afriansyah, Ekasatya Aldila
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 1 No. 2 (2021): Juli
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v1i2.896

Abstract

Siswa tidak mempunyai keberanian untuk bertanya ketika menemukan masalah yang sulit, karna itu kemampuan komunikasi matematis siswa sangat penting untuk dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh keterangan lebih lanjut tentang kemampuan komunikasi matematis siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Subjek penelititan ini adalah 4 siswa kelas VII di Pondok Pesantren At-Taufik Ciucing. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, wawancara, dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan kondisi akhir dari kemampuan komunikasi matematis siswa, yaitu: indikator pertama sebesar 81,25% artinya sebagian kecil siswa tidak dapat merepresentasikan permasalahan yang dihadapi; indikator kedua sebesar 62,75% artinya sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam hal menjelaskan ide permasalahan secara lisan ataupun tulisan; indikator ketiga sebesar 93,75% artinya hampir semua siswa dapat melukiskan permasalahan pada suatu gambar/diagram; dan indikator keempat sebesar 62,5% artinya sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam hal ini. Students do not dare to ask questions when they find difficult problems, therefore students' mathematical communication skills are very important to have. This study aims to obtain further information about students' mathematical communication skills. The research method used is qualitative research. The subjects of this research were 4 students of class VII at Pondok Pesantren At-Taufik Ciucing. Data collection techniques used are tests, interviews, and observation. Data analysis techniques used are data reduction, data presentation, and concluding. The results of this study indicate the final conditions of students' mathematical communication skills, namely: the first indicator is 81.25%, meaning that a small number of students cannot represent the problems they face; the second indicator of 62.75% means that most students have difficulty in explaining problem ideas orally or in writing; the third indicator of 93.75% means that almost all students can describe the problem on a picture/diagram; the fourth indicator of 62.5% means that most students have difficulty in this matter.
Peran Orang Tua terhadap Hasil Belajar Siswa di Masa Pandemi Covid-19 dalam Pembelajaran Matematika Berbasis Online Fadilah, Dila Nurhayati; Afriansyah, Ekasatya Aldila
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 1 No. 3 (2021): November
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v1i3.943

Abstract

Salah satu masalah yang dihadapi anak di sekolah selama belajar di rumah adalah mengenai pembelajaran matematika yang dilaksanakan secara online. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran dan pengaruh dari peran orang tua terhadap hasil belajar pada pembelajaran online di masa pandemi Covid-19. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMP/MTs, orang tua, siswa, dan guru matematika, untuk subjek penelitiannya sebanyak 5 orang siswa, 5 orang tua siswa, dan 1 guru matematika. Jika dilihat dari setiap perannya, orang tua S-1 tidak memenuhi 1 sub indikator maka skor peran orang tua sebagai guru didapat 80%, orang tua S-2 dan S-3 mendapat skor maksimal yaitu 100%, orang tua S-4 tidak memenuhi 2 sub indikator sehingga skornya 60%, orang tua S-5 mendapat skor terendah yaitu 20%, karena hanya memenuhi 1 sub indikator. Peran orang tua sebagai motivator orang tua S-1, S-3, dan S-4 mendapat skor maksimal karena sudah memenuhi seluruh sub indikator, orang tua S-2 dan S-5 mendapat skor yang sama yaitu 70%, karena kurang memenuhi sub indikator. Peran orang tua sebagai fasilitator dan pengarah/director, semua orang tua mendapat skor 100% karena seluruh indikator dipenuhi seluruh orang tua. Karena itu, peran orang tua berpengaruh terhadap hasil belajar. One of the problems faced by children at school while studying at home is about learning mathematics which is carried out online. The purpose of this study was to determine the role and influence of the role of parents on learning outcomes in online learning during the Covid-19 pandemic. The population in this study were SMP/MTs students, parents, students, and mathematics teachers. The research subjects were 5 students, 5 students' parents, and 1 mathematics teacher. When viewed from each role, S-1 parents do not meet 1 sub-indicator, the score for the role of parents as teachers is 80%, S-2 and S-3 parents get a maximum score of 100%, S-4 parents do not meet 2 sub-indicators so that the score is 60%, S-5 parents get the lowest score of 20% because they only meet 1 sub-indicator. The role of parents as motivators for S-1, S-3, and S-4 parents got the maximum score because they had fulfilled all the sub-indicators, S-2 and S-5 parents got the same score of 70%, because they did not meet the sub-indicators. indicator. The role of parents as facilitators and directors, all parents scored 100% because all indicators were met by all parents. Therefore, the role of parents affects learning outcomes.
Pembelajaran Matematika Berbasis Aplikasi Google Classroom pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar Dewi, Risky Pitria; Afriansyah, Ekasatya Aldila
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v2i1.1084

Abstract

Pembelajaran daring menggunakan aplikasi Google Classroom tidak berpengaruh terhadap hasil nilai siswa pada pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis pembelajaran matematika berbasis keberanian menggunakan aplikasi Google Classroom pada materi Bangun Ruang Sisi Datar di SMPN 1 Bungbulang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode penelitian yang digunakan, yaitu metode analisis deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas VIII di SMPN 1 Bungbulang tahun ajaran 2020/2021 yang berada di Desa Tegallega, Kecamatan Bungbulang Kabupaten Garut yang menemukan satu orang guru dan 5 orang siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, angket terbuka, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran yang berani menggunakan aplikasi Google Classroom siswa SMP kelas VIII efektif diterapkan, ditunjukkan dengan nilai harian siswa mencapai KKM yang ditetapkan oleh sekolah dengan perolehan rata-rata nilai siswa 67,7 berada pada kategori cukup baik. Online learning using the Google Classroom application has no effect on student grades in learning mathematics. This study aims to determine the analysis of courage-based mathematics learning using the Google Classroom application on the material for Quadrilateral at SMPN 1 Bungbulang. The type of research used in this research is qualitative research. The research method used is the descriptive analysis method. The subjects in this study were teachers and students of class VIII at SMPN 1 Bungbulang for the academic year 2020/2021 located in Tegallega Village, Bungbulang District, Garut Regency who found one teacher and 5 students. Data collection techniques used are interviews, open questionnaires, and documentation. Data analysis techniques in this study, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study showed that learning that dared to use the Google Classroom application for SMP class VIII students were effectively implemented, as indicated by the daily scores of students reaching the KKM set by the school with an average student score of 67.7 in the fairly good category.
Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis dan Belief Siswa pada Materi Persamaan dan Pertidaksamaan Linear Sari, Rini Fauziah; Afriansyah, Ekasatya Aldila
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 2 (2022): Juli
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v2i2.1104

Abstract

Beberapa penelitian menyatakan bahwa siswa SMP, SMA, maupun SMK memiliki kemampuan berpikir kreatif matematis yang rendah. Bagaimana matematika yang diajarkan di kelas, sedikit demi sedikit mempengaruhi kepercayaan siswa terhadap matematika sehingga belief siswa terhadap matematika dipengaruhi situasi pembelajaran di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir kreatif matematis dan belief siswa pada materi persamaan dan pertidaksamaan linear. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode analisis deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII yang berada di Desa Wanakerta berjumlah 7 orang siswa. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes kemampuan berpikir kreatif matematis, angket belief, wawancara, dan catatan lapangan. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan berpikir kreatif siswa termasuk kategori sedang dengan persentase sebesar 58% dan belief siswa termasuk kategori baik dengan persentase sebesar 76%. Several studies state that junior high, high school, and vocational high school students have low mathematical creative thinking skills. How mathematics is taught in class, little by little affects students' belief in mathematics so that students' belief in mathematics is influenced by learning situations in class. This study aims to determine students’ mathematical creative thinking skills and beliefs in the material of linear equations and inequalities. The type of research used in this research is qualitative research. The research. The research method used is the descriptive analysis method The subjects in this study were grade VIII students who were in Wanakerta Village, which numbered 7 students. The sampling technique in this study is a purposive sampling technique. The data collection technique used is a mathematical creative thinking skills test, belief questionnaire, interviews, and field notes. The data analysis techniques in this study are data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The result showed that students’ creative thinking skills were in the medium category with a percentage of 58% and students’ beliefs were in the good category with a percentage of 76%.
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Melalui Proses Planning, Execution, Dan Revision Ditinjau dari Kemampuan Awal Matematis Siswa Rahmawati, Devi; Afriansyah, Ekasatya Aldila
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v3i2.1336

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah merupakan kemampuan yang harus dimiliki siswa, namun fakta dilapangan menunjukan kemampuan pemecahan masalah masih cukup rendah, khususnya dalam memecahkan masalah pada soal-soal tidak rutin. Perbedaan kemampuan awal siswa sangat berpengaruh terhadap tingkat kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana kemampuan pemecahan masalah melalui proses planning, execution, dan revision siswa dengan kemampuan awal tinggi, sedang, dan rendah pada materi system persamaan linear dua variabel. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian yaitu siswa kelas VIII-B SMPN 6 Garut yang berjumlah 6 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes kemampuan awal, tes kemampuan pemecahan masalah, wawancara, dan catatan lapangan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukan bahwa siswa dengan kemampuan awal tinggi mampu dalam memecahkan masalah matematis pada proses planning, execution, dan revision. Siswa dengan kemampuan awal sedang mampu dalam memecahkan masalah matematis pada proses planning dan execution. Siswa dengan kemampuan awal rendah mampu dalam memecahkan masalah pada proses planning, namun tidak mampu dalam memecahkan masalah pada proses execution dan revision. Problem-solving ability is an ability that students must have, but the facts in the field show that problem-solving ability is still relatively low, especially in solving problems on non-routine questions. Differences in students' initial abilities greatly affect the level of students' mathematical problem-solving ability. The purpose of this study was to find out how problem-solving abilities go through the process of planning, execution, and revision of students with high, medium, and low initial abilities in the matter of a system of two-variable linear equations. The method used in this research is descriptive qualitative. The research subjects were class VIII-B students of SMPN 6 Garut, comprising 6 students. The instruments used in this study were initial ability tests, problem-solving ability tests, interviews, and field notes. Data analysis used in this research is data reduction, data presentation, and data verification. The study results show that students with high initial abilities can solve mathematical problems in the planning, execution, and revision processes. Students with moderate initial abilities can solve mathematical problems in the planning and execution processes. Students with low initial ability can solve problems in the planning process but are unable to solve problems in the execution and revision processes.
Mathematical Reasoning Skills Review of Student Self-Regulated Learning in Number Pattern Maulandani, Siva; Afriansyah, Ekasatya Aldila
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v4i1.1685

Abstract

Kemampuan penalaran matematis merupakan aspek penting yang perlu dikuasai dan dikembangkan oleh siswa dalam pembelajaran matematika. Salah satu faktor yang dapat menunjang kemampuan penalaran matematis adalah kemandirian belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, dan menganalisis bagaimana tingkat kemampuan penalaran matematis ditinjau dari kemandirian belajar siswa pada materi pola bilangan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah tes, wawancara, dan observasi. Subjek dari penelitian ini adalah tiga siswa SMP kelas VIII di kampung Tabrik Desa Lingamukti Kecamatan Sucinaraja Kabupaten Garut pada materi pola bilangan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa siswa dengan kemandirian belajar tinggi memiliki kemampuan penalaran matematis tinggi, sedangkan siswa dengan kemandirian belajar sedang memiliki kemampuan penalaran matematis sedang, dan siswa yang memiliki kemandirian belajar rendah memiliki kemampuan penalaran rendah juga. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat keterkaitan antara kemandirian belajar dan kemampuan penalaran matematis. The development of mathematical reasoning ability is essential for students as they progress in mathematics. Fostering self-regulated learning is a key factor in enhancing this ability. This study seeks to assess and analyze the impact of students' self-regulated learning on their mathematical reasoning ability in the context of number pattern material. Employing qualitative research methods, the study utilized tests, interviews, and observations for data collection. Focusing on three eighth-grade students from Tabrik Village, Lingamukti Village, Sucinaraja District, and Garut Regency, the study examined their engagement with number pattern material. According to the study's findings, pupils who exhibit high self-regulated learning also demonstrate high levels of mathematical reasoning, while those who exhibit moderate self-regulated learning also demonstrate moderate levels of mathematical reasoning, and those who exhibit low self-regulated learning also demonstrate low levels of reasoning. Thus, it can be said that developing one's independence and mathematical thinking skills are related.
Literature review: Implementation of realistic mathematics education on mathematical representation skills Lestari, Liya; Maryati, Iyam; Sundayana, Rostina; Afriansyah, Ekasatya Aldila
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No 1 (2022): Januari - April 2022
Publisher : Universitas PGRI Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v8i1.1753

Abstract

Riset ini didasarkan atas kemampuan representasi siswa yang masih lemah sebab proses belajar mengajar tidak secara maksimal mengikutsertakan siswa untuk mengotak-atik benda di lingkungan sekitar sebagai proses awal untuk menguasai konsep matematika. Adapun tujuan riset ini adalah melakukan kajian literatur terkait dengan implementasi RME terhadap kemampuan representasi matematis siswa menggunakan metode yang SLR (Systematic Literature Review), yang didasarkan pada penelitian terdahulu yang relevan mengenai RME dan kemampuan representasi matematis. Dari pencarian menggunakan kata kunci, ditemukan sebanyak 28 artikel terkait. Kemudian, artikel-artikel tersebut dipilih 12 artikel jurnal yang memiliki topik penelitian relevan yang ter-indeks Google Scholar, Sinta 2, Sinta 3, dan Sinta 5. Artikel-artikel yang diperoleh, merupakan hasil dari pencarian data di base Google Scholar dan Mendeley. Hasil riset mengungkapkan bahwa analisis implementasi RME pada kemampuan representasi matematis efektif digunakan.
The relationship between students' self-efficacy and mathematical problem-solving abilities Mudzakin, Fikri; Sundayana, Rostina; Sumartini, Tina Sri; Afriansyah, Ekasatya Aldila
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No 2 (2022): Mei - Agustus 2022
Publisher : Universitas PGRI Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v8i2.1845

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara self-efficacy matematis dengan kemampuan pemecahan masalah matematis. Penelitian ini menggunakan metode survei yang dikombinasikan dengan teknik analisis korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMP Negeri. Sampel penelitian menggunakan teknik purposeful random sampling pada siswa kelas VIII SMP Kelas A. Pengumpulan data menggunakan metode survei kuesioner, dan analisis kuantitatif data dilakukan dengan menggunakan rumus korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan adanya kaitan antara self-efficacy matematis siswa dengan kemampuan pemecahan masalah matematis.
Co-Authors Ade Mirza Ahmad Zaki Ai Purnamasari Aini, Gita Fitri Anggun Budi Lestari Arnisya, Melinda Fahriani Asep Hidayat Asyari, Lutfi Basuki Basuki Cici Nurulhaq Damayanti, Desi Damayanti, Risda Dea Damianti Deddy Sofyan Deddy Sofyan, Deddy Dedi Dedi Denil Ahmad Firdaus Devi Rahmawati Devi Rahmawati, Devi Dewi, Risky Pitria Dian Mardiani Dian Mardiani, Dian Diar Veni Rahayu Dila Nurhayati Fadilah Dina Nailul Muna Dini Syarifatus Sadiah Efwan, Neng Syntadewi Eneng Diana Putri Latipah Erik Rinaldi Fadilah, Dila Nurhayati Fahmi Abdul Rozi Fajar Arwadi Faturohman, Ikhsan Fera, Fera Fikri Fikri Fudhail, Ahmad Ghina Nadhifah Hadiansyah, Nirwan Halini Halini - Hamid Hamid Hasanudin Hasanudin HASNAWI HARIS, HASNAWI Herikeu Meidia Sari Ikhsan Faturohman Ikhsan, Diar Muhammad Imas Layung Purnama Irena Puji Luritawaty IYAM MARYATI Jarnawi Afgani Dahlan Jarnawi Afgani Dahlan Jejen Jejen, Jejen Kartina, Tina Kiki Nuraeni Latifah, Yusi Lesmana, Andi Lestari, Liya Lilyana Tri Muharomi Linda Linda Liya Lestari M, Liliek Teja Masfufah, Risma Maulandani, Siva Maulany, Daffa Qania Mudzakin, Fikri Muharomi, Lilyana Tri Mulyadi, Redi Muna, Dina Nailul Muna, Dina Nailul Muqopi, Sani Sugih Al Nadhifah, Ghina Nadhifah, Ghina Nisa Sri Rahayu Nita Puspitasasri Nita Puspitasasri Noni Siti Ridia Noordina, Mega Achdisty Nurkamilah, Puji Nurpadillah, Alya Parida Nurfadilah Pasaribu, Revi Lestari Puji Nurkamilah Purnamasari, Ai Puspitasari, Nitta Qolbi, Anisa Nur Rahayu, Diar Veni Rahayu, Diar Veni Rahayu, Nisa Sri Ratu Ilma Indra Putri Reni Nuraeni Reni Nuraeni, Reni Ridia, Noni Siti Rini Fauziah Sari Rini Pitriani Rini Pitriani, Rini Riska Asmara Risky Pitria Dewi Risma Masfufah Rostina Sunday Rostina Sundayana Rypan Supriatna Saepuloh, Ade Rohimat Sama Al-Qonuni Sari, Herikeu Meidia Sari, Rini Fauziah Shinta Sangalia Sukmana Dewi Silfi Zainatu Sholihah Silfi Zainatu Sholihah, Silfi Zainatu Sopian, Yopi Ahmad Sukanto Sukandar Madio Sumia, Sumia Sumiarelati, Sumia Tatang Herman Tatang Herman, Tatang Teli Latifah Teni Sritresna Tiagita Tristiyanti Tina Sri Sumartini, Tina Sri Turmudi Turmudi Turmudi Ulfah Syifa Alamiah Ulfah Syifa Alamiah, Ulfah Syifa Usman Fauzan Alan Usman Fauzan Alan, Usman Fauzan Windi Hadianti Tarlina Yadav, Dharmendra Kumar Yeni Nuraeni Yeni Nuraeni, Yeni Yeni Talia Yoga Pamungkas Yopi Ahmad Sopian Yullia Ningtyas Disparrilla Zakkina Gais Zakkina Gais, Zakkina Zubaidah R Zubaidah R, Zubaidah