Claim Missing Document
Check
Articles

The influence of digital literacy on students' independent learning mathematics Mulyadi, Redi; Afriansyah, Ekasatya Aldila
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No 2 (2022): Mei - Agustus 2022
Publisher : Universitas PGRI Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v8i2.1898

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meninjau pengaruh literasi digital terhadap kemandirian belajar matematika siswa. Literasi digital didefinisikan sebagai kemampuan untuk menggunakan teknologi digital dengan efektif dan efisien untuk menemukan, mengevaluasi dan mengkomunikasikan informasi. Kemandirian belajar matematika adalah kemampuan siswa untuk belajar secara mandiri dan mengelola proses pembelajaran mereka sendiri. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 1 Rancabango Garut yang berjumlah 80 siswa, kemudian diambil sampel sebanyak 30 siswa dengan teknik Simple Random Sampling. Melalui metode kuantitatif, penelitian ini menemukan bahwa literasi digital memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap kemandirian belajar matematika siswa. Siswa yang memiliki tingkat literasi digital yang tinggi lebih cenderung untuk memiliki kemandirian belajar matematika yang baik, karena mereka dapat menggunakan teknologi digital untuk mencari informasi, mengevaluasi dan memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang materi matematika.
Literature review: The effectiveness of using a realistics mathematic education approach on students' mathematics connection abilities Latifah, Yusi; Maryati, Iyam; Sundayana, Rostina; Afriansyah, Ekasatya Aldila
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No 3 (2022): September - Desember 2022
Publisher : Universitas PGRI Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v8i3.1957

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan koneksi matematis siswa yang masih rendah karena siswa belum memahami konsep matematika dan hubungannya dalam kehidupan sehari-hari dan keterkaitannya dengan bidang lain. Penelitian ini bertujuan unruk mengidentifikasi efektivitas pendekatan realistics mathematic education (RME) terhadap kemampuan koneksi matematis siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah SLR (Systematic Literature Review), yang didasarkan pada penelitian terdahulu yang relevan mengenai RME dan kemampuan koneksi matematis siswa. Dari pencarian menggunakan kata kunci, ditemukan sebanyak 21 artikel terkait. Kemudian, artikel-artikel tersebut dipilih 7 artikel jurnal yang memiliki topik penelitian relvan. Artikel-artikel yang diperoleh, merupakan hasil dari pencarian data di base Google Scholar dan Mendeley. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa analisis keefektifan pendekatan realistics mathematic education (RME) terhadap kemampuan koneksi matematis sangat efektif digunakan.
Perbandingan Kemampuan Representasi Matematis Siswa antara Contextual Teaching and Learning dan Problem Based Learning Damayanti, Risda; Afriansyah, Ekasatya Aldila
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.393 KB) | DOI: 10.25273/jipm.v7i1.3078

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi oleh fakta bahwa representasi matematis merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh setiap siswa, serta representasi merupakan salah satu komponen penting dan fundamental untuk mengembangkan kemampuan matemats siswa secara umum. Untuk meningkatkan seluruh kemampuan matematis siswa yaitu melalui aktifitas pembelajaran yang hendaknya berpusat pada siswa. Sesuai dengan masalah yang dikemukakan, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan dan peningkatan kemampuan representasi matematis siswa terhadap model pembelajaran CTL dan PBL. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan pengambilan sampel purposive sampling. Sampel penelitian dipilih dua kelas dari kelas XI MIPA SMAN 17 Garut tahun ajaran 2017/2018. Kelas eksperimen I yaitu kelas XI MIPA 1 yang mendapatkan model pembelajaran CTL sebanyak 20 siswa, dan kelas eksperimen II yaitu kelas XI MIPA 3 yang mendapatkan model pembelajaran PBL sebanyak 20 siswa. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kemampuan representasi matematis siswa dengan menggunakan model pembelajaran CTL lebih baik dibandingkan dengan siswa yang mendapatkan model pembelajaran PBL. Sementara itu, untuk peningkatan kemampuan representasi matematis siswa yang mendapatkan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning berinterpretasi tinggi dan Problem Based Learning berinterpretasi sedang. Serta secara umum sikap siswa terhadap pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dan Problem Based Learning masing-masing berinterpretasi baik.
KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMP PADA MATERI HIMPUNAN Ikhsan, Diar Muhammad; Afriansyah, Ekasatya Aldila
Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME) Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jarme.v5i2.8091

Abstract

Kemampuan komunikasi matematis merupakan aspek penting. Namun, beberapa penelitian menunjukkan komunikasi matematis siswa masih rendah, siswa belum mampu mengkomunikasikan ide matematisnya secara lisan maupun tulisan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kemampuan komunikasi matematis siswa SMP di Kelurahan Sukagalih pada materi himpunan. Jenis penelitian ini berupa kualitatif deskriptif dengan subjek tiga siswa kelas VII di Kelurahan Sukagalih. Teknik pengumpulan data berupa tes, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data diantaranya reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan komunikasi matematis siswa ada pada kategori sedang dengan rata-rata skor 43,75%. Skor pada indikator menghubungkan situasi, diagram, atau benda nyata kedalam ide matematik sebesar 50%.  Skor pada indikator menjelaskan ide, situasi, dan relasi matematik secara tertulis menggunakan benda nyata, grafik, atau ekspresi aljabar sebesar 33,3%. Skor pada indikator menyatakan peristiwa sehari-hari kedalam bahasa atau simbol matematik sebesar 66,6%. Skor pada indikator menyusun konjektur, argumen, merumuskan definisi dan generalisasi sebesar 25%.Mathematical communication skills are an important aspect. However, some studies show that students mathematical communication is still low, students have not been able to communication their mathematical ideas orally or in writing. The purpose of this study is to determine the mathematical communication skills of junior high school students in Sukagalih Village on sets material. This type of research is in the form of descriptive qualitative with the subject of three students’ class VII in Sukagalih Village. Data collection techniques include tests, interviews, and documentation. Data analysis techniques include are reduction, presentation, and drawing conclusions. The result showed that students mathematical communication skills were in the moderate category with an average score of 43,75%. The scores on indicator links situation, chart, or real objects to mathematical ideas by 50%. The scores on indicator describe mathematical ideas, situations, and relationships in writing using real objects, graphs, or algebraic expressions by 33,3%. The score on indicators expresses everyday even into mathematical lenguanges or symbols by 66,6%. The score on indicators composes conjectures, arguments, formulates definitions and generalizations by 25%.
CAPACITY FOR MATHEMATICAL LITERACY REVIEWING THE LEARNING STYLE Qolbi, Anisa Nur; Afriansyah, Ekasatya Aldila
Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME) Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jarme.v6i1.9385

Abstract

The ability to read and write mathematically is crucial for all students because it allows one to comprehend the importance of mathematics in daily life. Since Indonesian students still have very poor levels of mathematics literacy, the educational process needs to be improved. In order to facilitate the learning process and attain mathematical literacy, students must be aware of their preferred learning style. The purpose of this study is to ascertain the relationship between learning methods and mathematical literacy competence. Qualitative research is the approach used in this study. Purposive sampling was utilized to choose the research subjects for this study, and two junior high school students were chosen for each of the three learning styles—visual, auditory, and kinesthetic—based on the findings of their assessments.
Dominant Visual Learning Styles Among Students: Implications for Differentiated Learning Kartina, Tina; Afriansyah, Ekasatya Aldila
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2024): July
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v4i2.2093

Abstract

Dalam pembelajaran berdiferensiasi, gaya belajar siswa harus diperhatikan agar guru dapat menentukan strategi pembelajaran yang tepat untuk memenuhi semua kebutuhan belajar siswa, Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan melakukan pengecekkan terhadap gaya belajar siswa. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. disimpulkan bahwa gaya belajar siswa kelas VII SMP Negeri 3 Banyuresmi didominasi oleh gaya belajar visual. Hasil pengumpulan angket, wawancara, dan observasi dilakukan sebagai cara untuk melakukan pengecekan (klarifikasi) atas hasil tes gaya belajar yang dilakukan pada laman akupintar. Ternyata ketiga siswa yang diambil sebagai objek penelitian menunjukkan hasil dominan gaya belajar visual, padahal menurut hasil tes pada laman akupintar siswa tersebut memiliki gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik. Tes gaya belajar ini perlu dilakukan agar guru dapat mempersiapkan strategi pembelajaran berdiferensiasi yang tepat untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa sesuai dengan gaya belajar yang berbeda-beda. In differentiated learning, students' learning styles must be taken into account so that teachers can determine appropriate strategies to meet all students' learning needs. This research aims to describe and analyze students' learning styles. The method used is a qualitative descriptive approach. The findings indicate that the learning styles of Class VII students at SMP Negeri 3 Banyuresmi are predominantly visual. Questionnaires, interviews, and observations were conducted to cross-check and clarify the results of the learning style tests administered on the Akupintar platform. The analysis revealed that the three students selected as research subjects exhibited dominant visual learning styles, even though the test results on the Akupintar platform indicated that these students possessed a combination of visual, auditory, and kinesthetic learning styles. Conducting learning style assessments is essential for enabling teachers to design suitable differentiated learning strategies that address the diverse learning needs of students.
Assessing Problem-Solving Proficiency in Mathematics: Insights from Seventh-Grade Students Yeni Talia; Afriansyah, Ekasatya Aldila; Sumartini, Tina Sri
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2024): July
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v4i2.2206

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematis adalah kemampuan dalam melakukan prosedur matematika untuk memecahkan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMP kelas VII pada materi persamaan linear satu variabel. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif jenis deskriptif dengan subjek penelitian tiga orang siswa kelas VII yang memiliki kemampuan matematika tinggi, sedang, dan rendah. Instrumen yang digunakan adalah soal tes tulis, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan matematika tinggi bisa memenuhi 3-4 indikator, siswa dengan kemampuan matematika sedang dapat memenuhi 2-3 indikator, dan siswa dengan kemampuan matematika rendah hanya bisa memenuhi 1-2 indikator saja. Mathematical problem-solving ability refers to the capacity to perform mathematical procedures to solve problems. This study aims to analyze the mathematical problem-solving abilities of seventh-grade junior high school students on the topic of linear equations with one variable. This research is a qualitative descriptive study involving three seventh-grade students with high, medium, and low mathematical abilities as the subjects. The instruments used in the study included written test questions, interviews, and observations. The results indicated that students with high mathematical abilities were able to meet 3–4 indicators, students with medium mathematical abilities met 2–3 indicators, and students with low mathematical abilities met only 1–2 indicators.
Unlocking Students’ Creative Thinking in Mathematics: A Study on Three-Dimensional Shapes Arnisya, Melinda Fahriani; Afriansyah, Ekasatya Aldila
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 3 (2024): November
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v4i3.2204

Abstract

Kemampuan berpikir kreatif perlu dimiliki oleh siswa dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuab berpikir kreatif siswa SMP pada materi Bangun Ruang Sisi Datar Kubus dan Balok. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penentuan subjek penelitian dilakukan secara Purposive Sampling dengan memilih 3 orang siswa kelas VIII. Data diperoleh dengan cara melakukan tes tertulis, wawancara, dan observasi. Setiap data atau informasi yang diperoleh dianalisis dalam bentuk deskriptif. Kemampuan berpikir kreatif yang dimiliki siswa dianalisis berdasarkan indikator-indikator kemampuan berpikir kreatif. Hasil penelitian ini adalah keempat indikator kemampuan berpikir kreatif siswa perlu ditingkatkan karena belum optimal. Faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan berpikir kreatif yaitu proses pembelajaran, pemahaman siswa, serta pemberian latihan soal. Creative thinking skills are essential for students in learning mathematics. This study aims to analyze the creative thinking abilities of junior high school students in the topic of Three-Dimensional Shapes, specifically cubes and rectangular prisms. The research method used is qualitative descriptive. The selection of research subjects was conducted using purposive sampling, involving three eighth-grade students. Data were collected through written tests, interviews, and observations. All obtained data or information were analyzed descriptively. Students' creative thinking skills were analyzed based on specific indicators of creative thinking ability. The results of this study show that all four indicators of students' creative thinking skills need improvement, as they are not yet optimal. Factors influencing creative thinking skills include the learning process, students' comprehension, and the provision of practice problems.
Assessing Mathematical Understanding in Fourth-Grade Students: A Focus on Multiplication and Division Skills Saepuloh, Ade Rohimat; Luritawaty, Irena Puji; Afriansyah, Ekasatya Aldila
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 3 (2024): November
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v4i3.2210

Abstract

Pemahaman matematika siswa di sekolah dasar tergolong masih sangat rendah, hal ini mendorong peneliti untuk mengkaji hal-hal yang menjadi penyebabnya. Faktor penting yang harus dikaji adalah kemampuan guru dalam mengajarkan matematika di sekolah dasar, karena guru lah yang bertanggungjawab terhadap sampainya pemahaman matematika siswa di sekolah. Sebelum mengkaji lebih jauh terkait peran penting guru di sekolah maka pada penelitian ini, peneliti ingin mengkaji terlebih dahulu terkait pemahaman matematika itu sendiri, sehingga analisis lebih lanjut berkenaan dengan peran guru di sekolah akan lebih komprehansif. Penelitian ini dilaksanakan di salah satu sekolah dasar di kecamatan leuwigoong dengan menjadikan siswa kelas IV sebagai subjek penelitian. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan penyebaran angket, tes terlulis, wawancara, dan observasi terhadap para siswa sebagai teknik pengumpulan data penelitiannya. Dari hasil pengolahan data selama penelitian diperoleh kesimpulan bahwa siswa dengan kemampuan awal tinggi, dapat memenuhi seluruh indikator kemampuan pemahaman matematiks, sedangkan siswa dengan kemampuan awal sedang dan rendah masing-masing dapat memenuhi dua indikator pemahaman matematika. Hal ini menunjukan bahwa diperlukan peran serius seorang pendidik untuk dapat menyampaikan materi pembelajaran secara profesional. Elementary school students' understanding of mathematics is still very low, this encourages researchers to study the causes. An important factor that must be studied is the skill of teachers to teach mathematics in elementary schools, because teachers are responsible for achieving students' understanding of mathematics in schools. Before studying further regarding the important role of teachers in schools, in this study, researchers want to first study the understanding of mathematics itself, so that further analysis regarding the role of teachers in schools will be more comprehensive. This research was conducted in one of the elementary schools in Leuwigoong District by making grade IV students the subjects of the research. This study uses a descriptive qualitative research method by distributing questionnaires, written tests, interviews, and observations of students as data collection techniques for its research. From the results of data processing during the study, it was concluded that students with high initial skills can meet all indicators of mathematical understanding skill, while students with moderate and low initial skills can each meet two indicators of mathematical understanding. This shows that a serious role is needed for an educator to be able to deliver learning materials professionally.
The Level of students' mathematical creative thinking skills as measured by their self-confidence Efwan, Neng Syntadewi; Afriansyah, Ekasatya Aldila; Luritawaty, Irena Puji; Arwadi, Fajar; Yadav, Dharmendra Kumar
International Journal of Didactic Mathematics in Distance Education Vol. 1 No. 2 (2024): ijdmde
Publisher : Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/ijdmde.v1i2.9355

Abstract

High self-confidence and creative mathematical thinking skills will change students from having difficulty with mathematics to active learners who can solve mathematical problems. But the facts show that the achievement of both abilities is still quite low. The purpose of this research is to analyze how students' creative mathematical thinking skills are viewed from the perspective of self-confidence in social arithmetic material. Social arithmetic material is used because it allows them to abstract mathematical processes into their daily lives, thereby developing their creativity. The research method is descriptive qualitative. The sample was 3 people, namely 1 person for each level of self-confidence (high, medium, and low). They are selected through purposive sampling. The data collection techniques used include questionnaires, tests, interviews, and field notes. The data analysis techniques employed are data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results indicate that students' self-confidence levels in social arithmetic material affect their creative mathematical thinking skills. It was found that students with high self-confidence were able to meet three indicators of creative mathematical thinking skills: fluency, flexibility, and elaboration. However, students with high self-confidence were not able to meet the originality indicator. Students with moderate self-confidence were able to meet one indicator of creative mathematical thinking skills, namely fluency, but were not able to meet the flexibility and elaboration indicators. Meanwhile, students with low self-confidence were not able to meet any indicators of creative mathematical thinking skills. Thus, self-confidence can be increased to improve mathematical creative thinking skills.
Co-Authors Ade Mirza Ahmad Zaki Ai Purnamasari Aini, Gita Fitri Anggun Budi Lestari Arnisya, Melinda Fahriani Asep Hidayat Asyari, Lutfi Basuki Basuki Cici Nurulhaq Damayanti, Desi Damayanti, Risda Dea Damianti Deddy Sofyan Deddy Sofyan, Deddy Dedi Dedi Denil Ahmad Firdaus Devi Rahmawati Devi Rahmawati, Devi Dewi, Risky Pitria Dian Mardiani Dian Mardiani, Dian Diar Veni Rahayu Dila Nurhayati Fadilah Dina Nailul Muna Dini Syarifatus Sadiah Efwan, Neng Syntadewi Eneng Diana Putri Latipah Erik Rinaldi Fadilah, Dila Nurhayati Fahmi Abdul Rozi Fajar Arwadi Faturohman, Ikhsan Fera, Fera Fikri Fikri Fudhail, Ahmad Ghina Nadhifah Hadiansyah, Nirwan Halini Halini - Hamid Hamid Hasanudin Hasanudin HASNAWI HARIS, HASNAWI Herikeu Meidia Sari Ikhsan Faturohman Ikhsan, Diar Muhammad Imas Layung Purnama Irena Puji Luritawaty IYAM MARYATI Jarnawi Afgani Dahlan Jarnawi Afgani Dahlan Jejen Jejen, Jejen Kartina, Tina Kiki Nuraeni Latifah, Yusi Lesmana, Andi Lestari, Liya Lilyana Tri Muharomi Linda Linda Liya Lestari M, Liliek Teja Masfufah, Risma Maulandani, Siva Maulany, Daffa Qania Mudzakin, Fikri Muharomi, Lilyana Tri Mulyadi, Redi Muna, Dina Nailul Muna, Dina Nailul Muqopi, Sani Sugih Al Nadhifah, Ghina Nadhifah, Ghina Nisa Sri Rahayu Nita Puspitasasri Nita Puspitasasri Noni Siti Ridia Noordina, Mega Achdisty Nurkamilah, Puji Nurpadillah, Alya Parida Nurfadilah Pasaribu, Revi Lestari Puji Nurkamilah Purnamasari, Ai Puspitasari, Nitta Qolbi, Anisa Nur Rahayu, Diar Veni Rahayu, Diar Veni Rahayu, Nisa Sri Ratu Ilma Indra Putri Reni Nuraeni Reni Nuraeni, Reni Ridia, Noni Siti Rini Fauziah Sari Rini Pitriani Rini Pitriani, Rini Riska Asmara Risky Pitria Dewi Risma Masfufah Rostina Sunday Rostina Sundayana Rypan Supriatna Saepuloh, Ade Rohimat Sama Al-Qonuni Sari, Herikeu Meidia Sari, Rini Fauziah Shinta Sangalia Sukmana Dewi Silfi Zainatu Sholihah Silfi Zainatu Sholihah, Silfi Zainatu Sopian, Yopi Ahmad Sukanto Sukandar Madio Sumia, Sumia Sumiarelati, Sumia Tatang Herman Tatang Herman, Tatang Teli Latifah Teni Sritresna Tiagita Tristiyanti Tina Sri Sumartini, Tina Sri Turmudi Turmudi Turmudi Ulfah Syifa Alamiah Ulfah Syifa Alamiah, Ulfah Syifa Usman Fauzan Alan Usman Fauzan Alan, Usman Fauzan Windi Hadianti Tarlina Yadav, Dharmendra Kumar Yeni Nuraeni Yeni Nuraeni, Yeni Yeni Talia Yoga Pamungkas Yopi Ahmad Sopian Yullia Ningtyas Disparrilla Zakkina Gais Zakkina Gais, Zakkina Zubaidah R Zubaidah R, Zubaidah