p-Index From 2021 - 2026
4.476
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Jurnal Akuakultur Indonesia Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Biologi Edukasi : Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi AL KAUNIYAH KOMUNITAS: INTERNATIONAL JOURNAL OF INDONESIAN SOCIETY AND CULTURE Jurnal Perikanan dan Kelautan Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Aquahayati Jurnal Tataloka Jurnal Sains dan Inovasi Perikanan/Journal of Fishery and Innovation (JSIPi) Aceh Journal of Animal Science JURNAL BIOLOGI INDONESIA Masyarakat, Kebudayaan dan Politik AGRIKAN Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan Jurnal Pariwisata JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal Of Tropical Fisheries Management) Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Bawal : Widya Riset Perikanan Tangkap Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia Jurnal Segara Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Techno-Fish Journal of Computer Networks, Architecture and High Performance Computing Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan COJ (Coastal and Ocean Journal) Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan Aceh Journal of Animal Science Jurnal Manusia dan Lingkungan Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Journal of Fisheries & Marine Journal of Aceh Aquatic Sciences (Journal of Environmental Sustainability Management)
Claim Missing Document
Check
Articles

BAHAN BAKU: URAT NADI INDUSTRI PENGOLAHAN PERIKANAN MIKRO KECIL DAN MENENGAH Yonvitner Yonvitner
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 1 No 3 (2014): Desember
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RINGKASANSejak pencanangan industrialisasi perikanan 2011 dan menjadi makin populer tahun 2012 sektor perikanan mulai melakukan pembenahan. Pembenahan tersebut dimulai dengan mendorong peningkatan produksi perikanan untuk komoditas yang potensial dikembangkan secara ekonomi. Beberapa komoditas unggulan diantaranya adalah udang, ikan patin, dan komoditas budidaya lainnya.  Sementara itu komoditas tangkap terus digenjot untuk mendukung industri UMKM (pengolahan) seperti ikan asin, asap dan pindang.  Namun setelah beberapa tahun berjalan, belum terlihat perkembangan yang signifikan dari tahapan pencapaian program tersebut.  Permasalahan terus menggeluti usaha ini mulai dari bahan baku yang langka, logistik yang tidak tersedia, sampai pada kebijakan impor dari pemerintah. Berdasarkan kajian yang telah dilakukan bahan baku yang ada di perairan mencukupi untuk bahan baku industri pengolahan ikan kelompok UMKM nasional.Kata kunci: stok ikan, bahan baku, industri pengolahan ikan, logistik perikanan
REKONSTRUKSI UU SISTEM BAGI HASIL PERIKANAN PRO NELAYAN KECIL Yonvitner Yonvitner
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 1 No 3 (2014): Desember
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RINGKASANUU Bagi hasil No 16 Tahun 1964  mengatur pembagian yang seimbang antara nelayan pemilik dan penerima. Perahu layar minimum 75 % dari hasil bersih, dan perahu motor minimum 40% dari hasil bersih untuk nelayan penggarap. Penetapan ini menjadi sebab, belum dapat optimalnya sistem bagi hasil yang memuaskan dan adil pada pelaku usaha perikanan.  Nelayan pendega umum berpenghasilan lebih besar dari nelayan ABK.  Pola ini juga menunjukkan tingkat kesejahteraan mereka dimana nelayan ABK lebih miskin dari nelayan pendega. Proporsi bagi hasil senantiasa tetap, dengan proporsi terbesar terletak menjadi milik juragan. Padahal makin lama tingkat kegunaan dari asset itu mulai berkurang.  Implikasi turunya nilai asset (kapal, mesin, dan alat tangkap) akan mengurangi tingkat efektivitas dan optimalisasi asset tersebut.  Selanjutnya untuk mendapatkan hasil yang tetap, nelayan harus bekerja lebih keras (karena pengaruh penurunan asset).  Kerja keras nelayan tersebut, menurut bagi hasil dihargai sama, baik secara teknis dan ekonomis nilai aset mulai berubah.  Hasil lapang menunjukkan nilai penyusutan (depresiasi) aset (alat, mesin dan kapal) dibebankan kepada biaya kotor, tidak ditanggung juragan atau pemilik kapal.Kata kunci: nelayan ABK, sistem bagi hasil tangkapan, nelayan pendega
MEMBANGUN TATA KELOLA GARAM BERDAYA SAING Yonvitner; Surya Gentha Akmal
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 8 No 1 (2021): April
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v8i1.28765

Abstract

Negeri bahari impor garam, sungguh sebuah ironi ketika duapertiga wilayah kita adalah laut. Kenapa hal ini terjadi, jawabnya sederhana, yaitu karena tidak adanya keberpihakan kepada petambak garam atau nelayan skala kecil. Untuk itu perlu sebuah telaah yang substansial untuk penyelesaian persoalan garam nasional ini. Setidaknya ada 5 langkah intervensi untuk menyelesaikan persoalan garam nasional dengan 3 dimensi tata kelola untuk menjadikan petambak garam lebih berdaya. Hanya dengan merubah konsep tata kelola ini, kita akan mampu mendorong sistem usaha tambak garam dan petambak yang berdaya saing. Kata Kunci: Garam, Intervensi, Tata Kelola, Dimensi Usaha, Berdaya Saing
Intrinsic Vulnerability of Artisanal Fisheries Record from Banyusangka Fish Landing Port, Madura Island Mr. Yonvitner; Nandi Syukri; Surya Gentha Akmal; Rizka Fadlian
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 5, No 3 (2021): JFMR VOL 5 NO.3
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.03.25

Abstract

Fishery activities are currently dominant, causing production intensity and then potential to increase risk and vulnerability. The vulnerability study conducted in Banyusangka aims to know the effect of capture intensity on potential vulnerabilities. The results of the study shown that species vulnerability scores ranged from 15-83 with the highest risk of susceptibility are Sphyraena sp. While the vulnerability of fishing gear between 36-57 is the highest type of fishing gear trammel net. The increase of vulnerability also potential of risk and sustainability of stock.  These reasons why we need monitor every fishing operation to ensure fisheries activity manage well.
KUALITAS AIR, KEMATANGAN GONAD, DAN KEBERLANGSUNGAN HIDUP POPULASI SIMPING DARI PERAIRAN KRONJO Yonvitner -; Isdradjad Setyobudiandi
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reproduksi dan pola perkembangan stadia simping perlu dipelajari untuk mengetahui tingkat kelimpahan larva, spat dan populasi dewasa yang di dukung oleh kualita air yang baik.  Metoda deskriptif digunakan dalam penelitian yang dilakukan di perairan Kronjo selama 3 bulan dengan interval pengamatan setiap bulan.  Data yang dikumpulkan mencakup data kualitas air dan data kematangan gonad simping, kelimpahan dan kepadatan simping. Selama penelitian kondisi kualitas lingkungan tergolong baik dan mendukung kehidupan populasi simping, kecuali TSS yang relatif tinggi. Hasil pengamatan menunjukkan tingkat kelimpahan relatif sama (1 :1), namun ukuran kematangan gonad dan tingkat survival larva lebih rendah.  Kelimpahan larva, spat dan dewasa juga tidak berbeda antar lokasi pengamatan, namun  larva simping yang bertahan hanya 0,08-0,27 % saja. Populasi dewasa relatif stabil dibandingkan dengan lainnya.  Kondisi ini menunjukkan bahwa walau kondisi di perairan sesuai, namun sudah tidak mampu meningkatkan tingkat kelangsungan hidup larva simping. Kata kunci : simping, kualitas air, kematangan gonad, keberlangsungan hidup, Kronjo
Laju Pertumbuhan dan Penempelan Kerang Hijau (Perna viridis, Linn, 1789) Yonvitner Yonvitner; Sutrisno Sukimin
Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Vol 1, No 2 (2009): Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.636 KB)

Abstract

Green mussel inclusive of pelecypoda class of mollusc group that a lot of in coastal water like Jakarta Bay. Green mussel in Jakarta Bay has been culturing by society that used a collecting media that called bagan tancap.  The increasing of human being activity, also to increase of the bagan reach to 3000 unit. Information about the settling ability and growth of mussel in bagan it important to studied.  This research aims to know growth rate green mussel population and settling ability. To evaluate of growth used Bartalanfy plot and  FISAT II, 2003. Result of growth rate from 0,42 - 0,92 up at middle, infinity length reach 12, 73 cm. The settlement rate fastest in offshore for others site. 
Kekuatan Penempelan Bysus Kerang Hijau (Perna viridis) Pada Media Penempel Yonvitner Yonvitner
Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Vol 2, No 2 (2010): Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.779 KB)

Abstract

Green mussel is a mollusk class that has been developing to culture system.  The perna viridis culture using bagan with rope as settling media.  Settlement of perna on rope that strongly will support the survival rate of mussel.  This research done to assessing bysus on rope media in water column.   Sampel take from culturing area in Muara Kamal station.  The Measurement of bysus strength use Shimadzu Autograp AGS-D Series.  Data collected analyzed are descriptive and  principal component  analyses.  Water quality that measure are temperature (30,1 oC), current (0,115 m/dt), Salinity (28,89 promil).  Bysus elongasi strength between 4,598-7,892 with bysus line reach 20-60 piece.  Break point  yarn much happen at plaque site from bysus.
Kualitas habitat populasi simping (Placuna placenta) di Perairan Teluk Kronjo, Tangerang Yonvitner .; Rokhmin Dahuri; Isdradjad Setyobudiandi; Kardiyo Praptokardiyo; Mennofatria Boer
Aquahayati Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Aquahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.07 KB)

Abstract

Populasi simping dapat bertahan dan berkembang apabila memiliki kualitas lingkungan hidup yang baik. Penelitian inibertujuan untuk mengkaji karakter habitat dan lingkungan hidup simping di perairan Teluk Kronjo, Tanggerang. Penelitiandilaksanakan selama lima bulan, dari bulan Maret sampai September 2008. Penelitian dilakukan dengan interval satubulan pada enam stasiun dengan tiga kali ulangan. Analisis meliputi analisis deskriptif dan anova dua arah (antara stasiundan antar zona). Status habitat simping dari indikator suhu, kecerahan, pH, BOD, masih mendukung kehidupan simping,sedangkan kekeruhan, TSS, oksigen, redoks, dan COD, berpotensi menghambat pertumbuhan simping. Secara keseluruhankondisi habitat kurang baik namun masih dalam batas syarat minimal untuk mendukung kehidupan simping.Kata kunci: simping, Kronjo, kualitas air
ON SEAWEED CULTURE BASED COASTAL AREA DEVELOPMENT IN WEST SUMBAWA REGENCY Rusmin Nuryadin; Kadarwan Soewardi; . Yonvitner
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 7 No. 1 (2015): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.644 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v7i1.9816

Abstract

Seaweed cultivation is one of current coastal development activities in the west Sumbawa regency. Coastal region in the west Sumbawa regency that be used for seaweed cultivation was about 1,550 ha, however, its utilization was still limited of about 536 ha (34.58%). Seaweed farming activities were only carried out in some locations of the subdistrict of Taliwang and Pototano, west Sumbawa. Sustainability analysis of seaweed cultivation was done by Multidimensional scaling method using Rapid Appraisal Seaweed (Rapseaweed). Based on sustainability status of seaweed cultivation, the long line methods was less sustainable with sustanability index of 49.28 and the ‘anchored’ method produced better sustainability of 61.02 index value. A technological dimension is needed for seaweed farming development in order to produce better sustainability. Other dimensions for seaweed farming improvement are ecological, economic, social, and institutional. To reach a sustainable seaweed cultivation in the west Sumbawa regency, farmers and other stake holders should increase the utilization of available coastal region for seaweed farming activities by having the availability of the market and seeds, guarantees access to capital, increasing skills and knowledge of farmers, provide the drying and storage facilities, and  develop the seaweed processing industry. Keywords: seaweed, value index, sustainability status, Rapseaweed
VARIABILITY OF CARAPACE WIDTH SIZE AND ABUNDANCE OF BLUE SWIMMING CRABS (Portunus pelagicus Linnaeus) IN PATI WATERS Dyah Ika Nugraheni; Achmad Fahrudin; . Yonvitner
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 7 No. 2 (2015): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.475 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v7i2.10996

Abstract

Fishing effort enhancement would put pressure on blue swimming crab resources and its ecosystem. The objective of this study was to determine the spatial distribution based on the size of the carapace width (CW), abundance, temperature, salinity, depth, and fishing intensity in Pati waters which was divided into two zones (zones 1=nearshore, zone 2=offshore). The result showed that the average of carapace width in zone 1 to zone 2 was significantly different (p <0.05), as well as between males and females. Average number of individual (abundance) was significantly different according to fishing areas and sex (p <0.05). The average of water temperature in zone 1 was higher than in zone 2, salinity in zone 1 was smaller than in zone 2, and the water depth in zone 1 was shallower than in zone 2. The higher the crab catch intensity leaded to the smaller the abundance and size of carapace width. Alternative management strategies were proposed such as to divert fishing grounds from coastal waters to offshore during low productivity season, to uphold rules on minimum legal size for catching (Lm = 107 mm),  to release of berried females catch, and to reduce accretion rate of gear and fishing fleet mainly in the coastal zone waters.Keywords:  blue swimming crab, carapace widht (CW), abundance, intensity of fishing
Co-Authors . Fahmi . Sulistiono . Waluyo A Habibi Achmad Fahrudin Achmad Fahrudin Achmad Fahrudin Achmad Fahrudin Adrian Hidayat, Adrian Afandy, Andy Agus Dermawan Agus Oman Sudrajat Ahmad Fachrudin Ahmadi, Nurdin Ai Solihat Aji Hermawan Akmal, Surya Genta Akmal, Surya Gentha Amanah Zakiah Amelian Dinisia Anastasia Dian Rosalina Anastasia Dian Rosalina Andi Gustomi Anisa Kusumadewi Zulfikar Apriansyah Apriansyah Arief Widianto Ario Damar Ario Damar Aulia Maghfirotul Khatami Aulia Maghfirotul Khatami Ayu Ervinia Beni Osta Nababan Benny Khairuddin Buda, Mark Budiman, Mukhammad Asyief Khasan Cecep Kusmana Christian, Yoppie Danang Aria Nugroho Deni Rahmat Hidayat Destilawati Destilawati Destilawati Destilawati Destilawaty, Destilawaty Diding Sudira Efendi Didit Eko Prasetiyo Dinamella Wahjuningrum Donwill Panggabean Dudi Muhammad Wildan Dwi Muninggar Pratiwi Dyah Ika Nugraheni Eddy Soekendarsih Eha Saleha Emy Mupid Enan M. Adiwilaga Endang Juwita Endang Juwita, Endang Estri Octora Farmelia Etty Riani Fadlian, Rizka Fery Kurniawan FERY KURNIAWAN Fery Kurniawan Fitra Wira Hadinata Fransiskus Mao Tokan Fredinan Yulianda Gatot Yulianto Gatot Yulianto Gautama, Dwi Ariyoga Grin Tommy Panggabean Habibi, A Hanif Wafi Hanif Wafi Hanif Wafi Hefni Effendi Helmy Akbar Helmy Akbar I Setyobudiandi I Wayan Nurjaya Iis Diatin Ilham Ilham Iqra Putra Sanur Irfan Yulianto Irianto, Dedy Cahyadi Irwan Irwan Irzal Effendi Isdradjad Setyobudi Andi Isdradjad Setyobudi Andi Isdradjad Setyobudiandi Isdradjad Setyobudiandi Isdradjad Setyobudiandi Isdradjad Setyobudiandi Isdradjad Setyobudiandi Isdradjat Setyobudiandi Isdradjat Setyobudiandi Isdrajad Setyobudiandi Jabbar, Meuthia Aula Jamilah Jamilah Jamilah Jamilah Jan Hotman Joko Santoso K Praptokardiyo Kadarwan Soewardi Kadarwan Soewardi Kadarwan Soewardi Kardiyo Prapto Kardiyo Kardiyo Praptokardiyo Kiagus Abdul Aziz Lala M Kolopaking Lukman Faisol Luky Adrianto Luky Adrianto M Mukhlis Kamal M. Arsyad Al Amin M. Mukhlis Kamal Maisalda, Dwianka Rahman Masykur Tamanyira Masykur Tamanyira Maulana Ishak Melindo, Hera Ledy Mennofatria Boer Mia Setiawati Mochammad Riyanto Mona Agatha Muhammad Fadjar Rahardjo Muhammad Ridwan Mujio, Mujio Muliadi, Adi Nabil Zurba Nandi Abdul Aziz Nandi Sukri Nandi Syukri Ngoc, Pham Ti Anh Nor, Norhariani Mohd Nur Irsyam Nurfitri Triramdani Nursan, Muhammad P. Perdinan Pudji Muljono Puji Hastuti, Yuni Putri Utami, Putri R Dahuri R. Dikky Indrawan Rahmat Kurnia Retno Asih Riany Hastuty RIDWAN AFFANDI Rifki Aldi Ramadhani Rika Astuti Rinda Noviyanti, Rinda Rini Setiawati Riska Puspita Riyan Maulana Rizka Fadlian Rokhmin Dahuri Rokhmin Dahuri Rokhmin Dahuri Rokhmin Dahuri Rudiyanto, Bambang Yudho Rusmin Nuryadin S Sukimin Sahibuddin, Muhammad Qustam Samhuri, Refita Yunie Selvi Oktaviyani Selvia Oktaviyani Septian Dwi Cahyo Shabrina Oktaviani Sigid Hariyadi Siti Nurkhotini Soeryo Adiwibowo Sonny Koeshendrajana Sri Nuryati Sriharini, Endang Koestati Sugeng Heri Suseno Suharyanto Suharyanto Sulaeman Martasuganda Sulistiono Sulistiono Sulistyowati, Beta Indi Suraji Suraji Surya Genta Akmal Surya Gentha Akmal Surya Gentha Akmal Surya Gentha Akmal Surya Gentha Akmal Sutrisno Sukimin Syamsul Bahri Agus, Syamsul Bahri Syofyan Hasan Syukri, Nandi Tamanyira, Masykur Taryono Taslim Arifin Taslim Arifin Tatag Budiardi Tia Azira Sharif Tolentino-Zondervan, Frazen Tri Ernawati Trihandoyo, Arif Triyadi Purnomo Vera Ardelia Vera Ardelia Vicky Rizky Katili Wafi, Hanif Wahyuni, Andi Panca Waluyo Waluyo Wawan Ridwan Y. Hadiroseyani Yandra Arkeman Yasir Yasir Yasya Hanifah Kinasih Yeldi Adel Yogi Cahyo Ginanjar Yudi Wahyudin Yusli Wardiatno Yuyun Erwina Zainal Arifin Lubis Zulfikar, Anisa Kusumadewi Zulfikar Zulhamsyah Imran