p-Index From 2021 - 2026
7.092
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Pelayanan Kesehatan Lansia Komprehensif di Posyandu Sedap Malam Songgon Banyuwangi Djuari, Lilik; Dewanti, Linda; Sulistiawati, Sulistiawati; Brilianti, Natasya Nurvita; Nurdiansyah, Farhan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 10 (2024): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i10.1879

Abstract

Pelayanan kesehatan lansia dimulai dari tingkat masyarakat, dan di sarana pelayanan kesehatan dasar dengan mengembangkan Puskesmas Santun Lansia, sampai ke tingkat rujukan Rumah Sakit. Pelayanan kesehatan lansia di Puskesmas merupakan pelayanan kesehatan komprehensif yang mengutamakan upaya promotif dan preventif tanpa mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitatf. Upaya promotif dan preventif dalam pelayanan kesehatan lansia dapat dilakukan dengan melibatkan peran serta masyarakat dalam bentuk posyandu lansia.  Pengabdian masyarakat ini didahului dengan pelatihan pada kader lansia tentang pelayanan kesehatan komprehensif dan penyerahan kit posyandu lansia. Tujuan pengabdian masyarakat untuk mengukur karakterikstik, kondisi kesehatan, sosial dan spiritual serta kemandirian lansia yang datang ke Posyandu lansia. Pelayanan kesehatan lansia komprehensif diselenggarakan di Posyandu Sedap Malam, desa Parangharjo, Songgon Banyuwangi dihadiri oleh 47 lansia dan dilayani oleh kader lansia dan petugas kesehatan dari Puskesmas Songgon Banyuwangi.  Lansia yang datang ke Posyandu rata-rata umur 66,2 tahun. Terbanyak yang hadir adalah lansia perempuan, janda, petani, masih produktif, lulusan SD, status sebagai kepala keluarga, saat ini tinggal bersama anak, merasa sehat, keluhan pegel linu, mempunyai kebiasaan minum obat, bila sakit berobat ke Puskesmas dengan biaya BPJS Kesehatan, aktifitas sehari-hari yang dilakukan adalah kegiatan rumah tangga, aktif dalam pengajian dan beribadah rutin, tingkat kemandirian lansia baik. Lansia yang datang ke Posyandu lansia sebagian besar adalah wanita dengan kondisi kesehatan, sosial, spiritual dan kemandirian yang baik.
Skrining Gangguan Emosi Lansia dengan Metode 2 Menit di Posyandu Djuari, Lilik; Dewanti, Linda; Sulistiawati, Sulistiawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 11 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i11.1926

Abstract

Jumlah lansia di Indonesia terjadi peningkatan yang signifikan, tahun 2019 ada 25 juta, tahun 2024 bertambah menjadi 32 juta, diperkirakan pada tahun 2050 jumlah lansia di Indonesia akan mencapai 80 juta jiwa. Jumlah lansia yang meningkat akan menjadi beban bagi keluarga dan masyarakat bila lansia tidak dalam keadaan sehat baik fisik, psikis dan sosial dan ekonomi. Masalah kesehatan, sosial dan ekonomi akan berdampak pada kondisi psikis lansia yang akan menimbulkan gangguan emosi pada lansia. Deteksi dini gangguan emosi dan intervensi yang tepat sangat penting untuk membantu lansia menjalani kehidupan yang sehat dan bermakna di usia tua nya. Proporsi lansia di Puskesmas Trawas 16,04%. Puskesmas Trawas memiliki 27 posyandu lansia, salah satunya adalah posyandu lansia Bambu 2 yang ada di dusun Sukorame, desa Ketapanrame dengan jumlah lansia terbanyak. Untuk itu perlu dilakukan skrining gangguan emosi pada lansia di Posyandu Bambu 2. Metode Penelitian deskriptif dengan populasi lansia di dusun Sukorame, desa Ketapanrame, Trawas, Mojokerto. Sample penelitian adalah lansia yang datang di Posyandu Bambu 2 sebanyak 40 orang. Teknik sampling secara non random  yaitu accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan oleh kader lansia yang sebelumnya telah mendapatkan pelatihan , instrument yang digunakan adalah  skrining gangguan emosi lansia dengan metode 2 menit. Hasil skrining gangguan emosi lansia didapatkan 55% lansia mengeluh sukar tidur, 20% lansia merasa khawatir, 18% lansia merasa murung dan 15% lansia merasa gelisah. Gejala gangguan emosi lansia diarasakan lebih dari 3 bulan sebanyak 18% yang memerlukan tindak lanjut dengan melibatkan keluarga dan puskesmas.
Perbandingan Seminar Offline dan Online dalam Peningkatan Pengetahuan dan Ketrampilan tentang Pengelolaan Limbah B3 Medis Djuari, Lilik; Dewanti, Linda; Sulistiawati, Sulistiawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 11 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i11.1961

Abstract

Timbulan limbah B3 medis cenderung meningkat dalam era pandemic COVID-19. Puskesmas belum memiliki praktik pengelolaan limbah medis yang memenuhi standar, sehingga beresiko menjadi sumber penularan. Untuk itu perlu dilakukan upaya peningkatan skill staf puskesmas dalam pengelolaan limbah B3 medis. Selama pandemic Covid-19 seminar dilakukan secara offline dan online. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan dan ketrampilan dalam pengelolaan limbah B3 medis yang diberikan melalui seminar offline dan online. Peserta seminar offline sebanyak 20 peserta, sedangkan peserta online sebanyak 41 orang. Peserta offline dan on line mengisi kuesioner pretest untuk mengukur tingkat pengetahuan dan ketrampilan sebelum seminar. Materi seminar meliputi limbah B3, Limbah B3 medis, Pengelolaan Limbah B3 medis dan Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) B3 medis. Sesudah seminar, dilakukan post-test untuk mengukur skor pengetahuan dan ketrampilan peserta seminar. Terdapat perbedaan bermakna skor pengetahuan dan ketrampilan sebelum dan sesudah seminar offline maupun online. Sebelum dan sesudah seminar offline, rerata skor pengetahuan adalah 6,2 dan 8,1, serta rerata skor ketrampilan 6,3 dan 8,65. Sebelum dan sesudah seminar online, rerata skor pengetahuan adalah 6,8 dan 7,28, serta rerata skor ketrampilan 7,24 dan 7,9. Terdapat perbedaan bermakna antara peningkatan pengetahuan dan ketrampilan sebelum dan sesudah seminar offline dan online. Ada peningkatan skor pengetahuan dan ketrampilan pengelolaan limbah B3 Medis pada seminar online maupun offline. Peningkatan skor pengetahuan dan ketrampilan seminar offline lebih tinggi daripada online.
Prevalence of The Most Common Disease Among the Community in Gili Iyang, Sumenep, Madura Island Alpha Fardah Athiyyah; Sulistiawati Sulistiawati; Nurmawati Fatimah; Linda Dewanti; Steven Christian Susianto; Novianto Edi Suharno
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 12 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia is currently experiencing a shift in disease trends, this is marked by an increase in the prevalence of non-communicable diseases (NCDs). The prevalence of these NCDs is also increasingly observed among younger age groups due to rising risk factors such as overweight and obesity. This study aimed to determining the prevalence of the most common diseases and the health profile of the community in Gili Iyang, Sumenep. The samples included in this study were participant in Airlangga Community Hub 2024 in Gili Iyang Island, Sumenep Regency. There were several services in this community development including anthropometry measurement, physical examination and simple lab test. Data was collected and processed using a data processing application, Microsoft Excel. A total of 114 participant were included in this study, hypertension was the most prevalent disease during the community development program 30.1%, followed by hypercholesterolemia as the second most common condition 28.16%, and myalgia as the third leading cause of illness 17.48%. Urgent need for comprehensive health interventions, including routine screening, early management, and targeted health education programs to address the growing burden of NCDs.
Socioeconomic Profile of Lymphadenitis Tuberculosis Patients in The Outpatient Department of dr. Soetomo Hospital, Surabaya, Indonesia Ghifari, Adiarsya; Sahudi; Dewanti, Linda
Journal of Community Medicine and Public Health Research Vol. 6 No. 1 (2025): Journal Community Medicine and Public Health Research
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jcmphr.v6i1.46812

Abstract

Tuberculosis (TB) remains one of the most lethal infectious diseases worldwide, with a rising incidence of lymphadenitis TB, the most common form of extrapulmonary TB (EPTB) in recent years. Lymphadenitis TB can be transmitted through primary infection via the oropharyngeal mucosa, and various socioeconomic factors may influence the risk of infection. Understanding the socioeconomic profile and risk factors associated with lymphadenitis TB is crucial for effective control and prevention strategies. This descriptive cross-sectional study aims to investigate the socioeconomic profile of lymphadenitis TB patients and analyze potential risk factors. Sampling was conducted using a total sampling method, including medical records and interviews via Google Forms or WhatsApp. The sample comprised all lymphadenitis TB outpatients at the General Hospital dr. Soetomo, Surabaya, from January to December 2022, resulting in 180 eligible patients, 103 of whom agreed to the interview. Among the 180 patients, the majority were female (56%), aged 11-20 years (24%), and high school graduates (41%). Among 103 interview participants, most had a monthly income below the minimum wage (55%). Most respondents preferred to cook their meals (62%), with a significant proportion having an income below the average salary (62%). Most respondents (76%) showed good awareness of lymphadenitis TB signs, but nonspecific and mild symptoms led to delayed treatment-seeking in 39% of patients. These findings suggest a potential association between various socioeconomic profiles and lymphadenitis TB infection, although further research is needed to strengthen this association.
Perbandingan Hasil Pengobatan Kasus Karsinoma Nasofaring Sebelum dan Selama Pandemi COVID-19: Pengalaman dari RSUD Dr. Soetomo pada 2017-2022 Pratama, Mulia; Romdhoni, Achmad Chusnu; Dewanti, Linda
Qanun Medika - Jurnal Kedokteran FK UMSurabaya Vol 9 No 02 (2025): Qanun Medika Vol 09 No 02 July 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jqm.v9i02.24533

Abstract

Nasopharyngeal carcinoma is endemic in Southeast Asia. In Indonesia, the recorded mean prevalence is 6.2/100.000, with 13.000 yearly new Nasopharyngeal carcinoma cases. Observational data suggest that cancer-specific mortality was higher during the COVID-19 pandemic when compared with pre-pandemic levels. This study aims to compare the treatment outcome of nasopharyngeal carcinoma cases before and during the COVID-19 pandemic at Dr Soetomo Hospital in 2017-2022. This study employed a retrospective cross-sectional approach with an observational analytic method. Data is taken secondary from medical records for nasopharyngeal carcinoma patients at Dr. Soetomo Hospital in Surabaya and primary by telephone interview for additional information on the patient’s risk factors. The majority of nasopharyngeal carcinoma patients at Dr. Soetomo Hospital were male, elderly,>50 years old, and referral patients (outside Surabaya). In both eras, patients arrived already in stage 4 (advanced stage). However, before COVID-19, more patients were cured and survived before the COVID-19 period in comparison to during the COVID-19 pandemic period. This may be related to delayed treatment caused by COVID-19 policy on social distancing, healthcare regulation during the pandemic, and immunocompromised status.
Factors Related to Menstrual Hygiene Behavior of Adolescents in Indonesia: Systematic Review Nudy Purwanto, Putri; Budi Amalia, Rize; Dewanti, Linda
Jurnal KESANS : Kesehatan dan Sains Vol 1 No 5 (2022): KESANS : International Journal of Health and Science
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/kesans.v1i5.63

Abstract

Background: Menstrual hygiene is a component of personal hygiene (personal hygiene), which plays an important role in determining the health status, in order to avoid infection of the reproductive organs. Behaviour menstrual hygiene Pooris one of the main causes of morbidity in adolescents and if not handled properly will have an impact on reproductive health problems. The purpose of this study was to analyses the factors associated with adolescent behaviour menstrual hygiene in Indonesia. Methods: This study uses a systematic review by reviewing the literature obtained from four databases, namely PubMed, Science Direct, Scopus, and Google Scholar. Results are reported in the PRISMA diagram. Inclusion criteria included literature examining factors menstrual hygiene in Indonesia, adolescents aged 10-19 years, literature in English and Indonesian, full text and open access literature, published literature from the last 10 years (2011-2021), adolescents aged 10 -19 years, the EPHPP (Effective Public Health Practice Project) literature was used to assess the quality of the literature. Results: There were 18 literatures that met the inclusion and exclusion criteria. There is no relationship between biological factors, namely the age of menarche (n= 3, 100%) with behaviour menstrual hygiene in adolescents in Indonesia. There is a relationship between individual factors, namely knowledge (n = 9, 69.2%) and attitudes (n = 8, 80%), interpersonal factors (family support (n = 6, 75%, friend support (n = 4, 50%, teacher support (n= 3, 100%), support for health workers (n= 2, 100%), and mass media support n=3,100%) with behaviour menstrual hygiene in adolescents in Indonesia Conclusion: The importance of support from parents, friends , teachers, health workers to increase adolescent knowledge about behaviour menstrual hygiene and the availability of facilities and infrastructure that support behaviour menstrual hygiene in adolescents Key words: Menstrual hygiene factors, adolescents, Indonesia
Direct Experience with Cervical Cancer Patient, Husband Support, and Self-Perception as Determinant Factors of Women’s Desire to Take VIA Screening Test Rahmawati, Nur Anisah; Dewanti, Linda
Kesmas Vol. 13, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker serviks menyebabkan 10.3% kematian pada perempuan di Indonesia. Inspeksi visual asam asetat (IVA) telah digunakan untuk program skrining sejak tahun 2014 tetapi hanya 2,45 % perempuan yang melakukan pemeriksaan pada tahun 2015. Di tempat penelitian, cakupan skrining metode IVA kurang dari 1%. Penelitian sebelumnya menyebutkan faktor psikososial sebagai satu faktor penting, tetapi sedikit penelitian yang menganalisis peran dukungan suami dan pengalaman langsung dengan penderita kanker serviks. Penelitian ini bertujuan mempelajari hubungan antara pengalaman langsung dengan penderita kanker serviks, dukungan suami, persepsi diri dan keinginan perempuan melakukan skrining IVA. Penelitian potong lintang dilakukan secara acak pada perempuan berusia 25-55 tahun di empat kelurahan di Yogyakarta. Seluruh data dikumpulkan melalui kuesioner. Sebagian besar dari 188 responden memiliki persepsi yang benar mengenai kanker serviks dan pentingnya pemeriksaan IVA, tetapi mereka tidak menerima dukungan yang cukup dari suami. Sebagian kecil memiliki pengalaman langsung dengan penderita kanker serviks. Uji statistik menunjukkan bahwa usia, persepsi yang benar, dan dukungan suami berhubungan dengan keinginan perempuan untuk melakukan skrining IVA (nilai p < 0.05), sedangkan pengalaman langsung dengan penderita kanker serviks tidak berhubungan dengan keinginan melakukan skrining. Perempuan dengan persepsi yang benar dan dukungan suami lebih bersedia melakukan skrining IVA. Cervical cancer causes 10.3% women mortality in Indonesia. Visual Inspection of Acetic Acid (VIA) had been used for screening program since 2014, but only 2.45% women took the test in 2015. In the place of this study, the coverage was at less than 1%. Previous studies revealed that psychosocial was an important factor, but less studies analyzed the role of husband support and direct experience with cervical cancer patient. The aim of the study was to learn correlation between direct experience with cervical cancer patient, husband support, self-perception and women’s desire to take VIA screening. Crosssectional study was applied randomly on women aged 25-55 years old at four villages in Yogyakarta. All data were taken by questionnaire. Most of 188 respondents had right perception of cervical cancer and the importance of VIA, but they did not receive adequate support from their husband. Few of them had direct experience with cervical cancer patient. Statistical results showed that age, right perception and husband support were correlated with women’s desire to take VIA test (p value< 0.05), while direct experience with cervical cancer patient was not correlate. Women with right perception and husband support are more willing to take VIA test.
Rendahnya Praktik Menyusui Ibu Post Sectio Caesarea dan Dukungan Tenaga Kesehatan di Rumah Sakit Wulandari, Dwi Retno; Dewanti, Linda
Kesmas Vol. 8, No. 8
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian terdahulu menyebutkan bahwa ibu melahirkan secara sectio caesarea cenderung lebih lambat melakukan inisiasi menyusu dini dan mempunyai prevalensi lebih rendah dalam praktik ASI ekslusif dibanding Ibu melahirkan pervaginam. Ibu post sectio caesarea juga tidak memulai menyusui bayinya pada hari pertama melahirkan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor yang menyebabkan rendahnya praktik inisiasi ASI pada Ibu post sectio caesarea termasuk peran tenaga kesehatan di sebuah rumah sakit di Surabaya. Sebanyak 72 ibu yang melahirkan secara sectio caesarea selama bulan Juni 2012 telah menandatangani informed consent, diobservasi sejak masuk rumah sakit sampai akhir hari ke-2 post sectio caesarea, dan diwawancara dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan semua ibu sudah mempunyai pengetahuan yang baik tentang ASI, 26,4% di antaranya sudah mempunyai pengalaman sebelumnya dalam memberikan ASI, tetapi hanya 6,9% dan total 29,2% yang mulai memberikan ASI pada hari pertama dan kedua pasca sectio caesarea. Dukungan tenaga kesehatan dalam hal membantu proses pemberian ASI dilaporkan masih rendah. Uji korelasi mendapatkan bahwa dukungan tenaga kesehatan dan kondisi rawat gabung adalah faktor yang berhubungan dengan praktik pemberian ASI (p value 0,39; p = 0,001; phi value = 0,47; p = 0,001). Rendahnya pemberian ASI ibu pasca sectio caesarea berkorelasi dengan rendahnya dukungan tenaga kesehatan dan penundaan rawat gabung. Previous studies showed that breastfeeding initiation was late in babies born with sectio caesarea compared to those with vaginal delivery and prevalence of exclusive breastfeeding practice was low in the former group. There was no breastfeeding initiation in the first day of post sectio caesarea. The objective of this study was to define factors correlated to low breast- Rendahnya Praktik Menyusui pada Ibu Post Sectio Caesarea dan Dukungan Tenaga Kesehatan di Rumah Sakit The Low Practices of Breastfeeding for Sectio Caesarea Women and Health Workers Support in Hospital Dwi Retno Wulandari, Linda Dewanti feeding practice initiation on post sectio caesarea mother, including the role of health workers in a hospital in Surabaya. 72 post sectio caesarea mothers were observed and interviewed on 1-30 June 2012 to find the factors correlated with breastfeeding practice. The results showed that although all the mothers already had a good knowledge about breastfeeding, and 26.4% of them had previous experience in breastfeeding, only 6.9% and 29.2% of total breastfeeding is started on the first and second post sectio caesarea respectively. Support for breastfeeding practice from health workers was low, and there were significant correlation between the support and rooming conditions with breastfeeding practices (p = 0.001). We concluded that low level of breastfeeding practice on mother with sectio caesarea correlated with low support of health professional and with the delay of room-in practice.
Association Between Patients Behavior, Housing Conditions and Malaria Severity in the Fourteen Military Hospital, Margibi County, Liberia Gabriel Zean; Heny Arwati; Linda Dewanti; Atika; Moses Tende Stephens
JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN Vol. 17 No. 4 (2025): JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jkl.v17i4.2025.361-368

Abstract

Introduction: Malaria has been a significant public health issue in Liberia, with behavioural and environmental factors influencing transmission and consequences. This study evaluated the association between patient behavior and housing condition with malaria status and severity in a military hospital in Margibi County, Liberia, in 2024. Methods: A cross-sectional study utilising 54 patients infected with P. Falciparum, where 53.7% were male, aged 20 to 49, and 46.3% were female, examining the association between patients' behaviour, housing condition and malaria severity in the Fourteenth Military Hospital in 2024. The association between variables was analysed using Chi-square and Fisher's exact tests. Results and Discussion: The association between patient behavior and housing conditions with malaria case status was statistically insignificant, as was the association between these factors and malaria severity. Small sample sizes and unmeasured confounders may not have provided sufficient statistical power to detect significant differences between groups, even though stronger associations between certain variables might exist but were undetected due to limited data. Further research with a more controlled design and larger sample sizes will be necessary to investigate the association between these variables further. Conclusion: There was no significant association between patient behavior and housing conditions with malaria case status or severity. A more systematic approach to data collection, incorporating factors related to malaria status and severity, could provide a clearer understanding of the contributors to P. falciparum infection status and disease, which can be correlated with patient behavior.
Co-Authors , Sulistiawati A'yunin, Ulinnuha Qurrota Abu Rizal Dwikatmono Johan Adi, Pandu Satriya Aditiawarman Aditiawarman, Aditiawarman Ahmad Cholifa Fahruddin Ahmad Cholifa Fahruddin Ahmad Suryawan Akbar Nyong husain Akbar, Tito Robbani Albab, Chabib Fachry Alda Dini Wijayanti Alfi Syifa Darmastuti Alpha Fardah Athiyyah Alphania Rahniayu Amalia, Rize Budi Anandia Nafisah Putri Anang Endaryanto Andriati Andriati Anggraeni, Sylvia Anisa Ayu Maharani Anny Setijo Rahaju, Anny Setijo Arinaa Manasika Farida Ariobimo, Bonfilio Neltio Arlean, Maria Agatha Armadison, Sonia Yustisia Arrianti, Emilia Eka Arya Ivan Mahendra Arya Ivan Mahendra Arya Wiradewa Asra Al Fauzi atika Atika Anggarsari Audi Salman Faza Azwin Mengindra Putera Bagus Setyo Boedi Bagus Setyoboedi Benny Iswanto Pantoro Branandito Putra Brilianti, Natasya Nurvita Budi Amalia, Rize Budi Prasetyo Budiono, Perthdyatama Syifaq Bupu, Maria Camelia T. Chabib Fachry Albab Christian Susianto, Steven Cindy Zerlina Artanti Damayanti Dessy Putri Pratiwi Dessy Putri Pratiwi Dewi Ratna Sulistina Dewi Setyowati Dewi, Gusti Agung Ayu Ira Kencana Dharmadjati, Budi Baktijasa Dharmawati, Ira Dian Neni Naelasari Diani, Masyithoh Wahyu Dominicus Husada Dwi Retno Wulandari Eddy Bagus Wasito Eko Budi Koendhori, Eko Budi En, Theophilus Tan Zhu Endyka Erye Frety Erlangga, Wildan Anugrah erma nurlita sari Ernawati Ernawati Fahruddin, Ahmad Cholifa Fardana, Nur Ainy Farhan Nurdiansyah Fatihuddin, Mohammad Fata Fatimah, Niswah Silmi Fatimah, Nurmawati Fauzi, Asra Al Febriyana, Nining Febronia Martina Dua Lehang Firinda, Seif Fitria Kusumastuti Gabriel Rio Widipriyatama Gabriel Zean Ghifari, Adiarsya Gunawan, Ayu Liana H. M. S. Wiyadi Heny Arwati Husniyah, Barizatul Hutauruk, Maria Marind Desrianti Ivon Diah Wittiarika Izzatul Fithriyah Jayanti, Ratna Dwi Johan, Abu Rizal Dwikatmono Kamal, Imran H Kasiati Kasiati Khoirunnisa, Auliai Kinanthi, Monica Tiara Arum Kuntaman Kuntaman Laksana, Muhammad Ardian Cahya Laksmi Wulandari Lamara, Ariikah Dyah Lilik Djuari Lukman Hakim Lupita Ghilang Laraz Lutfi, Delfitri Mahendra, Arya Ivan Maria Marind Desrianti Hutauruk Mas`udi, Achmad Fayyad Maytasya Dwinaqifah Meitavany, Estya Nadya Meity Ardiana Moediarso, Bisyamsi Nawaijaya Mogi, Anjelina Kristina Moses Tende Stephens Mujtaba, Farah Natasya Nurvita Brilianti Netti Herlina Ni Ketut Maya Purvitagiri Nida&#039;an Khafiya Ningrum, Astika Gita Nining Febriana Novi Dwi Ambarsari Nudy Purwanto, Putri Nur Anisah Rahmawati Nurdiansyah, Farhan Nuswantoro, Djohar Oktavian, Puguh Oscarhiny Firda Lorenzha Paladan, Triadi Putra Pantoro, Benny Iswanto Prajitno, Subur Prasticha, Anggraini Dian Pratama, Mulia Pratiwi, Dessy Putri Puguh Oktavian Purwati, Cincin Hari Putri, Anandia Nafisah Qonita Hanifah Qualisa, Prafidina Qurnianingsih, Ema Rahmawati, Nur Anisah Rahmi, Koyuki Atifa Ramadhan, Erlangga Lazuardi Rani Sidaryanti Rantam, Berli Arfani Rarasati, Birgitta Vania Ratri, Anudya Kartika Rayanti Sagala Rayhan Alma Shafannisa Heru Reka Elvia Dirda Prasasta Riza Saputri Alistianti Romdhoni, Achmad Chusnu Rosantia Sarassari Rukmana, Nabila Ilma Nisa Sahudi Salman Aziz, Muhamad Abi Sampurna, Mahendra Tri Arif Sarassari, Rosantia Septiana, Fitri Nurina Shuviatul Chasanah Silvia Salsabilah Simangunsong, Darmika Caroline Sitisalma Amirah Dzakiyyah Sri Utami Stella Agatha Widjaja Steven Christian Susianto Subagyo, Zaufy Verlieza Oktaviano Subur Prajitno Suharno, Novianto Edi Sulis Bayusentono Sulistiawati Sulistiawati Sulistiawati Sulistiawati Sulistiawati Surya, Prima Ardiansah T.Bupu, Maria Camelia Thirafi, Sacharissa Zerlina Tsarwah Triana Novitasari Triana Novitasari, Triana Visky Afrina Wahyul Anis Wahyunitisari, Manik Retno Wardhani, Indrayuni Lukitra Widati Fatmaningrum Wironegoro, Rio Wiwin Retnowati Woro Setia Ningtyas Yashinta, Yolanda Ayu Yusigania, Dinna Ziddan, Hamka