p-Index From 2021 - 2026
7.373
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Indikasi persalinan sectio caesarea di rumah sakit rujukan Riza Saputri Alistianti; Endyka Erye Frety; Linda Dewanti
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 20 No. 1 (2026): Volume 20 Nomor 1
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v20i1.2343

Abstract

Background: A Caesarean section (CS) is a surgical procedure performed when vaginal delivery poses a risk to the mother or fetus. Despite the risk of life-saving complications, the prevalence of cesarean deliveries is increasing rapidly. At a referral hospital in East Nusa Tenggara (NTT) province, the rate of cesarean deliveries has increased significantly over the past three years. Purpose: To analyze factors influencing the indication for cesarean delivery. Method: This study used a quantitative case-control design at a referral hospital in East Nusa Tenggara (NTT) province. The sample consisted of 80 women delivering by cesarean section and 80 women delivering by vaginal delivery, selected using simple random sampling. Data were obtained from medical records and analyzed using bivariate tests (chi-square, Fisher's exact test, and independent t-test) and multivariate logistic regression to determine the dominant factors. Results: The analysis revealed a significant association between cesarean delivery and CPD, severe preeclampsia, a history of cesarean delivery, fetal distress, antepartum hemorrhage, post-term pregnancy, and prolonged labor. The most dominant factors were a history of previous cesarean delivery (OR = 36.961) and severe preeclampsia (OR = 33.058). Conclusion: Indications for cesarean delivery include CPD, severe preeclampsia, prior cesarean section, fetal distress, antepartum hemorrhage, post-term pregnancy, and prolonged labor, with prior cesarean section being the most dominant factor. Suggestion: Future research should examine the long-term impact of cesarean delivery to strengthen the evidence-based basis for obstetric care.   Keywords: Cesarean Section; Indications for Delivery; Referral Hospital.   Pendahuluan: Sectio Caesarea (SC) adalah prosedur pembedahan untuk melahirkan bayi yang dilakukan bila persalinan pervaginam berisiko membahayakan ibu atau janin. Meskipun bertujuan menyelamatkan, prevalensi persalinan SC meningkat pesat. Di rumah sakit rujukan provinsi NTT, angka SC meningkat signifikan dalam tiga tahun terakhir. Tujuan: Untuk menganalisis faktor yang memengaruhi indikasi persalinan SC. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif desain case control yang dilakukan di rumah sakit rujukan provinsi NTT. Sampel terdiri dari 80 ibu melahirkan dengan metode SC dan 80 ibu pada persalinan pervaginam yang dipilih dengan simple random sampling. Data diperoleh melalui rekam medis dan dianalisis menggunakan uji bivariat (chi-square, fisher exact, dan independent t-test) serta uji multivariat regresi logistik untuk menentukan faktor dominan. Hasil: Analisis menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara persalinan SC dengan CPD, preeklamsia berat, riwayat SC, gawat janin, perdarahan ante partum, kehamilan post date, dan partus lama. Faktor paling dominan adalah riwayat SC sebelumnya (OR = 36.961) dan preeklamsia berat (OR = 33.058). Simpulan: Indikasi persalinan sectio cesarea, meliputi CPD, preeklamsia berat, riwayat SC, gawat janin, perdarahan antepartum, kehamilan post date, dan partus lama, dengan riwayat SC sebelumnya sebagai faktor paling dominan. Saran: Penelitian selanjutnya dapat melakukan kajian lanjutan terhadap dampak jangka panjang persalinan SC untuk memperkuat dasar evidence-based dalam pelayanan kebidanan.   Kata Kunci: Indikasi Persalinan; Rumah Sakit Rujukan; Sectio Caesarea.
Hubungan Intensitas Penggunaan Gadget dengan Risiko Masalah Perilaku Emosional Anak Seif Firinda; Ahmad Suryawan; Linda Dewanti; Astika Gita Ningrum
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 9 (2024): Volume 6 Nomor 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i9.13509

Abstract

ABSTRACT Gadgets are technological developments that can make users dependent, including preschool children. Gadgets are a type of technology that is in great demand among various groups, from adults to teenagers and even young children who use gadgets. Excessive use of gadgets can cause health problems for users, including impaired concentration in learning, impaired child development, sleep disturbances, impaired vision, hearing and disruption of social interaction with the surrounding environment. When using gadgets, children become less interactive and communicate less. The child's development period is very sensitive when the child is 1-5 years old, because at this time the child experiences the golden age. Social emotional processes involve changes in relationships with other people, namely changes in emotions and personality. To identify the intensity of gadget use and children's emotional behavior and analyze the relationship between the two. This research is an observational analytic with a cross sectional study. The total sample was 112 children with the sampling technique being total sampling. The independent variable is the intensity of gadget use which is measured using a questionnaire. The dependent variable is the risk of children's emotional behavior problems as measured by the Emotional Behavior Problems Questionnaire (KMPE). Data analysis used the Spearman test. Almost half of the respondents had a high category of gadget usage intensity, and most of the respondents had emotional behavior problems in the high category. The Spearman test results obtained a p value of 0.001 with a coefficient value of 0.312. There is a sufficient and unidirectional relationship between the intensity of gadget use and the risk of children's emotional behavior problems at Aisyiyah Bustanul Athfal 10 Gresik Kindergarten. It can be interpreted that the higher the intensity of gadget use, the greater the chance that a child will have a risk of emotional behavior problems in the reconciliation category. Keywords: Gadgets, Children Emotional Behavior, Preschoolers  ABSTRAK Gadget merupakan perkembangan teknologi yang dapat membuat penggunanya menjadi ketergantungan, termasuk anak prasekolah. Gadget salah satu teknologi yang banyak diminati di berbagai kalangan, mulai dari kalangan dewasa remaja bahkan anak usia dini sudah menggunakan gadget. Pengguanan gadget secara berlebihan dapat menimbulkan masalah kesehatan bagi penggunanya diantaranya gangguan konsentrasi belajar, gangguan perkembangan anak, gangguan tidur, gangguan penglihatan, pendengaran dan gangguan terhadap interaksi sosial dengan lingkungan sekitar. Ketika menggunakan gadget, anak menjadi kurang berinteraksi dan kurang berkomunikasi. Periode perkembangan anak sangat sensitif saat anak berusia 1-5 tahun, karena pada masa ini anak mengalami masa golden age atau masa emas. Proses sosial emosi melibatkan perubahan dalam hubungan orang lain, yaitu perubahan emosi dan kepribadian.   Untuk mengidentikfikasi intensitas penggunaan gadget dan perilaku emosional anak serta menganalisis hubunbgan diantara keduanya. Penelitian ini merupakan analitik observasional dengan studi cross sectional. Jumlah sample sebanyak 112 anak dengan teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Variabel bebas adalah intensitas penggunaan gadget yang diukur menggunakan kuesioner. Variabel terikatnya adalah risiko masalah perilaku emosional anak yang diukur dengan Kuesioner Masalah Perilaku Emosioanal (KMPE). Analisis data menggunakan uji Spearman. Hampir separuh responden memiliki intenistas penggunaan gadget kategori tinggi, dan sebagian besar responden memiliki masalah perilaku emosional dalam kategori tinggi. Hasil uji Spearman didaptkan nilai p value 0,001 dengan nilai koefisiensi 0,312. Terdapat hubungan yang cukup dan searah antara intensitas pengggunaan gadget dengan risiko masalah perilaku emosional anak di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 10 Gresik. Dapat diartikan bahwa semakin tinggi intensitas penggunaan gadget semakin meningkatkan peluang anak memiliki risiko masalah perilaku emosional dengan kategori rujuk Kata Kunci: Gadget, Perilaku Emosional Anak, Anak Prasekolah
Improvement of the Knowledge and Attitudes of Health Cadres in Eliminating Stigma and Discrimination Regarding HIV and or Tuberculosis Linda Dewanti; Heny Arwati; Shafira Meidyana; Raudia Faridah Humaidy; Soraya Isfandiary Iskandar; Adikara Pagan Pratama; Rabhindra Javier Hariri Darussalam; Ayu Nazilla Fatimahtuz Zahra
Journal of Community Medicine and Public Health Research Vol. 7 No. 1 (2026): Journal Community Medicine and Public Health Research
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jcmphr.v7i1.80096

Abstract

HIV and or TB-related stigma frequently discourages people from seeking healthcare, which can lead to delayed diagnosis and poor health outcomes. The aim of this study is to analyze cadres' knowledge and attitudes regarding diseases to eliminate stigma in their community. Thirty health cadres in a primary healthcare setting in Surabaya were recruited as participants after getting informed consent. Participants were trained in the transmission, prevention, and treatment of diseases, followed by a role-play and a Focus Group Discussion. Pre- and post-tests were conducted to assess cadres' knowledge and attitudes. After the intervention, understanding of HIV and TB among cadres increased significantly (p < 0.001), from pre-test scores of 82.7 ± 17.9 (HIV) and 81.1 ± 6.6 (TB) to 95.7 ± 4.9 (post-HIV test) and 89.3 ± 10.5 (post-TB test). After interventions, cadres understand that HIV transmission can occur from mother to fetus, during childbirth, and through breast milk; and that HIV is not transmitted through air, water, eating utensils, toilet seats, sweat, tears, shaking hands, and hugging. They also understand that most TB patients are no longer contagious after 2 months of treatment and can be cured after 6 months. In the focus group discussion, cadres shared about cases of stigma and discrimination that they had encountered. Finally, together with primary healthcare, they plan to disseminate these results within their community through various activities (sub-district, district, and school) to stop stigma and discrimination.
Hubungan Pengetahuan Anemia dan Pola Menstruasi dengan Kadar Hemoglobin Pada Remaja Putri di SMA Negeri I Ende Maria Camelia T.Bupu; Linda Dewanti; Ivon Diah Wittiarika
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 10 (2024): Volume 4 Nomor 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i10.15661

Abstract

ABSTRACT Anemia is a condition where there is a decrease in the number of erythrocytes as indicated by a decrease in hemoglobin levels, hematocrit and the number of erythrocytes. The incidence of anemia in adolescent girls in developing countries is around 53.7%, anemia often attacks adolescent girls due to stress, menstruation, or late eating (WHO, 2018). Data from the NTT Provincial Health Office in 2022, the coverage of adolescent girls who received anemia status (hemoglobin) screening services was 32.7%. In 2023, in the first quarter, the number of teenage girls in grades 7 and 10 who were identified as anemic was 38.1%. From the results of the screening at the high school level, the Ende District Health Service in 2022 stated that in Ende there were 38% of female students at risk of anemia.To determine the relationship between knowledge of anemia and menstrual patterns in adolescent girls with hemoglobin levels at SMA Negeri I Ende. This research is an observational analytical research with a cross-sectional approach. The sample of this study was 246 teenagers aged 15-16 years who met the inclusion and exclusion criteria. There is a significant relationship between knowledge about anemia and menstrual patterns in young women (p value 0.05) with hemoglobin levels at SMA Negeri I Ende. There is a significant relationship between knowledge of anemia and menstrual patterns in adolescent girls and hemoglobin levels at SMA Negeri I. Keywords: Knowledge of Anemia, Menstrual Patterns, State High School 1 Ende  ABSTRAK Anemia adalah keadaan dimana terjadi penurunan jumlah masa eritrosit yang ditunjukkan oleh penurunan kadar hemoglobin, hematokrit dan hitung eritrosit. Angka kejadian anemia pada remaja putri di Negara- negara berkembang sekitar 53,7%, anemia sering menyerang remaja putri disebabkan karena keadaan stress, haid, atau terlambat makan (WHO, 2018). Data dari Dinkes Propinsi NTT pada tahun 2022 cakupan remaja putri yang menerima layanan pemeriksaan status anemia (hemoglobin) sebesar 32,7% . Pada tahun 2023 triwulan I jumlah remaja putri kelas 7 dan 10 yang teridentifikasi anemia sebanyak 38,1 %. Dari hasil penjaringan tingkat SLTA Dinas Kesehatan Kabupaten Ende tahun 2022 menyatakan bahwa di Ende terdapat 38 % siswi mengalami resiko anemia. Mengetahui hubungan pengetahuan anemia dan pola menstruasi pada remaja putri dengan Kadar hemoglobin di SMA Negeri I Ende. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel dari penelitian ini adalah 246 remaja umur 15-16 tahun yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Ada hubungan yang signifikan pengetahuan tentang anemia dan pola menstruasi pada remaja putri (p value 0,05) dengan dengan kadar Hemoglobin di SMA Negeri I Ende. terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan anemia dan pola menstruasi pada remaja putri dengan kadar hemoglobin di SMA Negeri I Ende. Kata Kunci: Pengetahuan Anemia, Pola Menstruasi, SMA  Negeri I Ende
Co-Authors , Sulistiawati A'yunin, Ulinnuha Qurrota Abu Rizal Dwikatmono Johan Achmad Chusnu Romdhoni Adi, Pandu Satriya Adikara Pagan Pratama Aditiawarman Aditiawarman, Aditiawarman Ahmad Cholifa Fahruddin Ahmad Cholifa Fahruddin Ahmad Suryawan Akbar Nyong husain Akbar, Tito Robbani Albab, Chabib Fachry Alda Dini Wijayanti Alfi Syifa Darmastuti Alpha Fardah Athiyyah Alphania Rahniayu Anandia Nafisah Putri Anang Endaryanto Andriati Andriati Anggraeni, Sylvia Anisa Ayu Maharani Anny Setijo Rahaju, Anny Setijo Arinaa Manasika Farida Ariobimo, Bonfilio Neltio Arlean, Maria Agatha Armadison, Sonia Yustisia Arrianti, Emilia Eka Arya Ivan Mahendra Arya Ivan Mahendra Arya Wiradewa Asra Al Fauzi atika Atika Anggarsari Audi Salman Faza Ayu Nazilla Fatimahtuz Zahra Azwin Mengindra Putera Bagus Setyo Boedi Bagus Setyoboedi Benny Iswanto Pantoro Branandito Putra Brilianti, Natasya Nurvita Budi Prasetyo Budiono, Perthdyatama Syifaq Bupu, Maria Camelia T. Chabib Fachry Albab Christian Susianto, Steven Cindy Zerlina Artanti Damayanti Dessy Putri Pratiwi Dessy Putri Pratiwi Dewi Ratna Sulistina Dewi Setyowati Dewi, Gusti Agung Ayu Ira Kencana Dharmadjati, Budi Baktijasa Dharmawati, Ira Dian Neni Naelasari Diani, Masyithoh Wahyu Dominicus Husada Dwi Retno Wulandari Eddy Bagus Wasito Eko Budi Koendhori, Eko Budi En, Theophilus Tan Zhu Endyka Erye Frety Erlangga, Wildan Anugrah erma nurlita sari Ernawati Ernawati Fahruddin, Ahmad Cholifa Fardana, Nur Ainy Farhan Nurdiansyah Fatihuddin, Mohammad Fata Fatimah, Niswah Silmi Fatimah, Nurmawati Fauzi, Asra Al Febriyana, Nining Febronia Martina Dua Lehang Fitria Kusumastuti Gabriel Rio Widipriyatama Gabriel Zean Ghifari, Adiarsya Gunawan, Ayu Liana H. M. S. Wiyadi Heny Arwati Husniyah, Barizatul Hutauruk, Maria Marind Desrianti Ivon Diah Wittiarika Izzatul Fithriyah Jayanti, Ratna Dwi Johan, Abu Rizal Dwikatmono Kamal, Imran H Kasiati, Klanting Khoirunnisa, Auliai Kinanthi, Monica Tiara Arum Kuntaman Kuntaman Laksana, Muhammad Ardian Cahya Laksmi Wulandari Lamara, Ariikah Dyah Lilik Djuari Lukman Hakim Lupita Ghilang Laraz Lutfi, Delfitri Mahendra, Arya Ivan Maria Camelia T.Bupu Maria Marind Desrianti Hutauruk Mas`udi, Achmad Fayyad Maytasya Dwinaqifah Meitavany, Estya Nadya Meity Ardiana Moediarso, Bisyamsi Nawaijaya Mogi, Anjelina Kristina Moses Tende Stephens Mujtaba, Farah Natasya Nurvita Brilianti Netti Herlina Ni Ketut Maya Purvitagiri Nida&#039;an Khafiya Ningrum, Astika Gita Nining Febriana Novi Dwi Ambarsari Nudy Purwanto, Putri Nur Anisah Rahmawati Nurdiansyah, Farhan Nuswantoro, Djohar Oktavian, Puguh Oscarhiny Firda Lorenzha Paladan, Triadi Putra Pantoro, Benny Iswanto Prajitno, Subur Prasticha, Anggraini Dian Pratama, Mulia Pratiwi, Dessy Putri Puguh Oktavian Purwati, Cincin Hari Putri, Anandia Nafisah Qonita Hanifah Qualisa, Prafidina Qurnianingsih, Ema Rabhindra Javier Hariri Darussalam Rahmi, Koyuki Atifa Ramadhan, Erlangga Lazuardi Rani Sidaryanti Rantam, Berli Arfani Rarasati, Birgitta Vania Ratri, Anudya Kartika Raudia Faridah Humaidy Rayanti Sagala Rayhan Alma Shafannisa Heru Reka Elvia Dirda Prasasta Riza Saputri Alistianti Rize Budi Amalia Rosantia Sarassari Rukmana, Nabila Ilma Nisa Sahudi Salman Aziz, Muhamad Abi Sampurna, Mahendra Tri Arif Sarassari, Rosantia Seif Firinda Septiana, Fitri Nurina Shafira Meidyana Shuviatul Chasanah Silvia Salsabilah Simangunsong, Darmika Caroline Sitisalma Amirah Dzakiyyah Soraya Isfandiary Iskandar Sri Utami Stella Agatha Widjaja Steven Christian Susianto Subagyo, Zaufy Verlieza Oktaviano Subur Prajitno Suharno, Novianto Edi Sulis Bayusentono Sulistiawati Sulistiawati Sulistiawati Sulistiawati Sulistiawati Surya, Prima Ardiansah Thirafi, Sacharissa Zerlina Tsarwah Triana Novitasari Triana Novitasari, Triana Visky Afrina Wahyul Anis Wahyunitisari, Manik Retno Wardhani, Indrayuni Lukitra Widati Fatmaningrum Wironegoro, Rio Wiwin Retnowati Woro Setia Ningtyas Yashinta, Yolanda Ayu Yusigania, Dinna Ziddan, Hamka