p-Index From 2021 - 2026
6.654
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Komplek Tugu Pahlawan Sebagai Alun-alun Surabaya Pada Masa Kolonial Hindia Belanda dan Nilai-nilai Edukasinya Ismail, Akhmat Safiudin; Sulistyo, Wahyu Djoko
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v7i2p418-434

Abstract

The purpose of this research is to examine the Heroes Monument which was a Surabaya city hall during the Dutch East Indies colonial period and the educational values that can be taken from this. The research method used is a qualitative method. By using this method, the result was that the Heroes' Monument which was inaugurated by Soekarno on the 6th anniversary of Heroes' Day was a city square during the Dutch East Indies era which had been very well laid out. To the north of the square is the city park and the regent's office, to the east is the governor's office, to the south is the raad van justitie, and to the west is the Surapringgo Mosque. There are five educational values that can be taken from historical facts, namely religious values, historical thinking values, honesty values, and curiosity values.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengupas Tugu Pahlawan yang merupakan alun-alun Surabaya pada masa kolonial Hindia Belanda dan nilai-nilai Pendidikan yang dapat di ambil dari hal tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Dengan menggunakan metode tersebut, di dapatkan hasil bahwa Tugu Pahlawan yang diresmikan Soekarno pada peringatan hari pahlawan ke-6 adalah alun-alun kota pada masa Hindia Belanda yang telah diatur tata letaknya dengan sangat baik. Sebelah utara alun-alun tersebut terdapat taman kota dan kantor bupati, sebelah timur terdapat gouverneurs kantoor, sebelah selatan terdapat raad van justitie, dan sebelah barat terdapat Masjid Surapringgo. Nilai-nilai edukasi yang dapat di ambil dari fakta sejarah tersebut ada lima yakni nilai religius, nilai berpikir historis, nilai kejujuran, dan nilai rasa ingin tahu.
Analisis Implementasi Integrasi Sejarah Lokal-Nasional dalam Pembelajaran Sejarah di Indonesia: Suatu Kajian Analisis Bibliometrik dan Konten Sulistyo, Wahyu Djoko; Kurniawan, Bayu; Djono, Djono
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v8i2p255-265

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui: 1) bagaimana strategi pembelajaran sejarah yang digunakan dalam pembelajaran sejarah lokal dan nasional, dan 2) bagaimana dampaknya dalam pembelajaran Sejarah. Oleh karena itu studi analisis bibliometrik kami lakukan untuk mendapatkan jawaban dari tujaun artikel ini. Kami lakukan pencarian artikel yang relevan pada data base Crossref rentang tahun 2020-2025 menggunakan kata kunci atau query tertentu. Kami berhasil mengumpulkan 285 dari 1000 artikel yang sesuai topik, kemudian kami analisis menggunakan aplikasi Vosviewer untuk mengetahui hubungan kata kunci atau istilah masing-masing artikel. Analisis konten terhadap judul, kata kunci, dan abstrak pada 285 artikel kami lakukan untuk mendapatkan makna dari keterkaitan hubungan antar kata kunci dimasing-masing artikel. Hasilnya kami menemukan bahwa kajian literatur empiris dari artikel mulai tahun 2020-2025 menggunakan startegi pembelajaran Sejarah berbasis riset Sejarah, berbasis media pembelajaran digital, pemanfaatan bahan ajar, dan kunjungan langsung ke museum. Serta, memiliki dampak berupa peningkatan literasi Sejarah, berpikir kritis, minat dan motivasi belajar.
UI/UX Design Development for The SiCamar Application: A VR-Based Interactive Learning Media Bayu Kurniawan; Wahyu Djoko Sulistyo; Listyo Yudha Irawan
Indonesian Journal of Social Science Education (IJSSE) Vol 7, No 1 (2025): January
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ijsse.v7i1.6902

Abstract

The rapid advancement of technology significantly affects various life aspects, notably education. Virtual reality (VR) is a key technology that enables the creation of educational media for historical sites. However, previous research indicates limitations in features and accessibility. This study aims to develop a prototype application called SiCamar (Malang Raya Temple Site) based on VR. Using a research and development (R&D) approach, we applied the ADDIE model, focusing only on the Analysis, Design, and Development stages since the goal was to create a prototype and test its initial feasibility. The needs analysis revealed that users desired to experience the historical site via a VR platform. Essential features identified include 360-degree panoramas, videos, teaching materials, and maps, while necessary learning activities involve virtual tours, video observation, reading materials, and answering questions. In the design phase, the use of AI facilitated the creation of an attractive user interface. User testing results indicate that the SiCamar application effectively enhances user satisfaction, particularly in supporting the learning process.
PERANCANGAN MOTIF BATIK DENGAN INSPIRASI RELIEF ORNAMENTASI CANDI KIDAL SEBAGAI PENGEMBANGAN CORAK BATIK DESA KIDAL Nafi’ah, Ulfatun; Utami, Indah Wahyu Puji; Sulistyo, Wahyu Djoko; M, Rike Andrias; Mahmud, Jihan Amirudin; Minarti, Minarti
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tiap daerah memiliki motif batik yang khas, termasuk Desa Kidal yang berada di Kabupaten Malang. Desa ini baru merintis sentra kerajinan batik tulis maupun cap dengan inspirasi yang berasal dari lingkungan sekitar, termasuk dari Candi Kidal. Desa ini sudah memiliki beberapa motif khas namun masih sangat sederhana dan perlu dikembangkan lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk merancang motif khas batik Desa Kidal yang bersumber dari relief ornamentasi pada Candi Kidal. Metode yang dilakukan meliputi observasi, eksplorasi ide, perancangan, dan perwujudan karya. Ada enam motif khas yang dihasilkan yaitu, singhapadma kidal kiri, singhapadma kidal kanan, padma kidal, sulur padma kidal,medalion kidal, dan medalion wisnu kencana. Motif tersebut diaplikasikan dalam bentuk canting cap batik. Motif baru yang dihasilkan memperkaya motif yang telah ada sebelumnya di Desa Kidal.
BAKTI DAN PENGENALAN SITUS CANDI KALICILIK PADA SISWA SD 1 CANDIREJO PONGGOK BLITAR Sulistyo, Wahyu Djoko; F, Dera Trisna; Febriant, Diky; E, M. Davit; Afi, Muhtia Wahyu; Hidayati, Nurul; P, Wisnu Luhung; Fitrian, Yuli
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 2 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam praksis social ini adalah bakti dan pengenalan situs Candi Kalicilik Blitar. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan keberadaan situs sejarah Candi Kalicilik kepada masyarakat sekitar. Target sasaran dalam kegiatan ini yaitu siswa SD Candirejo 1 Ponggok Blitar. Sekolah ini dijadikan objek karena posisi sekolah yang terletak tidak jauh dari situs namun banyak siswanya yang tidak mengetahui adanya candi tersebut. Pengenalan terhadap situs ini menjadi penting karena untuk melestarikan situs sejarah diawali dengan kegiatan mengenali. Pelaksanaan pengabdian dalam kegiatan praksis ini melalui tiga tahap yaitu, persiapan pelaksanaan dan evaluasi. Kegiatan observasi dan koordinasi dengan pihak sekolah maupun pengelola candi dilakukan pada tahap persiapan. Pada tahap pelaksanaan bakti dan pengenalan candi dilakukan dengan membersihkan lingkungan sekitar situs candi dan mengenalkan sejarah situs kepada siswa SD 1 Candirejo. Selama proses pengenalan berlangsung siswa antusias untuk mengikuti kegiatan, dan diakhiri dengan kegiatan evaluasi. Hasil bakti dan pengenalan situs candi menunjukkan bahwa beberapa siswa SD 1 Candirejo sudah mengenal situs Candi Kalicilik, mereka tahu jika Candi Kalicik merupakan peninggalan masa kerajaan Majapahit. Akan tetapi masih ada beberapa siswa yang tidak tahu dan belum pernah ke candi Kalicilik. Dengan pengenalan situs Candi Kalicilik dapat menambah wawasan pengetahuan warga setempat khususnya generasi muda agar peduli serta menjaga peninggalan-peninggalan penting yang ada di daerah sekitarnya.
PELATIHAN KARYA TULIS ILMIAH DAN PENGELOLAAN JURNAL ELEKTRONIK SEBAGAI MEDIA HALAQOH ILMIAHDI PESANTREN LUHUR Idris, Idris; Subekti, Arif; Sulistyo, Wahyu Djoko
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya tulis ilmiah dan publikasi merupakan produk yang menjadi tuntutan dalam dunia akademik. Halaqoh ilmiah merupakan salah satu program rutin yang dilaksanakan oleh pesantren Luhur untuk memberikan pemahaman dan pengalaman keilmuan kepada santri. Namun demikian, dalam pelaksanaannya, karya-karya yang dibuat dan dipresentasikan oleh santri pada kegiatan tersebut, belum tersusun sesuai dengan kaidah penulisan ilmiah. Oleh karena itu, diperlukan adanya pelatihan karya tulis ilmiah dan sekaligus pelatihan pengelolaan jurnal elektronik agar para santri bisa menulis sekaligus memberikan mereka media untuk mempublikasikan karya mereka dalam bentuk jurnal online yang bisa dinikmati dan dibaca oleh publik secara luas. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan di pondok pesantren Luhur dengan Tim Pengabdian menjadi narasumber pada kedua acara tersebut. Hasil dari kegiatan pelatihan ini sangat memuaskan, semua peserta antusias dan memahami secara komprehensif materi pelatihan. Selain itu, bagi para santri yang menjadi perwakilan dalam pelatihan pengelolaan jurnal secara online. Evaluasi pasca pelatihan menunjukkan bahwa tim editor dari pesantren dapat mengoperasionalkan sistem Open Journal System (OJS) dengan baik.
Mengembangkan kompetensi guru Sejarah SMK yang inovatif melalui pelatihan videografi Sulistyo, Wahyu Djoko; Utami, Indah Wahyu Puji; Widiadi, Aditya Nugroho; Umami, Riza Oktavia; Ismail, Akhmat Safiudin
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um022v8i12025p87-96

Abstract

Enhancing the innovative competencies of vocational high school history teachers through videography training This videography training was conducted to train history teachers at vocational schools throughout the Malang Regency to be able to develop innovative history learning media in the form of videography. One of the indicators of an innovative teacher is being able to develop their own learning media according to the needs and characteristics of students in the class. A common problem in learning history in vocational schools is that students are less interested in history lessons because they are boring and not a subject that is appropriate for their field. One of the causes of student boredom is the lack of creativity and innovation of teachers in using learning media. So, it is necessary to conduct training to improve teacher competence in developing innovative learning media, namely videography. This training is realized in three stages, namely pre-activities, core activities and post-activities. The implementation of this history videography training was carried out for two days, namely on July 23, 2024, online using Zoom software and on July 25, 2024, offline at the Museology Laboratory, Department of History, State University of Malang. The results of the training, firstly showed that history teachers of vocational schools throughout Malang Regency assessed that the videography training succeeded in improving their competence with the results of the evaluation questionnaire of 80-93 percent, secondly the output of the videography project was able to be completed by the participants so that it can be used as an innovative learning media. With this training, it is hoped that history educators will not only teach but can also develop historical videos that can be used as a medium for learning history in the classroom. Pelatihan videografi ini dilakukan untuk melatih guru-guru sejarah SMK se-Kabupaten Malang agar dapat mengembangkan media pembelajaran sejarah yang inovatif dalam bentuk videografi. Karena salah satu indikator guru yang inovatif yaitu mampu mengembangkan sendiri media pembelajaranya sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik di kelas. Problematika umum dalam pembelajaran sejarah di SMK adalah siswa kurang tertarik dengan pelajaran sejarah karena membosankan dan bukan sebagai mata pelajaran yang sesuai di bidang mereka. Salah satu penyebab kebosanan siswa karena kurang kreatif dan inovatifnya guru dalam penggunaan media pembelajaran. Sehingga perlu dilakukan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi Guru dalam mengembangkan media pembelajaran yang inovatif, yaitu videografi. Pelatihan ini direalisasikan dengan tiga tahap yakni pra kegiatan, kegiatan inti dan pasca kegiatan. Pelaksanaan pelatihan videografi sejarah ini dilaksanakan selama dua hari yakni pada 23 Juli 2024 secara daring menggunakan software Zoom dan pada 25 Juli 2024 secara luring di Laboratorium Museologi Departemen Sejarah, Universitas Negeri Malang. Hasil pelatihan, yang pertama menunjukkan bahwa para guru sejarah SMK se-Kabupaten Malang menilai pelatihan videografi berhasil meningkatkan kompetensinya dengan hasil angket evaluasi 80-93 persen, kedua ouput project videografi mampu diselesaikan oleh para peserta sehingga dapat dijadikan media pembelajaran yang inovatif. Dengan pelatihan ini diharapkan para pendidik sejarah tidak hanya sekadar mengajar saja, melainkan dapat mengembangkan video sejarah yang dapat digunakan untuk media pembelajaran sejarah di kelas.
Pengembangan e-modul pembelajaran Sejarah berbasis multikultural tingkat SMA Handajani, Aniek; Sulistyo, Wahyu Djoko; Slamet Sujud Purnawan Jati; Iqbal Maulana Razaq
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um022v9i12026p34-42

Abstract

Developing multicultural-based e-modules for History learning of senior high school level History education has an important role in instilling national awareness and tolerance among the nation's youth. However, there are still many problems related to history learning at high school level, such as students feel bored, history teachers lack of historical insight, monotonous learning, history books merely discuss historical facts and emphasizing less on multiculturalism. In addition, there is a new policy on in-depth learning that many history teachers have not understood, particularly history teachers in Malang. Hence, it is crucial to provide insight to history teachers by holding a workshop on developing multicultural-based e-modules for history learning fitted with the In-Depth Learning curriculum. This community service aims to develop multicultural-based e-modules for history learning that are used by high school teachers and students. Also, it is conducted to provide teaching materials that foster tolerance, respect for diversity and strengthen nationalism in Indonesia’s multicultural context. This research is carried out using a qualitative method with participatory action research. The target of the workshop activity is the history teachers in Malang. The results of the community service show that after the workshop, teachers can develop multicultural-based history e-modules. Moreover, the developed e-modules increase student learning motivation, broaden historical insights with a multicultural perspective, and facilitate teachers in presenting materials interactively. Dissemination of the workshop results are carried out through journal articles, social media, and posters. Furthermore, the multicultural-based history e-modules will be implemented in several high schools to enhance students' understanding of national identity and sense of Indonesian nationalism. Pendidikan sejarah mempunyai peranan penting dalam menanamkan kesadaran kebangsaan dan toleransi diantara generasi bangsa. Namun masih banyak permasalahan terkait pembelajaran sejarah di tingkat SMA, seperti siswa merasa bosan, guru sejarah kurang wawasan kesejarahan, pembelajaran monoton, buku sejarah hanya membahas fakta sejarah dan kurang menekankan multikulturalisme. Apalagi ada kebijakan baru tentang pembelajaran mendalam yang belum dipahami sebagian besar guru sejarah, khususnya guru MGMP sejarah di Malang. Oleh karenanya penting untuk memberikan wawasan kepada guru sejarah dengan mengadakan workshop pengembangan e-modul pembelajaran sejarah berbasis multikultural yang sesuai dengan kurikulum pembelajaran mendalam. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul pembelajaran sejarah berbasis multikultural yang digunakan oleh guru dan siswa tingkat SMA. Selain itu kegiatan ini untuk memenuhi kebutuhan bahan ajar yang mampu menumbuhkan sikap toleransi, menghargai keberagaman, serta memperkuat rasa nasionalisme dalam konteks multikultural Indonesia. Kegiatan ini dilakukan memakai metode kualitatif dengan participatory action research. Sasaran kegiatan workshop adalah guru MGMP Sejarah di Malang raya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa setelah workshop guru mampu menyusun e-modul sejarah berbasis multikultural. Selain itu e-modul yang dikembangkan mampu meningkatkan motivasi belajar siswa, memperluas wawasan sejarah dengan perspekstif multikultural, serta memudahkan guru dalam menyajikan materi secara interaktif. Diseminasi hasil workshop dilakukan melalui artikel jurnal, media sosial dan poster. Selanjutnya e-modul sejarah berbasis multikultural akan diimplementasikan di beberapa sekolah tingkat SMA/sederajat sehingga dapat meningkatkan pemahaman identitas nasional dan rasa nasionalisme Indonesia di kalangan peserta didik.
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS LAPANGAN PADA SITUS MATA AIR DI WILAYAH SINGOSARI-LAWANG Marsudi, Nuzulul Hidayati; Widadi, Aditya Nugroho; Sulistyo, Wahyu Djoko
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065.v4.i4.2024.20

Abstract

Indonesia's pluralism does not always have a good impact, this pluralism also poses a threat in the form of the division of the nation. Multicultural education is a solution to prevent the threat of national division. In multicultural education, students will be taught how to respond to the various cultural differences that exist in Indonesia. The history of the spring site in the Singosari-Lawang area holds lessons about how we deal with diversity. Through field-based learning, it is hoped that students can learn and apply lessons from history. In this article the author aims to: 1) explain the history and current function of the spring site in the Singosari-Lawang area, 2) explain the learning carried out at the spring site in the Singosari-Lawang area and 3) explain the main objectives of learning at the spring site in the Singosari-Lawang area.
Co-Authors Achmad Dicky Setiawan Achmad Dicky Setyawan Aditya Nugroho Widiadi Afi, Muhtia Wahyu Agung Wiradimadja Akhmat Safiudin Ismail Alan Sigit Fibrianto Anung Jati Nugraha Mukti Apriliya Rida Nabila Ari Sapto Arini Sa'adah Ashari, Gedhe Asy'ary, Widya Hafidh Azizah, Rika Safitri Nur Bagas Gifari Eko Saputra Bayu Kurniawan Bayu Kurniawan Blasius Suprapta, Blasius Deny Yudo Wahyudi Deony Tritaufika Dera Trisna Fintari Dewi, Edna Sari Kusuma Diky Febrianto Dimas Anggoro Djono Djono E, M. Davit Eaadawiyyah, Rabieaah AL Eka Nurmalasari F, Dera Trisna Febriant, Diky Febriyanti, Hani Auliyah Fika Fatchul Nur Wakhidah Firman Ardiansyah Fitrian, Yuli Goes Abdul Wahid Hafida, Mellina Nur hafida, mellinanur Handajani, Aniek Hani Auliyah Febriyanti Hendika Wicaksana Heny Intan Permatasari Idris Idris Idris Imamul Huda Al Siddiq Indah Wahyu Puji Utami, Indah Wahyu Iqbal Maulana Razaq Ismail Lutfi Ismail, Akhmat Safiudin Isvi Rahmatul Mustafa Jihan Amirudin Mahmud Joko Sayono Khakim, Fahrul Lukmanul Khakim, Moch Nurfahrul Lukmanul Kurniawan, Novian Candra Listyo Yudha Irawan Lutfiah Ayundasari M, Rike Andrias Maghfiroh, Aghnia Muzamilul Maharani Arya Dewanti Mahmud, Jihan Amirudin Maisaroh, Anisa Amalia Marsudi, Nuzulul Hidayati Martin Rizaldi Mas Rangga Yuda Mellina Nur Hafidza Minarti Minarti Mohammad Efendi Mohammad Zurais Ainu Muhammad Bastomi Abdillah Muhtia Wahyu Afi Muhtiya Wahyu Afi Nafi'ah, Ulfatun Najib Jauhari Nantana, M. Gebryna Rizki Nastiti Lintang Muktiati Necklisya Roulice Novi Rani Winata Nur Habibi, Muhammad Aqib Nur Hafida, Mellina Nurin Nazlah Nurul Azizah Nurul Hidayati Nurul Hidayati Nuzulul Hidayati Marsudi Onok Yayang Pamungkas P, Wisnu Luhung Pratama, Refaldi Andika Pratama, Riki Reza Hudiyanto Rike Andrias M. Riki Pratama Rosi Isnanda Sapaike, Aida Alta Shinta Fauziyah Sidyawati, Lisa Siti Awaliyah Slamet Sujud Purnawan Jati, Slamet Sujud Purnawan Subekti, Arif SUHADAK, AHMAD Suprapta, Blasisus Susilo, Ariani Syafa Nabila Kurnia Wahyuda Syamsul Arifin Teguh Dias Arestu Putra Umami, Riza Oktavia Vira Herlinda Wahyuda, Sya'fa Nabila Kurnia Wicaksana, Hendika Widadi, Aditya Nugroho Wisnu Luhung Pambudi Yohannes Iwano Jehaut M Yuli Fitriani Zelinda Istighfariani