Claim Missing Document
Check
Articles

AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 70% BIJI KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) TERHADAP Staphylococcus epidermidis DAN Salmonella typhi Angesti Atiqah Ranasatri; Nur Mahmudah; Riandini Aisyah; Retno Sintowati
Biomedika Vol 13, No 2 (2021): Biomedika Agustus 2021
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v13i2.11634

Abstract

ABSTRAKKomponen kafein, asam organik volatil, non volatil, fenol, dan senyawa aromatik dalam ekstrak biji kopi telah diketahui memiliki efek antimikroba terhadap bakteri Gram positif dan negatif. Bakteri yang sering menyebabkan infeksi diantaranya Staphylococcus epidermidis dan Salmonella typhi. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% biji kopi robusta (Coffea canephora) terhadap Staphylococcus epidermidis dan Salmonella typhi. Penelitian ini merupakan eksperimental laboratorium dengan metode post test only controlled group design. Metode yang digunakan adalah metode difusi agar (disc diffusion Kirby and Bauer). Sampel dibagi menjadi 6 kelompok, yaitu kontrol (+) tetrasiklin/kloramfenikol, kontrol (-) aquades, kelompok perlakuan ekstrak biji kopi robusta berbagai konsentrasi P1=3,125%, P2=6,25%, P3=12,5% dan P4=25% dengan 4 pengulangan sesuai rumus Federer. Analisis data menggunakan uji Kruskal Wallis dan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian untuk uji Kruskal Wallis terhadap kedua bakteri didapatkan p=0,001. Hasil uji Mann-Whitney terhadap kedua bakteri didapatkan p kelompok kontrol (-) dibandingkan semua kelompok perlakuan p0,05 yang berarti ekstrak biji kopi robusta memiliki aktivitas menghambat pertumbuhan bakteri. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ekstrak biji kopi robusta memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis dan Salmonella typhi pada konsentrasi 3,125%, 6,25%, 12,5%, dan 25%. Kata Kunci: Kopi Robusta, Antibakteri, Staphylococcus epidermidis, Salmonella typhi ABSTRACTCaffeine, organic volatile acids, non volatile, phenol, aromatic compounds in coffee bean extract has been known to have antismicrobial effects on Gram positive and negative bacteria. Bacteria that often cause infections are Staphylococcus epidermidis and Salmonella typhi. This study aimed to determine the antibacterial activity of 70% ethanol extract of robusta (Coffea canephora) coffee beans against Staphylococcus epidermidis and Salmonella typhi. This research is an experimental laboratory with a post test only controlled group design method. Samples were divided into 6 groups, (+) control tetracycline/chloramphenicol, (-) control aquades, robusta coffee bean extract treatment groups with various concentrations of P1=3.125%, P2=6.25%, P3=12.5% and P4=25% with 4 repetitions according to the Federer formula. Data analysis used the Kruskal Wallis test and the Mann-Whitney test. The results of the study for the Kruskal Wallis test on both bacteria obtained p=0.001. Mann-Whitney test results on the two bacteria obtained p control group (-) compared to all treatment groups p0.05, which means robusta coffee bean extract has an activity that inhibits bacterial growth. This study concluded robusta coffee bean extract has antibacterial activity against Staphylococcus epidermidis and Salmonella typhi at 3,125%, 6,25%, 12,5%, dan 25% concentrations. Keywords: Robusta Coffee, Antibacterial, Staphylococcus epidermidis, Salmonella typhi
HUBUNGAN JUMLAH TROMBOSIT DENGAN JUMLAH ERITROSIT PADA PASIEN INFEKSI VIRUS DENGUE DI RS X SURAKARTA Muhammad Alim Abdul Majid Hidayatullah; Riandini Aisyah
Biomedika Vol 9, No 2 (2017): Biomedika Agustus 2017
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v9i2.5846

Abstract

Supresi sumsum tulang merupakan kondisi yang biasa terjadi pada pasien terinfeksi dengue. Keadaan ini  menyebabkan penurunan hematopoiesis. Secara teoritis, hal ini akan menurunkan jumlah trombosit dan eritrosit dalam darah tepi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan korelasi antara jumlah trombosit dan eritrosit pada pasien terinfeksi dengue. Penelitian ini menggunakan analisis korelasi dengan pendekatan cross sectional. Data yang dikumpulkan dari rekam medis pasien sebanyak 40 pasien yang didiagnosis sesuai kriteria diagnostic WHO 2009, diagnosis dikonfirmasi dengan uji serologis, dan usia di bawah 14. Pasien yang memiliki riwayat anemia hemolitik autoimun (AIHA), purpura trombositopenia idiopatik (ITP), anemia, dan riwayat transfusi darah dikeluarkan dari penelitian ini. Kami menggunakan uji korelasi Pearson dengan software untuk menganalisa data. Rerata jumlah trombosit= 95.625 (52,63) 103 /mm3 dan rerata jumlah eritrosit= 4,83 (0,41) 106/mm3 . Uji korelasi Pearson antara jumlah trombosit dan eritrosit diperoleh nilai r= 0,215 dan nilai p= 0,182, sehingga dapat diartikan bahwa tidak terdapat hubungan antara jumlah trombosit dan eritrosit pada pasien yang terinfeksi dengue. Kata Kunci: infeksi virus dengue, trombosit, eritrosit
EFEK EKSTRAK ETANOL 70% DAUN KEMBANG SEPATU (Hibiscus rosa-sinensis L.) DALAM MEMPERPENDEK WAKTU PERDARAHAN DAN WAKTU PEMBEKUAN PADA MENCIT JANTAN GALUR SWISS Riandini Aisyah; Ryan Budi Gunawan; EM Sutrisna
Biomedika Vol 8, No 1 (2016): Biomedika Februari 2016
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v8i1.3023

Abstract

Daun kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) mengandung senyawa tannin dan flavonoid yang berefek sebagai agen hemostatik/penghentian perdarahan melalui mekanisme vasokonstriksi dan astringent. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek ekstrak topikal kembang sepatu terhadap penghentian perdarahan luar pada mencit. Penelitian bersifat eksperimental laboratoris dengan rancangan post test only with control group design. Subyek penelitian adalah daun kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) dan menggunakan 24 ekor mencit jantan galur Swiss yang dibagi dalam 6 kelompok yaitu : kontrol negatif (aquadest), kontrol positif (Epinefrin), dan kelompok III, IV, V, VI : diberikan ekstrak daun kembang sepatu dengan konsentrasi 5%, 10%, 20% dan 40% diberikan secara topikal. Ekor tikus diberi perlukaan kemudian dicelupkan pada tiap-tiap kelompok untuk diamati dan dihitung waktu perdarahan dan waktu pembekuan. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji statistic Oneway Anova dan uji statistic LSD (Least significant Difference). Terdapat perbedaan bermakna dari bleeding timeantara kontrol negatif dengan perlakuan (p.0,000, sementara tidak terdapat perbedaan dalam cotting time  (p,0,313.Kesimpulan: ekstrak etanol 70% daun kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) konsentrasi 5%, 10%, 20% dan 40% mampu memperpendek waktu perdarahan, namun, tidak berefek memperpendek waktu pembekuan.Kata kunci : ekstrak daun kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.), waktu perdarahan, waktu pembekuan
THE EFFECTIVENESS OF 70% METHANOLIC EXTRACT OF AVOCADO LEAF (Persea americana Mill) IN DECREASING BLOOD SUGAR LEVELS IN MALE RATS (Rattus norvegicus) WISTAR STRAIN INDUCED ALLOXAN Retno Sintowati; Anindita Putri Handayani; Riandini Aisyah
Biomedika Vol 8, No 1 (2016): Biomedika Februari 2016
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v8i1.3018

Abstract

Tanaman alpukat (Persea americana Mill) merupakan tanaman tradisional yang memiliki kandungan flavonoid dan tannin yang dapat menurunkan kadar gula darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas ekstrak metanol 70% daun alpukat (Persea americana Mill) terhadap penurunan kadar gula darah.Metode penelitian menggunakan eksperimental laboratorik dengan rancangan penelitian pretest – posttest with control group design. Hewan uji yang digunakan 25 ekor tikus jantan galur Wistar, umur 2-3 bulan, dan berat badan 150-200 gram yang dibagi dalam 5 kelompok. Kelompok I: kontrol negatif (aquades), kelompok II: kontrol positif (glibenklamid), kelompok III, IV, V : ekstrak metanol 70% daun alpukat dengan dosis berturut-turut adalah sebagbai berikut: 100 mg/ 200 grBB, 150 mg/ 200 grBB, 200 mg/ 200 grBB. Gula darah diukur dengan alat spektrofotometer. Berdasarkan hasil uji ANOVA, data penurunan kadar gula darah hari ke-7 pemberian ekstrak nilai probabilitas signifikan p = 0, 000 dengan demikian p 0, 05 maka terdapat perbedaan penurunan kadar gula darah yang bermakna. Berdasarkan uji LSD dari semua kelompok didapatkan nilai p 0,05 yang berarti terdapat perbedaan penurunan kadar gula darah yang signifikan antara2 kelompok. Kesimpulan: Ekstrak metanol 70% daun alpukat (Persea americana Mill) dosis 200 mg/200; 100 mg/200 and 150 mg/ 200 gram/berat badan dapat menurunkan kadar gula darah pada mencit jantan galur wistarKata Kunci : Ekstrak metanol 70%, Alpukat (Persea americana Mill), gula darah, diabetes mellitus.
The Effect of Coffee on The Quantity of Spermatozoa of Diabetic Wistar Rats Inducted By Aloxan Ahmad Alrizaldi; Riandini Aisyah; Safari Wahyu Jatmiko
Herb-Medicine Journal: Terbitan Berkala Ilmiah Herbal, Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2021): Herb-Medicine Journal April 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/hmj.v4i2.7761

Abstract

Hyperglycemia in people with diabetes mellitus causes oxidative stress which can interfere with the provision of nutrients through blood vessels to the tissues that form spermatozoa so that it interferes with the process of spermatogenesis in the testicular organs. Coffee contains caffeine and chlorogenic acid which functions as an antioxidant to improve spermatogenesis abnormalities which causes decreased number of normal spermatozoa. The purpose of this study was to determine the ability of coffee in improving the number of spermatozoa of alloxan induced wistar white rats.. Methods this study uses Post-test only laboratory experimental research with control group design. Submitting 30 rats divided into 5 groups: normal control (given aquades), negative control (induced alloxan + aquades), setting 1 (induced alloxan + coffee 0.054 gram / 200 gramBB), aid 2 (alloxan induced + coffee 0.108 gram / 200 gramBB ) and treatment 3 (alloxan + coffee induced 0.162 gram / 200 gramBB). Provision of coffee carried out for 14 days, rats terminated on the 15th day. Testicles are taken then observed and counted spermatozoa. One-way ANOVA test results show the value of p = 0.000. In the LSD test between the normal control group (aquades) and negative control (diabetic rats without treatment) had a value of p = 0.042, whereas in the treatment group 1.2.3 with a negative control had a value of p = 0.000. Provision of coffee can increase the number of spermatozoa white wistar strain alloxan induced.
Perbedaan Uji Efektivitas Ekstrak Daun Sirsak (Annona muricta L.) dan Daun Ketapang (Terminalia catappa L.) dalam Membunuh Larva Aedes aegypti Rochmadina Suci Bestari; Sella Felina; Muhamad Irfan Hidayatullah; Riandini Aisyah Nurhayani
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.823 KB)

Abstract

Demam Berdarah Dengue merupakan masalah serius di Indonesia, salah satu pemberantasannya adalah menggunakan biolarvasida. Ekstrak daun sirsak (Annona muricata L.) dan daun ketapang (Terminalia catappa L.) diketahui bisa berfungsi sebagai larvasida karena mengandung acitogenin, alkaloid, tanin, flavonoid dan saponin. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan daya bunuh ekstrak daun sirsak dan daun ketapang terhadap larva Aedes aegypti. Metode penelitian ini adalah eksperimental laboratorium dengan metode posttest only with controlled group design. Terdapat 700 larva Aedes aegypti instar III untuk tiap kelompok. Pada kelompok ekstrak daun sirsak, terdapat 7 kelompok (0,0075%; 0,015%; 0,03%; 0,06%; 0,12%; tween sebagai kontrol negatif dan abate sebagai kontrol positif). Sedangkan pada kelompok ekstrak daun ketapang, secara acak dibagi menjadi 7 kelompok (konsentrasi 0%, 0,1%, 0,5%, 1%, 1,5%, 2% dan abate). Dilakukan 4 pengulangan setiap kelompoknya, diamati setiap 6 jam selama 24 jam. Hasil penelitian ini, uji statistika non parametrik Kruskal-Wallis diperoleh nilai p = 0,001 (kelompok ekstrak daun sirsak) dan p = 0,000 (kelompok ekstrak daun ketapang) jadi terdapat perbedaan efek larvasida yang signifikan antar kelompok. Berdasar penelitian, ekstrak daun sirsak efektif membunuh larva pada konsentrasi 0,06% pada jam ke-12, ekstrak daun ketapang pada konsentrasi 2%. Dari hasil uji Probit Lethal Concentration, semakin tinggi konsentrasi ekstrak, semakin tinggi pula tingkat kematian larva. Dari hasil uji Probit Lethal Time, untuk membunuh 50% larva, ekstrak daun sirsak membutuhkan waktu kurang dari 7 jam, ekstrak daun ketapang kurang dari 10 jam pada konsentrasi 2%. Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak daun sirsak dan daun ketapang efektif dalam membunuh larva Aedes aegypti.
POTENSI TANAMAN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight) Walp) SEBAGAI TERAPI KANKER: TINJAUAN LITERATUR Indra Nuroso; EM Sutrisna; Riandini Aisyah; Devi Usdiana Rosyidah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Mahasiswa (Student Paper)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.529 KB)

Abstract

Kanker merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi.Pengobatan kanker konvensional masih menimbulkan beragam efeksamping, sehingga pengobatan alternatif mengalami perkembangan.Tanaman salam (Syzygium polyanthum Wight) memiliki kandunganflavonoid dan eugenol yang berpotensi sebagai antikanker.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adanya efek antikankerpada tanaman salam terhadap sel kanker. Penulisan inimenggunakan desain tinjauan literatur dengan metode naratif daribeberapa penelitian yang sudah diterbitkan sebelumnya denganteknik identifikasi artikel mengikuti flow chart dari PRISMA. Datapenelitian ini diperoleh dari mesin pencarian pada aplikasi Googlechrome secara daring dengan menggunakan beberapa pangkalandata meliputi Google Scholar, Pubmed, Science Direct, CochcraneLibrary, Research Gate, Garuda dan CDC. Artikel penelitian yangsesuai dengan kriteria inklusi (uji in vitro dan in vivo; variabel bebasberupa sediaan langsung, ekstrak, fraksinasi, maupun isolat;menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris), kemudiandikumpulkan dan dibuat ringkasan artikel, dibahas dan dibuatkesimpulan. Hasil pengujian fitokimia ekstrak daun salam memilikikandungan seperti flavonoid, tanin, saponin, alkaloida, dan minyakatsiri. Ekstrak flavonoid daun salam memicu terjadinya apoptosisdan menekan proliferasi dari sel kanker dengan adanya peningkatanlevel ROS, ekspresi kaspase-3 dan nuclear factor-kappa B (NFkB)serta penurunan ekspresi HSP70. Ektrak daun salam juga mampumenurunkan jumlah aktivitas metabolit seluler (mitokondria) selkanker untuk memproduksi ATP. Senyawa aktif ekstrak daun salammemiliki potensi sebagai terapi kanker dalam pengujian in vitro.Perlu diteliti lebih lanjut secara in vivo sehingga pengembanganuntuk terapi kanker dapat tercapai.
HUBUNGAN KADAR VITAMIN D DAN PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PENDERITA DIABETES MELLITUS Ratnasari Bondan Wijayanti; Iin Novita; Riandini Aisyah; Erika Diana Risanti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.708 KB)

Abstract

Diabetes melitus atau disebut Diabetes merupakan penyakit gangguan metabolik akibat pankreas tidak memproduksi cukup insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan secara efektif insulin yang diproduksi. Kelebihan sekresi glukagon oleh sel alfa dan insulin yang tidak dapat diproduksi atau tidak berperan secara efektif oleh sel beta menyebabkan peningkatan kadar glukosa dalam darah (hiperglikemia). Pemberian vitamin D meningkatkan transkripsi gen reseptor insulin untuk mengurangi kenaikan hiperglikemik dengan menginduksi sel β pankreas. Tujuan: Menganalisis peran vitamin D dalam menurunkan kadar glukosa darah penderita Diabetes melitus. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis studi literatur review dengan menggunakan sumber artikel terbitan dari tahun 2015 sampai November 2020 pada database PubMed dan Science Direct dengan menggunakan kata kunci "vitamin d" OR "ergocalciferols" OR vitamin D AND "glucose" AND "Diabetes mellitus". Analisis data berupa kalimat naratif yang dimulai dengan pemilihan artikel yang sesuai kriteria inklusi, kriteria eksklusi dan relevansi penelitian, yang selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan. Hasil: Artikel yang direview sebanyak 7 artikel yang berasal dari negara-negara seperti Mesir, Pakistan, Arab Saudi, Iran dan Taiwan. Uji klinis pada beberapa penelitian menunjukkan hasil bahwa vitamin D berperan dalam menurunkan glukosa darah pada pasien dengan penyakit diabetes yang secara signifikan menurunkan HbA1c. Kesimpulan: Vitamin D berperan dalam menurunkan kadar glukosa darah penderita Diabetes melitus.
Comparison of the Effectiveness of Permethrin 1% and Dimeticone 4% as Therapy of Pediculosis Capitis: Literature Review Dwi Advina Herdiyanti; Listiana Masyita Dewi; Riandini Aisyah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation) B
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.973 KB)

Abstract

Background: Pediculosis capitis is a scalp disease caused by the infestation of obligate ectoparasites. Infection is usually found in children aged 6-12 years, girls have a higher risk of infection than boys, especially in rural areas in developing countries. One example of treatment that can be done to treat Pediculosis capitis infection is the use of 1% permethrin or 4% dimeticone. Objective: The aim of this study was to compare the effectiveness of permethrin 1% and dimeticone 4% as a treatment for pediculosis capitis. Methods: The research method uses a literature review research design. The data in this study were obtained from several journal databases, namely PubMed, Google Scholar, and Research Gate with the keywords "Permethrin 1%" AND "dimeticone 4%" AND "pediculosis capitis". The data analysis method in this study uses the critical appraisal method with a search strategy in the form of PICO (Population, Intervention, Comparation, Outcome). Results: The results of this study concluded that the use of 4% dimeticone was more effective when compared to the use of 1% permethrin as a treatment for pediculosis capitis.
PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PREVALENSI DAN FAKTOR RISIKO DIABETES MELITUS SERTA UPAYA PENCEGAHANNYA MELALUI EDUKASI: Improving Public Knowledge of Prevalence and Risk Factors of Diabetes Mellitus, and Its Prevention through Education Aisyah, Riandini; Rochmadina Suci Bestari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Vol 3. No. 1, Maret 2023
Publisher : Universitas Muhamamdiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jpmmedika.v3i1.1587

Abstract

ABSTRAK International Diabetes Federation (IDF) memperkirakan prevalensi global penderita diabetes mencapai angka 578 juta pada tahun 2030 dan 700 juta pada tahun 2045. Indonesia menempati peringkat ke-7 negara dengan jumlah penderita diabetes terbanyak dan merupakan satu-satunya negara di Asia Tenggara yang masuk dalam daftar tersebut. Hal tersebut erat kaitannya dengan tingginya faktor risiko diabetes dan kurangnya pengetahuan tentang langkah-langkah pencegahan dan pengendalian diabetes. Oleh karena itu diperlukan upaya secara terus menerus untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang prevalensi diabetes, faktor risiko yang menjadi pemicunya, serta upaya dalam mencegah dan mengendalikannya. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang faktor risiko diabetes serta upaya untuk mencegah terjadinya diabetes melitus. Metode yang dilakukan berupa pemberian pretest, pemaparan materi, dan posttest dengan sasaran kegiatan adalah kelompok ibu-ibu PKK Griya Sakinah 1 Gedongan Colomadu Karanganyar. Hasil analisis menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi sebesar 72,3% dengan p<0,05. Simpulan kegiatan ini bahwa edukasi meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang prevalensi, faktor risiko, dan pencegahan serta pengendalian diabetes melitus. ABSTRACT The International Diabetes Federation (IDF) estimates that the global prevalence of diabetics will reach 578 million in 2030 and 700 million in 2045. Indonesia is ranked 7th for the country with the highest number of diabetics and is the only country in Southeast Asia included in the list. This is closely related to the high risk factors for diabetes and the lack of knowledge about diabetes prevention and control approaches. Therefore, continuous efforts are needed to provide information to the public about the prevalence of diabetes, the risk factors that trigger it, as well as efforts to prevent and control it. This activity aimed to improve public knowledge about diabetes risk factors and efforts to prevent and manage this disease. The method used was in the form of pre-test, material presentation, and post-test with the target of the activity being a group of PKK Griya Sakinah 1 Gedongan Colomadu women. The results of the analysis showed that there was an increase in knowledge before and after being given education of 72.3% with p<0.05. The conclusion of this activity is that education improves public knowledge about the prevalence, risk factors, and prevention and control of diabetes mellitus.
Co-Authors Ahmad Alrizaldi Alfajri, Asri Anam, Ilham Hafizha Maulana Angesti Atiqah Ranasatri Anggitaratri, Zakia Novi Anggreheni, Putri Dwi Anika Candrasari Anindita Putri Handayani Ariffah, Hilda Zaniba Arrohma, Farah Aryanto Asfarina, Fatin Ayyasi, Quanta Azenta, Moch. Tabriz Bestari, Rochmadina Brilliantama, Fandy Akbar Devi Usdiana Rosyidah Dwi Advina Herdiyanti Dyah Farida Inli Em Sutrisna Erika Diana Risanti Estu Puguh Prabancono Faatiha, Arsyal Wanda Fauzi, Favian Fauzi, Favian Arriella Shabri Ikmal Fitri, Alifah Aulia Graffico Eryza Oldiara Gunawan, Ryan Budi Haliza, Sheli Nur Handayani, Anindita Putri Herdiyanti, Dwi Advina Hidayah Karuniawati Hidayatullah, Muhammad Alim Abdul Majid Iin Novita Nurhidayati Mahmuda Indra Nuroso Jatmiko, Safari Kamila, Aulida Azkia Kumala, Aswa Arsa Kurniati, Yuni Prestyo Lestari, Nining Listiana Masyita Dewi Mapa, Anna Rochim Maulida Rahmah, Maulida Maulida, Amira Hasna Maylafaiza, Annisa Muhamad Irfan Hidayatullah Muhammad Adha Muhammad Alim Abdul Majid Hidayatullah Nafisa, Balqis Najmii, Muhammad Firoos Allaam Novita, Iin Nur Mahmudah Nur Mahmudah Nurhaliza, Sheli Nurhayani Nurhayani nurhayani Nurhayani, N Nuroso, Indra Pambudi, Nasrurrofiq Risvana Bayu Prabancono, Estu Puguh Prabowo, Nurhasan Agung Pratama, Nur Puspitasari, Metana Rahayu, Destri Ramadhani, Marsyanda Ratnasari Bondan Wijayanti Reisya Tiara Kandita Reisya Tiara Kandita, Reisya Tiara Retno Sintowati - Rif'aini, Fidhia Nur Rochmadina Suci Bestari Rohman, Raihan Fadzlur Rohmaniar, Delianti Ryan Budi Gunawan Ryanuranti , Rahma Ghaida Safari Wahyu Jatmiko Salsabila, Nabila Mutia Sella Felina Setiani, Hilda Sholeh, Muhammad Dzikru Irfan Sri Wahyuni Sukardi, Nadya Sulistiyo, Azka Hafiy Sulistyo, Ayu Indah Supraba, Intan Pratiwi Suryani, Latifah Syahida, Safira Tara , Irmanawati Audhina Nirmala Tolibin, Restu Triwulandani Tri Agustina, Tri tri wahyuni Usdiana Rosyidah, Devi Utami, Aurelia Ratna Utami, Indari Wafiq, Muhammad Azzim Wahyu Jatmiko, Safari Wibowo, Haryo Kunto Wijayanti, Ratnasari Bondan Wulandari Berliani Putri Wulandari Berliani Putri, Wulandari Berliani