Claim Missing Document
Check
Articles

Wewenang KPI Pasca Terbitnya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja Muhammad Zen Al-Faqih; Hidayat, Dadang Rahmat; Nurzaman, R. Adi; Hudi, Nurul
Jurnal Pewarta Indonesia Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Pewarta Indonesia
Publisher : Persatuan Wartawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jpi.v7i2.218

Abstract

Penelitian ini membahas kedudukan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) sebagai lembaga negara independen serta perubahan kewenangannya pasca terbitnya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang (UU Cipta Kerja). Regulasi tersebut membawa dampak signifikan terhadap reposisi peran KPI dalam sistem penyiaran nasional. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis implikasi hukum dari berlakunya UU Cipta Kerja terhadap kewenangan KPI, khususnya dalam ranah perizinan dan pengawasan penyiaran. Metode yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan yurisprudensi, serta berlandaskan pada teori wewenang dan teori lembaga negara. Data dianalisis melalui studi literatur terhadap peraturan perundang-undangan, putusan Mahkamah Konstitusi, serta dokumen relevan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah UU Cipta Kerja berlaku, KPI mengalami pengurangan kewenangan strategis. KPI tidak lagi berwenang mengusulkan alokasi frekuensi penyiaran dan memproses izin penyelenggaraan penyiaran, padahal kewenangan tersebut sebelumnya merupakan instrumen penting dalam menjaga independensi serta kualitas penyiaran di Indonesia. Pengurangan ini menimbulkan kekhawatiran atas melemahnya fungsi KPI sebagai lembaga pengawas independen. Sebagai rekomendasi, penelitian ini menyarankan adanya perubahan dalam UU Cipta Kerja untuk mengembalikan kewenangan KPI di bidang perizinan penyiaran. Hal ini penting agar KPI tetap mampu menjalankan fungsi pengawasan dan menjaga prinsip demokratisasi informasi sesuai amanat reformasi penyiaran.
STRATEGI BISNIS LOW-COST LEADERSHIP MEDIA TEMPO INTI MEDIA HARIAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 Damayanti, Adinda Afifah; Hidayat, Dadang Rahmat; Sirait, Rinda Aunillah
Journal of Digital Communication Science Vol. 1 No. 1 (2023): Journal of Digital Communication Science
Publisher : Universitas Indonesia Membangun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56956/jdcs.v1i1.180

Abstract

Perusahaan media perlu melakukan berbagai adaptasi dan penyesuaian untukmempertahankan eksistensi bisnisnya selama masa pandemi Covid-19. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui strategi bisnis low-cost leadership media Tempo IntiMedia Harian saat Pandemi Covid-19. Pandemi Covid-19 mengakibatkan adanyaperubahan strategi bisnis low-cost leadership media tersebut. Adapun penelitian inimenggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pengambilan datamelalui proses wawancara mendalam. Konsep teori yang dipakai dalam penelitian iniadalah konsep low-cost leadership atau keunggulan biaya rendah pada teori strategibersaing generik milik Michael Porter yang digunakan untuk mengetahui posisiperusahaan di tengah persaingan industri. Strategi keunggulan biaya menyeluruhyang diterapkan oleh Tempo Inti Media Harian ialah dengan menggunakanpengendalian biaya yang ketat dalam berbagai sektor seperti adanya pengelolaantenaga kerja serta penyesuaian harga jual produk. Berdasarkan penelitian ini, tempoInti Media Harian berhasil bangkit serta mempertahankan eksistensi bisnis nyamelalui strategi low-cost leadership tersebut.
Analisis Wacana Kritis terhadap Wawancara Khusus Mata Najwa Episode “Jokowi Soal IKN, Gibran, dan Adili Jokowi” Suryanto, Btari Gaia Kaila; Hidayat, Dadang Rahmat; Adiputra, Andika Vinianto
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 5 No. 5 (2025): EduTIK : Oktober 2025
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/zeaakw51

Abstract

Penelitian ini menganalisis wawancara eksklusif Mata Najwa episode "Jokowi Soal IKN, Gibran, dan Adili Jokowi" menggunakan Analisis Wacana Kritis (AWK) model Teun A. Van Dijk, didukung oleh teori ekonomi politik media dan teori realitas sosial. Tujuan utama adalah mengungkap struktur wacana dan makna ideologis yang dibangun Presiden Jokowi, serta bagaimana media independen seperti Narasi mengkonstruksi dan merepresentasikan wacana politik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan metode observasi non-partisipatif, dokumentasi (transkrip wawancara), dan wawancara semiterstruktur dengan produser Mata Najwa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dimensi makrostruktur, narasi dominan meliputi legitimasi IKN, isu politik dinasti dan Gibran, kritik "Adili Jokowi", serta intervensi politik "cawe-cawe". Jokowi cenderung melakukan justifikasi dan normalisasi terhadap isu-isu ini. Dimensi superstruktur menunjukkan pola wawancara semi-terstruktur dengan pembukaan, inti, dan penutup yang terorganisir. Pada dimensi mikrostruktur, Jokowi menggunakan pengulangan, paralelisme, kalimat kompleks, sapaan akrab, idiom Jawa, frasa informal, metafora, dan retorika pertanyaan untuk membentuk makna dan memengaruhi persepsi. Secara kognisi sosial, Jokowi membangun citra pemimpin bijaksana yang menerima kritik namun tetap peduli pada program strategis, sementara Najwa Shihab menampilkan diri sebagai jurnalis kritis yang merepresentasikan kekhawatiran publik. Konteks sosial menunjukkan dinamika kekuasaan informal Jokowi pasca-jabatan presiden dan peran media sebagai pengawas demokrasi di tengah pengaruh eksternal. Secara ideologis, Jokowi berupaya melegitimasi warisan kepemimpinannya dan menolak tuduhan yang merusak citra, dengan strategi normalisasi, justifikasi, dan pembingkaian ulang isu sensitif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tayangan tersebut merupakan platform strategis di mana Presiden Jokowi membentuk struktur wacana untuk mengelola persepsi publik dan media beroperasi dalam dinamika ekonomi politik dan tetap menjunjung nilai jurnalistik kritis.
The strategy of business survival in Mahaka Radio Integra Group Jakarta Sunandar, Ronal; Hidayat, Dadang Rahmat; Yudhapramesti, Pandan
Manajemen Komunikasi Vol 10, No 1 (2025): Accredited by Republic Indonesia Ministry of Research, Technology, and Higher E
Publisher : Faculty of Communication Sciences Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jmk.v10i1.58337

Abstract

Mahaka Radio Integra (MARI) Group Jakarta is a radio group that utilizes new media to sustain its business through integrated marketing communications. The purposes of this research is to determine the strategy of business survival in MARI Group Jakarta through analyze planning, implementation and evaluation. The research use qualitative approach and case study method. The research found that the MARI group's IMC planning involved identifying the target audience, establishing a consistent message, and selecting the media. The implementation includes advertising, sales promotion, public relations, personal selling, digital/Internet marketing, and direct marketing. MARI Jakarta evaluates IMC elements, and starting when the implementation of IMC elements has carried out, evaluation activities run everyday. The evaluation is conducted by collecting data and information on developing IMC elements to measure the success of messages and campaigns, identify strengths and weaknesses, and provide directions and improvements for subsequent IMC implementation. The group of MARI need to integrate teamwork, to plan advertising elements, including advertising campaigns, to select media, to fund management, and to implement IMC elements through good management.
The Mechanism of Newsroom and TV Journalist Work Routines during the COVID-19 Pandemic Musfialdy, Musfialdy; Hidayat, Dadang Rahmat; Karlinah, Siti; Wahyudin, Uud; Jamal, Muchamad Fauzi
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 7, No 2 (2024): KAJIAN JURNALISME
Publisher : Journalism Study Program, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkj.v7i2.46409

Abstract

A disease outbreak known as COVID-19 (Corona Virus Diseases 2019) is currently affecting virtually every part of the planet. The COVID-19 outbreak is a catastrophe that endangers and disrupts life, causes fatalities, traumatizes victims, and engenders a climate of threat and fear. The COVID-19 pandemic tragedy not only affected the number of sick and deceased individuals but also altered work schedules in the neighborhood. Additionally, COVID-19 has brought about changes in journalism, particularly in television journalism. The purpose of this study is to ascertain the mechanism governing the operational procedures of newsroom and television journalism during the COVID-19 pandemic. Expectancy Violation Theory and Judee K. Burgoon’s Interaction Adaptation Theory were both used in this study. This research approach employed a constructive subjective paradigm and utilized a qualitative case study methodology. The subjects of this study were the journalists and editors of iNews TV and Metro TV. The study’s finding show that the COVID-19 pandemic has impacted how journalists work both in the workplace and in the field, causing disruption and changes to their routines. Nevertheless, the pandemic has also prompted an acceleration of the process of adapting how journalistic tasks are carried out, both in the newsroom and on the ground. Despite the acceleration, the COVID-19 epidemic has expedited the process of adaptation and adjustment. Finally, the transformation has resulted in new business strategies in the television industry due to the COVID-19 pandemic.
Marginalisasi dan Diskriminasi Masyarakat Adat dalam Film Dokumenter Tanah Moyangku 2021 Mariani, Mariani; Hidayat, Dadang Rahmat; Rahmat, Agus
SAWERIGADING Vol 31, No 2 (2025): Sawerigading, Edisi Desember 2025
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v31i2.1586

Abstract

Moyangku through character dialogues and narratives in several scenes of the film. The research method uses a qualitative approach with a constructivist paradigm. Data collection techniques were employed through documentation, which involved categorizing the data into three types: primary data, secondary data, and supporting data. Data analysis was conducted using Chatman's narrative analysis, which distinguishes between story and discourse to examine the narrative and visual meanings conveyed as messages. The results of the study found that the documentary film Tanah Moyangku constructs indigenous peoples as victims of discrimination and marginalization as a result of the conflicts they face. This film depicts various conflicts faced by indigenous peoples in Indonesia, both violent (arrests, killings, and land seizures) and non-violent (lack of clear legal protection, suppression of land rights, suppression of customary rights, evictions and historical erasure, and lack of adequate mediation). These conflicts are also related to the increasing management and exploitation of natural resources. If this marginalization and discrimination continue, indigenous peoples will be threatened with expulsion from their lands, and in the worst case, they will be threatened with extinction. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana masyarakat adat dikostruksikan dalam teks film dokumenter Tanah Moyangku berupa dialog tokoh dan narasi dalam beberapa adegan film. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivisme. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasii dengan membagi tiga jenis data yaitu data primer, data sekunder, dan data pendukung. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis naratif Chatman yang membedakan antara story dan discourse untuk melihat makna naratif dan visual sebagai pesan yang disampaikan. Hasil penelitian menemukan bahwa film dokumenter Tanah Moyangku mengonstruksikan masyarakat adat yang mendapatkan diskriminasi dan marginalisasi imbas dari konflik yang mereka terima. Film ini menggambarkan berbagai konflik masyarakat adat di Indonesia, baik yang bersifat kekerasan (penangkapan, pembunuhan, dan perampasan tanah) maupun non-kekerasan (tidak ada perlindungan hukum yang jelas, penindasan hak tanah, penindasan hak adat, penggusuran dan penghapusan historis, dan tidak ada ruang mediasi yang layak). Konflik tersebut juga berkaitan dengan pengelolaan dan eksploitasi sumber daya alam yang terus bertambah. Jika marginalisasi dan diskriminasi ini terus berlangsung, maka masyarakat adat akan terancam terusir dari tanah mereka, bahkan hal yang paling buruk adalah mereka terancam punah.
Transformation of Local Print Media in the Era of Disruption to Maintain Business Continuity Avian Yuliar Pranantha; Dadang Rahmat Hidayat; Teddy Kurnia Wirakusumah
Edunity Kajian Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 2 No. 12 (2023): Edunity: Social and Educational Studies
Publisher : PT Publikasiku Academic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/edunity.v2i12.205

Abstract

This study aims to determine the transformation and convergence of local print media Harian Umum Lampung Post in the era of disruption to maintain its business continuity. In addition, it aims to find out the business strategy carried out in order to facilitate the dissemination of information in the digital era. The research was conducted using case studies and conducted with constructivist qualitative methodology. The subject of research or as an informant is a team of editors, including company leaders, selected based on purposive sampling techniques, which are included in nonprobability sampling techniques. Data collection techniques are carried out through observation (field observation), interviews and tracing documents related to the existence and business activities carried out by the Lampung Post General Daily. Data analysis is carried out by processing data, namely organizing data, sorting out data, synthesizing data, searching and finding what is important and deciding what will be conveyed in research. The results of this study show that Harian Umum Lampung Post has successfully implemented digitalization of media content production as a stage to expand information dissemination. Lampung Post General Daily also mediamorphoses into new media to make it easier for audiences to get news content. The convergence of media applied is also able to make companies more efficient and able to maintain business continuity so that business continues to be sustainable or sustainability in the midst of increasingly fierce media industry competition
Terpaan Media Sosial dan Pengaruhnya pada Tingkat Cyberchondria Dimediasi Rasa Takut Cacar Monyet Maisaroh -; Dadang Rahmat Hidayat; Gema Nusantara Bakry
Jurnal Ilmu Komunikasi dan Bisnis Vol 8 No 1: Oktober 2022
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/0swf9291

Abstract

23 Juli 2022 WHO menetapkan bahwa Cacar Monyet menjadi darurat kesehatan global di tengah-tegah pandemi Covid-19. Peristiwa ini kemudian membuat media sosial banjir informasi yang berkaitan dengan Cacar Monyet yang dapat menyebabkan meningkatnya perilaku cyberchondria di kalangan masyarakat. Tujuan penelitian ini kemudian adalah untuk menguji hipotesis bahwa 1) paparan informasi di media sosial berpengaruh terhadap tingkat cyberchondria; 2) paparan infromasi media sosial berpengaruh terhadap rasa takut pada Cacar Monyet; 3) rasa takut pada Cacar Monyet berpengaruh terhadap tingkat cyberchondria; dan 4) terdapat pengaruh mediasi rasa takut pada Cacar Monyet dari pengaruh paparan media sosial terhadap tingkat cyberchondria. Peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan teknik purposive sampling (n = 515, G*Power = 485). Teknik analisis data dilakukan dengan uji regresi PROCESS model 4 pada SPSS versi 4.1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh paparan informasi di media sosial yang dimediasi rasa takut pada Cacar Monyet terhadap tingkat cyberchondria. Sebagai upaya menekan angka cemas, ketakutan, dan cyberchondria pada isu kesehatan, peneliti menyarankan perlu adanya kolaborasi antara tenaga medis, aktivis kesehatan, dan praktisi media/jurnalis untuk merancang kampanye yang bertujuan mengedukasi masyarakat pada topik kesehatan Cacar Monyet tanpa bersifat menakuti.
Konstruksi Isu Kerusakan Lingkungan dalam Pemberitaan Proyek Pembangunan IKN pada Project Multatuli Angela Merici Andriani Uto Keraf; Dadang Rahmat Hidayat; Gumgum Gumilar
Jurnal Komputer, Informasi dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/jkomitek.v5i1.2424

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana media alternatif Project Multatuli membingkai isu kerusakan lingkungan dalam pemberitaannya terkait proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN). Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui model analisis framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki, penelitian ini menelaah konstruksi wacana berdasarkan empat struktur yaitu sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Analisis dilakukan terhadap lima berita yang tergabung dalam serial #IbuKotaBaruUntukSiapa yang diterbitkan oleh Project Multatuli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Project Multatuli secara konsisten membingkai proyek pembangunan IKN sebagai isu yang sarat dengan ketimpangan lingkungan dan ketidakadilan sosial. Secara struktur sintaksis, Project Multatuli membangun narasi yang berpihak kepada masyarakat terdampak melalui headline provokatif, lead naratif, kalimat aktif, dan penutup emosional yang menekankan posisi warga sebagai korban sekaligus agen perlawanan. Pada struktur skrip, penyusunan kronologi konflik menonjolkan unsur what dan who, dengan fokus pada isu penggusuran, kriminalisasi, serta peran masyarakat lokal dan aparat negara. Secara tematik, kerusakan lingkungan sebagai tema utama pemberitaan pembangunan IKN, yang kemudian diperluas menjadi narasi sosial-ekologis melalui dampak terhadap ruang hidup, mata pencaharian, dan hak-hak masyarakat lokal. Terakhir, struktur retoris menunjukkan Project Multatuli membangun narasi perlawanan terhadap proyek IKN melalui penggunaan leksikon kritis, metafora, grafis, dan idiom yang memperdalam kesan ketimpangan dan penderitaan warga. Peneliti menyarankan agar Project Multatuli tetap mengedepankan keberimbangan informasi dengan melibatkan perspektif pemerintah untuk memperkuat kredibilitas jurnalisme advokasinya. Selain itu, serial #IbuKotaBaruUntukSiapa sebaiknya diproduksi secara berkala setiap tahun untuk menjaga kesinambungan narasi dan dokumentasi perkembangan isu.
Media dan Bahasa: Analisis Framing Entman terhadap Prabowo–Gibran dalam The Straits Times Adinda Afifah Damayanti; Dadang Rahmat Hidayat; Siti Karlinah
Aksara Vol 37, No 2 (2025): AKSARA, EDISI DESEMBER 2025
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v37i2.4897.436-452

Abstract

This study aims to analyze how international media, specifically The Straits Times frames Prabowo Subianto and Gibran Rakabuming Raka candidacy in the 2024 elections in Indonesia using Robert Entman’s framing theory and the Systemic Functional Linguistics (SFL) approach by Halliday. Employing a qualitative descriptive method with textual analysis, the study identifies four key framing elements: the defined problem focuses on potential declines in electability due to political controversy; the diagnosed cause points to the Constitutional Court’s revised age requirement; moral judgment appears in the criticism of dynastic politics; and the implied solution emphasizes the need for transparency in political decisions. Meanwhile, the SFL approach reveals that the media’s language choices and sentence structures are not neutral, but instead shape specific representations that can influence public opinion. The use of material processes like “paved the way” and references such as “Jokowi’s brother-in-law” illustrates how language subtly yet effectively builds a particular political narrative. These findings affirm that media not only deliver information but also construct reader perspectives through strategic linguistic choices. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana The Straits Times membentuk narasi mengenai isu pencalonan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada Pemilu tahun 2024 di Indonesia melalui pendekatan framing Robert M. Entman, yang dipadukan dengan analisis linguistik dari Systemic Functional Linguistics (SFL) milik Halliday. Adapun penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis teks. Hasil studi menunjukkan bahwa media tersebut menggunakan keempat elemen framing Entman: mendefinisikan masalah berupa penurunan elektabilitas Prabowo, mengaitkan penyebab dengan keputusan Mahkamah Konstitusi, menampilkan penilaian moral terhadap dugaan politik dinasti, serta menyiratkan solusi berupa perlunya transparansi. Selain itu, analisis SFL mengungkapkan bahwa pilihan leksikal dan struktur kalimat yang digunakan tidak bersifat netral. Ungkapan seperti “paved the way” dan penyebutan hubungan kekeluargaan dalam frasa “Jokowi’s brother-in-law” merupakan bentuk representasi makna yang secara halus mengarahkan opini pembaca. Temuan ini menegaskan bahwa media tidak hanya menyajikan informasi, melainkan juga secara strategis membingkai isu politik melalui penggunaan bahasa.
Co-Authors Abie Besman Aceng Abdullah Aceng Abdullah Aceng Abdullah Achmad Abdul Basith Adinda Afifah Damayanti Adiputra, Andika Vinianto Agus Rahmat agus rahmat Ainol Mardhiah Angela Merici Andriani Uto Keraf Asep Suryana Atwar Bajari Avian Yuliar Pranantha Centurion Chandratama Priyatna Centurion Chandratama Priyatna, Centurion Chandratama Cerysa Nur Insani Cho, Sung Kyum Damayanti, Adinda Afifah Dandi Supriadi Deddy Mulyana Deddy Mulyana FX. Ari Agung Prastowo Galuh Aulia Ramadhanti Gema Nusantara Bakry Gumgum Gumilar Henny Sri Mulyani Rohayati Herlina Agustin Hersintus Suwenda Syahsuyoso Hudi, Nurul Husaini, Azis Imam, Asy Syifa Ramadhani Ipit Zulfan Iskandar, Indra Ismail, Nurzali Ivana Pascalia Sooai Jamal, Muchamad Fauzi Jasmin Jannatania Jenny Ratna Suminar Kun Wazis Lilis Puspitasari Maisaroh - Maisaroh - Mariani Mariani Mariani Mariani Mariani Mas’Amah Mas’Amah Miftah Farid Mohammad Fariansyah Muhammad Fajar Rivaldi Muhammad Zen Al-Faqih MULYANI R, HENNY SRI Musfialdy Musfialdy Musfialdy Musfialdy Muslikhin Muslikhin Ninis Agustini Damayani Nuryah Asri Sjafirah Nurzaman, R. Adi Pandan Yudhapramesti Prahastiwi Utari Ramadhanti, Galuh Aulia Riesma Winora Rinda Aunillah Sirait S. Kunto Adi Wibowo Saputra, Sandi Jaya Selma Kirana Haryadi Siti Aisah Nurhalida Siti Karlinah Sri Seti Indriani Sunandar, Ronal Sung Kyum Cho Supardi Supardi Suryanto, Btari Gaia Kaila Susanne Dida Teddy Kurnia Wirakusumah Tine Silvana Rachmawati Trie Damayanti Uud Wahyudin Uud Wahyudin Viranda, Lisa