p-Index From 2021 - 2026
5.574
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Cakrawala Pendidikan Economic Journal of Emerging Markets DEDIKASI JURNAL MAHASISWA JURNAL RELASI STIE MANDALA JEMBER YUDISIA : Jurnal Pemikiran Hukum dan Hukum Islam JPM17: Jurnal Pengabdian Masyarakat Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Jurnal Zeolit Indonesia JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE EMPATI JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Tarbawi: Jurnal Keilmuan Manajemen Pendidikan Jurnal Sisfokom (Sistem Informasi dan Komputer) Primary : Jurnal Keilmuan dan Kependidikan Dasar Pustabiblia: Journal of Library and Information Science Abdi Seni Keteg : Jurnal Pengetahuan, Pemikiran dan Kajian Tentang Bunyi YUME : Journal of Management JOURNAL OF APPLIED BUSINESS ADMINISTRATION Jurnal Ilmiah Ecobuss JTP - Jurnal Teknologi Pendidikan (JRAMB) Jurnal Riset Akuntansi Mercu Buana Nizham Journal of Islamic Studies Journal of Social Studies (JSS) Dinasti International Journal of Digital Business Management JURNAL USM LAW REVIEW JIM (Jurnal Ilmu Manajemen) Dinamika Kerajinan dan Batik : MAJALAH ILMIAH Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan JIKEM: Jurnal Ilmu Komputer, Ekonomi dan Manajemen IJP (Indonesia Jurnal Perawat). Kibas Cenderawasih : Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Matriks Teknik Sipil Jurnal Patria Bahari Jurnal Ilmu Pendidikan (SOKO GURU) Society : Jurnal Jurusan Tadris IPS JIFP (Jurnal Ilmu Fisika dan Pembelajarannya) Media Didaktika Optimal: Jurnal Ekonomi dan Manajemen Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa Digital Bisnis: Jurnal Publikasi Ilmu Manajemen Dan E-commerce Jurnal Penelitian Ekonomi Manajemen dan Bisnis Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Jurnal Riset Manajemen dan Ekonomi TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Lokawati: Jurnal Penelitian Manajemen dan Inovasi Riset Jurnal Abdimastek (Pengabdian Masyarakat Berbasis Teknologi) Jurnal Ekonomi dan Bisnis Master Manajemen Journal Economic Excellence Ibnu Sina Pustabiblia: Journal of Library and Information Science Prosiding Seminar Nasional Unimus Jurnal Ekonomi, Akuntansi dan Perpajakan Pentagon: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam International Journal of Sociology and Law Bilangan: Jurnal Ilmiah Matematika, Kebumian dan Angkasa Algoritma: Jurnal Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, Kebumian dan Angkasa Konstanta : Jurnal Matematika dan Ilmu Pengelatuan Alam Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Claim Missing Document
Check
Articles

RICIKAN STRUKTURAL SALAH SATU INDIKATOR PADA PEMBENTUKAN GENDING DALAM KARAWITAN JAWA Supardi Supardi
Keteg: Jurnal Pengetahuan, Pemikiran dan Kajian Tentang Bunyi Vol 13, No 1 (2013)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.145 KB) | DOI: 10.33153/keteg.v13i1.635

Abstract

Abstract Javanese gamelan set that has been existing since a long time ago untiltoday should be understood by the students of Karawitan Department of Performing Art Faculty of Surakarta Indonesian Art Institute (FSP ISI). Moreover, the acceptance of Learning Model Innovation and Development Proposal of Karawitan Practical Art Profession course in 2007 containing the Javanese gamelan set included the pakurmatan and gamelan ageng sets compulsorily attended by every student of Karawitan Department of ISI Surakarta. Those two gamelan sets should be attended for 7 semesters, in which there are a variety of norms or rules, including component grouping, gending form types, and etc. Martapengrawit, one of Javanese Karawitan Mpu, states that there are 16 gending forms: Lancaran, Ketawang, Ladrang, Merong, Inggah, etc. In addition, Rahayu Supanggah argues that structural composition (ketuk,kempyang,kenong, kempul, gong) is related to the gending form in Javanese karawitan. The writer also argues that component serves as one indicator of gending creation in Javanese karawitan.Key words: Javanese gamelan - exists - past - present-musical form - structural
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen Dalam Melakukan Pembelian Kartu XL Marwah Yusuf; Supardi Supardi; Fadly Mario Lutfy; Fenly Sau
YUME : Journal of Management Vol 4, No 3 (2021)
Publisher : Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/yum.v4i3.1498

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengkaji pengaruh faktor sosial, faktor pribadi dan faktor budaya terhadap perilaku konsumen dalam melakukanpembelian kartu XL. Studi ini dilakukan pada kampus STIEM Bongaya Makassar. studi ini melibatkan 100 orang mahasiswa angkatan 2018 STIEM Bongaya Makassar yang menggunakan kartun XL dengan jumlah 100 orang. Data dalam penelitian ini akan dianalisis melalui beberapa tahap pengujian seperti uji validitas, reliabilitas, uji normalitas, heterokedastisitas, uji simultan, uji parsial dan uji koefisien determinasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan dan parsial Faktor Sosial, Faktor Pribadi dan Faktor Budaya berpengaruh Positif dan signifikan terhadap Perilaku Konsumen dalam melakukan Pembelian kartu XL Pada Mahasiswa Angkatan 2018 STIEM Bongaya Makassar. Kata Kunci: Faktor Sosial, Faktor Pribadi, Faktor Budaya, Perilaku Konsumen, Keputusan Pembelian. AbstractThis study aims to analyze and examine the influence of social, personal, and cultural factors on consumers purchasing XL cards. This study was conducted at the STIEM Bongaya Makassar campus. This study involved 100 students of the 2018 STIEM Bongaya Makassar class who used the XL cartoon with a total of 100 people. The data in this study will be analyzed through several stages of testing such as validity, reliability, normality, heteroscedasticity, simultaneous testing, partial testing, and the coefficient of determination test. This study indicates that simultaneously and partially, social factors, personal factors, and cultural factors positively and significantly affect consumer behavior in purchasing XL cards in 2018 STIEM Bongaya Makassar students. Keywords: Social Factors, Personal Factors, Cultural Factors, Consumer Behavior, Purchase Decisions.  
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT BENDRAT DAN ABU SEKAM PADI TERHADAP KUAT TEKAN DAN KAPASITAS LENTUR MAKSIMUM BALOK BETON BERTULANG PADA BETON MUTU TINGGI Slamet Prayitno; Supardi Supardi; Deny Wijaya
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.455 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i3.37092

Abstract

Salah satu struktur konstruksi yang masih banyak dipakai untuk konstruksi bangunan gedung, struktur pondasi, perkerasan jalan dan jembatan adalah beton. High strength concrete yaitu beton dengan kekuatan yang cukup tinggi atau diatas kekuatan standar yang dipengaruhi dari beberapa hal, seperti FAS (faktor air semen), kualitas agregat, bahan tambah dan kontrak kualitas dari pembuatan beton tersebut. Beton serat adalah beton yang tersusun dari semen hidrolis, agregat dan sejumlah kecil serat sebagai bahan tambahan yang tersebar secara merata berorientasi random dan dengan proporsi tertentu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dan data diolah menggunakan excel. Pengujian kuat tekan dilakukan pada silinder berukuran 15 cm x 30 cm dan kuat lentur dilakukan pada balok berukuran 8 cm x 12 cm x 100 cm dengan variasi persentase serat 0%; 0,5%; 1%; 1,5%, dan 2% berjumlah 3 buah per persentase serat. Mutu beton yang direncanakan adalah beton mutu tinggi. Pengujian kuat tekan dan kuat lentur balok bertulang dilakukan pada umur 28 hari dengan metode rancang campur American Concrete Institute. Nilai kuat tekan tertinggi dengan penambahan serat bendrat dan abu sekam padi adalah 50,06 MPa. Kapasitas lentur maksimum tertinggi hasil pengujian dengan penambahan serat bendrat dan abu sekam padi adalah 8,423 kNm. Penambahan serat bendrat 1% merupakan penambahan yang memberikan hasil optimum.
Pengaruh Penambahan Serat Bendrat dan Bahan Tambah Bestmittel Pada Beton Mutu Tinggi Terhadap Kuat Geser Balok Beton Bertulang. Slamet Prayitno; Supardi Supardi; Nuril Huda
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v5i1.36976

Abstract

Pembangunan dibidang struktur mengalami perkembangan yang sangat pesat. Struktur beton bertulang merupakan salah satu struktur yang sangat diandalkan kekuatannya saat ini dan banyak dimanfaatkan pada pembangunan gedung-gedung tinggi, jembatan dengan bentang panjang, tower dan sebagainya. Struktur demikian membutuhkan beton mutu tinggi dengan kuat tekan lebih besar dari 6000 Psi atau 41,4 MPa yang digunakan untuk menopang komponen struktur. Dengan demikian perlu adanya peningkatan mutu beton dengan langkah menambahkan serat pada beton segar, maka dipilihlah bahan tambah serat bendrat yang berasal dari bahan limbah proyek atau daur ulang yang tidak bermanfaat, untuk dimanfaatkan kembali sebagai bahan tambah yang bertujuan meningkatkan kuat tekan beton. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan serat bendrat dengan bahan tambah bestmittel terhadap sifat-sifat mekanik beton berupa kuat tekan dan kuat geser. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen yang dilaksanakan di laboratorium Bahan UNS. Benda uji berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm untuk pengujian kuat tekan,8 cm x 12 cm x 100 cm untuk pengujian kuat geser. Benda uji masing-masing berjumlah 3 buah untuk 1 variasi kadar penambahan serat bendrat. Persentase serat bendrat yang digunakan adalah 0%; 0,5%; 1%; 1,5%; dan 2%. Pengujian menggunakan alat CTM (Compression Testing Machine) untuk kuat tekan dan BTM ( Bending Testing Machine ) untuk kuat geser. Hitungan analisis menggunakan bantuan program Microsoft Excel. Dari hasil penelitian diperoleh peningkatan nilai kuat tekan beton, menurut grafik polynomial dapat disimpulkan bahwa, ada kenaikan nilai kuat tekan beton dengan penambahan serat bendrat, hingga mencapai optimum yaitu pada kadar bendrat 1,067% sebesar 58,53 MPa dari beton biasa tanpa campuran. Menurut hasil regresi terhadap hasil analisa perhitungan diperoleh : Nilai kuat geser maksimal berdasarkan pengujian adalah pada kadar 1,21% (BL-1%) sebesar 21,88 kN. Nilai kuat geser maksimal analisis berdasarkan SNI adalah pada kadar 1,07% (BL-1%) sebesar 9,67 kN.
EVALUASI KEKUATAN DAN DETAILING TULANGAN BALOK BETON BERTULANG SESUAI SNI 2847:2013 DAN SNI 1726:2012 (STUDI KASUS : HOTEL DI WILAYAH PEKALONGAN)chsan Syaeful Karim; Supardi Supardi; Agus Supriyadi
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v4i3.37072

Abstract

Perubahan peraturan gempa dari SNI 03-1726-2002 ke SNI 1726:2012 mempengaruhi berubahnya persyaratan beton bertulang dari SNI 03-2847-2002 menjadi SNI 2847:2013. Perubahan peraturan gempa Indonesia menyebabkan bangunan yang telah didesain dengan peraturan lama menjadi perlu dievaluasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kekuatan dan detailing tulangan balok beton bertulang sesuai SNI 1726:2012 dan SNI 2847: 2013 dengan memperhitungan simpangan antar tingkat (?), menghitung kuat penampang pada balok dan memeriksa persyaratan detailing tulangan eksisting yang terpasang di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh simpangan antar tingkat untuk gedung hotel 7 lantai di Pekalongan (?) < ?a/ . Evaluasi elemen balok eksisting memenuhi persyaratan gaya dan geometri struktur lentur. Perhitungan evaluasi kekuatan pada balok dengan memperhitungkan momen nominal dan geser nominal pada tulangan lentur. Hasil perhitungan kekuatan momen nominal (Mn) untuk semua kondisi pada balok memenuhi persyaratan Mu<?Mn, sedangkan hasil perhitungan geser nominal (Vn) pada balok untuk semua kondisi memenuhi persyaratan Ve <?Vn. Persyaratan detailing tulangan lentur eksisting untuk semua kondisi memenuhi persyaratan detailingSNI 2847:2013.
EVALUASI KEKUATAN DAN DETAILING TULANGAN HUBUNGAN BALOK KOLOM (JOINT) BETON BERTULANG SESUAI SNI 2847:2013 DAN SNI 1726:2012 (STUDI KASUS: HOTEL PESONNA SEMARANG) Supardi Supardi; Edy Purwanto; Bakhtiyar Adi Kurniawan
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.718 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i1.36954

Abstract

Keselamatan bangunan diukur dari kekuatan struktur bangunan tersebut dalam menerima beban-beban yang bekerja terhadapnya. Salah satunya adalah beban gempa yang diatur oleh Standar Nasional Indonesia (SNI) 1726:2012. Daerah Hubungan balok kolom merupakan bagian penting dari struktur bangunan beton bertulang. Sruktur tersebut sering mengalami keruntuhan yang disebabkan oleh kesalahan desain hubungan balok kolom. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kekuatan dan detailing hubungan balok kolom menurut standar terbaru dari SNI 2847:2013. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus yang terdiri dari tiga tahap yaitu tahap input, analisis dan output. Tahap input pada penelitian adalah memasukan data yang diperlukan untuk tahap selanjutnya yaitu tahap analisis. Tahap analisis dilakukan dengan dua cara yaitu menggunakan model komputer dan analisis manual pada hubungan balok kolom. Tahap output dari penelitian ini adalah perbandingan antara hasil analisis dengan data yang ada di lapangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hubungan balok kolom eksisiting telah memenuhi kekuatan dan detailing yang disyaratkan pada SNI 2847:2013 dan SNI 1726:2012.
KAJIAN KAPASITAS LENTUR BALOK BETON MUTU TINGGI BERSERAT TEMBAGA DENGAN METODE DREUX Slamet Prayitno; Supardi Supardi; Agung Setyo Nugroho
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v3i2.37216

Abstract

Struktur bangunan mengalami perkembangan yang pesat. Struktur beton bertulang merupakan salah satu struktur yang sangat diandalkan kekuatanya saat inidan banyak dimanfaatkan pada pembangunan gedung-gedung tinggi, jembatan, tower dan sebagainya. Maka struktur tersebut membutuhkan beton mutu tinggi agar bisa menopang pembebanan yang besar. High strenght concrete yaitu beton dengan kekuatan yang tinggi atau diatas kekuatan standar yang mana hal tersebut dipengaruhi dari beberapa hal, seperti FAS (faktor air semen), kualitas agregat dan bahan tambah. Beton mutu tinggi metode dreux, yaitu suatu perancangan campuran beton yang telah dikembangkan oleh Prof. George Dreux sehingga akan didapatkan kekuatan tekan hingga 46 MPa. Beton mutu tinggi berserat tembaga metode dreux yakni beton yang terdiri dari agregat kasar (kerikil), agregat halus (pasir), semen portland, air ditambah dengan serat tembaga dan baja tulangan yang dirangkai. Serat tembaga dipilih karena merupakan daur ulang limbah dari kabel dan banyak terdapat di Indonesia.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh penambahan serat tembaga terhadap kapasitas lentur balok. Pengujian ini menggunakan metode experimental dengan benda uji berupa balok dengan 2 titik pembebanan yang berukuran 8 cm x 12 cm x 100 cm. Jumlah sampel 20 buah, dimana masing masing per persentase serat 0%; 0,5%; 1%; 1,5%, dan 2% berjumlah 4 buah. Mutu beton yang direncanakan adalah f'c = 46 MPa. Uji lentur dilakukan pada umur 28 hari. Hasil pengujian dan perhitungan menunjukan peningkatan kapasitas lentur Rerata dan kapasitas lentur dengan analisis rumus Suhendro sebesar 12,68% sebesar 0,57 Tonm dan 12,02% sebesar 0,54 Tonm, kemudian 0,85% sebesar 0,305 Tonm untuk kapasitas lentur dengan analisis rumus SNI. Peningkatan kapasitas lentur terjadi di kadar serat optimum 0,95%-1,07%. Hal ini disebabkan adanya pengaruh penambahan serat pada benda uji. Serat yang ditambahkan dapat menyebar secara merata dimana serat seolah-olah berfungsi sebagai penambah kuat tarik tulangan mikro selain baja tulangan balok itu sendiri. Semua pola retak awal terjadi di 1/3 tengah bentang dan keruntuhannya terjadi didaerah tersebut, Sehingga dari hasil penelitian tersebut dapat dikatakan sebagai keruntuhan lentur.
EVALUASI KINERJA STRUKTUR GEDUNG 10 LANTAI DENGAN ANALISIS RESPONS SPEKTRUMDITINJAU PADADRIFT DAN DISPLACEMENTMENGGUNAKAN SOFTWARE ETABS Aris Priyono; Agus Setiya Budi; Supardi Supardi
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 3 (2014): September 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.778 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v2i3.37427

Abstract

Gempa bumi merupakan suatu gerakan tiba-tiba yang terjadi di permukaan bumi akibat adanya energi dari dalam bumi yang menciptakan gelombang kesegala arah. Dalam hubungannya gempa bumi bersangkutan dengan suatu wilayah yang mengacu pada jenis dan ukuran gempa bumi. Untuk wilayah Indonesia dibagi enam wilayah gempa dengan masing-masing tingkat kerawanannya. Indonesia merupakan wilayah yang sering terjadi gempa, karena indonesia terletak pada empat lempeng tektonik yaitu lempeng Australia-India, lempeng Euro-Asia, lempeng Pasifik-dan Philipine. Analisis yang dapat digunakan untuk memperhitungkan lateral pada gempa bumi ada dua. Analisis statik dan analisis dinamik. Pada cara elastis dibedakan Analisis Ragam Riwayat Waktu (Time History Modal Analysis), dimana pada cara ini diperlukan rekaman percepatan gempa dan Analisis Ragam Spektrum Respons(Responss Spectrum Modal Analysis), dimana pada cara ini respons maksimum dari tiap ragam getar yang terjadi didapat dari Spektrum Respons Rencana (Design Spectra).Metode penelitian ini menggunakan analisis dinamik respons spektrum. Analisis ini dibantu dengan menggunakan program ETABS. Berdasarkan tinjauan displacementterbesar akibat respon spektrum, pada arah X bernilai0,0232 m dan pada arah Y bernilai0,0314 m. Gedung ini dinyatakan aman terhadap syarat evaluasi kinerja batas layan dan batas ultimit. Maksimum total drift pada arah X adalah 0,00062 dan pada arah Y adalah 0,00084. Maksimum total inelastik drift pada arah X adalah 0,00061 dan pada arah Y adalah 0,00083, sehingga apabila ditinjau berdasarkan ATC-40 termasuk dalam kategori level ImmediateOccupancy.
KAJIAN PENGARUH VARIASI PENAMBAHAN BAHAN RETARDER TERHADAP PARAMETER BETON MEMADAT MANDIRI DENGAN KUAT TEKAN BETON MUTU TINGGI Nindya Annisa Sabrina; Wibowo Wibowo; Supardi Supardi
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 4 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.973 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i4.36915

Abstract

Pembangunan infrastruktur yang semakin pesat menyebabkan timbulnya permintaan pembangunan pada bidang konstruksi, Bersamaan dengan meningkatnya permintaan beton, maka meningkat pula permasalahan yang harus dihadapi. Beberapa masalah yang terjadi di lapangan antara lain berkaitan dengan mutu beton dan kemudahan pengerjaan beton. Beton Mutu Tinggi Memadat Mandiri (HSSCC) memberikan solusi baru dalam teknologi beton karena memiliki keunggulan workabilitas, durabilitas dan kekuatan tinggi, sehingga dapat diaplikasikan dengan baik dilapangan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen di labolatorium dengan benda uji berupa silinder beton dengan ukuran diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Dalam penelitian ini digunakan admixture Viscocreete-1003 (Superplasticizer) dengan kadar tetap sebesar 1,7% dari berat semen dan Plastiment-VZ (Water Reducing Retarder) masing-masing sebesar 0,2%, 0,3%, 0,4% dan 0,5% dari berat semen. Untuk mengkaji pengaruh Plastiment-VZ (Water Reducing Retarder) pada beton dilakukan pengujian sifat segar beton dengan menggunakan alat Slump Cone, L-Shaped Box dan V-funnel, sedangkan tes kuat tekan beton dilakukan pada umur 14 dan 28 hari. Hasil pengujian menunjukkan penggunaan admixture Plastiment-VZ (Water Reducing Retarder) dengan kadar 0,3% dari berat semen memberikan nilai kondisi SCC yang baik yaitu dengan nilai slump, blocking ratio, waktu V-funnel masing-masing sebesar 755 mm, 0,93, 8.25 detik dan kuat tekan maksimum sebesar 54,14 Mpa. Beton segar semakin membaik seiring dengan bertambahnya dosis Plastiment-VZ (Water Reducing Retarder), namun penggunaan diatas kadar 0,3% mengakibatkan terjadinya bleeding. Kuat tekan yang dihasilkan mengalami penurunan pada penambahan kadar sebesar 0,4% dan 0,5% dari berat semen. Dari hasil perhitungan didapat kuat tekan optimum pada umur 28 hari berada pada kadar 0,32%.
EVALUASI KEKUATAN DAN DETAILING TULANGAN KOLOM BETON BERTULANG SESUAI SNI 2847:2013 DAN SNI 1726:2012 (STUDI KASUS : HOTEL 7 LANTAI DI WILAYAH PEKALONGAN)chsan Toni Ulinnuha; Supardi Supardi; Sunarmasto Sunarmasto
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 4 (2016): Desember 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.89 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i4.37034

Abstract

Seiring terjadinya perkembangan ilmu dan teknologi dikarenakan kondisi di lapangan, maka peraturan-peraturan bangunan seperti SNI gempa dan SNI beton juga sering terjadi perubahan. Berdasarkan hal tersebut, evaluasi gedung-gedung yang direncanakan menurut SNI terdahulu perlu di evaluasi ulang untuk mengetahui bagaimana perbedaan dengan munculnya peraturan terbaru apakah masih aman atau tidak. Evaluasi bangunan diperoleh melalui metode analisis statik ekuivalen dengan program ETABS. Setelah pembebanan gempa sesuai peraturan SNI 1726:2012 didistribusikan ke struktur bangunan, kemudian tentukan defleksi maksimum masing-masing lantai untuk mendapatkan nilai simpangan antar lantai pada struktur bangunan tersebut. Berdasarkan analisis program ETABS untuk berbagai macam kombinasi pembebanan gempa dan gravitasi, didapatkan gaya dalam untuk masing-masing elemen struktur bangunan. Beberapa gaya dalam pada kolom tersebut yang nantinya akan dievaluasi kekuatan dan persyaratan detailling tulangannya berdasarkan SNI 2847:2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh simpangan antar tingkat untuk gedung hotel 7 lantai di Pekalongan (?) < ?a/?. Evaluasi elemen kolom eksisting memenuhi persyaratan geometri struktur kolom. Kekuatan lentur dan aksial kolom memenuhi persyaratan yaitu gaya luar berfaktor (Pu-Mu) masuk dalam diagram interaksi Pn-Mn, sehingga Pu < ?Pn dan Mu < ?Mn . Kekuatan geser nominal (Vn) pada kolom untuk semua kondisi memenuhi persyaratan Ve < ?Vn. Persyaratan detailing tulangan memanjang kolom memenuhi syarat 0,01Ag < Ast < 0,06Ag. Pada tulangan transversal untuk jarak spasi sengkang pada lo maupun di luar lo memenuhi persyaratan detailing dan panjang lo tulangan transversal juga memenuhi persyaratan detailing. Spasi pengikat silang atau kaki-kaki sengkang persegi pada lo memenuhi persyaratan detailing hx < 350 mm, sedangkan di luar lo lebih dari persayaratan detailing hx > 350 mm. Panjang sambungan lewatan untuk tulangan memanjang memenuhi persyaratan detailing sesuai SNI 2847:2013.
Co-Authors Abd. Rasyid Syamsuri Adi Soeprapto Agung Setyo Nugroho Agus Dharmanto Agus Pramono Agus Setiya Budi Agus Suhendra Agus Supriyadi Agustiningrum, Ratna alfikri, m reza Ambar Winarti Amroeni Drajat Anas Ansoriyah Andi Setiyawan Anggita Rizki Kumala Anisah Anisah Anita Lisdiana Anny Rosiana Masithoh Anton Surya Mahendra Antonius Mediyanto Arditiya Pratama Ari Amir Alkodri Arief Subagio Aris Priyono ARIZAL HENDRIAWAN Aulia Indah Mutiara Bakhtiyar Adi Kurniawan Budhi Akbar Burham Isnanto Chandra Kirana Dais Arich Sifiana Daryani - Dede Nurhayati Delpiah Wahyuningsih Deny Wijaya DEVI PERMATA SARI Diana Noviyanti Dimas Faisal Prabowo Dimas Geovana Djumala Machmud Dyah Pratiwi Edi Santoso Elan Elan Ellya Helmud Elsera, Chori Endrian Mulyadi Justitia Waluyo Ery Yanuar Evelina Astra Patriot Evi Permatasari Fadly Mario Lutfy Faisal Suhendi Fenly Sau Fitriana Noor Khayati Gatut Prijo Utomo Haniah Haniah Herni Widiyah Nasrul Ida Ayu Putu Sri Widnyani Iin Inawati Ilma Azzahra Kurniawan Indah Risnawati Indrawati Indrawati Inom Nasution istika, nayla adelina Juhji, Juhji Kartika Ambarsari Pudyastuti Laksono Trisnantoro Lisa Ameliya Lucy Triananda M. Raka Mahendra Maria Magdalena Pur Dwiastuti Marjono Marjono Markus Koko Nur Budianto Marwah Yusuf Marwanti Mawardi Mawardi Maya Tika Zulkarnain Maysaroh Maysaroh Mohamad Fahrurrozi Mona Wulandari Muhaimin Dimyati Muhammad Irvan Marsya Muhammad Rifki Damanik Nabila Salsabila Nely Andriani Nindya Annisa Sabrina Noor Hidayah Noorhadi Suprayitno Nugroho Yulistanto Nur Wulan Agustina Nuril Huda Nurma Yunita Primadi Candra Susanto Putri Rahayu Permata Islami Rahmiatul Zuhro Ridwan Ridwan Rizhani Masrura Rizky Dian Anggakusuma Rodiah Rodiah Rohmad S. Rony, Zahara Tussoleha Royhatudin, Aat Salma Putri Saparini Saparini Saryati Saryati Shafira Yuliana Shodiq A Kuntoro Siddiq Permadi Siti Aisyah Siti Irene Astuti Dwiningrum Siti Mariya Ulfa Siti Nurul Qomariyah Slamet Prayitno Slamet Tri Wahyudi Sri Langgeng Ratnasari SRI LESTARI Sri Puji Rahayu Sunarmasto Sunarmasto Supandi Suminta Syaeful Karim Tamam Zaidan Rizqullah Toni Ulinnuha Tubagus Hedi Saepudin Tukidjan Tukidjan Vivi Hariyanti Safitri Waliulu, Raditya Faisal Wastam Wahyu Hidayat Wellfarina Hamer Wibowo Wibowo Yudi Nugraha Yuniar Yuniar Yuyun Rahayu Zahara Ahmad Fauzi Zahrotul Hanifiyah Zaqiyah Nur Afifah