Ova Emilia
Department Of Obstetrics And Gynecology, Faculty Of Medicine, Public Health And Nursing, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Published : 131 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Usia saat menarche dan usia pertama kali hubungan seksual pranikah wanita dewasa muda di Indonesia: analisis data SDKI 2003-2012 Nuraliah Nuraliah; Abdul Wahab; Ova Emilia
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 34, No 5 (2018): Proceedings the 3rd UGM Public Health Symposium
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.235 KB) | DOI: 10.22146/bkm.37720

Abstract

Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk engetahui dan menganalisis hubungan usia menarche dengan usia pertama kali melakukan hubungan seksual seksual pranikah wanita dewasa muda di Indonesia. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder dari data Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI).  Analisis yang digunakan adalah analisis survival, Kaplan – Meier dan log rank digunakan untuk mengetahui dan menganalisis hubungan usia menarche dengan usia pertama kali berhubungan seksual pranikah dan cox regresi digunakan untuk mengetahui pengaruh usia menarche terhadap waktu kejadian hubungan seksual dengan nilai hazard ratio. Hasil: Rata-rata usia menarche wanita dewasa muda di Indonesia pada tahun 2003 yaitu 13,67 tahun, pada tahun 2007 yaitu 13,64 tahun, dan pada tahun 2012 yaitu 13,64 tahun. Rata-rata usia melakukan hubungan seksual pranikah wanita dewasa muda di Indonesia yaitu berkisar pada usia 19 tahun dari tahun 2003 hingga tahun 2012. Probabilitas wanita dewasa muda untuk melakukan hubungan seksual pranikah yaitu pada tahun 2003 sebesar  3%, tahun 2007 4%, dan pada tahun 2012 yaitu 4%. Pada SDKI tahun 2007 hanya variabel luar yaitu domisili, pendidikan dan status sosial ekonomi yang memiliki hubungan yang signifikan. Pada data SDKI 2012 tidak terdapat vairabel satupun yang berhubungan signifikan dengan perilaku seksual pranikah. SimpulaN: Wanita dewasa muda yang berdomisili di perkotaan memiliki peluang 1,9 kali melakukan hubungan seksual pranikah lebih cepat dibandingkan dengan wanita dewasa muda yang berada di pedesaan. Wanita dewasa muda dengan pendidikan tinggi memiliki peluang sebesar 0,51 kali lebih cepat melakukan hubungan seksual pranikah dibandingkan pada kelompok pendidikan rendah. Dari segi status ekonomi,  wanita dewasa muda dengan status ekonomi menengah ke atas memiliki peluang sebesar 0,3-0,4 kali lebih cepat melakukan hubungan seksual pranikah dibandingkan dengan status sosial ekonomi rendah.
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN DISMENORE PRIMER PADA REMAJA PUTRI DI PONDOK PESANTREN AL-FALAH GORONTALO Mursyidah Khairiyah; Abdul Wahab; Ova Emilia
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 36, No 11 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bkm.57244

Abstract

AbstrakTujuan : Untuk membuktikan apakah terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian dismenore pada remaja putri. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan studi desain cross-sectional. analisis inferensial menggunakan uji Chi square serta dilanjutkan dengan analisis regresi logistik. Hasil : analisis multivariabel menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara aktivitas fisik dengan dismenore primer dilihat dari nilai P-value 0,023 dan 0,0003 nilai PR = 3,48 dan 3,6. Variabel luar yang memiliki hubungan yang bermakna dengan dismenore primer adalah IMT/U dengan kategori gemuk nilai P-value 0,011 dan nilai PR 0,30, KEK dengan dengan nilai P-value 0,001 PR 3,20, menarche dengan nilai P-value  0,005 dan 0,025, nilai PR 2,92 dan 10,6. Kesimpulan : Aktivitas fisik rendah dan sedang berisiko lebih tinggi untuk mengalami dismenore primer dibandingkan dengan yang memiliki aktivitas fisik tinggi. Faktor yang berhubungan dengan kejadian dismenore primer adalah IMT/U dengan gemuk, Status KEK dengan LILA <23,5, Usia menarche <12 tahun dan >13 tahunKata kunci : Aktivitas Fisik, Dismenore, Remaja
Kinerja Akseleran dalam Rotasi Klinik: suatu Kajian terhadap Pencapaian Kompetensi Klinik Mahasiswa Kedokteran Sri Linuwih Susetyo Wardhani; Aria Kekalih; Iwan Dwiprahasto; Ova Emilia; Yayi Suryo Prabandari; Amitya Kumara
Jurnal Psikologi Vol 41, No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.903 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.6956

Abstract

Sebagian kecil mahasiswa fakultas kedokteran adalah mahasiswa dengan riwayat pernah mengikuti program akselerasi ditingkat pendidikan dasar dan menengah, dan kelompok ini disebut sebagai akseleran. Akseleran merupakan siswa berbakat dan memiliki inteligensi serta kemampuan akademik yang tinggi, namun, akseleran umumnya imatur baik sosial, emosional maupun fisik. Dengan demikian dapat diprediksi akan mengalami penurunan kompetensi ketika berada pada tahap rotasi klinik. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan evaluasi kinerja akseleran dalam pencapaian kompetensi di rotasi klinik. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian campuran, dengan pendekatan kualitatif lebih dominan. Responden penelitian ialah mahasiswa fakultas kedokteran di semester tujuh dan delapan dengan riwayat pernah mengikuti program akselerasi. Hasil penelitian ini mendapatkan bahwa kemampuan dasar akseleran berada pada skala baik dan baik sekali; sikap kerja cukup hingga baik, sedangkan kepribadian pada komponen stabilitas emosi serta daya tahan stres berada pada skala kurang hingga cukup. Nilai median kompetensi klinik akseleran sedikit lebih tinggi dibandingkan non-akseleran, tetapi secara satistik perbedaannya tidak bermakna. Kesimpulan penelitian adalah, kinerja akseleran dalam rotasi klinik cukup baik, namun akseleran menghadapi masalah non-akademik terutama aspek kepribadian yang dapat memengaruhi nilai akademik. Perlu pertimbangan seleksi calon mahasiswa kedokteran terhadap akseleran dengan menggunakan pemeriksaan psikologik untuk menilai kematangan kepribadian. Kata kunci: akseleran, kompetensi klinik, seleksi calon mahasiswa
Pengaruh senam aerobik low impact terhadap peningkatan kualitas hidup perempuan menopause Nurlina Ina; Ova Emilia; Herlin Fitriani Kurniawati
Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Aisyiyah Vol 13, No 1 (2017): Juni
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.567 KB) | DOI: 10.31101/jkk.206

Abstract

Abstract: Various efforts can be made to overcome the symptomsand complaints that occur in menopausal women, one of themwith aerobic low impact exercise. The aim of research to determinethe effect of aerobiclow impact exercise to improvement the qualityof life of menopausal women. This type of research quasyexperiment with non-equivalent pretest and posttest control groupdesign. The sampling technique used purposive sampling methodwith a sample size of 56 respondents. The analysis used is theindependent t test and paired sample t test with significance levelof 95%. The results of research shows that there is an increasedquality of life scores menopausal women who do aerobic low impactexercise than those who do not do aerobic low impact exercise,with p value 0.05.
Gambaran tingkat pengetahuan ibu hamil trimester III mengenai persalinan Farida Kartini; Ova Emilia; Djaswadi Dasuki; Yayi Suryo Prabandari; Sri Handayani
Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Aisyiyah Vol 15, No 2 (2019): Desember
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.767 KB) | DOI: 10.31101/jkk.1164

Abstract

Pengetahuan tentang proses persalinan sangat penting diketahui ibu hamil trimester III, agar ibu dapat memberdayakan dirinya dalam menjalani proses persalinan. Tujuan penelitian adalah mengetahui tingkat pengetahuan ibu hamil trimester III mengenai persalinan. Desain penelitian deskripsi kuantitatif, jumlah responden 98 ibu hamil trimester III yang diambil menggunakan teknik consecutive sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian didapatkan bahwa tingkat pengetahuan ibu hamil trimester III dengan proses persalinan dalam kategori baik sebanyak 94,9%. Tidak ada ibu hamil yang memiliki tingkat pengetahuan buruk. Disimpulkan ibu hamil trimester III memiliki pengetahuan yang baik mengenai persalinan.
CRITICAL THINKING, CLINICAL REASONING SKILLS AND COGNITIVE ABILITIES OF DENTAL STUDENTS Bernadetta Esti Chrismawaty; Ova Emilia; Gandes Retno Rahayu; Ika Dewi Ana
Jurnal Pendidikan Kedokteran Indonesia: The Indonesian Journal of Medical Education Vol 11, No 3 (2022): September
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jpki.72915

Abstract

Background: Critical thinking (CT) and clinical reasoning (CR), along with adequate clinical knowledge, are crucial components of thinking in clinical practice. This study aimed to assess, compare and analyze the relationship between CT skills, CR skills, and cognitive abilities in undergraduate (UDS) and clinical dental students (CDS).Methods: This natural experimental study was conducted using the quantitative descriptive-analytic methods with a cross-sectional design. Thirty UDS and sixty-one CDS were selected purposively. Demographic and academic data were obtained through questionnaires. The Critical Thinking Tool (CriTT) was used to measure CT skills, and CR skills were measured by the Diagnostic Thinking Inventory (DTI). Knowledge acquisition was measured through the Cognitive Ability Test (CAT), which is a set of multiple-choice questions specifically developed and validated for this study. The statistical differences between them were analyzed by one-way ANOVA, and their relationship was tested by correlation matrix analyses.Results: There were no differences in CriTT measurements between groups. The overall DTI score and subscale 2 (Structure of memory) showed significant differences between groups, as did the overall CAT score and all clinical science subscales. Correlation matrix analyses revealed CR skills were related to CT skills, while the cognitive abilities or knowledge acquisition were related to CR skills.Conclusion: Results showed the CR skills and cognitive abilities of clinical dental students are superior to undergraduate dental students. Generally, the results indicated the more skilled students are in critical thinking, the better are their clinical reasoning skills. Better cognitive abilities tended to improve clinical reasoning skills. 
Hubungan Kejadian Disfungsi Dasar Panggul dan Kualitas Hidup Perempuan Usia Menopause di Daerah Istimewa Yogyakarta Ratih Kumalasari; Nuring Pangastuti; Ova Emilia
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 9, No 3 (2022): In Process
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.75089

Abstract

Latar Belakang: Disfungsi dasar panggul paling banyak terjadi pada perempuan usia lanjut, dengan insidensi sekitar 39,8%. Hal ini erat hubungannya dengan kejadian menopause. Menopause akan menyebabkan penurunan hormon estrogen, yang berkontribusi terhadap kelemahan dan atrofi otot dasar panggul. Jarangnya perempuan dengan disfungsi dasar penggul memeriksakan dirinya, mengakibatkan tidak adanya data yang tepat mengenai angka kejadian disfungsi dasar panggul pada perempuan menopause. Keadaan disfungsi dasar panggul pada perempuan menopause akan berpengaruh terhadap kualitas hidupnya, terutama dalam hal fisik, seksual, dan psikososial. Berdasarkan hal tersebut, penilaian kualitas hidup perempuan dengan disfungsi dasar panggul dilakukan dengan instrumen MENQOL yang dapat menilai kualitas hidup perempuan menopause secara umum.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kejadian disfungsi dasar panggul dengan kualitas hidup perempuan usia menopause di Daerah Istimewa Yogyakarta.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik cross sectional yang dilakukan di beberapa daerah di DIY. Subjek dilakukan penilaian disfungsi dasar panggul berupa prolaps organ panggul dengan pemeriksaan POPQ, sedangkan kualitas hidup perempuan menopause dinilai berdasarkan instrumen MENQOL.Hasil: Dari 192 subjek, didapatkan 140 subjek (72,92%) mengalami prolaps organ panggul, dengan kejadian sistokel 69,79%, rektokel 67,71%, dan prolaps uteri 46,35%. Gambaran kualitas hidup perempuan usia menopause menunjukkan variasi dalam tingkat keluhan dari subjek. Terdapat perbedaan yang bermakna dari median skor pada domain fisik MENQOL antara kelompok disfungsi dasar panggul dan tidak (p=0,000). Usia, paritas, riwayat obstetri, penyakit kronis, dan lamanya menopause, memiliki hubungan yang bermakna secara signifikan terhadap kejadian disfungsi dasar panggul (p < 0,05). Kualitas hidup perempuan usia menopause juga dipengaruhi oleh faktor usia, pekerjaan, riwayat penyakit kronis, dan lamanya menopause (p < 0,05).Kesimpulan: Kualitas hidup berdasarkan domain fisik MENQOL lebih rendah pada  perempuan usia menopause dengan disfungsi dasar panggul (p<0,05).
MENGAPA KOMPETENSI PEMERIKSAAN PRENATAL KONSELING TANDA BAHAYA OLEH BIDAN DI PUSKESMAS LEBIH BAIK DIBANDINGKAN PRAKTIK SWASTA DI INDONESIA? DATA INDONESIA FAMILY LIFE SURVEY (IFLS) 2007 Helen Try Juni Asti; Ova Emilia; Mubasysyir Hasanbasri
Journal of Health Service Management Vol 19 No 4 (2016)
Publisher : Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta Jl. Farmako Sekip Utara Yogyakarta 55281 Telp 0274-547490

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.287 KB) | DOI: 10.22146/jmpk.v19i4.1990

Abstract

Background: Indonesia's maternal mortality rate increased in 2013 while antenatal care coverage K4 also increased. The element is important to know the health status of the pregnancy is highly dependent on the implementation of the prenatal examination by a midwife. Midwives have a good quality in the implementation of prenatal examinations can reduce morbidity and mortality of pregnant women.Objectives: To investigate implementation prenatal examination in Indonesia by midwives in the health center facilities (public) and private practice, working time, training participation, geographical location (urban-rural), and the regions lagging.Methods: This research is a quantitative research. We analyzed 1,433 midwives from 13 provinces in Indonesia which respondents IFLS 2007. The implementation details of prenatal care by midwives obtained from nine item prenatal procedures on questionnaires vignettes.Results: Statistical tests showed that the percentage of implementation of prenatal care is still low. Variable types of facilities most influence on the implementation of prenatal examinations and tests hemoglobin fe tablet. Public facilities tend to be carrying out the procedure with (OR 1,30; CI 1,04-1,61) and hemoglobin tests (OR 1,62; CI 1,30-2,02) compared to private practice. Variable training participation proved to be the most influential on the implementation of urine testing, counseling danger signs of pregnancy, and ask a history of high blood, midwife training are more likely to implementing procedures prenatal urine (OR 1,95; CI 1,21-3,14), counseling danger signs of pregnancy (OR 1,45; CI 0,98-2,15], and asking a history of high blood pressure (OR 1,61; CI 1,12-2,33) compared the midwife did not follow the training.still low. Strategies to increase implementation of antenatal care by improving the function of regulation, training and continuing education, and supervision.
Examining The Management and Treatment Approaches for Depression in Pregnant Women Yakayum; Emilia, Ova; Septiana Pratiwi, Cesa
Jurnal Profesi Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 17 No 2 (2023): Jurnal Profesi Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta Kerja Sama KNPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33533/jpm.v17i2.7022

Abstract

Pregnant women suffering from undiagnosed or inadequately treated depression during their pregnancy face increased postpartum risks and jeopardize the health and safety of both mother and fetus. To understand the management of depression in pregnant women at Gamping II Community Health Centre. This qualitative research employed a case study approach. Informants were selected using heterogeneous purposive sampling, comprising 9 participants: a pregnant woman, a head of the community health centre, a doctor, two midwives, a psychologist, a psychiatric nurse, and two pharmacists. The study reveals that the depression management provided to pregnant women is not comprehensive due to the lack of post-referral care, resulting in inadequate monitoring and evaluation. There is a lack of knowledge about using mental health screening tools, understanding care for depressed mothers, and implementing guidelines for managing depression in pregnant women. These factors hinder the provision of comprehensive care. Pregnancy care for women with depression requires comprehensive health management strategies. Comprehensive care is crucial to mitigate the impact of mental health disorders experienced during pregnancy
Aplikasi Gaya Belajar pada Kegiatan Belajar Mandiri Mahasiswa Tahun Pertama Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar Malik, Ummu Kalzum; Emilia, Ova; Rahayu, Retno Gandes; Ibrahim, Juliani
MAGNA MEDICA Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 4 (2017): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.257 KB) | DOI: 10.26714/magnamed.1.4.2017.26-32

Abstract

Application of Learning Style in Independent Study Activities of First Year Students of the Faculty of Medicine, University of Muhammadiyah MakassarLatar belakang: Pengetahuan akan gaya belajar sangat dibutuhkan oleh mahasiswa. Pada saat belajar mandiri, mahasiswa memiliki kebebasan untuk untuk dapat mengidentifikasi kebutuhan belajarnya yang akan dijabarkan dalam bentuk tujuan belajar, setelah itu menyiapkan rencana belajar, mencari sumber daya yang dibutuhkan dan melaksanakan rencana belajar tersebut serta diakhir dengan evaluasi hasil dan proses belajar. Dalam proses belajar inilah gaya belajar dapat menjadi katalisator untuk pembelajaran yang efektif. Salah satunya adalah gaya belajar Visual, Aural, Read/write, Kinestetik (VARK).Metode: Penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif terhadap mahasiswa tahun pertama FK Unismuh di TA 2013/2014. Tahap pertama dengan menyebarkan kuesioner VARK untuk mendapatkan data gaya belajar mahasiswa. Selanjutnya mahasiswa diberikan buku harian belajar mandiri untuk diisi sesuai apa yang mereka lakukan saat belajar mandiri.Hasil: Berdasarkan analisis data diperoleh gaya belajar unimodalitas mahasiswa yaitu Visual 1.4%, Aural 29%, Read/write 24.6%, Kinestetik 32%, dan multimodalitas 13%. Dari kelompok unimodalitas hanya sebesar 10% yang mengaplikasikan gaya belajar sesuai karakteristik gaya belajarnya sedangkan dari kelompok multimodalitas sebesar 77.7%.Simpulan: Gaya belajar yang paling dominan adalah gaya belajar kinestetik dan kelompok multi modalitaslah yang paling banyak mengaplikasikan gaya belajar sesuai dengan karakteristik gaya belajarnya. Background: Knowledge of learning styles is needed by the student. At the time of self -learning, students have the freedom to be able to identify learning needs to be spelled out in the form of learning objectives, and then prepare a lesson plan, look for the resources needed to learn and implement the plan as well as the end of the evaluation results and the learning process. In this learning process learning styles can be a catalyst for effective learning. One of which is the Visual, Aural, Read / write, Kinesthetic (VARK). Methods: Descriptive study with a quantitative approach. The population was freshman FK Unismuh in school year 2013/2014. The data were taken byquetionnaire s to obtain data VARK learning styles of students. Then, students are given self-learning diary filled according to what they do when the independent study. Result: Learning style is Visual 1.4%, 29% Aural, Read / write 24.6%, Kinesthetic 32%, 13% and multimodality. Of group unimodalitas only 10% who apply learning style according to the characteristics of learning styles while multimodality group at 77.7%. Conclusion: The most dominant learning style is kinesthetic but group multimodality most widely applied according to the learning style characteristics.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abbas, Marwan Abdul Wahab Abdul Wahab Abdul Wahab Abu Bakar Adi Ariffianto Akifah Fatimah Albertina Bata, Verayanti Amiruddin Amiruddin Amitya Kumara Amitya Kumara Amitya Kumara Anis Widyasari Aria Kekalih Arif Tirtana Armaijn, Fadhilah Armis Armis Asep Novianto Astuti, Andari Wuri Augustine D. Sukarlan Ayub Irmadani Anwar B P Suryosubianto Bahari, Rafidah Bernadetta Esti Chrismawaty Budi Iman Santoso Daulian, Fika Denny Agustiningsih Detty Siti Nurdiati Devi Hartati Dewi Matindas Dharmayati B. Utoyo Diannisa I E Sangun Dicky Moch Rizal Dicky Moch Rizal Djaswadi Dasuki Djaswadi Dasuki Djaswadi Dasuki Djauhar Ismail Djauhar Ismail Donal Donal Donal Donal Dwi Andayani Dwi Cahyani Ratna Sari Dwi Juwartini Dwi Rahma Wati E.S, Diannisa Ikarumi Eddy Hartono Eddy Hartono Eddy Tiro Eddy Tiro Edi Patmini Edi Patmini Edi Patmini Siswanti Efrayim Suryadi Efrayim Suryadi Eti Poncorini Pamungkasari Eugenius Phyowai Ganap Eugenius Phyowai Ganap Eugenius Phyowai Ganap Evi Septiani Fadhilah Armaijn Fatwa Sari Tetradewi Febe, Ester Fielda Djuita Ganap, Eugenius Phyowai Gandes Retno Rahayu Guardian Yoki Sanjaya Gumilar, Gulam Hamid, Noor Aini Abdul Handayani, sri Hari Kusnanto Hari Kusnanto Harsono Mardiwiyoto Harsono Mardiwiyoto Hartono Hartono Hartono Hartono Helen Try Juni Asti Hepta Lidia Herlin Fitriani Kurniawati Heru Pradjatmo Hidayat, Asri Ibrahim, Juliani Ika Dewi Ana Ika Parmawati Iman, Santoso Budi Irwan Taufiqur Rachman Ismail Joko Sutresno Iwan Dwiprahasto Iwan Dwiprahasto Iwan Dwiprahasto Juli Sitorus Kartini, Farida Khusnul Khotimah khusnul khotimah Kirubashni Mohan Koheresto G. Liufeto Ksyatria, Yudhistya Ngudi Insan Leo Prawirodihardjo Lia Dewi, Vivian Nanny Lidia, Hepta Lili Ratnawati Lilie Fransiska Lilie Fransiska Lionita, Widya Magdalena Paunno Malik, Ummu Kalzum Malik, Ummu Kalzum Mappaware, Nasrudin Andi Maria Magdalena Purba, Maria Magdalena Martha Chaterince Silitonga Martinus Martinus Marwan Abbas Maryanto, Budi Mayae Hugo Mayae Hugo Mei Neni Sitaresmi Mia Kusmiati Michael Andreas Leman Moch. Anwar Mohammad Hakimi Mohammad Hakimi Mohammad Hakimi Mohammad Hakimi Mohammad Hakimi Mora Claramita Mubasysyir Hasanbasri Mubasysyir Hasanbasri Muhammad Hakimi Muhammad Nurhadi Rahman Mursyidah Khairiyah Murti Mandawati Nani Emma Nani Emma Nasrudin Andi Mappaware Ni Putu Widarini Novriana, Riska Nuraini, Laila Afiliasi Puji Nuraliah Nuraliah Nuraliah, Nuraliah Nurdiati, Detty Nuring Pangastuti Nuring Pangastuti Nuring Pangastuti, Nuring Nurlaila Marasabessy Nurlina Ina Nurlina Ina, Nurlina Nurrahma Wahyu Fitriyani Nurul Hikmah Petrana Petrana, Nurul Hikmah Phyowai Ganap, Eugenius Poedji Rochjati Poedji Rochjati Popy Irawati Popy Irawati Pratiwi, Cesa Septiana Pratiwi, Putu Irma Puspasari Puspasari Raharja, Supanji Rahmi Surayya Ramani, Subha Ratih Kumalasari Ratnawati, Lili Reni Dwi Setyaningsih Risanto Siswosudarmo Rizka Aries Putranti Rochmanita Sandya Afindaningrum Roy Jansen Sinaga Rukmono Siswishanto Sangun, Diannisa I E Sanip, Suhaila Sari, Sylvia Mustika Shinta Prawitasari Shofwal Widad Shulhana Mokhtar Silitonga, Martha Chaterince Sinaga, Roy Jansen Siswanto Agus Wilopo Sitorus, Juli Soehartati Soehartati Soerjo Hadijono Soerjo Hadijono Soerjo Hadijono Soerjo Hadijono Soerjo Hadijono Soetrisno Soetrisno Soetrisno Soetrisno Solly Aryza Sri Handayani Sri L. Menaldi Sri Linuwih Susetyo Wardhani, Sri Linuwih Susetyo Sukamdi Sukamdi Sumiyati Sumiyati SUMIYATI SUMIYATI Sunarko Sunarko Supanji Raharja Sutresno, Ismail Joko Titik Kuntari Tri Wibawa Trisasi Lestari Umar Dhani Umar Dhani, Umar Umar Malinta Umar Malinta Vella Dwi Yani Vella Dwi Yani Verayanti Albertina Bata Verayanti Albertina Bata Wahab, Abdul Wenny Artanty Nisman, Wenny Artanty Widyandana Widyandana Widyawati Widyawati Wiwin Lismidiati Yakayum Yanti Yanti Yati Soenarto Yayi S. Prabandari Yayi Suryo Prabandari Yayi Suryo Prabandari Yayi Suryo Prabandari Yekti Satriandari Yoyo Suhoyo Yudhistya Ngudi Insan Ksyatria Yuliana Yuliana Yundari, Yundari Zulfa, Siti Zakiah