Ova Emilia
Department Of Obstetrics And Gynecology, Faculty Of Medicine, Public Health And Nursing, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Published : 131 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Validation of Patient Perception Instruments for Junior Doctor Performance: a Factor Analysis Kusmiati, Mia; Bahari, Rafidah; Hamid, Noor Aini Abdul; Sanip, Suhaila; Emilia, Ova
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1092.57 KB) | DOI: 10.29313/gmhc.v7i1.4611

Abstract

The patient is an essential stakeholder within the medical healthcare system and an important stakeholder of the medical education program. The patients should be able to assess the performance of junior doctors in general practitioner residency to ensure their competency. Some instruments of patient assessment are available, but they do not adapt to local needs and context. This study aims to validate newly developed evaluation instruments from the patient’s perspective against the performance of a junior doctor in a teaching hospital. Fifty patients from outpatient clinics of internal medicine of two teaching hospital Faculty of Medicine Universitas Islam Bandung were selected to fill out the questionnaire in September–October 2018. The tool consists of 20 items and used a 4-point Likert scale of strongly disagree, disagree, agree, and strongly agree. The SPSS version 21 have used to extract the data as the principal axis factoring of analysis. Oblimin rotation method was applied with Kaiser normalization to simplify and describe the data structure. The detailed analysis identified five factors based on the initial eigenvalue >1. Patient perception instruments of junior doctor performance (PIJDP) showed that five constructs extracted explained 81.27% of the variance of them. Constructs were namely: humanism, responsibility-accountability, communication-empathy, altruism, and pleasant manner. Construct validity achieved after the PIJDP run fifteen times, and consistency internal with Cronbach’s alpha was 0.95. In conclusions, the PIJDP could be used to assess the performance of junior doctors and could make a novel contribution to the development of medical education. VALIDASI INSTRUMEN PERSEPSI PASIEN TERHADAP KINERJA DOKTER MUDA: SEBUAH ANALISIS FAKTORPasien merupakan stakeholder kunci dalam sistem pelayanan kesehatan dan stakeholder penting dalam program pendidikan kedokteran. Pasien dapat menilai kinerja dokter muda dalam pemagangan umum untuk memastikan kompetensi mereka. Beberapa instrumen penilaian pasien sudah dibuat, namun mereka tidak diadaptasi terhadap kebutuhan dan konteks lokal. Penelitian ini bertujuan memvalidasi instrumen evaluasi yang baru dikembangkan menurut perspektif pasien terhadap kinerja dokter muda di rumah sakit pendidikan. Lima puluh pasien dari klinik rawat jalan penyakit dalam dua rumah sakit pendidikan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung dipilih untuk mengisi kuesioner pada September–Oktober 2018. Kuesioner berisi 20 item yang menggunakan Skala Likert empat poin dari sangat tidak setuju, tidak setuju, setuju, dan sangat setuju. SPSS versi 21 digunakan untuk menganalisis data melalui principal axis factoring. Metode rotasi oblimin dengan normalisasi Kaiser diaplikasikan untuk menyederhanakan dan menjelaskan struktur data. Hasil analisis mengidentifikasi lima faktor berdasar atas eigenvalue awal >1. Instrument persepsi pasien terhadap kinerja dokter muda (PIJDP) menggambarkan 5 construct yang diekstraksi sebesar 81,27% dari varian indikator dapat dijelaskan oleh faktor yang terbentuk. Faktor tersebut adalah humanisme, tanggung jawab-akuntabilitas, komunikasi-empati, altruisme, dan sifat menyenangkan. Kesahihan construct dicapai setelah PIJDP diulang lima belas kali dan konsistensi internal dengan Cronbach’s alpha sebesar 0,95. Simpulan, PIJDP dapat digunakan untuk menilai kinerja dokter muda dan dapat memberi kontribusi baru dalam pengembangan pendidikan kedokteran.
FACILITATING CLINICAL EDUCATION IN MEDICAL AND HEALTH PROFESSION EDUCATION Sari, Sylvia Mustika; Ramani, Subha; Emilia, Ova; Suhoyo, Yoyo
Jurnal Pendidikan Kedokteran Indonesia: The Indonesian Journal of Medical Education Vol 12, No 1 (2023): Maret
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jpki.71819

Abstract

Background: The clinical supervisor's roles influence the quality of clinical education as a teacher and their interaction with students. Underlined the importance of refreshment on clinical teaching skills for clinical supervisors, the 3rd Webinar series of IAMHPE has inspired the recommendations on essential elements in the clinical education of medical and health profession education.Gaps: Recent studies have highlighted the complexity of facilitating clinical education and the socio-cultural influence on clinical supervisor-student relations. As a gap, Indonesia has a hierarchical and collectivist culture and thus the potential to hinder improving students' learning development during clinical education.Recommendation: An understanding of the Gaps between literature and Indonesia's socio-cultural influence on clinical education, we develop several recommendations, including 1) Building Clinical Supervisor-Student Relations that support students' development; 2) Making role modeling explicit and integrating into teaching and learning;3) Facilitating the gradual development of students' clinical abilities, and 4) Re-conceptualization of feedback in clinical education as a “dialogue”.  
Studi deskriptif prakik menyusui pada ibu pekerja industri dalam memberikan ASI di pabrik tekstil dan garmen Rochmanita Sandya Afindaningrum; Ova Emilia
Jurnal Kebidanan Vol 10, No 1 (2021): February 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jk.10.1.2021.83-88

Abstract

Menyusui memberi manfaat luar biasa bagi bayi karena ASI mengandung nutrisi yang penting dan terbaik untuk menunjang kesehatan, pertumbuhan, dan perkembangan bayi secara optimal .Meningkatnya ibu pekerja di Indonesia dapat mempengaruhi angka cakupan pemberian ASI ekslusif. Dukungan menyusui dapat meningkatkan konsentrasi ditempat bekerja karena berkurangnya kekhawatiran ibu terhadap nutrisi bayi sehingga produktivitas pekerja tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali secara mendalam dukungan yang diperoleh dalam memberikan  ASI pada ibu menyusui pekerja industri di pabrik tekstil dan garmen. Jenis penelitian iniadalah deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 26 informan. Penelitian dilakukan dengan wawancara. Hasil penelitian pada informan didapatkan bahwa dukungan yang diterima ibu adalah dukungan keluarga yang terdiri dari dukungan dengan memberikan bantuan fisik dan dukungan emosional. Ketika bekerja ibu menerima dukungan dari rekan kerja dan perusahaan.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN PSIKOEDUKASI PADA GANGGUAN PSIKOLOGIS MASA POSTPARTUM: SYSTEMATIC REVIEW Nuraini, Laila Afiliasi Puji; Emilia, Ova; Hidayat, Asri
Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram Vol 7, No 2 (2022): JULI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/mj.v7i2.2866

Abstract

Abstract: Psychoeducation can reduce the risk of mental health problems in postpartum mothers. This systematic review aims to identify the effectiveness of providing psychoeducation in postpartum psychological disorders. Design using PRISMA checklist and CASP. Data were extracted from the English journal, RCT, which reports psychoeducation as exposure. Results, of the 13 studies that systematically reviewed mental health and psychoeducation issues, 11 passed the Critical Appraisal test. However, only 4 had a magnitude of effect indicating that psychoeducation was a protective factor against psychological disorders of postpartum mothers and 7 others showed a magnitude of chance (p <0.05).Abstrak: Psikoedukasi dapat menurunkan resiko terjadinya gangguan kesehatan mental pada ibu postpartum. Systematic review ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas pemberian psikoedukasi pada gangguan psikologis postpartum. Desain menggunakan PRISMA checklist dan CASP. Data diekstraksi dari jurnal yang bahasa Inggris, RCT, yang melaporkan psikoedukasi sebagai exposure. Hasil, dari 13 penelitian yang secara sistematis meninjau masalah kesehatan mental dan psikoedukasi, 11 lolos uji Critical Appraisal. Namun hanya 4 yang memiliki magnitude of effect yang menunjukan bahwa psikoedukasi merupakan faktor protektif terhadap gangguan psikologis ibu postpartum dan 7 lainnya menunjukan magnitude of chance (p < 0.05).
Perbedaan pengaruh comprehensive sexuality education terhadap pengetahuan, sikap, dan gaya berpacaran pada remaja laki-laki dan perempuan Hartati, Devi; Emilia, Ova; Wuri Astuti, Andari
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 16, No 1 (2025): JANUARI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/jki.v16i1.1311

Abstract

Lama Penggunaan Depo Medroxy Progesterone Acetate (DMPA) dan Disfungsi Seksual Pada Perempuan Usia Reproduktif Daulian, Fika; Emilia, Ova; Wahab, Abdul
JURNAL KESEHATAN TROPIS INDONESIA Vol. 2 No. 3 (2024): Juni
Publisher : PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63265/jkti.v2i3.93

Abstract

Seksualitas merupakan sebuah domain penting dan kompleks dalam kualitas kehidupan. Aktivitas seksual melibatkan elemen fisik, psikologis, sosial, dan estetik. Hal ini sangat kompleks sehingga rentan mengalami masalah. Jika seksualitas perempuan terganggu, konsekuensi yang terjadi kemungkinan akan berpengaruh terhadap keharmonisan hubungan suami istri dan kelangsungan fungsi reproduksi seorang perempuan. Sejumlah penelitian menemukan efek samping yang ditimbulkan dari lamanya penggunaan suntikan DMPA. Pemakaian kontrasepsi suntik DMPA dalam jangka waktu yang lama dikaitkan dengan kemungkinan terjadinya disfungsi seksual. Mengetahui dan menganalisis risiko lama penggunaan kontrasepsi suntik DMPA dengan disfungsi seksual pada perempuan usia reproduktif di Kota Kendari. Penelitian observasional analitik menggunakan rancangan cohort retrospective. Subyek dalam penelitian ini adalah semua perempuan usia reproduktif yang menggunakan kontrasepsi DMPA di Kota Kendari Jumlah sampel dalam penelitian ini sebayak 196 perempuan usia subur dengan teknik pengambilan sampel secara accidental sampling. Variabel bebas yaitu lama penggunaan Depo Medroxy Progesterone Acetate dan variabel terikat yaitu disfungsi seksual perempuan. Subjek penelitian ini adalah perempuan usia subur 15-49 tahun pengguna kontrasepsi suntik Depo Medroxy Progesterone Acetate. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif untuk mengetahui distribusi frekuensi dan proporsi, bivariabel dengan uji Chi-square dan multivariable menggunakan uji regresi logistik. Hasil penelitian ini ditemukan dari seluruh responden penelitian sebanyak 39 % perempuan mengalami difungsi seksual. Dari penelitian ini juga diketahui bahwa prevalensi klien DMPA ? 2 tahun mengalami disfungsi seksual sebesar 58 %. Risiko disfungsi seksual pada klien DMPA ? 2 tahun menggunakan kontrasepsi DMPA ? 2 tahun 2 kali lebih besar dibandingkan klien pengguna DMPA < 2 tahun (RR = 2,1 95 % CI 1,62-2,84). Usia ibu, usia suami dan usia pernikahan merupakan faktor risiko yang cukup penting dalam menyebabkan disfungsi seksual. Pada hasil multivariabel usia perempuan merupakan faktor yang berkontribusi paling besar memengaruhi kejadian disfungsi seksual, pada usia reproduksi yaitu pada kelompok usia 35-49 tahun berisiko tinggi (p=0,001 < 0,05) mengalami disfungsi seksual
Determinan Abortus di Indonesia Kuntari, Titik; Wilopo, Siswanto Agus; Emilia, Ova
Kesmas Vol. 4, No. 5
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abortus menjadi masalah yang penting dalam kesehatan masyarakat karena berpengaruh terhadap morbiditas dan mortalitas maternal. Di Indonesia, belum ada data yang komprehensif tentang kejadian abortus, berbagai data yang ada sebelumnya berdasarkan survei dengan cakupan yang relatif terbatas. Abortus yang tidak aman bertanggung jawab terhadap 11% kematian ibu di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian abortus di Indonesia. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode observasional menggunakan disain studi cross sectional. Data penelitian diperoleh dari data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2002-2003. Analisis data dilakukan secara bertahap yaitu: analisis univariat, analisis bivariat dan analisis multivariat dengan regresi logistik. Hasil menunjukkan bahwa risiko abortus meningkat seiring dengan peningkatan usia ibu. Wanita dengan paritas 0-2 berisiko lebih tinggi untuk mengalami abortus dibandingkan wanita dengan paritas 3 atau lebih (OR=5,2, IK 95%=3,49-7,89). Wanita yang bekerja berisiko 2,7 kali lebih tinggi untuk mengalami aborsi daripada wanita yang tidak bekerja (OR= 2,7 , IK 95%= 2,10-3,58). Selain itu, risiko abortus meningkat pada wanita yang menikah pada usia 30 tahun atau lebih (OR=1,8, IK95%= 1,30-2,48). Risiko abortus tidak berhubungan bermakna dengan riwayat abortus sebelumnya, tingkat pendidikan dan tingkat sosial ekonomi. Abortion has become a main problem in public health because of its impact on maternal morbidity and mortality. There is no comprehensive data on abortion in Indonesia. So far, data were based on survey with limited coverage. Unsafe abortion is responsible to 11 percent of maternal mortality in Indonesia. This research objective is to determine factors related to abortion in Indonesia. The study was an observational method with cross sectional design. These data are gathered from Indonesian Demography and Health Survey 2002–2003. Data analysis used univariate, bivariate and multivariate analysis with logistic regression. The risk of an abortion increased in line with the increasing of maternal age. Women with 0-2 parity have higher risk than multiparity (OR=5.2, IK95%=3.49-7.89). Employed women have higher risk than unemployed (OR=2.7, IK95%=2.10-3.58). The risk of abortion increased among women married at 30 years old or over (OR=1.8, IK95%=1.30-2.48). There is no significant association between history of abortion, education, socioeconomic and risk of abortion.
The meaning of adolescent reproductive health promotion through traditional arts: a community perspective Ni Putu Widarini; Fatwa Sari Tetradewi; Ova Emilia
BKM Public Health and Community Medicine PHS7 Accepted Abstracts
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Objective: Knowing the perspective of the community watching reproductive health promotion activities through traditional art performances. Adolescent reproductive health promotion activities are carried out through the use of local wisdom in Bali, namely through the performance of traditional arts. The information conveyed through this promotional media contains informative messages about adolescent reproductive health so that it is no longer taboo to talk about and is easily accepted by the community. Methods: Qualitative research using an exploratory approach. The research location is in Tegallalang Village, Gianyar Regency, Bali. The informants were the people who watched the performance activities as many as 9 people. Retrieval of data through focus group discussions. Thematic data analysis. Result: The community's perspective on the performance and the message conveyed in the performance. The benefits of staging traditional arts according to the community watching are that socialization through art is easier to accept, traditional art performances can preserve culture and art, can be useful for society, namely reminding adolescents not to have premarital sexual behavior. The message received by the community is that there are limitations in dating, how to choose friends, carry out parental advice, anticipation of teenagers not having premarital sex and the impact of premarital sex. Acceptance of message content by the community, namely that the language is easy to understand, easily accepted by the community and becomes an example so that it is not imitated. Conclusion: Good interpretation of reproductive health promotion activities through the performance of traditional arts is related to the benefits and messages received by the community. The implication of the research results in the form of traditional art media as a health promotion media has the potential to educate the public in a positive way.
Initiatives to prevent spread of infectious diseases in public health centers: Experience from positive case among health workers in COVID-19 pandemic     Novriana, Riska; Febe, Ester; Hasanbasri, Mubasysyir; Wibawa, Tri; Emilia, Ova
BKM Public Health and Community Medicine PHS8 Accepted Abstracts
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Several public health center temporary closures due to antigen positive health workers in Daerah Istimewa Yogyakarta have been reported. Behind the scene, there was confusion among health workers when they were not sure about sources of transmission and concerns about wider transmission among health workers and their families. This paper reports the Yogyakarta City Health Office initiative to build health workers’ awareness and to protect health centers protected from transmitting all contagious conditions in the future, learning from the experience of the covid 19 pandemic. Kota Yogyakarta Health authority and Universitas Gadjah Mada held two focus group discussions to document (1) the experience of responding to cases of reactive antigens in health workers who need to receive future follow-up from the experiences of 18 puskesmas heads and elements of the health office, and (2) the puskesmas Covid 19 screening and testing capacity for the community and health personnel use. This report raises the importance of safe workplace operational rules that prevent disease transmission and urgent actions to enforce these rules in puskesmas and health offices.
The Role of Decision Makers in Late Maternal Referrals Albertina Bata, Verayanti; Emilia, Ova; Hakimi, Mohammad
JURNAL KESEHATAN PRIMER Vol 4 No 1 (2019): JKP (Jurnal Kesehatan Primer)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/jkp.v4i1.263

Abstract

Background: Three delays models in referring the mother to health facility are the most important determinants in maternal mortality. Based on the culture in West Sumba, most of the people still follow patrilinear patrimony. This culture limiting women to make decisions such as the decision to determine where to get health services, plan the number of children and bird spacing. The first model should be immediately prevented from causing the next delay which is late in making a family decision and too late to recognize danger sign in pregnancy that affects maternal mortality. Purpose: The purpose of this study was to explore the role of decision-makers in delayed maternal referrals. Methods: Qualitative research using the phenomenological design on 5 mothers who experienced a delay in referral at Padediwatu Primary Health Care. Data collected with in-depth interviews. Result: Decision maker in maternal referring was dominated by the husband. Obstacles in the referral process such as not having a vehicle, long distances and difficult road access, low economic status, and the culture that depend on others so maternal health status with complications is not a priority for the husband. Husband's work as a farmer and sailor that keeps the husband away from home or near to his wife for long periods was affected by the decision-making process of maternal referral. Conclusion: Decision-making in maternal referrals still emphasizes patrilinierculture, husbands have an important role in making maternal referral decision.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abbas, Marwan Abdul Wahab Abdul Wahab Abdul Wahab Abu Bakar Adi Ariffianto Akifah Fatimah Albertina Bata, Verayanti Amiruddin Amiruddin Amitya Kumara Amitya Kumara Amitya Kumara Anis Widyasari Aria Kekalih Arif Tirtana Armaijn, Fadhilah Armis Armis Asep Novianto Astuti, Andari Wuri Augustine D. Sukarlan Ayub Irmadani Anwar B P Suryosubianto Bahari, Rafidah Bernadetta Esti Chrismawaty Budi Iman Santoso Daulian, Fika Denny Agustiningsih Detty Siti Nurdiati Devi Hartati Dewi Matindas Dharmayati B. Utoyo Diannisa I E Sangun Dicky Moch Rizal Dicky Moch Rizal Djaswadi Dasuki Djaswadi Dasuki Djaswadi Dasuki Djauhar Ismail Djauhar Ismail Donal Donal Donal Donal Dwi Andayani Dwi Cahyani Ratna Sari Dwi Juwartini Dwi Rahma Wati E.S, Diannisa Ikarumi Eddy Hartono Eddy Hartono Eddy Tiro Eddy Tiro Edi Patmini Edi Patmini Edi Patmini Siswanti Efrayim Suryadi Efrayim Suryadi Eti Poncorini Pamungkasari Eugenius Phyowai Ganap Eugenius Phyowai Ganap Eugenius Phyowai Ganap Evi Septiani Fadhilah Armaijn Fatwa Sari Tetradewi Febe, Ester Fielda Djuita Ganap, Eugenius Phyowai Gandes Retno Rahayu Guardian Yoki Sanjaya Gumilar, Gulam Hamid, Noor Aini Abdul Handayani, sri Hari Kusnanto Hari Kusnanto Harsono Mardiwiyoto Harsono Mardiwiyoto Hartono Hartono Hartono Hartono Helen Try Juni Asti Hepta Lidia Herlin Fitriani Kurniawati Heru Pradjatmo Hidayat, Asri Ibrahim, Juliani Ika Dewi Ana Ika Parmawati Iman, Santoso Budi Irwan Taufiqur Rachman Ismail Joko Sutresno Iwan Dwiprahasto Iwan Dwiprahasto Iwan Dwiprahasto Juli Sitorus Kartini, Farida Khusnul Khotimah khusnul khotimah Kirubashni Mohan Koheresto G. Liufeto Ksyatria, Yudhistya Ngudi Insan Leo Prawirodihardjo Lia Dewi, Vivian Nanny Lidia, Hepta Lili Ratnawati Lilie Fransiska Lilie Fransiska Lionita, Widya Magdalena Paunno Malik, Ummu Kalzum Malik, Ummu Kalzum Mappaware, Nasrudin Andi Maria Magdalena Purba, Maria Magdalena Martha Chaterince Silitonga Martinus Martinus Marwan Abbas Maryanto, Budi Mayae Hugo Mayae Hugo Mei Neni Sitaresmi Mia Kusmiati Michael Andreas Leman Moch. Anwar Mohammad Hakimi Mohammad Hakimi Mohammad Hakimi Mohammad Hakimi Mohammad Hakimi Mora Claramita Mubasysyir Hasanbasri Mubasysyir Hasanbasri Muhammad Hakimi Muhammad Nurhadi Rahman Mursyidah Khairiyah Murti Mandawati Nani Emma Nani Emma Nasrudin Andi Mappaware Ni Putu Widarini Novriana, Riska Nuraini, Laila Afiliasi Puji Nuraliah Nuraliah Nuraliah, Nuraliah Nurdiati, Detty Nuring Pangastuti Nuring Pangastuti Nuring Pangastuti, Nuring Nurlaila Marasabessy Nurlina Ina Nurlina Ina, Nurlina Nurrahma Wahyu Fitriyani Nurul Hikmah Petrana Petrana, Nurul Hikmah Phyowai Ganap, Eugenius Poedji Rochjati Poedji Rochjati Popy Irawati Popy Irawati Pratiwi, Cesa Septiana Pratiwi, Putu Irma Puspasari Puspasari Raharja, Supanji Rahmi Surayya Ramani, Subha Ratih Kumalasari Ratnawati, Lili Reni Dwi Setyaningsih Risanto Siswosudarmo Rizka Aries Putranti Rochmanita Sandya Afindaningrum Roy Jansen Sinaga Rukmono Siswishanto Sangun, Diannisa I E Sanip, Suhaila Sari, Sylvia Mustika Shinta Prawitasari Shofwal Widad Shulhana Mokhtar Silitonga, Martha Chaterince Sinaga, Roy Jansen Siswanto Agus Wilopo Sitorus, Juli Soehartati Soehartati Soerjo Hadijono Soerjo Hadijono Soerjo Hadijono Soerjo Hadijono Soerjo Hadijono Soetrisno Soetrisno Soetrisno Soetrisno Solly Aryza Sri Handayani Sri L. Menaldi Sri Linuwih Susetyo Wardhani, Sri Linuwih Susetyo Sukamdi Sukamdi Sumiyati Sumiyati SUMIYATI SUMIYATI Sunarko Sunarko Supanji Raharja Sutresno, Ismail Joko Titik Kuntari Tri Wibawa Trisasi Lestari Umar Dhani Umar Dhani, Umar Umar Malinta Umar Malinta Vella Dwi Yani Vella Dwi Yani Verayanti Albertina Bata Verayanti Albertina Bata Wahab, Abdul Wenny Artanty Nisman, Wenny Artanty Widyandana Widyandana Widyawati Widyawati Wiwin Lismidiati Yakayum Yanti Yanti Yati Soenarto Yayi S. Prabandari Yayi Suryo Prabandari Yayi Suryo Prabandari Yayi Suryo Prabandari Yekti Satriandari Yoyo Suhoyo Yudhistya Ngudi Insan Ksyatria Yuliana Yuliana Yundari, Yundari Zulfa, Siti Zakiah