Claim Missing Document
Check
Articles

Upaya Stimulasi Perkembangan Anak Usia 3-4 Tahun pada Lembaga Pendidikan Non Formal Chiara Nursyifa; Erhamwilda; Eko Surbiantoro
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 89-98
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v6i2.24317

Abstract

Abstract. This study aims to describe teachers efforts in stimulating the development of children aged 3–4 years in a nonformal early childhood education institution. A qualitative approach with a case study method was employed. Data were collected through observations, semi-structured interviews, and documentation involving one teacher as the main participant and parents as supporting informants. Data were analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña interactive model, including data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that teachers planned learning activities flexibly according to children's developmental needs, learning themes, and institutional conditions despite the absence of formal lesson plans. Learning implementation emphasized play-based activities, including storytelling, singing, coloring, pasting, role-playing, and educational games that actively engaged children. These activities stimulated religious and moral values, language, cognitive, physical-motor, and social-emotional development in an integrated manner. Teachers also applied scaffolding, positive reinforcement, and responsive interactions to encourage children's participation and independence. The study concludes that teachers creativity and flexible learning strategies play a crucial role in optimizing children's development despite limitations in facilities, learning time, and instructional administration in nonformal early childhood education institutions. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya guru dalam menstimulasi perkembangan anak usia 3–4 tahun di lembaga pendidikan nonformal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi dengan melibatkan satu orang guru sebagai subjek utama serta orang tua sebagai informan pendukung. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru merencanakan pembelajaran secara fleksibel sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak, tema pembelajaran, dan kondisi lembaga meskipun belum menggunakan perangkat pembelajaran tertulis secara lengkap. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan melalui kegiatan bermain, seperti bercerita, bernyanyi, mewarnai, menempel, bermain peran, dan permainan edukatif yang mampu menstimulasi aspek nilai agama dan moral, bahasa, kognitif, fisik motorik, serta sosial emosional secara terpadu. Guru juga menerapkan scaffolding, penguatan positif, dan interaksi yang responsif untuk meningkatkan partisipasi serta kemandirian anak. Dengan demikian, kreativitas guru dan pembelajaran yang fleksibel menjadi faktor penting dalam mengoptimalkan stimulasi perkembangan anak di lembaga pendidikan nonformal.
Analisis Nilai-Nilai Moral Kartun Malaysia Boboiboy Raisha Netamarsa; Erhamwilda; Eko Surbiantoro
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 217-224
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v6i2.25614

Abstract

Abstract. This study aims to analyze the moral values portrayed in the Malaysian animated series BoBoiBoy and examine its potential as a learning medium for early childhood moral education. The study employed a qualitative descriptive approach using content analysis within an interpretive paradigm. Data were collected through observations of five selected episodes, namely Season 1 Episode 7, Season 2 Episode 4, and Season 3 Episodes 4, 5, and 12. The analysis focused on dialogues, characters' actions, and interactions that reflected moral values. The findings revealed that BoBoiBoy contains various positive moral values, including responsibility, cooperation, helpfulness, honesty, courage, discipline, politeness, tolerance, fairness, and empathy. Although several scenes contained conflict and aggressive behavior, these were generally presented as part of the storyline and concluded with positive moral resolutions. The findings support Albert Bandura's Social Learning Theory, which emphasizes that children learn through observation and imitation of role models. Therefore, BoBoiBoy has the potential to serve as an educational medium for fostering moral development in early childhood, provided that viewing is accompanied by appropriate guidance from parents or teachers and that age-appropriate episodes are carefully selected. Abstrak. Perkembangan teknologi digital telah meningkatkan intensitas anak usia dini dalam mengakses media audiovisual, termasuk tayangan animasi. Selain sebagai media hiburan, animasi juga berpotensi menjadi media pendukung pembelajaran moral melalui penyajian perilaku positif yang dapat diamati dan diteladani oleh anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai moral yang terkandung dalam serial animasi BoBoiBoy serta mengkaji potensinya sebagai media pendukung pembelajaran moral bagi anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi (content analysis). Sumber data berupa lima episode serial animasi BoBoiBoy, yaitu Episode 7 Musim 1, Episode 4 Musim 2, serta Episode 4, 5, dan 12 Musim 3. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap dialog, tindakan, dan interaksi antartokoh, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serial animasi BoBoiBoy merepresentasikan sembilan nilai moral, yaitu tanggung jawab, kerja sama, kepedulian, sopan santun, keberanian, kejujuran, disiplin, toleransi, dan keadilan. Nilai tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian merupakan nilai yang paling dominan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa serial animasi BoBoiBoy berpotensi dimanfaatkan sebagai media pendukung pembelajaran moral bagi anak usia 5–6 tahun dengan pemilihan adegan yang sesuai serta pendampingan guru dan orang tua agar nilai-nilai moral dapat dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pemberdayaan Komunitas Arsitek Desa melalui Rancang Taman Bermain Anak Usia Dini untuk Meningkatkan Ekonomi Kreatif Desa Citaman Nagreg Kabupaten Bandung intan Nurrachmi; Weishaguna Weishaguna; Erhamwilda Erhamwilda; Saeful Hidayat; Asti Fitriyanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 6, No 5 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v6i4.3118

Abstract

ABSTRACTCitaman Village, Nagreg District, Bandung Regency, is home to the Al Munawar Design Village Architect Community, consisting of 10 members with basic graphic design skills but no marketable design-service products. At the same time, the village has 213 early childhood learners who require educational play spaces. This community engagement program aimed to strengthen the community’s capacity to produce safe, educational, gamification-based playground designs with creative-economic potential. The program adopted an Asset-Based Community Development (ABCD) approach through asset identification, socialization, education, training, mentoring, implementation, monitoring, and evaluation. Data were collected through observation, interviews, focus group discussions, documentation, and pre-test/post-test questionnaires. The knowledge instrument comprised 10 indicators covering program orientation, local assets, child safety, community empowerment, the role of village architects, playground zoning, educational benefits, sketching stages, budget prioritization, and sustainability. Eleven participants completed the knowledge evaluation. The mean score increased from 97.33 at pre-test to 98.82 at post-test, representing an absolute gain of 1.49 percentage points. Eight of ten indicators reached 100% correct responses at post-test. The findings indicate that the intervention strengthened basic understanding, particularly regarding child safety, empowerment, budget prioritization, and sustainability. Digital design and visualization training also produced a playground site plan and visualizations that can be developed into the community’s design-service portfolio. The program suggests that integrating ABCD, participatory design, and digital visualization can transform local skills into service-production capacity; however, actual economic impact cannot yet be concluded because marketing and service transactions remain at the development stage. ABSTRAKDesa Citaman, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung memiliki Komunitas Arsitek Desa Al Munawar Design yang terdiri atas 10 anggota dengan kemampuan dasar desain grafis, tetapi belum memiliki produk jasa desain yang layak jual. Di sisi lain, terdapat 213 anak usia dini yang membutuhkan ruang bermain edukatif. Program pengabdian ini bertujuan memperkuat kapasitas komunitas agar mampu menghasilkan desain taman bermain yang aman, edukatif, berbasis gamifikasi, dan berpotensi menjadi produk jasa kreatif. Program menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) melalui identifikasi aset, sosialisasi, edukasi, pelatihan, pendampingan, implementasi, serta monitoring dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, FGD, dokumentasi, dan kuesioner pre-test/post-test. Instrumen pengetahuan memuat 10 indikator yang menilai pemahaman tentang fungsi program, aset lokal, keamanan anak, pemberdayaan, peran arsitek desa, zonasi, manfaat taman bermain, tahapan sketsa, prioritas anggaran, dan keberlanjutan. Sebanyak 11 peserta mengikuti evaluasi pengetahuan. Nilai rata-rata meningkat dari 97,33 pada pre-test menjadi 98,82 pada post-test, atau naik 1,49 poin persentase. Delapan dari sepuluh indikator mencapai 100% jawaban benar pada post-test. Temuan menunjukkan bahwa intervensi efektif memperkuat pemahaman dasar, terutama pada aspek keamanan, pemberdayaan, prioritas anggaran, dan orientasi keberlanjutan. Pelatihan desain dan visualisasi digital juga menghasilkan site plan dan visualisasi taman bermain yang dapat dikembangkan sebagai portofolio jasa komunitas. Program menunjukkan bahwa integrasi ABCD, desain partisipatif, dan teknologi visualisasi dapat mengubah aset keterampilan lokal menjadi kapasitas produksi jasa; namun, dampak ekonomi aktual belum dapat disimpulkan karena pemasaran dan transaksi jasa masih berada pada tahap pengembangan.
Co-Authors 10030218016, Raden Ashri Salsabila 10030219001, Nadya Oktaviani 10030220007, Delia Swantiana AA Sudharmawan, AA Adawiyah, Elis Adillah Siti Azzahra Aep Saepudin Afifah Ulya Ainurrohmah DCG Alma Husnu Ananda Yusfa Rahman Anne Andriane Annisa Ayu Saadah Arif Hakim Arif Hakim Arif Hakim Asep Dudi Asep Dudi Suhardini Asti Fitriyanti Asysyipa Nur Azizah Ibrahim Awit Marwati Sakinah Ayi Sobarna Ayunda Fauziah, Najma Cahyani, Novianti Ayu Chiara Nursyifa Dewi Masitoh Dewi Mulyani Dewi Mulyani Diki Gustian Dina Aulia Adiningsih Dinar Nur Inten Dini Aisyah Fauziah Diva Satriani Inti Bassea Dwi Rizky Eko Surbiantoro Eko Surbiantoro Eko Surbiantoro Enoh Enoh Enoh Nuroni Fauziyyah Khoirunnisaa Fitroh Fitroh Hayati Ghina Yusriyah Shidiq Hakim, Arif Hani Handayani Henderia Kustina Hirza Huriah Rachmah Ipah Arianti Iwan Sanusi Joni Haryanto Khambali M. Imam Pamungkas M. Noval Asgaf Mahabatillah, Kamila Maryono, Awanis Ghassani masnipal Mubiar Agustin Muhammad Qais Arrasyid Muhammad, Giantomi Mulyati, Husna Nabilah Nur'aini Nadhira Putri Mulyana Nadiya Kurniati Nailah Nur Azizah Natatsa Syifaul Wardah Niko Apriyanto Nila Nur sinta Nur Aida Fatimah Nuraini, Nabilah Nurdila Nurul Afrianti Nurul Afrianti Nurul Afrianti Nurul Afrianti, Nurul Rafliansyah Khairullah Raisha Netamarsa Rani Pratini Rasyid, A. Mujahid Ratu Iqlima Ghasanni Reni Mulyani Reuhulina Putri Perangin Angin Rifa Siti Ayu Bakta Rissa Sahidah Riza Fauzia Rizky Amalia Rozali, Zahra Putri Rustini, Rinrin Saeful Hidayat Salma Aina Rasyid Salma Hanifa Salma Hanifa Salma Salsabila Salma Wildani Siti Hafsah Salvia Kemala Sani Nur Najmi Sara Aulia Fathin Shinta Mellani Salsabila Sobar Al Ghazal Sri Rosita Surbiantoro, Eko Suryadi Syakira Kaneisha Zahra Prameswary Syamsiah Iskandar Syifa Aghnia Zaenal Tatat Tarwiah Tazkia, Alma Husnu Via Eka Lestari Viny Apriyantie Virna Aulia WEISHAGUNA WEISHAGUNA Winda Sri Asih Rahmanda Yeni Anggraeni Yurika Nur Prasetya Zahra Putri Rozali