Claim Missing Document
Check
Articles

Found 52 Documents
Search
Journal : Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)

PEMBUATAN FORMULA LOTION ANTI NYAMUK DARI MINYAK ATSIRI SEREH WANGI (CITRONELOL OIL) Nainggolan, Yuni O; Masrullita, Masrullita; dewi, Rozanna; ZA, Nasrul; Kurniawan, Eddy
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 2 No. 5 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Desember 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i5.7866

Abstract

Minyak sereh wangi (Citronella oil) adalah salah satu minyak atsiri komersial Indonesia yang diperoleh melalui proses penyulingan. Minyak Citronella mengandung minyak esensial dengan komponen geraniol (20-40%), citronellal (25-50%), dan citronellol (10-15) yang menimbulkan aroma, sehingga dapat digunakan sebagai repellent atau pengusir nyamuk. Minyak Citronella adalah insektisida alami murah dan efektif, juga dapat digunakan dengan aman dan praktis, sehingga dapat dikembangkan menjadi lotion anti nyamuk. Untuk menjaga stabilitas minyak Citronella dalam bentuk lotion, perlu formulasi lotion anti nyamuk yang tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas dari formulasi lotion dari bahan aktif dari oleum Citronella dan untuk mengetahui hasil evaluasi dilakukan pada Lotion Citronella. Metode yang digunakan dalam pembuatan lotion Citronella adalah metode peleburan. Evaluasi dilakukan seminggu setelah pembuatan sediaan lotion, yaitu uji organoleptik, uji pH, uji homogenitas, dan uji viskositas. Hasil evaluasi sediaan lotion minyak Citronella, antara lain, pada uji organoleptis lotion tidak berubah, tetap berwarna putih, memiliki bau khas Citronella dan tekstur lembut. Hasil pemeriksaan pH, lotion mengalami perubahan pH, tetapi rata-rata pH 7. Dalam uji homogenitas, lotion tidak menunjukkan butiran kasar pada kaca transparan atau bisa dikatakan lotion bersifat homogen. Pada uji viskositas menggunakan alat viscometer visco cool 6, diperoleh viskositas yang berbeda-beda hal itu dipengaruhi oleh konsentrasi minyak atsiri sereh wangi, karena semakin tinggi konsentrasi minyak atsiri yang digunakan makan semakin tinggi juga viskositas lotion yang diperoleh.
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT NANAS MENJADI BIOETANOL DENGAN MENGGUNAKAN RAGI (SACCHAROMYCES CEREVISIAE) Rahmi, Delfi; Zulnazri, Zulnazri; Dewi, Rozanna; Sylvia, Novi; Bahri, Syamsul
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 2 No. 5 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Desember 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i5.9796

Abstract

Bioetanol pada dasarnya adalah etanol atau senyawa alkohol yang diperoleh melalui proses fermentasi biomassa dengan bantuan mikroorganisme. Pembuatan bioetanol dapat dilakukan terhadap tanaman berpati atau yang mengandung karbohidrat, glukosa dan selulosa. Salah satunya adalah kulit nanas. Penggunaan kulit nanas dapat menambah ragam bahan dasar pembuatan bioetanol yang ekonomis dan mudah diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk membuat bioetanol dari kulit buah nanas dengan variasi dari penambahan massa Saccharomyces cereviceae dan waktu fermentasi. Penelitian ini sudah dilakukan sebelumnya, tetapi dengan menggunakan variasi berat urea dan NPK yang berbeda, sedangkan pada penelitian ini mengggunakan variasi berat urea yang berbeda akan tetapi berat NPK yang sama. Metode penelitian menggunakan cara fermentasi dan distilasi dengan variasi waktu fermentasi 3, 6, 9 dan 12 hari. Hasil dari penelitian ini didapatkan yield bioetanol tertinggi 3,398%, densitas bioetanol tertinggi 0,8276 gr/ml, viskositas tertinggi adalah 1,12 cP dan uji gas chromatography (GC) adalah 38,492% pada waktu fermentasi 9 hari.
PEMBUATAN BIOETANOL DARI LIMBAH KULIT UBI JALAR UNGU (Ipomea Batatas L) DENGAN CARA FERMENTASI MENGGUNAKAN SACCHAROMYCES CEREVISIAE Silitonga, Hanna Amaliah; Azhari, Azhari; Sylvia, Novi; Hakim, Lukman; Dewi, Rozanna
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 4 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Agustus 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i4.17327

Abstract

Saat ini, kulit ubi jalar ungu hanya berfungsi sebagai bisnis sampingan dalam keluarga yang belum terbukti berhasil. Karbohidrat, yang merupakan komponen utama ubi jalar ungu, dapat diubah menjadi glukosa dan kemudian digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis bioetanol. Alkohol murni yang berasal dari tanaman, bioetanol sering dibuat melalui fermentasi. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang belum pernah dilakukan adalah menggunakan campuran larutan gula, pupuk NPK, dan pupuk urea untuk nutrisi Saccharomyces cerevisiae. Tujuan penelitian ini adalah untuk memastikan bagaimana volume starter dan durasi fermentasi memengaruhi produksi bioetanol. Kulit ubi jalar ungu direbus dalam penelitian ini selama 60 menit pada suhu 70°C menggunakan HCl 5%. Selanjutnya, 50 mL, 60 mL, 70 mL, dan 80 mL starter ditambahkan, diikuti dengan fermentasi selama tiga, empat, lima, dan enam hari. Kertas saring digunakan sebagai alat untuk proses penyaringan setelah fermentasi selesai. Proses distilasi memurnikan hasil. Jumlah etanol yang dihasilkan meningkat dengan waktu fermentasi yang lebih lama dan lebih banyak starter yang digunakan, menurut data. Setelah enam hari fermentasi dengan volume awal 80 mL, 48% etanol diproduksi.
PEMBUATAN BIOETANOL DARI KULIT PISANG RAJA MENGGUNAKAN SACCHAROMYCES CEREVISIAE DENGAN METODE HIDROLISIS DAN FERMENTASI putri, intan nanda; Zulnazri, Zulnazri; Muarif, Agam; Dewi, Rozanna; sylvia, novi; Authar, Mhammad
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 2 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i2.14942

Abstract

Bioetanol merupakan cairan yang dibuat setelah karbohidrat (pati) difermentasi menggunakan bantuan mikroorganisme. Karbohidrat ini diekstraksi dari kulit pisang raja. Penelitian diperoleh melalui hidrolisis, distilasi asam klorida. Dalam proses pertama , konsentrasi ragi 5%, 10%, 15% dan waktu fermentasi 3, hingga 9 hari. Dalam proses kedua, konsentrasi ragi 5%, 10%, 15% dengan waktu fermentasi 3 hingga 9 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yield dan densitas tertinggi terjadi pada konsentrasi ragi yang paling tinggi, yaitu pada konsentrasi ragi yang paling tinggi pada konsentrasi ragi 15% dengan waktu fermentasi 9 hari sebesar 5,7873% dan 3,9046 gr/ml, dan kadar bioetanol tertinggi pada konsentrasi ragi 15% dengan waktu fermentasi 9 hari sebesar 3,9046 gr/ml. sebesar 1,5085%. Nilai densitas bioetanol yang diperoleh memenuhi (SNI). Selain itu, uji GC-MS menunjukkan bahwa sampel uji memiliki kandungan senyawa samping serta etanol
PEMBUATAN GLUKOSA DARI AMPAS TEBU DENGAN PROSES HIDROLISIS Pane, Nurul Anisa; Dewi, Rozanna; Zulnazri, Zulnazri; Sulhatun, Sulhatun; Nurlaila, Rizka
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 2 No. 5 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Desember 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i5.7955

Abstract

Ekstraksi adalah proses pemisahan suatu zat dari campurannya dengan menggunakan pelarut. Hidrolisis adalah reaksi kimia dimana air digunakan untuk memecah ikatan suatu zat tertentu. Adapun komposisi kandungan dari ampas tebu yaitu abu, lignin, pentosan, sari, selulosa, dan SiO2. Proses pengukuran glukosa pada ampas tebu dilakukan dengan metode hidrolisis langsung dan hidrolisis tak langsung menggunakan NaOH 6% dan H2SO4 dengan variasi konsentrasi 0 M, 0,05 M, 0,1 M, 0,2 M dan 0,3 M. Hasil kadar glukosa dari ampas tebu melalui proses hidrolisis langsung dengan konsentrasi H2SO4 0 M didapatkan 0,2%, konsentrasi 0,05 M sebesar 0,8%,  konsentrasi 0,1 M sebesar 1,1%, konsentrasi 0,2 M sebesar 2,2%. dan konsentrasi 0,3 M sebesar 4,2%. Hasil kadar glukosa dari ampas tebu melalui proses hidrolisis tidak langsung dengan konsentrasi H2SO4 0 M didapatkan sebesar 0 %, konsentrasi 0,05 M sebesar 0,4%,  konsentrasi 0,1 M sebesar 1%, konsentrasi 0,2 M sebesar 2%. dan konsentrasi 0,3 M sebesar 3,2%. Berdasarkan hasil dapat disimpulkan bahwa kadar yield selulosa dari ampas tebu hasil proses ekstraksi menggunakan NaOH 6% didapat sebesar 38,84%. Hasil uji FT-IR selulosa dari ampas tebu didapatkan bilangan  gelombang tinggi yaitu didaerah pita 3333cm-1 dan bilangan gelombang rendah yaitu didaerah pita 1028 cm-1. Kadar glukosa tertinggi dihasilkan melalui proses hidrolisis langsung dengan konsentrasi H2SO4 0,3 M yaitu 4,2%. Semakin tinggi konsentrasi H2SO4 yang digunakan maka semakin tinggi pula kadar glukosa yang dihasilkan. 
Pemanfaatan Ampas Bubuk Kopi Sebagai Scrub Alami Dalam Pembuatan Sabun Batang Organik Adrin, Prista; Jalaluddin, Jalaluddin; Dewi, Rozanna; Ginting, Zainuddin; Kuniawan, Eddy
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 2 No. 5 (2022): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Desember 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v2i5.5962

Abstract

Saat ini masyarakat telah sadar akan lingkungan dan lebih memilih memakai produk organik demi menyelamatkan dunia dari pencemaran. Salah satunya dengan mulai memakai sabun organik yang minim menimbulkan pencemaran. Dengan Aceh sebagai salah satu daerah penghasil kopi terbanyak menyebabkan banyaknya warung kopi dan café yang menjamur terutama di wilayah Lhokseumawe-Aceh Utara. Selain dapat memperbesar lapangan pekerjaan, peristiwa ini juga memiliki dampak buruk yaitu meningkatnya limbah ampas bubuk kopi dan belum dapat dimanfaatkan secara menyeluruh. Maka dari itu salah satu upaya mengurangi ampas bubuk kopi ini adalah dengan membuatnya menjadi scrub alami dalam sabun batang organik. Adapun standar kualitas sabun telah diatur dalam SNI 3532-2016 yaitu dengan kadar air maksimal kurang dari 14%, kadar alkali bebas maksimal kurang dari 0,1%. Pada setiap sampel telah memenuhi SNI 3532-2016, namun pada nilai pH terdapat perubahan signifikan dalam penambahan ampas kopi namun tidak berdampak pada kenaikan suhu reaksi. Pada uji organoleptik, panelis lebih menyukai run 1 dengan massa ampas kopi 5gr dan dengan suhu reaksi 30ËšC.
Pemanfaatan Daun Jamblang Sebagai Bahan Pembuatan Handsinitizer Dalam Bentuk Cair Zurrahmi, Zurrahmi; Ibrahim, Ishak; Dewi, Rozanna; Jalaluddin, Jalaluddin; Sulhatun, Sulhatun
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 5 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - October 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i5.16619

Abstract

Syzygium cumini L yaitu nama pohon dan buah dari keluarga jambu yang diketahui di berbagai daerah yang meiliki sebutan berbeda: duwet di Jawa Timur, jembolan di Jawa Barat, jambe kleng di Aceh, dan javaplum di Amerika. Selain memiliki nilai gizi, S. cumini L juga memiliki manfaat sebagai antioksidan, antiinflamasi, dan antibakteri. Hand sanitizer biasanya mengandung alkohol dengan konsentrasi 65-95%, yang dapat menyebabkan iritasi kulit. Tujuan penelitian ini yaitu untuk pengembangan sanitizer dengan jumlah alkohol antara 60% hingga 80%, dengan tambahan triklosan dan ekstrak daun jamblang. Kandungan daun jamblang meliputi flavonoid, alkaloid, steroid, tanin, dan saponin yang memiliki kemampuan untuk mencegah pertumbuhan bakteri. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk merumuskan dan menguji efektivitas antiseptik tangan yang dibuat dari daun jamblang (Syzygium cumini L), menggunakan empat variasi konsentrasi etanol (60%, 70%, 75%, dan 80%) serta lima durasi perebusan (30, 45, 60, 75, 90 menit).Dimana Penelitian ini sudah dilakukan sebelumnya oleh (Bahri, Syamsul dkk, 2021) dengan judul Formulasi Sediaan Gel Minyak Atsiri Tanaman Nilam (Pogostemon Cablin Benth) Sebagai Antiseptik Tangan (Hand Sanitizer), yang belum dilakukan adalah membuat sanitizer dalam bentuk cair. Pengujian dilakukan terhadap keempat formulasi meliputi pengujian pH, organoleptik, kemampuan penyebaran, dan efek antibakteri. Komposisi sanitizer yang natural dan  diperoleh pada formula dengan konsentrasi etanol 80% (U2) dengan waktu perebusan 30 menit (mengandung 40 ml filtrat daun jamblang, 10 ml etanol, 10 ml gliserin, dan 10 ml aloe vera). Formulasi ini efektif menghambat Staphylococcus aureus tumbuh dengan diameter zona hambat sebesar 16,8 mm, menunjukkan hasil yang homogen, memiliki pH 5,4 yang mendekati pH kulit, dan daya sebar sekitar 5 cm sampai 8 cm, menunjukkan konsistensi semisolid yang nyaman digunakan.
ANALISA PENGARUH KONSENTRASI DELIGNIFIKASI DENGAN PELARUT ETHANOL PADA GULA REDUKSI DARI KULIT KOPI ROBUSTA (Coffea canephora L.) Ardiansyah, Zul Fadly; Azhari, Azhari; Bahri, Syamsul; Dewi, Rozanna; Zulnazri, Zulnazri
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 5 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - October 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i5.17353

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengekspolari potensi kulit kopi robusta sebagai sumber gula reduksi. Kulit kopi, sering dianggap sebagai limbah dalam industry kopi, mengandung beberapa senyawa bioaktif termasuk gula reduksi seperti glukosa dan fruktosa. Proses penghilangan lignin dilakukan dengan proses organosolv menggunakan pelarut ethanol dan proses extraksinya dengan hidrolisa asam menggunakan katalis asam sulfat. uji metode luff shcrool untuk menghitung berapa jumlah gula reduksi yang terkandung di kulit kopi Robusta,Dimana Penelitian ini sudah dilakukan sebelumnya oleh Suryati Dkk, 2021 dengan judul Pembuatan Gula Reduksi Dari Kulit Kopi Arabika Dengan Proses Organosolv Menggunakan Pelarut Ethanol yang membedakan adalah bahan utama kulit kopi. Hasil menunjukkan bahwa kandungan gula tertinggi terdapat pada konsentrasi 40%, waktu delignifikasi 2 jam dengan kadar gula reduksi yang dihasilkan 23,311%. Untuk gula reduksi terendah terdapat padakonsentrasi 20%, 1 jam dengan kadar gula reduksi yang dihasilkan 20,816%. Untuk kadar yield terbesar  terdapat pada konsentrasi 40%  waktu delignifikasi 2 jam dengan kadar yang yield yang dihasilkan sebesar 40,87%. Kadar terendah untuk yield pada percobaan ini pada konsentrasi 20% selama 1 jam dengan kadar yield sebanyak 40,78%. Dari percobaan diatas dapat diketahui makin lama waktu penghilaangan lignin, maka makin besar pula kadar gulanya, hal ini terjadi karna lignin akan tergradasi dan selulosa akan berubah menjadi gula reduksi.ANALISA PENGARUH KONSENTRASI DELIGNIFIKASI DENGAN PELARUT ETHANOL PADA GULA REDUKSI DARI KULIT KOPI ROBUSTA (Coffea canephora L.)
PERBANDINGAN PEREKAT BIOKOMPOSIT KITOSAN DAN PATI UBI KAYU UNTUK PEMBALUT LUKA PRIMER DENGAN MENGGUNAKAN PEREKAT ASAM SITRAT DAN PEKTIN Tarigan, Jhodi Okta Albiqho; Jalaluddin, Jalaluddin; Dewi, Rozanna; Faisal, Faisal; Muhammad, Muhammad
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 5 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - October 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i5.16453

Abstract

Pembalut luka primer adalah produk seperti lapisan tipis yang berguna untuk pelindung luka. Memiliki sifat biokompotabilitas, rendah toksisitas, aktivitas anti bakteri, dan kestablian kimia yang baik, sehingga mempercepat penyembuhan luka. Dalam penelitian ini, kitosan-pati ubi kayu dan bahan ikat silang asam sitrat dan pektin digunakan untuk membuat pembalut luka primer. Dengan mempertimbangkan perbandingan perekat asam sitrat dan pektin, penelitian yang belum dilakukan bertujuan untuk membuat pembalut luka biokomposit kitosan-pati ubi kayu. Penelitian ini sudah pernah dilakukan dengan menggunakan bahan dasar Pati jagung/pati kentang/pati sagu, maka dari itu penelitian ini digunakan pati ubi kayu. Dalam penelitian ini, beberapa pendekatan digunakan, termasuk persiapan bahan baku, pengelolaan biokomposit pembalut luka primer, dan uji daya serap air. Dalam uji daya serap air, biokomposit kitosan-pati ubi kayu dengan ikatan silang asam sitrat mencapai variasi komposisi(50:50:2) sebesar 15% dan biokomposit kitosan-pati ubi kayu dengan ikatan silang pektin mencapai variasi komposisi (50:50:10) sebesar 734,00%. Uji ketebalan menunjukkan bahwa biokomposit kitosan-pati ubi kayu dan bahan ikat silang asam sitrat memiliki hasil terbaik pada variasi komposisi (50:50:10) sebesar 0,3725 mm, sedangkan biokomposit kitosan-pati ubi kayu dan bahan ikat silang pektin memiliki hasil terbaik pada variasi komposisi (50:50:10) sebesar 0,325 mm. Oleh karena itu, gugus fungsi OH dan CO ditemukan dalam uji gugus fungsi (FTIR) pada sampel, merupakan sifat hidrofilik pada pembalut luka. Selain itu, gugus-gugus menunjukkan bahwa pembalut luka mudah terurai dan ramah lingkungan.  
PENGARUH VARIASI NaOH TERHADAP KUALITAS SABUN TRANSPARAN AROMATERAPI ROSEMARY BERBASISI VIRGIN COCONUT OIL (VCO) DAN OLIVE OIL Ainun, Sarifah; Sylvia, Novi; Zulnazri, Zulnazri; Dewi, Rozanna; Kamar, Iqbal
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 5 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - October 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i5.15280

Abstract

Sabun merupakan kebutuhan sekunder yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk membersihkan kotoran. Sabun transparan dihasilkan melalui reaksi saponifikasi antara trigliserida yang berasal dari asam lemak pada minyak dengan basa alkali, khususnya Natrium Hidroksida. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang belum pernah dilakukan adalah fokus pada penggunaan Virgin Coconut Oil (VCO) dan Olive Oil sebagai bahan dasar, serta penerapan aroma terapi rosemary dalam sabun transparan. Penelitian ini menggunakan metode saponifikasi dengan hot process, yang melibatkan pemanasan dalam prosesnya. Fokus penelitian adalah untuk memahami dampak variasi NaOH dan rasio minyak VCO dan olive oil terhadap kualitas sabun transparan aromaterapi. Rasio VCO:olive oil yang digunakan adalah 1:1; 3:1; 5:1, sedangkan larutan NaOH divariasikan antara 20 ml, 25 ml, dan 30 ml. Temuan penelitian menunjukkan bahwa peningkatan variasi NaOH meningkatkan pH, kadar air, alkali bebas, dan kadar klorida, sementara menurunkan kadar asam lemak bebas. Selanjutnya, peningkatan rasio minyak VCO terhadap olive oil meningkatkan nilai pH, alkali bebas, dan mengurangi kadar asam lemak bebas pada sabun transparan aromaterapi. Sabun padat yang memenuhi standar SNI 3532:2016 ditemukan dengan variasi NaOH 20 ml dan 25 ml, serta rasio minyak 1:1; 3:1; 5:1.
Co-Authors Abrar Muslim Adha, Muhammad Ikhwanul Adi Saputra Ismy Adi Setiawan Adrin, Prista Agam Muarif Agustinus Purna Irawan Ahmad Fikri Ahmad Fikri Ahmadi Ahmadi Aida Safitri Ainun, Sarifah Almia Permata Putri Amalia, Nabuia Amiratul Husna Amri Amri Ananda Monarita Ananda, Aldila Angga Tri Agusna PA Anggi Dwi Safitri Anggraini, Dea Riski Annisa Ramadina Anugrah Yunika Tambunan Ardiansyah, Zul Fadly Ari Irawan Ari Salahudin Arif Maulana Aulia, Rauzatul Authar, Mhammad Azhari Azhari Azhari Azhari Chairina Chairina Chatarina Umbul Wahyuni Cionita, Tezara Cut Milya Dahliana Abdullah Deasy Siska Desriani, Chintiara Devi, Sri Marlia Dewi Lestari Dinda Humaira Eddy Kurniawan Effendy, Ahmad Hidayat Eni Suryani Etanto Heiliano Wijayanto Fachry Abda El Rahman Fadhli Syamsudin Fahirul Muhar Faisal . Faisal Faisal Faisal Faisal Faisal Faisal Faisal Faisal Farah Irda Farid Yoanda Fatnia, Fatnia Faturrahman, Muhammad Feni Lestari Berutu Fibarzi, Wiza Ulfa Firda, Hanisyah Fitriani Fitriani Fitriani Fitriani Fitriyana, Deni Fajar Gunawati Gunawati Hadi, Agung Efriyo Halimatus Sakdiah Hanif, Hanif Harahap, Nurul Aulia Hendi Setiawan Holila, Manna Husni Husin Ibrahim, Ishak Ilhami, Gita Ayu Imran, Al Ichlas Indra Nofriadi Iqbal Kamar Ishak Ishak Ishak Ishak Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalalul Akbar, Said Jamiluddin, Jamiluddin Jannah, Rouzatul Janni, Miftahul Jasmani Jasmani Jullimursyida Junaedi, Thomas Kalatharan, Sujentheran Nair Kamar, Iqbal Khalsiah Khalsiah Kuniawan, Eddy Leni Maulinda, Leni Lidia Manik Lukman Hakim Lukman Hakim M Ali Anto M Riza Mahdayani Sinaga, Citra Puspita Maizuar Maizuar Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita Masrullita, Masrullita Mat Rejab, Mohd Ruzaimi Mat Rejab, Mohd. Ruzaimi Mawardati Mawardati Medyan Riza Medyan Riza Melan Amanah, Ananda Meriatna Meriatna Milarahma Yulianti Mohd Ruzaimi Mat Rejab Muammar Khadafi Muhammad Abrar Muhammad Daud Muhammad Farhan Muhammad Ikhwanul Adha Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad nur Ichsan Tamiogy Muhammad Subhan Muhammad, Muhammad Muji Setiyo Muliadi Mulyawan, Rizka Muthawali, Dede Ibrahim Muthia Septiana Muthia Septiana, Muthia Mutia Reza Nabila Adhani Nainggolan, Yuni O Nasrul ZA Nasrul ZA, Nasrul Nasrun, Mahdalena Novi Sylvia Nur Annisa Nur rizqi Fattah Lubis Nurdiah, Ika Nurlaila, Rizka Nurmazaya, Vini Nurul Khumaida Oktaviani oktaviani Pane, Nurul Anisa Prayogo, Wisnu Putri, Balqis Eka putri, intan nanda Putri, Melani Annisa Rafika Rafika Rahayu Retnowulan, Sri Rahmi Rahmi Rahmi, Delfi Ramadhan, Cindia Ramdhani, Nevia Arbi Ratna Sari Raudhatul Ulfa Reci Anggraini Retnowulan, Sri Rahayu Ridwandi Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Nurlaila Rizkya Faradaiza Rizqon Hasibuan Rouzatul Jannah Samsudin Anis Shintia Clarita Sigian, Zikri Husni Silitonga, Hanna Amaliah Siregar, Januar Parlaungan Siti Maulidya Salsabila Sry Rahmadani Sulhatun Sulhatun Suryati Suryati Syamsul Bahri Syamsul Bahri Syamsul Bahri Syarifah Yulisa Syurvani Else Putri Tarigan, Jhodi Okta Albiqho Tasya Maidayanti Teuku Rihayat Tezara Cionita Vania, Sherryl Veithzal Rivai Zainal Wijayanto, Etanto Heiliano Wisnu Prayogo Wiyani, Sri Wiza Ulfa Fibarzi Wusnah Wusnah, Wusnah Yani, Firda Tirta yanti, eva Yopi Aji Akbar Yosi, Andre Yulia Yulia Yunardi, Y Yuris Setyoadi Zahratun Mauliza Zainuddin Ginting Zikri Amarullah Surbakti Zulnazri Zulnazri, Z Zurrahmi, Zurrahmi