Claim Missing Document
Check
Articles

Penyuluhan Pengendalian Korosi Pipa pada Pelaku Industri Blasting Fikri, Ahmad; Khairul Anshar; Agam Muarif; Rizka Mulyawan; Ar Razi; Desvina Yulisda; Kurniawati; Dini Rizki; Syamsul Bahri
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, April 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v4i1.22388

Abstract

Korosi merupakan fenomena yang sering terjadi pada komponen dan peralatan industri. Proses penanganan korosi salah satunya adalah dengan menggunakan blasting. CV Mitra Blastida Utama merupakan salah satu perusahaan blasting yang cukup baik untuk membantu mitranya dalam menghadapi korosi. Kemampuan dalam melakukan blasting setelah didapatkan oleh perusahaan tersebut sejak lama. Namun prinsip blasting Yang digunakan untuk mengendalikan polusi belum sepenuhnya dipahami oleh karyawan perusahaan tersebut. Kegiatan penyuluhan pengendalian korosi pada pipa merupakan kegiatan memberikan dasar-dasar pengendalian korosi dan blasting pada mitra. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode penyuluhan. Pemahaman pengendalian korosi pada pipa mengalami peningkatan dari mulai sebelum penyuluhan sampai setelah dilakukan penyuluhan. Metode tersebut yang memudahkan peningkatan pemahaman peserta sebelum penyuluhan sampai sesudah penyuluhan.
ANALISIS SIFAT MEKANIK DAN TERMAL PADA REAKTOR BIODIESEL DENGAN MENGGUNAKAN METODE FINITE ELEMENT ANALYSIS (FEA) Fikri, Ahmad; Muarif, Agam; Razi, Ar; Syahrani, Irma; Ashari, Muhammad Rayhan
BUANA SAINS Vol 25, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/bs.v25i2.6281

Abstract

This study aims to analyze and evaluate the Structural and Thermal Performance of a Biodiesel Reactor using Finite Element Analysis (FEA) simulation. The reactor was designed using Autodesk Fusion 360 and simulated under various static pressure conditions (10, 40, 100, 150, and 170 bar) and thermal loads (27, 100, 500, 1000, and 1600°C) using three stainless steel materials: AISI 202, AISI 304, and 316L. The results indicate that the maximum allowable operational pressure for SS 316L and AISI 405 is 40 bar, with corresponding deformations of 68×10⁻³ mm, 62×10⁻³ mm, and 64×10⁻³ mm respectively. Stress and deformation values showed a direct correlation with applied pressure. Thermal analysis revealed thermal gradients ranging from 2×10⁻³ to 100×10⁻³ (°C)/mm and heat flux values between 2.72×10⁻⁵ and 200×10⁻⁵ W/mm across all materials. The study demonstrates that increasing external temperature directly enhances both thermal gradient and heat flux distribution throughout the reactor structure..
Pemanfaatan Limbah Tempurung Kelapa Menjadi Briket Arang Dengan Menggunakan Perekat Tepung Durian Yaqinnas, Haqqul; Muhammad, Muhammad; Zulnazri, Zulnazri; Muarif, Agam; Ulfa, Raudhatul
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 05 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-October 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i05.19491

Abstract

Karena kurangnya sumber daya alam, pengembangan energi alternatif semakin penting. Salah satu cara untuk memanfaatkan energi alternatif adalah dengan menggunakan energi biomassa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas briket arang dari limbah tempurung kelapa dan biji durian. Penelitian ini menggunakan perekat tepung durian dengan ukuran partikel arang 80 mesh dan larutan perekat 7gr, 10gr, 13gr, dan 15gr tepung durian. Metode karbonisasi digunakan untuk membuat briket arang untuk mengubah bahan baku dari zat organik menjadi karbon. Pada penelitian ini dilakukan uji kadar air, kadar abu, laju pembakaran, dan nilai kalor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan bahan serbuk arang tempurung kelapa 80 gram dengan konsentrasi 7 gram perekat tepung durian memberikan kualitas briket arang terbaik yang memiliki karakteristik: kadar air 4,5361%, kadar abu 5,153%, laju pembakaran 0,26 gr/menit dan nilai kalor sebesar 6,33485 cal/g. Hasil briket ini telah memenuhi standar SNI 01-6235-2000 dengan minimal nilai kalor sebesar 5.000 cal/gr.
Penyuluhan Pemanfaatan Ekstrak Nikotin dari Limbah Puntung Rokok sebagai Bahan Pembuatan Insektisida di Desa Kenine, Bener Meriah Muarif, Agam; Fikri, Ahmad; Yulisda, Desvina; Razi, Ar; Mulyawan, Rizka; Zulnazri, Zulnazri; Nurlaila, Rizka; Amalia, Nabila; Ashari, Muhammad Rayhan
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, April 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v3i1.15648

Abstract

Puntung rokok mengandung beberapa senyawa kimia seperti hidrokarbon aromatik polisiklik, nikotin, logam berat dan arsenik yang dapat menjadi penyebab terjadinya pencemaran lingkungan. Nikotin yang terkandung dalam puntung rokok tergolong senyawa alkaloid utama yang aktif dan dapat mengendalikan beberapa jenis serangga, ulat perusak daun, maupun jamur karena berperan sebagai racun kontak. Limbah puntung rokok di Desa Kenine Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah biasanya dibuang dan dibiarkan berserakan tanpa dimanfaatkan menjadi produk yang lebih berguna. Penyuluhan pemanfaatan ekstrak nikotin dari limbah puntung rokok sebagai bahan pembuatan insektisida bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara pembuatan insektisida dari limbah puntung rokok. Pembuatan insektisida dimulai dengan melakukan ekstraksi terhadap limbah puntung rokok untuk mengambil ekstrak nikotin, kemudian dimanfaatkan sebagai sumber insektisida, serta menentukan dosis yang efektif dalam mengatasi hama penyerang tanaman. Kegiatan penyuluhan ini dapat menjadi salah satu solusi alternatif dan sarana untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam mengatasi dan memanfaatkan limbah puntung rokok sebagai produk yang bernilai.
PEMANFAATAN AIR CUCIAN BERAS UNTUK PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DI DESA KENINE KABUPATEN BENER MERIAH Anshar, Khairul; Muhammad; Ginting, Zainuddin; Muarif, Agam; Mulyawan, Rizka; Meiyanti, Rini
Aptekmas Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 7 No 1 (2024): APTEKMAS Volume 7 Nomor 1 2024
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36257/apts.v7i1.6304

Abstract

Rice washing water is generally not used and considered as waste. The elements contained in rice washing water are nutrients needed for plants. From this fact, rice washing water waste has the potential to be used as liquid organic fertilizer for plants. In general, rice washing water from households in Kenine Village, Wih Pesam District, Bener Meriah Regency is disposed of without being used properly, such as being thrown away or directly watered on plants. On the one hand, the area is increasingly using inorganic fertilizers on plants, including the main commodity crop, namely coffee. Based on these problems, community service activities were carried out in Kenine Village, Bener Meriah Regency through counseling activities to make organic fertilizer for the village community to use rice washing water waste as the main ingredient with molasses and EM4 as an alternative solution to the use of commercial chemical fertilizers which are much more economical and secure from the organic side.
Heater lamp product design as hypothermia prevention using qfd (quality function deployment) Subhan, Subhan; Anshar, Khairul; Muarif, Agam; Ningtiyas, Dinda; Pandey, Govinda Prashad; Isa, Muzamir
Journal of Renewable Energy, Electrical, and Computer Engineering Vol. 2 No. 1 (2022): March 2022
Publisher : Institute for Research and Community Service (LPPM), Universitas Malikussaleh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jreece.v2i1.6630

Abstract

Every year the number of climbers increase, there are at least 70,000 climbers including researchers. The increase in the number of climbers will certainly increase the mortality risk of hypothermia. At least 18 people died from hypothermia in 2014 to 2015. The risk of hypothermia can be reduced by handling such as providing warmth to the patient. Warmth can be created by using a tool that produces the right heat, easy and safe to use, easy to carry and also affordable. This is the basis for researches to conduct research on designing heating products in tents as an effort to prevent hypothermia. This research uses the QFD (Quality Function Deployment) method in processing the results of the consumers voice, design the product concept, screening and selecting concept and analysis the final product design. Based on the data collection and processing that has been carried out, there are 10 criteria for consumer needs and interests for product, including practical tools to carry, safe to use, can warm the body to have additional functions as cellphone chargers. While the alternative concept chosen in the form of cylindrical tube, using a Li-ion battery, and a frame made of polypropilene plastic. From the chosen concept, then a heating lamp model is designed in the display when used and stored.
Penyuluhan Pembuatan Antiseptik Berbahan Herbal untuk Menghambat Pertumbuhan Kuman zulnazri, Zulnazri; Muarif, Agam; Dewi, Rozanna; Setiawan, Adi; Maizuar, Maizuar; Fikri, Ahmad
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 3, No 2 (2023): AGUSTUS 2023
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antiseptik merupakan suatu zat yang digunakan untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme (bakteri, virus, dan jamur) pada jaringan hidup tanpa menyebabkan luka pada permukaan tubuh atau jaringan hidup tersebut. Salah satu bahan antiseptik adalah hand sanitizer berupa gel yang sering digunakan banyak orang sebagai media pencuci tangan yang praktis. Kondisi pandemi Covid-19 menyebabkan ketersediaan produk antiseptik menjadi barang langka dan harganya cenderung lebih mahal dari biasanya. Hal ini terjadi karena meningkatnya pembelian oleh masyarakat, sedangkan ketersediannya terbatas. Selain itu, masyarakat semakin sulit untuk membeli antiseptik karena harga antiseptik yang tinggi sehingga kebutuhan untuk menjaga salah satu protokol kesehatan tidak terpenuhi. Oleh karena itu, dibutuhkan antiseptik alternatif lain yang mudah untuk dibuat dengan memanfaatkan tumbuhan herbal seperti daun sirih. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Desa Blang Gurah, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara. Kegiatan ini berupa penyuluhan pembuatan antiseptik dengan memanfaatkan tumbuhan herbal yang ada disekitar kita. Kegiatan penyuluhan ini dapat memberikan edukasi kepada masyarakat sehingga meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang cara pembuatan antiseptik dari bahan herbal. Selain itu, melalui kegiatan ini juga dapat mengurangi biaya pengeluaran tambahan untuk pembelian produk antiseptik dalam menanggulangi penyebaran Covid-19.
PENGARUH KEMATANGAN KULIT BUAH SUKUN TERHADAP PEKTIN YANG DIHASILKAN DENGAN PELARUT ASAM SITRAT Nurlaila, Rizka; Muarif, Agam; Nurfikasari, Dara; Fibarzi, Wiza Ulfa; Putri, Emilya Nirwana
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2023
Publisher : Chemical Engineering Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v12i2.13059

Abstract

Pektin merupakan biopolimer yang diperoleh melalui proses ekstraksi dari limbah buah-buahan. Pektin dipisahkan dari jaringan tanaman melalui proses ekstraksi, yaitu berupa proses pemisahan dari bahan padat atau cair dengan menggunakan pelarut asam. Kulit buah sukun diketahui memiliki kandungan pektin yang cukup tinggi sehingga memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam proses pembuatan pektin. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah kulit buah sukun menjadi produk pangan berupa pektin. Dalam penelitian ini akan membandingkan karakteristik pektin yang dihasilkan dari kulit sukun matang dan kulit sukun mentah menggunakan metode ekstraksi refluk dengan pelarut asam sitrat dengan konsentrasi 7 % sebanyak 500 mL pada suhu 95°C. Variasi waktu ekstraksi yang digunakan adalah 170, 175,180, 185, dan 190 menit. Hasil penelitian menunjukkan rendemen tertinggi dihasilkan oleh kulit sukun mentah sebesar 41,068 % dengan waktu ektraksi selama 170 menit. Sedangkan kadar air terendah dihasilkan oleh kulit sukun matang dengan waktu ekstraksi selama 190 menit yaitu sebesar 1,78 %. Dalam hal kadar metoksil memiliki hasil yang sama menggunakan kulit sukun mentah dan matang. kadar galakturonat tertinggi diperoleh dari kulit sukun mentah dengan waktu ekstraksi 190 menit dengan perolehan kadar sebesar 81,06 %.
Kinetic Study of the Hydrolysis Reaction of Kepok Banana Peel Cellulose (Musa Paradisiaca L.) into Glucose Using the H2SO4 Catalyst Zulnazri, Zulnazri; Ramadani, Fikri Fadli; Muarif, Agam
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2023
Publisher : Chemical Engineering Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v12i2.13885

Abstract

Penelitian ini memaparkan tentang kajian kinetika reaksi hidrolisis selulosa kulit pisang kepok (musa paradisiaca l.) sebagai glukosa. Kulit pisang merupakan biomassa yang jumlahnya cukup melimpah di alam namun belum dimanfaatkan dengan sentuhan teknologi sebagai produk bernilai ekonomi. Salah satu kandungan yang terdapar pada kulit pisang kepok adalah pati. Pati dapat diubah menjadi gula melalui metode hidrolisis dengan penambahan katalis. Kadar glukosa tertinggi yaitu 5,28 mg/L yang diperoleh pada kondisi hidrolisis menggunakan katalis H2SO4 2,5 M dengan waktu reaksi 90 menit dan temperatur 95oC. Kinetika reaksi hidrolisis kulit pisang kepok menggunakan H2SO4 2,5 M dari hasil penelitian ini merupakan reaksi orde satu
Characteristics of Cellulose Nanofibrils From Arabica Coffee Skin Prepared by the Acid Hydrolysis Zulnazri, Zulnazri; Dewi, Rozanna; Muarif, Agam; Fikri, Ahmad; Aulia, Rauzatul; Amalia, Nabuia; Firda, Hanisyah
Journal of Carbazon Vol 2, No 1 (2024): June 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jocarbazon.v2i1.38686

Abstract

Cellulosenanofibrils (CNF) is a new generation material that has high performance, good physics and medical properties and is a renewable material that has been developed from various sources using the acid hydrolysis method. CNF synthesis is generally obtained from logs that have a high amount of cellulose fiber. Cellulose nanofibrils (CNF) from arabica coffee skins have great potential to be developed as raw materials for medicines, which function as wound healing agents, surgical sutures, diet medicines, and skin softeners. CNF is produced from Arabica coffee skin through delignification, namely the removal of lignin and hemicellulose by extraction with alkali until -cellulose is obtained, then CNF is synthesized through hydrolysis using dilute acid. From the coffee skin extraction results, a high cellulose yield was obtained, reaching above 24.30% and crystallinity reaching 79.60%. Hydrolysis by 10%, 12% and 15% HCl with a reaction time of 2 hours, the respective crystallinity was 80.66; 79.06; and 77.69%.
Co-Authors Ade Ikhsan Kamil Adi Setiawan Afra, Khalida Ahmad Fikri Ahmad Fikri Ahmad Fikri Al Usrah, Cut Rizka Amalia, Nabila Amalia, Nabuia Amri Amri Andri Nur rizky Annisa Aulia Ar Razi Arafah, Sadinda Arif Maulana Ashari, Muhammad Rayhan Aulia, Rauzatul Aulia, Yeni Authar, Mhammad Azhari Azhari Azhari Azhari Bakhtiar Bakhtiar Dedi Fariadi Dennis Eka Syahputra Dewi Kumala Sari Dini Rizki Eddy Kurniawan Elviana, Suci Eva Diana Faisal Faisal Fatnia, Fatnia Fibarzi, Wiza Ulfa Fioza Ozly Erian Firda, Hanisyah Gusti Indah Sari Ibrahim, Ishak Ilhami, Gita Ayu Isa, Muzamir Ishak Ibrahim Ishak Ishak Jalaluddin Jalaluddin Kamar, Iqbal Khairul Anshar Khairul Anshar Kurniawati Kurniawati Kurniawati Laksita Ika Paksi Laksono Trisnantoro Lubis, Muhammad Irvan Maulana Lukman Hakim Lukman Hakim Mainisa, Mainisa Maizuar Maizuar Marisa Fitria Marisa Fitria Maryanti Maryanti Masrullita Masrullita Masrullita, Masrullita Maulana Heru Mulya Medyan Riza Melianda Putri Wulandari Meriatna Meriatna Mhd Azrin Milarahma Yulianti Muhammad Muhammad Fahrur Rozi Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Mujiburrahman Mujiburrahman Mulyawan, Rizka Nabila Adhani Nabila Hamnasia Narul ZA Nasrul ZA Nasrul ZA Nasrul ZA, Nasrul Ningtiyas, Dinda Nissah, Khairun Novi Sylvia Nur Aisyah Nur Asiah Indah Rahayu Nurfikasari, Dara Nurhabiah Nurhabiah Nurlaila, Rizka Nurlian Nurlian Nurlian Nursakinah Nurul Islami, Nurul Nurwardina Sofiyani Pandey, Govinda Prashad pradana, ardie surya Purwoko, Agus Putri, Emilya Nirwana putri, intan nanda Ramadani, Fikri Fadli Rati Halimatussakdiyah Razi, Ar Retnowulan, Sri Rahayu Reza Dwi Fani Rini Meiyanti Riska Putri Ritonga, Renanda Pradila Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Nurlaila Rizki Ramadhan Rizki, Dini Rizzki Andira Roja Andesta Rozanna Dewi S, Syarifuddin Safrida, Riana Sinta Morina siregar, annisa febrianti Sofiyani, Nurwardina Sri Rahayu Retnowulan Subhan A Gani Subhan Subhan Sulhatun Sulhatun Suryati Suryati Suryati Suryati Syahrani, Irma Syamsul Bahri Syamsul Bahri Tsa Tsa Anindya Rakhim Ahmadi Ulfa, Raudhatul Wawan Atmaja Willy W Wiza Ulfa Fibarzi Wiza Ulfa Fibarzi yanti, eva Yaqinnas, Haqqul Yosi, Andre Yulisda, Desvina Zahara Firda Zainuddin Ginting Zulmiardi, Zulmiardi Zulnazri Zulnazri, Z