Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS SIFAT MEKANIK DAN TERMAL PADA REAKTOR BIODIESEL DENGAN MENGGUNAKAN METODE FINITE ELEMENT ANALYSIS (FEA) Fikri, Ahmad; Muarif, Agam; Razi, Ar; Syahrani, Irma; Ashari, Muhammad Rayhan
BUANA SAINS Vol 25, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/bs.v25i2.6281

Abstract

This study aims to analyze and evaluate the Structural and Thermal Performance of a Biodiesel Reactor using Finite Element Analysis (FEA) simulation. The reactor was designed using Autodesk Fusion 360 and simulated under various static pressure conditions (10, 40, 100, 150, and 170 bar) and thermal loads (27, 100, 500, 1000, and 1600°C) using three stainless steel materials: AISI 202, AISI 304, and 316L. The results indicate that the maximum allowable operational pressure for SS 316L and AISI 405 is 40 bar, with corresponding deformations of 68×10⁻³ mm, 62×10⁻³ mm, and 64×10⁻³ mm respectively. Stress and deformation values showed a direct correlation with applied pressure. Thermal analysis revealed thermal gradients ranging from 2×10⁻³ to 100×10⁻³ (°C)/mm and heat flux values between 2.72×10⁻⁵ and 200×10⁻⁵ W/mm across all materials. The study demonstrates that increasing external temperature directly enhances both thermal gradient and heat flux distribution throughout the reactor structure..
Pemanfaatan Limbah Tempurung Kelapa Menjadi Briket Arang Dengan Menggunakan Perekat Tepung Durian Yaqinnas, Haqqul; Muhammad, Muhammad; Zulnazri, Zulnazri; Muarif, Agam; Ulfa, Raudhatul
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 05 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-October 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i05.19491

Abstract

Karena kurangnya sumber daya alam, pengembangan energi alternatif semakin penting. Salah satu cara untuk memanfaatkan energi alternatif adalah dengan menggunakan energi biomassa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas briket arang dari limbah tempurung kelapa dan biji durian. Penelitian ini menggunakan perekat tepung durian dengan ukuran partikel arang 80 mesh dan larutan perekat 7gr, 10gr, 13gr, dan 15gr tepung durian. Metode karbonisasi digunakan untuk membuat briket arang untuk mengubah bahan baku dari zat organik menjadi karbon. Pada penelitian ini dilakukan uji kadar air, kadar abu, laju pembakaran, dan nilai kalor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan bahan serbuk arang tempurung kelapa 80 gram dengan konsentrasi 7 gram perekat tepung durian memberikan kualitas briket arang terbaik yang memiliki karakteristik: kadar air 4,5361%, kadar abu 5,153%, laju pembakaran 0,26 gr/menit dan nilai kalor sebesar 6,33485 cal/g. Hasil briket ini telah memenuhi standar SNI 01-6235-2000 dengan minimal nilai kalor sebesar 5.000 cal/gr.
Penyuluhan Pemanfaatan Ekstrak Nikotin dari Limbah Puntung Rokok sebagai Bahan Pembuatan Insektisida di Desa Kenine, Bener Meriah Muarif, Agam; Fikri, Ahmad; Yulisda, Desvina; Razi, Ar; Mulyawan, Rizka; Zulnazri, Zulnazri; Nurlaila, Rizka; Amalia, Nabila; Ashari, Muhammad Rayhan
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, April 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v3i1.15648

Abstract

Puntung rokok mengandung beberapa senyawa kimia seperti hidrokarbon aromatik polisiklik, nikotin, logam berat dan arsenik yang dapat menjadi penyebab terjadinya pencemaran lingkungan. Nikotin yang terkandung dalam puntung rokok tergolong senyawa alkaloid utama yang aktif dan dapat mengendalikan beberapa jenis serangga, ulat perusak daun, maupun jamur karena berperan sebagai racun kontak. Limbah puntung rokok di Desa Kenine Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah biasanya dibuang dan dibiarkan berserakan tanpa dimanfaatkan menjadi produk yang lebih berguna. Penyuluhan pemanfaatan ekstrak nikotin dari limbah puntung rokok sebagai bahan pembuatan insektisida bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara pembuatan insektisida dari limbah puntung rokok. Pembuatan insektisida dimulai dengan melakukan ekstraksi terhadap limbah puntung rokok untuk mengambil ekstrak nikotin, kemudian dimanfaatkan sebagai sumber insektisida, serta menentukan dosis yang efektif dalam mengatasi hama penyerang tanaman. Kegiatan penyuluhan ini dapat menjadi salah satu solusi alternatif dan sarana untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam mengatasi dan memanfaatkan limbah puntung rokok sebagai produk yang bernilai.
PEMANFAATAN AIR CUCIAN BERAS UNTUK PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DI DESA KENINE KABUPATEN BENER MERIAH Anshar, Khairul; Muhammad; Ginting, Zainuddin; Muarif, Agam; Mulyawan, Rizka; Meiyanti, Rini
Aptekmas Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 7 No 1 (2024): APTEKMAS Volume 7 Nomor 1 2024
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36257/apts.v7i1.6304

Abstract

Rice washing water is generally not used and considered as waste. The elements contained in rice washing water are nutrients needed for plants. From this fact, rice washing water waste has the potential to be used as liquid organic fertilizer for plants. In general, rice washing water from households in Kenine Village, Wih Pesam District, Bener Meriah Regency is disposed of without being used properly, such as being thrown away or directly watered on plants. On the one hand, the area is increasingly using inorganic fertilizers on plants, including the main commodity crop, namely coffee. Based on these problems, community service activities were carried out in Kenine Village, Bener Meriah Regency through counseling activities to make organic fertilizer for the village community to use rice washing water waste as the main ingredient with molasses and EM4 as an alternative solution to the use of commercial chemical fertilizers which are much more economical and secure from the organic side.
PENGARUH KEMATANGAN KULIT BUAH SUKUN TERHADAP PEKTIN YANG DIHASILKAN DENGAN PELARUT ASAM SITRAT Nurlaila, Rizka; Muarif, Agam; Nurfikasari, Dara; Fibarzi, Wiza Ulfa; Putri, Emilya Nirwana
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2023
Publisher : Chemical Engineering Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v12i2.13059

Abstract

Pektin merupakan biopolimer yang diperoleh melalui proses ekstraksi dari limbah buah-buahan. Pektin dipisahkan dari jaringan tanaman melalui proses ekstraksi, yaitu berupa proses pemisahan dari bahan padat atau cair dengan menggunakan pelarut asam. Kulit buah sukun diketahui memiliki kandungan pektin yang cukup tinggi sehingga memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam proses pembuatan pektin. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah kulit buah sukun menjadi produk pangan berupa pektin. Dalam penelitian ini akan membandingkan karakteristik pektin yang dihasilkan dari kulit sukun matang dan kulit sukun mentah menggunakan metode ekstraksi refluk dengan pelarut asam sitrat dengan konsentrasi 7 % sebanyak 500 mL pada suhu 95°C. Variasi waktu ekstraksi yang digunakan adalah 170, 175,180, 185, dan 190 menit. Hasil penelitian menunjukkan rendemen tertinggi dihasilkan oleh kulit sukun mentah sebesar 41,068 % dengan waktu ektraksi selama 170 menit. Sedangkan kadar air terendah dihasilkan oleh kulit sukun matang dengan waktu ekstraksi selama 190 menit yaitu sebesar 1,78 %. Dalam hal kadar metoksil memiliki hasil yang sama menggunakan kulit sukun mentah dan matang. kadar galakturonat tertinggi diperoleh dari kulit sukun mentah dengan waktu ekstraksi 190 menit dengan perolehan kadar sebesar 81,06 %.
Kinetic Study of the Hydrolysis Reaction of Kepok Banana Peel Cellulose (Musa Paradisiaca L.) into Glucose Using the H2SO4 Catalyst Zulnazri, Zulnazri; Ramadani, Fikri Fadli; Muarif, Agam
Jurnal Teknologi Kimia Unimal Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi Kimia Unimal - Nopember 2023
Publisher : Chemical Engineering Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtku.v12i2.13885

Abstract

Penelitian ini memaparkan tentang kajian kinetika reaksi hidrolisis selulosa kulit pisang kepok (musa paradisiaca l.) sebagai glukosa. Kulit pisang merupakan biomassa yang jumlahnya cukup melimpah di alam namun belum dimanfaatkan dengan sentuhan teknologi sebagai produk bernilai ekonomi. Salah satu kandungan yang terdapar pada kulit pisang kepok adalah pati. Pati dapat diubah menjadi gula melalui metode hidrolisis dengan penambahan katalis. Kadar glukosa tertinggi yaitu 5,28 mg/L yang diperoleh pada kondisi hidrolisis menggunakan katalis H2SO4 2,5 M dengan waktu reaksi 90 menit dan temperatur 95oC. Kinetika reaksi hidrolisis kulit pisang kepok menggunakan H2SO4 2,5 M dari hasil penelitian ini merupakan reaksi orde satu
Characteristics of Cellulose Nanofibrils From Arabica Coffee Skin Prepared by the Acid Hydrolysis Zulnazri, Zulnazri; Dewi, Rozanna; Muarif, Agam; Fikri, Ahmad; Aulia, Rauzatul; Amalia, Nabuia; Firda, Hanisyah
Journal of Carbazon Vol 2, No 1 (2024): June 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jocarbazon.v2i1.38686

Abstract

Cellulosenanofibrils (CNF) is a new generation material that has high performance, good physics and medical properties and is a renewable material that has been developed from various sources using the acid hydrolysis method. CNF synthesis is generally obtained from logs that have a high amount of cellulose fiber. Cellulose nanofibrils (CNF) from arabica coffee skins have great potential to be developed as raw materials for medicines, which function as wound healing agents, surgical sutures, diet medicines, and skin softeners. CNF is produced from Arabica coffee skin through delignification, namely the removal of lignin and hemicellulose by extraction with alkali until -cellulose is obtained, then CNF is synthesized through hydrolysis using dilute acid. From the coffee skin extraction results, a high cellulose yield was obtained, reaching above 24.30% and crystallinity reaching 79.60%. Hydrolysis by 10%, 12% and 15% HCl with a reaction time of 2 hours, the respective crystallinity was 80.66; 79.06; and 77.69%.
Stress Simulation Analysis on 316L Stainless Steel Bone Plate for Biomaterial Applications Ahmad Fikri; Agam Muarif; Rizka Mulyawan; Nursakinah
Current Biochemistry Vol. 10 No. 1 (2023)
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/cb.10.1.3

Abstract

Biomaterial adalah material yang digunakan untuk mengganti struktur biologis yang hilang atau sakit. Material ini harus dapat diterima oleh tubuh. Salah satu biomaterial yang paling banyak digunakan untuk aplikasi bone plate adalah stainless steel 316L. Saat diaplikasikan pada tubuh pasien, material ini akan mendapatkan beban sejajar permukaan. Beban ini merupakan beban yang cukup dominan diterima oleh bone plate stainless steel 316L. Beban yang diterima bone plate stainless steel 316L akan berubah dan bervariasi. Sehingga perlu dilakukan simulasi tegangan degan memberikan gaya tekan pada bone plate stainless steel 316L. Simulasi tegangan dilakukan dengan menggambar dan menganalisis tegangan dengan menggunakan Autodesk Fusion 360. Selanjutnya material tersebut diberikan beban berupa static load mulai dari 150 N sampai 2300 N. Hasil analisis tegangan menunjukkan distribusi tegangan terdapat ditengah dan ujung bone plate. Regangan dan perubahan bentuk menunjukkan peningkatan seiring dengan kenaikan nilai tegangan. Gaya tekan 150 N sampai 600 N merupakan beban yang aman karena masih dibawah titik luluh 170 MPa. Gaya tekan 700 N sampai 2300 N merupakan beban yang tidak aman karena sudah melebihi titik luluhnya. Hal ini akan menyebabkan material mengalami deformasi plastis dan patah.
Characterization of Sago Starch-Based Biofoam with Corn Husk Fiber Filler Rozanna Dewi; Novi Sylvia; Zulnazri; Retnowulan, Sri Rahayu; Muarif, Agam; Fikri, Ahmad; Medyan Riza
Jurnal Bahan Alam Terbarukan Vol. 13 No. 2 (2024): December 2024 [Nationally Accredited Sinta 2]
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jbat.v13i2.2209

Abstract

The use of biofoam is one of the ways to reduce plastic waste that pollutes the environment. In this research, we want to develop biofoam from sago starch as a basic ingredient with the addition of corn husk fiber filler and the addition of magnesium stearate which aims to improve mechanical characteristics, thermal, morphological, water absorption and biodegradabillity. Variations of corn husk fiber used were 45 g, 50 g, 55 g and 60 g, with variations in the concentration of NaOH solvent used for cellulose extraction were 3%, 5%, 7% and 9%. The mechanical characteristics (tensile strength) of the resulting biofoam range from 1.37 – 2.45 MPa. The chemical bonding of biofoam was seen through Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) and showed that biofoam is hydrophilic which binds to water so that it is easily degraded by soil. Thermal characteristics were tested through Differential Scanning Calorimetry (DSC) and showed a melting point of 410.68oC at 45 g of fiber and 5% NaOH and a melting point of 410.86oC at 55 g fiber and 5% NaOH. Thermal stability was analyzed through Thermal Gravimetry Analysis (TGA) and the most thermally stable biofoam was biofoam with 45 g of corn husk fiber and 5% NaOH. The surface morphology test using a Scanning Electron Microscope (SEM) showed that the morphological structure of the corn husk fiber biofoam was uneven and there were bubbles on the surface of the biofoam. The water absorption test shows results between 5.72 – 14.43%. The lowest density test for biofoam is using 55 g fiber weight and 3% NaOH concentration, while the highest density is 60 g fiber weight and 9% NaOH concentration. The results of the biodegradability test showed that the biofoam decomposes completely within 40-45 days, the soil moisture factor greatly affects the rate of biodegradability.
PENGARUH WAKTU FERMENTASI DAN WAKTU PENYANGRAIAN TERHADAP PRODUKSI COKLAT BUBUK Safrida, Riana; Meriatna, Meriatna; Muhammad, Muhammad; Muarif, Agam; ZA, Nasrul; Zulmiardi, Zulmiardi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 2 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i2.12120

Abstract

Bubuk cokelat merupakan produk bahan pangan yang biasa diolah menjadi makanan dan minuman. Bubuk cokelat merupakan salah satu olahan biji kakao yang banyak diminati industri. Bubuk cokelat terbuat dari biji kakao yang dipisahkan dari mentega kakao. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu fermentasi dan waktu penyangraian terhadap produksi coklat bubuk. Penelitian ini telah banyak dilakukan sebelumnya dan penelitian yang belum pernah dilakukan adalah pengaruh waktu fermentasi  selama 10 hari dan variasi waktu penyangrain selama 10, 20, 30, 40 dan 50 menit. Metode yang digunakan yaitu Ekstraksi, gravimetri, dan spektrofotometri UV/VIS.  Hasil analisa kandungan asam lemak coklat bubuk fermentasi pada waktu penyangraian 50 menit yaitu 1,40gr, pada coklat bubuk fermentasi pada waktu penyangraian 50 menit yaitu 2,44gr. Kandungan kadar air coklat bubuk tanpa fermentasi dengan waktu penyangraian 10 menit yaitu 0,32gr dan kadar air coklat bubuk fermentasi dengan waktu penyangraian 10 menit yaitu 3,76gr. Kadar pH coklat bubuk tanpa fermentasi berkisar 6,6-6,7 dan pH coklat bubuk fermentasi berkisar 6,4 - 6,5. Kadar polifenol terbaik yaitu pada coklat bubuk tanpa fermentasi dengan waktu penyangrain 10 menit yaitu 20,31mg/gr.
Co-Authors Ade Ikhsan Kamil Adi Setiawan Afra, Khalida Agus Adi Nursalim Ahmad Fikri Ahmad Fikri Ahmad Fikri Ahmad Fikri Ahmad Pane Al Usrah, Cut Rizka Amalia, Nabila Amalia, Nabuia Amri Amri Andri Nur rizky Annisa Aulia Apriani Riski Ar Razi Arafah, Sadinda Arif Maulana Ashari, Muhammad Rayhan Aulia, Rauzatul Aulia, Yeni Authar, Mhammad Azhari Azhari Azhari Azhari Azhari Bakhtiar Bakhtiar Balqis Yafis Dedi Fariadi Dedi Sutarma Dennis Eka Syahputra Desvina Yulisda Dewi Kumala Sari Dinda Ningtiyas Dini Rizki Eddy Kurniawan Elviana, Suci Eva Diana Faisal Faisal Fatnia, Fatnia Fibarzi, Wiza Ulfa Fikri Hasfita fikri hasfita Fioza Ozly Erian Firda, Hanisyah firdaus Govinda Prashad Pandey Gusti Indah Sari Hannisyah Firda Ibrahim, Ishak Ilhami, Gita Ayu Intan Rukmana Iqbal Kamar Isa, Muzamir Ishak Ibrahim Ishak Ishak Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Jalaluddin Kamar, Iqbal Khairul Anshar Khairul Anshar Kurniawati Kurniawati Kurniawati Laksita Ika Paksi Laksono Trisnantoro Lubis, Muhammad Irvan Maulana Lukman Hakim Lukman Hakim Lukman Hakim Luthpia Adha Mainisa, Mainisa Maizuar Maizuar Marisa Fitria Marisa Fitria Maryanti Maryanti Masrullita Masrullita Masrullita, Masrullita Maulana Heru Mulya Medyan Riza Melianda Putri Wulandari Meriatna Meriatna Mhd Azrin Milarahma Yulianti Muhammad Muhammad Muhammad Fahrur Rozi Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Mulyawan, Rizka Muzamir Isa Nabila Adhani Nabila Hamnasia Nanda Aulia Risma Narul ZA Nasrul ZA Nasrul ZA Nasrul ZA, Nasrul Ningtiyas, Dinda Nissah, Khairun Novi Sylvia Nur Aisyah Nur Asiah Indah Rahayu Nur Khairani Nurfikasari, Dara Nurhabiah Nurhabiah Nurlaila, Rizka Nurlian Nurlian Nurlian Nurmalita Nurmalita Nursakinah Nurul Islami, Nurul Nurwardina Sofiyani Pandey, Govinda Prashad pradana, ardie surya Purwoko, Agus Putri, Emilya Nirwana putri, intan nanda Ramadani, Fikri Fadli Rati Halimatussakdiyah Razi, Ar Retnowulan, Sri Rahayu Reza Dwi Fani Rini Meiyanti Riska Putri Ritonga, Renanda Pradila Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Mulyawan Rizka Nurlaila Rizki Ramadhan Rizki, Dini Rizzki Andira Roja Andesta Rosnita Rozanna Dewi Rufi'i S, Syarifuddin Safira Fitri Safrida, Riana Sandi, Nazlia Armita Sinta Morina siregar, annisa febrianti Siri, Danu Sofiyani, Nurwardina Sri Rahayu Retnowulan Subhan A Gani Subhan Subhan Sulhatun Sulhatun Suryati Suryati Suryati Suryati Syafna Maulidza Syahrani, Irma Syamsul Bahri Syamsul Bahri Sylvie Anastasya Utami Ulfa, Raudhatul Wawan Atmaja Willy W Wiza Ulfa Fibarzi Wiza Ulfa Fibarzi Wusnah Wusnah yanti, eva Yaqinnas, Haqqul Yosi, Andre Yulisda, Desvina Zahara Firda Zainuddin Ginting Zulmiardi, Zulmiardi Zulnazri, Z