Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PENDAMPINGAN PENGELOLAAN GULA AREN DI DESA BONTO: Assistance in Palm Sugar Management in Bonto Village Fajri, Fajri; Qadrianti, Laeli
Jurnal Ruhui Rahayu: Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Humaniora Vol 3 No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ruhuirahayu.v3i1.122

Abstract

Abstract: Palm sugar production is one of the livelihoods of the people in Bonto village which still really needs guidance in its management. The low selling value and lack of creativity in the products of palm sugar farmers who only focus on solid palm sugar make it difficult for them to market their products to the outside community. Seeing the problems of palm sugar farmers and the large number of palm trees that must be managed makes the author interested in carrying out community service, namely managing palm sugar which aims to provide solutions that can improve the economy of palm sugar farmers in Bonto village. The method for implementing this activity is providing assistance for innovation in making palm sugar. In carrying out activities, survey and mentoring methods are used which emphasize the involvement of palm sugar farmers (partners) in all activities including planning, implementation and evaluation of activity programs. The result of this activity is that partners are able to make and improve the quality of Semut Sugar (palm sugar) products so that they can show new variations in palm sugar products and carry out wider sales. In this way, product development assistance is also expected to continue to help the community's economy as well as the government of Bonto Village, Central Sinjai District and the Regional Government of Sinjai Regency to produce superior village products.  Keywords: Management; Palm Sugar; Bonto Village   Abstrak: Produksi gula aren sebagai salah satu mata pencaharian masyarakat di desa Bonto yang masih sangat membutuhkan pembinaan dalam pengelolaannya. Rendahnya nilai jual dan kurangnya kreatifitas produk petani gula aren yang hanya terfokus pada gula aren padat menyebabkan mereka sulit untuk memasarkan hasil produk kepada masyarakat luar. Melihat dari permasalahan petani gula aren serta banyaknya pohon aren yang harus dikelola membuat penulis tertarik untuk melakukan pengabdian masyarakat yaitu pengelolaan gula aren yang bertujuan untuk memberikan solusi yang dapat meningkatkan perekonomian para petani gula aren di desa Bonto. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah pemberian Pendampingan Inovasi Pembuatan Gula Semut (Palm sugar). Dalam pelaksanaan kegiatan menggunakan metode survei dan pendampingan yang menekankan keterlibatan petani gula aren (mitra) dalam keseluruhan kegiatan meliputi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program kegiatan. Hasil dari kegiatan ini adalah mitra mampu membuat dan meningkatkan kualitas produk Gula Semut (palm sugar) sehingga dapat menunjukkan fariasi baru dalam produk gula aren serta melakukan penjualan yang lebih luas. Dengan demikian pendampingan pengembangan produk juga diharapkan tetap berjalan agar membantu perekonomian Masyarakat serta pemerintah Desa Bonto Kecamatan Sinjai Tengah dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sinjai untuk menghasilkan produk unggulan Desa. Kata kunci: Pengelolaan; Gula Aren; Desa Bonto
Pembinaan Kelompok Tani Wanita Nagari Subarang Air Kabupaten Lima Puluh Kota dalam Pengelolaan Kebun Kakao Rakyat Noveri, Noveri; Fitri, Elva Rahmi; Fajri, Fajri; Erlinda, Rita; Situmorang, Helentina; Amir, Syafri
Journal of Community Engagement Research for Sustainability Vol. 3 No. 4 (2023): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/cers.3.4.198-206

Abstract

Cocoa is one of the many plantation crops cultivated by people in the Subarang Air. Previously, this commodity was quite a trend to be planted by the community. However, it seems that this commodity is not being managed more seriously, so that many smallholder cocoa plantations and plants are no longer producing optimally. Devotion is necessary to provide enlightenment and understanding to women farmer groups in Subarang Air through increasing the capacity of farming communities in managing smallholder plantations. This activity aims to increase the capacity of farmers so that they can increase their insight and knowledge and environmentally friendly agricultural systems for the community so that their land productivity remains high and can be used continuously without causing damage to the land. The methods used in this activity are training and practice. The results obtained from this activity are that farmers are able to participate in every activity carried out and are able to apply knowledge. Keywords: cocoa, Kelompok Tani Wanita, development
Pengelolaan Kebun Kakao Rakyat pada Kelompok Tani Wanita Bundo Saiyo, Tarantang Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota Erlinda, Rita; Noveri, Noveri; Fajri, Fajri; Situmorang, Helentina; Fitri, Elva Rahmi; Amir, Syafri
Journal of Community Engagement Research for Sustainability Vol. 4 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/cers.4.1.26-31

Abstract

Cocoa is a plantation crop that is widely cultivated by the community in the Tarantang district, Harau District, both in the form of "parak/fields" and as a plant planted in the shells of residents' homes. However, lately it seems that this commodity is not being managed more seriously, so that many smallholder cocoa plantations and plants are no longer producing optimally. This is due to the general public's lack of knowledge on how to properly cultivate cocoa so that production and quality can be increased. This community service activity aims to motivate and increase the capacity of farmers (farmer groups) so that they can increase their insight and knowledge so that in the future they can help increase the productivity of their farming businesses through the application of good and sustainable crop cultivation techniques while maintaining local wisdom, and returning enthusiasm farmers so that they are interested again in managing their cocoa plants seriously and making cocoa plants a promising crop to increase the economy and people's income through counseling and demonstration activities on cocoa cultivation. The activities carried out included lectures and discussions, handing over superior cocoa seedlings, practicing how to transfer or planting cocoa seedlings to the field, and practicing how to care for cocoa plants.
FOCUS GROUP DISCUSSION DISEMINASI HASIL PENELITIAN DAN VALIDASI DATA LEGALITAS LAHAN, BIBIT DAN DEFORESTASI PADA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI ACEH Humam Hamid, Ahmad; Nugroho, Agus; Fajri, Fajri; Agussabti, Agussabti; Baihaqi, Akhmad; Nurjannah Ginting, Litna; Rusdi, Muhammad; Muyyasir, Muyyasir; Meilina, Hesti
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 11 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i11.4765-4772

Abstract

Penelitian dengan judul Integrasi Sistem Deteksi Sidik Jari Berbasis Spasial Origin Dengan Karakteristik Sosial Ekonomi Petani Untuk Keberlanjutan Minyak Sawit Indonesia (I-Seuramoe) telah dilakukan oleh tim peneliti dari multidiplin ilmu yang terdiri dari  ilmu sosial ekonomi, spasial, tanah dan kimia. Penelitian ini menemukan beberapa isu penting terkait budidaya kelapa sawit dan produksi minyak sawit di Provinsi Aceh yaitu permasalahan terkait legalitas lahan, sertifikasi bibit dan potensi perambahan hutan (deforestasi) di Aceh. Metode FGD (Focus Group Discussion digunakan untuk memvalidasi hasil di lapangan terhadap ketiga isu tersebut. Hasil FGD menunjukkan (1)           Hampir sebagian besar petani sawit swadaya dan perusahaan kelapa sawit belum mendapatkan informasi dan akses yang dapat dimanfaatkan untuk memperoleh kejelasan status lahan. (2) Upaya memperoleh sertifikasi ISPO sangat terkait dengan kejelasan kepemilikan dan legalitas lahan, penggunaan bibit bersertifikat, program PSR dan kemitraan. (3) Kemitraan antara petani- perusahaan-pemerintah menjadi pilihan yang paling tepat dalam menyelesaikan berbagai kelemahan baik dalam penyelenggaraan program PSR, ketidakjelasan status lahan, penggunaan bibit yang tidak bersertifikasi sehingga berdampak pada rendahnya produktivitas tanaman, serta perambahan area perhutanan (deforestasi). 
Evaluation of Environmental Regulations in Reducing Natural Resource Degradation in Protected Forest Areas in South Sulawesi Fajri, Fajri; Riyadi, Agus; Ananta, Sabri
Adaptive Governance Research Vol. 2 No. 1 (2025): Adaptive Governance Research
Publisher : Pemuda Peduli Publikasi Insan Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71435/639066

Abstract

Purpose: This research evaluates the ability of environmental regulations to prevent the degradation of natural resources in designated forests that are among the protected forests in South Sulawesi, Indonesia. Although a comprehensive system of laws exists to protect these forests, the persistence of extensive environmental degradation reveals weaknesses in implementation and enforcement. Subjects and Methods: A qualitative approach was employed, involving interviews with governmental officials, local community leaders, the National Offices of Non-Governmental Organizations (NGOs), and field officers. This was complemented by analysis of policy documents and direct field observations to capture both institutional and practical dimensions of forest governance. Results: The study finds that environmental degradation persists due to entrenched institutional fragmentation, limited capacity within forest management units (KPH), inter-agency tensions, and poor coordination across vertical and horizontal levels of governance. Furthermore, there is a critical mismatch between state-led conservation programs and community livelihoods, worsened by limited communal planning and a lack of viable economic alternatives for forest-dependent populations. Conclusions: The paper contributes to management literature by redefining environmental regulatory effectiveness beyond legal compliance, emphasizing institutional governance, stakeholder alignment, and strategic adaptation. It concludes that effective conservation depends on multi-stakeholder governance, institutional reform, co-management structures, and adaptive governance tools that align with the socio-ecological realities of South Sulawesi’s forests.
ESTIMASIBIAYA DENGANMENGGUNAKAN METODECOST SIGNIFICANT MODELPADA KONSTRUKSIJALAN DIKABUPATENACEH TIMUR Mutia, Intan; Anwar, Chairil; Fajri, Fajri
Jurnal Sipil Sains Terapan Vol 2, No 02 (2019): JURNAL SIPIL SAINS TERAPAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan jalan membutuhkan biaya konstruksi yang sangat besar.Oleh karena itu, ketidaktepatan dalam menghitung estimasi biaya dapat mengakibatkan efisiensi proyek konstruksi terganggu.Cost Significant Model dapat digunakan dalam tahap estimasi suatu proyek konstruksi. Metode ini menggunakan data dari proyek yang sejenis untuk merumuskan suatu model matematika sehingga dapat dipergunakan dalam proses estimasi yang bertujuan untuk mengetahui tingkat keakuratan model estimasi biaya pada pembangunan jalan terhadap biaya aktual proyek. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode sampeling yang berjumlah 6 paket proyek konstruksi jalan di Kabupaten Aceh Timur dari tahun 2015 s.d. 2017. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh item pekerjaan yang berpengaruh secara signifikan terhadap biaya aktual proyek yaitu item pekerjaan Lapisan Pondasi Agregat kelas B dan item pekerjaan Laston AC BC. Persamaan model estimasi yaitu Y = 56936.249690 - 4.403475 X6 + 5.281192 X8, dengan Cost Model Factor sebesar 2.98. Tingkat keakuratan hasil estimasi berkisar antara-35.81% s.d.+16.18 %.Dilihat dari persentase keakuratan hasil estimasi tersebut, AACE International menunjukkan model ini berada di kelas 4. KataKunci:konstruksi jalan, estimasi biaya, Cost Significant Model
ANALISAN PENGARUH TEMPERATUR TERHADAP KUAT TEKAN BETON PERFORMA TINGGI MENGGUNAKAN ABU SEKAM PADI Erwinsah, Erwinsah; Bahri, Syamsul; Fajri, Fajri
Jurnal Sipil Sains Terapan Vol 2, No 01 (2019): JURNAL SIPIL SAINS TERAPAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abu sekam padi (ASP) adalah hasil pembakaran limbah sekam padi yang memiliki kandungan silica tinggi dan dapat digunakan sebagai campuran beton. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh temperatur pada kuat tekan beton mutu K-400 dengan campuran ASP sebanyak 20%. Campuran tersebut disimulasi dengan kadar air awal sebesar 0% (ASP20-0), 10% (ASP20-10), dan 20% (ASP20-20) dari air campuran beton. Uji kuat tekan menggunakan kubus 10x10x10 cm sebanyak 32 sampel. Selanjutnya dilakukan pengujian tambahan: ultrasonic pulse velocity (UPV), hammer, water absorption, dan kuat tarik belah silinder Ø10x20 cm sebanyak 32 sampel. Pengujian dilakukan setelah perawatan selama 28 hari kemudian benda uji dibakar pada variasi suhu 300°C, 600°C, dan 900°C selama 1 jam. Pada suhu 25°C menunjukkan bahwa kuat tekan beton kontrol lebih tinggi 17,24% daripada beton dengan campuran ASP. Namun pada suhu 300°C kuat tekan beton kontrol, ASP20-0 dan ASP20-10 meningkat berturut-turut sebesar 8,59%, 11,67%, dan 11,55%. Namun kuat tekan ASP20-20 turun 2,56% dibandingkan kuat tekan beton suhu normal. Hasil pengujian UPV pada benda uji yang dibakar 300°C menunjukkan kualitas beton yang cukup baik. Namun pada pembakaran 300°C kualitas beton menurun  menjadi sangat buruk. Hasil pengujian hammer test menunjukkan kuat desak tidak sesuai dengan kuat tekan sebenarnya dikarenakan luas penampang benda uji 10x10x10 cm. Hasil pengujian water absorption menunjukkan pada suhu 25°C tingkat penyerapan air pada beton kontrol, ASP20-10, dan ASP20-20 berturut-turut sebesar 1,69%, 0,7%, dan 0,63%. Namun pada ASP20-0 penyerapan air lebih tinggi yaitu sebesar 2,62%. Hasil pengujian kuat tarik belah pada suhu 25°C menunjukkan bahwa kuat tarik belah beton kontrol lebih tinggi 14,48% daripada beton dengan campuran ASP. Namun pada suhu 300°C kuat tarik belah pada ASP20-20 lebih tinggi 29,10% dari kuat tarik belah beton lainnya.
PENGARUH PENAMBAHAN MICRO POLYPROPYLENE FIBER (PPF) TERHADAP KARAKTERISTIK MORTAR GEOPOLIMER Zulfikri, Zulfikri; Fajri, Fajri; bin Amiruddin, Iponsyah Putra
Jurnal Sipil Sains Terapan Vol 4, No 02 (2021): JURNAL SIPIL SAINS TERAPAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Fly ash biasa digunakan sebagai pengganti semen pada mortar geopolimer karena mengandung silika dan aluminium yang biasa dijadikan bahan pengikat yang kuat melalui proses geopolimerisasi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk memperbaiki kuat lentur serta dapat menentukan persentase optimum serat micro polypropylene fiber dalam pembuatan mortar geopolimer. Penelitian ini menggunakan 6 variasi penambahan persentase serat yaitu : 0%, 0.2%, 0.4%, 0.6%, 0.8%, dan 1% dengan molaritas NaOH yang digunakan 8 M. Rasio larutan alkalin terhadap fly ash Pangkalan Susu sebesar 0,6 dengan rasio NaOH/ Na2SiO3 sebesar 1:2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan jumlah persentase serat dapat menurunkan nilai workability dan setting time yang terjadi pada mortar geopolimer. Dari hasil pengujian diperoleh nilai kuat lentur optimum terjadi pada penambahan serat 0,6% sebesar 5,71 MPa atau meningkat sebesar 160,56 % dari mortar yang tanpa serat dengan kuat lentur sebesar 2,19 MPa. Adapun kuat tekan mengalami penurunan akibat penambahan serat. Kuat tekan minimum terjadi pada penambahan serat 1 % sebesar 29,68 MPa atau menurun sebesar 19,64 % dari mortar yang tanpa serat dengan kuat tekan sebesar 39,63 %. Kata kunci: Fly ash, geopolimer, setting time, workability, kuat tekan, kuat lentur.
ANALISA PENGARUH PENAMBAHAN SERAT DAUN NANAS TERHADAP KARAKTERISTIK MORTAR GEOPOLIMER Sabri, Muhammad Fachrully; Fajri, Fajri; Syukri, Syukri
Jurnal Sipil Sains Terapan Vol 5, No 01 (2022): JURNAL SIPIL SAINS TERAPAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMortar geopolimer adalah mortar yang menggunakan limbah industri (salah satunya fly ash)sebagai bahan pengganti semen. Mortar geopolimer memiliki kekurangan berupa sifat getas dan rendah kuat lenturnya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk melihat pengaruh penambahan serat daun nanas terhadap karakteristik mortar geopolimer serta dapat menentukan persentase optimum serat daun nanas dalam pembuatan mortar geopolimer. Penelitian ini menggunakan 6 variasi penambahan persentase serat yaitu : 0%, 0,2%, 0,4%, 0,6%, 0,8% dan 1% dari berat fly ash. Benda uji dibuat berbentuk balok 30x30x130 mm dan berbentuk kubus 50x50x50 mm. Pengujian yang dilakukan berupa uji kuat lentur dan uji kuat tekan pada umur 1, 3, 7 dan 28 hari. Dari hasil pengujian diperoleh nilai kuat lentur optimum terjadi pada penambahan serat 0,8% yang meningkat sebesar 157,23% dari mortar tanpa serat, nilai kuat tekan  menurun sebesar 14,89% dari mortar tanpa serat pada umur 28 hari. Persentase serat daun nanas yang disarankan adalah 0,8%, persentase ini menaikkan kuat lentur optimum dan menurunkan sedikit kuat tekan dari mortar tanpa serat. Kata kunci: mortar geopolimer, fly ash, serat daun nanas.
PENGARUH VARIASI UKURAN BUTIRAN AGREGAT HALUS DAN VOLUME FOAM TERHADAP KUAT LENTUR BETON BUSA Machfudz, Muhammad Arief; Bahri, Syamsul; Fajri, Fajri
Jurnal Sipil Sains Terapan Vol 8, No 01 (2025): JURNAL SIPIL SAINS TERAPAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton busa adalah salah satu jenis beton ringan CLC (cellular light concrete) yang sedang banyak peminatnya dengan massa jenis bervariasi antara 300 kg/m³ hingga 1800 kg/m³. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh density dan fine modulus terhadap kuat lentur beton busa. Sampel pengujian kuat lentur pada penelitian sebanyak 54 sampel berukuran 100 mm x 100 mm x 500 mm pada umur 7 hari dan 28 hari, dengan menggunakan variasi density 800 kg/m³, 1000 kg/m³, 1200 kg/m³ serta variasi lolos saringan agregat halus4,75 mm, 2,36 mm, dan 1,18 mm. Hasil pengujian kuat lentur tertinggi diperoleh pada beton busa density 1200 kg/m³ lolos saringan 4,75 mm, nilai kuat lentur sebesar 0,73 MPa (umur28 hari), sedangkan pada density yang sama lolos saringan 1,18 mm dan 2,36 mm mengalami penurunan. Serta pada lolos saringan 4,75 mm dengan density yang berbeda kuat lentur memiliki penurunan pada density 800 kg/m³ dan 1000 kg/m³. Dengan demikian hasil menunjukkan peningkatan kuat lentur beton busa seiring meningkatnya density dan variasi ukuran butiran lolos saringan agregat halus. Kata Kunci: Beton Busa, Kuat Lentur, Density Beton, Kehalusan Agregat Halus 
Co-Authors Abdillah, Zaqi Muhammad Abu Bakar Agus Nugroho, Agus Agus Riyadi Agussabti Agussabti Agustina Arida Ainil Mardiah Akhmad Baihaqi Amelia Nedan, Putri Amin, Haris Al Amir, Syafri Ananda Syafirah, Devi Ananta, Sabri Andrian Andrian Arifin, Iqbal Ayu Anora Bin Amiruddin, Iponsyah Putra Chairil Anwar Cut Faradilla Daniel Happy Putra Dedi Hermon Didik Setyo Purwantoro Diharja, Dias Ramadhan dina kristiana seftianingsih Eliza, Nova Erwinsah, Erwinsah Fauziah Fauziah Fitri, Elva Rahmi Hadifatuzzahra, Fadia Hadita, Hadita Hamid, A Human Hananto Tutuko, Gigih Hanop, Hanop Hasbahuddin, Hasbahuddin Helentina Situmorang Heriyadi, Heri Herlina Arifin Herwinsyah, Reynold Hesti Meilina Humam Hamid, Ahmad Husna Husna Inata Ardiyansah, Dhika Inayah A.M, Muh. Iswanto, Yuni Laisya Shafyna, Ganaia Lisma Lisma, Lisma Lukman Hakim Machfudz, Muhammad Arief Manurung, Dita Ully Maulida, Maulida Megawati - Mohd. Agus Nashri Abdullah Monalisa Monalisa Muhammad Daud Muhammad Nur Fajar Muhammad Rifai, Dian Muhammad Rusdi Muhammad Yasar Mutia, Intan Muyyasir, Muyyasir Narayan Dharmawan, Putu Kana Nasaruddin Nasaruddin Nova Suryani Noveri, Noveri Nur Alam Nurhijjah, Nurhijjah Nurjanah, Sri Nurjannah Ginting, Litna Nurma Gupita Dewi Nursal Nursal, Nursal Oktapiani, Eka Ripa Perdana, Kukuh Adi Petrus Subardjo Prihatin, Nanang Putri, Mila Setia Qadrianti, Laeli R.D Budianto, Irawan Ria Yuni Lestari, Ria Yuni Rimal Mahdani Rita Erlinda Romano Romano Rostiati Dg Rahmatu Rudhi Pribadi Sabri, Muhammad Fachrully Samadi Samadi Satibi, Febrianti Setia Budi Sitepu, Sukma Aditya Sofia Edriati Sri Mulyani, Afifah Stendi, Dendi Supina, Supina Sutiono, Wilis Suyanti Kasimin Suyanti Kasimin Syahnas Paradita, Dea Syamsul Bahri Syawal Harianto, Syawal Syukri Syukri Tri Ariani Vaudhan Fuady Widyawati Widyawati Wiwik Handayani Yurliasni Yurliasni Yuslim Fauziah Zakiah Zakiah Zakki Muhtaram Zulfikri Zulfikri, Zulfikri