p-Index From 2021 - 2026
7.113
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Islamadina : Jurnal Pemikiran Islam Paradigma : Journal of Science, Religion and Culture Studies TARBIYA : Journal Education in Muslim Society AT TA´DIB Jurnal Pendidikan Islam Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam DIRASAT Jurnal Manajemen & Pendidikan Islam Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Istighna : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Journal of Humanities and Social Studies EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Murobbi: Jurnal Ilmu Pendidikan JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM AL-IDARAH Adaara: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam MANAZHIM Jurnal Pendidikan dan Konseling Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Eduscience (JES) Dialog AL-FIKR: Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Dirosah Islamiyah As-Syar'i : Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga An Naba Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan Islam RESLAJ: RELIGION EDUCATION SOCIAL LAA ROIBA JOURNAL At-Tajdid : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Journal of Research and Thought on Islamic Education (JRTIE) Jurnal Revolusi Indonesia Jurnal Aksioma Ad Diniyah : The Indonesian Journal of Islamic Studies Mimbar Kampus Jurnal Studi Islam Lintas Negara (Journal of Cross-Border Islamic Studies) Tarbiatuna: Journal of Islamic Education Studies MUNTAZAM: JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM Jurnal Cakrawala Ilmiah Asian Journal of Philosophy and Religion Gunung Djati Conference Series LEADERIA : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman Eduprof AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Sharia: Jurnal Kajian Islam Referensi Islamika: Jurnal Studi Islam Oasis: Jurnal Ilmiah Kajian Islam Al-Tarbawi Al-Haditsah
Claim Missing Document
Check
Articles

Pembentukan Karakter Religius Peserta Didik Melalui Pembiasaan Kegiatan Keagamaan di MA Miftahul Ulum Kabupaten Purwakarta Hasan Basri; Andewi Suhartini; Siti Nurhikmah
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 02 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i02.4269

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembentukan karakter religius peserta didik dan kegiatan keagamaan peserta didik di MA Miftahul Ulum Kabupaten Purwakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis. Sumber data terdiri atas sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembentukan karakter religius peserta didik melalui pembiasaan kegiatan keagamaan di MA Miftahul Ulum Kabupaten Purwakarta dimulai dari pembelajaran di dalam kelas dengan memberikan materi yang mengacu pada kurikulum, silabus dan RPP, kemudian diterapkan melalui pembiasaan kegiatan keagamaan. Kegiatan keagamaan tersebut yaitu membudayakan 5S (Salam, Senyum, Sapa, Sopan, Santun), berpakaian rapi, bersih dan menutup aurat, salat duha, membaca Al-Qur’an sebelum memulai pembelajaran dan berdoa diakhir pembelajaran, salat zuhur berjemaah, menjaga kebersihan dan mematuhi tata tertib sekolah, Jum’at mengaji, infak, MABIT, Jum’at bersih, PHBI dan pesantren kilat Ramadhan.
KONSEP MAQASHID SYARIAH DAN IMPLIKASINYA PADA PENDIDIKAN ISLAM Miftahul Huda; Nurwadjah Ahmad; Andewi Suhartini
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 19, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/tarbawi.v19i1.2138

Abstract

In the concept of maqashid shari'ah, it is explained regarding the urgency of maintaining the elements that exist in humans, both physical and spiritual in nature to be able to achieve benefit, which is also in line with the goals of Islamic education. For this reason, this study tries to explain the concept of maqashid sharia and its implications for Islamic education by using a qualitative approach that is library research. The conclusion of this study, it was found that the relevance of maqashid sharia to Islamic education can be seen in the concept of mabadi al-Khamsah or ushulul al-Khamsah described by al-Ghazali in the form of: (hifdz al-din) maintaining religion, maintaining the soul (hifdz al-nafs) maintain the soul, (hifdz-'aql) maintain the mind, (hifdz al-nasl) maintain offspring, and (hifdz al-maal) maintain property. So that the implications can be seen in the formulation of the goals of Islamic education, namely maintaining and developing the spiritual and physical aspects of students to be able to achieve benefits in their lives.
Pemikiran Filsafat Pendidikan Islam Perspektif Seyyed Hossein Nasr Dan Relevansinya Di Era Pendidikan Modern Sri Juwita; Adang Hambali; Andewi Suhartini
At-Ta'dib Vol. 18 No. 1 (2023): At-Ta'dib Journal of Pesantren Education
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article aims to find out philosophical thoughts according to Hussein Nasr in criticizing education, besides looking for the relevance of his thoughts in Islamic Education in the modern era. This research is qualitative in the form of an in-depth search related to certain discussions. Data collection uses literature studies by collecting data and taking discussions relevant to research from related sources. The method used is the content analysis which is carried out by analyzing the content of library sources. The results showed that Hossein Nasr's thought was influenced by Perennial philosophy, which prioritized traditional wisdom in Islam. Nasr's thought was a reaction to the crisis of modern civilization. In Islamic education, Nasr gave his reconstruction of the basics of Islamic educational philosophy,  the nature and purpose of education, curriculum, methods, and educational environment. Nasr's thoughts on the philosophy of Islamic education are relevant to be applied today, considering that Islamic education is in a moral and spiritual crisis influenced by modern civilization. The concept of  Nasr's perspective educational philosophy can be implemented in modern education. This research can be useful to add to the treasures of Islamic education and make new contributions to be applied to Islamic education in the modern era.
Konsep Masyiatullah dalam Proses Pendidikan Islam Shalahudin Ismail; Ma’mun Zahrudin; Andewi Suhartini
Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/taalum.2020.8.1.39-50

Abstract

The purpose of this study was determining the ‘masyiatullah’ concept in Islamic education process. The approach in this study used a qualitative approach, an approach in natural objects condition, where researchers become key instruments. The results showed that masyiatullah concept was the core of Islamic education, where the concept become a solid foundation to form students who believe and have faith. Ideally, Islamic education theology can produce a generation who had the awareness that they are servants of God.
Implikasi Perkembangan Teknologi terhadap Keberagamaan Peserta Didik Tingkat Sekolah Menangah Atas di Era Digitalisasi Fitriani Fitriani; Hasan Basri; Andewi Suhartini
Gunung Djati Conference Series Vol. 31 (2023): The 4th Conference Series Learning Class: Religious Study, Language, and Education
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas implikasi perkembangan teknologi terhadap keberagamaan peserta didik di Tingkat SMA di era digitalisasi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implikasi perkembangan teknologi terhadap keberagamaaan peserta didik terdapat dua, yakni positif dan negatif. Beberapa implikasi positif di antaranya: a) memberi kemudahan dalam mengakses informasi dan sumber belajar; b) memiliki koneksi dengan komunitas keagamaan secara luas; c) tersedianya aplikasi keagamaan dan doa digital; d) tersedianya pembelajaran daring; e) adanya strategi pembelajaran yang interaktif; dan f) meningkatkan kesadaran keberagamaan. Adapun implikasi negatifnya yaitu: a) memiliki akses pada konten negatif; b) menggangu praktik ibadah; c) rentan adanya pencampuran nilai; d) memengaruhi etika dan moral; e) rentan individualis; dan f) rentan mendapat pengetahuan tanpa rujukan. Oleh karena itu, orang tua, guru, dan masyarakat harus menjadi garda terdepan dalam pembentukan keberagamaan peserta didik melalui pengawasan terhadap intensitasnya dengan teknologi, serta cenderung mengarahkan memanfaatkan kemajuan teknologi
Landasan Teologis Manajemen Pendidikan Islam Ahmad Jaelani; Nurwadjah Ahmad EQ.; Andewi Suhartini
LEADERIA: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2020): LEADERIA: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/leaderia.v1i2.5

Abstract

The purpose of writing this article is to find out the management of Islamic education in the perspective of Islamic education theology. The writing of this article uses a qualitative approach with data sources obtained from literature studies or literature studies. The results of the writing of the paper obtained is that the management of Islamic education is not only about studying how to plan, organize, actualize and supervise, but all the processes carried out in management must be sourced from aspects of revelation that are manifested through beliefs and thoughts by not displaying the existence and intervention of God. Almighty. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui manajemen pendidikan Islam perspektif teologi pendidikan Islam.Penulisan artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan sumber data yang diperoleh dari kajian literature atau studi pustaka. Hasil penulisan makalah yang diperoleh adalah bahwasanaya manajemen pendidikan Islam bukan hanya mengkaji tentang bagaimana merencanakan, mengorganisasikan, mengaktualisasikan dan mengawasi saja, akan tetapi seluruh proses yang dilakukan dalam pengelolaah harus bersumber pada aspek kewahyuan yang dimanifestasikan melalui keyakinan dan pemikiran dengan tidak menapikan eksistensi dan intervensi Allah Yang Maha Kuasa. Kata Kunci: manajemen pendidikan Islam, teologi
Optimizing Human Potentials in Islamic Education: Senses, Aql, and Qalb Fitri Meliani; Nurwadjah Ahmad; Andewi Suhartini
Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman Vol. 13 No. 2 (2023): Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman, Agustus 2023
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/ji.v13i2.3803

Abstract

God created man in both physical and spiritual aspects. The physical part is the human body that can be seen like the senses, while the spiritual aspect is aql and qalb, which are invisible. This research analyzes human potential based on Qur'anic terminology and its role in Islamic education. This research used qualitative methods. The data collection was documented from the Qur'an interpretation as the primary data source and journal articles and renowned books related to the topics as the secondary data sources. Data analysts used text analysis methods, such as selecting critical terms from the vocabulary of the Qur'an interpretation, determining the basic meaning and relational meaning, and inferring and integrating these concepts into one general idea. The results of this study are. First, the potential of sense was mentioned in the Qur'an in three terms: Al-Sam'u is repeated 185 times, Al-Bashr is repeated 139 times, and Al-Dhuq, is repeated 48 times. Second, the potential of reason, etymologically, the term aql is mentioned in the Qur'an in more than 49 words, collected in dzakara, faqiha, 'alima, tadabbara, tafakkur, and ulul albab. Third, the potential of the qalb (heart), the mashdar form of the qalaba-yaqlibu-qalban root, which means true. The Qur'an uses the word heart mentioned 122 times, spread across 45 letters and 112 verses. Islamic education must covers all potentials such as tarbiyah imaniyah, tarbiyah khuluqiyah, tarbiyah jismiyah, tarbiyah aqliyah, nafsiyah ijtima'iyah, so it will produce quality Islamic education output.
The Islamic Perspective of Education of Children With Special Needs: (Case Study at Sada Ibu Inclusion Elementary School) Fitri Meliani; Nurwadjah Ahmad; Andewi Suhartini
Eduprof : Islamic Education Journal Vol. 4 No. 2 (2022): Eduprof : Islamic Education Journal
Publisher : Program Pascasarjana, Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/eduprof.v4i2.139

Abstract

This article aims to provide an Islamic philosophical perspective on disability education by examining some verses of the Qur'an and the Sunnah of the Prophet. This research uses a qualitative approach with a descriptive method. Data collection was carried out by studying verses of the Qur’an and sunnah, documentation, observations and interviews. The locus of this study is SD Inklusi Sada, the capital of Cirebon, with the subject of research of 5 special guidance teachers (GPK) at SD Inklusi Sada, the capital of Cirebon. Data collection will be carried out in April-May 2022. The results showed that inclusion education from an Islamic perspective implemented by the school and teachers at Sada Ibu Inclusion Elementary School was: 1). Giving priority to the needs of ABK; 2). The prohibition of looking contemptly towards ABK; 3). The prohibition against the belief that ABK is a ugliness; 4). Encouraging ABK; and 5). A ban on rebuking ABK. The factors driving the success of inclusive education are: 1). Teacher acceptance; 2). Admission of other students; and 3). Educational methods. Meanwhile, the factors inhibiting inclusive education are: 1). Lack of educational facilities and infrastructure; 2). Lack of professional human resources who understand and are able to handle ABK education; and 3). Lack of knowledge and cooperation of parents of ABK students in educating their children at home. ABSTRAK Artikel ini bertujuan untuk memberikan perspektif filosofis Islam tentang pendidikan disabilitas dengan mengkaji beberapa ayat Al-Qur'an dan Sunnah Nabi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan mempelajari ayat-ayat Al-Qur’an dan sunnah, dokumentasi, observasi dan wawancara. Lokus penelitian ini adalah SD Inklusi Sada, ibu kota Cirebon, dengan subjek penelitian 5 guru bimbingan khusus (GPK) di SD Inklusi Sada, ibu kota Cirebon. Pengumpulan data akan dilakukan pada April-Mei 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan inklusi dari perspektif Islam yang diterapkan oleh sekolah dan guru-guru di SD SD Sada Ibu Inklusi adalah: 1). Mengutamakan kebutuhan ABK; 2). Larangan memandang menghina ABK; 3). Larangan terhadap keyakinan bahwa ABK adalah keburukan; 4). Mendorong ABK; dan 5). Larangan menegur ABK. Faktor-faktor yang mendorong keberhasilan pendidikan inklusif adalah: 1). Penerimaan guru; 2). Penerimaan siswa lain; dan 3). Metode pendidikan. Sedangkan faktor-faktor yang menghambat pendidikan inklusif adalah: 1). Kurangnya sarana dan prasarana pendidikan; 2). Kurangnya sumber daya manusia yang profesional yang memahami dan mampu menangani pendidikan ABK; dan 3). Kurangnya pengetahuan dan kerjasama orang tua siswa ABK dalam mendidik anaknya di rumah.
Penguatan Tujuan Pendidikan Islam Berlandaskan Kepada Tujuan Hidup Manusia Dede Sutisna; Andewi Suhartini; Nurwadjah Ahmad
Eduprof : Islamic Education Journal Vol. 5 No. 1 (2023): Eduprof : Islamic Education Journal
Publisher : Program Pascasarjana, Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/eduprof.v4i2.179

Abstract

Pendidikan memiliki peranan yang begitu penting dalam kehidupan manusia, karena hakikat pendidikan itu sendiri adalah untuk memanusiakan dan mendewasakan manusia, sehingga menjadi manusia seutuhnya. Pendidikan merupakan proses membimbing manusia menjadi manusia seutuhnya dan sewajarnya sebagai manusia yang merupakan ciptaan Allah SWT. Dalam pendidikan, hal pokok yang wajib dipersiapkan yaitu merumuskan tujuan. Dengan tujuan ini, proses pendidikan akan terarah dan terlaksana secara sistematis dan terorganisir sehingga menghasilkan pendidikan yang sesuai dengan harapan dan tidak melenceng dari norma-norma kehidupan di masyarakat. Tujuan pendidikan Islam tidak bisa dipisahkan dari tujuan hidup manusia sebagai seorang hamba Allah, membentuk pribadi muslim yang benar-benar beriman kepada Allah dan seluruh kehidupannya berorientasi kepada Allah semata. Tujuan pendidikan Islam pada intinya adalah menjadikan manusia sebagai hamba yang benar-benar beriman dan bertaqwa kepada Allah yang tercermin dalam kepribadiannya yang memiliki akhlak mulia, baik dalam hidup bermasyarakat maupun terhadap lingungan atau alam semesta. Maka, tujuan pendidikan Islam tersebut berlandaskan kepada tujuan hidup manusia di dunia ini sebagai seorang muslim. Dalam al-Quran, manusia setidanya memiliki tiga tujuan dalam hidupnya, yaitu untuk beribadah, sebagai khalifah dan saling mengenal dengan sesamanya, dalam artian agar mencapai hidup yang rukun dalam masyarakat. Dalam konteks hubungan dengan Rabb-nya, manusia adalah hamba Allah yang memiliki kewajiban menunaikan penghambaan dan pengabdian kepada-Nya. Sedangkan dalam konteks hubungan dengan alam semesta ia adalah khalifah, sebagai pengatur dan penjaga alam semesta. Dan untuk menciptakan alam semesta yang damai dan sejahtera, maka perlunya tanggung jawab bersama dalam menciptakan tatanan kehidupan dunia yang damai. Untuk menjadikan manusia sebagai hamba yang shaleh, perlu proses melalui pendidikan. Maka, pendidikan Islam merupakan alat untuk merealisasikan tujuan hidup manusia di dunia ini. Karena tanpa pendidikan, manusia tidak akan mampu menjadi insan yang terdidik sehingga tercapainya derajat shaleh.
Paradigma Teologi Pendidikan Islam: Konsep Khalifah Perspektif Nilai-Nilai Etika Budaya Sunda di Jawa Barat Hisny Fajrussalam; Nurwadjah Ahmad E.Q.; Andewi Suhartini
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 1 (2020): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v1i1.13

Abstract

Tulisan ini dilatarbelakangi oleh dampak pandemi Covid-19 dan program Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) terhadap sosial-ekonomi di Indonesia, khususnya Jawa Barat. Di Jawa Barat sendiri, dukungan masyarakat terhadap program PSBB dinilai paling rendah di Indonesia. Sehingga penelitian ini betujuan untuk menjawab kebutuhan akan sikap yang harus diambil masyarakat Jawa Barat dalam menghadapi pandemi Covid-19 dalam perspektif khalifah sebagai tujuan hidup manusia berbasis nilai-nilai etika budaya Sunda. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Data bersumber dari al-Qur’an, kitab tafsir, hadis, buku, artikel jurnal, dan referensi yang relevan. Data yang diperoleh kemudian dikompulasi, dianalisis dan disimpulan dengan menggunakan teknik analysis content. Hasil penelitian menunjukan bahwa sikap yang harus diambil masyarakat Jawa Barat tergategorikan ke dalam empat ajaran dalam agama Islam, yakni aqidah, akhlak, tasawuf, dan mu’amalah. Kata Kunci: khalifah, tujuan hidup, nilai-nilai etika, pandemi Covid-19 This paper is based on the impact of the Covid-19 pandemic and the Large-Scale Social Limitation (PSBB) program on socio-economic development in Indonesia, in particular West Java. In West Java itself, public support for the PSBB program is lowest in Indonesia. So, this study aims to address the needs of the attitude that the people of West Java must face in facing the Covid-19 pandemic in the perspective of the caliph as a purpose of human life based on the ethical values ​​of Sunda culture. Research using qualitative approach. Data is sourced from the Qur'an, interpretive books, hadiths, books, journal articles, and relevant references. The data obtained were then compiled, analyzed and inferred using content analysis techniques. The results show that the attitude that the people of West Java should take is divided into four teachings in Islam, namely beliefs, morals, sufism, and mu'amalah.