p-Index From 2021 - 2026
6.601
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Islamadina : Jurnal Pemikiran Islam Paradigma : Journal of Science, Religion and Culture Studies TARBIYA : Journal Education in Muslim Society AT TA´DIB Jurnal Pendidikan Islam Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam DIRASAT Jurnal Manajemen & Pendidikan Islam Al Tarbawi Al Haditsah Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Istighna : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Journal of Humanities and Social Studies EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Murobbi: Jurnal Ilmu Pendidikan JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM AL-IDARAH Al-Munawwarah : Jurnal Pendidikan Islam Adaara: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam MANAZHIM Jurnal Pendidikan dan Konseling Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Eduscience (JES) Dialog AL-FIKR: Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Dirosah Islamiyah As-Syar'i : Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga An Naba Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan Islam RESLAJ: RELIGION EDUCATION SOCIAL LAA ROIBA JOURNAL At-Tajdid : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Journal of Research and Thought on Islamic Education (JRTIE) Jurnal Revolusi Indonesia Jurnal Aksioma Ad Diniyah : The Indonesian Journal of Islamic Studies Mimbar Kampus Jurnal Studi Islam Lintas Negara (Journal of Cross-Border Islamic Studies) Tarbiatuna: Journal of Islamic Education Studies MUNTAZAM: JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM Jurnal Cakrawala Ilmiah Asian Journal of Philosophy and Religion Gunung Djati Conference Series LEADERIA : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman Eduprof AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

The Islamic Perspective of Education of Children With Special Needs: (Case Study at Sada Ibu Inclusion Elementary School) Fitri Meliani; Nurwadjah Ahmad; Andewi Suhartini
Eduprof : Islamic Education Journal Vol. 4 No. 2 (2022): Eduprof : Islamic Education Journal
Publisher : Program Pascasarjana, Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/eduprof.v4i2.139

Abstract

This article aims to provide an Islamic philosophical perspective on disability education by examining some verses of the Qur'an and the Sunnah of the Prophet. This research uses a qualitative approach with a descriptive method. Data collection was carried out by studying verses of the Qur’an and sunnah, documentation, observations and interviews. The locus of this study is SD Inklusi Sada, the capital of Cirebon, with the subject of research of 5 special guidance teachers (GPK) at SD Inklusi Sada, the capital of Cirebon. Data collection will be carried out in April-May 2022. The results showed that inclusion education from an Islamic perspective implemented by the school and teachers at Sada Ibu Inclusion Elementary School was: 1). Giving priority to the needs of ABK; 2). The prohibition of looking contemptly towards ABK; 3). The prohibition against the belief that ABK is a ugliness; 4). Encouraging ABK; and 5). A ban on rebuking ABK. The factors driving the success of inclusive education are: 1). Teacher acceptance; 2). Admission of other students; and 3). Educational methods. Meanwhile, the factors inhibiting inclusive education are: 1). Lack of educational facilities and infrastructure; 2). Lack of professional human resources who understand and are able to handle ABK education; and 3). Lack of knowledge and cooperation of parents of ABK students in educating their children at home. ABSTRAK Artikel ini bertujuan untuk memberikan perspektif filosofis Islam tentang pendidikan disabilitas dengan mengkaji beberapa ayat Al-Qur'an dan Sunnah Nabi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan mempelajari ayat-ayat Al-Qur’an dan sunnah, dokumentasi, observasi dan wawancara. Lokus penelitian ini adalah SD Inklusi Sada, ibu kota Cirebon, dengan subjek penelitian 5 guru bimbingan khusus (GPK) di SD Inklusi Sada, ibu kota Cirebon. Pengumpulan data akan dilakukan pada April-Mei 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan inklusi dari perspektif Islam yang diterapkan oleh sekolah dan guru-guru di SD SD Sada Ibu Inklusi adalah: 1). Mengutamakan kebutuhan ABK; 2). Larangan memandang menghina ABK; 3). Larangan terhadap keyakinan bahwa ABK adalah keburukan; 4). Mendorong ABK; dan 5). Larangan menegur ABK. Faktor-faktor yang mendorong keberhasilan pendidikan inklusif adalah: 1). Penerimaan guru; 2). Penerimaan siswa lain; dan 3). Metode pendidikan. Sedangkan faktor-faktor yang menghambat pendidikan inklusif adalah: 1). Kurangnya sarana dan prasarana pendidikan; 2). Kurangnya sumber daya manusia yang profesional yang memahami dan mampu menangani pendidikan ABK; dan 3). Kurangnya pengetahuan dan kerjasama orang tua siswa ABK dalam mendidik anaknya di rumah.
Penguatan Tujuan Pendidikan Islam Berlandaskan Kepada Tujuan Hidup Manusia Dede Sutisna; Andewi Suhartini; Nurwadjah Ahmad
Eduprof : Islamic Education Journal Vol. 5 No. 1 (2023): Eduprof : Islamic Education Journal
Publisher : Program Pascasarjana, Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/eduprof.v4i2.179

Abstract

Pendidikan memiliki peranan yang begitu penting dalam kehidupan manusia, karena hakikat pendidikan itu sendiri adalah untuk memanusiakan dan mendewasakan manusia, sehingga menjadi manusia seutuhnya. Pendidikan merupakan proses membimbing manusia menjadi manusia seutuhnya dan sewajarnya sebagai manusia yang merupakan ciptaan Allah SWT. Dalam pendidikan, hal pokok yang wajib dipersiapkan yaitu merumuskan tujuan. Dengan tujuan ini, proses pendidikan akan terarah dan terlaksana secara sistematis dan terorganisir sehingga menghasilkan pendidikan yang sesuai dengan harapan dan tidak melenceng dari norma-norma kehidupan di masyarakat. Tujuan pendidikan Islam tidak bisa dipisahkan dari tujuan hidup manusia sebagai seorang hamba Allah, membentuk pribadi muslim yang benar-benar beriman kepada Allah dan seluruh kehidupannya berorientasi kepada Allah semata. Tujuan pendidikan Islam pada intinya adalah menjadikan manusia sebagai hamba yang benar-benar beriman dan bertaqwa kepada Allah yang tercermin dalam kepribadiannya yang memiliki akhlak mulia, baik dalam hidup bermasyarakat maupun terhadap lingungan atau alam semesta. Maka, tujuan pendidikan Islam tersebut berlandaskan kepada tujuan hidup manusia di dunia ini sebagai seorang muslim. Dalam al-Quran, manusia setidanya memiliki tiga tujuan dalam hidupnya, yaitu untuk beribadah, sebagai khalifah dan saling mengenal dengan sesamanya, dalam artian agar mencapai hidup yang rukun dalam masyarakat. Dalam konteks hubungan dengan Rabb-nya, manusia adalah hamba Allah yang memiliki kewajiban menunaikan penghambaan dan pengabdian kepada-Nya. Sedangkan dalam konteks hubungan dengan alam semesta ia adalah khalifah, sebagai pengatur dan penjaga alam semesta. Dan untuk menciptakan alam semesta yang damai dan sejahtera, maka perlunya tanggung jawab bersama dalam menciptakan tatanan kehidupan dunia yang damai. Untuk menjadikan manusia sebagai hamba yang shaleh, perlu proses melalui pendidikan. Maka, pendidikan Islam merupakan alat untuk merealisasikan tujuan hidup manusia di dunia ini. Karena tanpa pendidikan, manusia tidak akan mampu menjadi insan yang terdidik sehingga tercapainya derajat shaleh.
Paradigma Teologi Pendidikan Islam: Konsep Khalifah Perspektif Nilai-Nilai Etika Budaya Sunda di Jawa Barat Hisny Fajrussalam; Nurwadjah Ahmad E.Q.; Andewi Suhartini
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 1 (2020): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v1i1.13

Abstract

Tulisan ini dilatarbelakangi oleh dampak pandemi Covid-19 dan program Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) terhadap sosial-ekonomi di Indonesia, khususnya Jawa Barat. Di Jawa Barat sendiri, dukungan masyarakat terhadap program PSBB dinilai paling rendah di Indonesia. Sehingga penelitian ini betujuan untuk menjawab kebutuhan akan sikap yang harus diambil masyarakat Jawa Barat dalam menghadapi pandemi Covid-19 dalam perspektif khalifah sebagai tujuan hidup manusia berbasis nilai-nilai etika budaya Sunda. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Data bersumber dari al-Qur’an, kitab tafsir, hadis, buku, artikel jurnal, dan referensi yang relevan. Data yang diperoleh kemudian dikompulasi, dianalisis dan disimpulan dengan menggunakan teknik analysis content. Hasil penelitian menunjukan bahwa sikap yang harus diambil masyarakat Jawa Barat tergategorikan ke dalam empat ajaran dalam agama Islam, yakni aqidah, akhlak, tasawuf, dan mu’amalah. Kata Kunci: khalifah, tujuan hidup, nilai-nilai etika, pandemi Covid-19 This paper is based on the impact of the Covid-19 pandemic and the Large-Scale Social Limitation (PSBB) program on socio-economic development in Indonesia, in particular West Java. In West Java itself, public support for the PSBB program is lowest in Indonesia. So, this study aims to address the needs of the attitude that the people of West Java must face in facing the Covid-19 pandemic in the perspective of the caliph as a purpose of human life based on the ethical values ​​of Sunda culture. Research using qualitative approach. Data is sourced from the Qur'an, interpretive books, hadiths, books, journal articles, and relevant references. The data obtained were then compiled, analyzed and inferred using content analysis techniques. The results show that the attitude that the people of West Java should take is divided into four teachings in Islam, namely beliefs, morals, sufism, and mu'amalah.