Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Perwako Pekanbaru Nomor 100 Tahun 2015 Tentang Penataan, Pemberdayaan PKL di Kota Pekanbaru Mauren Kinanti, Denisha; Firdaus, Emilda; Diana, Ledy
Jurnal Hukum Non Diskriminatif Vol. 3 No. 1: Juli 2024
Publisher : PT. Bangun Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56854/jhdn.v3i1.392

Abstract

P Penegakan hukum berfungsi sebagai sarana untuk mewujudkan hukum yang diinginkan oleh pembuatnya, dengan tujuan menciptakan kepastian hukum yang terkait dengan keadilan. Pedagang Kaki Lima (PKL) memainkan peran penting dalam ekonomi perkotaan, terutama di kota padat penduduk seperti Pekanbaru. Peraturan Walikota Pekanbaru Nomor 100 Tahun 2015 tentang Penataan dan Pemberdayaan PKL dikeluarkan untuk mengatur agar PKL dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan kota dan kesejahteraan masyarakat.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi peraturan tersebut di Pekanbaru serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kebijakan dengan mempelajari dokumen terkait seperti peraturan, kebijakan, dan laporan pelaksanaan. Hasil penelitian menunjukkan beberapa tantangan dalam implementasinya. Pengawasan terhadap PKL yang melanggar aturan belum efektif, pemberdayaan PKL dalam pengembangan keterampilan dan akses pasar masih perlu ditingkatkan, dan koordinasi antar instansi terkait perlu diperkuat.Untuk meningkatkan implementasi peraturan, disarankan agar pemerintah kota Pekanbaru memperkuat pengawasan, meningkatkan akses PKL terhadap pelatihan keterampilan dan pasar, serta memperkuat koordinasi antar instansi. Evaluasi periodik terhadap pelaksanaan peraturan juga perlu dilakukan untuk menilai dampaknya dan menyesuaikan kebijakan jika diperlukan.
IMPLEMENTATION OF GENDER MAINSTREAMING IN WOMEN'S PROTECTION POLICY IN SIAK DISTRICT Firdaus, Emilda; Andrikasmi, Sukamarriko; Haryono, Dodi; Indra, Mexsasai; Artina, Dessy; HB, Gusliana
Indonesian Journal of Economics, Social, and Humanities Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/ijesh.6.1.51-59

Abstract

Women are a group or group that is vulnerable to violence that occurs in society. To overcome various issues of violence that occur against women, special attention is needed from all groups, both community groups and government circles, consisting of the central government and regional governments. This certainly has an impact on the existence of women's groups in the social order amidst demands for achieving Sustainable Development Goals (SDG's). If we refer to the concept of "mainstreaming" itself, it can be interpreted as a process that is carried out to bring aspects that were previously considered unimportant or marginal into the decision-making and management of main institutional activities and work programs. This series of strategies was prepared based on insight, critical awareness and data obtained from gender analysis. Therefore, this study is considered important to look at gender representation in Siak Hijau policies.
KEDUDUKAN PENETAPAN PENGADILAN NEGERI TERKAIT PERKAWINAN BEDA AGAMA DALAM PERSPEKTIF SURAT EDARAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 2 TAHUN 2023 Milenia, Cantika Ayu; Firdaus, Emilda; Zulhidayat, Muhammad
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Hukum Vol 11, No 1 (2024): Januari - Juni 2024
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The diversity of religions and beliefs in Indonesia has led to the occurrence of marriagesbetween followers of different religions and beliefs, commonly referred to as interfaithmarriages. Interfaith marriages should not occur based on Article 2 paragraph (1) inconjunction with Article 8 sub f of the Marriage Law and the Supreme Court Circular LetterNumber 2 of 2023. This study discusses the Position of the District Court Decision Number423/Pdt.P/2023/PN Jkt.Utr in adjudicating interfaith marriage applications from theperspective of the Supreme Court Circular Letter Number 2 of 2023 and the Synchronizationof the District Court Decision Number 423/Pdt.P/2023/PN Jkt.Utr with the Supreme CourtCircular Letter Number 2 of 2023.This research employs a normative legal research method by examining the core issuesthrough a legislative and regulatory research approach related to legal issues. The data sourcesconsist of secondary data, which includes primary legal materials, secondary legal materials,and tertiary legal materials. The data collection method was conducted through literature study,followed by normative qualitative data analysis methods.Based on the research results and discussion, the Position of the District Court DecisionNumber 423/Pdt.P/2023/PN Jkt.Utr contradicts the Guidelines in the Supreme Court CircularLetter Number 2 of 2023. The District Court Decision Number 423/Pdt.P/2023/PN Jkt.Utr andthe Supreme Court Circular Letter Number 2 of 2023, based on the theory of the legislativehierarchy, do not synchronize. The Supreme Court Circular Letter No. 2 of 2023 contains policyregulations and guidelines for judges in adjudicating interfaith marriage applications. However,the District Court Decision Number 423/Pdt.P/2023/PN Jkt.Utr, in approving the interfaithmarriage case, only refers to Article 35 Letter a of Law Number 23 of 2006 concerningPopulation Administration. Judges should be more cautious in deciding on interfaith marriageapplications and also refer to the Marriage Law, Supreme Court Circular Letter Number 2 of2023, and other related regulations regarding the regulation of interfaith marriages so that legalcertainty in a court decision is properly implemented.Keywords: Court Decision, Interfaith, Circular Letter
TINJAUAN YURIDIS PENGISIAN KEKOSONGAN JABATAN WAKIL KEPALA DAERAH DALAM SISTEM KETATANEGARAAN INDONESIA Nurhakim, Yori Imam; Firdaus, Emilda; Junaidi, Junaidi
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Hukum Vol 11, No 1 (2024): Januari - Juni 2024
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The position of the deputy regional head in Indonesia is not actually statedand stated clearly in the constitution, but in normative juridical terms the positionof the deputy regional head in Indonesia can be seen from Article 66 paragraph(1) of the law on regional government number 23 of 2014.The main problem in this research is regarding the vacancy of the deputygovernor, and the vacancy of the deputy regent which creates political intereststhat clearly show that the elite is not taking sides with the broad public benefit.The vacant positions of Deputy Governor, Deputy Regent and Deputy Mayor willbe filled if the remaining term of office is more than 18 (eighteen) months from thevacancy of the position.This research is normative legal research. This is based on libraryresearch which takes quotations from reading books, or supporting books that arerelated to the problem to be researched. This research uses secondary datasources consisting of primary, secondary and tertiary book materials. Thisresearch also uses qualitative data analysis and produces descriptive data.From the results of the research and discussions carried out, severalconclusions were obtained, namely: First, the procedures for filling vacancies fordeputy regional heads who come from political parties and combinations ofpolitical parties in this context give rise to multiple interpretations. Therefore theauthor conducted this research. Second, there are several efforts that thegovernment can take, namely normative juridically in Law Number 10 of 2016Regarding the Second Amendment to Law Number 1 of 2015 concerning theStipulation of Government Regulations in Lieu of Law Number 1 of 2014concerning the Election of Governors, Regents and Mayors into Law, precisely inthe provisions of Article 176 paragraph (4) requires the filling of vacant positionsdeputy regional heads who still have more than 18 (eighteen) months remaining inoffice.Keywords: Juridical Review-Filling the Position of Deputy Regional Head.
Model Pemberdayaan Masyarakat Terintegrasi dalam Upaya Pencegahan Stunting pada Anak Usia Dini di Desa Ranah Baru Kecamatan Kampar Kabupaten Kampar Firdaus, Emilda; Andrikasmi, Sukamarriko; Fitri S, Rahmi Pramulia; Syahid, Abdillah
Riau Journal of Empowerment Vol 7 No 3 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/raje.7.3.208-219

Abstract

Stunting adalah suatu kondisi yang menyerang anak di bawah usia lima tahun. Hal ini sering terjadi akibat kekurangan gizi kronis dan terserang infeksi berulang trauma selama 1.000 tahun pertama kehidupan ( HPK ) , yaitu pada saat masih dalam bentuk janin hingga anak usia 23 bulan. Anak tergolong stunting apabila Panjang atau tinggi badannya berada di minus 2 standar deviasi tinggi anak. Stunting dapat menyebabkan anak tersebut lebih rentan terjangkit penyakit dan mengalami keterlambatan pertumbuhan fisik. Stunting ini juga disebabkan karena minimnya pengetahuan ibu hamil mengenai pentingnya asupan gizi selama masa kehamilan yang dapat menyebabkan anak mengalami stunting, keterbatasan perekonomian, dan juga minimnya fasilitas Kesehatan. Metode pengabdian yang digunakan untuk penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan memberikan kuisioner terkait stunting kepada masyarakat Desa Ranah Baru Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar khusunya kelompok Tani Pulai Tarandam dan Kelompok Pengajian Ar- Raudhoh Sasapan dan observasi terhadap anak-anak balita . Temuan dilapangan menunjukkan bahwa masih terdapat anak-anak yang mengalami stunting, karna kondisi tersebutlah diadakan model pemberdayaan masyarakat terintegrasi dalam Upaya pencegahan stunting yang diharapkan akan menurunkan angka stunting pada anak usia dini di Desa Ranah Baru Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar menuju 0 stunting
Dynamics of Legal Protection of Customary Land Rights in Batu Belah Village Kampar Regency Ricky Musliadi; Mardalena Hanifah; Emilda Firdaus; Muhammad Zulhidayat; Kamilia Amirah
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Vol. 6 No. 4: October 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v6i4.6553

Abstract

The rights of customary law communities are divided into two, namely individual and communal rights. The land tenure of customary law communities contained in the UUPA is a customary right (territory) to show to the land which is the environmental area of the legal community concerned. One of the problems related to customary land in Batu Belah Village is regarding the boundaries of the land. Unclear customary land boundaries give rise to disputes. The same thing ultimately hinders the process of registering customary land in Batu Belah Village, Kampar Regency. Based on this background, the main issues that the author wants to raise, among others, are first, How is the protection of customary land laws in Batu Belah Village, Kampar Regency? Second, what is the status of customary land in Batu Belah Village, Kampar Regency?, The type of research used by the author is sociological legal research, sociological legal research is also called empirical law research. The results of the study show that Batu Belah Village, Kampar Regency has not been registered because of several constraints. Thus, until now customary land in the region has not had a clear legal basis and is only interpreted on the basis of customary recognition in the sense that it has not received clear legal protection.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Mewujudkan Desa Sadar Hukum untuk Menciptakan Ketertiban Masyarakat, dan Peningkatan Perekonomian di Kecamatan Kampar Kabupaten Kampar Andrikasmi, Sukamarriko; Firdaus, Emilda; Musliadi, Ricki; Zulhidayat, Muhammad
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 6 (2024): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/unricsce.6.549-558

Abstract

A legally aware village is a form of orderly and obedient society from the lowest level, so that it will further increase compliance with applicable laws and regulations. It is considered more appropriate for villages to empower the community so that a village will be aware of the law. This empowerment was carried out in Batu Belah village, Naumbai village and Ranah Baru village, Kampar District, Kampar Regency. The aim of this empowerment is to increase legal awareness and improve the economy of the community in the village so that the village can be more advanced than before and more prosperous. This activity is carried out through legal outreach, training and assistance which includes techniques for drafting village regulations, and legal assistance. The method used is a participatory approach, where the community is actively involved in every stage of the activity. The results of this service show an increase in community knowledge about the village's readiness to be aware of the law. This effort not only aims to create order and security, but also to improve the local economy. With collaboration between the government, community and the private sector, it is hoped that Batu Belah Village, Naumbai Village and Ranah Baru Village can become models for other villages in integrating legal awareness with sustainable economic development, so that community welfare can be realized as a whole.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pencegahan Stunting: Strategi Intervensi Berbasis Kearifan Lokal di Desa Ranah Baru Kecamatan Kampar Kabupaten Kampar Firdaus, Emilda; Andrikasmi, Sukamarriko; Fitri, Rahmi Pramulia; Hermita, Neni; Mubarak, Mubarak; Jahwara, Ibnu Habib
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 6 (2024): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/unricsce.6.569-579

Abstract

Stunting is a problem caused by a child's lack of nutritional intake for a long time, resulting in growth disorders in children, namely a height that is lower than the age standard. Based on the results of monitoring nutritional status and measuring stunting at the village level in 2023, it was recorded that in Kampar District, Ranah Baru Village is the village with the largest number of stunted children, namely 5 (five) children. Through the Community Service activities of the Ministry of Education, Culture, Research and Technology, the University of Riau Community Empowerment Scheme (PMM), seeks to carry out various stunting prevention programs and activities to make the village 0 (zero) stunting by increasing the community's knowledge regarding stunting prevention. and increasing self-grown food crops to fulfill children's daily nutrition, organizational management and entrepreneurship training. Not only the community, these programs and activities must also involve various parties and cadres in the village, including the village government, health workers, community leaders and families to work together to prevent and reduce the number of stunted children in the village. The aim of this service is to change people's habitual patterns so that they are more responsive to stunting. As a result of this service activity, the community can utilize all the potential that exists in their village in the form of local wisdom appropriately and wisely so that they can overcome the problem of stunting either before or after
Pemberdayaan Masyarakat Petani Salak dalam Pemasaran Usaha Sebagai Produk Unggulan di Kampung Banjar Seminai Kecamatan Dayun Kabupaten Siak Andrikasmi, Sukamarriko; Firdaus, Emilda; Mubarak, Mubarak; Fitiansyah, Aidil; Haiqal, Muhammad Rafi
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 6 (2024): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/unricsce.6.530-538

Abstract

The salak business community is struggling with marketing due to a lack of awareness about salak plantations in Banjar Seminai and skepticism regarding the existence of pondoh salak in Dayun Siak Riau. A potential solution is to empower the community during the harvest season by processing the abundant snake fruit into products like chips, diamonds, dodol, jenang, syrup, bakpia, candied fruit, and other innovative foods. The initiative aims to empower the salak farming community in Banjar Seminai Village, Siak Regency, by enhancing their marketing skills for salak products. This includes training and mentoring in manual and online marketing, packaging, and branding. The participatory approach engages farmers at every stage, resulting in improved knowledge and skills in marketing salak products and increased income. This empowerment aims to promote salak products from Banjar Seminai Village and positively impact the local economy.
Perlindungan Hak Anak Di Lingkungan Sekolah Dalam Perspektif Peraturan Perundang-Undangan (Studi Kasus Siswi Non-Muslim Wajib Berjilbab Di SMKN 2 Padang) Dewita, Tamara Rezki; Firdaus, Emilda; Zulwisman, Zulwisman
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 20 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.14494758

Abstract

Hak Asasi Manusia adalah hak dasar manusia, yang ada dan merupakan karunia Tuhan Yang Maha Kuasa, Hak Asasi Manusia merupakan hak natural oleh karena itu hak asasi manusia tidak dapat dicabut oleh manusia lain sesama makhluk hidup. Didalam Hak Asasi Manusia juga terdapat Hak Anak. Anak juga termasuk kedalam tunas, potensi, dan generasi muda penerus cita-cita bangsa, memiliki peran dan strategis dan mempunyai ciri serta sifat khusus yang menjamin kelangsungsan eksitensi bangsa dan negara masa depan. Perlindungan hukum terhadap anak merupakan tolak ukur peradaban bangsa karena wajib diusahakan sesuai dengan Nusa dan Bangsa. Perlindungan Anak yaitu untuk menjamin dan melindungi Anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpatisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Jenis Penelitian ini adalah penelitian Sosiologis. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui perlindungan hak anak sebagai peserta didik di lingkungan sekolah dalam prespektif peraturan per Undang-Undangan dan konsep perlindungan hak anak sebagai peserta didik di dalam hal atribut dari sisi peraturan Per Undang-Undangan. Penelitian ini dilakukan langsung di salah satu sekolah yang berada di Kota Padang, Sumatera Barat, guna mendapatkan gambaran dan informasi yang lengkap dan jelas tentang masalah yang diteliti. Penelitian tersebut di lakukan di sekolah SMKN 2 Kota Padang. Guna untuk mendapatkan Infotmasi yang jelas tentang adanya anak di sekolah tersebut di suruh untuk memakai jilbab, sedangkan anak tersebut beragama Non-Muslim maka dari itu peneliti melakukan dengan mengajukan beberapa pertanyaan (wawancara). Berdasarkan dari hasil penelitian tersebut didapatkan kesimpulan bahwasannya benar adanya di panggil murid tersebut agar memakai jilbab di sekolah karena dominan di sekolah banyak nya anak yang tidak memakai jilbab. Tetapi anak tersebut tidak mau karena anak tersebut bukan kewajibannya untuk memakai jilbab di karenakan itu tidak sesuai keyakinan anak tersebut.
Co-Authors ', Cahyono ', Erdiansyah ', Erdianto ', Sapari ABDUL GHAFUR Abdul Ghafur Abdul Kapi Achmad Noerkhaerin Putra Adela Aliana Adi Syahputra Adimas Bagus Adisti, Evi Lidia Tri Aditia Herman Adlin Adlin Afifah, Febriana Afriani Rebecka Falipi Ahmad Fauzi Akmal, Zainul Alex Firdaus Simaremare Alfarizi Alfarizi Andrikasmi, Sukamarriko Andrio Chris Waldi Pasaribu Andro Prayogi Naradipa, Andro Prayogi Anita Rahmayuni Arfendi, Jefri Aryanto, Fickry Aryon Andria Adiyatma Atika Ulfa Putri Aulia Maharani Bagus, Adimas Basar, Khoirul Binsar Bersahabat Hutasoit DANIEL S NABABAN David Hidayat Davit Rahmadan Dedek Putra Dedi Sahputra Demi Manurung Dendy Zufriandi Dessy Artina Destanesia, Annisa DESTI SYAF PUTRI Dewita, Tamara Rezki Diah Achriati Aulia Dian Lioni Putri Dian Rahma Yunelfi Dicky Wahyudi Diennissa Putriyanda, Diennissa Dodi Haryono Dolla Feradila Dwiki, Prio Elmayanti, Elmayanti Elvalina, Dedis Emil Yadev Endang Selawati Erdiansyah ' Erdianto ' Erdianto Effendi Erdimanda, Imelia Eric Ardiansyah Pery Evi Deliana HZ Fahrur Rozi Fajar Yuda Utomo Fajri Yandi Faldi Ahmad Jurio Fandi Ahmad Fanita Aditia Faradila, Mutia Farhan, M Farhans Darenra Fattimi Beethoveni Sikumbang Fauziah Nelfi Oktaveni Febby Rahmad Reha, Febby Rahmad Ferawati Ferawati Ferawati Ferawati Ferdinan P L Tobing Ferdy Aryona Putra Fhirman Sinaga Firdaus Firdaus Firdaus Firdaus Fitiansyah, Aidil Fitri S, Rahmi Pramulia Fitri, Rahmatul Fitria, Sindy Fitriansyah, Aidil Gabby Vionalisyah Gusliana HB Gustian Maulana Habibie, Dedi Kusuma Hafis Hafis Haiqal, Muhammad Rafi Hakiki, Muhamad Haiqal Hakim, Fadwa Hanny Friska Salsabilla Hayatul Ismi Hengki Firmanda HIDAYATUL QONITA NAFRIAL Idris Frenagen Ikhsan kurniawan Ilham Dwi Mirza Ilham Rizki Pratama Ilham Suriadil Iman Harrio Putmana Imdat mustagfirin Indah Aidina Prihadi INDAH RAHMASARI Indriani, Nuri intan permata sari Iqbal, M. Satria Arde Irfan Afandi Irni Susanti Irvani Nadya, Irvani Irwansyah Eka Putra Irza Legista Isfan Santia Budi Islami, Muhammad Izzul Jahwara, Ibnu Habib Jessy Rhoudatul Aulia Joko ' Julranda, Rizky Junaidi ' Junaidi Junaidi Junaidi Junaidi Junita Yunara Kalista, Dede Putra Kamilia Amirah Karina, Gerith Khansen Pranata Wirantober Khofifah Hasanah Pane Kukuh Saputro Jati Kurnia, Deby Laksono Trisnantoro Ledy Diana Lili Rahayu Lilik Suherman Limonang, Limonang Liza Afriani Luh Putu Ratna Sundari M Syarif Hidayatullah M. Farhan Rynaldi M. Hafiz Asyari M. Haikal Rahman M. Zulfahmi Manik, Damianus Sihol Marito Mardalena Hanifah Mardhatillah, Wulan Mardiansyah Saputra Maria Maya Lestari Martha Purba Marzuk, Farid Arista Mauren Kinanti, Denisha Maxasai Indra Maya Lorenza Melannia Melannia Merina Nurmiati Mexsasai Indra Milenia, Cantika Ayu Mubarak Mubarak Mudinillah, Adam Muhammad A Rauf Muhammad A. Rauf Muhammad Arba’in Muhammad Arif Muhammad Aziz Fikri Muhammad Khairul Muhammad Rafi Akbar Muhammad Rizal Veto Muhammad Zulhidayat Mujahida, Nissa Mukhlis Mukhlis Mukhlis R Musliadi, Ricki Mustafa Kamal Mutia Fadhillah Hendri, Mutia Fadhillah Muzzani ' Nabella Puspa Rani Nadhirah Putri Nadia Dwi Anjulina Nadia Junesti Namira Delima Naomi Christin Nasution, Hary Doly Neni Hermita Nico Alpino Siregar Nidya, Dea Novia Fatriyani Novia Tesa Nurainun ' Nurhakim, Yori Imam Nurhasidah Nurhasidah Octavianti, Bella Ocy Ananda Erica Oktavia, Ika Fransiska P, Purnama Sari Permadi, Eko Prihadi, Indah Aidina Puspa Valentin Putri Lestari, Putri Putri Nur Arafah Putri, Clara Izati Putri, Fajria Indah Putri, Mike Dwi PutriAna Patmala Lubis Rahmah Nur Hasanah Rahman Mulya Rahmania, Yusi Rahmawita Asari RAJA ADIL SIREGAR Ramadan, Rahmad Ramayana Ramayana Randi Saputra Rauf, Muhammad A Rauf, Muhammad A. RAUF, MUHAMMAD AMIN Reni Lestari Ricky Musliadi Rika Lestari Rini, Devi Seftia Riska Fitriani Rita Wati Rita Wati, Rita Rotua lilis S, Farezza Alfashih Safutri, Siti Oktav Yanka Sagala, Andi Sahara, Iman Fadilah Erian Sania, Ayu Sarah Dian Marsa Sartika, Yulia Separen, Separen Sheyka Tsana’a Allifa Silvi Isnendina Simanjuntak, Eben Haizer Simorangkir, Landra Julianto Siregar, Fitri Oktarina Siregar, Nurasiah Siti Nurrahmah Sitio, Goltiar Situngkir, Robin Fernando Sr i Se l v i a Sri Indrayani Sri Rahma Yanti Sudarso, yos Sufni, Novalia Syahid, Abdillah Syahputra, Julpan Syaifullah Yophi Ardiyanto Syamsiar, Syamsiar Tamara Aryani Siregar Tedy Desprianda Tegar Firmandani Tri Meri Handayani Tri Novita Sari Manihuruk Trie Sundari Try Fauzan Permana Tumorang, Ria Cici Ulfia Hasanah Venny Humairah Vera Magdalena Siahaan Vionita, Dita Widia Edorita Wijaya, Tommy Tanu wisman, Zul Yani Ochtavia Yolanda Melisa Yolanda Rizky Rinaldi Yudith Muhammad Yunelfi, Dian Rahma Zahra, Tasya Alfiya Zainul Akmal Zufriandi, Dendy Zul wisman Zulfahmi ' Zulfikar Jayakusuma Zulhidayat, Muhammad Zulwisman, Zulwisman