Claim Missing Document
Check
Articles

SOSIALISASI PENGOLAHAN SAMPAH REPLACE SEBAGAI IMPLEMENTASI MATA KULIAH PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP PADA ANAK-ANAK DI SEKITAR KAMPUS UNMUH BABEL serip, Amanda Aulia Rachman; Dian Lestari; Pipin Palinda; Lailatul Karomah; Fitri Yani; Novi Rustiana Dewi
AbdiMuh : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): AbdiMuh
Publisher : Unmuh Babel Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35438/abdimuh.v6i1.243

Abstract

Waste problems and a lack of environmental awareness are crucial issues in the community, including those around campus. This study aims to promote the concept of "replace" (replacing single-use items with environmentally friendly alternatives) as part of the Environmental Education course for children around the UNMUH Babel campus. The research is motivated by the importance of instilling awareness and behavior in waste management from an early age in the younger generation. The community service method used is a participatory and educational approach, involving interactive lectures, audiovisual media, educational games, and hands-on practice in waste sorting. This activity targets elementary school-aged children in the campus environment. The results of the socialization show an increase in children's knowledge about the concept of "replace" and the importance of waste management. A post-activity evaluation showed that approximately 78% of participants were able to understand the concept of "replace," and 65% began to demonstrate positive behavioral changes such as bringing their own water bottles and sorting waste. However, challenges such as limited facilities and lack of family support remain obstacles. This study concludes that the socialization of the "replace" concept is effective in increasing children's environmental awareness and is a concrete implementation of the Environmental Education course.
PEMANFAATAN MEDIA VISUAL DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK DI SEKOLAH DASAR Imeldasari Imeldasari; Tri Utami Salentina; Fitri Yani
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 3 No 6 (2025): Desember
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v3i6.1573

Abstract

The purpose of this study is to describe the benefits of visual aids to strengthen students' enthusiasm for learning. This study applies a qualitative approach through direct observation and interviews involving one of the educators and third-grade III of elementary school students. Based on the results of the study, it is known that visual media plays a role in increasing students' attention during learning sessions, increasing active involvement during indoor learning activities using visual media, greatly supporting students in mastering the material, being more focused and enthusiastic during learning. The use of visual media has shown effectiveness in building an attractive, communicative, and enjoyable learning environment so that it has an effect on increasing students' learning motivation.
Kelayakan Buku Saku IPA untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains di Sekolah Dasar Fitri Yani; Nuri Ramadhan; Mustafa Habib
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 5 No 2 (2021): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v5i2.2579

Abstract

Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan (Research and Development) dengan metode ADDIE, yang bertujuan untuk mengetahui kelayakan Buku Saku IPA yang dikembangkan. Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah dengan tehnik deskriftif kualitatif yang diungkapkan dalam distribusi skor dan kategori skala penilaian. Subjek pada penelitian ini adalah validator ahli, kemudian guru dan siswa kelas IV di SD Annysa Tanjung Gusta, dimana jumlah siswa kelas IV adalah 31 orang. Penelitian pengembangan ini menghasilkan produk yang memenuhi syarat kelayakan. Validasi yang dilakukan pada pertemuan pertama (P1) mencapai angka 58,82% yang artinya buku saku sudah dikatakan cukup valid dan cukup layak digunakan, tetapi masih ada revisi yang harus diperbaiki. Sehingga pada pertemuan yang kedua (P2) mencapai angka 87,05% yang artinya buku saku sudah dikatakan valid dan layak digunakan. Begitu juga dengan penilaian lembar angket respon siswa dengan skor rata-rata persentasi mencapai 77% dengan kategori valid atau layak digunakan untuk siswa kelas IV. Sehingga dari uji kelayakan Buku Saku dinyatakan media yang dikembangkan sudah layak digunakan oleh siswa kelas IV SD Annysa Tanjung Gusta untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa
Media Pembelajaran di Sekolah Dasar Berbasis Kearifan Lokal Hutan Mangrove Wiwik Lestari; Vivi Uvaira Hasibuan; Stelly Martha Lova; Fitri Yani
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 5 No 2 (2021): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v5i2.2580

Abstract

Pendidikan berbasis kearifan lokal merupakan aktualisasi pembelajaran yang berorientasi pada penanaman nilai-nilai budaya dan kebiasaan masyarakat setempat. Dalam hal ini pendekatan etnopedagogi di sekolah dasar perlu diimplementasikan dengan strategi maupun media pembelajaran inovatif yang mampu menarik perhatian siswa untuk memahami dan mengaplikasikan kearifan lokal hutan mangrove di Paluh Merbau. Penelitian ini menggunakan mixed methods dengan strategi triangulasi konkuren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etnopedagogi sebagai pendekatan pembelajaran yang diimplementasikan melalui kegiatan pembelajaran yang menyajikan media berbasis kearifan lokal lebih efektif. Dalam penggunaan media berbasis keunggulan lokal hutan mangrove dalam proses pembelajaran diiringi dengan berbagai aktivitas bermain, sehingga menciptakan pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAIKEM). Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan etnopedagogi berhasil diterapkan pada pembelajaran di sekolah dasar jika pelaksanaannya disajikan dengan kegiatan pembelajaran inovatif seperti media belajar pendukung berbasis kearifan lokal.
Sistem Pengelolaan Obat Expired Date Di Puskesmas Muara Satu Kota Lhokseumawe Zuhra Baitina; Meutia Zuhra; Fitri Yani
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 10 No. 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54460/jifa.v10i2.209

Abstract

Pengelolaan obat kedaluwarsa (expired date) di fasilitas kesehatan merupakan langkah penting untuk menjaga mutu pelayanan, keselamatan pasien, dan efisiensi penggunaan anggaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pengelolaan obat expired date di Puskesmas Muara Satu Kota Lhokseumawe. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara terpimpin terhadap apoteker penanggung jawab sebagai narasumber (2 orang) serta studi dokumentasi terkait proses pengelolaan obat kedaluwarsa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan obat expired date di Puskesmas Muara Satu meliputi pemisahan obat dari stok layak pakai dengan sistem label warna (merah untuk <6 bulan, kuning untuk 1 tahun, hijau untuk >1 tahun), pencatatan detail (nama, jumlah, nomor batch, tanggal expired date, harga), penyimpanan di ruang/box karantina, pelaporan ke Dinas Kesehatan, dan pemusnahan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Kementerian Kesehatan. Proses pemantauan dilakukan rutin melalui stok opname bulanan sehingga mencegah penggunaan obat kedaluwarsa pada pasien. Sistem ini telah berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, namun diperlukan peningkatan melalui penerapan sistem informasi stok berbasis digital dan metode First Expired, First Out (FEFO) untuk meminimalkan risiko penumpukan obat expired date.
Peranan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yayasan Potensi Utama Nusantara Keadilan Terhadap Pengungkapan Kasus Tindak Pidana Cabul Anak Fitri Yani; Muhammad Fauzi
Lex Justitia Vol 4 No 1 (2022): LEX JUSTITIA VOL. 4 NO.1 JANUARI 2022
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/lj.4.1.2022.82-103

Abstract

Sejarah berdirinya Lembaga Bantuan Hukum selanjutnya disingkat LBH PUKNI Binjai tidak lepas dari sejarah berdirinya Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia selanjutnya disingkat YLBHI yang berkantor pusat di Jakarta. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia didirikan pada tanggal 26 Oktober 1970 atas inisiatif Dr.Adnan Buyung Nasution, S.H., yang didukung penuh oleh Ali Sadikin sebagai Gubernur Jakarta saat itu. Pendirian LBH di Jakarta diikuti dengan pendirian kantor-kantor cabang LBH di daerah seperti Banda Aceh, Medan, Palembang, Padang, Bandar Lampung, Bandung, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Bali, Makassar, Manado, Papua dan Pekanbaru. Saat ini YLBHI memiliki 15 kantor cabang LBH di 15 provinsi, dan 10 pos LBH di 10 Kabupaten. Hukum Acara Pidana dan Hukum Perlindungan Anak memaparkan mengenai kejahatan seksual terhadap anak dan perempuan, Perbuatan cabul, persetubuhan terhadap anak termasuk dalam kategori graviora delicta atau kejahatan paling serius. Kemudian dampak yang ditimbulkan akibat kejahatan seksual, perbuatan cabul, persetubuhan terhadap anak sangatlah beragam dimulai dari dampak psikologis yakni trauma, dampak fisik seperti tertular penyakit, dampak cedera tubuh yang mana terdapat kerusakan organ internal, serta dampak sosial seperti dikucilkan dalam lingkungan sekitar bahkan hal ini pun berpotensi merusak masa depan korban. Kejahatan tersebut sangat jahat dan tercela, dan sangat dikutuk oleh masyarakat (people condemnation) baik nasional maupun internasional.
ALTERNATIF SANKSI PSIKOLOGIS TERHADAP PELAKU KEJAHATAN DALAM HUKUM PIDANA DI INDONESIA Fitri Yani; Tonna Balya
Lex Justitia Vol 3 No 2 (2021): LEX JUSTITIA VOL. 3 NO.2 JULI 2021
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/lj.3.2.2021.115-125

Abstract

Hukuman yang di terapkan bagi narapidana berdasarkan putusan pengadilan umumnya tidak diluar konteks perundang-undangan yakni pidana penjara, kurungan, denda, penjara seumur hidup dan bahkan pidana mati. Ini lah bentuk hukuman yang diterapkan pada narapidana dimanapun asal daerahnya. Narapidana dan narapidana anak berbeda saksi hukumannya tergantung kepada tingkat kejahatan yang dilakukannya. Namun dengan penjatuhan sanksi sesuai dengan undang-undang dan KUHP tidak memberikan efek jera/ detern effect pada pelaku, justru malah meningkatnya kejahatan dan jumlah narapidana dalam lembaga pemasyarakatan. Untuk itulah judul alternative sanksi psikologis dalam hukum pidana di Indonesia ini dianalisis. Metode penelitian ini menggunakan kajian yuridis normative dengan data kualitatif mengunakan data primer dan data sekunder.Masyarakat dalam kehidupan sosial perlu kontrol untuk mengatur berbagai tingkah laku atau tingkah laku anggota kelompok sosial, Artinya tingkah laku manusia haruslah dibatasi oleh aturan sehingga manusia dapat mengetahui apa yang harus dilakukan dan tindakan yang tidak boleh dilakukan. peraturan yang berlaku dan mengikat tersebut di harapkan menciptakan sistem hukum yang aturan mainnya secara formal dirumuskan dengan sanksi yang dapat memberikan perubahan kepada prilaku individu kearah yang lebih baik lagi. Karena peraturan bertujuan untuk melibatkan, mendidik, dan bahkan memaksa warga negara untuk mematuhi peraturan yang ada dan berlaku tersebut. Sanksi yang dijadikan sebagai sarana penegakan hukum pidana dalam fakta hukumnya tidak dapat memberikan dampak yang berarti untuk perubahanperilaku narapidana atau terpidana maka diharapkan dengan melalui alternative sanksi tindakan psikologis dapat merubah perilaku narapidana kearah lebih baik dengan tindakan yang mengajarkan pada kegiatan konseling, agama, etika berdasarkan nilai-nilai agama dan pancasila. Begitupula adanya dengan sistem pemidanaan yang berlaku yang memberikan sanksi tindakan atau hukuman bagi pelaku kejahatan pidana tindakan psikologis untuk menjaga tingkah laku agar sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat.
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK KORBAN TINDAK PIDANA KESUSILAAN MENURUT UU PERLINDUNGAN ANAK Fitri Yani; Ibnu Madjah; Azan Nurohim
Lex Justitia Vol 3 No 2 (2021): LEX JUSTITIA VOL. 3 NO.2 JULI 2021
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/lj.3.2.2021.164-177

Abstract

Perlindungan hukum terhadap anak khususnya yang menjadi korban tindak pidana jarang sekali terwujud dan terealisasi kepada korban, karena di beberapa putusan pengadilan hakim tidak mencantumkan dengan tegas mengenai bentuk perlindungan hukum kepada anak korban tindak pidana. kalaupun hakim memutuskan didalam putusannya harus adanya konpensasi yang di berikan kepada anak korban, akan tetapi hal ini tidak terealisasikan di karenakan tidak adanya pantauan setelah putusan, akhirnya konpensasi tidak pernah dirasakan oleh anak korban tindak pidana kesusilaan. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normative. Dan rumusan masalahnya bagaimana pengaturan hukum Tindak Pidana Kesusilaan di Indonesia, dan bagaimana perlindungan hukum terhadap anak korban tindak pidana kesusilaan menurut UU perlindungan anak. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa pengaturan hukum tindak pidana kesusilaan diatur pada BAB XIV KUHP yang terdiri dari pasal 281, 303, 283, 291, 298. Sedangkan UU No. 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak itu diatur dalam pasal 59 ayat 2, pasal 59 A, pasal 59 ayat 2 huruf b. artinya UU melindungi dan memberi fasilitas dan sarana guna pemulihan kondisi anak korban tindak pidana kesusilaan ini berupa beberapa sarana dan fasilitas serta konpensasi/bantuan bagi anak korban.
PERANAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP PERKEMBANGAN HUKUM DI INDONESIA Fitri Yani; Erni Darmayanti
Lex Justitia Vol 3 No 1 (2021): LEX JUSTITIA VOL. 3 NO.1 JANUARI 2021
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/lj.3.1.2021.36-51

Abstract

Perkembangan dunia teknologi informasi dan telekomunikasi menyebabkan dunia menjadi tanpa batas baik mengenai informasi-informasi yang berkaitan dengan segi kehidupan social, politik, ekonomi, pertahanan dan keamanan dan banyak lagi. Hal ini terjadi menggelobal di seluruh belahan dunia manapun dan dinegara manapun seperti tanpa batas berkembangnya dan terampaikannya berbagai informasi dikarenakan pengaruh globalisasi informasi ini. Perkembangan dunia teknologi yang semakin berkembang berakibat kepada hubungan hukum di tengah-tengah masyarakat yang menimbulkan berbagai kejahatan dan kegiatan hukum lainnya yang belum ada pengaturannya dikarenakan modus yang digunakan adalah modus-modus baru kejahatan dalam dunia hukum. atas hubungan hukum tersebut dunia teknologi atau cybermaya sangat rentan terhadap penyalahgunaan hukum dengan lahirnya kejahatan-kejahatan baru maka diperlukan juga pengaturan baru yang mengaturnya atau dikenal dengan istilah politik hukum.
PERAN OTORITAS JASA KEUANGAN DALAM PERLINDUNGAN KONSUMEN PENGGUNA DOMPET ELEKTRONIK Fitri Yani; Muhammad Yudha Dwi Yanto
Lex Justitia Vol 2 No 2 (2020): LEX JUSTITIA VOL. 2 NO.2 JULI 2020
Publisher : LPPM Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/lj.2.2.2020.112-120

Abstract

Penelitian menekankan tentang keabsahan uang elektronik atau dompet digital dalam sistem pembayaran Indonesia serta apaya otoritas jasa keuangan dalam memberikan perlindungan hukum serta mengawasi berjalannya sistem pembayaran non tunai menggunakan uang elektronik di Indonesia menjadi suatu keharusan sepanjang perkembangan teknologi sistem pembayaran. Uang elektronik adalah suatu sistem pembayaran nontunai dengan cara metode yang baru maka banyak dari orang orang yang belum mengetahui tentang uang elektronik/dompet elektronik sebagai alat pembayaran yang baru untuk melakukan transaksi dalam proses jual beli dan tentunya mempertanyakan keabsahannyadan kekuatan hukumnya sebagai alat pembayaran yang diakui dan sah secara hukum untuk dipergunakan di Indonesia. Alat pembayaran nontunai berupa uang elektronik adalah alat pembayaran yang sah menurut hukum, terbukti telah adanya peraturan-peraturan yang mengatur tentang uang elektronik diantaranya Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/12/PBI/2009 Tentang Uang Elektronik dan diperkuat lagi dengan Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 16/11/DKSP tahun 20014 Tentang Penyelenggaraan Uang elektronik.Terkait dengan uang elektronik yang merupakan alat pembayaran baru dan berbeda dengan alat pembayaran non tunai lainnya maka perlu adanya suatu pengawasan serta perlindungan hukum yang diberikan kepada pengguna uang elektronik untuk menjamin keamanan serta kenyamanan pengguna uang elektronik dalam melakukan transaksi dalam kehidupan sehari maka dari dalam hal otoritas jasa keuangan (OJK) dalam memberikan perlidunngan data dan hukum pengguna uang elektronik/dompet elektronik.