Claim Missing Document
Check
Articles

Nilai Karakter Pada Gerak Tari Melinting Sebagai Penguatan Profil Pelajar Pancasila aline rizky oktaviari satrianingsih; Mega Cantik Putri Aditya; Regaria Tindarika; Imma Fretisari
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.13573

Abstract

Pendidikan karakter pada peserta didik saat ini menjadi salah satu tujuan penting dalam keberhasilan proses pembelajaran di sekolah. Pembelajaran tari nusantara di Indonesia mengandung nilai dan norma dalam berperilaku yang relevan dengan kurikulum. Sehingga pemberian materi pembelajaran yang berasal dari seni budaya nusantara dapat menjadi salah satu sarana menguatkan nilai pendidikan karakter peserta didik. Tari Melinting merupakan salah satu tari tradisional yang berasal dari Provinsi Lampung, sehingga dapat termasuk dalam materi tari daerah setempat atau tari nusantara jika dipelajari di luar Provinsi Lampung. Tari Melinting dapat menjadi salah satu variasi tarian sebagai sarana menstimulus karakter siswa untuk menghormati dan menjunjung tinggi perilaku dalam bersikap. Berdasarkan bentuk penyajiannya, Tari Melinting disajikan secara berkelompok yang terdiri dari beberapa penari wanita dan penari laki-laki. Berdasarkan dari analisis struktur tekstual gerak Tari Melinting dapat disimpulkan bahwa gerak Tari Melinting memiliki makna yang relevan dengan profil  pelajar Pancasila kurikulum merdeka yaitu beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia, Berkebhinekaan Global, Bergotong Royong, Kreatif, Bernalar Kritis, dan Mandiri. Berdasarkan hasil penelitian ini gerak Tari Melinting yang mengandung nilai profil pelajar Pancasila adalah Balik Palau, Sukhung Sekapan, Babar Kipas, Salaman, Nginyau Bias, Kenui Melayang, dan Jong Sumbah.
Aplikasi NL: Solusi Peningkatan Penguasaan Materi Bagi Mahasiswa Dalam Perkuliahan Notasi Tari di Era Digital Imma Fretisari; Agus Cahyono; Trianti Nugraheni; Hartono Hartono
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penulisan artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil penelitian mengenai analisis kesulitasn belajar mahasiswa terhadap mata kulah notasi tari, dan solusi nya untuk meningkatkan penguasaan materi perkuliahan notasi tari. Metode penelitian yang digunakan yaitu survey kepada 20 orang mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Tari dan Musik Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Uiversitas Tanjungpura .Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data yang telah dilakukan disimpulkan bahwa terdapat faktor kesulitan belajar mahasiswa dalam menguasai materi perkuliahan notasi tari, salahsatunya penggunaan media yang dapat mempermudah dalam menganalisis gerak tari. Berdasarkan kesulitan tersebut aplikasi NL menjadi salah satu solusi untuk menguasai materi notasi tari. Penggunaan aplikasi yang dielaborasi dengan pembelajaran secara kontekstual dapat membuat pembelajaran notasi menjadi lebih menyenangkan dan tidak terlihat atau terkesan kaku sehingga sulit untuk dipahami. Satu di antara tawaran pembelajaran yang telah dilakukan yaitu menggunakan pembelajaran koncekstual (Contextual Teaching and Learning). Jika pembelajaran terasa menyenangkan maka akan terjadi perbandingan lurus yaitu minat, motivasi dan keseriusan dalam menerima materi ajar akan ada dalam diri mahasiswa.
Discipline-Based Art Education in Labanotation Course as a Strategy to Create Graduate Profiles Imma Fretisari; Agus Cahyono; Hartono Hartono; Trianti Nugraheni
International Conference on Science, Education, and Technology Vol. 8 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. The writing of this article aims to describe the results of the analysis of the application of Discipline-Based Art Education (DBAE) in the learning outcomes of the Labanotation course as part of the strategy to create a profile of graduates who have competence in dance and or dance education. The learning achievement of Labanotation is not only as a dance handicapping system, but also can hone analytical skills in dance movements. The research method used is qualitative with a descriptive analysis approach. Based on the results of data processing and analysis that has been carried out, it is concluded that through the DBAE approach the implementation of the Labanotation Course is held with the aim of equipping/preparing students, so that students have skills and insight in writing and reading Labanotation, analyzing dance movements in order to understand the form and shape of dance techniques in dissecting and compiling them. This analytical ability is also needed by students in processing teaching materials and compiling learning methodologies. So it is hoped that by studying Labanotation, students when they graduate will be ready to have qualified competencies in the fields of research, education, and entrepreneurship in accordance with the predetermined graduate profile.
Pelatihan Penciptaan Tari Anak Bagi Guru Seni Budaya SD Dan SMP di Kabupaten Kayong Utara Dwi Oktariani; Ismunandar Ismunandar; Regaria Tindarika; Mega Cantik Putri Aditya; Aline Rizky Oktaviari; Imma Fretisari; Imam Ghozali; Nurmila Sari Djau; Yudhistira Oscar Olendo; Zakarias Aria Widyatama P; Asfar Munir; Christianly Y; Egi Putri Grandena; Mastri Dihita Sagala; Deplo Supoyo
Wahana Dedikasi: Jurnal PkM Ilmu Kependidikan Vol. 6 No. 2 (2023): Wahana Dedikasi : Jurnal PkM Ilmu Kependidikan
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/dedikasi.v6i2.13576

Abstract

Pelatihan penciptaan tari anak bagi guru seni budaya SD dan SMP di Kabupaten Kayong Utara menjadi hal yang penting mengingat kurangnya pelatihan penciptaan tari anak khususnya dalam pembelajaran seni budaya. Tari anak menjadi hal yang sangat penting untuk dikuasai oleh para guru seni budaya, karena mengingat sifat dan kemampuan anak dalam bergerak akan memiliki perbedaan dikarenakan perkembangan kemampuan motorik kasar dan halusnya. Metode pelaksanaan PKM memiliki tahapan-tahapan yaitu persiapan dengan berkoordinasi dengan mitra, tahap pelaksanaan menyampaikan materi tari anak, tahap mempraktikan tari anak, dan tahap pendemonstrasian peserta akan hasil ciptaan tarinya. . Hasil yang diperoleh dalam PKM ini yaitu peserta memiliki kemampuan dalam menciptakan tari anak. Meningkatkan wawasan peserta didik mengenai elemen-elemen komposisi taru, tahap eksplorasi,improvisasi, evaluasi gerak hingga menjadikan 1 karya tari yang utuh guna dijadikan referensi menari kedepannya. Pelatihan penciptaan tari anak bagi guru SD dan SMP di Kayong Utara sebagai program Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tanjungpura membuahkan hasil kerjasama antar pelaksana dan mitra.
BENTUK PENYAJIAN TARI JEPIN LANGKAH BUJUR SERONG DI KOTA PONTIANAK KALIMANTAN BARAT Lissa Maharani; Imma Fretisari; Regaria Tindarika
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK) Vol 10, No 6 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jppk.v10i6.47039

Abstract

AbstractThis study aims to describe the presentation form of the Jepin Langkah Bujur Serong dance of Pontianak, West Kalimantan, as well as to complete the research data. The focused problem is related to the elements of presentation form of the dance. Qualitative descriptive method was applied in the study, with qualitative form and the use of choreography approach. The data was collected by observation, interview and documentation of the Jepin Langkah Bujur Serong as an entertainment dance. The dance is performed by 4 to 10 dancers of both men and women. It has 3 variation of movement: the beginning, the middle and the end, which are known as ragam 1, ragam 2 and ragam 3. Tahto movement is used in every change of the ragam. The floor patterns of the dance can also be adjusted creatively. Musical instruments played to perform the dance are selodang, gambus, beruas, accordion and violin. Realist makeup and the Malay’s traditional clothes of Pontianak are used in performing this dance.Keyword: Form of presentation of the Jepin Langkah Bujur Serong dance
EKSISTENSI TARI RADDAT KOKO DI DESA SEKUDUK KECAMATAN SEJANGKUNG KABUPATEN SAMBAS Alfiya Nur Wisthania; Ismunandar Ismunandar; Imma Fretisari
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK) Vol 9, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.96 KB) | DOI: 10.26418/jppk.v9i1.38857

Abstract

AbstractThis study aims to describe the Existence of Raddat Koko Dance. The problem of this research is related to the development of Raddat Koko Dance from the ginning of it creation until now it can survive today and describes the factors that influence the development of Raddat Koko Dance. Descriptive method with qualitative research form and using historical approach by carrying out several steps, namely heuristics, linkages, interpretation, and historiography. Sources of data obtained by observation, interviews, and documentation. The data validity testing technique uses extension of observation, source triangulation and techniques. Raddat Koko Dance is a traditional dance originating from the Sekuduk Village of Sambas Regency. At first this dance was used to trick the Dutch invaders, so that peple who were practicing the martal arts movements were not suspected. From 1928 to 2019 the exixtence of Raddat Koko Dance still existed among the people. Usually this dance is welcoming ceremony, wedding, and Independence day celebrations. Keywords: The existence, Raddat Koko Dance
STRUKTUR PENYAJIAN TARI LANGKAH 12 DI DESA BALAI SEBUT KECAMATAN JANGKANG KABUPATEN SANGGAU Tita Oktaviani; Imma Fretisari; Chiristianly Yeri Silaban
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK) Vol 9, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.094 KB) | DOI: 10.26418/jppk.v9i1.38518

Abstract

AbstractThe research problem is related to the Tari Langkah 12 Presentation Strcture in Balai Sebut kecamatan Jangkang Kabupaten Sanggau. This study aims to describe the structure of the presentation of  Tari Langkah 12 in Balai Sebut Kecamatan Jangkang Kabupaten Sanggau. The method used is descriptive method with a qualitative form and choreograpic approach. The data of this research is to find out the overall structre of  Tari Langkah 12 from the composision of a presentation. Data collection techniques are triangulation, observation, interview, and documentation to the speakers Sdarmodjo, Mustafa Tomik and Abang Sahl Nizam. Data analysis techniqes include data redction, data presentation and verification. Based on the results of the study concluded with that Tari Langkah 12 is expected to appear in the 1940s. Motion is divided into three namely there are initial movements, middle movements (contests) and closing motion and connecting monition. Three are supporting elements of dance, namely clothing,cosmetology, music The results of the study can be a material for teachers to handle or teaching matetials in schools in learning Cultural Arts.    Keywords: Presentation Structure, Tari Langkah 12
Sosialisasi Penilaian Portofolio Seni Untuk SNPMB Bagi SMA Sederajat di Kabupaten Mempawah Oktariani, Dwi; Ismunandar, Ismunandar; Tindarika, Regaria; Aditya, Mega Cantik Putri; Oktaviari, Aline Rizky; Fretisari, Imma
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 5 (2024): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i5.1692

Abstract

Siswa-siswi SMA sederajat yang ingin melanjutkan ke PTN dengan tes portofolio pada program studi kesenian adalah sasaran dari program sosialisasi. Kegiatan ini dilaksanakan di Kabupaten Mempawah dengan peserta para guru seni budaya tingkat SMA dan para siswa. Kegiatan ini bertujuan agar memudahkan para siswa dan guru dalam memahami perubahan kebijakan tata aturan masuk Perguruan Tinggi dengan sistem portofolio untuk proses seleksi masuk ke Perguruan Tinggi. Hasil kegiatan ini yaitu peserta kegiatan yang kemudian dapat menjadi fasilitator bagi siswa di SMA yang membutuhkan informasi mengenai sistem portofolio yang menjadi aturan baru untuk proses seleksi masuk ke Prodi Pendidikan Seni. Pelatihan ini sebagai hasil Kerjasama antara pelaksana dan mitra program Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tanjungpura. Usai Sosialisasi adaptasi perubahan kebijakan tata aturan masuk Perguruan Tinggi dengan sistem portofolio ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi peserta kegiatan yang kemudian dapat menjadi fasilitator bagi siswa di SMA tersebut yang membuthkan informasi mengenai sistem portofolio yang menjadi aturan baru untuk proses seleksi masuk ke Prodi Pendidikan Seni. Selain itu, publikasi hasil PKM merupakan langkah awal agar PKM tersebut dapat berkontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kualitas sumber daya manusia bangsa.
Edukasi Gerak dan Lagu Tradisional sebagai Media Promosi Sport Tourism Ramah Anak di Kawasan Wisata Alam Destiana, Evie; Fretisari, Imma; Hapidzin, Rivaldi Indra; Lindiana, Deti
Jurnal Pengabdian Keolahragaan dan Sains Vol 1 No 1 (2025): JURNAL PENGABDIAN KEOLAHRGAAN DAN SAINS
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of this program is to raise cultural awareness, foster children’s involvement in the preservation of traditional arts, and encourage active community participation in the development of child-friendly sport tourism. The program integrates educational approaches, performing arts, and nature-based tourism activities to create an interactive and enjoyable learning experience for children aged 6 to 12 years. The implementation methods include community needs analysis, the design of training materials for traditional movement and songs, the execution of participatory workshops in open spaces (such as child-friendly integrated public spaces and nature tourism areas), the use of digital technology (regional music applications), and evaluations based on feedback from participants and the community. The program is carried out through collaboration among lecturers, students, local government, and the community. The outcomes of the activities show increased enthusiasm, active participation, and stronger social interaction among children and the local community. The novelty of the program lies in the integration of traditional movement and songs with digital technology as an educational medium for culturally-based child tourism promotion. This community service contributes to strengthening children’s character through cultural arts, developing community-based educational tourism destinations, and preserving local culture through a participatory intergenerational approach. The program serves as a model for inclusive and sustainable cultural tourism development that can be replicated in other tourism areas across Indonesia.
Co-Authors . Aziza . HERMANSYAH . Leonaldy, . . Maryani . Rahmat . Ruslan, . . Winarti A.A. Ketut Agung Cahyawan W Aditya, Mega Cantik Putri Afsari, Regina Ripa Agus Cahyono Agus Syahrani Akmaludin, Jetor Alfiya Nur Wisthania ALINE RIZKY OKTAVIARI SATRIANINGSIH aloysius mering Anjawani, Berti Anugerah, Ridho Apong, Apong Aprisa, Maria Yesi Arry, Cornelius Asfar Muniir, Asfar Asfar Munir Asfar Munir Astianti Andika Saputri, Astianti Andika Chaidir Chaidir Chatarina Umbul Wahyuni Chiristianly Yeri Silaban Christianly Y Darmanto, Jusnarso Deplo Supoyo Dwi Oktariani Dwi Oktariani Edita, . Eri Turmudanti, Eri Evie Destiana Firdaus Firdaus Fitri Febrianti Puji Lestari, Fitri Febrianti Puji Fitri Suryandari, Fitri Grandena, Egi Putri Hapidzin, Rivaldi Indra Hartono Hartono Helmiati, Wella Hendry Jurnawan, Hendry Heni Wahyuni Henny Sanulita imam Ghazali Imam Ghozali Imam Ghozali Imas Hadfridar Esa Putri intan permata sari irena, margaretha ismu nandar Ismunandar Ismunandar . Ismunandar Ismunandar Ismunandar Ismunandar Iswara, Indri Widia Januarti, Yohana Julia Julia Kornellya, Nelly Kuantani, Irma Maira Kusumayanti, Regina Letisia, Bernike Lindiana, Deti Lissa Maharani Mantiral, Vincentia Sepriana MARIA BINTANG Mariza, . Mastri Dihita Sagala Maulina, Tri Tika Mauluddin, Anne Yurika Mega Cantik putri Aditya Melina, Trivena Mimi Tresia Netty Rusdaniah Nova, Erni Nurbaiti, . Nurfitri, Annisa Nurmila Sari Djau Oshin, Oshin Pangestu, Steven Hasan Porwini, Yefi Puja, Kristianus Rebeka, Modesta Regaria Tindarika Regaria Tindarika Regaria Tindarika Rusni, . Sastia, Elsi Satria, Bayu Siahaan, Tarida Silaban, Chiristian Silaban, Christianly Yery Sinta, Emeliana Sri Hartuti Suharnik, . Sulistio, Agus Syahrani, ,Agus Tecla, Susana Tiara Anggraini Tita Oktaviani Trianti Nugraheni Ulan, Ulan Utami, Riana Violeta, Veronica Mega Wahyuni Maria Endah Budi Wahyuni Wanda, Apriyanti Wardani, Yessica Sisilya Winda Istiandini Y, Christianly Y.B. Maryanto Yahya, Akhmed YANTO YANTO Yohanes, Beni Yovi Kristova S., Yudhistira Oscar Olendo Zakarias Aria Widyatama P