Claim Missing Document
Check
Articles

TALKING STICK MENINGKATKAN MINAT MEMPELAJARI SENI TARI DI KELAS X MIPA 2 SMAN 7 PONTIANAK irena, margaretha; Nandar, Ismu; Fretisari, Imma
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 3, No 7 (2014): Juli 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan minat siswa kelas X MIPA 2 SMAN 7 Pontianak dalam pembelajaran seni tari dengan menggunakan model pembelajaran talking stick. Metode penelitian yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis, berbentuk kualitatif. Teknik dan alat pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, angket dan studi dokumentasi. Penelitian ini dilakukan sebanyak 3 siklus dengan 3 pengembangan talking stick yang berbeda disesuaikan untuk materi praktik tari dari proses belajar gerak dasar, mengeksplorasi gerak, mengkomposisikan tarian, hingga presentasi. Setelah semua siklus dilaksanakan siswa tampak antusias dan bersemangat saat mengikuti pembelajaran. Hasil observasi awal pra siklus minat siswa sebesar 9,37% sedangkan setelah dilakukan ketiga siklus, minat siswa pada pertemuan hasil sebesar 90,63 %. Kesimpulan penelitian ini adalah minat siswa terhadap pembelajaran seni tari setelah menggunakan model pembelajaran talking stick meningkat 81,26% dari observasi awal yang dilakukan. Kata Kunci: pembelajaran  talking stick, minat siswa Abstract: The purpose of this research is to increase the interest of students in class X MIPA 2 SMAN 7 Pontianak in the art learning of dance by using a talking stick model of learning. The research methods that researchers use in this research is a descriptive analysis, form qualitative. Techniques and tools of data collection using interviews, observations, questionnaires and documentation studies. This research was conducted as many 3 cycles  as 3 development with different talking stick adapted for material dance practice of the process of learning the basic movements, exploring movement, compose dances, to the presentation. After all cycles carried students were enthusiastic and excited when the participating in learning. The results of preliminary observations pre-cycle student interest by 9.37%, while after the third cycle, and students' interest in the results meeting 90.63%. The conclusion of this research is the students' interest towards learning dance after using talking stick model of learning the increased 81.26% from the beginning perform observation. Keywords: talking stick of learning, student interest
ANALISIS HISTORIS DAN FUNGSI TARI AMBOYO PADA UPACARA NAIK DANGO Aprisa, Maria Yesi; Sanulita, Henny; Fretisari, Imma
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 3, No 7 (2014): Juli 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstark: Penelitian ini dilatarbelakangi untuk mengetahui latar belakang sejarah Tari Amboyo dimasa lampau yang menjadi suatu ciri khas tari tradisi pada suku Dayak Kanayatn Bukit. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analisis dengan bentuk kualitatif, dengan sumber data Adiran, Maniamas Miden, dan Dalena Amin yang mengetahui tentang tari Amboyo di Desa Saham. Data tersebut adalah hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pada tahun 1953 Tari Amboyo untuk pertama kali mulai ditampilkan dalam upacara Naik Dango di Desa Saham Kabupaten Landak, yang pada saat itu menjadi tuan rumah untuk menyelenggarakan upacara Naik Dango di Rumah Radakng. Tarian Amboyo merupakan bagian dari fungsi upacara keagamaan atau yang dikenal sebagai upacara adat. Sebelum masyarakat merayakan upacara Naik Dango ada proses tahapan yang harus dilaksanakan oleh masyarakat suku Dayak Kanayatn pada umumnya Amboyo adalah hasil akhir dari keseluruhan proses upacara Naik Dango, karena Tari Amboyo dipercaya masyarakat sebagai pengantar doa dan ucapan syukur masyarakat kepada Jubata.   Kata Kunci: Tari Amboyo, Naik Dango.   Abstract: The aim of this research is to known the story of Amboyo dance in the past which has been the characteristic of Dayaknese Kanayatn Bukit culture. The method that is used in this research is descriftive analysis in from qualitative, when the source of the data are coming from Adiran, Maniamas Miden, and Dalena Amin which are known fully about Amboyo dance in Saham village. Moreover, the writer used interview, observation and documentation as the technique. On 1953 Amboyo traditional dance was first swown on Naik Dango ceremony in Saham village, Landak Region which was the host of the ceremony at that time in Radakng house. Amboyo dance also becomes part of religion ritual or known as culture ritual. Before the indigenous people celebrate Naik Dango ritual, there was the process that has to be done by Dayaknese people. Amboyo is the final result from Naik Dango ritual, because Amboyo dance can be trusted by the indigenous people as opening pray and gratitude to God, known as Jubata.   Key word: Amboyo dance, Naik Dango.
FUNGSI TARI NGANTAR PANOMPO DALAM UPACARA ADAT NAIK DANGO PADA SUKU DAYAK KANAYATN Tindarika, Regaria; ., Ismunandar; Fretisari, Imma
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 4, No 3 (2015): Maret 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstark: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi tari Ngantar Panompo dalam upacara adat Naik Dango pada suku Dayak Kanayatn. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan bentuk kualitatif, dengan sumber data Agus Frengki, Saena, Laitus dan Adang yang mengetahui tentang tari Ngantar Panompo dan upacara adat Naik Dango. Data tersebut adalah hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa fungsi tari Ngantar Panompo adalah sebagai ritual terakhir atau penutup dalam upacara adat Naik Dango. Tari Ngantar Panompo adalah tari yang bersifat ritual, tujuannya untuk meringankan beban dengan memberikan Panompo atau upeti berupa hasil pertanian dan peternakan untuk tuan rumah yang mengadakan upacara.   Kata Kunci: Fungsi, Tari Ngantar Panompo, Naik Dango. Abstract: The aim of this research is to known the fungtion of Ngantar Panompo Dance in Naik Dango Traditional Ceremonies on Dayak Kanayatn. The method that is used in this research is descriftive in from qualitative, when the source of the data are coming from Agus Frengki, Saena, Laitus and Adang which are known fully about Ngantar Panompo dance in Sungai Ambawang District. Moreover, the writer used interview, observation and documentation as the technique. The result of data analysis showed that the fungtion of Ngantar Panompo dance is the last rites or closing in Naik Dango Traditional Ceremonies. Ngantar Panompo dance is a ritual dance, aims to ease the burden by giving tribute or Panompo in the form of agricultural and livestock for host the ceremony.   Key word: Fungtion, Tari Ngantar Panompo, Naik Dango.
KAJIAN NILAI SOSIAL DALAM POLA IKAT TALI TARI JEPIN GERANGKANG DI BATU LAYANG Esa Putri, Imas Hadfridar; Nandar, Ismu; Fretisari, Imma
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 3, No 11 (2014): Nopember 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menuliskan kajian nilai sosial dalam simbol pola ikat tari Jepin Gerangkang di Batu Layang kota Pontianak Kalimantan Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan bentuk kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah Pendekatan Etnokoreologi. Sumber data berbentuk tari Jepin Gerangkang di Batu Layang Kota Pontianak. Data penelitian berupa hasil dari wawancara, foto, dan video tari Jepin Gerangkang sesuai dengan masalah penelitian yang dipaparkan. Hasil dari penelitian ini adalah mengkaji nilai sosial tari Jepin Gerangkang yang terdapat pada simbol pola ikat. Contohnya 1) manusia dengan manusia diantaranya ada rasa tanggung jawab, kerja sama, kesatuan, dan kebersamaan. 2) nilai sosial manusia dengan lingkungan alam diantaranya adanya rasa kasih sayang dan tanggung jawab. Struktur penyajian gerak tari Jepin Gerangkang dibagi menjadi tiga bagian yaitu, gerak awal, gerak tengah, dan  gerak penutup.   Kata kunci : nilai sosial, simbol pola ikat, Jepin Gerangkang   Abstract :  This research’s purpose is to write down the knowledge of social value of a symbol in Jepin Gerangkang dance bonding pattern in batu layang, Pontianak city, west borneo. This research used descriptive method with qualitative form as its research method. The approach which is used is etnochoreology. The source of data is gerangkang jepin dance from batu layang in pontianak city. This research’s data consists of result of interview, pictures, and gerangkang jepin dance’s video which is appropriate according to the problems of this research. This research results a knowledge of social value of gerangkang jepin dance which is contained in bonding pattern symbol. For example 1) human with human social value have their responsibility sense, teamwork, unity, and togetherness. 2) human’s social value with natural environtment such as love and responsibility of nature. The movement structure jepin gerangkang dance divided into three phases : beginning movement, middle movement, and final movement.   Keywords : knowledge, social value, bonding pattern, Jepin Gerangkang Dance, Batu Layang
TEKNIK VOKAL DENGAN PENDEKATAN KOOPERATIF JIGSAWUNTUK MENINGKATAN MINAT DALAM BERNYANYI Aziza, .; Ghozali, Imam; Fretisari, Imma
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 3, No 12 (2014): Desember 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: TujuanpenelitianUntuk  pendeskripsian penerapan peningkatan minat siswa dalam bernyanyi menggunakanteknikvokaldenganpendekatankooperatifjigsawpadakelas VII C SMPN 1 Sungai Kunyit.Metode penelitian yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis, berbentuk kualitatif. Teknik dan alat pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, angket dan studi dokumentasi. Penelitian ini dilakukan sebanyak 2 siklus dengan bernyanyi menggunakanteknikvokaldenganpendekatankooperatifjigsaw yang disesuaikan untuk materi praktik benyanyi dari proses belajar bernyanyi, mengeksplorasi bernyanyi, mengkomposisikan bernyanyi, hingga presentasi. Setelah semua siklus dilaksanakan siswa tampak antusias dan bersemangat saat mengikuti pembelajaran. Hasil observasi siklus I minat siswa sebesar 64,59% sedangkan setelah dilakukan siklus II, minat siswa pada pertemuan hasil sebesar 82,14%. Kesimpulan penelitian ini adalah minat siswa terhadap pembelajaran seni musik setelah menggunakan teknikvokaldenganpendekatankooperatifjigsaw meningkat 17,85%dari observasi awal yang dilakukan.   Kata Kunci: minat, teknik vokal, kooperatifjigsaw   Abstract : Objective To study the description of the application of the increase in student interest in singing using vocal techniques with a jigsaw cooperative approach to class VII C SMPN1 Turmeric River . Research methods that researchers use in this study is a descriptive analysis , qualitative form . Techniques and tools of data collection using interviews , observations, questionnaires and documentation . This study was done 2 cycles with singing using vocal techniques with customized jigsaw cooperative approach to the material benyanyi practice of learning to sing , sing explore , compose singing , until the presentation . After all cycles carried students seemed enthusiastic and excited when the following study . The results of the first cycle of observation of the student's interest 64.59 % , while after the second cycle , the student's interest in the results of the meeting at 82.14 % . The conclusion of this study is the students' interest towards learning art after using the technique of vocal music with a jigsaw cooperative approach increased 17.85 % from the initial observation   Keywords : interests , vocal technique , jigsaw cooperative
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERNYANYI DENGAN PENDEKATAN TEHNIK VOKAL SMP NEGERI 1 TELUK PAKEDAI Endah Budi Wahyuni, Wahyuni Maria; Ghozali, Imam; Fretisari, Imma
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 4, No 4 (2015): April 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah pendeskripsian proses dan hasil peningkatan keterampilan bernyanyi dengan pendekatan tehnik vokal pada siswa kelas VII A SMP Negeri 1 Teluk Pakedai Kabupaten Kubu Raya.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, bentuk penelitian PTK (Penelitian Tindakan Kelas). Penelitian ini dilakukan sebanyak dua siklus dengan dua kali pertemuan, setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Indikator penilaian dalam keterampilan bernyanyi yaitu: teknik vokal, intonasi dan artikulasi. Lagu dalam pengambilan praktik vokal adalah lagu  “Bagimu Negeri”. Setelah tindakan dilakukan siklus I dan siklus II aktivitas siswa mengalami peningkatan, yaitu pada siklus I sebesar nilai rata-rata siswa 68,11 kemudian pada siklus II setelah diadakan perbaikan, maka presentasi aktivitas nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 75.75 sehingga dikategorikan baik. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa peningkatan keterampilan bernyanyi dengan pendekatan tehnik vokal dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran bernyanyi.   Kata Kunci: Keterampilan, beryanyi, teknik vokal Abstract: The purpose of this study is the description of the process and the resulting increase in singing skills to approach vocal techniques at a seventh grade students of SMP Negeri 1 Pakedai Gulf of Kubu Raya. The method used in this research is descriptive method, a form of research PTK (Classroom Action Research). This study was conducted by two cycles of the two meetings, each cycle consists of four stages: planning, action, observation, and reflection. Assessment indicators in singing skills are: vocal technique, intonation and articulation. Songs in decision vocal practice is the song "To you Affairs". Once the action is performed first cycle and second cycle students' activity has increased, ie the first cycle of the average value of 68.11 students later in the second cycle after improvement, the presentation of the activity of the average value of students increased to 75.75 so well categorized. From these results it can be concluded that increasing the skills singing with vocal techniques approach can increase the activity of students in singing. Keywords: Skills, beryanyi, vocal technique
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MELODI MENGGUNAKAN ALAT MUSIK REKORDER SOPRAN PADA SISWA KELAS VIII Rusdaniah, Netty; Ghozali, Imam; Fretisari, Imma
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 3, No 8 (2014): Agustus 2014
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Rusdania, Netty. 2014. Effectiveness of Learning Using Media Musical Melody Soprano Recorder in Class VIII A in SMP Negeri 2 Mempawah downstream.  Thesis,  Studies  Dance  and  Music  Education,  Department  of Language and Arts Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Tanjungpura Pontianak. Supervisor (I) Drs. Imam Ghozali, M. Pd and (II) Imma Fretisari M.Pd. The purpose of this  study is  to  describe the application  and  effectiveness  of melody  learning  using  soprano  recorder  musical  instruments  in  class  VIII students. This study used descriptive method with CAR (Classroom Action Research). The result of study showed there are increasing significant to learning cycles for application indicator of learning melodies using soprano recorder musical instruments to 69,3%, 74% and 76,4% in Cycle 1, 2, and 3 and for effectiveness indicator of learning melodies using soprano recorder musical instruments  to  50,7%,  61,2%  and  70,9%  in  Cycle  1,  2,  and  3.  This  study concluded that application of melody learning using soprano recorder musical instruments in class VIII students was effective.     Keywords: melody, soprano recorder.     Abstrak: Penelitian   ini    bertujuan   untuk   mendeskripsikan   penerapan    dan efektivitas pembelajaran melodi menggunakan alat musik rekorder sopran pada siswa kelas VIII. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan jenis penelitian PTK (Penelitian Tindakan Kelas). Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan yang signifikan terhadap siklus-siklus pembelajaran baik untuk indikator penerapan pembelajaran melodi menggunakan alat musik rekorder sopran, yaitu sebesar 69,3%, 74% dan 76,4% pada Siklus 1, 2 dan 3 maupun indikator efektivitas pembelajaran melodi menggunakan alat musik rekorder sopran, yaitu sebesar 50,7%, 61,2% dan 70,9% pada Siklus 1, 2 dan 3. Penelitian ini  menyimpulkan  bahwa  penerapan  pembelajaran  melodi  menggunakan  alat musik rekorder sopran pada siswa kelas VIII dinilai efektif.     Kata Kunci: melodi, rekorder sopran.
MAKNA SIMBOL TARI NIMANG PADI DALAM UPACARA ADAT NAEK DANGO MASYARAKAT DAYAK KANAYANT Imma Fretisari
RITME Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan simbol dan makna yang terdapat dalam gerak Tari Nimang Padi. Tujuanartikel ini untuk mendeskripsikan simbol-simbol dan makna gerak pada Tari `Nimang Padi pada Upacara Naek Dango. Peneliti menggunakan teori simbol, dan makna sebagai acuan. Dalam hal inimetode deskriptif analisis dengan menggunakan pendekatan etnokoreologi dan pendekatan ilmukomposisi serta antropologi. Peneliti menyimpulkan bahwa pada Tari Nimang Padi hanya beberapagerakan saja yang mengandung unsur simbol dan makna. Jika dilihat secara keseluruhan barulahtergambar makna simbolisasi yang terkandung pada gerak tersebut, yaitu simbolisasi daripenghormatan dan rasa syukur kepada Jubata dan roh para Nenek Moyang, dengan disertai adanyapersembahan yang diberikan oleh masyarakatnya.
ANALISIS KOREOGRAFI TARI PINGGAN MUALANG DI KECAMATAN BELITANG HILIR KABUPATEN SEKADAU PROVINSI KALIMANTAN BARAT imma fretisari; imam Ghazali
Journal of Dance and Dance Education Studies Vol 1, No 1 (2021): March
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (876.309 KB)

Abstract

Keberadaan seni tradisi di masyarakat memiliki ciri khas masing-masing sesuai dengan indentitas masyarakat penyangganya. Penelitian ini memiliki tujuan mendeskripsikan penyajian Tari Pinggan Mualang yang berkembang di kecamatan Belitang Hilir Sekadu Provinsi Kalimantan Barat agar terdokumentasi menjadi salah satu tari tradisi masyarakat dayak yang terdapat di Provinsi Kalimanatan Barat. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan etnokoreologi. Data disajikan secara kualitatif dengan teknik pengumpulan data menngunakan pedoman observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis gerak dilakukan dengan menggunakan notasi laban. Hasil penelitian menunjukan bahwa desain lantai terdiri dari empat arah mata angin, rias dan busana menggunakan baju kemban dengan kain tenun khas dayak. Properti tari menggunakan piring keramik putih dan mengenakan anting timah. Kedua properti tersebut berfungsi untuk menghasilkan efek bunyi ketika melakukan tarian. Musik yang digunakan sebagai pengiring adalah lagu tebah unop, yang dibawakan tanpa disertai nyanyian vokal. Instrumentasi yang digunakan adalah alat musik khas dayak mualang yaitu entebong dan tawak. Elemen-elemen pendukung dalam pertunjukan juga terdeskripsi dan teranalisis untuk melengkapi informasi bentuk sajian pertunjukan Tari Pinggan Mualang tersebut. hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan dasar bagi peneliti lain dalam mengkaji lebih lanjut terkait sajian Tari Pinggan Mualang ini. Sebagai bentuk kearifan lokal, teri ini juga dapat direkomendasikan sebagai materi ajar di sekolah guna mengenalkan dan mewariskan budaya agar terjaga dari kepunahan.
Nilai Karakter Pada Gerak Tari Melinting Sebagai Penguatan Profil Pelajar Pancasila aline rizky oktaviari satrianingsih; Mega Cantik Putri Aditya; Regaria Tindarika; Imma Fretisari
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.13573

Abstract

Pendidikan karakter pada peserta didik saat ini menjadi salah satu tujuan penting dalam keberhasilan proses pembelajaran di sekolah. Pembelajaran tari nusantara di Indonesia mengandung nilai dan norma dalam berperilaku yang relevan dengan kurikulum. Sehingga pemberian materi pembelajaran yang berasal dari seni budaya nusantara dapat menjadi salah satu sarana menguatkan nilai pendidikan karakter peserta didik. Tari Melinting merupakan salah satu tari tradisional yang berasal dari Provinsi Lampung, sehingga dapat termasuk dalam materi tari daerah setempat atau tari nusantara jika dipelajari di luar Provinsi Lampung. Tari Melinting dapat menjadi salah satu variasi tarian sebagai sarana menstimulus karakter siswa untuk menghormati dan menjunjung tinggi perilaku dalam bersikap. Berdasarkan bentuk penyajiannya, Tari Melinting disajikan secara berkelompok yang terdiri dari beberapa penari wanita dan penari laki-laki. Berdasarkan dari analisis struktur tekstual gerak Tari Melinting dapat disimpulkan bahwa gerak Tari Melinting memiliki makna yang relevan dengan profil  pelajar Pancasila kurikulum merdeka yaitu beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia, Berkebhinekaan Global, Bergotong Royong, Kreatif, Bernalar Kritis, dan Mandiri. Berdasarkan hasil penelitian ini gerak Tari Melinting yang mengandung nilai profil pelajar Pancasila adalah Balik Palau, Sukhung Sekapan, Babar Kipas, Salaman, Nginyau Bias, Kenui Melayang, dan Jong Sumbah.
Co-Authors . Aziza . HERMANSYAH . Leonaldy, . . Maryani . Rahmat . Ruslan, . . Winarti A.A. Ketut Agung Cahyawan W Aditya, Mega Cantik Putri Afsari, Regina Ripa Agus Cahyono Agus Syahrani Akmaludin, Jetor Alfiya Nur Wisthania ALINE RIZKY OKTAVIARI SATRIANINGSIH aloysius mering Anjawani, Berti Anugerah, Ridho Apong, Apong Aprisa, Maria Yesi Arry, Cornelius Asfar Muniir, Asfar Asfar Munir Asfar Munir Astianti Andika Saputri, Astianti Andika Chaidir Chaidir Chatarina Umbul Wahyuni Chiristianly Yeri Silaban Christianly Y Darmanto, Jusnarso Deplo Supoyo Dwi Oktariani Dwi Oktariani Edita, . Eri Turmudanti, Eri Evie Destiana Firdaus Firdaus Fitri Febrianti Puji Lestari, Fitri Febrianti Puji Fitri Suryandari, Fitri Grandena, Egi Putri Hapidzin, Rivaldi Indra Hartono Hartono Helmiati, Wella Hendry Jurnawan, Hendry Heni Wahyuni Henny Sanulita imam Ghazali Imam Ghozali Imam Ghozali Imas Hadfridar Esa Putri intan permata sari irena, margaretha ismu nandar Ismunandar Ismunandar . Ismunandar Ismunandar Ismunandar Ismunandar Iswara, Indri Widia Januarti, Yohana Julia Julia Kornellya, Nelly Kuantani, Irma Maira Kusumayanti, Regina Letisia, Bernike Lindiana, Deti Lissa Maharani Mantiral, Vincentia Sepriana MARIA BINTANG Mariza, . Mastri Dihita Sagala Maulina, Tri Tika Mauluddin, Anne Yurika Mega Cantik putri Aditya Melina, Trivena Mimi Tresia Netty Rusdaniah Nova, Erni Nurbaiti, . Nurfitri, Annisa Nurmila Sari Djau Oshin, Oshin Pangestu, Steven Hasan Porwini, Yefi Puja, Kristianus Rebeka, Modesta Regaria Tindarika Regaria Tindarika Regaria Tindarika Rusni, . Sastia, Elsi Satria, Bayu Siahaan, Tarida Silaban, Chiristian Silaban, Christianly Yery Sinta, Emeliana Sri Hartuti Suharnik, . Sulistio, Agus Syahrani, ,Agus Tecla, Susana Tiara Anggraini Tita Oktaviani Trianti Nugraheni Ulan, Ulan Utami, Riana Violeta, Veronica Mega Wahyuni Maria Endah Budi Wahyuni Wanda, Apriyanti Wardani, Yessica Sisilya Winda Istiandini Y, Christianly Y.B. Maryanto Yahya, Akhmed YANTO YANTO Yohanes, Beni Yovi Kristova S., Yudhistira Oscar Olendo Zakarias Aria Widyatama P