Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DENGAN PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA PRASEKOLAH DI TK ABDI SETIA BAKTI KABUPATEN BULUKUMBA Magfirah, Ilmi; Nurhidayah, Irfanita; Wahid, Ulfiani; Hamdana
Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2022): Maret: Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.21 KB) | DOI: 10.55606/jrik.v2i1.93

Abstract

Tahap perkembangan ini menunjukkan hal yang unik dan memerlukan perhatian yang khusus dari orang dewasa untuk tumbuh dan kembang. Hal itu yang memicu makin mantapnya anggapan bahwa sesungguhnya pendidikan yang dimulai setelah usia SD tidaklah benar. Pendidikan harus sudah dimulai sejak usia dini supaya tidak terlambat. Sehingga penting bagi anak untuk mendapatkan Pendidikan Anak Usia Dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan pendidikan anak usia dini dengan perkembangan kognitif anak usia prasekolah di TK Abdi Setia Bakti di Desa Taccorong Kecamatan Gantarang Kabupaten Bulukumba 2017. Penelitian ini merupakan penelitian observacional-analitik dengan pendekatan study cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan tehnik Non Probability sampling dengan Purposive Sampling. Sampel penelitian yang diambil berjumlah 38 anak sekolah di TK Abdi Setia Bakti Desa Taccorong Kecamatan Gantarang Kabupaten Bulukumba pada tanggal 19 Mei sampai 17 Juli 2017. Alat ukur yang digunakan adalah observasi. Analisa data yang digunakan dengan uji uji Chi-Square. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa persepsi responden dengan pendidikan terakhir PAUD dengan perkembangan kognitif optimal sebanyak 23 (82,14%) responden, sedangkan pendidikan terakhir PAUD dengan perkembangan kognitif tidak optimal yaitu 0 (0%) responden, dan persepsi responden dengan pendidikan terakhir tidak PAUD dengan perkembangan kognitif optimal sebanyak 5 (17,85%) responden, sedangkan pendidikan terakhir tidak PAUD dengan perkembangan kognitif tidak optimal sebanyak 10 (100%) responden. Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji statistik uji Chi-Square diperoleh nilai p < 0,001. Terdapat Hubungan Pendidikan Anak Usia Dini Dengan Perkembangan Kognitif Pada Anak Usia Prasekolah di TK Abdi Setia Bakti Desa Taccorong Kecamatan Gantarang Kab.Bulukumba dengan nilai p < 0,001.
Pengelolaan Hipertensi dan Diabetes Mellitus dalam Mencegah Stroke di Banda Aceh: Indonesia Marlina; Nurhidayah, Irfanita; Ibrahim; Fitria, Nanda
TROPHICO: Tropical Public Health J. Vol. 1 No. 1 (2021): TROPHICO: Tropical Public Health Journal
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.566 KB) | DOI: 10.32734/trophico.v1i1.6044

Abstract

Hipertensi dan diabetes mellitus merupakan penyakit degeneratif yang paling berisiko tinggi, terkadang kedua penyakit ini tidak mengalami gejala, jika tidak dikelola dengan baik, maka dapat mengalami komplikasi stroke bahkan sampai dengan kematian. Aceh merupakan daerah paling banyak yang mempunyai pasien dengan penyakit degeneratif, hal ini ditinjau dari budaya makan masyarakat Aceh yang tinggi kadar lemak dan karbohidrat, sehingga bisa memicu penyakit stroke. Tujuan penelitian adalah memperoleh cara pengelolaan hipertensi dan diabetes melitus dengan baik untuk mencegah stroke. Metode penelitian menggunakan riset kualitatif dengan desain participatory action research. Penelitian dilaksanakan di Aceh dengan 30 partisipan. Hasil penelitian setelah dilakukan focus group discussion, wawancara, dan observasi dengan partisipan ada 23 partisipan yang mampu mengelola hipertensi dan diabetes, sehingga hipertensi dan diabetes dapat terkontrol dengan baik dan dapat mencegah terjadinya stroke. Kesimpulan diperoleh cara pengelolaan hipertensi dan diabetes untuk mencegah stroke. Rekomendasi bahwa pengelolaan hipertensi dan diabetes melitus dengan baik dapat mencegah stroke.
PROFIL PASIEN YANG BERKUNJUNG KE IGD BERDASARKAN TRIAGE DI RUMAH SAKIT MEURAXA BANDA ACEH BULAN SEPTEMBER 2022 Fitri, Anisa; Nurhidayah, Irfanita
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 7, No 4 (2023)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Instalasi Gawat Darurat bertujuan untuk melakukan pelayanan kesehatan kegawatdaruratan secara optimal bagi pasien dengan cepat dan tepat, serta terpadu demi mencegah kematian dan kecacatan (to save life and limb). Pendataan yang detail akan karakteristik dan jenis penyakit responden di IGD penting dilakukan sehingga dapat menjadi materi evaluasi bagi pihak IGD dalam mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan bagi pasien. Selain itu penting untuk mengetahui karakteristik dan jenis penyakit responden sehingga dapat menjadi masukan bagi rumah sakit. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi profil pasien yang berkunjung ke IGD berdasarkan triage Di Rumah Sakit Meuraxa Banda Aceh pada Bulan September 2022. Desain penelitian adalah deskriptif ekploratif dan bersifat retrospektif dengan teknik pengumpulan data yaitu total sampling menggunakan alat ukur lembar isian yang mengidentifikasi data tentang demografi, jenis penyakit dan level triage pasien. Hasil penelitian diperoleh sebanyak 1783 responden, berjenis kelamin laki-laki sebanyak 927 orang (52%), berusia 17-25 tahun sebanyak 304 orang (17%) dan pasien yang berkunjung ke instalasi gawat darurat berada pada triage hijau sebanyak 907 orang (50,9%). Diharapkan agar Rumah Sakit Umum Meuraxa Banda Aceh agar dapat meningkatkan tenaga kesehatan yang professional dalam semua bidang tindakan dengan mengadakan pelatihan-pelatihan untuk tenaga kesehatan khususnya yang berkaitan dengan pelaksanaan manajement triase.
GAMBARAN KESIAPAN MELAKUKAN PERTOLONGAN PERTAMA KORBAN KECELAKAAN LALU LINTAS PADA MAHASISWA Amini, Raisa; Nurhidayah, Irfanita; amni, Rahmalia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejadian kecelakaan lalu lintas masih sangat tinggi di Indonesia walaupun mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Luka ringan, berat, bahkan kematian dapat terjadi akibat kecelakaan tersebut, dimana saja dan kapan saja. Masyarakat dalam hal ini mahasiswa keperawatan berperan penting untuk memberikan pertolongan pertama, dan mereka diharapkan mampu untuk memberikan pertolongan tersebut. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kesiapan mahasiswa Keperawatan di Banda Aceh dalam melakukan pertolongan pertama pada korban kecelakaan. Jenis penelitian bersifat kuantitatif dengan metode descriptive research. Responden berjumlah 124 orang dan pengambilan sampel menggunakan metode consecutive sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner kesiapan dalam bentuk pernyataan skala likert. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa 98,4% responden siap dan 1,6% responden lainnya cukup siap. Sebagian besar mahasiswa berusia 21 tahun (67,7%), dan umumnya berjenis kelamin perempuan (92,7%). Sebanyak 86,3% belum pernah melakukan pertolongan pertama pada korban kecelakaan, 55,6% belum pernah mengikuti pelatihan pertolongan pertama dan seluruh responden pernah mendapatkan informasi terkait pertolongan pertama terutama dari pendidikan dan pelatihan (88,7%). Dapat disimpulkan bahwa, sebagian besar responden dinyatakan siap untuk melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan (98,4%). Direkomendasikan pada penelitian selanjutnya agar dapat mengembangkan penelitian pada aspek lain seperti keterampilan dalam melakukan pertolongan pertama, dan bagi mahasiswa keperawatan diharapkan untuk dapat mengimplementasikan apa yang telah dipelajari ke dalam kehidupan sehari-hari.
Edukasi Peningkatan Daya Imunitas Tubuh dengan Pemanfaatan Ramuan Herbal di Desa Reuleung Karieng Kabupaten Aceh Besar Amalia, Riski; Nurhidayah, Irfanita; Kamal , Anda; Safuni, Nani; Fitriani, Naria
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 03 (2024): September
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v4i03.290

Abstract

Sistem imunitas tubuh harus ditingkatkan agar dapat terhindar dari berbagai macam penyakit. Pemanfaatan ramuan herbal sebagai terapi alternatif dalam pemeliharaan dan preventif penyakit. Masyarakat desa harus bisa memahami manfaat besar dari ramuan herbal karena selalu terpapar dengan pengobatan herbal. Kegiatan edukasi masyarakat ini dilakukan di Desa Reuleung Karieng Kabupaten Aceh Besar. Metode edukasi yang dilakukan meliputi demonstrasi, diskusi dan tanya jawab. Tujuan dari edukasi yang dilakukan yaitu untuk memperdayakan masyarakat agar memanfaatkan ramuan obat herbal sebagai bagian dari complementary alternative medicine dan biofarmaka dalam upaya preventif penyakit dan promotif kesehatan. Hasil kegiatan edukasi ini yaitu masyarakat Desa Reueleung Karieng tampak antusias, semangat, meningkatkan pengetahuan diri, serta aktif dalam bertanya selama proses pengolahan ramuan ramuan herbal. Masyarakat juga menyatakan bahwa akan menerapkan pengolahan ramuan herbal untuk menjaga kesehatan diri sendiri dan keluarganya. Kegiatan edukasi pemanfaatan ramuan herbal ini dilakukan sebagai upaya peningkatan daya imunitas tubuh mampu meningkatan pengetahuan masyarakat dan peningkatan peran aktif masyarakat dalam memanfaatkan ramuan obat tradisional yang dapat dipergunakan untuk peningkatan kesehatan.
Pengetahuan Masyarakat Dalam Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Banjir Amni, Rahmalia; Aklima, Aklima; Fikriyanti, Fikriyanti; Nurhidayah, Irfanita
Jurnal Ners Vol. 8 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i2.26810

Abstract

Banjir merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di Indonesia. Pengetahuan dalam menghadapi bencana, termasuk bencana banjir sangat dibutuhkan agar masyarakat mempunyai kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, sehingga dapat mengurangi risiko terjadinya bencana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur pengetahuan masyarakat dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir di Kecamatan Leupung Aceh Besar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif eksploratif dengan pendekatan cross-sectional study. Populasi penelitian berjumlah 336 kepala keluarga yang berdomisili di Kecamatan Leupung Aceh Besar. Jumlah sampel penelitian sebanyak 70 responden yang diambil dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Uji statistik menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan masyarakat dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir berada pada kategori cukup 37 responden atau 52,9%. Semakin tinggi pengetahuan masyarakat dalam mengantisipasi bencana maka semakin meningkat pula kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir. Maka, dibutuhkan upaya peningkatan pengetahuan masyarakat demi terjadinya peningkatan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN ACUTE DECOMPESATED HEARTH FAILURE DI INTENSIVE CARDIAC CARE UNIT: STUDI KASUS Sitepu, M Ridho Ramadanta; Marlina, Marlina; Nurhidayah, Irfanita
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 8, No 3 (2024)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gagal jantung akut yang dikenal dengan ADHF (Acute Decompensated Heart Failure) disebabkan oleh suatu sindrom yang ditandai dengan fungsi jantung yang terlalu cepat. Perawatan diperlukan segera untuk kondisi yang mengancam jiwa ini. Studi kasus ini bertujuan untuk memperjelas asuhan keperawatan pasien ADHF. Tn TR mengalami sesak nafas, ortopnea, penurunan fungsi LV 30%, paru-paru ronki, dan tekanan darah, sesuai hasil pemeriksaan : Detak jantung : 170/80 mmHg 100 x per menit Diagnosis keperawatan Tn TR menurun curah jantung yang membutuhkan terapi oksigen, pemantauan tanda-tanda vital, dan perawatan jantung akut. kelebihan volume cairan selama manajemen hipovolemia intervensi dan pemantauan cairan. Risiko syok melalui manajemen dan pencegahan syok. Tindakan regulasi elektrolit berisiko menciptakan ketidakseimbangan. Pasien tidak mengalami sleep apnea setelah menyusui Tn. TR, menurut temuan penelitian, BP: 153/75mmhg, N: 80x/i, P: 20 x/i, SpO2: 99 persen, penurunan orhopnea, ritme, dan a detak jantung: 80 x/m, interval PR 0,16 detik, durasi QRS 0,08 detik, Qs V3 dan V4 patologis, interval QT 0,40 detik, pasien tidak memerlukan oksigen tambahan, dan suara lapangan paru masih ada.
ASUHAN KEPERAWATAN ST ELEVATION MYOCARDIAL INFARCTION (STEMI) DI INTENSIVE CARDIAC CARE UNIT : STUDI KASUS Ramadhan, Intan; Nurhidayah, Irfanita; Jufrizal, Jufrizal
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

STEMI terjadi akibat oklusi total pada arteri koroner yang menyebabkan iskemia dan infark miokardium. Berdasarkan keseluruhan kasus infark miokard didominasi oleh kasus STEMI sebesar 40%. Penanganan yang terlambat menimbulkan berbagai komplikasi meliputi ruptur dinding ventrikel dan septum interventrikular, regurgitasi mitral akut, bradiaritmia dan syok kardiogenik. Studi kasus ini bertujuan untuk menjelaskan asuhan keperawatan pada pasien STEMI di ICCU RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Hasil studi kasus ditemukan tiga diagnosa keperawatan, yaitu penurunan curah jantung, kelebihan volume cairan, nyeri akut. Hasil evaluasi hari rawatan ketiga menunjukkan pasien masih mengeluhkan dispnea, terpasang simple mask 8 liter/menit, TD 98/60 mmHg, RR 30 kali/menit (takipnea), HR 78 kali/menit, perbaikan SpO2 menjadi 96%, perbaikan MAP dari 68 mmHg menjadi 73 mmHg, EKG ST elevasi inferior lead II, III dan aVF, edema perifer, murmur pada ICS 5, albumin serum kembali normal (3,60 gr/dl), perbaikan ureum (70 mg/dl), kreatinin kembali normal (1,10 mg/dl), sedikit perbaikan natrium dan klorida menjadi normal. Perencanaan keperawatan berikutnya dalam penanganan penurunan curah jantung dan kelebihan volume cairan, yaitu dilakukan revaskularisasi koroner dengan Percutaneus Coronary Intervention (PCI) atau Coronary Artery Bypass Graft (CABG) dan manajemen hipervolemia lanjutan berupa terapi diuretik dan pemantauan balance cairan
"Frontline Nurses Readiness": How Did Nurses Learn About Nursing Care During the Pandemic in Indonesia? Riski Amalia; Nurul Hadi; Nani Safuni; Irfanita Nurhidayah; Nurhasanah; Yuni Arnita
Asian Journal of Public Health and Nursing Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Queeva Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62377/aw725004

Abstract

Background: The COVID-19 pandemic has caused adjustments in health services and hospital procedures, particularly in the provision of nursing care to patients. The shift of health care during the COVID-19 pandemic has had both beneficial and bad consequences, including the dynamics, problems, and impediments that nurses encounter.   Methods: This descriptive phenomenological study investigated nurses' readiness to offer nursing care during the COVID-19 pandemic in Indonesia. Semi-structured interviews were performed with 13 nurse participants in a teaching hospital in the province of Aceh, Indonesia. The Collaizzi method, consisting of seven steps, was used to examine qualitative data.   Results: The study identified four major themes: 1) modifying health services during a pandemic; 2) coping mechanisms for nurses dealing with a pandemic; 3) barriers to providing nursing care during a pandemic; and 4) making wish come true during a pandemic.   Conclusion: Nurses' experience enhancing health care during the COVID-19 pandemic requires more improvement, integration, and holistic thinking. Nonetheless, they must treat patients even when their situations are not favourable. The proposed research should address the significance of optimizing care during a pandemic, such as nurse safety and security, government measures to limit COVID-19 in nursing services, and nurses' effective pandemic methods in Indonesia
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN PENURUNAN KESADARAN ET CAUSA EDEMA SEREBRI SUBDURAL SYNDROM: STUDI KASUS Annisa, Annisa; Jufrizal, Jufrizal; Nurhidayah, Irfanita
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.4412

Abstract

Edema serebri adalah bertambahnya cairan didalam jaringan otak yang bersifat abnormal mengakibatkan perubahan fungsi otak terutama neurologis ditandai dengan penurunan kesadaran  di nilai menggunakan Glasgow Coma Scale, sehingga pasien memerlukan perawatan di rumah sakit. Perawatan pasien di Rumah Sakit menimbulkan infeksi nosokomial yaitu  Hospital Acquired Pneumonia (HAP) adalah pneumonia yang terjadi lebih dari 48 jam setelah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit. Komplikasi yang terjadi adalah acute respiratory failure (ARF) merupakan kondisi gagal nafas sehingga indikasi pasien memerlukan pemakaian ventilator mekanik. Studi kasus ini bertujuan menjelaskan asuhan keperawatan pada Tn.MZ dengan diagnosis penurunan kesadaran et causa edema serebri subdural syndrom di unit perawatan intensif Rumah Sakit Banda Aceh. Metode penelitian yang digunakanan adalah studi kasus dengan pendekatan jenis deskriptif. Masalah yang muncul pada Tn. MZ yaitu penurunan kapasitas adaptif intrakranial, gangguan ventilasi spontan, ketidakseimbangan elektrolit, resiko aspirasi, dan bersihan jalan nafas tidak efektif. Hasil evaluasi didapatkan pasien berhasil dilakukan extubasi, namun produksi sputum masih banyak sehingga  harus dilakukan suction setiap 30 menit. Rekomendasi bagi perawat untuk memantau bersihan jalan nafas tidak efektif pada pasien.Kata kunci: Edema serebri, Hospital Acquired Pneumonia, Penurunan kesadaranCerebral edema is an increase in fluid in the brain tissue which is abnormal resulting in changes in brain function brain functions, especially neurological, characterized by decreased consciousness assessed using the Glasgow Coma Scale, so that patients require treatment in a hospital. Patient care in the hospital causes nosocomial infections Hospital Acquired Pneumonia (HAP) is pneumonia that occurs more than 48 hours after receiving care in the hospital.The complication that occurs is acute respiratory failure (ARF) which is a condition of respiratory failure that indicates the patient requires use of a mechanical ventilator. This case study aims to explain nursing care for Mr. MZ with a diagnosis of decreased consciousness et causa cerebral edema subdural syndrom in the intensive care unit of the Regional General Hospital, Banda Aceh. The method used is acase study with a descriptive approach. The nursing problems that arise in Mr. MZ is a decrease in intracranial adaptive capacity intracranial adaptive capacity, impaired spontaneous ventilation, electrolyte imbalance, risk of aspiration, and ineffective airway clearance. The evaluation results obtained the patient was successfully extubated, accompanied with sputum production is still a lot so that suction must be done every 30 minutes. Recommendations for nurses to monitor ineffective airway clearance in patients.Keywords: Cerebral edema, Hospital Acquired Pneumonia, loss of consciousness