p-Index From 2021 - 2026
9.789
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Jurnal Pendidikan IPA Indonesia Indonesian Journal of Educational Review (IJER) Journal of Educational Science and Technology Jurnal Pendidikan Usia Dini AWLADY Jurnal Pendidikan Anak Indonesian Journal of Early Childhood Education Studies Al Ishlah Jurnal Pendidikan Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini EDUHUMANIORA: Jurnal Pendidikan Dasar JURNAL INDRIA (Jurnal Ilmiah Pendidikan Prasekolah dan Sekolah Awal) Indonesian Journal of Islamic Early Childhood Education PEDAGOGIA Indonesian Journal of Educational Counseling PAUD Lectura: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Jurnal Pelita PAUD Aulad : Journal on Early Childhood AL-ASASIYYA: Journal Of Basic Education JMIE (Journal of Madrasah Ibtidaiyah Education) Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Journal of Early Childhood Education (JECE) MURHUM : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Didaktika: Jurnal Kependidikan Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Jurnal Abdimas Prakasa Dakara Proceedings of The ICECRS Al Hanin Proceeding of International Conference on Science, Education, and Technology Nusantara Journal of Multidisciplinary Science Hexagon: Jurnal Ilmu dan Pendidikan Matematika International Conferences On Early Childhood Education Proceedings Jurnal Pendidikan Anak Jurnal Pelita PAUD PAUDIA: JURNAL PENELITIAN DALAM BIDANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Exploration In Early Childhood Research International Conferences on Early Childhood Education Proceedings
Claim Missing Document
Check
Articles

Kemampuan Berpikir Kritis Pada Anak Usia Dini Elza Dwi Yulia; Hapidin; Sarifah, Iva
Jurnal Pelita PAUD Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v9i2.4844

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan keterampilan penting yang perlu dikembangkan sejak anak berada pada tahap usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis kemampuan berpikir kritis pada anak usia dini serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung pengembangannya. Metode yang digunakan adalah studi literatur, dengan menelaah berbagai hasil penelitian dari tahun 2018 ke atas yang relevan dengan topik ini. Hasil kajian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis pada anak mulai terbentuk melalui kegiatan eksploratif, interaksi sosial, permainan, dan bimbingan yang sesuai. Strategi pembelajaran seperti pendekatan berbasis proyek, storytelling interaktif, pertanyaan terbuka, dan permainan edukatif terbukti mampu menstimulasi aspek analisis, evaluasi, dan penyimpulan logis. Lingkungan belajar yang mendukung, keterlibatan guru dan orang tua, serta metode pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan anak menjadi faktor penting dalam proses ini. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan pembelajaran anak usia dini yang berfokus pada keterampilan berpikir mendalam, bukan semata penguasaan akademik. Penelitian lanjutan disarankan untuk menguji efektivitas pendekatan-pendekatan tersebut dalam konteks nyata dan jangka panjang.
PELATIHAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DALAM PEMBELAJARAN LITERASI STEAM PADA KURIKULUM MERDEKA DI KEPULAUAN SERIBU Hapidin, Hapidin; Gunarti, Winda; Pujianti, Yuli
Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri Vol. 7 No. 1 (2025): Periode April 2025
Publisher : LPPM Universitas Nusa Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33480/abdimas.v7i1.5914

Abstract

Educators in Kepulauan Seribu District, DKI Jakarta, experience challenges in designing and implementing an independent curriculum in Early Childhood Education (ECE), especially in project learning that includes elements of religion, character, identity, literacy, and STEAM. In addition, the lack of curriculum documents in PAUD prompted the need for assistance developing an effective Education Unit Operational Curriculum (KOSP). Through participatory training and mentoring, focusing on improving pedagogical competencies, this service program assists PAUD teachers in preparing learning documents, implementing effective learning, and conducting assessments. The methods used include participatory training, focus discussions, and workshops, encouraging participants to more actively understand, analyze, and apply the STEAM Literacy model in the Merdeka Curriculum. The results of this activity show a significant increase in teacher competence, where the pre-test results show the categories of excellent 8.1%, good 13.5%, sufficient 21.6%, and less 56.8%, while the post-test increased to excellent 48.6%, good 27.1%, sufficient 18.9%, and less 5.4%. The program also provides illustrative examples of concepts, practice videos, and the use of a fun L-STEAM project learning model. Children were more active in learning with loose parts media and natural materials, as evidenced by their enthusiasm during project-based play, despite being supervised by many teachers around them. This program improved PAUD teachers' understanding of curriculum development, learning implementation, and early childhood assessment.
Pengaruh Permainan Anjang-Anjangan terhadap Kemampuan Visual Spasial Anak Usia 5-6 Tahun Rahmawati, Eti; Hapidin, Hapidin; Nurjannah, Nurjannah
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 1 (2025): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v6i1.1327

Abstract

Kemampuan visual spasial sangatlah penting bagi anak untuk kehidupannya di masa yang akan datang karena akan mempengaruhi kemampuan anak  dalam memecahkan masalah yang berhubungan dengan bentuk, warna, garis dan konsep ruang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan tradisional anjang-anjangan terhadap kemampuan visual spasial anak di Taman Kanak-kanak Qur’an Darul Muttaqin. Pada penelitian ini peneliti  akan menganalisia apakah  permainan anjang-anjangan dapat memberikan pengaruh terhadap perkembangan kemampan visual spasial pada anak usia 5- 6 tahun.  Metode penelitian ini adalah  menggunakan metode experimental study case dengan rancangan one group pretest  postest. Populasi penelitian adalah peserta didik di Taman Kanak-kanak Al Qur’an Darul Muttaqin. Penentuan kelas eksperimen digunakan sistem purvose sampel dimana subjek penelitian adalah anak dengan rentang usia 5-6 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikansi (2-tailed) pada df 20 (n-1) adalah 0,00 < 0.05 yang berarti H1 diterima dan H0 ditolak.  Dengan demikian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh permainan tradisional anjang-anjangan terhadap kemampuan visual spasial anak usia dini.
Critical Thinking Behavior of Early Childhood in Project Based Learning: A Literature Review Khairiyah, Umi; Hapidin, Hapidin; Wulan, Sri
Proceedings of International Conference on Science, Education, and Technology Vol. 11 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Critical thinking is one of the essential skills that children must possess to face the challenges of the 21st century. However, the 2018 Programme for International Student Assessment (PISA) result indicate that Indonesian children’s critical thinking skills remain low and rank below those of many other countries. One of the efforts that can be undertaken to improve this skill is the implementation of project-based learning. This literature review aims to examine and analyze the findings from recent empirical studies in the form of articles, journals and research documents regarding the impact and effectiveness of project-based learning in improving enhancing critical thinking skills among early childhood learners. The method used is qualitative descriptive, employing the Miles and Huberman model of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The articles reviewed are derived from various primary sources, including national journals published within the last five years and international journals published within the last eight years. All literature was carefully selected from various accredited, high-quality and reputable scientific databases. The review findings reveal that project-based learning is superior to conventional and other instructional models, as evidenced by improvements in children’s thinking patterns, creativity, conceptual and principled understanding, problem-solving, decision-making, and independence – all of which are integral components of critical thinking skills.
Apa yang Dipikirkan Orang Tua: Perspektif Kesiapan Sekolah Hapidin, Hapidin; Pujianti, Yuli; Dhieni, Nurbiana
PAUDIA: Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 13 No 2 Desember 2024 : PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini)
Publisher : Pendidikan Guru PAUD Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v13i2.1083

Abstract

Abstract School readiness is an essential factor for the academic success of primary school students, and children's social skills influence it, as well as teachers' understanding of transitional learning and parental support. This study examines students' school readiness, focusing on these three variables. Through a survey using tests, questionnaires, interviews and document analysis, this study was conducted among elementary school students in DKI Jakarta. It also developed a standardized school readiness instrument and a transition learning model for early-grade teachers. Results show that 50% of parents prioritize reading, 48.8% writing and 38.1% arithmetic as academic readiness. However, non-academic aspects such as disciplinary behaviour (98.8%), social skills (98.8%), emotion regulation (98.9%), independence (98.9%), and self-confidence (100%) were highly prioritized. In addition, 100% of parents supported a conducive educational atmosphere, teachers who respect students, a playful approach in the early grades, and fun learning media. In conclusion, school readiness covers academic and non-academic aspects in a balanced way, contributing to national policies to support developmentally appropriate transition learning in the early grades of primary school. The findings support Government policy in developing developmentally appropriate transition learning models for young children in the early grades of primary school. Keywords: School Readiness; Transitional Learning Model; Literacy Numeracy; Social Skills Abstrak Kesiapan sekolah merupakan faktor penting bagi keberhasilan akademis siswa sekolah dasar, dipengaruhi oleh keterampilan sosial anak, pemahaman guru tentang pembelajaran transisi, dan dukungan orang tua. Penelitian ini bertujuan menguji kesiapan siswa masuk sekolah, dengan fokus pada ketiga variabel tersebut. Melalui survei menggunakan tes, kuesioner, wawancara, dan analisis dokumen, penelitian ini dilakukan pada siswa sekolah dasar di DKI Jakarta. Penelitian ini juga mengembangkan instrumen standar kesiapan sekolah dan model pembelajaran transisi bagi guru kelas awal. Hasil menunjukkan bahwa 50% orang tua memprioritaskan kemampuan membaca, 48,8% menulis, dan 38,1% berhitung sebagai kesiapan akademik. Namun, aspek non-akademik seperti perilaku disiplin (98,8%), keterampilan sosial (98,8%), regulasi emosi (98,9%), kemandirian (98,9%), dan kepercayaan diri (100%) sangat diprioritaskan. Selain itu, 100% orang tua mendukung suasana pendidikan kondusif, guru yang menghargai siswa, pendekatan bermain di kelas awal, dan penggunaan media pembelajaran yang menyenangkan. Kesimpulannya, kesiapan sekolah mencakup aspek akademik dan non-akademik secara seimbang, berkontribusi pada kebijakan nasional untuk mendukung pembelajaran transisi yang sesuai dengan perkembangan anak usia dini di kelas awal sekolah dasar. Temuan ini mendukung kebijakan pemerintah dalam mengembangkan model pembelajaran transisi yang sesuai dengan perkembangan anak usia dini di kelas awal sekolah dasar. Kata kunci: Kesiapan Sekolah; Model Pembelajaran Transisi; Literasi Numerasi; Keterampilan Sosial
Ethnomathematics Integration to Enhance Preschoolers’ Early Math Problem-Solving Skills: A Qualitative Case Study Ndeot, Felisitas; Hartati, Sofia; Hapidin, Hapidin
Hexagon: Jurnal Ilmu dan Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 1 (2025): April
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study investigates how integrating ethnomathematics into early childhood education can improve the early math problem-solving skills of preschoolers aged 5–6 years. Conducted in Manggarai, Indonesia, the research employed a qualitative case study approach to explore learning activities infused with local cultural elements, including the spider-web rice field layout (lingko), traditional Manggarai houses (mbaru niang), and woven fabric patterns (songke). These cultural artifacts were adapted into problem-based learning tasks to develop children’s mathematical thinking. Data were collected through classroom observations, semi-structured interviews with the teacher, and documentation of children's learning outcomes, such as photographs, drawings, and activity records. The data obtained from classroom observations, teacher interviews, and documentation of children's learning outcomes are transcribed verbatim. The coding process is conducted inductively, meaning the codes are not predetermined but emerge from the data itself. The researchers read each transcript and documentation repeatedly to identify statements, actions, or interactions relevant to problem-solving skills. Codes that have similar meanings are then grouped into categories. These subthemes are analyzed further to identify the main theme that reflects the phenomenon as a whole. After the main theme is formed, the researcher interprets the findings by relating them to the research objectives, research questions (RQ1 and RQ2), as well as previous theories or findings. The findings reveal that embedding familiar cultural representations in mathematics instruction enhanced children’s problem-solving strategies, persistence, and conceptual understanding. Moreover, using culturally relevant contexts increased children’s engagement and confidence. This study highlights the importance of integrating local wisdom into early math education as a pathway to inclusive and resilient learning environments.
Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Anak Usia Dini Melalui Pembelajaran Proyek yang Mengandung Konten Sains dan Teknologi Vitriyana, Riyanti; Nurani, Yuliani; Hapidin, Hapidin
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 8 No. 2 (2025): May-Agustus 2025
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.1145

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis anak berusia 5-6 tahun di TK Hanifah Kecamatan Sukaraja Kabupaten Bogor melalui metode pembelajaran berbasis proyek yang memuat konten sains dan teknologi. Metode penelitian yang diterapkan adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan secara kerjasama antara peneliti dan guru kelas. Subjek dari penelitian ini adalah anak-anak dalam kelompok usia 5-6 tahun yang berjumlah tujuh belas orang. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan data yang diperoleh, persentase kemampuan berpikir kritis anak pada pra siklus adalah lima puluh persen. Pada pra siklus, kemampuan berpikir kritis anak tergolong dalam kategori mulai berkembang (MB). Sedangkan pada siklus I (TCP), kemampuan berpikir kritis anak berada dalam kategori berkembang sesuai harapan (BSH). Pada  siklus 2 tingkat pencapaian anak secara umum berada dalam kategori berkembang sangat baik (BSB). Terlihat adanya kemajuan dalam kemampuan berpikir kritis anak yang meningkat sejak pra siklus, siklus I, dan  siklus 2.
Pengembangan Keterampilan Pemecahan Masalah Anak Usia 5-6 Tahun melalui Kegiatan Permainan Berbasis Etnopedagogi Dewi, Meidiana Sonya Rachma; Wulan, Sri; Hapidin, Hapidin
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 8 No. 2 (2025): May-Agustus 2025
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v8i2.1326

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji permainan berbasis etnopedagogi dalam mengembangkan keterampilan pemecahan masalah pada anak usia 5-6 tahun. Permainan tradisional merupakan bagian penting dari warisan budaya yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga memiliki nilai edukatif yang tinggi. Dengan menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR), penelitian ini menganalisis sepuluh artikel ilmiah yang relevan untuk mengidentifikasi kontribusi permainan tradisional terhadap perkembangan anak. Hasil analisis tren selama tujuh tahun terakhir (2018–2024) menunjukkan bahwa permainan berbasis etnopedagogi seperti petak umpet, engklek, tarik upih, dan gobak sodor mampu meningkatkan keterampilan pemecahan masalah seperti menunjukkan minat untuk menjelajah; kemampuan merencanakan strategi; serta mengevaluasi usaha. Selain itu, juga berkontribusi signifikan terhadap perkembangan motorik dan sosial anak, terutama dalam hal kerja sama, interaksi sosial, empati, kejujuran, dan kepatuhan terhadap aturan. Dengan demikian, rekomendasi dari penelitian ini adalah perlunya pengintegrasian permainan tradisional dalam pembelajaran anak, sebagai pendekatan pembelajaran berbasis budaya dan nilai lokal.
Development Of Religious Behavior In Early Childhood Trimuliana, Ifina; Hapidin, Hapidin; Supena , Asep
Exploration in Early Childhood Research Vol. 1 No. 1 (2024): Exploration in Early Childhood Research
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teachers have an important role in education, in fact their role is not just to transfer knowledge, but also to play a role in the process of developing religious behavior so that children grow into religious individuals. This research aims to determine the role of teachers in developing the religious behavior of children aged 5-6 years using a qualitative approach with the case study method. The research results found that the teacher's role consists of: 1) Pedagogy, related to the teacher's methods/strategies during the learning process, by applying various interesting learning methods and also special methods provided outside the learning process such as familiarization and collaboration with parents. 2) Understanding, namely having an understanding/view of the importance of religious behavior and the impact on children in the future when religious behavior is not strong in the child. 3) Facilities, providing supporting facilities including facilities and infrastructure at schools, such as places of worship, and various educational games
The role of teachers in increasing the scientific literacy of early childhood Sakina; Hapidin, Hapidin; Nurani, Yuliani
Exploration in Early Childhood Research Vol. 1 No. 1 (2024): Exploration in Early Childhood Research
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Early childhood education provides services in developing and facilitating children's growth and development in a safe and enjoyable atmosphere. Teachers are required to develop these services in the form of fun learning activities according to the child's age and level of development. Scientific literacy is one of the abilities that must be developed in early childhood. However, based on the results of field surveys through interviews with early childhood teachers from several kindergartens in Depok City, it shows that teachers' abilities in designing science based learning activities are still limited to simple science experiment activities. Teachers have not optimally used the surrounding environment as a learning resource and medium. Based on the problems found, this research aims to analyze teachers' abilities in designing fun science play activities. Researchers used literature studies to determine the role of teachers in introducing science content through fun play. A qualitative descriptive analysis method was used to describe the results of this research. The research results obtained show that the teacher's ability to introduce science content through fun activities will make it easier for children to understand science content. The better teachers understand science content and develop it in the form of fun play activities, the easier it will be for children to have an understanding of science and meaningful experiences.
Co-Authors Ade Dwi Utami Ade Dwi Utami Ade Tria Lestari Aghnesia Hafaz Kiasatina Agustina, Winarti Ai Listriani Akmal, Yenina Anggieta Suci Wardani Anggraini, Vivi Asep Supena Asep Supena Asla De Vega Atika Putri, Azlin Ayu Citra Dewi Catur Wulandari Dewi, Meidiana Sonya Rachma Dian Jawharah Qalby Dini Nurmalina Firsty Dwi Putri, Wara El Sabillah Elas Sutihat Elina Sitompul Elindra Yetti Elza Dwi Yulia Erik Erik Eriva Syamsiatin Eti Rahmawati Fahmy Ulfah Mawaddah Fahmy Ulfah Mawaddah Faraniesya, Itsna Fasli Djalal Firdausi, Melisa Indah Firsty, Dini Nurmalina Fridani, L. Garaika Gunarti, Winda H, Myrnawati C Hafaz Kiasatina, Aghnesia Hikmah Hikmah Hikmah Hikmah Hikmah Ifina Trimuliana Ika Tyas Mustika Sari Indah Firdausi, Melisa Indah Juniasih INDAH JUNIASIH, INDAH Inneke Octafia Utami Intani Dewi Kartika Sari Is Diana Towoliu Itsna Faraniesya Iva Sarifah Jawharah Qalby, Dian Karnadi Kartika Sari, Intani Dewi Khairiyah, Umi Lailatul Aisi Alhq Lara Fridani Lutfiah Zuhra M. Ridwan Noor Mega Ria Agustina Meilani, Sri Martini Mohamad Syarif Sumantri Muhammad Rusvendy Doddyansyah Mulyawati Zulfadhliyah Myrnawati C.H Myrnawati Crie Handini MYRNAWATI CRIE HANDINI Myrnawaty Handini Nada Ghaitsa Salsabila Nasution, Riskha Hanifa Ndeot, Felisitas Nevi Rahardyanti Ni Ketut Erawati Nila Mayang Sari Noormala, Noormala Nur Rochimah Nur Rochimah Nurbiana Dhieni Nurjannah Nurjannah Nurul Istiqomah Nurwijayanti Octavian Dwi Tanto Pramitasari, Muktia Pupala, B. Putri, Lusianawati Eka Qorina Widuri R. Sri Martini Meilanie, R. Sri Martini Rahardyanti, Nevi Rahayu, Yuyun Tri Rd. Ranie Damayanti Rien Safrina Rien Safrina Rizki Winitri Roliana, Eva Sabillah, El Safrina , Rien Safrina, Rien Sakina Shofia Hartati Siswahyudianto Siti Anastasya Putri Sofia Hartati Sri Martini Meilanie Sri Wulan Sri Wulan Sri Wulan, Sri Suci Wardani, Anggieta Suharti Suharti Suharti Suharti Supena , Asep Syamsiatin, Eriva Syamsul Arifin Syarah, E. S. Syarah, Erie Siti Syifa Aulia Tisya Permatasari Tjipto Sumadi Trimuliana, Ifina Tuti Tarwiyah Adi Sam Ulfah Mawaddah, Fahmy Ulya, Syarifatul Umi Khairiyah Utara, Adiis Retna Veithzal Rivai Zainal Vitriyana, Riyanti Wafda Aini Wara Dwi Putri Winda Gunarti Yenina Akmal YENINA, YENINA Yetti Yetti Yetti, E. Yufiarti Yuli Pujianti Yuli Pujianti YULI PUJIANTI Yuliani Eka Putri Yuliani Nurani Yuliati, Chariroh Yuniwanti, Ririn Zarina Akbar