p-Index From 2021 - 2026
6.464
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Reviu Akuntansi dan Keuangan Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology JURNAL SAINS PEMASARAN INDONESIA Management of Aquatic Resources Journal (Maquares) Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Journal of Tropical Soils Jurnal Manajemen Bisnis Prosiding Seminas Competitive Advantage Eduhealth Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB The International Journal of Accounting and Business Society JABE (Journal of Accounting and Business Education) MODUS-Jurnal Ekonomi dan Bisnis Riset Akuntansi dan Keuangan Indonesia JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi JBMP (Jurnal Bisnis, Manajemen dan Perbankan) JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Majalah Ilmiah Pengkajian Industri YUME : Journal of Management IJISH (International Journal of Islamic Studies and Humanities) Akuntansi : Jurnal Akuntansi Integratif Al-Misbah : Jurnal Islamic Studies EDUNursing Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Economics and Digital Business Review Indonesia Private Law Review Jurnal Cahaya Mandalika Caring : Jurnal Pengabdian Masyarakat Asia Pacific Journal of Management and Education Jurnal Gici Jurnal Keuangan dan Bisnis Dedikasi Saintek Jurnal Pengabdian Masyarakat e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Serat Acitya Reviu Akuntansi, Keuangan, dan Sistem Informasi Jurnal Manajemen, Ekonomi dan Akuntansi Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Assyfa Journal of Multidisciplinary Education Jurnal Pengabdian Masyarakat Widya Wiwaha conomics Learning Experience & Social Thinking Education Journal TPeT
Claim Missing Document
Check
Articles

VALIDASI PETA LOKASI PENANGKAPAN IKAN PELAGIS DI SELAT BALI Hakim, Luqmanul; Ghofar, Abdul; Susilo, Eko
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 7, No 2 (2018): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (832.387 KB) | DOI: 10.14710/marj.v7i2.22543

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui validitas dari Peta Lokasi Penangkapan Ikan (Pelikan) pelagis yang dihasilkan oleh Balai Riset dan Observasi Laut. Pelikan memberikan informasi keberadaan kelimpahan ikan berdasarkan kelimpahan zooplankton. Validasi dilakukan dengan membandingkan antara data zooplankton insitu dan data zooplankton pada Pelikan, selain itu juga membandingkan antara data hasil tangkapan ikan di daerah zona potensi rendah, sedang dan tinggi. Pengambilan sampel dilakukan dengan mengikuti kegiatan penangkapan nelayan dari PPN Pengambengan pada bulan September 2017. Data sampel diambil di titik penangkapan dimana operasi penangkapan ikan berlangsung di Selat Bali. Hasil korelasi antara zooplankton in situ dengan zooplankton Pelikan mendapatkan hubungan yang sangat kuat, yakni sebesar 0,82. Hal ini berarti apabila zooplankton pada Pelikan meningkat maka zooplankton in situ juga meningkat, begitu pun sebaliknya. Hasil tangkapan yang diperoleh selama penelitian berupa ikan tongkol. Rerata tangkapan terbanyak diperoleh di daerah zona potensi sedang. This research was conducted to determine the validity of Pelagic Fishing Map Locations produced by Institute for Marine Research and Observation. Pelikan provide information on the abundance of fish based on the abundance of zooplankton. Validation was done by comparing the in situ zooplankton data and the zooplankton data on pelikan, while also comparing the catch fish data in low, medium and high potential zone areas. Sampling is done by following fishing activity from PPN Pengambengan on September 2017. The sample data were taken at the point where fishing operations took place in Bali Strait. The result of correlation between in situ zooplankton and pelikan zooplankton get a very strong relationship, that is equal to 0.82. This means that when the Pelikan zooplankton increases then zooplankton in situ also increases. The catches obtained during the study were tongkol. The highest catch rates were obtained in medium potential zone areas. 
ANALISIS BIOEKONOMI PERIKANAN RAJUNGAN (Portunus pelagicus) DI PERAIRAN DEMAK Laksmi, Lidya Dewintha; Ghofar, Abdul; Wijayanto, Dian
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.814 KB)

Abstract

Rajungan merupakan hasil komoditi perikanan yang memiliki nilai jual yang sangat tinggi, baik sebagai komoditi lokal maupun komoditi ekspor. Desa Betahwalang, Kabupaten Demak, Jawa Tengah merupakan pusat pendaratan rajungan dari berbagai wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi biomassa, Maximum Sustainable Yield (MSY) dan pemanfaatan nilai ekonomi rajungan level MSY di Kabupaten Demak. Metode yang digunakan adalah metode swept area untuk menentukan biomassa dari rajungan dan wawancara dengan nelayan arad untuk menentukan pemanfaatan nilai ekonomi. Pengumpulan data MSY diperoleh dari 6 kali trip penangkapan dan pengumpulan data pemanfaatan nilai ekonomi diperoleh dari wawancara terhadap 30 nelayan arad. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biomassa dan MSY rajungan di Desa Betahwalang masing-masing yaitu 23,5 ton dengan nilai ekonomi sebesar Rp. 305.141.586/tahun. Hali ini bahwa perairan Demak telah mengalami fully exploited. Blue swimming crab is a commodity that has a very high price value, both as local and export commodities of fisheries. Betahwalang Village located in Demak, Central Java, is the center of the blue swimming crab fishery landings of various regions. The purposes of this study are to estimate the biomass, Maximum Sustainable Yield (MSY) and the utilization of the economic value of MSY level blue swimming crab in Demak. The methods of research were swept area method to determine of blue swimming crab biomass and interview with mini trawl fishermen for the utilization of the economic value. MSY collecting data got by 6 trips of small crab fishing and utilization of the economic value collecting data got by interview with 30 mini trawl fishermen. The results showed that biomass and MSY were 23,5 tons and utilization of economic value was Rp. 305.141.586/year. It was that Demak waters have experienced fully exploited.
KAJIAN BIOLOGI PERIKANAN PADA CUMI – CUMI Photololigo duvaucelii (d’Orbigny, 1835) YANG DIDARATKAN DI TPI TAMBAK LOROK SEMARANG Study on Fisheries Biology of Indian Squid (Photololigo duvaucelii d’Orbigny, 1835) in TPI Tambak Lorok Semarang Kusumawardani, Ayudiana; Ghofar, Abdul; Taufani, Wiwiet Teguh
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 8, No 1 (2019): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.444 KB) | DOI: 10.14710/marj.v8i1.24221

Abstract

ABSTRAK Photololigo duvaucelii merupakan salah satu jenis cumi – cumi yang memiliki nilai ekonomis penting di TPI Tambak Lorok Semarang. Produksi cumi – cumi merupakan hasil tangkapan dari alam, upaya penangkapan yang semakin tinggi dapat menyebabkan penurunan stok sumberdaya cumi – cumi. Perlu adanya kegiatan yang dapat melestarikan sumberdaya agar tetap berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aspek biologi P. duvaucelii di Tambak Lorok yang meliputi hubungan panjang berat, faktor kondisi, tingkat kematangan gonad, indeks kematangan gonad dan karakteristik pertumbuhan alometri. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April – Mei 2018. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah random sampling. Analisis data yang digunakan adalah regresi linier sederhana dari log ML(mantle length) dan log W (weight) umtuk mengetahui hubungan panjang beratnya. Nilai hubungan panjang berat P. duvaucelii mempunyai persamaan W = 0,024L1,580pada jantan dan W = 0,003L2,043 pada betina dengan nilai slope (b) 1,580 dan 2,043. Nilai slope tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan P. duvaucelii bersifat allometrik negatif.  Nilai faktor kondisi (Kn) 1,037 pada jantan dan 1,063 pada betina, nilai tersebut menunjukkan spesies ini tergolong memiliki badan yang kurus. Pertumbuhan panjang mantel (ML) P. duvauceliitumbuh lebih lambat dibanding organ tubuh lain, kecuali terhadap berat tubuhnya. Tingkat kematangan gonad yang paling dominan dari P. duvaucelii jantan dan betina adalah TKG I (belum matang gonad). ABSTRACT Photololigo duvaucelii is one of the commercially important squid resources in TPI Tambak Lorok Semarang. Squid production mainly comes from nature, high fishing effort can cause a decrease in squid resource stock. Cacth in squid fisheries must be accompanied by other activity which to be able to increase population whilst maintain sustainable resources of the squid. This work aimed to study on fisheries biological which included length – weight relationship, condition factor, gonad maturity and gonado somatic index, also to learn morphometry characteristic of the P. duvaucelii in Tambak Lorok Semarang. This study was done in April – Mei 2018. Sample were collected using simple random sampling. A simple linear regression was used to describe the relationship between the log ML (mantle length) and the log W (weight). The length – weight relationship was expressed as  W = 0,024L1,580 for male and W = 0,003L2,043 for female. Slope value (b) shows the growth of P. duvaucelii was negatively allometric. Conditon factor values in this research amounted to 1,037 for male and 1,063 for female, the range of this condition factor showed that the species has a flat body shape. Growth for mantle length (ML) of P. duvaucelii slower than other organs, except with the body weight. Maturity stages of P. duvauceliimale and female in this research dominated by maturity stages I (immature). 
MONITORING PERIKANAN LEMURU DI PERAIRAN SELAT BALI Nugraha, Satria Wiratama; Ghofar, Abdul; Saputra, Suradi Wijaya
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 7, No 1 (2018): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.003 KB) | DOI: 10.14710/marj.v7i1.22533

Abstract

Perairan Selat Bali merupakan perairan yang berada diantara Pulau Jawa dan Pulau Bali. Perairan ini memiliki sumber daya perikanan pelagis kecil yang melimpah, terutama ikan lemuru. Pendaratan ikan lemuru di Perairan Selat Bali berpusat di UPT PP (Unit Pelaksana Teknis Pelabuhan Perikanan) Muncar, Kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah dan ukuran kapal, serta alat bantu penangkapan, Catch Per Unit Effort penangkapan, dan pengelolaan  perikanan lemuru di perairan Selat Bali. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 20 Maret – 21 Mei  2017. Metode yang digunakan adalah observatif. Data yang digunakan adalah data produksi ikan lemuru di  UPT PP Muncar dan PPN (Pelabuhan Perikanan Nusantara) Pengambengan dari tahun 1980-2016, data kapal dan alat tangkap dari tahun 2010-2016. Berdasarkan data tersebut, dilakukan perhitungan Maximum Sustainable Yield (MSY) dengan menggunakan model surplus produksi Gordon Scheafer. Jumlah kapal yang digunakan untuk penangkapan ikan lemuru saat ini adalah 326 armada dengan ukuran 10-30 GT (gross ton) yang didominasi oleh kapal ukuran 29/30 GT . Jumlah kapal 10 – 30 GT di Muncar 190 unit, sedangkan di Pengambengan 136 unit. Alat tangkap yang digunakan adalah purse seine dengan jumlah 326 dengan panjang 180 depa ( ± 338 meter) dan mesh size 0,5 inchi, dengan rata – rata kekuatan mesin 120 – 240 PK, lampu 700 - 1200 watt sebanyak 5 – 12 unit / kapal. Nilai CPUE terendah adalah 0,378 ton/trip, dengan rata – rata 3,43 ton/ trip. Nilai MSY yang didapatkan sebesar 25.107,32 ton/tahun, sementara nilai JTB (Jumlah Tangkapan Diperbolehkan) adalah 20.085,86 ton per tahun. Perairan Selat Bali berada dalam otonomi Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan Provinsi Bali. Sehingga pada tahun 1977 dikeluarkan Surat Keputusan Bersama Gubernur Jawa Timur, dan Gubernur Bali, untuk mengatur sistem penangkapan ikan di Perairan Selat Bali. Surat Keputusan Bersama ini diperbarui beberapa kali, kemudian dikeluarkan Peraturan Menteri Kelautan Perikanan dan Kelautan Nomor 68 Tahun 2016 tentang Rencana Pengelolaan Perikanan  Ikan Lemuru di Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia.   Bali Strait waters is a located between Java Island and Bali Island. This waters has a lot of pelagic fish resources, especially lemuru fish. Lemuru fisheries centered on UPT PP ( Unit Techic Implementers Fisheries Port) Muncar, Banyuwangi Region. This research goals are to knows the amount of  boat and it size, total fishing gears, Catch Per Unit Effort lemuru fisheries on Bali Strait waters, and know the status of lemuru fishings. This research held on 20 Maret – 21 Mei 2017. The method of the research is observative. The data wich used is the data  production of lemuru fishing on UPT PP Muncar and PPN (Archipelago Fisheries Port) Pengambengan on 1980 -2016, boats data and fishing gears on 2010 – 2016. Based on the data, calculating MSY using surplus production model by Gordon Scheafer. Total boats for lemuru fishes are 326 boats, wich sizes 10-30 GT (gross tonnage) and dominated by 29/30 GT . The boats 10 – 30 GT in Muncar 190 units, event on Pengambengan 136 units. Fishing gears using purse seine wich 326 units, width 180 depa ( ± 338 meters) and mesh size 0,5 inchi, wich average powers 120 – 240 PK, lightning 700 - 1200 watt  5 – 12 units / boats. The value of lowest  CPUE is 0,378 ton/trip, with average is 3,43 ton/trip. The value of MSY is 25.107,32 ton/year, and TAC (Total Allowable Catch) is 20.085,86 ton/year. Bali Strait waters under otonomy by East Java and Bali Government. So, in 1977 formed GRC (Government Regulatory Compliance) by East Java and Bali Government to ruled fisheries systems on Bali Strait waters. This GRC renew few times, and then formed Regulation by Minister of Marine and Fisheries number 68 year 2016 about Plans Management Fisheries of Lemuru Fish in Indonesia Region Management.
BEBERAPA ASPEK BIOLOGI DAN PRODUKSI HIU PAHITAN (Alopias superciliosus) DI PERAIRAN SELATAN JAWA TENGAH Anjayanti, Lulu; Ghofar, Abdul; Solichin, Anhar
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 6, No 2 (2017): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (979.381 KB)

Abstract

ABSTRAK Hiu pahitan (Alopias superciliosus) merupakan salah satu spesies hiu yang terdapat di perairan selatan Jawa Tengah. Di Indonesia umumnya hewan ini sering tertangkap dengan alat tangkap rawai (longline). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur ukuran, Lc50%, hubungan panjang berat, faktor kondisi, nisbah kelamin dan perkembangan produksi A. superciliosus di perairan selatan Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan pengambilan sampel menggunakan metode simple sensus sampling yaitu pengambilan sample secara keseluruhan. Data yang digunakan adalah data panjang cagak, berat dan panjang klasper A. superciliosus. Dari hasil penelitian, diperoleh sampel A. superciliosus sebanyak 431 individu, terdiri dari 154 jantan dan 277 betina. Ukuran A. superciliosus yang didapatkan berkisar dari 92 – 211 cm. Meskipun hampir semua ukuran kelas diwakili pada kedua jenis kelamin (jantan dan betina), selang ukuran panjang 150 – 159 cm adalah kelas dengan jumlah tangkapan tertinggi, dan hasil tangkapan terendah pada ukuran kelas terkecil dan ukuran kelas terbesar. Ukuran rata-rata tertangkap (L50%) A. superciliosus jantan adalah 154 cm dan betina adalah 147 cm. Hubungan panjang berat A. superciliosus diperoleh persamaan W = 0,000004FL3,239. Hal tersebut menunjukkan bahwa sifat pertumbuhan dari A. superciliosus adalah allometrik positif yang berarti pertumbuhan berat lebih cepat dari pertumbuhan panjangnya. Nilai faktor kondisi A. superciliosus diperoleh  sebesar 1,066 yang berarti A. superciliosus memiliki badan yang kurang pipih. Nisbah kelamin antara jantan dan betina tidak seimbang yaitu 1 : 1,8. Perkembangan produksi A. superciliosus berdasarkan data sekunder selama enam tahun terakhir berfluktuatif. Puncak hasil tangkapan mengalami pergeseran, ada kecenderungan puncak hasil tangkapan terjadi pada bulan April – September. Kata kunci : Hiu pahitan; aspek biologi; produksi; Jawa Tengah                                                                                                  ABSTRACT Bigeye Thresher Shark (Alopias superciliosus) are one of the species of shark found in the southern sea of Central Java. In Indonesia many of these animals are often caught by longline fishing gear. This study aims to determine the size of the structure, Lc50%, weight-length relationship, condition factor, sex ratio and development of production A. superciliosus in southern sea of Central Java. This study used a descriptive method and sampling using simple methods census sampling is the taking of the sample as a whole. The data used is data forked length, weight and clasper length of A. superciliosus. From the research results, obtained samples of A. superciliosus as many as 431 people, consisting of 154 males and 277 females. The size of A. superciliosus obtained ranged from 92 – 211 cm. Although virtually all size classes represented in both sexes (males and females), in the range of sizes 150 – 159 cm is the class with the highest number of catches,  with very few specimens in the smallest and largest size classes. The average size caught (Lc50%) A. superciliosus male is 154 cm and female is 147 cm. A. superciliosus length relationship weight equation W = 0,000004FL3,239. It shows that the growth properties of A. superciliosus is a significant positive allometric weight growth faster than the growth in length. A. superciliosus condition factor value obtained for 1,066 which means A. superciliosus have a less flat body. Sex ratio between males and females are not balanced at 1 : 1.8. Developments A. superciliosus based secondary data for the last six years had been fluctuating. The highlight of the catch-shifted, there is a tendency to peak catches occurred in April – September. Keywords : Bigeye Thresher Shark; biological aspect; production; Central Java
JENIS DAN DISTRIBUSI UKURAN IKAN HASIL TANGKAP SAMPINGAN (BY CATCH) RAWAI TUNA YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN BENOA BALI Astuti, Skar Puji; Ghofar, Abdul; Saputra, Suradi Wijaya; Nugraha, Budi
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) VOLUME 5, NOMOR 4, TAHUN 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.655 KB)

Abstract

ABSTRAK Hasil tangkapan rawai tuna terdiri dari dua jenis yaitu hasil tangkapan utama (target species) dan hasil tangkapan sampingan (by catch). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi jenis ikan hasil tangkapan utama dan ikan hasil tangkapan sampingan rawai tuna, menghitung komposisi ikan, menganalisa distribusi ukuran ikan dan mengetahui nilai CPUE ikan HTU dan ikan HTS. Penelitian dilaksanakan pada bulan April-Mei 2016 dengan mengikuti kegiatan sampling enumerator Loka Penelitian Perikanan Tuna Benoa, Bali. Hasil penelitian menunjukkan jenis ikan hasil tangkapan utama rawai tuna yaitu ikan Tuna mata besar (Thunnus obesus), Tuna sirip kuning (Thunnus albacares), Tuna sirip biru selatan (Thunnus maccoyii) dan Tuna albakora (Thunnus allalunga). Jenis ikan hasil tangkapan sampingan rawai tuna yang mendominasi yaitu ikan opah (Lampris guttatus), hiu air (Prionace glauca) dan escolar (Lepidocybium flavobrunneum). Perbandingan komposisi ikan hasil tangkapan utama yaitu 69% dan ikan by catch 31%. Distribusi ukuran ikan hasil tangkapan sampingan sebagian besar sudah memenuhi kriteria ikan layak tangkap. CPUE ikan hasil tangkapan sampingan lebih rendah dibandingkan dengan ikan hasil tangkapan utama. Kata kunci: Hasil Tangkapan Sampingan (by catch), Rawai Tuna, Pelabuhan Benoa Bali, Samudera Hndia.  ABSTRACT Catch of Tuna longline has two types, that is target species and by catch product. This research aims to determine the information type of target species and species by catch, calculate the composition of the fish, size of distribution analysis and determine the CPUE (Catch per unit effort) of species by catch and target species. This research is conducted in April-May 2016 following the sampling enumerator activities of Benoa port. The results of the research show that the type of target species Tuna Longline there are Big eye tuna (Thunnus obesus), Yellow fin tuna (Thunnus albacares), Southern bluefin tuna (Thunnus maccoyii) and Albakora (Thunnus allalunga). The types of species by catch Tuna Longline dominates that is Opah (Lampris guttatus), Shark (Prionace glauca) and Escolar (Lepidocybium flavobrunneum). Comparison of the composition target species is 69% and species by catch is  31%. The size distribution of species by catch already most the criteria of decent fish caught. CPUE of species by catch was lower than. Keywords: bycatch, tuna longline, benoa port, indian Ocean
KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN CANTRANG DAN ASPEK BIOLOGI IKAN KUNIRAN (Upeneus sulphureus) YANG DIDARATKAN DI PPP BAJOMULYO, JUWANA Azizah, Ika Rianita; Rudiyanti, Siti; Ghofar, Abdul
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.457 KB)

Abstract

Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Bajomulyo merupakan pelabuhan perikanan terbesar di Kecamatan Juwana Kabupaten Pati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi ikan yang tertangkap dengan cantrang, mengetahui aspek biologi ikan Kuniran yang meliputi sifat pertumbuhan, tingkat kematangan gonad (TKG), dan indeks kematangan gonad (IKG), mengetahui nilai CPUE dan mengetahui upaya pengelolaan sumberdaya tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Maret – April 2015 selama satu bulan di TPI Bajomulyo Juwana, Pati. Metode yang digunakan adalah metode sampling acak sederhana yang dilakukan dengan pengambilan sampel secara acak sebanyak 966 sampel ikan Kuniran yang didaratkan untuk pengukuran panjang berat dan 97 sampel untuk pengamatan TKG. Selain melakukan sampling juga dilakukan wawancara/tanya jawab kepada nelayan dan pegawai di PPP/TPI. Berdasarkan Penelitian ikan yang tertangkap dengan cantrang terdiri dari 15 spesies yaitu ikan Kapasan (Gerres kapas), ikan Abangan (Nemipterus nematophorus), ikan Swanggi (Priacanthus tayenus), ikan Kuniran (Upeneus sulphureus), dll. Ikan yang dominan tertangkap adalah ikan Kuniran (Upeneus sulphureus) yaitu 5.510 kg pada tanggal 15 Maret 2015 dan 10.479 kg pada tanggal 03 April 2015. Pertumbuhan ikan Kuniran (Upeneus sulphureus) setelah dilakukan uji t diperoleh tHitung > tTabel maka ikan Kuniran bersifat Alometrik positif (pertumbuhan berat lebih cepat daripada pertumbuhan panjang). Tingkat Kematangan Gonad ikan Kuniran betina didominasi oleh TKG III dan TKG IV, sedangkan ikan Kuniran Jantan didominasi oleh TKG I dan TKG II. Indeks Kematangan Gonad jantan maupun betina ≤ 20% sehingga ikan Kuniran termasuk ikan yang dapat melakukan pemijahan lebih dari satu kali setiap tahunnya. Nilai Catch per Unit Effort (CPUE) tertinggi pada tanggal 21 Maret 2015 yaitu 2.900 kg/kapal dan terendah pada tanggal 22 Maret 2015 yaitu 560 kg/kapal dan cenderung mengalami fluktuasi. Upaya pengelolaan yang dapat dilakukan yaitu menjaga ukuran mesh size, mengatur musim penangkapan dan menyadarkan nelayan tentang stok di alam. Coastal Fishery Port (PPP) Bajomulyo is one the largest fishing port in the Juwana District, Pati. This study aims to determine the composition of the fish caught by cantrang, knowing the biological aspect of Kuniran fish which include the nature of growth, gonads maturity level (TKG), and gonads maturity index (IKG), knowing the value of CPUE and determining the resource management efforts. This activity was carried out in March - April 2015 for one month in TPI Bajomulyo Juwana, Pati. The method used was simple random sampling method conducted by random sampling as many as 966 Kuniran fish samples which landed for measuring the weight and length of97 samples for observation of TKG. In addition, the study also carried an interview/question and answer to the fishermen and employees in the PPP/TPI. Based on the study of fish caught by cantrang consists of 15 species, namely Kapasan fish (Gerres kapas), Abangan fish (Nemipterus nematophorus), Swanggi fish (Priacanthus tayenus), Kuniran fish (Upeneus sulphureus), etc. The dominant fish caught was Kuniran (Upeneus sulphureus) i.e. 5,510 kg on March 15, 2015 and 10 479 kg on April 3, 2015. Kuniran fish (Upeneus sulphureus) growth after t test was obtained tCount> tTable then Kuniran fish is categorized positive Allometric (growth of weight is faster than growth of length). Gonads Maturity level of female Kuniran fish was dominated by TKG III and TKG IV, while Males fish Kuniran were dominated by TKG I and TKG II. gonads Maturity index of male and female fish is ≤ 20% so that the Kuniran fish included in fish that can perform spawning more than once per year. The highest value of Catch per Unit Effort (CPUE) was on March 21, 2015 i.e 2,900 kg/vessel and the lowest was on March 22, 2015 i.e 560 kg/vessel.Management efforts to do is to keep the mesh size and to set the fishing seasonand disenchant to fishermen about stock in nature.
KOMPOSISI JENIS IKAN HASIL TANGKAPAN SAMPINGAN (BYCATCH) PUKAT DORONG DI TAMBAK LOROK, SEMARANG Luthfiani, Laeli; Ghofar, Abdul; Purwanti, Frida
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 7, No 3 (2018): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (896.352 KB) | DOI: 10.14710/marj.v7i3.22553

Abstract

Kegiatan perikanan tangkap di Tambak Lorok dilakukan menggunakan berbagai alat tangkap, salah satunya adalah pukat dorong / sodo. Penggunaan pukat dorong menghasilkan tangkapan sampingan (bycatch). Penelitian dilaksanakan pada Desember 2017 - Maret 2018 di Tambak Lorok, Semarang. Penelitian bertujuan untuk mengetahui cara pengoperasian pukat dorong, komposisi hasil tangkapan, komposisi jenis, dan distribusi ukuran hasil tangkapan sampingan pukat dorong di Tambak Lorok, Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey, sedangkan pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Sampling dilakukan sebanyak 5 kali dengan mendata hasil tangkapan kapal pukat dorong di dermaga dan 1 kali mengikuti kegiatan nelayan dalam operasi penangkapan ikan. Pengoperasian pukat dorong meliputi proses setting, pushing, dan hauling selama 6 jam pada kedalaman 5-12 meter sekitar 2 mil dari bibir pantai dengan nilai B/C Ratio yaitu 1,63 yang berarti usaha tersebut menghasilkan keuntungan sehingga layak untuk dijalankan. Komposisi hasil tangkapan pukat dorong berdasarkan berat tangkapan yaitu 39,84% tangkapan utama dan 60,16% tangkapan sampingan. Hasil tangkapan sampingan pukat dorong yang sering ditemukan adalah Ikan Layur (Trichiurus lepturus), Ikan Kempar (Secutor ruconius), Ikan Kembung (Rastrelliger sp.), dan Ikan Tunul (Sphyraena jello). Distribusi ukuran beberapa jenis tangkapan sampingan merupakan ukuran yang belum layak tangkap karena < Lm dan nilai L50% < ½ L∞.  Capture fisheries in the Tambak Lorok use a variety of fishing gear; one of which is pushnet / sodo. The use of pushnet produces bycatch. The research was conducted in December 2017 - March 2018 aiming to find out the way of pushnet operation, catch composition, bycatch type composition, and bycatch size distribution of pushnet in the Tambak Lorok, Semarang. The research method used survey method, while sampling done by purposive sampling method. Operation of pushnet includes the process of setting, pushing, and hauling for 6 hours at a depth of 5-12 meters about 2 miles away from the shore. The value of B/C Ratio is 1.63 which means the business is feasible. Catches composition by weight is 39,84% target species and 60,16% bycatch. Composition type of bycatch was dominated by Ribbonfish (Trichiurus lepturus), Ponyfish (Secutor ruconius), Mackerel (Rastrelliger sp.), and Barracuda (Sphyraena jello). The size distribution of some bycatch were included the size of uncatchable fish because < Lm and L50% < ½ L∞. 
ANALISIS HASIL TANGKAPAN, PRODUKTIVITAS, DAN KELAYAKAN USAHA PERIKANAN RAWAI DASAR DI PPI BAJOMULYO I KABUPATEN PATI Kisworo, Rian; Saputra, Suradi Wijaya; Ghofar, Abdul
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.457 KB)

Abstract

Rawai dasar merupakan alat tangkap dengan target penangkapan ikan - ikan demersal. Rawai dasar banyak dipergunakan nelayan  di Kabupaten Pati, khususnya nelayan di PPI Bajomulyo I Juwana. Makin bertambahnya jumlah kapal dengan alat tangkap rawai dasar setiap tahunnya akan mempengaruhi kelestarian sumberdaya ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil tangkapan rawai dasar (komposisi, produksi, dan nilai produksi), nilai hook rate dan produktivitas alat tangkap rawai dasar, dan kelayakan usaha (keuntungan, revenue cost ratio, payback period) rawai dasar. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2012. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Jenis data yang digunakan terdiri dari data primer yaitu jenis ikan, produksi dan nilai produksi satu trip, ukuran kapal, jumlah ikan tertangkap, jumlah pancing, modal usaha, biaya operasional, dan pendapatan yang didapatkan. Data sekunder terdiri dari jumlah trip selama satu tahun, jumlah ABK selama satu tahun, volume produksi dan nilai produksi selama satu tahun. Hasil penelitian menunjukkan komposisi hasil tangkapan dari 48 kapal sampel didominasi oleh ikan Remang (Congresox talabon) dengan presentase sebesar 61,9 %. Nilai hook rate  termasuk dalam kategori kurang baik. Nilai hook rate berkisar antara 0,85 - 2,89 , dengan rata - rata sebesar 1,98. Semakin besar ukuran kapal, nilai produktivitas per tonnage yang didapatkan semakin kecil. Sedangkan semakin besar ukuran kapal semakin tinggi nilai produktivitas per ABK dan produktivitas per trip. Hasil perhitungan kelayakan usaha didapatkan nilai keuntungan kapal ukuran 30 - 39 GT lebih tinggi dibanding dengan ukuran 20 - 29 dan 40 - 49 GT. Nilai R/C kapal rawai dasar > 1 atau usaha layak dilakukan. Pengembalian modal atau payback period kapal rawai dasar dalam kategori pengembalian sedang yaitu berkisar 3,23 - 4,16 tahun.
BEBERAPA ASPEK BIOLOGI IKAN TERI (Stolephorus devisi) YANG TERTANGKAP PAYANG DI PERAIRAN KABUPATEN PEMALANG Dewanti, Rizky Oktarina Nur; Ghofar, Abdul; Saputra, Suradi Wijaya
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.985 KB)

Abstract

Kabupaten Pemalang merupakan daerah yang terletak di Pantai Utara Jawa  yang memiliki luas wilayah 11.530 km2 dengan luas perairan laut seluas 259,28 km2. Ikan Teri umumnya dieksploitasi dengan menggunakan alat tangkap payang. Payang yang digunakan, memiliki ukuran mata jaring yang relatif kecil. Aspek biologi ikan Teri perlu dikaji untuk dikaitkan dengan perikanan yang bertangung jawab. Ukuran hasil tangkapan dapat menunjukkan sejauh mana tingkat pemanfaatan sumberdaya dan dapat dijadikan sebagai bahan kajian untuk pengelolaan apa yang dapat dilakukan di daerah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur ukuran, pola pertumbuhan, aspek reproduksi serta konsep pengelolaan ikan Teri di perairan Pemalang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, dengan teknik pengambilan sampel secara acak. Jenis data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari Ikan Teri hasil tangkapan payang. Sampel diambil sebanyak 1 kg dari total tangkapan satu alat tangkap payang. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 4 kali. Data sekunder yang dikumpulkan berupa jumlah produksi ikan Teri yang tertangkap payang selama tahun 2008-2013 yang di peroleh dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pemalang. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2013-April 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan ikan Teri (S. devisi) memiliki nilai b sebesar 3,125, ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ikan Teri bersifat alometrik positif dengan nilai faktor kondisi 1,09. Ukuran ikan pertama kali tertangkap adalah (Lc50%) 57,24mm. Ikan Teri yang telah matang gonad sebanyak 37%. Ukuran ikan Teri pertama kali matang gonad (Lm50%) adalah 60,67 mm. Pemalang is located on the North coast of Java, which has an area of 11.530 km2 with an area of sea waters covering area of 259,28 km2. Anchovy generally exploited by seine net were using small mesh sizes. Biological Aspects of anchovies need to examined and associated with the responsible fisheries. The measure catch shows the utilization of the resource as a review for management what can be used in the area. This research aimed to know the structure, the pattern of growth, reproductive aspects and the concept of management of anchovy in the waters of Pemalang. Survey method with random sampling was used in the research. The type of data use was primary data and secondary data. Primary data obtained from anchovy caught by seine net. Samples taken as much as 1 kg of the total catch one grap seine net which performed 4 times with one month interval for each sample collection. The secondary data used in this research taken from the total production of catch during 2008 to 2013 from Department of Marine and Fisheries in Pemalang. The research started from November 2013 until April 2014. The results shows that b value of the growth of anchovy (S. devisi) was 3,125, which mean that growth of anchovy (S. devisi) was allometric positive and condition factor value was 1,09. Size first fish caught (Lc50%)  was 57,24mm. Anchovy ripe gonads was 37%. Length at first maturity (Lm50%) is 60,67mm.
Co-Authors - Djuwito A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abubakar, Usman Achsin, M Adi Hidayat Pradana Adiningsih, Annisa Dwi Amalia Agus Firmansyah Agus Hartoko Akmalia, Desta Safa Nur Ali Djamhuri Ana Farida Ulfa, Ana Farida Anhar Solichin Anjayanti, Lulu Aqila, Hafizh Ardiniamalia, Utari Areta Widya Kusumadewi Arif Rahman Aryatama, Enggal ASHARI - Ashari, Asqita Rakhma Astuti, Vera Yuni As’ad, Zulfikar Aulia Fuad Rahman Azizi, Nurul Amin Bachtiar, Rizal Bambang Purnomosidhi Bambang Subroto Bambang Sunarto Bhakti, Sylvi Prihatini Bram Setyadji, Bram Budi Nugraha, Budi Damar Nusawicaksono Kurniawan, Damar Nusawicaksono Daryumi Daryumi, Daryumi Dela, Jamaludin Arya Denia, Mareta Fitri Desty Wahyuni Ginting Dian Wijayanto Didik Wahju Hendro Tjahjo Djuwito Djuwito Dwi Rinda Sulistiowati Dwinanto, Irwin Dyah Tjahyandari Suryaningtyas Edi Wibowo Suwandi Effendi, Mohammad Irhas Eko Ganis Sukoharsono Eko Susilo Endaryono, Bakti Eny Zuhrotin Nasyi’ah Erika Kurniawati, Erika Fahmi Fahmi Faid, Muhammad Nabil Faizah, Niswatul Fajrur Rohman, Fajrur Farohiyah, Nuroin Firmansyah Firmansyah Firmansyah Firtasari Simanullang, Firtasari Frida Purwanti Galuh Kirana Anindhita Haeruddin Haeruddin Handaru, Wuri Cahya Harmasnida Rachma, Harmasnida Haryanto, Riki Haryanto, Yudi Hendrawan, Andika Luky Setiyo Henny Liestiana, Henny Hens Saputra Herin Mawarti Herman Susilo Ika Rianita Azizah, Ika Rianita Islam Nurwantoro, Dorit Bayu Islam Nurwantoro, Dorit Bayu Ismail, Mochammad Ismail, Mochammad Ismail, Moh. Akhirudin Iwan Triyuwono Jawo, Mohammed Jawo, Muhammed Khoirul Umam Khoirul Umam Hasbiy Krisliyana Mia Anggarini, Krisliyana Mia Kunti Sunaryo Kurniawati Kurniawati Kurniawati Kusumawardani, Ayudiana Laily Fitriani Larasati, Wahyu Kartika Lia Yulianti Lidya Dewintha Laksmi Lisnaningrum, Destya Lukia Zuraida Luqmanul Hakim Luthfiani, Laeli Maharani, Cevira Dewi Manuhara Putra, Wahyu Marbun, April Yani Mardiana, Hermin Maretha Tristi Hapsari Masruroh Masruroh MASRUROH Merantika Puspaningdiah Mirna Amirya Misbahuddin Azzuhri Mody Kusumatuti, Febriyanti Mohamad Salah R. Ashour, Mohamad Salah R. Mokhamad Imam Subeqi, Mokhamad Imam Muhamad Sutri Wardani Muhammad Azhar Muhammad Faisal Riza Muhammad Zulfikar Munawaroh, Neneng Hikmatul MUNIF, AHMAD Mustafa, Anwar Nabiilah, Adinda Shafaa Nur Nafi’a, Insania Nainggolan, Libero Filius Ningrum, Yulita Dwi Ningsih, Lutfiyah Nirmala, Jessica Gina Novanty, Savira Trista Nugraha, Satria Wiratama Nugraha, Yoga Oktafia, Yeni Pangaribuan, Rachel Hagiographa Pramita, I Putu Bayu Pratama, Fadhil Irvan Puji Astuti pujiani Pujiani, Pujiani Pujiono Wahyu Purnomo Qisthia, Sekar Ariani Qonitah, Afifah Rahmawati, Mamik Rani Darmayanti Rian Kisworo Rizky Oktarina Nur Dewanti Rosjidi, Mochamad Rosjidi, Mochamad Sabihaini Sabihaini Sabrina Dwi Prihartini, Sabrina Dwi Sahala Hutabarat Sandria, Jeffry Sani Adela, Sani Sarah Az Zahra Savika, Fanny Putri Sembiring, Kristina Setiawansyah, Reandi Setyawati, Rufaida Sheila Almaida, Sheila Sheila Puspa Arrum, Sheila Puspa Sholihati, solihati Siti Muniroh Siti Rudiyanti Skar Puji Astuti, Skar Puji Sri Mulyanti Sri Redjeki Sulaksono, Ivanna Emmanuela Supriharyono Supriharyono Suradi Wijaya Saputra Suryanti Suwardi Suwardi Tandirerung, Murbantan Tandirerung, Murbantan Taufani, Wiwiet Teguh Toni Endaryono, Bakti Umami, VIna Riza Vajriyanti, Eva Wahyu Kartika Larasti Wandayu, Rika Candra Wibisana, Muhammad Jusuf Wicaksana, Ilyas Surya Wulandari, Ragita Hana Wuri Cahya Handaru Wuryan Andayani Yani, Athi’ Linda Yeney Widya Prihatiningtias Zahwa Maulidina Afwija Zulfikar Zuliani Zuliani -