p-Index From 2021 - 2026
6.464
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Reviu Akuntansi dan Keuangan Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology JURNAL SAINS PEMASARAN INDONESIA Management of Aquatic Resources Journal (Maquares) Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Journal of Tropical Soils Jurnal Manajemen Bisnis Prosiding Seminas Competitive Advantage Eduhealth Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB The International Journal of Accounting and Business Society JABE (Journal of Accounting and Business Education) MODUS-Jurnal Ekonomi dan Bisnis Riset Akuntansi dan Keuangan Indonesia JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi JBMP (Jurnal Bisnis, Manajemen dan Perbankan) JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Majalah Ilmiah Pengkajian Industri YUME : Journal of Management IJISH (International Journal of Islamic Studies and Humanities) Akuntansi : Jurnal Akuntansi Integratif Al-Misbah : Jurnal Islamic Studies EDUNursing Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Economics and Digital Business Review Indonesia Private Law Review Jurnal Cahaya Mandalika Caring : Jurnal Pengabdian Masyarakat Asia Pacific Journal of Management and Education Jurnal Gici Jurnal Keuangan dan Bisnis Dedikasi Saintek Jurnal Pengabdian Masyarakat e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Serat Acitya Reviu Akuntansi, Keuangan, dan Sistem Informasi Jurnal Manajemen, Ekonomi dan Akuntansi Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Assyfa Journal of Multidisciplinary Education Jurnal Pengabdian Masyarakat Widya Wiwaha conomics Learning Experience & Social Thinking Education Journal TPeT
Claim Missing Document
Check
Articles

TINGKAT EKSPLOITASI IKAN TUNA SIRIP BIRU SELATAN (Thunnus maccoyii) DI SAMUDERA HINDIA BERDASARKAN HASIL TANGKAPAN YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN BENOA, BALI Kurniawan, Damar Nusawicaksono; Ghofar, Abdul; Saputra, Suradi Wijaya; Setyadji, Bram
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) VOLUME 5, NOMOR 4, TAHUN 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.297 KB)

Abstract

ABSTRAK Pengkajian dan pendugaan status sumberdaya perikanan di suatu wilayah perairan dapat dilakukan dengan mengetahui laju eksploitasinya. Data frekuensi panjang merupakan salah satu data yang dapat digunakan untuk melakukan pendugaan tingkat eksploitasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menduga nilai mortalitas, laju pertumbuhan, ukuran pertama kali tertangkap dan tingkat eksploitasi. Penelitian dilakukan pada bulan April-Mei 2016 di Loka Penelitian Perikanan Tuna Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali. Metode yang digunakan adalah metode survei. Sementara data panjang ikan tuna sirip biru selatan tahun 2013-2014 kemudian diolah dengan perangkat lunak FISAT II. Hasil penelitian menunjukkan struktur ukuran ikan tuna sirip biru selatan 145 - 210 cmFL dengan modus di ukuran 170-174 cmFL, ukuran pertama kali tertangkap (Lc) 171 cmFL, hubungan panjang berat mendapat nilai W= 0,00006*FL2,792, faktor kondisi berada pada angka 1,86-2,00, laju pertumbuhan yang didapat yaitu Lt=220,50(1 - e 0,2(t+0,488)), dimana nilai dari L∞ yaitu 220,50 cmFL dan nilai t0 -0,49, laju mortalitas total (Z) sebesar 1,14/tahun, laju mortalitas alami (M) sebesar 0,36/tahun, dan laju mortalitas akibat penangkapan (F) sebesar 0,78/tahun, dan tingkat eksploitasi (E) 0,68/tahun, Hal ini menunjukan penangkapan  ikan tuna sirip biru selatan oleh kapal rawai tuna di Samudera Hindia dalam keadaan berlebih (overfishing) karena nilai tingkat eksploitasi yang didapat melebihi tingkat pemanfaatan optimum atau Eopt = 0,5/tahun (0,68 > 0,5). Kata Kunci : Ikan Tuna Sirip Biru Selatan, Tingkat Eksploitasi, Mortalitas, Pertumbuhan  ABSTRACT Stock assessment and prediction status of fisheries resources in the waters can be made by knowing the rate of exploitation. Length-frequency data is one can be used to suspect rate of exploitation . The aimed of this research was to suspect value of mortality, the growth rate, size at first capture and the level of exploitation. This research was conducted on April-May 2016 at the Loka Fishery Tuna's Research Benoa Port, Denpasar, Bali. This research used survey method.While data length of the southern bluefin tuna 2013-2014 was processed with FISAT II. The results showed size structure of southern bluefin tuna 145-210 cmFL with mode in sizes 170-174 cmFL, size at first capture (Lc) 171 cmFL, value of lenght and weight relationship W = 0,00006 *,792 FL2, condition factors 1,86-2.00, the growth rate Lt = 220,50 (1-e of 0.2 (t + 0,488)), where the value of L ∞ was 220.50 cmFL and value t0 -0.49 total mortality rate (Z) of 1.14/year, rate of natural mortality (M) of 0.36/year, and  rate of mortality due to the arrest of (F) amounted to 0.78/year, and the rate of exploitation (E) 0,68/year, it shows the fishing of southern bluefin tuna by the longline in the Indian Ocean was overfishing because level of exploitation value was over the optimum effort or Eopt = 0,5/year (0.68 > 0.5). Keyword: Southern Bluefin Tuna, exploitation rate, Mortality, growth,
STUDI BEBERAPA ASPEK BIOLOGI IKAN BAWAL HITAM (Parastromateus niger) YANG TERTANGKAP PAYANG DI KABUPATEN KENDAL Rachma, Harmasnida; Ghofar, Abdul; Saputra, Suradi Wijaya
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.138 KB)

Abstract

Perairan Kabupaten Kendal  memiliki potensi perikanan. Salah satu jenis ikan bernilai ekonomis tinggi  yang terdapat di perairan ini adalah ikan Bawal Hitam (Parastromateus niger). Bawal Hitam tertangkap pada alat tangkap payang. Dalam mengelola sumberdaya Bawal Hitam dibutuhkan data aspek biologi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan panjang berat, faktor kondisi, ukuran pertama kali tertangkap, ukuran pertama kali matang gonad, tingkat kematangan gonad ikan, indeks kematangan gonad, fekunditas dan CPUE harian Bawal Hitam yang didaratkan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tawang, Kabupaten Kendal. Selain itu, untuk mengetahui CPUE harian Bawal Hitam. Penelitian dilaksanakan bulan Desember 2014 dan Januari 2015. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pengumpulan data primer dan data sekunder. Hasil penelitian yang diperoleh adalah pola pertumbuhan Ikan Bawal Hitam bersifat allometrik negatif dengan persamaan W=0,0004L2,923 . Ukuran rata-rata pertama kali tertangkap Ikan Bawal Hitam (L50%) adalah  225 mm. Nilai L∞ sebesar 335,79 mm dan 1/2 L∞ sebesar 177,89 mm. Nilai faktor kondisi Ikan Bawal Hitam selama penelitian adalah 1,19. Persentase terbesar tingkat kematangan gonad Ikan Bawal Hitam jantan terdapat pada TKG 2 yaitu 29% sedangkan Ikan Bawal Hitam betina persentase terbesar terdapat pada TKG 3 yaitu 62 %. IKG yang kecil untuk jantan berkisar antara 0,06 sampai 3,53 dan betina berkisar 0,08 sampai 5,71. CPUE Bawal Hitam pada bulan Desember 2014 13,48764 kg/trip. Rata-rata CPUE Bawal Hitam bulan Januari 2015 sebesar 6,745776 kg/trip. Kendal waters have the potential fishery. One of the high-value fish species found in these waters are fish Black Pomfret (Parastromateus niger). Black pomfrets were caught in payang fishing gear. Data of biological aspect is needed in order to manage Black pomfret resource. The purpose of this research was to determine the long-weight relationship, condition factor, the size of the first captured, the size of the first ripe gonads, gonad maturity level (GML), gonad maturation index, fecundity and daily catch per unit effort of Black Pomfret landed at the fish auction place (TPI) Tawang, Kendal. The study was conducted in December 2014 and January 2015. The research collected both primary and secondary data. The results obtained that Black pomfret fish growth pattern in negative allometric equation W = 0,0004L2,923. The average of first caught size of Black Pomfret fish (L50%) was 225 mm. L∞ obtained by 335.79 mm and 1/2L∞ value of 177.89 mm. The value of Black pomfret fish condition factor in this research was 1.19. The largest percentage of male Black pomfret fish level gonad maturity contained in the GML 2 that is 29% while the percentage of female Black pomfret fish are most at GML 3 is 62%. Black pomfret average CPUE in December 2014 was 13,48764 kg/trip. Black pomfret average CPUE  in January 2015 was 6,745776 kg/trip.
BEBERAPA ASPEK BIOLOGI IKAN SWANGGI (Priacanthus tayenus) BERDASARKAN HASIL TANGKAPAN YANG DIDARATKAN DI PPP MORODEMAK Anindhita, Galuh Kirana; Saputra, Suradi Wijaya; Ghofar, Abdul
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.533 KB)

Abstract

Ikan Swanggi merupakan salah satu jenis ikan yang ditangkap dengan alat tangkap Cantrang di PPP Morodemak. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui struktur ukuran, nilai modus, ukuran pertama kali tertangkap (Lc50%), pola pertumbuhan, aspek reproduksi, serta strategi pengelolaan yang baik. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret – April 2014. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Pengambilan sampel menggunakan metode sistematik random sampling. Data yang digunakan adalah data primer. Hasil tangkapan ikan Swanggi diambil 10% dari total hasil tangkapan dari 4 kapal selama 4 kali pengambilan sampel. Pengambilan sampel dilakukan selama 2 bulan dengan intensitas 2 minggu sekali. Kisaran panjang ikan yang tertangkap selama penilitian berkisar dari 123 – 305 mm dan berat berkisar dari 25,3 – 201,2 gram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan dengan kisaran panjang 174 – 190 mm paling banyak tertangkap dengan modus 358 ekor. Ukuran pertama kali tertangkap adalah 182 mm. Pertumbuhan ikan Swanggi bersifat allometrik negatif.Faktor kondisi sebesar 1,015. Ikan Swanggi jantan maupun betina sebagian besar belum matang gonad yaitu sebesar 63% dan 59%. Nilai IKG terendah pada ikan Swanggi jantan sebesar 0,05% dan nilai IKG tertinggi sebesar 3,02%, sedangkan nilai IKG terendah pada ikan Swanggi betina sebesar 0,13% dan nilai IKG tertinggi sebesar 7,73%. Ukuran pertama kali matang gonad adalah 184 mm. Fekunditas terendah sebesar 127928 butir dengan panjang tubuh 173 mm dan berat tubuh 69,5 gram, sedangkan fekunditas tertinggi sebesar 227571 butir dengan panjang tubuh 211 mm dan berat tubuh 132,4 gram. Hubungan fekunditas dengan panjang memiliki keeratan yang cukup kuat dan hubungan fekunditas dengan berat memiliki keeratan yang kuat. Hubungan fekunditas dengan berat lebih kuat dibandingkan hubungan fekunditas dengan panjang. Strategi pengelolaan yang dapat dilakukan adalah mempertahankan mesh size jaring Cantrang yang sekarang digunakan dan cara pengoperasiannya. Red Bigeye fish is one type of fish caught by fishing gear Cantrang in PPP Morodemak. The research was intended to determine the structure size, the value of the mode, the first caught size (Lc50%), the patterns of growth, the reproduction aspect, as well as good management strategy. The research was done in March – April 2014. The method used was surveying and sample was collected using systematic random sampling method. The data used was primary data. The catch of red bigeye fish was taken 10% from the total catch from 4 boats in 4 sampling. The sample was collected in 2 months, once in every 2 weeks. Length range of fish caught during penilitian ranged from 123 - 305 mm and weight ranged from 25,3 – 201,2 grams. The result has shown that fish as long as 174 – 190 mm are the most caught fish with the mode as much as 358 fish. The size of the first caught fish was 182 mm. Red bigeye fish growth is negatively allometric. The condition of the gonad of 1,015 of male and female red bigeye fish are mostly immature, as much as 63% and 59%. The lowest IKG of male red bigeye fish was 0,13% and the highest IKG was 7,73%. The size when the gonad is mature for the first time was 184. The lowest fecundity was 127.928 items with body length of 173 mm and body weight of 69,5 grams, while the highest fecundity was 227.571 items with a body length of 211 mm and a body weight of 132,4 grams. The relationship of fecundity to length was moderate and the relationship of fecundity to weight is strong. The relationship of fecundity to weight was stronger than the relationship of fecundity to length. The strategy that can be done would be maintaining the mesh size of the Cantrang nets that is currently used and the operation procedure of using the net. 
KOMPOSISI DAN DISTRIBUSI SPASIAL LARVA IKAN EKONOMIS PENTING DI PERAIRAN ESTUARI BANJIR KANAL TIMUR KOTA SEMARANG Daryumi, Daryumi; Hutabarat, Sahala; Ghofar, Abdul
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) VOLUME 5, NOMOR 3, TAHUN 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.563 KB)

Abstract

ABSTRAK Perairan estuari Banjir Kanal Timur berfungsi sebagai daerah asuhan bagi larva ikan. Daerah estuari bersifat fluktuatif sehingga sifat-sifat fisik, kimia dan biologi bervariasi, pada fase larva ikan sangat menentukan kelangsungan hidup dari spesies ikan maupun populasi. Oleh karena itu, mengetahui keberadaan larva ikan ekonomis penting dapat memberi informasi tentang daerah mana yang dapat digunakan sebagai daerah penangkapan dan daerah mana yang harus dilestarikan. Penelitian dilakukan pada bulan Maret-April 2016 di Muara Banjir Kanal Timur Kota Semarang  yang bertujuan untuk mengetahui komposisi dan distribusi spasial larva ikan. Metode yang digunakan yaitu metode Purposive Random Sampling. Hasil penelitian menunjukan jumlah rata-rata larva ikan sebanyak 1851 ind/150m3 terdiri dari famili Apogonidae, Mugilidae, Gerreidae, Lutjanidae, Engraulidae, Nemipteridae, Ambassidae, Gobiidae dan Chanidae. Jenis larva ikan yang yang paling banyak ditemukan adalah Mugillidae (Belanak) 38,92%, sedangkan yang paling sedikit adalah Chanidae (Bandeng) 0,38%.  Larva ikan paling banyak tertangkap di daerah pantai (Titik III) dan yang paling sedikit tertangkap didaerah muara menuju sungai (Titik VI). Perhitungan indeks morista menunjukan larva ikan menyebar secara acak. Struktur komunitas larva ikan yaitu indeks keanekaragaman (H’) berkisar 0,64-1,66, indeks keseragaman (E) berkisar 0,14-0,39, dan indeks dominasi berkisar 0,21-0,67. Berdasarkan hasil uji regresi menunjukkan antara salinitas dengan kelimpahan larva ikan berkorelasi positif, sedangkan kecepatan arus dengan kelimpahan larva ikan berkorelasi negatif. Kata Kunci: Estuari; Larva Ikan; Komposisi; Distribusi; Banjir Kanal Timur Semarang.  ABSTRACT The estuaries of eastern Banjir Kanal served as the nursery ground for fish larvae. Areas of estuaries were fluctuating. So the parameters of the physical, chemical and biological were variation, in fish larvae phas  largely determine  survival rate of fish species or populations. For it to, knowing the existence of economically important fish larvae could providing information about which areas be using as a capture area and which areas that should be preserved. Research conducted in March-April 2016 at the Eastern Banjir Kanal of Semarang, aims to find out the composition and spatial distribution of fish larvae. The method used Purposive Random Sampling method. The research showed the range number of larvae as 1851 ind/150m3 consists of Familia Apogonidae, Mugilidae, Gerreidae, Lutjanidae, Engraulidae, Gobiidae, Ambassidae, Nemipteridae and Chanidae. Types of fish larvae found the most high was Mugillidae (Mullet) 38,92%, while the least was Chanidae (Milkfish) 0,38%. The larvae of most fish caught in coastal areas (point III) and the least caught in the estuary towards the river (Point VI). The calculation of the index morista fish larvae spread randomly. Fish larvae community structures were the index of diversity (H ') range from 0,64-1,66, uniformity index (E) range 0,14-0,39, and dominance index range from 0,21-0,67. Based on the results of the regression analysis showed between salinity with an abundance of fish larvae correlating positively, where the current speed with an abundance of fish larvae  correlating negatively.Keywords: Estuarie;  Fish Larvae; Composition; Distribution; Eastern Banjir Kanal Semarang.
ASPEK BIOLOGI IKAN LAYANG (Decapterus macrosoma) YANG DIDARATKAN DI PPP SADENG, GUNUNGKIDUL, YOGYAKARTA Liestiana, Henny; Ghofar, Abdul; Rudiyanti, Siti
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.766 KB)

Abstract

Ikan Layang merupakan salah satu diantara beberapa jenis ikan yang tertangkap di PPP Sadeng. Ikan Layang, Decapterus macrosoma merupakan ikan pelagis yang tertangkap dengan alat tangkap pukat cincin (mini purse seine). Kelestarian sumber daya ikan Layang perlu dipertahankan mengingat peranannya yang cukup besar dalam bidang perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sumber daya ikan Layang di PPP Sadeng dilihat dari aspek biologi yaitu aspek pertumbuhan yang terdiri dari panjang berat, faktor kondisi, dan ukuran pertama kali tertangkap. Aspek reproduksi terdiri dari tingkat kematangan gonad, indeks kematangan gonad, ukuran pertama kali matang gonad dan nisbah kelamin. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, dengan cara pengambilan sampel secara acak sederhana (simple random sampling) sebanyak satu keranjang pada setiap sepuluh keranjang hasil tangkapan ikan. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Desember 2014 – Februari 2015 di PPP Sadeng. Sampel yang diperoleh selama penelitian sebanyak 1.324 ekor ikan Layang dengan kisaran panjang 145-380 mm dan kisaran berat 39-669 gram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pertumbuhan ikan Layang (D. macrosoma) adalah alometrik negatif yaitu pertambahan panjang yang lebih cepat dari pertambahan berat tubuhnya. Faktor kondisi yang diperoleh sebesar 1,05 berarti bahwa kondisi ikan kurang pipih. Ukuran pertama kali tertangkap (L50%) yaitu 255 mm. Tingkat kematangan gonad didominasi TKG III dan TKG IV dan indeks kematangan gonad berkisar antara 0,11-5,15%. Ukuran pertama kali matang gonad (Lm50%) ikan Layang jantan dan betina adalah 247 mm dan 250 mm, hal ini menunjukkan ikan yang tertangkap sudah mengalami matang gonad dilihat dari Lm50% < L50%. Rasio kelamin antara ikan Layang jantan dan betina adalah 1,4 : 1. The Shortfin scad (Decapterus macrosoma) is one of the few types of the fish which is caught at the Sadeng fishing base. The Shortfin Scad, Decapterus macrosoma is a pelagic fish that is caught by purse seine fishing gear (mini purse seine). The sustainability of Shortfin Scad’s resources need to be maintained, because of its significant role for fisheries. This study aims to find out informations of the Shortfin Scad’s resources from the aspects of biology. The biological aspects include the aspect of growth that consists of length and weight measurement, condition factor, and the length of first capture. Reproductive aspect consists the maturity levels of gonad, gonad maturation index, the length of first maturity and sex ratio. The method used was survey method. The sample method was using simple random sampling by collecting one basket at every ten baskets of the fish catches. Sampling was conducted in December 2014 until February 2015 at Sadeng fishing base. The samples of the Scortfin Scad used for research was 1.324 fishes, the length ranged between 145-380 mm and the weight ranged between 39-669 grams. The results showed that the growth patterns of D. macrosoma was negative allometric, which means that the growth of length is faster than the body weight gain. The condition factor of D. macrosoma was 1.05, it means that the fish has less flattened body. The length of first capture (L50%) was 255 mm. Gonad maturity level was dominated with TKG III and TKG IV and gonad maturation index was  ranged between 0.11-5.15%. The size of first maturity (Lm50%) both for males and females was 247 mm and 250 mm, it indicated that D. macrosoma had been caught in the mature moment, which is seen from Lm50%< L50%. The sex ratio of male and female was 1,4 : 1.
DISTRIBUSI DAN KELIMPAHAN LARVA IKAN PADA EKOSISTEM MANGROVE DI DESA PASAR BANGGI KABUPATEN REMBANG Simanullang, Firtasari; Djuwito, Djuwito; Ghofar, Abdul
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) VOLUME 5, NOMOR 4, TAHUN 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.823 KB)

Abstract

ABSTRAK Kabupaten Rembang merupakan salah satu kabupaten yang  terletak di pesisir Pantai utara Jawa Tengah yang mempunyai kawasan rehabilitasi mangrove seluas 106,66 ha. Ekositem mangrove di Kabupaten Rembang telah dikelola oleh masyarakat dan LSM setempat untuk dijadikan kawasan wisata dan masyarakat juga membuka lahan tambak yang dapat memberi tekanan bagi fungsi ekologis mangrove. Salah satu dampak yang sangat dikhawatirkan adalah terganggunya habitat vital serta perkembangan larva ikan di area asuhan hutan mangrove. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jenis famili larva ikan, distribusi, kelimpahan, keseragaman, keanekaragaman dan dominasi larva ikan di ekosistem mangrove di Desa Pasar Banggi Kabupaten Rembang. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2016. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak tiga kali, dengan interval waktu 1 minggu sekali. Penelitian ini menggunakan metode survei sedangkan pengambilan sampel dilakukan dengan metode stratified sampling. Hasil penelitian didapatkan larva ikan dari tujuh famili, yaitu: Gerreidae, Gobiidae, Clupeidae, Engraulidae, Adrianichtyidae, Megalopidae dan Carangidae. Indeks keanekaragaman berkisar antara 0,087- 0,770, dengan nilai tertinggi di wilayah mangrove umur sekitar tiga  tahun. Indeks keseragaman berkisar antara 0,062 – 0,555, nilai tertinggi juga pada wilayah umur mangrove sekitar tiga tahun. Nilai indeks dominasi berkisar antara 0,577 – 0,972, dengan nilai tertinggi pada wilayah mangrove berumur lima puluh tahun. Kelimpahan tertinggi larva ikan yang tertangkap pada lokasi penelitian didapat pada wilayah A (wilayah mangrove berumur sekitar lima puluh tahun) adalah sebesar 40 Ind/m3, wilayah B (wilayah mangrove berumur sekitar tujuh tahun) sebesar 22 Ind/m3 dan yang terendah adalah wilayah C (wilayah mangrove berumur sekitar tiga tahun) sebesar 19 Ind/m3..                      Kata Kunci : Kelimpahan Larva Ikan; Mangrove; Kabupaten Rembang ABSTRACT Rembang Regency located in the northeastern part of Central Java which has 106.66 ha mangrove rehabilitation area. Mangrove ecosystem in Rembang has been managed by local communities and NGOs for eco-tourism. The local people also have actively cleared mangrove area for artificial ponds that are put an ecological pressure into mangrove ecosystem function.  One of the important impact that needs to be concerned is the disruption of vital habitat as well as the development of fish larvae in mangrove area. The purpose of this study was to determine the type of fish larvae families, distribution, abundance, uniformity, diversity and dominance of larval fish in in the mangrove ecosystem of Pasar Banggi, Rembang. The samplings were conducted in April 2016 three times, with intervals one week. The sampling method was done by stratified sampling method. In three times sampling we obtained seven families of fish larvae in the following name: Gerreidae, Gobiidae, Clupeidae, Engraulidae, Adrianichtyidae, Megalopidae and Carangidae. The diversity indices range between 0,087- 0,770, with the highest in level in mangrove area with mangrove age of three years. The uniformity index ranges between 0,062 – 0,555, the highest value is also in mangrove area with mangrove age of three years. The dominance index values ranging between 0,577 – 0,972, with the highest value in the in mangrove area with mangrove age of fifty years. Highest abundance of fish larvae were caught among the sites acquired in the area A ( mangrove area about fifty years ) is 40 Ind / m3 , region B ( mangrove area about seven years ) of 22 Ind / m3 and the lowest is the area C ( mangrove area about three years old ) by 19 Ind / m3 .Key Words: Fish Larva Abundance, Mangrove , Rembang District
ANALISIS MORFOMETRI, JENIS DAN SEBARAN TANGKAPAN IKAN MANYUNG DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA PEKALONGAN (Morphometric Analysis, Species and Catch Distribution of Manyung Fish in Pekalongan Domestic Fishing Port Pekalongan) Marbun, April Yani; Ghofar, Abdul; Solichin, Anhar
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 6, No 4 (2017): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (811.014 KB)

Abstract

Ikan Manyung merupakan salah satu jenis ikan pantai di Laut Jawa yang termasuk dalam kelompok ikan demersal dan jenis ikan lepas pantai. Pada tahun 2011, produksi Ikan Manyung di Indonesia mencapai 90.980 ton dan merupakan produksi terbesar untuk golongan ikan demersal. Sebagai tindak lanjut dan menjaga keseimbangan ekosistem, maka diperlukan monitoring. Penelitian bertujuan untuk mengetahui analisis morfometri, jenis, serta sebaran tangkapan Ikan Manyung. Penelitian dilaksanakan pada bulan 21 April-13 Mei 2017 di Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan, Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survey dan pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling. Dari hasil penelitian terdapat 2 jenis Ikan Manyung yang didaratkan yaitu Manyung Utik (Arius thalasinus) dan Manyung Pidada (Arius maculatus). Sebaran titik koordinat penangkapan berada pada kisaran lintang 05048’74.8” sampai 06056’10” dan bujur 109054’49.3” sampai 110045’39.6”. Daerah sebaran titik tangkap berada di daerah Kota Pekalongan, Batang, Kendal, Demak, Semarang dan Jepara. Manyung fish is one of java island species includes as demersal and off shore fish. In 2011, total fish production in Indonesia reached 90,980 tons and is the largest production for demersal fish group. As a follow up of this and maintain the balance of the ecosystem, it is necessary monitoring. The study was aimed to determine the morphometric analysis, species and catch distribution of manyung fish.  The study was conducted in 21 April-13 May 2016 at the Pekalongan Domestic Fishing Port, Central Java This research used survey method and sampling was done by a purposive sampling. There were 2 species of manyung were landed, there are Manyung Utik (Arius thalasinus) and Manyung Pidada (Arius maculatus). Distribution of fishing coordinate point was in the range of latitude 05048'74.8 until 06056'10" and the longitude 109054'49.3" until 110045'39.6". The catch distribution is located in Pekalongan, Batang, Kendal, Demak, Semarang and Jepara.
Tingkat Pendapatan Nelayan Rajungan Gill Net, Bubu, Arad Di Desa Betahwalang Kabupaten Demak Kecamatan Bonang Wicaksana, Ilyas Surya; Wijayanto, Dian; Ghofar, Abdul
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 2: April 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Betahwalang adalah desa penghasil rajungan. Alat tangkap rajungan adalah gill net, bubu, serta arad. Rajungan merupakan salah satu komoditi perikanan bernilai ekonomis tinggi. Penelitian ini bertujuan untukmendeskripsikan aspek teknis penangkapan rajungan, menganalisis perbandingan pendapatan gill net, bubu serta arad di Desa Betahwalang.Metode penelitian menggunakan metode deskriptif bersifat studi kasus dengan jumlah sampel 60 nelayan. Metode pengambilan sampel menggunakan snowball sampling.Metode analisis data yang digunakan adalah analisis pendapatan. Hasil tangkapan rajungan rata rata pertahun oleh alat tangkap gill net 1747 kg, bubu 2942 kg, arad 2596 kg. Hasil analisis tingkat pendapatan usaha penangkapan rajungan alat tangkap gill net, bubu, serta arad di Desa Betahwalang, menujukankeuntungan rata-rata pada usaha penangkapan rajungan dengan alat tangkap gill net sebesar Rp. 36.066.028,- per tahun, bubu sebesar Rp. 42.478.064,- per tahun sedangkan arad sebesar Rp. 28.252.778,- per tahun.
ANALISIS PERBANDINGAN PENDAPATAN NELAYAN BUBU DESA BETAHWALANG DENGAN POLA WAKTU PENANGKAPAN BERBEDA Almaida, Sheila; Wijayanto, Dian; Ghofar, Abdul
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 3: Agustus, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.87 KB)

Abstract

Desa Betahwalang adalah salah satu desa di Kabupaten Demak yang merupakan desa penghasil rajungan. Alat tangkap yang paling banyak digunakan untuk menangkap rajungan adalah bubu lipat. Rajungan merupakan salah satu komoditi perikanan bernilai ekonomis tinggi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan pemerintah untuk tetap melestarikan sumberdaya rajungan adalah dengan memberi kebijakan pembatasan waktu penangkapan rajungan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui aspek teknis perikanan rajungan dengan alat tangkap bubu; menganalisis produksi, biaya, pendapatan dan keuntungan nelayan bubu di Desa Betahwalang; dan mengestimasi dampak pola waktu penangkapan yang berbeda terhadap produksi, biaya, pendapatan dan keuntungan nelayan bubu di Desa Betahwalang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yang bersifat kualitatif dan kuantitatif. Metode analisis yang digunakan adalah menggunakan uji t (paired sample t test) dengan asumsi uji normalitas dan uji homogenitas.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai residual data produksi, biaya, pendapatan dan keuntungan memiliki varians yang sama dan terdistribusi normal (uji normalitas dan uji homogenitas). Pola waktu penangkapan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 12 bulan (313 trip), 11 bulan (287 trip), 10 bulan (261 trip) dan 9 bulan (234 trip). Estimasi perhitungan terhadap produksi, biaya dan pendapatan nelayan bubu di Desa Betahwalang diperoleh nilai tertinggi pada 12 bulan penangkapan, akan tetapi keuntungan maksimal yang diperoleh nelayan bubu di Desa Betahwalang terdapat pada 10 bulan penangkapan. Betahwalang is one of village in Demak where produces blue swimming crab. Fishing gear which mostly used to catch blue swimming crab is trap. Blue swimming crab is one of the economical fishery commodity. Government could conserve blue swimming crab resources by giving time restriction policy to catch blue swimming crab. The purpose of this study is to understand technical aspect of blue swimming crab fishery by using trap; to analyze production, cost, revenue and profit of Betahwalang trap fisherman; to analyze the impact of time catching restriction to production, cost, revenue and profit of Betahwalang trap fisherman. The method used in this study are descriptive qualitative and quantitative methods. The analysis method used is financial analysis with t test (paired sample t test) with assumption normality test and homogeneity test. Time capture model which used in this study is 12 months (313 trips), 11 months (287 trips), 10 months (261 trips) and 9 months (234 trips). Counting estimation of production, cost and revenue of Betahwalang trap fishermen shows the highest score on 12 months catching, while maximum profit which Betahwalang trap fishermen can gain is on 10 months catching.
ANODA PB DAN GEL ELEKTROLIT UNTUK PROPULSI KAPAL SELAM Saputra, Hens; Rosjidi, Mochamad; Ghofar, Abdul; Tandirerung, Murbantan; Ismail, Mochammad; Islam Nurwantoro, Dorit Bayu
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 2 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/mipi.v11i2.946

Abstract

Battery is the most important component in the sub marine energy system. Up to now, majority of the sub marine are still using lead acid battery as the power source or propulsion, due to more safe in application as very high capacity of single cell (i.e. 10.000 ? 15.000 Ah). The drawbacks of aqueous based battery, which utilize liquid electrolyte, are because of having produced the hydrogen gas during charging process, in which it caused the electrolyte solution to become  dry and reduced the performance of battery. In addition that the hydrogen gas generated in the sub marine was dangerous. Therefore, the aim of  this research is how to reduce or eliminate of those drawbacks by modifying kind of the liquid electrolyte by using gel electrolyte. The gel electrolyte was synthesized to reduce the evaporation of electrolyte and to avoid the leaking when submarine maneuver.  The gel electrolyte  was made by using inorganic nanoporous MCM-41. It was synthesized by hydrothermal method, using Tetraethylortosilicate (TEOS) as silica sources, Cethyltrimethylammonium bromide (CTAB) as organic template and H2SO4 as catalyst. The MCM-41 lead acid battery gave a result of  OCV ca. 2,1 V.
Co-Authors - Djuwito A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abubakar, Usman Achsin, M Adi Hidayat Pradana Adiningsih, Annisa Dwi Amalia Agus Firmansyah Agus Hartoko Akmalia, Desta Safa Nur Ali Djamhuri Ana Farida Ulfa, Ana Farida Anhar Solichin Anjayanti, Lulu Aqila, Hafizh Ardiniamalia, Utari Areta Widya Kusumadewi Arif Rahman Aryatama, Enggal ASHARI - Ashari, Asqita Rakhma Astuti, Vera Yuni As’ad, Zulfikar Aulia Fuad Rahman Azizi, Nurul Amin Bachtiar, Rizal Bambang Purnomosidhi Bambang Subroto Bambang Sunarto Bhakti, Sylvi Prihatini Bram Setyadji, Bram Budi Nugraha, Budi Damar Nusawicaksono Kurniawan, Damar Nusawicaksono Daryumi Daryumi, Daryumi Dela, Jamaludin Arya Denia, Mareta Fitri Desty Wahyuni Ginting Dian Wijayanto Didik Wahju Hendro Tjahjo Djuwito Djuwito Dwi Rinda Sulistiowati Dwinanto, Irwin Dyah Tjahyandari Suryaningtyas Edi Wibowo Suwandi Effendi, Mohammad Irhas Eko Ganis Sukoharsono Eko Susilo Endaryono, Bakti Eny Zuhrotin Nasyi’ah Erika Kurniawati, Erika Fahmi Fahmi Faid, Muhammad Nabil Faizah, Niswatul Fajrur Rohman, Fajrur Farohiyah, Nuroin Firmansyah Firmansyah Firmansyah Firtasari Simanullang, Firtasari Frida Purwanti Galuh Kirana Anindhita Haeruddin Haeruddin Handaru, Wuri Cahya Harmasnida Rachma, Harmasnida Haryanto, Riki Haryanto, Yudi Hendrawan, Andika Luky Setiyo Henny Liestiana, Henny Hens Saputra Herin Mawarti Herman Susilo Ika Rianita Azizah, Ika Rianita Islam Nurwantoro, Dorit Bayu Islam Nurwantoro, Dorit Bayu Ismail, Mochammad Ismail, Mochammad Ismail, Moh. Akhirudin Iwan Triyuwono Jawo, Mohammed Jawo, Muhammed Khoirul Umam Khoirul Umam Hasbiy Krisliyana Mia Anggarini, Krisliyana Mia Kunti Sunaryo Kurniawati Kurniawati Kurniawati Kusumawardani, Ayudiana Laily Fitriani Larasati, Wahyu Kartika Lia Yulianti Lidya Dewintha Laksmi Lisnaningrum, Destya Lukia Zuraida Luqmanul Hakim Luthfiani, Laeli Maharani, Cevira Dewi Manuhara Putra, Wahyu Marbun, April Yani Mardiana, Hermin Maretha Tristi Hapsari Masruroh Masruroh MASRUROH Merantika Puspaningdiah Mirna Amirya Misbahuddin Azzuhri Mody Kusumatuti, Febriyanti Mohamad Salah R. Ashour, Mohamad Salah R. Mokhamad Imam Subeqi, Mokhamad Imam Muhamad Sutri Wardani Muhammad Azhar Muhammad Faisal Riza Muhammad Zulfikar Munawaroh, Neneng Hikmatul MUNIF, AHMAD Mustafa, Anwar Nabiilah, Adinda Shafaa Nur Nafi’a, Insania Nainggolan, Libero Filius Ningrum, Yulita Dwi Ningsih, Lutfiyah Nirmala, Jessica Gina Novanty, Savira Trista Nugraha, Satria Wiratama Nugraha, Yoga Oktafia, Yeni Pangaribuan, Rachel Hagiographa Pramita, I Putu Bayu Pratama, Fadhil Irvan Puji Astuti pujiani Pujiani, Pujiani Pujiono Wahyu Purnomo Qisthia, Sekar Ariani Qonitah, Afifah Rahmawati, Mamik Rani Darmayanti Rian Kisworo Rizky Oktarina Nur Dewanti Rosjidi, Mochamad Rosjidi, Mochamad Sabihaini Sabihaini Sabrina Dwi Prihartini, Sabrina Dwi Sahala Hutabarat Sandria, Jeffry Sani Adela, Sani Sarah Az Zahra Savika, Fanny Putri Sembiring, Kristina Setiawansyah, Reandi Setyawati, Rufaida Sheila Almaida, Sheila Sheila Puspa Arrum, Sheila Puspa Sholihati, solihati Siti Muniroh Siti Rudiyanti Skar Puji Astuti, Skar Puji Sri Mulyanti Sri Redjeki Sulaksono, Ivanna Emmanuela Supriharyono Supriharyono Suradi Wijaya Saputra Suryanti Suwardi Suwardi Tandirerung, Murbantan Tandirerung, Murbantan Taufani, Wiwiet Teguh Toni Endaryono, Bakti Umami, VIna Riza Vajriyanti, Eva Wahyu Kartika Larasti Wandayu, Rika Candra Wibisana, Muhammad Jusuf Wicaksana, Ilyas Surya Wulandari, Ragita Hana Wuri Cahya Handaru Wuryan Andayani Yani, Athi’ Linda Yeney Widya Prihatiningtias Zahwa Maulidina Afwija Zulfikar Zuliani Zuliani -