Claim Missing Document
Check
Articles

Improvement of Dissolution Rate and Bioavailability of Simvastatin Tablet Dolih Gozali; Taofik Rusdiana; Firman Gustaman
Majalah Farmasetika Vol. 4, Supl. 1, Tahun 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v4i0.25858

Abstract

Simvastatin is used to reduce cholesterol levels via inhibition of the 3-hydroxy-3-methylglutaryl-coenzyme A (HMG-CoA) reductase. The low bioavailability in simvastatin is due to the influence of P-glycoprotein, the transporter efflux that plays a role in drug absorption.To increase the bioavailability of simvastatin, it is necessary to add a surfactantwhich serves as a solubilizer and enhancer.The purpose of the study is to determine the effect of Cremophor RH 40 to the dissolution rate and bioavailability improvement of simvastatin tablet. The experiment was consist of four formula with different concentration of Cremophor RH 40 that were 0% (F1), 0,5% (F2), 1%(F3), and 1,5% (F4). Preparation of simvastatin tablets was done by wet granulation method. The tablets obtained were done dissolution test and in vivo test. The formulas with the best value were tested in vivo to the animals. For in vivo study, on the 7th day, the rats blood were taken as Cmax∞ and then the plasma was analyzed with HPLC. Based on the dissolution test results,F2 and F3 gave significant differences (p <0.05) compared to F1. Addition of Cremophor RH 40 of 1% in F3 has the largest simvastatin dissolution rate. The analyze of HPLC on F3 which is the best dissolution result and significant differences was Cmax of F3 (0.3968 ppm). It can be concluded that the addition of Cremophor RH 40 as a surfactant can increase dissolution rate and bioavilability of simvastatin tablet.Keywords: Simvastatin, Cremophor RH 40, Dissolution, HPLC
Hubungan Jenis Kelamin terhadap Eksipien Farmasi dalam Mempengaruhi Bioavailabilitas Obat Lana Labibah; Taofik Rusdiana
Majalah Farmasetika Vol 7, No 3 (2022): Vol. 7, No. 3, Tahun 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v7i3.38443

Abstract

Penentuan bioavailabilitas suatu obat menjadi parameter penting untuk mengetahui jumlah serta kecepatan obat diabsropsi dalam tubuh. Diketahui bahwa pria dan wanita memiliki respon yang berbeda dalam menerima obat, selain itu perbedaan perilaku obat juga disebabkan oleh variabilitas antar individu. Dalam pembuatan produk obat, bahan aktif farmasi secara rutin diformulasikan dengan berbagai eksipien, oleh karena itu penentuan eksipien juga merupakan parameter kritis dalam suatu produk obat. Review artikel ini bertujuan untuk memuat bukti mengenai hubungan jenis kelamin terhadap pengaruh eksipien farmasi pada transporter P-glikoprotein (P-gp) dalam mempengaruhi bioavailabilitas obat. Sebanyak 54 artikel selama sepuluh tahun terakhir diperoleh secara elektronik melalui situs PubMed dan Google Scholar. Hasil studi ini menunjukkan peningkatan bioavailabilitas obat dengan traspoerter P-gp hanya terjadi pada subjek tikus jantan dan atau subjek manusia pria. Hal tersebut dikarenakan protein dan kelimpahan mRNA yang lebih tinggi pada jaringan usus kecil pria bila dibandingkan dengan wanita di lokasi yang sama. Dengan demikian, studi ini harus dipertimbangkan secara hati-hati terhadap ko-formulasi eksipien farmasi dengan obat-obatan yang merupakan substrat P-gp.
Review: Konsep BDDCS (Biopharmaceutical Drug Disposition Classification) sebagai Landasan Pengembangan Produk Obat Shinta Lestari; Taofik Rusdiana
Majalah Farmasetika Vol 4, No 3 (2019): Vol. 4, No. 3, Tahun 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.533 KB) | DOI: 10.24198/farmasetika.v4i3.22960

Abstract

Tantangan dalam proses penemuan dan pengembangan obat salah satunya adalah memprediksi secara klinis interaksi obat. Sehingga para ilmuan baru-baru ini banyak menggunakan Sistem Klasifikasi Disposisi Obat Biofarmasi atau dikenal dengan BDDCS untuk membantu menentukan hal tersebut. BDDCS mampu memprediksi metabolisme enzim dan efek transporter pada disposisi obat sehingga dapat menentukan ketersediaan hayati obat di dalam tubuh. BDDCS juga berguna dalam memprediksi: interaksi obat-obat; toksisitas; efek farmakogenomik dan substrat endogen; efek makanan; efek ke sistem saraf pusat; rute eliminasi obat; dan resistensi obat yang dimediasi oleh transporter. Sehingga BDDCS bisa menjadi alat prediksi yang kuat setiap kali transporter obat terlibat dalam proses fisiologis dan dapat dijadikan landasan pada tahap awal proses penemuan dan pengembangan obat. Kata Kunci : Biopharmaceutics Drug Disposition Classification System (BDDCS), efek transporter pengembangan obat, tingkat metabolisme
Optimasi Formula Basis Sediaan Edible Film dengan Kombinasi Polimer Carbomer 940 dan Kappa Karagenan Patihul Husni; Wirna Grace Tua Sihombing; Taofik Rusdiana
Majalah Farmasetika Vol 5, No 3 (2020): Vol. 5, No. 3, Tahun 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v5i3.27413

Abstract

Salah satu bentuk sediaan mukoadhesif adalah edible film. Bentuk ini dapat meningkatkan waktu tinggal pada mukosa dibandingkan dengan gel oral. Pada penghantaran lokal untuk penyakit mulut seperti sariawan, edible film membantu melindungi luka permukaan sehingga rasa sakit dapat berkurang serta pengobatan lebih efektif. Tujuan penelitian ini adalah optimasi formula basis sediaan edible film menggunakan kombinasi Carbomer 940 dan kappa karagenan dengan merancang beberapa formula secara bertahap sampai didapatkan komposisi formula yang baik. Metode pembuatan sediaan edible film  yang digunakan dalam penelitian ini adalah solvent casting yang evaluasinya berupa kemampuan formula membentuk lembaran sediaan edible film yang kering, tidak lengket dan tidak mudah sobek. Hasil optimasi menunjukkan bahwa basis sediaan edible film menggunakan kombinasi Carbomer 940 dan kappa karagenan menghasilkan sediaan edible film yang baik yaitu formula dengan konsentrasi karagenan sebesar 1,5% dan Carbomer 940 antara 0,1-0,5%. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa formula dengan kombinasi Carbomer 940 1,5% dan kappa karagenan 0,1-0,5% dapat digunakan sebagai basis sediaan edible film.Kata kunci: Mukoadhesif, Edible Film, Polimer, Carbomer, Kappa karagenan 
PENGARUH KONSENTRASI TRIPOLIFOSFAT (TPP) TERHADAP PEMBENTUKAN UKURAN PARTIKEL PADA FORMULASI NANOPARTIKEL EKSTRAK SELEDRI (Apium graveolens L.) MENGGUNAKAN TEKNIK GELASI IONIK Dessy Ikasari; taofik rusdiana
Bionatura Vol 17, No 1 (2018): Bionatura Maret 2018
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekstrak seledri (Apium graveolens L.) memiliki berbagai khasiat untuk mengobati penyakit, terdiri dari beragam senyawa kimia namun memiliki sifat fisikokimia yang kurang menguntungkan sehingga perlu dilakukan modifikasi dalam memformulasikannya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menciptakan sistem penghantaran ekstrak seledri dengan membuat nanopartikel menggunakan teknik gelasi ionik. Pada pembuatan nanopartikel digunakan polimer kitosan sebagai kation dan Tripolifosfat (TPP) sebagai anion. Konsentrasi kitosan dibuat sama untuk setiap formula yaitu 0,2% dalam asam asetat 0.3% sedangkan konsentrasi TPP dibuat tiga variasi yaitu 0,1%; 0,2%; dan 0,3 %. Hasil pengukuran ukuran partikel menunjukkan bahwa penambahan TPP  0,1; 0,2; dan 0,3 % secara berturut-turut adalah 539 nm, 492 nm, dan 389,8 nm dengan nilai persen penjerapan sebesar 98,76%; 98,78% dan 98,80%.
FORMULASI NANOEMULSI UNTUK MENINGKATKAN KELARUTAN OBAT LIPOFILIK : ARTICLE REVIEW RIFA NURFAUZIAH; TAOFIK RUSDIANA
Farmaka Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2420.246 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i1.17502

Abstract

ABSTRAKPengembangan formulasi obat dan system penghantaran obat sangat pesat. Masalah yang dihadapi saat ini dalam formulasi obat adalah kelarutan zat aktif yang kurang. Hal ini terjadi pada obat dengan BCS kelas II dimana obat memiliki permeabilitas tinggi namun kelarutannya rendah sehingga berdampak pada rendahnya bioavailabilitas. Nanoemulsi merupakan salah satu formulasi yang berperan penting dalam memperbaiki kelarutan obat lipofilik. Tujuan penulisan ulasan artikel ini adalah untuk menguraikan konsep dan teknik nanoemulsi dalam upaya peningkatan bioavailabilitas obat yang kelarutannya rendah dalam air. Metode yang digunakan adalah dengan studi literatur tentang nanoemulsi dari database, pubmed dan medline dengan memasukkan kata kunci nanoemulsi dan SNEDDS. Terdapat banyak sediaan obat oral maupun trandermal yang telah dibuat dalam bentuk nanoemulsi. Sediaan tersebut harus melewati proses karakterisasi dan evaluasi terlebih dahulu sebelum dirilis ke pasaran.  Kata Kunci: nanoemulsi, SNEDDS (Self-nanoemulsifying Drug Delivery System), studi kelarutan, pelepasan obat, stabilitas.  ABSTRACTThe development of drug formulations and drug delivery systems is very rapid. The current problem faced in drug formulation is low solubility of active pharmaceutical ingridients. This problem occurs in BCS class II drug where the drug has a high permeability but low solubility. Nanoemulsis is dosage form Thar plays an important role in improving lipophilic drug solubility. The purpose of this article review is to describe the concept and techniques of nanoemulsion in an effort to increase the bioavailability of drugs Thar has low solubility in water. The method used is a literature study of nanoemulsion from database, pubmed and medline by entering nanoemulsion and SNEDDS keywords. There are many oral or trandermal drug preparations that have been made in the form of nanoemulsion. The preparation must pass through the characterization and evaluation process before being marketed. Keywords: nanoemulsion, SNEDDS (Self-nanoemulsifying Drug Delivery System), solubility studies, drug release, and stability
Peranan Hormon Pertumbuhan Terhadap Penyembuhan Luka Diabetes ARVENDA REZKY PRATAMA; Nasrul Wathoni; Taofik Rusdiana
Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.548 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i2.12483

Abstract

Diabetes merupakan penyakit yang disebabkan oleh insulin. Salah satu komplikasi kronis yang disebabkan oleh diabetes adalah diabetic foot ulcer (DFU) yang disebabkan oleh neuropati perifer dan terganggunya penyembuhan luka. DFU yang parah dapat menyebabkan biaya rumah sakit yang tinggi bahkan hingga amputasi. Tahap-tahap pnymbuhan luka yang terdiri dari hemostatis, inflamasi, proliferasi dan remodeling. Pada review ini dijelaskan peranan hormon pertumbuhan untuk mempercepat penyembuhan luka dan contoh aplikasinya.
METODE PENAMBAHAN SURFAKTAN SEBAGAI SUBSTRAT PG-P UNTUK MENINGKATKAN KELARUTAN OBAT LIPOFILIK : ARTICLE REVIEW Amira Nur Hasanah; Taofik Rusdiana
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.356 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17620

Abstract

Saat ini, pengembangan obat berkembang cepat dan terus dilakukan. Salah satu permasalahan formulasi yang mempengaruhi efektivitas obat adalah kelarutan, terutama pada obat dengan kelarutan rendah. Obat-obat yang termasuk BCS kelas II mempunyai sifat permeabilitas tinggi dengan kelarutan rendah karena termasuk obat lipofilik. Metode yang digunakan untuk meningkatkan kelarutan adalah penambahan surfaktan sebagai substrat p-glikoprotein. Tujuan formulasi tersebut adalah mendapatkan bioavailabilitas untuk mencapai efek terapetik. Penambahan surfaktan sudah dibuat dalam berbagai bentuk sediaan, seperti nanokristal, granul, mikroemulsi, dan lain-lain. Hasil dari berbagai penambahan surfaktan dan bentuk sediaan tersebut berfungsi sebagai substrat p-glikoprotein sehingga kelarutan obat lipofilik meningkat dan bioavailabilitasnya menjadi lebih baik. Kata Kunci: surfaktan, BCS kelas II, kelarutan.
REVIEW: Validasi Metode Analisis Kromatografi Cair Kinerja Tinggi Untuk Penetapan Kadar Uji Disolusi Terbanding Tablet Amoksisilin CINDY MELINDA SOFYANI; Anis Yohana Chaerunnisa; Taofik Rusdiana
Farmaka Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (858.209 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i1.17496

Abstract

Amoksisilin adalah suatu antibiotik penicillin berspektrum luas  yang memiliki cincin β-laktam. Amoksisilin digunakan sebagai antibakteri yang disebabkan oleh bakteri gram positif dan bakteri gram negatif yang rentan.Untuk menilai mutu produk obat baru yang akan dipasarkan perlu dilakukan profil bioekivalensi uji disolusi terbanding untuk dipasarkan. Untuk mendapatkan %terdisolusi perlu mendapatkan kadar amoksisilin terlebih dahulu. Penentuan kadar amoksisilin dilakukan dengan instrumen KCKT. Validasi  metode instrumen sangat diperlukan sebelum penentuan kadar dari amoksisilin. Validasi metode diperlukan agar hasil yang diinginkan akurat, sensitif dan hasil yang didapatkan dapat dipertanggung jawabkan. Validasi yang dilakukan berupa optimasi kondisi kromatografi, penentuan fase gerak, linearitas, akurasi, presisi, LOD dan juga LOQ.Kata Kunci: Amoksisilin, KCKT, Validasi.
PENGGUNAAN DAN PENGEMBANGAN DIETARY FIBER: REVIEW JURNAL NOPI RANTIKA; TAOFIK RUSDIANA
Farmaka Vol 16, No 2 (2018): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.802 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i2.17790

Abstract

Pada beberapa dekade terakhir, para ilmuwan telah melakukan penelitian terhadap serat makanan (dietary fiber) yang memeiliki banyak manfaaat kesehatan. Serat pangan merupakan karbohidrat analog  yang tahan terhadap enzim pencernaan dalam usus, serta terfermentasi dengan lengkap atau parsial. Beberapa penelitian telah mengevaluasi manfaat dari serat pangan, diantaranya berperan dalam pencegahan konstipasi dan dalam mengendalikan kadar glukosa serta lipid darah. Sifat fisikokimia dari serat makanan sangat mempengaruhi efek fisiologisa dan teknologi fungsionalitas. Kandungan serat pangan dari berbagai sumber makanan, diantaranya adalah biji-bijian, kacang-kacangan, sayuran dan buah.
Co-Authors Abdasah, Marline Aep W Irwan Aep W Irwan, Aep W Afra, Dinda Nur Ajeng Diantini, Ajeng Alfaqeeh, Mohammed Aliya Nur Hasanah Amelia Soyata Ami Tjitraresmi, Ami Amira Nur Hasanah ANANG SUBGHAN Anas Subarnas Anas Subarnas Anis Khorunisa Anis Khorunisa, Anis Anis Y. Chaerunisaa Anis Yohana Chaerunisaa Anis Yohana Chaerunisaa Anis Yohana Chaerunisaa, Anis Yohana Anis Yohana Chaerunnisa Arna Ningsih1, Endah ARVENDA REZKY PRATAMA Asep Nurrahman Yulianto Azizul Hakim Camellia Panatarani CINDY MELINDA SOFYANI Dani Sujana Dessy Ikasari Desy Nawangsari Desy Nawangsari Dewi Mayasari Dewi Mayasari Dewi, Febrina Aulia Dika P. Destiani Dilal Adlin Fadil Dolih Gozali Dwi Retno Sari Eka Riza Maula Eli Halimah, Eli Elis Lisnawati Elizabeth, Maria Ella Fazila Fadil, Dilal Adlin Fadil, Dilal Adlin FAJAR SETIAWAN Febrina Aulia Dewi Firman Gustaman Firmansya, Ardianes Fitrileni - Fitrileni -, Fitrileni Fitrileni Fitrileni Gaharani, Prodio Efa Gracia Anastasya GUSTIN HIDAYATI Hindun, Siti I Made Joni Ina Widia Insyirah, Ariani Iyan Sofyan, Iyan Iyan Sopyan Jajan Solahudin Jajan Solahudin, Jajan Keri Lestari Khairinisa, Miski A. Lana Labibah Lanny Indah Permatasari, Lanny Indah Linda Apriyanti LINDA APRIYANTI, LINDA Lusi Nurdianti, Lusi Lutfi Sulaiman M. Abdul Aziz Prakoso Mardhiani, Yanni Dhiani Mardhiani, Yanni Dhiani Maria Elizabeth Marline Abdasah Marline Abdassah Marline Abdassah Marline Abdassah Marline Abdassah Marline Abdassah, Marline Mentari Luthfika Dewi Mohamad Aprianto Paneo Mohammad R. Akbar Muchtaridi Muchtaridi Muhammad Habil Abrar Alhamdra Muhammad Lukman Nur Hakim Multiani S Latif Mutakin Mutakin Nagina Gulab Belali Nagina Gulab Belali Nasrul Wathoni NOPI RANTIKA Norisca A. Putriana Norisca A. Putriana Norisca A. Putriana Norisca Aliza Putriana Norisca Aliza Putriana Patihul Husni PATIHUL HUSNI Patihul Husni Pratama, Rizky Farhan Putri, Norisca A. Putri, Norisca A. Rambia, Ikhsan Ratu Kania, Yulien RENATA VANIA Reti Hindritiani Revika - Rachmaniar RIFA NURFAUZIAH Rizki Akbar Rizki Akbar, Rizki SABNABILA KHOERUN NISA Selifiana, Nita Shinta Lestari Shofiyyah Sayyidah Silvia, Nurfianti Siti Hindun Sri A Sumiwi Sri A Sumiwi, Sri A Sri Adi Sumiwi Sriwidodo B, Sriwidodo Sriwidodo Sriwidodo Sriwidodo Sriwidodo Stiani, Sofi Nurmay Suseno Amin Suseno Amin, Suseno Suwandi, Deden Winda Tina Rostinawati Wirna Grace Tua Sihombing Yedi Herdiana, Yedi Yoga Windhu Wardhana Yuli Agung Prasetyo Yulianto, Asep Nurrahman Yulien Ratu Kania YUNIKE KARUNIA PUTRI Yuti Mutiawati Yuti Mutiawati Yuti Mutiawati, Yuti