Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI KUALITATIF: IMPLEMENTASI PROGRAM INDONESIA SEHAT DENGAN PENDEKATAN KELUARGA (PIS-PK) DI DINAS KESEHATAN Aspawati, Nurrahmi; Wahyudi, Arie; Priyatno, Akhmad Dwi; Ekawati, Dianita
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 7, No 1: Februari 2022 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v7i1.770

Abstract

Latar Belakang: Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) merupakan program yang berfokus pada penguatan upaya kesehatan dasar berkualitas yang dilakukan melalui pendekatan keluarga. Namun pelaksanaannya tidak cukup mudah sebab memerlukan motivasi yang kuat, sarana prasarana yang memadai. Tujuan: Mengetahui Implementasi PIS-PK di Dinas Kesehatan Kabupaten Lahat serta mengetahui pengaruh faktor komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi terhadap Implementasi PIS-PK. Metode: Penelitian menggunakan desain kualitatif. Metode pengambilan partisipan purposive sampling dengan teknik pengambilan partisipan criterion sampling dan dilakukan melalui aplikasi zoom meeting. Partisipan terdiri dari 9 orang pengelola program PIS-PK di 9 Puskesmas dengan dilakukan wawancara focus group discussion. Triangulasi dilakukan melalui wawancara mendalam dengan sekretaris Dinas Kesehatan, kepala bidang pelayanan kesehatan primer dan pengelola PIS-PK Kabupaten Lahat. Data dianalisis dengan cara analisis tematik. Hasil: Implementasi PIS-PK cukup baik dari segi pendataan. Dalam pengentrian data belum semua puskesmas total coverage serta intervensi belum dilakukan. Faktor komunikasi berupa kurangnya motivasi dari pimpinan, kurangnya follow up dari Dinas Kesehatan, dan petugas yang malu bertanya. Faktor sumber daya termasuk kualitas SDM seperti kurangnya tenaga/petugas, rotasi petugas, dan kurangnya antusias masyarakat. Sedangkan sarana prasarana berupa dana, fasilitas komputer/laptop, sinyal dan internet. Faktor disposisi berupa kurang kerjasama dan komitmen. Faktor struktur birokrasi terkait masalah SOP. Terdapat faktor komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi yang mempengaruhi implementasi PIS-PK. Saran: Diharapkan dapat digunakan sebagai data tambahan dalam mengetahui sejauh mana implementasi PIS-PK sudah berjalan sehingga dapat memaksimalkan peran serta Dinas Kesehatan, Puskesmas, masyarakat dan unsur terkait untuk mengoptimalkan program PIS-PK. Kata Kunci: Implementasi, PIS-PK
ANALISIS PERILAKU BUANG AIR BESAR SEMBARANGAN MASYARAKAT DI DAERAH ALIRAN SUNGAI MUSI Yuniarsih, Yuniarsih; Wahyudi, Arie; Ekawati, Dianita
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 10, No 1: Februari 2025 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v10i1.1320

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan hasil studi Environment Health Risk Assesment (EHRA) Kabupaten Musi Banyuasin tahun 2023 didapat fasilitas sanitasi yang paling beresiko adalah air limbah dan tinja. Masyarakat Kabupaten Musi Banyuasin masih menggunakan tanki septik suspek tidak aman 91,26%, pencemaran karena pembuangan isi tangki septik (tidak aman) sebesar 99,21%. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kebiasaan masyarakat buang air besar sembarangan di aliran sungai musi. Metode: Penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional. Populasi penelitian kepala keluarga di Kelurahan Serasan Jaya Kecamatan Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin. Teknik pengambilan sampel dengan teknik total sampling sebanyak 93 sampel. Hasil: Distribusi frekuensi responden berdasarkan perilaku bahwa responden dengan perilaku baik berjumlah 55 responden (59,1%). Berdasarkan uji chi-square didapatkan variabel yang berhubungan yaitu pendapatan p Value : 0,00 (OR = 15,87), Pendidikan p Value : 0,00 (OR = 3,68), sikap p Value : 0,00 (OR = 3,43), sumber air bersih P Value : 0,00 (OR = 3,74) dan ketersediaan jamban sehat p Value : 0,03 (OR = 2,48). Saran: Diharapkan Kelurahan Serasan Jaya bisa memotivasi dan mengedukasi masyarakat melalui lintas sektor terkait agar menggunakan jamban sehat, selain itu mengaktifkan bank sampah dimana masyarakat sebagai anggota bank sampah bisa aktif menukarkan sampah dan uang yang didapatkan bisa dikumpulkan setelah mencukupi kemudian dibangunkan jamban sehat. Kata Kunci: Perilaku, BABS, DAS
ANALISIS KEPUASAN PELAYANAN PASIEN DI PENDAFTARAN UNIT GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT Hayani, Sumi; Wahyudi, Arie; Zaman, Chairil
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 10, No 1: Februari 2025 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v10i1.1327

Abstract

Latar Belakang: Kepuasan pasien tergantung pada kualitas pelayanan. Pelayanan adalah upaya karyawan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan mereka dengan pelayanan yang ditawarkan. Suatu pelayanan dikatakan baik oleh pasien jika dapat memenuhi kebutuhan pasien, dengan menggunakan indikator kepuasan tentang pelayanan yang diterima (memuaskan atau mengecewakan, juga termasuk durasi pelayanan). Tujuan: Mengetahui gambaran kepuasan pelayanan pasien di unit pendaftaran RSUD Palembang Bari. Metode: Penelitian menggunakan metode survei analitik pendekatan cross sectional studi. Analisis data univariat, bivariat dan multivariat. Kriteria inklusi keluarga pasien UGD, bersedia untuk menjadi responden, mampu berkomunikasi dengan baik, dalam kondisi sadar. Penelitian dilaksanakan  bulan Maret sampai Mei  tahun 2024. Sampel menggunakan rumus slovin sehingga mendapatkan sampel sebanyak 95 responden. Hasil: Tidak ada hubungan antara usia dengan kepuasan P-Value 0.717, Tidak Ada hubungan jenis kelamin dengan kepuasan P Value=0.881, Tidak ada hubungan antara pendidikan dengan kepuasan P-Value 0,135, Ada hubungan antara Tangible dengan kepuasaan P Value=0,03, Ada hubungan antara Emphaty dengan kepuasan pasien P Value= 0,01, Ada hubungan antara Reability dengan kepuasan pasaien P Value= 0,04, Tidak ada hubungan antara Responsiveness dengan kepuasan P Value=0,07, Ada hubungan antara Assurance dengan kepuasan P Value = 0,02, Ada hubungan antara Communication dengan kepuasan pasien PValue= 0,02. Saran: Agar para petugas pendaftaran UGD dapat mengevaluasi kekurangan dan terus meningkatkan kualitas dalam kepuasan masyarakat. Kata kunci: Kepuasan Pasien,Pelayanan, UGD
ANALISIS DETERMINAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU Fitrianti, Tri; Wahyudi, Arie; Murni, Nani Sari
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 7, No 1: Februari 2022 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v7i1.782

Abstract

Latar Belakang: RSUD Talang Ubi adalah salah satu rumah sakit yang ada di Provinsi Sumatera Selatan. Data TB Paru  RSUD Talang Ubi tahun 2018 berjumlah  236 orang,  tahun 2019 berjumlah 91 orang dan meningkat pada tahun 2020 menjadi 121 orang. Tujuan: Untuk  mengetahui determinan kejadian tuberkulosis paru di RSUD Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir tahun 2021.  Metode: Penelitian ini menggunakan desain case control. Populasi kasus dalam penelitian adalah 121 orang penderita TB paru dan populasi kontrol adalah pasien yang pernah dirawat di RSUD Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir selama tahun 2020 dengan diagnosa selain TB paru. Sampel dalam penelitian berjumlah 93 responden kasus dan 93 responden kontrol. Teknik pengambilan sampel dengan purpossive sampling. Uji statistik yang yang digunakan adalah uji chi square (tingkat kemaknaan 95%, α 0,05), dan  regresi logistik berganda. Hasil: Ada hubungan yang signifikan antara usia (p=0,026), tingkat pendidikan (p=0,024), pekerjaan (p=0,037), sanitasi lingkungan (p=0,018), kontak erat dengan penderita (p=0,005), praktik hygiene (p=0,013), kebiasaan merokok (0,001). Pada analisis multivariat menunjukan bahwa kebiasaan merokok merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi  kejadian TB paru di RSUD Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir dengan nilai OR 2,538. Saran: Peneliti berharap pada petugas kesehatan di RSUD Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir dapat mengedukasi pengunjung tentang bahaya dan dampak rokok bagi kesehatan terutama bagi fungsi paru yang akhirnya dapat menyebabkan seseorang mengalami kejadian TB paru. Kata Kunci: Tuberkulosis Paru, Faktor Predisposisi
Analisis Perilaku Perawat terhadap 5 Moment dan 6 Langkah Kebersihan Tangan di Rawat Inap RSUD Kota Prabumulih Tahun 2025 Novianti, Linda; Harokan, Ali; Ekawati, Dianita; Wahyudi, Arie
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 4 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i4.3079

Abstract

Infeksi nosokomial merupakan masalah global yang signifikan dalam pelayanan kesehatan. RSUD Kota Prabumulih mengalami peningkatan kasus phlebitis dari 10 kasus (2022) menjadi 60 kasus (2024), dengan tingkat kepatuhan cuci tangan perawat masih di bawah standar nasional (75,03% vs ≥85%). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku perawat terhadap praktik 5 momen dan 6 langkah kebersihan tangan di RSUD Kota Prabumulih. Penelitian cross-sectional melibatkan 67 perawat rawat inap yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tervalidasi dan dianalisis dengan uji Chi-square serta regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 67,2% perawat menunjukkan perilaku baik dalam praktik kebersihan tangan. Analisis bivariat menunjukkan pengetahuan (p = 0,002; OR = 6,564) dan ketersediaan sarana prasarana (p = 0,031; OR = 0,232) memiliki hubungan signifikan dengan perilaku perawat. Analisis multivariat mengkonfirmasi pengetahuan sebagai faktor dominan (p = 0,002; OR = 6,391) yang dapat menjelaskan 30,8% variasi perilaku. Lama kerja, sikap, peran IPCN, dan motivasi tidak menunjukkan hubungan signifikan. Kesimpulan: Pengetahuan adalah faktor yang paling dominan berhubungan terhadap 5 momen dan 6 langkah kebersihan tangan di rawat inap RSUD Kota Prabumulih Tahun 2025. Peningkatan program edukasi berkelanjutan dan penyediaan sarana prasarana yang memadai diperlukan untuk meningkatkan kepatuhan kebersihan tangan sebagai upaya pencegahan infeksi nosokomial.
Analisis Faktor Risiko Kejadian Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Karang Raja Kota Prabumulih Halim, Fitri; Wahyudi, Arie; Asiani, Gema
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2025): Vol : 4 No : 2 : Periode Juli 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v4i2.6595

Abstract

Hipertensi menjadi masalah kesehatan global yang menjangkit 1,28 miliar orang, terutama di negara berkembang seperti Indonesia, dengan peningkatan kasus di Kota Prabumulih dari 6.612 pada tahun 2022 menjadi 49.287 pada tahun 2024, termasuk 6.157 kasus di Puskesmas Karang Raja. Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional dan sampel 99 pasien di wilayah tersebut menemukan bahwa 29,3% terkonfirmasi hipertensi, didominasi perempuan dengan distribusi usia yang merata. Faktor risiko seperti riwayat keluarga (43,4%), kebiasaan merokok (56,6%), serta rendahnya pengetahuan (88,9%) berkontribusi pada kejadian hipertensi, meskipun sebagian besar memiliki sikap positif (83,8%) terhadap pencegahan. Analisis menunjukkan hubungan signifikan antara jenis kelamin, riwayat keluarga, stres, merokok, sikap, dan aktivitas fisik dengan risiko hipertensi, sedangkan usia, IMT, dan tingkat pengetahuan tidak berpengaruh signifikan. Faktor dominan penyebab risiko adalah jenis kelamin, aktivitas fisik, riwayat keluarga, dan sikap. Meski banyak responden memiliki IMT normal, rendahnya pengetahuan dan aktivitas fisik memperbesar risiko, sehingga intervensi perlu difokuskan pada edukasi, promosi aktivitas fisik, skrining dini, serta pengendalian stres dan kebiasaan merokok untuk mengurangi beban penyakit yang mencapai Rp31 triliun/tahun akibat komplikasi.
Analisis Perilaku Masyarakat dalam Pencegahan Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja Puskesmas Celikah Kabupaten Ogan Komering Ilir Maryamah, Maryamah; Wahyudi, Arie; Ekawati, Dianita
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 5 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i5.3203

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia dengan peningkatan kasus yang konsisten. Kabupaten Ogan Komering Ilir menunjukkan tren peningkatan dari 71 kasus pada 2022 menjadi 279 kasus pada 2024, dengan Kecamatan Kayuagung sebagai area dengan insiden rate tertinggi. Perilaku masyarakat dalam pencegahan DBD menjadi faktor kunci dalam pengendalian penyakit berbasis vektor ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku masyarakat dalam pencegahan kejadian DBD di wilayah kerja Puskesmas Celikah Kabupaten Ogan Komering Ilir dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian DBD. Metode: Studi case-control dengan perbandingan 1:1 melibatkan 170 responden (85 kasus DBD dan 85 kontrol) di wilayah kerja Puskesmas Celikah. Sampling dilakukan secara purposive pada 3 desa dengan kasus terbanyak. Data dikumpulkan dengan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data meliputi analisis univariat untuk distribusi frekuensi, bivariat menggunakan uji Chi-square, dan multivariat dengan regresi logistik berganda. Analisis bivariat mengidentifikasi delapan faktor yang berhubungan signifikan dengan kejadian DBD. Analisis multivariat menunjukkan dua faktor dominan yaitu  pengetahuan kurang dan perilaku tidak menutup wadah air (OR=0,456; 95% CI: 0,037-0,300; p=0,000). Kesimpulan Pengetahuan masyarakat tentang DBD merupakan faktor paling dominan yang mempengaruhi kejadian DBD, dengan responden berpengetahuan kurang memiliki risiko 10,9 kali lebih tinggi terkena DBD. Perilaku menutup wadah air terbukti sebagai faktor protektif yang signifikan. Program pencegahan DBD perlu mengutamakan peningkatan pengetahuan masyarakat melalui edukasi kesehatan yang komprehensif dan promosi praktik menutupan wadah air sebagai intervensi lingkungan yang efektif.
Faktor Risiko Kejadian ISPA Pada Pekerja Tambang Batubara Dia, Pariska Rahma; Wahyudi, Arie; Asiani, Gema; Zaman, Chairil
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3915

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah kondisi peradangan akut yang terjadi pada saluran pernapasan bagian atas maupun bawah akibat infeksi yang disebabkan oleh bakteri, virus, atau agen lainnya, dengan atau tanpa peradangan pada jaringan paru. ISPA menjadi isu utama dalam sektor pertambangan karena tingginya angka kejadian serta dampaknya terhadap kesehatan, produktivitas, dan kesejahteraan pekerja. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 menunjukkan bahwa angka prevalensi ISPA yang terdiagnosis dengan gejala di Indonesia meningkat menjadi 23,5%, sedangkan di Sumatera Selatan mencapai 16,8%. Penyakit ISPA merupakan penyakit yang paling sering diderita oleh karyawan tambang, dengan jumlah kasus jauh lebih tinggi dibandingkan penyakit lainnya. Tingginya angka kejadian ISPA menunjukkan bahwa penyakit ini menjadi masalah kesehatan utama yang perlu mendapatkan perhatian serius dalam upaya pencegahan dan pengendalian di lingkungan kerja tambang batubara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor risiko yang mempengaruhi kejadian ISPA pada pekerja tambang batubara Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah pekerja tambang batubara yang aktif bekerja saat penelitian berlangsung sebanyak 66 orang. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Juni 2025. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin (p=0,029), perilaku merokok (p=0,002), riwayat penyakit paru (p=0,000), dan tidak ada hubungan antara usia (p=0,855) dengan kejadian ISPA di tambang batubara. Disarankan kepada pihak Perusahaan untuk melaksanakan skrinning kesehatan secara berkala dan menyediakan APD untuk tenaga kerjanya dalam rangka pencegahan penyakit ISPA.
Analisis Faktor Sanitasi Lingkungan yang Berhubungan dengan Kejadian Diare Sumadi, Alan; Sari Murni, Nani; Wahyudi, Arie; Harokan, Ali
Avicenna: Jurnal Ilmiah Vol. 20 No. 1 (2025): Avicenna: Jurnal Ilmiah
Publisher : Public Health Department, Faculty of Health Science University Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/avicenna.v20i1.6963

Abstract

Background: Data from the South Sumatra Provincial Health Office in 2022 showed that the incidence of diarrhea per 1,000 population of all ages was 270 cases. The impact of low sanitation coverage is a decrease in the quality of the living environment, contamination of drinking water sources, and an increase in the transmission of environmental-based diseases such as diarrhea. Metodh:This study aims to analyze environmental sanitation factors related to diarrhea in Pulau Geronggang Village, Pedamaran Timur District, Ogan Komering Ilir Regency in 2024. This study is quantitative with a cross-sectional design, the population of this study is all families living in Pulau Geronggang Village, Pedamaran Timur District, namely 309 families, a sample of 174 respondents. The sampling technique is purposive sampling. Data analysis is univariate, bivariate, and multivariate tests. Result:the statistical test analysis using the Chi-Square statistical test and multiple logistic regression where the results showed a significant relationship between age (0.001), socio-economic (0.010), knowledge (0.000), availability of clean water (0.010), behavior (0.000), and type of toilet (0.010). There is no relationship between gender (0.167), quality of clean water (0.167), availability of toilets (0.167), waste management (0.410), and availability of SPAL (0.605). From the results of the multivariate statistical test, the dominant factor in the incidence of diarrhea is behavior (p = 0.000; OR = 13.086).Conclussion: It is expected that the relevant government can add programs and develop regional progress, especially in the Pedamaran Timur sub-district, both to improve health and economic and socio-cultural standards and the availability of clean water for the community in the area Keywords : diarrhea, determinants, environmental sanitation
ANALYSIS OF THE DISTRIBUTION PATTERN OF TUBERCULOSIS (TB) INCIDENCE IN THE WORKING AREA OF MUARA BELITI HEALTH CENTER, MUSI RAWAS DISTRICT, 2025 Chandra, Pendana; Wahyudi, Arie; Prima Cakra, Muhammad
Jurnal Teknokes Vol. 18 No. 2 (2025): June
Publisher : Jurusan Teknik Elektromedik, Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberculosis (TB) impacts not only physical health but also psychological and economic aspects of individuals and their families. In 2020, global TB-related deaths reached 1.3 million, marking the first annual increase since 2005. Indonesia ranks third globally with a high TB burden, with cases increasing from 724,309 in 2022 to 821,200 in 2023. Similar trends are observed in South Sumatra and the Muara Beliti Health Center's working area, with cases rising from 27 in 2022 to 42 in 2024, highlighting the urgent need for effective TB control strategies. This study aims to analyze the spatial patterns of TB risk in Muara Beliti District, Musi Rawas Regency in 2025 using the Analytic Hierarchy Process (AHP) and Inverse Distance Weighting (IDW) spatial interpolation methods. A key contribution is the integration of behavioral and environmental factors with spatial analysis, allowing for more targeted intervention planning. Using Geographic Information Systems (GIS), this analysis provides accurate insights into high-risk areas, enabling efficient mitigation. The descriptive quantitative method used includes patient characteristic data and coordinates, AHP risk variable weighting, and TB risk pattern visualization using IDW. Results indicate that areas with low contour values (0.5–0.5912) represent high TB risk zones, particularly around Air Lesing, Ketuan Jaya, south of Durian Remuk, and Muara Beliti Baru. Areas with higher contour values (0.786–1) are at lower risk, mostly located in agricultural or sparsely populated regions. Risk maps supported by satellite imagery show TB concentrations in residential areas with poor ventilation and sanitation. In conclusion, the combination of AHP and IDW is effective in identifying spatial TB risk patterns and aiding in the design of focused interventions. Adjusting strategies based on local contexts is crucial. Further studies with broader coverage and additional variables are recommended to enhance the validity and effectiveness of TB control efforts.
Co-Authors Abdillah, Novandra Ade Kurnia Asih afriyanti arfan Agustina , Rama Ahmad Dwi Priyatno Ahmad Fauzan Akhmad Dwi Priyatno Ali Harokan Ali Harokan Ali Harokan Amrina Rosada, Amrina Andri Irawan Anggreny, Dian Eka Ariady, Ridho Juli Aspawati, Nurrahmi Asti, Yulia Ayyuhumah Amalia Beti Hariani Chairil Zaman Chairil Zaman Chairil Zaman Chairil Zaman Chandra, Pendana Dahlia, Desti Emil Deby Utami Siska Ariani Devie Sandria Dewi Suryanti Dia, Pariska Rahma Dianita Ekawati Eddy Sapada, Ibrahim Eka Joni Yansyah Enggar Prasetyo, Enggar Epa Elizah Firdaus Fitri, Lisa Fitria Yurnia Sari Fitrianti, Tri Frasista, Ruri Gema Asiani Ginting, Dinda Adinda Gusnita, Erma Gustina, Enty Gustina, Erma Halim, Fitri Hamyatri Rawalilah Hamyiarti Harokan, Ali Hayani, Sumi Henny Henny, Henny Heriziana Herlansa Pratama Hilda Zulkifli Irawan, Rahmad Ade Irsa Taponi Kurniati Kurniati Lastrini, Anggun Lilis Suryani Linda Novianti Luciana Lukman Hakim Mardiana, Poppy Mardianita, Mardianita Marlina Marlina Marsoep Marisun Martilopa, Iis Maryamah Maryamah Muhtadi Muhtadi Mulawarman Mulawarman Nani Sari Murni Nur'Isyatur Rodiyah Oktira, Twenty Pebi Suci Prihatin Perdanawati, Dian Pirliandi, Pirliandi Prima Cakra, Muhammad Priyatno, Akhmad Dwi Putri, Anisia Ayunda Putri, Nadya Andriani Putri, Trie Vany Rahutami, Syntia Randana, Muhammad Prima Cakra Riani, Lia Rico Januar Sitorus Rizki Wulandari Rosani, Elisa Rosidah Rosnita Rosnita Saputri, Dwi Nur Sari, Betty Kartika Sari, Nova Williya Sri Agustini Sumadi, Alan Suryanti, Dewi Susila Arita Syiska Yuniarti Syntia Rahutami Taponi, Irsa Trijaniarti, Eva Trisnawati, Ice Utami, Barikah Wahyu Hidayati Yulis Marita Yuniarsih, Yuniarsih Yuniartina Yunita Yunita Yusnilasari Yusnilasari Yusnilasari, Yusnilasari Zaman, Chairil Zaman, Chairil Anggriani