Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Faktor Sanitasi Lingkungan yang Berhubungan dengan Kejadian Diare Sumadi, Alan; Sari Murni, Nani; Wahyudi, Arie; Harokan, Ali
Avicenna: Jurnal Ilmiah Vol. 20 No. 1 (2025): Avicenna: Jurnal Ilmiah
Publisher : Public Health Department, Faculty of Health Science University Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/avicenna.v20i1.6963

Abstract

Background: Data from the South Sumatra Provincial Health Office in 2022 showed that the incidence of diarrhea per 1,000 population of all ages was 270 cases. The impact of low sanitation coverage is a decrease in the quality of the living environment, contamination of drinking water sources, and an increase in the transmission of environmental-based diseases such as diarrhea. Metodh:This study aims to analyze environmental sanitation factors related to diarrhea in Pulau Geronggang Village, Pedamaran Timur District, Ogan Komering Ilir Regency in 2024. This study is quantitative with a cross-sectional design, the population of this study is all families living in Pulau Geronggang Village, Pedamaran Timur District, namely 309 families, a sample of 174 respondents. The sampling technique is purposive sampling. Data analysis is univariate, bivariate, and multivariate tests. Result:the statistical test analysis using the Chi-Square statistical test and multiple logistic regression where the results showed a significant relationship between age (0.001), socio-economic (0.010), knowledge (0.000), availability of clean water (0.010), behavior (0.000), and type of toilet (0.010). There is no relationship between gender (0.167), quality of clean water (0.167), availability of toilets (0.167), waste management (0.410), and availability of SPAL (0.605). From the results of the multivariate statistical test, the dominant factor in the incidence of diarrhea is behavior (p = 0.000; OR = 13.086).Conclussion: It is expected that the relevant government can add programs and develop regional progress, especially in the Pedamaran Timur sub-district, both to improve health and economic and socio-cultural standards and the availability of clean water for the community in the area Keywords : diarrhea, determinants, environmental sanitation
ANALYSIS OF THE DISTRIBUTION PATTERN OF TUBERCULOSIS (TB) INCIDENCE IN THE WORKING AREA OF MUARA BELITI HEALTH CENTER, MUSI RAWAS DISTRICT, 2025 Chandra, Pendana; Wahyudi, Arie; Prima Cakra, Muhammad
Jurnal Teknokes Vol. 18 No. 2 (2025): June
Publisher : Jurusan Teknik Elektromedik, Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberculosis (TB) impacts not only physical health but also psychological and economic aspects of individuals and their families. In 2020, global TB-related deaths reached 1.3 million, marking the first annual increase since 2005. Indonesia ranks third globally with a high TB burden, with cases increasing from 724,309 in 2022 to 821,200 in 2023. Similar trends are observed in South Sumatra and the Muara Beliti Health Center's working area, with cases rising from 27 in 2022 to 42 in 2024, highlighting the urgent need for effective TB control strategies. This study aims to analyze the spatial patterns of TB risk in Muara Beliti District, Musi Rawas Regency in 2025 using the Analytic Hierarchy Process (AHP) and Inverse Distance Weighting (IDW) spatial interpolation methods. A key contribution is the integration of behavioral and environmental factors with spatial analysis, allowing for more targeted intervention planning. Using Geographic Information Systems (GIS), this analysis provides accurate insights into high-risk areas, enabling efficient mitigation. The descriptive quantitative method used includes patient characteristic data and coordinates, AHP risk variable weighting, and TB risk pattern visualization using IDW. Results indicate that areas with low contour values (0.5–0.5912) represent high TB risk zones, particularly around Air Lesing, Ketuan Jaya, south of Durian Remuk, and Muara Beliti Baru. Areas with higher contour values (0.786–1) are at lower risk, mostly located in agricultural or sparsely populated regions. Risk maps supported by satellite imagery show TB concentrations in residential areas with poor ventilation and sanitation. In conclusion, the combination of AHP and IDW is effective in identifying spatial TB risk patterns and aiding in the design of focused interventions. Adjusting strategies based on local contexts is crucial. Further studies with broader coverage and additional variables are recommended to enhance the validity and effectiveness of TB control efforts.
Analisis Kepuasan Pelayanan Kesehatan Program Penyakit Tidak Menular (PTM) di Posyandu Lansia Wilayah Kerja Puskesmas Pulau Panggung Kabupaten Muara Enim Tahun 2025 Asti, Yulia; Harokan, Ali; Wahyudi, Arie
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 4 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i4.3147

Abstract

Memahami pengalaman dan kepuasan pasien terhadap layanan kesehatan sangat penting untuk memantau dan meningkatkan kualitas perawatan. Penilaian terhadap kepuasan pasien juga memberikan kesempatan bagi pasien untuk berpartisipasi dalam menyesuaikan penyediaan layanan kesehatan sesuai kebutuhan mereka, yang merupakan prinsip inti dari layanan kesehatan yang berpusat pada orang. Berdasarkan hasil uji statistik Multivariat dengan P-Value 0,047 < 0,05 menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pelayanan pendaftaran dan kepuasan pelayanan kesehatan program PTM di Posyandu Lansia Wilayah Kerja Puskesmas Pulau Panggung Kabupaten Muara Enim Tahun 2025. Odds Ratio (OR) sebesar 0,431 menunjukkan bahwa responden yang menilai pelayanan pendaftaran kurang baik memiliki peluang 0,431 kali untuk merasa tidak puas terhadap pelayanan kesehatan dibandingkan yang menilai pelayanan pendaftaran baik, sehingga pelayanan pendaftaran menjadi faktor yang paling dominan dalam pelayanan kesehatan di posyandu lansia. Variabel paling dominan terhadap kepuasan pelayanan program PTM di posyandu lansia Wilayah Kerja Puskesmas Pulau Panggung Kabupaten Muara Enim Tahun 2025 adalah variabel pelayanan Pendaftaran dengan nilai OR 0,431. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan pada tahap awal kunjungan lansia (pendaftaran) berperan penting dalam membentuk kepuasan responden terhadap keseluruhan layanan yang diberikan.
Analisis Kejadian Diabetes Melitus Tipe II di Kantor Kepolisian Resor Kabupaten Banyuasin Putri, Nadya Andriani; Wahyudi, Arie; Harokan, Ali
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 4 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i4.3184

Abstract

Diabetes melitus tipe II merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat, dengan prevalensi yang diproyeksikan mencapai 783 juta pada tahun 2045. Personel kepolisian merupakan kelompok okupasi berisiko tinggi mengalami diabetes akibat stres pekerjaan dan gaya hidup. Di Kantor Kepolisian Kabupaten Banyuasin, kasus diabetes melitus tipe II meningkat dari 56 orang (2022) menjadi 63 orang (2024). Tujuan: Menganalisis faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian diabetes melitus tipe II di kalangan anggota Kepolisian Resor Kabupaten Banyuasin tahun 2025. Metode penelitian ini menggunakan desain case-control dengan 126 responden (63 kasus dan 63 kontrol). Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan data sekunder laporan kesehatan. Analisis data menggunakan uji Chi Square untuk analisis bivariat dan regresi logistik berganda untuk analisis multivariat. Hasil analisis bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara usia >45 tahun (OR=289,7; p=0,000), pola tidur kurang (OR=0,25; p=0,000), IMT tidak normal (OR=0,02; p=0,000), hipertensi (OR=3,18; p=0,000), merokok (OR=21,10; p=0,000), dan aktivitas fisik kurang (OR=47,26; p=0,000) dengan kejadian diabetes melitus tipe II. Analisis multivariat mengidentifikasi tiga faktor dominan: usia >45 tahun (OR=530,376), IMT normal sebagai faktor protektif (OR=0,044), dan aktivitas fisik kurang (OR=27,962). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu usia >45 tahun memiliki IMT tidak normal, dan aktivitas fisik kurang merupakan faktor dominan kejadian diabetes melitus tipe II pada anggota kepolisian. Program pencegahan perlu difokuskan pada manajemen berat badan dan peningkatan aktivitas fisik, terutama pada kelompok usia >45 tahun.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Minum Obat Antihipertensi pada Pasien Hipertensi: Studi Cross-Sectional di Puskesmas Alang-Alang Lebar Saputri, Dwi Nur; Wahyudi, Arie; Gustina, Erma; Yusnilasari, Yusnilasari
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 4 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i4.3198

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit kardiovaskular utama dengan prevalensi yang terus meningkat. Kepatuhan minum obat antihipertensi menjadi faktor kunci dalam pengendalian tekanan darah dan pencegahan komplikasi. Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan minum obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Alang-Alang Lebar. Metode: Penelitian deskriptif analitik dengan desain cross-sectional terhadap 96 responden pasien hipertensi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner MMAS-8 untuk mengukur kepatuhan dan kuesioner terstruktur untuk variabel independen. Analisis data menggunakan uji chi-square dan regresi logistik berganda. Hasil: Sebanyak 61,5% responden menunjukkan kepatuhan baik. Analisis multivariat menunjukkan faktor yang berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan adalah jenis kelamin (OR=9,411; p=0,001), pendidikan (OR=29,899; p=0,001), lama menderita (OR=65,037; p=0,001), pengetahuan (OR=4,108; p=0,005), sikap (OR=6,557; p=0,007), dan efikasi diri (OR=21,251; p=0,001). Model mampu menjelaskan 82,7% variasi kepatuhan (Nagelkerke R²=0,827). Kesimpulan: Kepatuhan minum obat antihipertensi dipengaruhi oleh faktor demografis, psikologis, dan pengalaman penyakit. Intervensi holistik yang mencakup edukasi, konseling, dan dukungan psikososial diperlukan untuk meningkatkan kepatuhan pasien.
ANALISIS KINERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) DINAS KESEHATAN KOTA PRABUMULIH TAHUN 2023 Fitri, Lisa; Sari Murni, Nani; Wahyudi, Arie
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.17502

Abstract

Capaian kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Kesehatan Kota Prabumulih di tahun 2022 yang lalu, belum dapat mencapai nilai sangat baik (data nilai kinerja PNS Dinas Kesehatan per Januari 2023). Tiga variabel yang mempengaruhi sumber daya manusia dalam mencapai hasil kegiatan atau kinerja, yaitu faktor individu, faktor psikologis, dan faktor organisasi. Faktor individu terdiri atas 3 (tiga) kelompok yaitu kemampuan, demografi (usia, jenis kelamin, pendidikan),  dan latar belakang seseorang.  Salah satu faktor psikologis adalah motivasi.  Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pencapaian kinerja seorang PNS yakni usia, jenis kelamin, masa kerja, bimbingan dan pelatihan pegawai yang telah di ikuti, gaji dan insentif serta motivasi pimpinan diunit kerja. Penelitian ini bertujuan melakukan analisis kinerja PNS Dinas Kesehatan Kota Prabumulih tahun 2023. Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional.  Populasi pada penelitian ini adalah semua PNS di Dinas Kesehatan Kota Prabumulih  yang berjumlah 52 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah total populasi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dilakukan wawancara. Analisis data bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian diperoleh bahwa ada hubungan antara motivasi (nilai p 0,000), insentif (nilai p 0,000), beban kerja (nilai p 0,001), dan kepemimpinan (nilai p 0,000) dengan kinerja pegawai, namun tidak terdapat hubungan antara umur (nilai p 0,405), jenis kelamin (nilai p 0,123), dan masa kerja (nilai p 0,721) dengan kinerja pegawai.  Simpulan penelitian adalah ada hubungan antara motivasi, insentif, beban kerja, dan kepemimpinan dengan kinerja pegawai, namun tidak terdapat hubungan antara umur, jenis kelamin, dan masa kerja dengan kinerja pegawai.
Analisis Faktor Risiko Kejadian Skabies Pada Narapidana Di Lapas Kelas II A Banyuasin Tahun 2024 Rosani, Elisa; Ekawati, Dianita; Wahyudi, Arie; Harokan, Ali
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i4.16711

Abstract

Penyakit berbasis lingkungan seperti skabies masih menjadi penyebab masalah kesehatan terbesar bagi masyarakat Indonesia khususnya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan. Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis faktor risiko kejadian skabies di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2024. Desain dalam penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional dengan metode deskriptif dan survei analitik melalui pendekatan cross-sectional dengan teknik non-probability sampling dengan teknik cluster sampling terhadap 93 orang narapidana. Data yang diperoleh dianalisa menggunakan uji statistic chi-square. Hasil penelitian menunjukkan umur dan sistem pengelolaan air limbah memiliki nilai p value > 0,05, variabel pengetahuan (0,016), penggunaan handuk (0,000), menjemur handuk (0,011), frekuensi mandi (0,005), penggunaan sabun (0,009), penggunaan pakaian bergantian (0,004), kebersihan tempat tidur (0,020), jumlah penggunaan air (0,003) nilai < 0,05. Disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara umur dan sistem pengelolaan air limbah dengan kejadian skabies serta ada hubungan antara pengetahuan, penggunaan handuk, menjemur handuk, frekuensi mandi, penggunaan sabun, penggunaan pakaian bergantian, kebersihan tempat tidur dan jumlah penggunaan air dengan kejadian skabies di Lapas Kelas II A Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan.
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Hand Hygiene pada Perawat di RSUD Sungai Lilin Martilopa, Iis; Gustina, Erma; Ekawati, Dianita; Wahyudi, Arie
Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi Vol. 13 No. 2 (2024): September
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jab.v13i2.860

Abstract

The incidence of nosocomial infections can actually be prevented if health care facilities consistently implement the PPI program. Infection Prevention and Control is an effort to ensure protection for everyone against the possibility of contracting infection from sources in the general public and when receiving health services at various health facilities. The research targets were nurses who worked at Sungai Lilin Regional Hospital. The aim of this research is to determine the factors related to hand hygiene compliance among nurses at Sungai Lilin Regional Hospital. This research was conducted in February 2024 with a research sample of 57 people. The sampling technique used a total population of 57 samples. This research is quantitative research with a cross sectional approach. The test was carried out using bivariate analysis with the chi-square test. Based on the research results, namely gender P-Value: 0.400, employment status P-Value: 0.250, length of service P-Value: 0.169, knowledge P-Value: 0.000, attitude P-Value: 0.000, availability of P-facilities -Value: 0.038 and the role of the PPI Team P-Value: 0.003. It can be concluded that there is a relationship between knowledge, attitudes, availability of facilities and the role of the PPI Team with hand hygiene compliance among nurses. It is hoped that there will be support from management in the form of giving awards such as certificates to nurses who comply with hand hygiene properly so that nurses at Sungai Lilin Hospital will have a more positive attitude in carrying out hand hygiene..
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Tindakan Pencegahan Tuberkulosis di Rsud Bayung Lencir Kabupaten Musi Banyuasin Trijaniarti, Eva; Gustina, Erma; Ekawati, Dianita; Wahyudi, Arie
Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi Vol. 13 No. 2 (2024): September
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jab.v13i2.861

Abstract

Tuberculosis (TB) is still a public health problem in the world even though efforts to control TB have been implemented in many countries since 1995. TB disease can be cured with regular and routine treatment according to the treatment program. This study aims to analyze factors related to preventive measures for tuberculosis in patients at Bayung Lencir Regional Hospital, Musi Banyuasin Regency. This research is an analytical research with a cross sectional approach. The research was carried out at Bayung Lencir Regional Hospital, Musi Banyuasin Regency from January to February 2024. The population in this study were all families of tuberculosis patients seeking treatment at Bayung Lencir Regional Hospital, Musi Banyuasin Regency and samples were taken using total sampling techniques. Data analysis is univariate and bivariate analysis. Based on bivariate analysis using the chi-square test, namely gender P-Value: 0.029 (OR= 2.667), education P-Value: 0.015 (OR= 3.611), knowledge P-Value: 0.018 (OR= 2.877), attitude P-Value : 0.021 (OR= 2.825), family support P-Value: 0.013 (OR= 3.062), contact history P-Value: 0.002 (OR= 3.977). It can be concluded that there is a relationship between gender, education, knowledge, attitudes, family support and contact history with tuberculosis prevention measures. It is hoped that all officers at Bayung Lencir Regional Hospital, Musi Banyuasin Regency, will undergo regular examinations and screen patient contact history, as well as create GRABB TB innovations in an effort to provide quality services in an effort to prevent the transmission of tuberculosis.
Kejadian Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kota Palembang Rosnita, Rosnita; Murni, Nani Sari; Wahyudi, Arie
Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi Vol. 13 No. 2 (2024): September
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jab.v13i2.863

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) cases in South Sumatra are among the top 10 in Indonesia and Palembang City has the highest case. This study aims to analyse the frequency distribution of gender, address, marital status, history of blood transfusion, history of sexually transmitted diseases, number of sexual partners, drug use status, alcohol drinking habits, type of work, HIV history in partners, condom use status and socioeconomic, risky sexual behaviour and HIV incidence in Palembang City. This type of research is descriptive. The sample technique used was total sampling. Data collection was done by questionnaire, analysed using Univariate analysis. The results obtained frequency distribution of gender: 83.0% male, 89.4% lived in Palembang city, 69.1% unmarried, 76.6% had a history of receiving blood transfusions, 53.2% had a history of sexually transmitted diseases, 61. 7% had more than 1 sexual partner, 80.9% had a history of drug use, 52.1% did not have a habit of drinking alcohol, 72.3% had a risky job, 76.6% had a partner who had HIV, 77.7% always used condoms, 77.7% had an income below minimum wage, 68.1% did not have a history of risky sexual behaviour. Conclusion: HIV patients in Palembang City in 2024 are mostly men who live in Palembang City, unmarried, have a history of blood transfusions and other sexually transmitted diseases, have more than 1 sexual partner, have ever consumed drugs, have jobs that are at risk of HIV transmission, have sexual partners with HIV sufferers, use condoms during intercourse, earn below the minimum wage.
Co-Authors Abdillah, Novandra Ade Kurnia Asih afriyanti arfan Ahmad Dwi Priyatno Ahmad Fauzan Akhmad Dwi Priyatno Ali Harokan Ali Harokan Ali Harokan Ali Harokan Amrina Rosada, Amrina Ariady, Ridho Juli Aspawati, Nurrahmi Asti, Yulia Ayyuhumah Amalia Beti Hariani Betty Kartika Sari Chairil Zaman Chairil Zaman Chandra, Pendana Desi Permatasari Desti Emil Dahlia Desti Herawati Devie Sandria Dewi Suryanti Dewi Suryanti Dianita Ekawati Dianita Ekawati Eddy Sapada, Ibrahim Eka Joni Yansyah Enggar Prasetyo, Enggar Epa Elizah Ersyika Kartika Aryani Firdaus Fitri, Lisa Fitria Yurnia Sari Fitrianti, Tri G. Gunawan Gema Asiani Gema Asianti Ginting, Dinda Adinda Gusnita, Erma Gustina, Erma Halim, Fitri Hamyatri Rawalilah Hamyiarti Harokan, Ali Hayani, Sumi Heriziana Herlansa Pratama Herlison, Yudi Hilda Zulkifli Irawan, Rahmad Ade Irsa Taponi Istila’a Khairotun Nisa Kurniati Kurniati Lastrini, Anggun Lilis Suryani Lilis Suryani Linda Novianti Luciana Lukman Hakim Mardianita, Mardianita Maria Fransisca Marizka Putri Aftria Marlina Marlina Marsoep Marisun Martilopa, Iis Maryamah Maryamah Meri Kastini Mishelen Efriyenti Muhammad Prima Cakra Randana Muhtadi Muhtadi Nani Sari Murni Novi Febriani Nur'Isyatur Rodiyah Nurul Fitriah Pebi Suci Prihatin Prima Cakra, Muhammad Putri, Anisia Ayunda Putri, Nadya Andriani Rico Januar Sitorus Rizki Wulandari Rosani, Elisa Rosidah Rosnita Rosnita Saputri, Dwi Nur Soni Farid Apriansyah Sri Agustini Sumadi, Alan Susila Arita Syiska Yuniarti Syntia Rahutami Taponi, Irsa Trie Vany Putri Trijaniarti, Eva Wahyu Hidayati Wiwin Meiriana Yalen Trikano Yulia Asti Yulis Marita Yuniarsih, Yuniarsih Yuniartina Yusnilasari Zaman, Chairil