Articles
Penerapan Strategi Pembelajaran Learning Cycle Untuk Meningkatkan Partisipasi Aktif Pada Pembelajaran IPS Siswa Tunagrahita Ringan
Afifah Aulia;
Ardisal Ardisal
Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian bertujuan meningkatkan partisipasi aktif siswa dengan model pembelajaran learning cycle siswa kelas V/C SLB Aisyiyah Sijunjung. Partisipasi aktif pada penelitian ini ialah terlibatnya siswa pada kegiatan pembelajaran. Jenis penelitian ini Penelitian Tindakan Kelas, peneliti bertugas sebagai pelaksana kegiatan, guru kelas bertugas sebagai pengamat. Desain penelitiannya yaitu model Kemmis dan Mc Taggart. Kegiatan penelitian dilakukan di semester genap TA 2021/2022 bulan Agustus. Subjek penelitian siswa kelas V/C SLB Aisyiyah Sijunjung, 5 siswa. Objek penelitian adalah partisipasi aktif siswa selama kegiatan pembelajaran. Teknik pengumpulan data yaitu lembar observasi, tes tertulis dan catatan guru. Data diuraikan secara deskriptif dan disuguhkan dalam bentuk grafik dan tabel. Hasil penelitian menampilkan perubahaan partisipasi aktif siswa. Di siklus I sebesar 44% kategori kurang, pada siklus II mengalami peningkatan 75% kategori baik. Hal ini menunjukkan peningkatan sebesar 31%. Karena itu pemanfaatan strategi pembelajaran learning cycle pada pembelajaran IPS mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa kelas V/C SLB Aisyiyah Sijunjung.
Meningkatkan Keterampilan Vokasional Membuat Hiasan Dinding dari Kerang Melalui Media Video Tutorial Pada Anak Tunarungu
Nova Andri Ani;
Setia Budi;
Kasiyati Kasiyati;
Ardisal Ardisal;
Antoni Tsaputra
JURNAL PENDIDIKAN Vol 32, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32585/jp.v32i1.3573
Pembelajaran untuk anak tunarungu tidak hanya pada bidang akademik saja, tetapi juga pada pembelajaran keterampilan. Pembelajaran keterampilan ini bermanfaat untuk meningkatkan life skill dan memberikan peluang pekerjaan pada anak. Penelitian ini berfokus pada permasalahan pembelajaran keterampilan membuat hiasan dinding dari kerang pada anak tunarungu kelas IX SLB YPPLB Padang, dengan menggunakan Jenis penelitian tindakan kelas, Penelitian dilaksanakan dua siklus, masing-masing siklus dilakukan empat kali pertemuan yang dilaksanakan pada tanggal 4 januari- 25 januari 2023. Data penelitian diperoleh melalui observasi dan tes. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil bahwa video tutorial dapat meningkatkan kemampuan membuat hiasan dinding pada anak tunarungu. Sehingga, guru dapat menggunakan video tutorial untuk pembelajaran keterampilan.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBUAT DOMPET DARI BARANG BEKAS MELALUI MEDIA VIDEO TUTORIAL BAGI ANAK TUNAGRAHITA RINGAN (Classroom Action Research Kelas VII di SLB Negeri Aek Kanopan)
Nur Asiyah;
Ardisal Ardisal
Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/juppekhu1224230.64
Penelitian ini di latarbelakangi oleh permasalahan yang dialami oleh anak tunagrahita ringan yang mengalami kesulitan dalam membuat dompet dari kotak pasta gigi mulai dari mengenal alat, bahan, langkah-langkah pembuatan dompet dari kotak pasta gigi dari alat, bahan dan langkah – langkahnya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses pembuatannya dan membuktikan bahwa media video tutorial dapat meningkatkan jumlah orang membuat dompet dari kotak pasta gigi bagi anak tunagrahita ringan kelas VII di SLB Negeri Aek Kanopan. Jenis angket yang digunakan adalah angket kelas tindakan. Pengumpulan data dilakukan dengan melalui observasi, pengujian dokumentasi dan diolah secara  kualitatif dan kuantitatif. Data dikumpulkan berdasarkan observasi dan analisis yang disediakan oleh guru dan siswa kemudian diolah dengan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunakan video tutorial dapat meningkatkan jumlah waktu yang dibutuhkan untuk membuat kubah dari pasta gigi bagi anak tunagrahita ringan kelas tujuh di SLB Negeri Aek Kanopan
MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENGANYAM KETUPAT BAGI ANAK TUNAGRAHITA RINGAN MELALUI METODE LATIHAN KELAS VI SDLB N 1 SUNGAI AUR
Bida Yusni;
Ardisal Ardisal
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 1 No. 4 (2019): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development (August
Publisher : Dinasti Research
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (322.611 KB)
Penelitian ini di latarbelakangi oleh permasalahan yang ditemukan di kelas VI di SDLBN 1 Sungai Aur yang mengalami permasalahan dalam mata pelajaran keterampilan. Kondisi ini terlihat dari hasil keterampilan anak yang belum terampil menganyam dalam membuat sarang ketupat sate dari daun kelapa. Penelitian ini bermaksud untuk mamajukan keterampilan anak dalam membuat sarang ketupat sate dari daun kelapa dengan menggunakan metode latihan. Pelaksanaan penelitian ini kolaborasi antara peneliti dengan teman sejawat dengan bentuk kegiatan tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus, yaitu siklus satu dan dua. Masing-masing siklus terdiri dari lima kali pertemuan dengan lama kegiatan 2 x 35 menit setiap pertemuan. Data dikumpulkan berdasarkan instrumen penelitian dan instrumen observasi yang diisi oleh observer yang telah ditetapkan sebelumnya, selanjutnya diolah dengan menggunakan teknik persentase. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (Classroom action research). Data dikumpulkan melalui observasi,tes kegiatan siswa, dokumentasi dan diolah secara kualitatif dan kuantitatif. Fakta di lapangan memperoleh hasil: tes awal (assessment) awal Iroh (12.5%), Hayati (37.5%), Ainil (25%), dan Siti memperoleh nilai (25%). Siklus I nilai yang tertinggi diperoleh Hayati (62.5%), Siti (50%), Ainil dan Iroh (37.5%). Sedangkan pada siklus II bertambah meningkat dimana Hayati memperoleh nilai tertinggi (100%), Siti (100%), Ainil dan Iroh (87.5%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode latihan dapat meningkatkan keterampilan menganyam membuat sarang ketupat sate dari daun kelapa untuk anak tunagrahita ringan di kelas VI di SDLBN 1 Sungai Aur.
POLA ASUH ORANG TUA PENYANDANG TUNAGRAHITA DALAM KEMANDIRIAN ANAK TUNAGRAHITA DI BUNGO PASANG PAINAN
Ulva Kardina Putri;
Ardisal
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 2 No. 1 (2019): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development (Novembe
Publisher : Dinasti Research
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (555.491 KB)
Penelitian ini dilatarbelakangi adanya ketertarikan peneliti terhadap pola asuh orang tua penyandang tunagrahita dalam membentuk kemandirian anak tunagrahita. Fokus penelitian ini adalah bagaimana kemandirian anak tunagrahita dalam mengurus diri dan bagaimana pola asuh orang tua penyandang tunagrahita dalam kemandirian anak tunagrahita untuk mengurus diri. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi penerapan pola asuh orang tua penyandang tunagrahita dalam membentuk kemandirian anak tunagrahita. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Bungo Pasang Painan. Responden penelitian ini adalah orang tua penyandang tunagrahita, anak tunagrahita dan masyarakat. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen pengumpulan data terdiri dari pedoman observasi dan pedoman wawancara. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menemukan bahwa anak tunagrahita sudah mandiri dalam mengurus dirinya dan orang tua penyandang tunagrahita menerapkan pola asuh demokratis dalam membentuk kemandirian anak tunagrahita. Dengan diterapkannya pola asuh demokratis oleh orang tua menjadikan anak tunagrahita mandiri dalam mengurus dirinya dan melakukan aktivitas sehari-hari
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA KATA MELALUI MEDIA GAME EDUKASI UNTUK ANAK TUNAGRAHITA DI SLB PERWARI PADANG
Dian Afriyanti;
Ardisal
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 2 No. 1 (2019): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development (Novembe
Publisher : Dinasti Research
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (705.306 KB)
Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya kemampuan membaca kata pada anak tunagrahita ringan. Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan membaca kata melalui media game edukasi pada anak tunagrahita ringan. Subjek penelitian ialah seorang anak yang berumur 11 tahun bersekolah di SLB Perwari Padang. Jenis pendekatan yang digunakan dalam penelitian ialah penelitian dengan single subject research (SSR) dengan menggunakan desain A-B-A dimana kondisi baseline (A1) kemampuan awal sebelum membaca kata (sebelum diberikan intervensi), intervensi (B) saat diberikan perlakuan dengan menggunakan media game edukasi, baseline (A2) setelah diberikan intervensi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tekhnik observasi langsung dengan menggunakan jenis pengukuran persentase (%). Adapun alat pencatatan data yang digunakan adalah instrument tes berbentuk ceklis. Teknik analisis data yang digunakan adalah Analisis visual grafik. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa kemampuan membaca kata pada anak tunagrahita ringan dapat ditingkatkan dengan menggunakan media game edukasi.
Meningkatkan Kemampuan Mencuci Sepatu Melalui Metode Latihan Terbimbing pada Siswa Autisme (Penelitian Tindakan Kelas) di SLB YPPA Padang
Trivani Guswanti;
Ardisal
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 2 No. 2 (2020): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development (Februar
Publisher : Dinasti Research
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (363.308 KB)
Penelitian ini di latar belakangi oleh permasalahan yang ditemukan di lapangan terdapat 1 orang siswa autisme yang mengalami permasalahan kurangnya anak dalam mempraktekan kegiatan mencuci sepatu dengan baik dan benar. Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini bertujuan membuktikan apakah metode latihan terbimbing dapat meningkatkan kemampuan mencuci sepau bagi siswa autisme di SLB YPPA Padang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (classroom Action Research),yang terdiri dari II siklus. Setiap siklus terdiri dari empat pertemuan tatap muka dan disetiap pembelajaran dilakukan evaluasi. Metode penelitian ini dilakukan dalam bentuk kolaborasi dengan guru kelas. Siklus yang dilakukan dalam beberapa tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refeksi. Data diperoleh melalui observasi, dan tes. kemudian dianalisis secara kulitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan anak dalam kemampuan mencuci sepatu mengalami peningkatan. Hal ini diperoleh dari penelitian yang telah dianalisis yaitu berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa kemampuan mencuci sepatu dapat meningkat melalui metode latihan terbimbing. Disarankan pada guru keterampilan agar dapat menggunakan metode latihan terbimbing dalam pembelajaran keterampilan lainnya. Kata kunci : Metode latihan Terbimbing, Mencuci Sepatu, Siswa Autisme
Efektivitas Modifikasi Permainan Boling untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Autisme di SLB Autisma YPPA Padang
Putri Radila;
Ardisal
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 2 No. 2 (2020): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development (Februar
Publisher : Dinasti Research
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (245.544 KB)
Penelitian ini mengungkap tentang Autis di SLB YPPA Padang yang mengalami masalah pada kemampuan motorik halus yaitu koordinasi mata, tangan dan kaki dalam melempar secara terarah. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui apakah permainan boling efektif untuk meningkatkan kemampuan motorik halus pada anak autis. Metode penelitian yang digunakan yaitu Single Subject Research dengan menggunakan desain A-B-A. Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data yang digunakan melalui tes perbuatan dan studi dokumentasi yang diamati langsung dilakukan selama 18 kali pertemuan. Kondisi baseline (A1) untuk mengetahui kondisi awal kemampuan motorik halus anak autis, selanjutnya diberikan intervensi (B) atau perlakuan dengan menggunakan permainan boling dan dilanjutkan dengan kondisi baseline (A2) sebagai fase kontrol untuk mengetahui kemampuan motorik halus anak setelah diberikan intervensi atau perlakuan. Kemudian data diolah menggunakan presentase dan teknik analisis data visual grafik. Peneliti ini melakukan analisis data yaitu pada A1 kondisi awal kemampuan motorik halus anak memperoleh hasil 22,22%, pada kondisi B anak diberikan perlakuan melalui permainan boling diperoleh hasil 88,88%. Selanjutnya pada kondisi A2 pengamatan kemampuan anak setelah tidak diberikan permainan (perlakuan) memperoleh hasil 88,88%. Dari hasil tersebut diketahui kemampuan anak mengalami peningkatan menggunakan permainan boling
Model Pembelajaran Practice Rehearsal Pairs dalam Meningkatkan Keterampilan Membuat Sepatu Rajutan bagi Anak Tunarungu
Vebby Noflia Anggraini;
Ardisal
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 2 No. 2 (2020): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development (Februar
Publisher : Dinasti Research
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (328.024 KB)
Penelitian ini mengulas tentang model pembelajaran practice rehearsal pairs dalam meningkatkan keterampilan membuat sepatu rajutan bagi anak tunarungu. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat peningkatan kemampuan vokasional anak tunarungu dalam membuat sepatu rajutan melalui model pembelajaran practice rehearsal pairs. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus,. Pada setiap siklus terdiri dari empat kali pertemuan, yang mana disetiap pertemuannya dilakukan evaluasi. Masing-masing siklus dilaksanakan dalam beberapa tahapan yaitu, perencanaa, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari empat orang anak, dimana setiap dua orang anak dipasangkan menjadi satu kelompok. Anak SR dipasangkan dengan D sedankan MR dipasangkan dengan S. Hasil akhir penelitian ini menunjukkan bahwa SR, D, MR dan S secara umum sudah bisa mempraktekkan langkah-langkah membuat sepatu rajutan dengan benar. Jadi tebukti model pembelajaran practice rehearsal pairs dapat meningkatkan keterampilan membuat sepatu rajutan.
Pelaksanaan Pembinaan Pendidikan Karakter Pada Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusif di SD N 09 Koto Luar
Retna Yulita;
Ardisal
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 2 No. 2 (2020): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development (Februar
Publisher : Dinasti Research
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (305.98 KB)
Penelitian ini di latar belakangi dari pelaksanaan pembelajaran pendidikan karakter di SD Negeri 09 Koto Luar. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang pembinaan pendidikan karakter di SD Negeri 09 Koto Luar Padang yang berkaitan dengan proses dan kebijakan sekolah dalam memberikan dukungan terhadap pelaksanaan pembinaan pendidikan karakter di SD Negeri 09 Koto Luar Padang. Metodologi dalam penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengambilan sampel adalah purpositive sampling dengan jumlah sampel 10 orang guru yang mengajar dan para personil sekolah lainnya. Teknik pengumpulan data melalui8 observasi, wawancara dan dokumentasi yang berkaitan dengan pelaksanaan pendidikan karakter di SD Negeri 09 Koto Luar. Dari hasil penelitian diperoleh gambaran bahwa pelaksanaan pendidikan karakter di SD Negeri 09 Koto Luar melalui pembiasaan seperti religius, disiplin dan peduli lingkungan sudah berjalan dengan bagus dan memberikan dampak yang positif bagi perkembangan karakter anak. Disarankan keada guru, pihak sekolah lebih memperhatikan jalannya pendidikan karakter agar pelaksanaannya di sekolah menjadi maksimal dan benar-benar bermanfaat bagi anak-anak generasi penerus bangsa.