Claim Missing Document
Check
Articles

PROFESIONALITAS WARTAWAN TVONE DALAM PELIPUTAN DEMO PENOLAKAN OMNIBUS LAW DI YOGYAKARTA (ANALISIS FENOMENOLOGI WARTAWAN TV ONE BIRO DIY & JATENG) Dinda Isradilah; Suranto Aw
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 1 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v4i1.18506

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi yang dimiliki oleh wartawan Tv One Biro DIY Jateng dalam peliputan demo penolakan omnibus law di Yogyakarta. Kompetensi tersebut dilihat berdasarkan proses kerja wartawan, pemahaman pada Kode Etik Jurnalistik, Undang-undang nomor 32 tahun 2002, dan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS), serta hasil penyajian berita. Penelitian ini menggunakan metode fenomenologi Alfred Schutz dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa wartawan TvOne Biro DIY Jateng belum mencapai profesionalitas sesuai dengan Standar Kompetensi Wartawan oleh Dewan Pers. Namun, wartawan Tv One Biro DIY Jateng memiliki standar profesional sendiri dan mengkritik kebijakan yang digunakan selama ini. Proses kerja dapat berjalan maksimal dengan dukungan dari internal perusahaan media dan personal diri wartawan. Wartawan telah memahami aturan hukum jurnalistik dengan baik. Secara umum, penyajian berita telah memenuhi unsur berita dan menerapkan aturan hukum jurnalisitik dengan baik. Namun masih terdapat satu tayangan rokok yang terekam dan tampil di televisi.Kata Kunci : Profesionalitas Wartawan, Jurnalistik, Omnibus law, Tv One. AbstractThis study aims to find out competency of journalists Tv One Biro DIY Jateng while covering Omnibus Law rejection demonstration in Yogyakarta. The Competency seen based on the work process of journalists, understanding of Journalistic Code of Ethics, Law 32 year 2002 Constitution, and Broadcasting Code and Broadcasting Program Standards Regulation (P3SPS), and the results of  news presentation. This research are using phenomenology method of Alfred Schutz with qualitative approach. The data was collected through in depth interview, observation, documentation, and fields notes.  The result of this study indicate that TvOne Biro DIY Jateng Journalists has not achieved based on the Journalists Competency Standards (SKW) by Dewan Pers.  However, TvOne Biro DIY Jateng  journalists have their own professional standards, and criticize the police used so far.  In the work process, coverage can optimally with the support of internal media companies and journalists personalities. Journalist understood the rules of journalistic law. Overall, the presentation of news has fulfilled elements of news and has implemented rules of journalistic law properly. However, news presentation there is one section that still display cigarettes.Keywords : Professionalis of Journalists, Journalistic, Omnibus Law, Tv One
REPRESENTASI KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA PADA FILM RAKSASA DARI JOGJA (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES) Yunita Noor Wijayantie; Suranto Aw
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 5 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v2i5.16367

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan; 1) representasi kekerasan dalam rumah tangga melalui tanda-tanda yang terkandung dalam film Raksasa dari Jogja menurut pendekatan semiotika Roland Barthes; 2) pesan yang disampaikan melalui tanda audiovisual kepada audiens dalam film Raksasa dari Jogja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika Roland Barthes. Objek penelitian yang dipilih adalah film Raksasa dari Jogja karya Monty Tiwa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan studi pustaka terhadap konten yang terkandung dalam film Raksasa dari Jogja berdasarkan landasan teori yang ada. Analisis data menggunakan model analisis semiotika Roland Barthes, yang terdiri atas penanda, petanda, makna denotatif, makna konotatif, dan mitos yang ditarik berdasarkan teori dari adegan dan shot yang dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) Terdapat lima kajian representasi KDRT  yang tergambarkan dalam film Raksasa dari Jogja yaitu; a) Penyebab terjadinya KDRT dalam film, yaitu adanya pengaruh dari budaya patriarki sehingga menempatkan ayah Bianca sebagai kepala keluarga yang berkuasa. b) Penyebab KDRT terus terjadi yaitu ketergantungan secara ekonomi ibu Bianca pada ayah Bianca sehingga membuat sang ibu memaklumi tindak kekerasan yang dilakukan oleh suaminya. c) Bentuk-bentuk KDRT yang terjadi yaitu kekerasan fisik dan psikis yang dialami oleh Bianca dan ibunya oleh sang ayah. d) KDRT berdampak langsung berupa luka fisik yang dialami oleh ibu Bianca hingga dirawat di rumah sakit, sedangkan dalam jangka panjang mengalami gangguan psikis berupa ketakutan yang berlebihan kepada ayah Bianca dan terjadinya perceraian diantara mereka. KDRT berdampak pula pada anak yaitu Bianca, pada kondisi psikologis yaitu traumatik. e) Penyelesaian kasus KDRT secara hukum dilakukan melalui langkah perceraian antara ibu dan ayah Bianca, selain itu sang ayah juga mendapatkan hukuman pidana. 2) Pesan yang disampaikan melalui tanda audiovisual kepada penonton dalam film Raksasa dari Jogja yaitu a) Film Raksasa dari Jogja merepresentasikan kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh Ayah Bianca terhadap Bianca dan Ibunya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kekerasan dalam rumah tangga terjadi pada perempuan karena adanya pengaruh budaya patriarki yang masih kuat. b) Film ini lebih menonjolkan dampak-dampak dari KDRT, dibuktikan dari adanya 13 adegan yang merepresentasikan dampak KDRT. c) Kebiasaan ayah Bianca menyelesaikan masalah dengan kekerasan akan terus terjadi apabila Ibu Bianca menerima dan pasrah begitu saja. d) Segala bentuk kekerasan tidak dapat dianggap lumrah sehingga harus dihindari dengan meninggalkan pelaku kekerasan dan melaporkannya pada pihak berwajib karena termasuk dalam tindak pidana. Kata kunci: representasi kekerasan, KDRT, Raksasa dari Jogja, semiotika Roland Barthes
STRATEGI HUMAS DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN BOYOLALI DALAM PENGELOLAAN INFORMASI PUBLIK Finnas Fauzia Trisani; Suranto Aw
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 1 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v2i1.15806

Abstract

Penelitian ini membahas tentang strategi humas Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Boyolali dalam pengelolaan informasi publik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan; 1) strategi humas Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Boyolali dalam mengelola informasi publik; 2) alur pengelolaan informasi publik Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Boyolali.Penelitian ini menggunakan deskriptif pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Boyolali. Informan penelitian adalah kepala bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas, Kasi Kehumasan dan Layanan Informasi Publik dan Kasi Pengelolaan Informasi Publik. Data dikumpulkan dengan metode wawancara dan observasi. Selanjutnya validasi data dilakukan dengan mengcross check data wawancara dengan data observasi. Analisis data dilakukan melalui tahap-tahap pengumpulan data, reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: 1) bahwa Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Boyolali menggunakan tiga pendekatan strategi humas dalam pengelolaaan informasi publik yaitu, pendekatan operasional, pendekatan persuasif dan edukatif serta pedekatan kerjasama. 2) Alur pengelolaan informasi Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Boyolali dilaksanakan sesuai dengan pedoman pelaksanaan langsung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika yaitu Pengumpulan informasi, Pengklasifikasian informasi, Pendokumentasian Informasi serta Pendistribusian informasi Kata Kunci: Strategi Humas, Dinas Komunikasi dan Informatika, Pengelolaan Informasi Publik
AKTIVITAS KOMUNIKASI INTERPERSONAL GURU DAN SISWA MELALUI MEDIA DARING DI SMP N 2 SAPURAN Savannah Yohan Devi; Suranto Aw
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 3 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v5i3.19176

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas komunikasi interpersonal guru dan siswa melalui media daring di SMP N 2 Sapuran, serta mengetahui hambatan ketika melaksanakan aktivitas komunikasi interpersonal melalui media daring. Teknik pengambilan subjek penelitian atau informan yang digunakan adalah purposive sampling, dengan kriteria yang sudah ditentukan. Informan dalam penelitian ini terdari dari 3 orang guru SMP N 2 Sapuran dan 2 orang siswa SMP N 2 Sapuran. Data didapatkan melalui teknik wawancara dan dokumentasi. Teknik keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi sumber yang kemudian data dianalisis dengan mengacu pada model interaktif. Hasil penelitian menunjukan bahwa aktivitas komunikasi interpersonal guru dan siswa yang dilakukan melalui media daring terjadi secara dua arah. Namun, respon nonverbal tidak didapatkan ketika berkomunikasi melalui media daring. Walaupun tidak terdapat respon nonverbal ketika melaksanakan aktvitas komunikasi interpersonal melalui media daring, respon yang didapatkan tetap positif. Hambatan terbesar selama melaksanakan aktivitas komunikasi melalui media daring adalah kendala pada jaringan. Selain itu, terdapat beberapa siswa yang tidak memiliki alat komunikasi sehingga tidak memungkinkan untuk berkomunikasi melalui media daring. Permasalahan lain yang juga ditemukan selama melaksanakan komunikasi interpersonal melalui media daring adalah terbatasnya kuota siswa.    Kata Kunci : aktivitas komunikasi, komunikasi interpersonal, daring Abstract This study aims to determine interpersonal communication activities relationships between teachers and students through online media at SMP N 2 Sapuran, as well as knowing the obstacles when carrying out interpersonal communication activities through online media. The research technique of this subject is purposive sampling, with predetermined criteriea. Informant in this study were 3 teachers of SMP N 2 Sapuran and 2 students of SMP N Sapuran. Data were obtained through interview and documentation techniques. The data validity technique in this study uses triangulation of sources, then the data was analyzed with reference to the interactive model. The result showed that interpersonal communication activities between teachers and students conducted through onine media occurs in two direction. However, nonverbal responses are not obtained when communicating through online media. Although there is no nonverbal response when carrying out interpersonal communication activities through online media, the response obtained is constant positive. The biggest obstacle during carrying out communication activities through online media is a constraint on the network. In addition, there are some students who does not have any communication device so it is not possible to communicate through online media. Other problems found while carrying out interpersonal communication through online media is limited student quota. Keywords: communication activities, interpersonal communication, online
REPRESENTASI KESETARAAN GENDER DALAM IKLAN KECAP SEDAP ABC VERSI MEMPERINGATI HARI KESETARAAN PEREMPUAN Lisna Indriyani; Suranto Aw
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 3 (2020): Lektur:Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v3i3.16929

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk: menganalisis bentuk kesetaraan gender dalam iklan kecap sedap versi memperingati hari kesetaraan perempuandan untuk mengidentifikasi penggunaan pesan persuasif dalam iklan yang digunakan oleh PT. Heinz ABC dalam menyampaikan pentingnya kesetaraan gender dalam kehidupan bermasyarakat, mempromosikan sekaligus membangun brand image perusahaan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah analisis konten dan dokumentasi. Keabsahan data diuji dengan triangulasi metode. Selanjutnya, teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis semiotika Roland Barthes yang terdiri dari penanda dan petanda dalam menguraikan makna denotasi, konotasi, dan mitos pada sebuah adegan yang diperankan dalam iklan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Bentuk kesetaraan gender dalam iklan tersebut yakni (tanggung jawab seorang istri adalah memasak; istri bekerja membantu keuangan keluarga; suami membantu istri memasak dan menyiapkan makanan di dapur; kodrat seorang istri mengurus urusan dapur. Selain bentuk kesetaraan yang ditampilkan, dalam iklan ini juga terdapat tindakan yang kurang sesuai dengan konsep kesetaraan gender yaitu kekerasan baik verbal maupun non verbal); (2) Pesan persuasif yang d igunakan PT.Heinz ABC dalam mempromosikan sekaligus membangun brand image yaitu: secara keseluruhan menggunakan pendekatan emosional dan juga menggunakan konsep yang dikemukakan oleh Crider yaitu: penyampaian fakta, tidak adanya bias gender, dan memotivasi. Penyampaian pesan persuasif dalam iklan ini dilakukan melalui dua sisi.Kata kunci: Representasi, kesetaraan gender, gender dalam iklan AbstractThis research aims to: (1) knows the form of gender equality in kecap sedap ABC ads (commemorating women’s equality day); (2) know the use of persuasive messages used by PT. Heinz ABC in conveying the important of gender equality in social life, promoting and building the company’s brand image. This research is using qualitative approach. This research is use content analysis techniques and documentation to collecting data. The validity data is tested by tiangulation. Furthermore, this research use analysis technique from Roland Barthes technique which consists of markers and markers in outlining the meaning of denotatio, connotation, and myth in a scene played in an advertisement. The results showed that : (1) the forms of gender equality in the advertisement are: a wife’s responsibility is to cook; the wife works to help family finances; husband helps take care of domestic affairs. In addition to the forms of equality shown in this advertisement, there are also actions that are not in accordance with the concept of gender equality, namely verbal and non verbal violence. (2) the persuasive message used by PT. Heinz ABC in promoting as well as building a brand image, which as a whole uses an emotional approach and is also in accordance with the requirements put forward by Crider, namely: presenting facts, not having gender bias, and motivating. The delivery of persuasive messages in this advertisement is conveyed through two sides. Keywords: Representation, Gender equality, Gender in advertising
STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN DALAM MEMPROMOSIKAN OBJEK WISATA PUNTHUK SETUMBU Eva Zulaefa; Suranto Aw
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 1 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v2i1.15797

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan: 1) strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Badan Pengelola Wisata Alam dan Sunrise Punthuk Setumbu dalam mempromosikan objek wisata Punthuk Setumbu; 2)  media yang digunakan untuk mempromosikan objek wisata Punthuk Setumbu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di objek wisata Punthuk Setumbu, Kabupaten Magelang. Informan penelitian adalah bagian pemasaran, ketua pengelola dan pengunjung objek wisata Punthuk Setumbu. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui pengumpulan data, reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan: 1) pengelola objek wisata Punthuk Setumbu dalam melakukan kegiatan komunikasi pemasaran, menggunakan strategi yaitu a) khalayak sasaran objek wisata Punthuk Setumbu yaitu wisatawan nusantara dengan segmen fotografer dan wisatawan usia 16-30 tahun b) tujuan yang ingin dicapai yaitu meningkatkan kunjungan wisatawan, membangun brand awaraness dan meningkatkan pendapatan, c) pesan yang disampaikan melalui media cetak yaitu berupa informasi fasilitas dan foto-foto, sedangkan media sosial dengan mengajak wisatawan tag foto ke akun instagram Punthuk Setumbu d) saluran personal berupa pameran dan promosi langsung ke tour guide dan driver,sedangkan saluran non personal melalui media cetak dan media elektronik e) anggaran promosi ditetapkan dengan metode tujuan dan tugas, f) bauran promosi yang digunakan yaitu periklanan, promosi penjualan, acara pengalaman, humas publisitas, pemasaran langsung, pemasaran dari mulut ke mulut dan penjualan personal, g) mengukur hasil promosi dilakukan dengan melihat data kunjungan wisatawan, h) dalam mengkoordinasi proses komunikasi yang terintegrasi, semua dilakukan oleh bagian pemasaran. 2) media yang digunakan untuk mempromosikan objek wisata Punthuk Setumbu adalah media cetak, media elektronik dan media sosial.Kata Kunci: Strategi Komunikasi Pemasaran, Promosi Pariwisata, Punthuk Setumbu
Reproduksi pesan roleplayer K-Pop di media sosial Facebook (studi etnografi virtual pada akun roleplayer Bangtan Sonyeondan) Salma Yasmin Reyhanah; Suranto Aw
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 1 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v6i1.19247

Abstract

AbstrakKehadiran platform media sosial berbasis Web 2.0 memberikan ruang bagi para penggemar untuk melangsungkan praktik budaya partisipasi berbasis virtual. Roleplay merupakan praktik budaya penggemar berbasis virtual termediasi intenet yang muncul sebagai hasil transformasi budaya konvensional ke budaya digital. Dalam melangsungkan aktivitas roleplaying-nya, roleplayer memiliki peran ganda. Peran tersebut adalah sebagai komunikator yang memproduksi unggahan berisi informasi seputar idolanya dan komunikan yang mengkonsumsi informasi seputar idola dari akun media sosial resmi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana In Character (IC) roleplayer BTS mereproduksi pesan di Facebook, dilihat dari aktivitas produksi dan pemaknaan pesan yang dikaitkan dengan Teori Logika Desain Pesan (Message Design Logics Theory) Barbara O’Keefe dan Teori Pemaknaan (Reception Theory) Stuart Hall. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode etnografi virtual. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi partisipan, wawancara semi terstruktur via ViCon (Video Conference) Zoom, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Identitas yang muncul pada profil akun roleplayer adalah identitas virtual yang merupakan konstruksi identitas online yang menggambarkan kehidupan offline, 2) Tema pesan yang muncul dalam unggahan roleplayer berhubungan dengan aktivitas nyata yang dilakukan oleh karakter idola yang diperankannya, dan 3) Reproduksi pesan roleplayer dapat dilihat melalui aktivitas produksi dan pemaknaan pesannya.Kata Kunci : Produksi Pesan, Roleplayer, Etnografi Virtual AbstractThe presence of web-based social media platform 2.0 provides space for the fans to carry out a virtual internet-based participatory cultural practices that has emerged as a result of the transformation of conventional culture into digital culture. During the roleplay, the roleplayer has a double role. The role is the communicators who produces an uploads information about their idol and the communicants who consumes information about their idol from official social media accounts. This study aims to find out how in character roleplayer BTS reproduces messages on Facebook, seen form the production and reception messages activites that are associated with Message Design Logic by Barbara O’Keefe and Reception Theory by Stuart Hall. This study uses a descriptive qualitative approach with virtual ethnography methods. The data collection method used in this study is the observer of participants, semi structured interview via ViCon Zoom and literature study. The research resuls showed that 1) The identity that appears on the roleplayer account profile is just a virtual identity which is an online identity construction that describe offline life, 2) The message theme that appears in the roleplayer’s upload is related to the real activity carried out by their portrayed idol character, and 3) The roleplayer’s message production can be seen through production and reception activity.Keywords : Message Production, Roleplayer, Virtual Ethnography
REPRESENTASI BUDAYA BALI DALAM IKLAN YOU-C1000 VERSI “HARI BAHAGIA” (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES) Putu Fahrudin; Suranto Aw
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 4 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v2i4.16345

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan representasi budaya Bali yang terdapat dalam iklan You-C1000 versi Hari Bahagia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini meliputi sumber data primer dan sekunder. Sumber data primer didapatkan dari iklan televisi You-C1000 versi hari bahagia, sedangkan sumber data sekunder diperoleh melalui studi pustaka. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi langsung dengan menyaksikan dokumentasi berupa video iklan, baik melalui televisi maupun You Tube. Validitas data pada penelitian ini menggunakan triangulasi sumber, dengan cara membandingkan data dari scene, narasi dan tagline. Analisis data menggunakan teknik analisis semiotika Roland Barthes dengan perbandingan konotasi, denotasi, serta mitos. Hasil penelitian ini menunjukkan : 1) Visualisasi iklan You-C1000 versi Hari Bahagia bercerita tentang masyarakat Indonesia yang saling membantu satu sama lain dalam perayaan pernikahan, serta masih menjaga budaya gotong royong saat acara pernikahan tersebut berlangsung. Dalam scene, gambaran visual iklan diwakili oleh pernikahan adat Bali, Jawa serta pernikahan modern. 2) Representasi budaya Bali dalam iklan You-C1000 versi Hari Bahagia disampaikan melalui scene-scene dalam iklan yang menggambarkan makna realitas perayaan pernikahan adat di Bali, yaitu kuatnya rasa kekeluargaan serta masyarakat yang masih memegang teguh adat dan budaya. Kata Kunci : You-C1000, Representasi, Budaya, Semiotika Roland Barthes, Budaya Bali
POLA KOMUNIKASI INTERPERSONAL MANUSIA KERDIL PADA MASYARAKAT DI DESA PALAK SIRING KABUPATEN BENGKULU SELATAN Arif Hidayat; Suranto Aw
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 1 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v5i1.19144

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola komunikasi interpersonal manusia kerdil pada masyarakat Desa Palak Siring Kecamatan Kedurang Kabupaten Bengkulu Selatan serta ingin mengetahui apa saja hambatan yang ditemui manusia kerdil dalam mendapatkan atensi yang baik kepada masyarakat agar stigma bisa diatasi dan bisa berinteraksi dan komunikasi secara efektif sehingga bisa hidup berdampingan tanpa memandang adanya perbedaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Informan penelitian ini berjumlah 8 orang yang ditentukan menggunakan purposive sampling, yaitu manusia kerdil, petinggi desa, serta masyarakat (orang tua dan kerabat). Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi, serta keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Sedangkan analisis data dilakukan melalui metode analisis interaktif yang meliputi diantaranya data reduction, data display, dan conclusion/verification. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa proses komunikasi interpersonal yang dilakukan antara manusia kerdil dengan masyarakat sebagai lawan bicara terdapat pola komunikasi yaitu primer dan sirkular. Pola komunikasi ini terjadi saat manusia kerdil memulai interaksi komunikasi dengan bercerita, bermain, serta pembiasaan. Kemudian hambatan manusia kerdil diantaranya, kurangnya konsentrasi saat berkomunikasi dengan tidak memiliki tujuan yang jelas, kurangnya percaya diri, dan tidak adanya kesesuaian dan tujuan yang ingin dicapai dalam komunikasi.Kata kunci: Pola Komunikasi Interpersonal, Proses Komunikasi Interpersonal, Manusia Kerdil, Hambatan Komunikasi AbstractThis study aims to describe the interpersonal communication patterns of dwarfs in the Palak Siring Village community, Kedurang District, South Bengkulu Regency and want to know what are the obstacles encountered by dwarf humans in getting good attention to the community so that stigma can be overcome and can interact and communicate effectively so that they can live side by side regardless of differences. This research use desciptive qualitative approach. The informants of this study were 8 people who were determined using purposive sampling, namely dwarf humans, village officials, and the community (parents and relatives). The data collection in this study was conducted by interview and documentation, and the validity of the data using triangulation of sources. Meanwhile, data analysis was carried out through interactive analysis methods which included data reduction, data display, and conclusion/verification. The results of this study indicate that the interpersonal communication process carried out between dwarf humans and the community as the interlocutor has communication patterns, namely primary and circular. This communication pattern occurs when dwarfs initiate communication interactions by telling stories, playing, and habituation. Then the obstacles of dwarf humans include lack of concentration when communicating with no clear goals, lack of confidence, and the absence of conformity and goals to be achieved in communication.Keywords: Interpersonal Communication Pattern, Interpersonal Communication Process, Dwarf Humans, Communication Barriers
Strategi komunikasi persuasif Ditbinmas Polda D. I. Yogyakarta dalam menanggulangi kejahatan jalanan di Yogyakarta Amir Safruddin Safruddin; Suranto Aw
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 3 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v6i3.20964

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan proses strategi komunikasi persuasif Ditbinmas Polda D. I. Yogyakarta dalam menanggulangi kejahatan jalanan remaja di Yogyakarta serta kelebihan dan kekurangan selama proses berlangsung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam penentuan informan menggunakan metode purposive sampling, menghasilkan lima personil sebagai informan kunci. Teknik keabsahan data menggunakan teknik tringaluasi metode. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi persuasif yang dilakukan Ditbinmas adalah : (1) penemuan fakta, (2) perencanaan, (3) komunikasi, (4) evaluasi. Selain itu dalam proses komunikasi menggunakan strategi komunikasi persuasif psikodinamika, sosikultural, dan the meaning construction. Terdapat unsur-unsur agar keberhasilan komunikasi persuasif terjadi, yaitu persuader, persuadee, persepsi, pesan persuasif, saluran persuasif, dan umpan balik dan efek. Kelebihan dari strategi komunikasi persuasif yang diterapkan yaitu: (1) kegiatan sosialisasi meningkatkan citra positif masyarakat kepada kepolisian, (2) kedekatan anggota memudahkan untuk koordinasi berbagai kegiatan. Sedangkan kekurangannya adalah: (1) terkendala waktu kegiatan, (2) keterbatasan anggaran, (3) keterbatasan personil dan transportasi.Kata kunci : strategi komunikasi persuasif, ditbinmas, kejahatan jalananAbstractThis study aims to identify and describe the process of a persuasive communication strategy for the Yogyakarta police directorate of community development in overcoming youth street crime in yogyakarta as well as the advantages and disadvantages during the process. This study uses a qualitative descriptive method with a case study approach. Data collection techniques using observation, interviews, and documentation. In determining the informants using a purposive sampling technique, the resulting results are five personnel as key informants. The data validity technique uses the method trivaluation technique. The data analysis technique used Miles and Huberman's interactive model. The results of the research show that the directorate of community development persuasive communication strategy is implemented included: (1) facts, (2) planning, (3) communication, (4) evaluation. In addition, the communication process uses psychodynamic, sociocultural, and the meaning construction persuasive communication strategies. There are also elements for the success of persuasive communication, persuaders, persuades, perceptions, persuasive messages, persuasive channels, and feedback and effects. The strengths of the persuasive communication strategy applied are: (1) socialization activities increase the positive image towards the police, (2) the closeness of members makes it easier to coordinate various activities. Meanwhile, the disadvantages are: (1) time constraints for activities, (2) budget constraints, (3) personnel and transportation limitations.Keywords : persuasive communication strategy, directorate of community development, street crime
Co-Authors Addien Ismi Fadhilah Adinda Paramitha Alfi Yuni Astuti Alif Lam Mim Huda Amir Safruddin Safruddin amrullah surya hartama Anggitya Khalifa Bumi Apriyani Putri Rezeki Arif Hidayad arif hidayat Asfi Ma’ruf Fairuzzabad Auni Candra Trianaputri Badrun Kartowagiran Bambang Setyomoko Benni Setiawan Budiman Budiman Cahyo Dwi Prastowo carissa ervania charis hamdani Chatia Hastasari dainty dheanara Danu Eko Agustinova * Dewi Ambarwati Dinda Isradilah Djemari Mardapi dwi fitri ani Dwi Gesti Jayanti DWI OETOMO Dyah Kumalasari Dyna Herlina Suwarto Eko Widodo Eva Zulaefa Fadli, Muhammad Rijal Febrika Yogie Hermanto Finnas Fauzia Trisani Fitriana, Kurnia Nur Gaspersz, Magy Gaspersz, Netty geby alfariza Grendi Hendrastomo * Hadi, M. Fathul Ida Nur Amini Imam Nur Prasetya istifaroh imaniyati Joko Kumoro Kalvin Kalvin Kiki Sipa’ul Hafid Kistantia Elok Mumpuni Krisma Haryuniati Kusdaryanta, Raihan Ghulammuhadzib lailatun najihah Lisna Indriyani Lolita Paramesti Nariswari Luthfan Rahmanda Allam Maizatul Haizan Mahbob Mami Hajaroh Martiana, Aris Mas’ud Hamdani Bin Rohmad Melani Nur Anggraini Mia Rahayu Mohd Nor Shahizan Ali Muhammad Bukhori Dalimunthe muhammad firdaus alhakim Muhammad Kaisar Melgajanarsyah Muhammad Tigor Irfandani Mujiyanto Mujiyanto Myristica Imanita Nadalia Silmi Fathinah Nadalia Silmi Fathinah Nadya Angelica Mutiara Amanda Norika Hidayati Yusyah Normah Mustaffa Nunung Fatimah Nur Fitrah Ramadhani Liesfi Nur Lailly Tri Wulansari Nurizky Handayani Nursida Arif Permata Dian Fathinah Permata Dian Pratiwi Pratiwi Wahyu Widiarti Puji Lestari Purna Dhatu Martani Putu Fahrudin Rani Bella Rendra Widyatama rizal fahmi muhammad Rosanna Saskhia Rosidah Rosidah Salma Yasmin Reyhanah Saskhia, Rosanna savannah yohan devi Savira Indah Rahmadanti Setiawan, Johan Shafir Walida Haq Sholikah, Mar’atus Sholikah, Mar’atus Siti Hanifah Siti Irene Astuti Dwiningrum Slamet Santosa Suhadi Purwantara Supardi Supardi Syarifudin Syarifudin Tania Klasinki Trie Hartiti Retnowati twista gilang ramadhan Ulfah Hidayati Violine Intan Puspita Widianingrum, Riska Wisataone, Voettie Wulandari, Aprilianti Yundari, Yundari yunita noor wijayantie Zamroni Zamroni