Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH TERPAAN BEAUTY VLOGGER TERHADAP MINAT BELI PRODUK KECANTIKAN (Survey terhadap Mahasiswa Teknik Rias FT UNY Peminat Maybelline The Powder Matte yang Dipengaruhi Vlog Sarah Ayu) Purna Dhatu Martani; Suranto Aw
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 2 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v2i2.15815

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh terpaan beauty vlogger terhadap minat beli produk kecantikan Maybelline The Powder Matte. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan jenis penelitiannya adalah Ex-Post Facto.  Data yang digunakan merupakan data hasil pengisian kuesioner oleh para responden yang termasuk dalam kategori mahasiswa aktif Prodi Teknik Rias Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta yaitu seluruh mahasiswa angkatan 2016 – 2018.  Pengolahan data hasil kuesioner menggunakan perangkat lunak SPSS versi 22. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa aktif Prodi Teknik Rias Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta dengan jumlah 115 mahasiswa aktif pada tahun 2016 - 2018. Seluruh anggota populasi menjadi sampel, sehingga penelitian ini merupakan penelitian sensus. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada pengaruh positif antara terpaan beuaty vlogger terhadap minat beli produk kecantikan Maybelline The Powder Matte oleh mahasiswa Teknik Rias FT UNY yang diperoleh dari korelasi Product Moment dimana ????ℎ???????????????????? lebih besar dari ???????????????????????? (0,364 0,195). Hasil dari uji signifikansi menggunakan korelasi Product Moment menunjukkan jika hipotesis diterima sehingga terdapat pengaruh positif antara Terapaan Beauty Vlogger terhadap minat beli produk kecantikan Maybelline The Powder Matte mahasiswa Teknik Rias FT UNY. Kata kunci: Beauty Vlogger, Vlog, Minat Beli
Analisis fungsi media pada konten YouTube channel Nadia Omara Asfi Ma’ruf Fairuzzabad; Suranto Aw
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 1 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v5i1.19136

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi media dan penerapan manajemen konten youtube Nadia Omara Channel. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deksriptif. Objek penelitian konten Nadia Omara youtube channel dengan subjek penelitian yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data adalah wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber. Teknik analisis data menggunakan model Miles Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa analisis fungsi media; 1) informasi, telah optimal dengan menyampaikan banyak informasi secara luas seperti pendidikan, sejarah dan pengalaman; 2) edukasi, terdapat pada segmen konten dan biografi; 3) hiburan, nadia omara sebagai media yang menyajikan tayangan yang dianggap hiburan bagi penontonnya; 4) pengaruh dalam pembuat keputusan, belum sampai dapat mempengaruhi keputusan dan tindakan, namun telah berhasil menginfluence dalam hal edukasi. Penerapan manajemen konten; planning (perencanaan) telah disusun dengan baik; organizing (pengorganisasian) SDM dan pengkategorian segmen konten; action (pelaksanaan) penulisan naskah dan proses produksi konten; dan controlling (pengawasan atau evaluasi) evaluasi internal dan evaluasi eksternal. This research aimed to knowing the function of the media and the implementation of Nadia Omara Channel's youtube content management. This research uses a qualititative method with a descriptive approach. The object of research is Nadia Omara youtube channel content with research subjects determined by purposive sampling technique. The main data collection technique is interviews with documentation support. The validity of the data of this study was conducted by triangulation of sources. Data analysis technique using interactive techniques from Miles Huberman namely reduction, data presentation and data verification. The result of this study indicate that media function analysis; 1) information, has been optimal by conveying a lot of information widely such as education, history, and experience; 2) education; found in the historical and biographical content segments; 3) entertainment, Nadia Omara as a medium that presents shows that are considered entertainment for the audience; 4) influence in decision makers, has not yet been able to influence decisions and actions, but has succeeded in influencing in terms of education. Application of content management; planning (planning) has been prepared properly; organizing (organizing) HR and categorizing content segments; action (implementation) of script writing and content production process; and controlling (supervision or evaluation) internal evaluation and external evaluation.
RESEPSI KHALAYAK PROGRAM “GALERI HALAL”ADiTV THE AUDIENCE RECEPTION OF ‘GALERI HALAL’ ADiTV’S Dainty Dheanara; Suranto Aw
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 2 (2020): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v3i2.16841

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui resepsi khalayak setelah menonton program “Galeri Halal” ADiTV, (2) mengetahui perilaku khalayak ketika menonton program “Galeri Halal” ADiTV. Penelitian ini merupakan penelitian analisis resepsi khalayak dengan pendekatan kualitatif.. subjek atau informan penelitian ini adalah penonton program “Galeri Halal” yang berjumlah tiga informan dengan usia 22 tahun, 30 tahun dan 48 tahun. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan analisis konten. Validasi data menggunakan triangulasi sumber. Analisis data dilakukan dengan analisis resepsi dengan teori encoding-decoding Stuart Hall. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Khalayak memilih program “Galeri Halal” sebagai referensi wisata kuliner dan penghilang rasa penat setelah beraktivitas. Khalayak menempatkan diri pada posisi pembacaan dominan. Mereka mengambil pesan yang disampaikan oleh media secara utuh, (2) Khalayak program “Galeri Halal” menyatakan bahwa program tersebut mampu membuat penontonnya merasa lapar, sehingga khalayak secara langsung mengambil makanan sambil menonton program tersebut. Saat iklan berlangsung khalayak lebih memilih untuk melakukan kegiatan lain, seperti melakukan pekerjaan rumah tangga atau hanya sekedar bermain handphone. Selain itu khalayak terkadang mengganti channel ketika iklan berlangsung.Kata kunci: analisis resepsi, galeri halal, dan khalayak televisi. AbstractThis study aimed to: (1) to know the audience reception after watching “Galeri Halal” ADiTV’s program, (2) to know the behavior of the audience when watching the “Galeri Halal” ADiTV’s program. This research is a reception analysis with a qualitative approach. the subject or informant of this research is the audience of the “Galeri Halal” program which is determined by purposive sampling technique. For the validity used the source’s triangulation. Data analysis was performed by reception analysis with Stuart Hall’s encoding-decoding theory. The results of the research showed that: (1) the audience of the “Galeri Halal” program was used as a reference for culinary tourism and relieving fatigue after activities. The audience places itself in the dominant reading position. They take the message delivered by the media as a whole, (2) when the  advertisement takes place the public prefers to do other activities, such as doing household chores or just playing mobile phones. In addition, audiences sometimes change the channel when the advertisement takes place. The audience of the “Galeri Halal” program stated that the program was able to make the audience feel hungry, so the audience directly took food while watching the program.Keywords: reception analysis, galeri halal, and television audience..
POLA KOMUNIKASI INTERPERSONAL ORANG TUA DENGAN ANAK DALAM PENDAMPINGAN BELAJAR DARI RUMAH (BDR) DI PLESAN TIRTOMULYO KRETEK BANTUL Istifaroh Imaniyati; Suranto Aw
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 1 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v5i1.19143

Abstract

Abstrak   Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengetahui pola komunikasi interpersonal orang tua dengan anak SD dalam pendampingan BDR, (2) mengetahui kendala komunikasi interpersonal orang tua dalam pendampingan BDR dengan anak SD, (3) mengetahui solusi mengatasi kendala komunikasi interpersonal orang tua dalam pendampingan BDR dengan anak SD. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif. Subjek penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan analisis data model Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini adalah: (1) pola komunikasi interpersonal orang tua dalam pendampingan BDR adalah pola otoriter, demokratis, dan permissive, (2) kendala komunikasi interpersonal dalam pendampingan BDR antara lain suasana belajar yang tidak kondusif, pola komunikasi orang tua yang otoriter, hambatan psikologis dan biologis orang tua dan anak, kurangnya kredibilitas orang tua, dan anak berprasangka buruk pada orang tua. (3) cara untuk mengatasi kendala komunikasi interpersonal dalam pendampingan BDR adalah orang tua menerapkan pola demokratis dan meminta bantuan orang lain.Kata kunci : pola komunikasi, komunikasi interpersonal, pendampingan BDR Abstract            This study aims to: (1) find out the pattern of interpersonal communication between parents and elementary school children in BDR assistance, (2) find out the interpersonal communication obstacles of parents in BDR assistance with elementary school children, (3) find solutions to overcome parents' interpersonal communication obstacles in mentoring BDR with elementary school children. This research method is a qualitative method. Research subjects were determined by purposive sampling technique. The data analysis technique uses Miles and Huberman model data analysis. The results of this study are: (1) interpersonal communication patterns of parents in BDR assistance are authoritarian, democratic, and permissive patterns, (2) interpersonal communication barriers in BDR assistance include an unfavorable learning atmosphere, authoritarian parental communication patterns, obstacles psychological and biological parents and children, lack of credibility of parents, and children have prejudice against parents. (3) the way to overcome interpersonal communication obstacles in BDR assistance is for parents to apply a democratic pattern and ask for help from othersKeyword: communication patterns, interpersonal communication, BDR assistance
EVALUASI PROGRAM MEDIA RELATIONS BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (BNNP DIY) DALAM MENINGKATKAN KESADARAN MASYARAKAT TERHADAP BAHAYA NARKOBA Siti Hanifah; Suranto Aw
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 2 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v4i2.18517

Abstract

Abstrak            Penelitian ini bertujuan untuk; 1) mengetahui aktivitas program media relations BNNP DIY dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba; 2) mengetahui keefektifan program media relations BNNP DIY dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba berdasarkan audit mini komunikasi. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian evaluasi secara audit mini komunikasi  dengan  pendekatan  kualitatif.  Objek  penelitian  adalah  BNNP  DIY  dengan  subjek penelitian yaitu 1 orang dari tim Kehumasan dan 1 orang dari bagian Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) yang sekaligus bertugas dalam mengelola media. Teknik pengumpulan data  adalah wawancara secara mendalam dengan teknik purposive sampling dan studi dokumen. Keabsahan data penelitian  ini  dilakukan  dengan  triangulasi  sumber.  Teknik  analisis  data  menggunakan  teknik interaktif berupa   dari Miles dan Huberman yaitu pengumpulan data,   reduksi, penyajian data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Aktivitas program media relations BNNP DIY untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dilakukan melalui diseminasi informasi P4GN yang dilaksanakan oleh Tim Humas dan Divisi P2M yang mengelola media, namun program tersebut kurang optimal dikarenakan pembagian tugas yang tumpang tindih. ; 2) Program dikatakan kurang efektif berdasarkan evaluasi secara audit mini komunikasi yang telah dikaji dalam enam aspek yaitu penerima, isi pesan, ketepatan waktu, media komunikasi, bentuk kemasan pesan, dan sumber pesan.Kata kunci : Evaluasi program komunikasi, media relations, bnnp diy AbstractThis research aimed to; 1) knowing the evaluation BNNP DIY meida relations program in increasing public awareness of the dangers of drugs; 2) determine the effectiveness of the BNNP DIY media relations program in increasing public awareness of the dangers of drugs based on mini- communication audits. This research uses a qualitative method with a descriptive approach. The object  of research is BNNP DIY with research subjects, namely 1 person from the Public Relations team and 1 person from Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) section who is also in charge of managing the media. The main data collection technique is in-depth interviews with purposive sampling and document study. The validity of the research data was carried out by triangulation of sources. Data analysis techniques used interactive techniques from Miles and Huberman, namely data collection, reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of this study indicate that; 1) The BNNP DIY activities media relations program increased public awareness through the dissemination of P4GN information carried out by the Public Relations Team and the P2M Division which managed the media, but the program was less than optimal due to the overlapping division of tasks; 2) The program is said to be less effective based on a mini-communication  audit  evaluation  that has  been studied  in six aspects,  namely the recipient, message content, timeliness, communication media, message packaging form, and message source.Keywords: Communication program evaluation,  media relations organization- public relationships, bnnp diy.
Pola komunikasi interpersonal pelatih dan atlet tunarungu-wicara cabang olahraga atletik di NPCI Jawa Barat Violine Intan Puspita; Suranto Aw
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 1 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v6i1.19251

Abstract

Abstrak            Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan pola komunikasi interpersonal serta pesan verbal dan non verbal dalam komunikasi yang dilakukan oleh pelatih dan atlet tunarungu wicara pada cabang olahraga atletik di NPCI Jawa Barat. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang bersifat postpositivisme. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan sumber primer pelatih atlet tunarungu-wicara di NPCI Jawa Barat. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi kegiatan latihan atlet dan wawancara pelatih atlet tunarungu-wicara di NPCI Jawa Barat. Uji keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber dan analisis data dilakukan dengan model Miles dan Hubermen. Hasil penelitian ini mengungkapkan pola komunikasi interpersonal yang digunakan oleh pelatih dengan atlet tunarungu-wicara cabang olahraga atletik di NPCI Jawa Barat adalah pola komunikasi primer dan komunikasi sekunder, sedangkan pesan yang digunakan adalah kombinasi komunikasi nonverbal dan verbal. Pola komunikasi interpersonal pelatih dengan atlet tunarungu-wicara cabang olahraga atletik di NPCI Jawa Barat dapat dikatakan efektif karena telah memenuhi lima hukum komunikasi interpersonal yang efektif yang meliputi REACH (respect, empathy, audible, clarity, dan humble).Kata kunci : Pola Komunikasi, Komunikasi Interpersonal, Tunarungu Abstract            This research was conducted to describe patterns of interpersonal communication as well as verbal and non-verbal messages in communication carried out by trainers and athletes with hearing impairment in athletics at NPCI West Java. This research is a research with a qualitative approach with a descriptive method that is postpositivism. The sampling technique used was purposive sampling with the primary source being deaf-mute athlete trainers at NPCI West Java. The data collection method used was observation of athlete training activities and interviews of deaf-speech athlete trainers at NPCI West Java. Data validity was tested by source triangulation and data analysis was performed using the Miles and Hubermen models. The results of this study reveal that the pattern of interpersonal communication used by coaches with deaf-speech-deaf athletes in athletics at the West Java NPCI is a pattern of primary communication and secondary communication, while the message used is a combination of nonverbal and verbal communication. The pattern of interpersonal communication between coaches and deaf-speech athletes in athletics at the West Java NPCI can be said to be effective because it fulfills the five laws of effective interpersonal communication which include REACH (respect, empathy, audible, clarity, and humble).Keywords : Patterns of Communication, Interpersonal Communication, Deaf
POLA KOMUNIKASI HUMAS PT KERETA API INDONESIA DAERAH OPERASI 6 YOGYAKARTA DALAM MEMBANGUN CITRA Rizal Fahmi Muhammad; Suranto Aw
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 4 (2019): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v2i4.16349

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola komunikasi Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 6 Yogyakarta dalam membangun citra. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan dalam penelitian ini dipilih secara purposif yaitu Manajer, Asisten Manajer, Railfans dan Penerima CSR. Pemeriksaan keabsahan data dalam penelitian ini dengan menggunakan triangulasi sumber. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, Analisis data menggunakan model Miles Huberman dalam penelitian ini meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan Hasil penelitian menunjukan bahwa pola komunikasi Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 6 Yogyakarta Klaten dalam membangun citra sebagai berikut: 1) Pola Komunikasi Primer Humas dimulai dari lingkup internal yaitu dengan memberi informasi kepada pegawai PT KAI. Sementara itu pada lingkup eksternal humas juga menerapkan pola komunikasi primer yaitu ketika memberi bantuan CSR, 2) Pola komunikasi  sekunder humas PT KAI Daop 6 menggunakan media untuk memberi informasi sekaligus membangun citra. Media yang digunakan adalah media iklan, internet, media cetak juga pers, 3) Pola komunikasi linier humas PT KAI Daop 6 berusaha memberikan informasi pada internal maupun eksternal dengan cara memberi himbauan melalui media atau tidak melalui media, 4) Pola Komunikasi Sirkuler Humas PT KAI Daop 6 adalah ketika humas menangani dan menindaklanjuti complaint. Kata kunci: Pola Komunikasi, Humas, Citra Perusahaan, PT KAI Daop 6  Yogyakarta 
FAKTOR PENGHAMBAT EFEKTIVITAS KINERJA KOMISI PENYIARAN INDONESIA PUSAT DALAM MENGAWASI PROGRAM INFOTAINMENT TAHUN 2017-2019 Muhammad Firdaus Alhakim; Suranto Aw
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 2 (2022): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v5i2.19149

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) kinerja Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dalam mengawasi kategori program Infotainment yang tidak efektif; 2) faktor penghambat KPI dalam mengawasi kategori program Infotainment tahun 2017-2019. Hasil penelitian ini adalah kinerja KPI dalam mengawasi program Infotainment yang tidak efektif disebabkan oleh: 1) adanya ketidaksesuaian KPI dalam melaksanakan wewenangnya yang sesuai regulasi dan ketentuan, 2) kategori program Infotainment tidak pernah masuk dalam agenda pembinaan, 3) pengenaan peringatan tertulis tidak tepat, 4) pelaksanaan literasi media tidak sejalan dengan amanat undang-undang penyiaran, 5) surat edaran gagal membawa perbaikan kualitas isi siaran, 6) pelaksanaan Sekolah P3SPS tidak konsisten, 7) faktor penghambatnya meliputi: penerapan sanksi bertingkat tidak konsisten, tidak ada regulasi ketentuan masa berlaku sanksi bertingkat, gagal mendefinisikan program siaran dengan ciri yang jelas, gagal berlaku konsisten pada penerbitan surat untuk satu program, adanya verifikasi lanjutan dan proses perumusan keputusan menyebabkan surat sanksi terlambat terbit, kedudukan peringatan tertulis tidak jelas, gagal merumuskan strategi literasi media, surat edaran tidak memiliki konsekuensi, dan masalah komitmen internal KPI yang inkonsisten dalam melaksanakan Sekolah P3SPS.Kata kunci : efektivitas kinerja pengawasan, KPI, infotainment AbstractThis research aims to find out: 1) the performance of Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) in supervising Infotainment program category ineffective; 2) the inhibiting factors of Komisi Penyiaran Indonesia in supervising Infotainment program category year 2017-2019. The result of this research is that KPI’s performance in supervising the ineffective Infotainment program is caused by: 1) a mismatch of KPI’s in carrying out their authority in accordance with regulations and provisions, 2) the Infotainment program category was never included in the coaching agenda, 3) the imposition of a written warning is not appropriate, 4) the implementation of media literacy is not in line with the mandate of broadcasting law, 5) the circular letter failed to bring improvement to the quality of broadcast content, 6) the implementation of P3SPS School is inconsistent, 7) inhibiting factors include: the application of multilevel sanctions is inconsistent, there is no regulation regarding the validity period of multilevel sanctions, failed to define broadcast program with clear characteristics, failed to apply consistently on the issuance of letters for one program, the existence of further verification and the decision formulation process causes the sanction letter to be issued late, the position of written warning is not clear, failed to formulate a media literacy strategy, circular letter have no consequences, and the problem of inconsistenct internal KPI commitment in implementing P3SPS School.Keywords : effectiveness of supervision performance, KPI, infotainment
ANALISIS OPINI PUBLIK TERHADAP PROGRAM VAKSINASI COVID-19 DI MEDIA SOSIAL TWITTER Norika Hidayati Yusyah; Suranto Aw
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 2 (2021): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v4i2.18522

Abstract

Abstrak            Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengungkap opini publik terhadap program vaksinasi COVID-19 di media sosial Twitter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan konsep penelitian Social Media Analysis. Populasi penelitian yaitu semua tweet dari Twitter dengan kata kunci ‘Vaksin COVID-19’ yakni selama bulan Januari 2021, bulan Maret 2021 dan pada tanggal 12 – 19 Mei 2021. Teknik pengumpulan data Twitter menggunakan bantuan software MaxQDA Analytic dan Drone Emprit Academic. Peneliti menganalisis social big data menggunakan analisis isi dan statistik deskriptif dengan membandingkan hasil analisis pada 3 (tiga) periode waktu yang berbeda.            Hasil penelitian menunjukkan bahwa opini publik mengalami bahwa terjadi kenaikan sentimen positif dan penurunan pada sentimen netral dan negatif. Selain itu, analisis emosi menunjukkan bahwa sebagian besar emosi publik memiliki 3 (tiga) emosi dominan yang sama yakni emosi “trust”, “ fear”, dan “anticipation” dengan urutan peringkat emosi yang tidak jauh berbeda pada tiap periode terhadap program vaksinasi COVID-19 di Twitter.Kata Kunci : opini publik, vaksin COVID-19, sentimen, emosi, twitter Abstrack            This research aims to analyze and uncover public opinion on related issues COVID-19 vaccination program on social media Twitter.This research used mixed methods of qualitative and quantitative approaches with the concept of Social Media Analysis. The population in this research are all tweets from Twitter with the keyword ‘Vaksin COVID-19’ on January 2021, March 2021, and May 12-19 2021. The Twitter data collection techniques are using the MaxQDA Analytic software and Drone Emprit Academic. Researchers further analyzed the social big data using content analysis and descriptive statistics by comparing the results of the analysis in three different periods.             The results show that there was an increase in positive sentiment and a decrease in neutral and negative sentiments towards the COVID-19 vaccination program on Twitter. In addition, emotion analysis showed that the majority of public emotions relied on three dominant emotions such as “trust”, “fear”, and “anticipation” with insignificant ranks of emotion for each periodKeyword : public opinion, COVID-19 vaccine, sentiment, emotion, twitter
Efektivitas penggunaan media sosial untuk mensosialisasikan produk Rumah Belajar Kemendikbudristek Anggitya Khalifa Bumi; Suranto Aw
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 4 (2023): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v6i4.20971

Abstract

Abstrak            Tujuan penelitian ini untuk menganalisa efektivitas serta hambatan komunikasi yang dilakukan oleh Kemendikbudristek melalui media sosial dalam mensosialisasikan produk Rumah Belajar Kemendikbudristek kepada pelajar di Indonesia.  Lokasi penelitian terletak di Kantor Pengelola Website Rumah Belajar di Pusdatin, Ciputat dan Yogyakarta. Penelitian berlangsung dari bulan April 2022 hingga Mei 2023. Metode dan instrument pengumpulan data menggunakan metode wawancara serta pengolahan dokumen. Pengunaan media sosial dalam mensosialisasikan konten Rumah Belajar hasil dari kegiatan sosialisasi menjangkau total 399 ribu pengikut media sosial Pustadin Kemendikbudristek dan total engagement 35,4 ribu. Kegiatan sosialisasi Rumah Belajar pada akun media sosial Pusdatin Kemendikbudristek dilakukan secara komunikatif melalui pesan langsung dan komentar oleh para pengikut maupun pengguna Rumah Belajar. Kegiatan sosialisasi Rumah Belajar melalui media sosial Pustadin Kemendikbudristek ternilai efektif dengan mencapai tujuan kegiatan sosialisasi yang ditargetkan, namun terdapat hambatan sehingga sosialisasi ternilai kurang efisien akibat kurangnya SDM yang mengelola media sosial Pusdatin Kemendikbudristek.Kata Kunci : Efektivitas, Rumah Belajar, Media Sosial Abstarct            The purpose of this study was to analyze the effectiveness and communication barriers carried out by the Kemendikbudristek through social media in disseminating the Rumah Belajar Kemendikbudristek products to students in Indonesia. The research location is located at the Website Management Office at Pusdatin, Ciputat and Yogyakarta. The research took place from April 2022 to May 2023. Data collection methods and instruments used interviews and document processing. The use of social media in socializing Rumah Belajar content as a result of socialization activities reached a total of 399 thousand Pusdatin Kemendikbudristek social media followers and a total engagement of 35.4 thousand. Rumah Belajar socialization activities on the Pusdatin Kemendikbudristek social media account are carried out communicatively through direct messages and comments by followers and users of Rumah Belajar. Socialization activities for Rumah Belajar through Pustadin Kemendikbudristek's social media were considered effective in achieving the objectives of the targeted, but there were obstacles so that the socialization was considered less efficient due to a lack of human resources managing Pusdatin Kemendikbudristek's social media.Keywords : Effectiveness, Rumah Belajar, Social Media
Co-Authors Addien Ismi Fadhilah Adinda Paramitha Alfi Yuni Astuti Alif Lam Mim Huda Amir Safruddin Safruddin amrullah surya hartama Anggitya Khalifa Bumi Apriyani Putri Rezeki Arif Hidayad arif hidayat Asfi Ma’ruf Fairuzzabad Auni Candra Trianaputri Badrun Kartowagiran Bambang Setyomoko Benni Setiawan Budiman Budiman Cahyo Dwi Prastowo carissa ervania charis hamdani Chatia Hastasari dainty dheanara Danu Eko Agustinova * Dewi Ambarwati Dinda Isradilah Djemari Mardapi dwi fitri ani Dwi Gesti Jayanti DWI OETOMO Dyah Kumalasari Dyna Herlina Suwarto Eko Widodo Eva Zulaefa Fadli, Muhammad Rijal Febrika Yogie Hermanto Finnas Fauzia Trisani Fitriana, Kurnia Nur Gaspersz, Magy Gaspersz, Netty geby alfariza Grendi Hendrastomo * Hadi, M. Fathul Ida Nur Amini Imam Nur Prasetya istifaroh imaniyati Joko Kumoro Kalvin Kalvin Kiki Sipa’ul Hafid Kistantia Elok Mumpuni Krisma Haryuniati Kusdaryanta, Raihan Ghulammuhadzib lailatun najihah Lisna Indriyani Lolita Paramesti Nariswari Luthfan Rahmanda Allam Maizatul Haizan Mahbob Mami Hajaroh Martiana, Aris Mas’ud Hamdani Bin Rohmad Melani Nur Anggraini Mia Rahayu Mohd Nor Shahizan Ali Muhammad Bukhori Dalimunthe muhammad firdaus alhakim Muhammad Kaisar Melgajanarsyah Muhammad Tigor Irfandani Mujiyanto Mujiyanto Myristica Imanita Nadalia Silmi Fathinah Nadalia Silmi Fathinah Nadya Angelica Mutiara Amanda Norika Hidayati Yusyah Normah Mustaffa Nunung Fatimah Nur Fitrah Ramadhani Liesfi Nur Lailly Tri Wulansari Nurizky Handayani Nursida Arif Permata Dian Fathinah Permata Dian Pratiwi Pratiwi Wahyu Widiarti Puji Lestari Purna Dhatu Martani Putu Fahrudin Rani Bella Rendra Widyatama rizal fahmi muhammad Rosanna Saskhia Rosidah Rosidah Salma Yasmin Reyhanah Saskhia, Rosanna savannah yohan devi Savira Indah Rahmadanti Setiawan, Johan Shafir Walida Haq Sholikah, Mar’atus Sholikah, Mar’atus Siti Hanifah Siti Irene Astuti Dwiningrum Slamet Santosa Suhadi Purwantara Supardi Supardi Syarifudin Syarifudin Tania Klasinki Trie Hartiti Retnowati twista gilang ramadhan Ulfah Hidayati Violine Intan Puspita Widianingrum, Riska Wisataone, Voettie Wulandari, Aprilianti Yundari, Yundari yunita noor wijayantie Zamroni Zamroni