Claim Missing Document
Check
Articles

How do schools in Indonesia fight against cyberbullying? Wulandari, Aprilianti; AW, Suranto
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 20, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jc.v20i2.57716

Abstract

The development of highly advanced technology has changed the pattern of people's lives in fulfilling information needs. All forms of information obtained will spread very quickly and even difficult to control. We cannot avoid that currently people from all walks of life are increasingly "lulled" by the sophistication of technology such as cellphones to smartphones which are of course equipped with various applications that make it easier for users. However, this convenience is not accompanied by control from various parties, causing a negative impact commonly called Cyberbullying. This paper describes how cyberbullying cases affect school-age children so that the participation of related parties such as schools is needed. In addition, this paper also describes the policies implemented in schools to deal with cyberbullying cases sourced from several writings or articles. The research method used is library research where researchers collect various sources from several research results and libraries. For this research, researchers took various sources from Google Scholar. From the articles, it is recommended that some policies can be offered to schools to anticipate and prevent Cyberbulling behavior.
Evaluasi Pelaksanaan Microteaching pada Era New Normal Berdasarkan Model Countenance Stake Mumpuni, Kistantia Elok; Santosa, Slamet; Oetomo, Dwi; Aw, Suranto
Bioedusiana: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 8, No 2 (2023): Bioedusiana
Publisher : Jurusan Pendidikan Biologi - Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/bioed.v8i2.10095

Abstract

Pandemi Covid-19 telah mempengaruhi domain pendidikan dalam skala global. Tantangannya adalah bagaimana menyesuaikan pelaksanaan microteaching agar dapat dilaksanakan secara daring dan luring terbatas pada Era New Normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian perencanaan, proses pembelajaran dan penilaiannya, serta hasil belajar mahasiswa pada pembelajaran microteaching. Evaluasi dilaksanakan dengan Model Countenance Stake. Pembelajaran microteaching berhasil dilaksanakan dengan baik di era new normal. pada tahap anteseden (perencanaan pembelajaran dan fasilitas) diperoleh persentase sebesar 91,3%, tahap transaksi (pelaksanaan pembelajaran) diperoleh persentase 86,2%, dan pada outcome (penilaian hasil belajar) diperoleh persentase 100% lulus. Penggunaan tiga metode yaitu daring, luring dan asinkronus mendapatkan respon positif dari mahasiswa. Yang menarik, sesi microteaching yang paling dipilih mahasiswa adalah daring, sedangkan secara luring menempati urutan kedua. Pada pembelajaran microteaching selanjutnya, pasca pandemi pembelajaran luring, disarankan menggunakan dua metode yaitu luring dan daring. Mahasiswa perlu disiapkan untuk transformasi preferensi pembelajaran daring di masa depan dengan teknologi yang lebih maju. Walaupun praktik luring akan tetap memegang porsi yang lebih besar.
Evaluasi program sosialisasi vaksinasi covid-19 melalui media sosial Aw, Suranto
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 21 No. 2 (2021): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v21i2.43721

Abstract

One of the evaluation parameters that can measure the effectiveness of socialization programs through social media is citizen engagement, namely public involvement in important or essential problems on social media. This evaluation was conducted to analyze the effectiveness of the Covid-19 vaccination socialization program through social media. The object of the evaluation is the netizen conversations on Twitter in the form of messages, statuses, or tweets that mention the keyword 'COVID-19 Vaccine' on social media. The effectiveness criteria of the socialization program were based on the citizen engagement index or the citizen involvement index which is examined from the netizen opinions on sentiment (positive/negative) and emotion (trust/fear) indicators. The evaluation results show that the socialization program has succeeded in increasing positive sentiment and emotions of trust. Positive sentiment was shown by netizens' opinions, which were dominated by posts that supported and accepted the vaccination program. Emotion of trust was dominated by the trust and acceptance posts. This finding, when confirmed with facts in the community, indicates a conformity. The public has supported, approved, trusted and accepted the Covid-19 vaccination.Salah satu parameter evaluasi yang dapat mengukur keefektifan program sosialisasi melalui media sosial  adalah citizen engagement, yaitu keterlibatan publik terhadap suatu problematika penting atau yang dianggap penting di media sosial. Evaluasi ini dilakukan untuk menganalisis keefektifan program sosialisasi vaksinasi Covid-19 melalui media sosial. Objek evaluasi adalah percakapan warganet di Twitter baik berupa pesan, status, maupun tweet yang menyebutkan kata kunci "˜Vaksin COVID-19' di media sosial. Kriteria keefektifan program sosialisasi mengacu kepada citizen engagement index atau indeks keterlibatan warganet yang dianalisis dari opini warganet pada indikator sentimen (positif/negative) dan emosi (trust/fear). Hasil evaluasi menunjukkan Program sosialisasi berhasil meningkatkan sentiment positif dan emosi trust. Sentimen positif ditunjukkan opini warganet yang didominasi unggahan mendukung dan menyetujui vaksinasi. Emosi trust, didominasi oleh unggahan rasa percaya dan menerima. Temuan ini apabila dikonfirmasi dengan fakta di masyarakat, mengindikasikan adanya kesesuaian. Masyarakat telah mendukung, menyetujui, percaya, dan menerima vaksinasi Covid-19.
IMPLEMENTASI TEORI KOMUNIKASI SOSIAL BUDAYA DALAM PEMBANGUNAN INTEGRASI BANGSA Aw, Suranto
Informasi Vol. 45 No. 1 (2015): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.142 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v45i1.7771

Abstract

AbstractDevelopment is a process that is carried out continuously in a region over time. Development leads the improvement of the lives and well-being, both in terms of material and nonmaterial. To Indonesia, the development process is a planned activity to achieve national goals as mandated in the 1945 Constitution, which among others, to promote the general welfare, united, sovereign, fair, and prosperous. Indicators of well-being are not just limited to the economic aspect and materialistic, but also concerning aspects of harmony, unity, and integration of national life in dignity characterized by solidarity excellence. So that it is needed to consider the implementation of the theories of social and cultural communication in the development process.AbstrakPembangunan adalah suatu proses yang dilakukan secara terus menerus pada suatu wilayah dari waktu ke waktu. Pembangunan bermuara para peningkatan kehidupan dan kesejahteraan, baik dari sisi material maupun nonmaterial. Bagi Bangsa Indonesia, proses pembangunan adalah aktivitas terencana untuk mencapai tujuan nasional sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945, yaitu antara lain untuk memajukan kesejahteraan umum, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Indikator kesejahteraan tidak hanya terbatas pada aspek ekonomis dan materialistis, melainkan juga menyangkut aspek keharmonisan, kebersamaan, dan integrasi hidup berbangsa secara bermartabat yang ditandai oleh adanya solidaritas yang prima. Berkenaan dengan itu, perlu dipertimbangkan implementasi teori-teori komunikasi sosial budaya dalam proses pembangunan.Keywords: Socio-Cultural Communication, Growth, Integration
STRATEGI KOMUNIKASI GURU SMA ISLAM TERPADU DALAM MENGHASILKAN SISWA YANG UNGGUL Hastasari, Chatia; Aw, Suranto; Setiawan, Benni
Informasi Vol. 46 No. 2 (2016): INFORMASI
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.853 KB) | DOI: 10.21831/informasi.v46i2.11438

Abstract

The study aims to explain how the concept of integrated Islamic and the strategy of the teacher in SMA IT Abu Bakar Yogyakarta and SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta produce the superior students. It refers to the development of SMA IT which always puts ethics, religion and the quality of the students. However, the main key to produce the superior students is the role of professional teacher who encourages the strong characteristic of students. The method of this research is qualitative and takes place in SMA IT Abu Bakar and SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Furthermore, the samples of this research consist of twenty teachers. The result is that (1) SMA IT Abu Bakar and SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta combine three elements such as the cooperation among the shool, societies, and family; the structured and programmed curriculum from kindergarten to university; tsaqafah Islam and science oriented. These are done to produce a superior student who masters science and technology and also has a good characteristic. (2) The communication strategy of the teachers in SMA IT Abu Bakar and SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta is effective. It can be seen from the fulfillment of communication elements on communication strategy which is used by the teacher to produce a superior student.Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah strategi komunikasi yang digunakan oleh guru sebagai agen perubah sosial, karena peran guru disini sangat penting dalam menghasilkan siswa yang unggul baik dalam bidang akademik maupun dalam bidang moral (akhlak mulia). Oleh karenanya, guru dituntut untuk tidak hanya mengajarkan mata pelajaran umum melainkan juga keagamaan hingga pelajaran mengenai akhlak. Hal ini dibutuhkan demi memberikan pembekalan "dasar moralitas" yang tergali dari kearifan tradisi kultural dan nilai-nilai doktrinal agama Islam yang kuat.Berdasar latar belakang di atas, maka penelitian ini secara khusus bertujuan untuk mengetahui konsep pendidikan islam terpadu dan mengetahui strategi komunikasi guru di SMA IT Abu Bakar Yogyakarta dan SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta dalam menghasilkan siswa yang unggul. Selanjutnya peneliti menggunakan metode penelitian Focus Group Dsicussion (FGD) untuk memperoleh gambaran strategi komunikasi guru SMA IT dalam menghasilkan siswa yang unggul. Hasil penelitian ini nantinya akan dipublikasikan dalam jurnal lokal yang memiliki ISSN atau jurnal nasional terakreditasi. 
An Investigation the Competence of Preservice Teachers of Economics in the Industrial Revolution Era: A Literature Review Muhammad Bukhori Dalimunthe; Suranto Suranto
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 14, No 4 (2022): AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v14i4.1093

Abstract

In the 21st Century, advances in information and technology have spurred open access to economic learning for preservice teachers. Reinventing competencies needs to be done to keep pace with the advancement of knowledge and technology in the industrial revolution era. This paper aims to investigate the competence of preservice teachers of economics in the industrial revolution era. The literature review is used to find the challenges faced and the competencies needed by prospective economics teachers. Various relevant and credible literature (Science Direct, Taylor Francis, Emerald) for two decades have been fast reviewed and comprehensively to show the phases, levels, knowledge, competencies, and cognitive-noncognitive domains. The review findings reveal the challenges that preservice teachers of economics face as a provision for mastering competencies as teachers in the industrial revolution era. Next, a synthesis of the competency reviews is needed for preservice teachers of economics to present relevant and credible studies. Finally, this paper has implications for competencies that need to be prepared or reinvented through actions and policies that lead to professional economics teachers.
Ethnoscience of Educative Values of Margondang Custom of South Tapanuli Community in Gunung Malintang Village, Barumun Tengah Subdistrict, Padang Lawas Regency Husnul Hotima Siregar; Suranto
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 1 (2025): January
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i1.9828

Abstract

This research has two objectives, first, to analyse the process of implementing margondang custom, and second, to analyse the educational values in margondang custom performed by the community in Gunung Malintang Village, Central Barumun District, Padang Lawas Regency. This research is a qualitative descriptive research. The informants in this research are the customary king (traditional leader), the village head, village officials, and the people of Gunung Malintang Village. The data collection techniques in this research are observation, interview, and documentation. Data analysis used the Miles and Huberman analysis method, which consists of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research shows that the implementation of the Mandailing community margondang custom includes the stages of martahi, mangalap boru, marsattan boru, pataru itak godang, to horja godang. This procession begins with a traditional session, giving the title of king to the bridegroom, slaughtering buffalo, manortor according to customary status, patuaekkon or riding nacar, mangupa, and ends with a meal together. The margondang tradition that used to last 1-3 days is now generally only done in 1 day due to changes in people's habits. Apart from being a cultural heritage, margondang also contains educational values, namely religious, social, responsibility and moral values that are important for community life.
PROGRAM MASA PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH DENGAN PENDEKATAN EVALUASI GOAL FREE TERHADAP INTEGRASI SOSIAL, KESEJAHTERAAN EMOSIONAL, DAN KEPUASAN SISWA Muh Fitrah; Suranto Suranto; Sri Wening; Mei Indra Jayanti
eL-Muhbib jurnal pemikiran dan penelitian pendidikan dasar Vol. 7 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/el-muhbib.v7i2.2000

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh Program Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) terhadap integrasi sosial, kesejahteraan emosional, dan kepuasan siswa saat menghadapi tantangan sekolah baru. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional, melibatkan 1356 siswa baru dari berbagai sekolah menengah di tiga daerah di Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa siswa menghadapi MPLS dengan tingkat kenyamanan yang tinggi dan tingkat kepuasan yang memadai, namun memiliki kecenderungan netral dalam memiliki teman selama MPLS. Mereka juga merasa siap menghadapi tantangan dan memiliki hubungan sosial yang kuat, meskipun tingkat stres cenderung lebih tinggi. Analisis korelasi mengungkapkan hubungan positif yang signifikan antara variabel-variabel tertentu. Kenyamanan berinteraksi di MPLS berhubungan positif dengan memiliki teman, kesiapan menghadapi tantangan berhubungan positif dengan kepuasan siswa, dan hubungan sosial yang kuat berhubungan positif dengan pengurangan stres. Namun, perlu diingat bahwa hasil ini dapat bervariasi tergantung pada konteks dan karakteristik siswa serta program MPLS yang spesifik. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami lebih mendalam dinamika yang mungkin memengaruhi hubungan antara variabel-variabel ini.
Youth’s Role in Channeling Community Aspirations for Empowerment in Central Praya District M. Fathul Hadi; Suranto Aw; Budiman Budiman
Electronic Journal of Education, Social Economics and Technology Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : SAINTIS Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33122/ejeset.v6i1.808

Abstract

Youth are often positioned as agents of change with the capacity to contribute significantly to sustainable development. However, their role in community empowerment, particularly in rural areas, remains underexplored. This study aims to examine the strategic role of youth in channeling community aspirations and implementing empowerment initiatives in Central Praya District, West Nusa Tenggara, Indonesia. Using a qualitative descriptive approach, the research involved 35 purposively selected participants, including youth leaders, community figures, and local government representatives. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis, and analyzed using Miles and Huberman’s interactive model. The findings reveal that youth play a vital role in three core areas: (1) communicating and collecting public aspirations through both digital and direct channels, (2) facilitating participatory planning and execution of empowerment programs, and (3) addressing internal and external obstacles to community involvement. Despite facing challenges such as low public trust and weak institutional support, youth demonstrated resilience, adaptability, and innovation in promoting inclusive development. The study concludes that effective youth engagement can strengthen participatory governance, improve service delivery, and foster social solidarity at the grassroots level. The implication is that empowerment policies should provide more space, trust, and resources for youth-led initiatives. Strengthening collaboration among youth, communities, and local governments is essential for sustainable and community-based development.
Pelatihan pemasaran digital melalui marketplace bagi ibu rumah tangga Hidayati, Ulfah; Aw, Suranto; Wisataone, Voettie; Fathinah, Nadalia Silmi; Fathinah, Permata Dian
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 11, No 1 (2022): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v11i1.53105

Abstract

Adanya Pandemi Covid-19 berdampak pada usaha mikro yang dilakukan oleh ibu rumah tangga yang tergabung dalam PKK Kelurahan Imogiri, Bantul, Yogyakarta.  Social distancing yang diterapkan pemerintah menyebabkan penjualan mereka menurun. Diperlukan skill baru dalam adaptasi teknologi untuk tetap bertahan di era pandemi, yaitu melalui pemasaran digital. Marketplace adalah salah satu langkah untuk berjualan online dengan aman, mudah, dan mampu menjangkau banyak target customer.Tujuan kegiatan pemasaran masyarakat ini untuk meningkatkan skill ibu rumah tangga dalam berjualan online melalui marketplace. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini yaitu, pelatihan secara luring dengan mematuhi protocol kesehatan dan pendampingan secara daring melalui grup whatsapp. Kegiatan tersebut dimulai dari membuat foto produk, membuat akun, hingga memasarkannya melalui marketplace.Hasil yang dicapai dari kegiatan pengabdian ini adalah kegiatan pelatihan sangat relevan dengan kebutuhan khalayak sasaran, serta dapat dirasakan manfaatnya. Berdasarkan evaluasi kegiatan diperoleh masukan agar kegiatan pengabdian seperti ini dilaksanakan secara berkelanjutan dengan mengangkat tema lain yang relevan dengan kebutuhan khalayak. 
Co-Authors Addien Ismi Fadhilah Adinda Paramitha Alfi Yuni Astuti Alif Lam Mim Huda Amir Safruddin Safruddin amrullah surya hartama Anggitya Khalifa Bumi Apriyani Putri Rezeki Arif Hidayad arif hidayat Aris Martiana Asfi Ma’ruf Fairuzzabad Auni Candra Trianaputri Badrun Kartowagiran Bambang Setyomoko Benni Setiawan Budiman Budiman Cahyo Dwi Prastowo carissa ervania charis hamdani Chatia Hastasari dainty dheanara Danu Eko Agustinova * Dewi Ambarwati Dinda Isradilah Djemari Mardapi dwi fitri ani Dwi Gesti Jayanti DWI OETOMO Dyah Kumalasari Dyna Herlina Suwarto Eko Widodo Eva Zulaefa Fadli, Muhammad Rijal Fathinah, Nadalia Silmi Fathinah, Permata Dian Febrika Yogie Hermanto Finnas Fauzia Trisani Fitriana, Kurnia Nur Gaspersz, Magy Gaspersz, Netty geby alfariza Grendi Hendrastomo Husnul Hotima Siregar Ida Nur Amini Ida Nuraida Idham Mahdi Imam Nur Prasetya istifaroh imaniyati Joko Kumoro Kalvin Kalvin Kiki Sipa’ul Hafid Kistantia Elok Mumpuni Krisma Haryuniati Kusdaryanta, Raihan Ghulammuhadzib lailatun najihah Lina Marlina Lisna Indriyani Lolita Paramesti Nariswari Luthfan Rahmanda Allam M. Fathul Hadi Maizatul Haizan Mahbob Mami Hajaroh Mas’ud Hamdani Bin Rohmad Mei Indra Jayanti Melani Nur Anggraini Mia Rahayu Mohd Nor Shahizan Ali Muh Fitrah Muh Fitrah Muhammad Bukhori Dalimunthe muhammad firdaus alhakim Muhammad Kaisar Melgajanarsyah Muhammad Syamsuddin Muhammad Tigor Irfandani Mujiyanto Mujiyanto Myristica Imanita Nadalia Silmi Fathinah Nadya Angelica Mutiara Amanda Norika Hidayati Yusyah Normah Mustaffa Nunung Fatimah Nur Fitrah Ramadhani Liesfi Nur Lailly Tri Wulansari Nurizky Handayani Nursida Arif Permata Dian Pratiwi Pratiwi Wahyu Widiarti Puji Lestari Purna Dhatu Martani Putu Fahrudin Rani Bella Rendra Widyatama rizal fahmi muhammad Rosanna Saskhia Rosidah Rosidah Salma Yasmin Reyhanah Saskhia, Rosanna savannah yohan devi Savira Indah Rahmadanti Setiawan, Johan Shafir Walida Haq Sholikah, Mar’atus Sholikah, Mar’atus Siti Hanifah Siti Irene Astuti D Slamet Santosa Sri Wening Suanto Suhadi Purwantara Sunarso Sunarso Supardi Supardi Syarifudin Syarifudin Tania Klasinki Trie Hartiti Retnowati twista gilang ramadhan Ulfah Hidayati Violine Intan Puspita Widianingrum, Riska Wisataone, Voettie Wulandari, Aprilianti Yuliantri, Rhoma Dwi Aria Yundari, Yundari yunita noor wijayantie Zamroni Zamroni