Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : GIZI INDONESIA

ASUPAN SENG YANG RENDAH SEBAGAI FAKTOR RISIKO KEPARAHAN PNEUMONIA PADA ANAK USIA 12-59 BULAN Nasution, Meiry; Hakimi, Mohammad; Hartini, Ninuk Sri
GIZI INDONESIA Vol 40, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36457/gizindo.v40i1.224

Abstract

Period prevalence of infant pneumonia in Indonesia is 18.5 per mile. The high mortality rate due to pneumonia of 62 percent was found in 10 countries and 5 countries was located in Asia. Zinc is one of micronutrients which is reported to prevent pneumonia as   an acute phase response to infection and help to boost the body immune response. The objective of the study was to determine the impact of zinc intake as risk factor of severe pneumonia in children. A case control study was conducted among children aged 12–59  months in 2 hospitals and 6 health centres, Yogyakarta city. Thirty four children were categorized as having severe pneumonia (cases) and 102 children were categorized as having pneumonia (control).  All sample’s mothers completed a semi-quantitative food frequency questionnaire during March-April 2014. Data analysis was performed  using Mantel-Haenszel test and conditional logistic regression, α = 0,05. Results of the study showed that there were 41.2 percent cases and 56.9 percent control were exclusively breast-fed. The  proportion of cases who had inadequate zink intake was higher than control group. There was no difference between inadequate zinc intake and the severe pneumonia (OR 1,08 and  95% CI 0,5-2,3). There was a statistically significant correlation between low-zinc intake and severe pneumonia if second  disease exist (OR 3,8  and 95% CI 1,4 -10,8). As an conclusion, Inadequate zinc intake affected severe pneumonia when the secondary diseases exist in children with pneumonia. ABSTRAK Period prevalence pneumonia balita di Indonesia adalah 18,5 per mil. Angka kematian yang tinggi akibat pneumonia sebesar 62 persen terdapat di 10 negara dan 5 negara di antaranya merupakan negara di Asia. Defisiensi seng menyebabkan penurunan kekebalan sel sehingga meningkatkan kerentanan terhadap penyakit pneumonia. Tujuan penelitian ini menganalisis asupan seng yang kurang sebagai faktor risiko keparahan pneumonia pada anak. Desain penelitian case control pada 136 anak usia 12-59 bulan yang diperoleh dari 2 RS dan 6 puskesmas di Kotamadya Yogyakarta. Sampel terdiri dari 34 anak menderita pneumoni berat (kasus) dan 102 anak menderita pneumonia sebagai kontrol. Ibu sampel melengkapi data asupan seng melalui frekuensi makan semi-kuantitatif pada bulan Maret-April 2014. Sejumlah 45 makanan dicantumkan pada kuesioner frekuensi makan. Analisis data dilakukan dengan uji Mantel-Haenszel dan regresi logistik bersyarat dengan α =0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejumlah 41,2 persen kelompok kasus dan 56,9 persen kontrol mendapat air susu ibu (ASI) eksklusif. Proporsi kasus yang asupan sengnya kurang ternyata lebih tinggi dari kelompok kontrol. Tidak ada perbedaan antara asupan seng dan keparahan pneumonia (OR 1,08 dan 95% CI 0,5-2,3). Ada korelasi yang signifikan  antara asupan seng yang kurang dan keparahan pneumonia jika disertai penyakit penyerta (OR 3,8 dan 95% CI 1,4 -10,8). Kurangnya asupan seng berpengaruh terhadap terjadinya keparahan pneumonia jika disertai adanya penyakit penyerta pada anak-anak penderita  pneumonia usia 12-59 bulan. Kata kunci: asupan seng, pneumonia, faktor risiko, anak usia 12-59 bulan
KURANG ASUPAN VITAMIN A, C, E DAN BETA KAROTEN MENINGKATKAN KEJADIAN PREEKLAMPSIA DI RSUP DR. SARDJITO, YOGYAKARTA Mutia P, Nofrisa; Hartini, T. Ninuk Sri; Hakimi, Mohammad
GIZI INDONESIA Vol 33, No 2 (2010): September 2010
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.632 KB)

Abstract

The Objective of this study was to evaluate the vitamin A, C, E and beta carotene intakes and preeclampsia among pregnant women. The data were analyzed from 30 pregnant women with preeclampsia as a case group and 30 healthy pregnant women as a control group. The survey was carried out between July 2004 and February 2005 at Sardjito Hospital, Yogyakarta. The nutrient intakes are presented as median values and the Kruskal- Wallis test and the Mann-Whitney U test were used. Multiple linear regression models were used to examine the factors associated with preeclampsi a. In total, 23 percent pregnant women craved foods, 40 percent avoided certain foods, 23 percent had consumed jamuduring pregnancy and 68% were consuming iron supplements. The percentage of healthy pregnant women consumed iron supplements was higher than pregnant women with preeclampsia (p<0.05). In contrast, the percentage of healthy pregnant women consumed jamu was lower than pregnant women with preeclampsia (p<0.05). Healthy pregnant women had higher vitamin A, C, E and beta carotene intakes than pregnant women with preeclampsia. There were no significant differences among those groups. Pregnant women consuming low vitamin A, C, E and beta carotene intake are at risk of developing preeclampsia.Keywords: pregnant women, preeclampsia, vitamin A, C, E and beta carotene intake
EFEK PEMANFAATAN PROGRAM PEMANTAUAN DAN PROMOSI PERTUMBUHAN TERHADAP STATUS GIZI BALITA DI KOTA CIREBON Nurcahyani, Lia; Hakimi, Mohammad; Sudargo, Toto
GIZI INDONESIA Vol 34, No 1 (2011): Maret 2011
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.417 KB)

Abstract

Kekurangan  gizi  merupakan  kunci  pokok  persoalan  kematian  balita  di  dunia,  yang  salah  satu penyebabnya yaitu kurangnya pemanfaatan program pemantauan dan promosi pertumbuhan. Kasus gizi kurang di Kota Cirebon melebihi angka provinsi dan  nasional. Pada tahun 2008, partisipasi masyarakat dalam  program  pemantauan  dan  promosi  pertumbuhan  meningkat  sebesar  19  persen  dari  tahun sebelumnya,  tetapi  kasus  gizi  kurang  meningkat  juga sebesar  0,23  persen.  Penelitian  bertujuan  untuk mengkaji efek pemanfaatan program pemantauan dan promosi pertumbuhan terhadap status gizi balita. Jenis  penelitian  observasional  dengan  rancangan  kohort  retrospektif.  Subjek  penelitian  sebanyak  246 balita  usia  17-59  bulan  beserta  ibu  yang  memenuhi  kriteria  inklusi  dan  eksklusi.  Pengambilan  sampel menggunakan teknik three stage samplingdipadukan dengan purposive dan random sampling.Data yang digunakan  berupa  data  primer  dan  sekunder  dengan  instrumen  penelitian  meliputi  kuesioner,  kartu menuju sehat, register gizi, laporan bulan penimbangan balita Kota Cirebon tahun 2008, timbangan injakdigital, length board/ microtoiseserta softwareantropometri WHO (2006). Pengolahan data menggunakan analisis univariabel, bivariabeldengan chi-square dan multivariabel dengan uji regresi logistik. Penelitian ini  didukung  oleh  data  kualitatif  untuk  mengetahui  indikator  input  dan  proses  serta  hambatan  dalam pemanfaatan  program  pemantauan  dan  promosi  pertumbuhan.  Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa pemanfaatan  program  pemantauan  dan  promosi  pertumbuhan  berpengaruh  secara  signifikan  terhadap status  gizi  balita  dengan  p  <  0,05.  Insidensi  gizi  kurang  pada  balita  yang  tidak  memanfaatkan  program pemantauan  dan  promosi  pertumbuhan  secara  teratur  2,7  kali  lebih  besar  dibandingkan  balita  yang memanfaatkan  secara  teratur  setelah  mempertimbangkan  kontribusi  pengetahuan  dan  sikap  ibu  serta umur  balita.  Indikator  input,  khususnya  peran  kader dalam  proses  program  pemantauan  dan  promosi pertumbuhan tidak optimal. Hambatan pemanfaatan program meliputi faktor individu (kesehatan balita), faktor  provider  (alasan  sosial),  serta  faktor  komunitas  (lokasi  rumah  secara  geografis).  Pemantauan pertumbuhan  pada  balita  harus  dilakukan  setiap  bulan,  terutama  pada  umur   0-24  bulan.  Keberhasilan program  pemantauan  dan  promosi  pertumbuhan  dapat  dicapai  apabila  mendapat  dukungan  secara komprehensif dari segi penerima pelayanan, pemberi pelayanan dan pembuat kebijakan. Kata kunci: status gizi, pemantauan pertumbuhan,promosi pertumbuhan, balita
ASUPAN SENG YANG RENDAH SEBAGAI FAKTOR RISIKO KEPARAHAN PNEUMONIA PADA ANAK USIA 12-59 BULAN Nasution, Meiry; Hakimi, Mohammad; Hartini, Ninuk Sri
GIZI INDONESIA Vol 40, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.665 KB)

Abstract

Period prevalence of infant pneumonia in Indonesia is 18.5 per mile. The high mortality rate due to pneumonia of 62 percent was found in 10 countries and 5 countries was located in Asia. Zinc is one of micronutrients which is reported to prevent pneumonia as   an acute phase response to infection and help to boost the body immune response. The objective of the study was to determine the impact of zinc intake as risk factor of severe pneumonia in children. A case control study was conducted among children aged 12–59  months in 2 hospitals and 6 health centres, Yogyakarta city. Thirty four children were categorized as having severe pneumonia (cases) and 102 children were categorized as having pneumonia (control).  All sample’s mothers completed a semi-quantitative food frequency questionnaire during March-April 2014. Data analysis was performed  using Mantel-Haenszel test and conditional logistic regression, α = 0,05. Results of the study showed that there were 41.2 percent cases and 56.9 percent control were exclusively breast-fed. The  proportion of cases who had inadequate zink intake was higher than control group. There was no difference between inadequate zinc intake and the severe pneumonia (OR 1,08 and  95% CI 0,5-2,3). There was a statistically significant correlation between low-zinc intake and severe pneumonia if second  disease exist (OR 3,8  and 95% CI 1,4 -10,8). As an conclusion, Inadequate zinc intake affected severe pneumonia when the secondary diseases exist in children with pneumonia. ABSTRAK Period prevalence pneumonia balita di Indonesia adalah 18,5 per mil. Angka kematian yang tinggi akibat pneumonia sebesar 62 persen terdapat di 10 negara dan 5 negara di antaranya merupakan negara di Asia. Defisiensi seng menyebabkan penurunan kekebalan sel sehingga meningkatkan kerentanan terhadap penyakit pneumonia. Tujuan penelitian ini menganalisis asupan seng yang kurang sebagai faktor risiko keparahan pneumonia pada anak. Desain penelitian case control pada 136 anak usia 12-59 bulan yang diperoleh dari 2 RS dan 6 puskesmas di Kotamadya Yogyakarta. Sampel terdiri dari 34 anak menderita pneumoni berat (kasus) dan 102 anak menderita pneumonia sebagai kontrol. Ibu sampel melengkapi data asupan seng melalui frekuensi makan semi-kuantitatif pada bulan Maret-April 2014. Sejumlah 45 makanan dicantumkan pada kuesioner frekuensi makan. Analisis data dilakukan dengan uji Mantel-Haenszel dan regresi logistik bersyarat dengan α =0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejumlah 41,2 persen kelompok kasus dan 56,9 persen kontrol mendapat air susu ibu (ASI) eksklusif. Proporsi kasus yang asupan sengnya kurang ternyata lebih tinggi dari kelompok kontrol. Tidak ada perbedaan antara asupan seng dan keparahan pneumonia (OR 1,08 dan 95% CI 0,5-2,3). Ada korelasi yang signifikan  antara asupan seng yang kurang dan keparahan pneumonia jika disertai penyakit penyerta (OR 3,8 dan 95% CI 1,4 -10,8). Kurangnya asupan seng berpengaruh terhadap terjadinya keparahan pneumonia jika disertai adanya penyakit penyerta pada anak-anak penderita  pneumonia usia 12-59 bulan. Kata kunci: asupan seng, pneumonia, faktor risiko, anak usia 12-59 bulan
Co-Authors - Anggorowati Abd Rahman Abdul Gofir Adi Utarini Agung Suhadi Ahmad Husein Asdie Aji Setiawan Albertina Bata, Verayanti Ambar Relawati, Ambar Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Andina Vita Sutanto Andy Muharry Anggarini, Inge Anggi Anjarwati Anjarwati, Anjarwati Anna Marie Wattie Annisa Nurrachmawati Astuti, Andari Wuri Astuti, Bariana Widitia Astuti, Dyah Puji Basri, Mubasysyir Hasan Batubara, Rini Amalia Bernadette Josephine Istiti Kandarina Cahyaningtyas, Ayu Cahyawati, Safitri Putri Carla R. Marchira Claudia Banowati Subarto Deny Eka Widyastuti, Deny Eka Detty Siti Nurdiati Dewanto, Agung Dewi, Zidna Akmala Djauhar Ismail Donal Donal Dyah Pradnyaparmita Duarsa Eddy Tiro Elli Nur Hayati Emiliana Mariyah Fadillah Fadillah Fatmawati, Kiki Amanda Fitri Fitri Fitriahadi, Enny Ganap, Eugenius Phyowai Hamam Hadi Hani EN, Umu Harahap, Yanna Wari Hari Kusnanto Hartono Hartono Helmyati, Siti Herta Masthalina, Herta Hidayat, Asri I Wayan Ardika Ibrahim Rahmat Irine Christiany, Irine Iswardani, Octaldina Jumiati, Raodiatul Juminten Saimin, Juminten Khusnul Khotimah khusnul khotimah Kurnia, Arif Rahmat Kusmaryanto Kusmaryanto, Kusmaryanto Lesmana, Mohammad Hendra Setia Lestari, Abriana Lia Nurcahyani Lisma Evareny, Mohammad Hakimi, Retna Siwi Padmawati Luluk Rosida Lutfan Lazuardi Madarina Julia Mappaware, Nasrudin Andi Mappaware, Nasrudin Andi Mardjan Mardjan Mawaddah Ar-Rochmah Mayasari, Ade Tyas Meiry Nasution, Meiry Moniz, Maria De Fatima Mora Claramita Mubasysyir Hasanbasri Mufdlilah, M Mufdlilah, Mufdlilah Mursyid, Muhammad Mustofa Mustofa Nana Diana Ni Komang Yuni Rahyani Ninuk Sri Hartini, Ninuk Sri Nofrisa Mutia P, Nofrisa Noor Pramono Noor Pramono Nunuk Pusorowati, Nunuk Nur Siyam NURUL HIDAYAH Ova Emilia Perwitasari Perwitasari Phyowai Ganap, Eugenius Popy Irawati Pratiwi, Cesa Septiana Putri Hidayati Rahmansyah, Ardian Retno Heru Rina Triasih Rini Amalia Batubara Rini, Ika Sulistya Riris Andono Ahmad Risanto Siswosudarmo Riska Dwi Pramita Sari Rofita, Desi Rukmono Siswishanto Rustam Sunaryo Samekto Wibowo Saraswati, Putu Ayu Dina Sari Sudarmiati Setyonugroho, Winny Shinta Prawitasari Siswanto Agus Wilopo Siti Solekah Soenarto Sastrowijoto, Soenarto Soerjo Hadijono Soetrisno Soetrisno Soewadi Soewadi Soewadi Sofiana, Juni SRI SETIYARINI, SRI Sri Wahyuni Subarda, Subarda Suci Musvita Ayu Sulistyaningsih Sulistyaningsih Susetyo, Dwi Susetyowati T. Ninuk Sri Hartini Titih Huriah Toto Sudargo Tri Wahyudi Ulva, Siti Maria Umar Malinta umi laelatul qomar Utami, Iis Tri Verayanti Albertina Bata Veronica Silalahi Veronika Evita Setianingrum Wahida Yuliana Wahyuni, Budi Wahyuni, Budi Willopo, Siswanto Agus Wisotowardono, Ossie Sosodoro Wiwin Lismidiati Yayi Suryo Prabandari Yayu Yuliarti Yuli Isnaeni Yuni Purwati Zulaidah, Hana Shafiyyah