Claim Missing Document
Check
Articles

Representasi Budaya Bima dalam Puisi Karya Siswa Kelas VIII SMP Negeri 5 Kota Bima Mauluddin, Imam; Dwi Sulistyorini; Azizatuz Zahro
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6758

Abstract

Puisi sebagai ekspresi sastra memiliki dalam merepresentasikan identitas budaya, terutama ketika ditulis oleh generasi muda. Namun perhatian terhadap karya puisi siswa tingkat SMP masih tergolong minim, terutama dalam konteks budaya lokal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menguraikan bentuk-bentuk representasi budaya yang terdapat dalam karya puisi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui analisis isi puisi-puisi yang dikumpulkan, dengan fokus pada penggambaran artefak, tradisi, dan tari lokal Bima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya Bima direpresentasikan secara multidimensional dalam puisi siswa. Representasi artefak meliputi masjid tua, uma lengge, alat musik silu, dan paju ro’o ta’a, yang dimaknai sebagai simbol spiritual, historis, fungsional, dan identitas. Dalam kategori tradisi, ditemukan representasi mbolo weki, compo sampari, dan rimpu, yang menggambarkan nilai-nilai musyawarah, kehormatan, dan identitas perempuan Bima yang diwariskan secara turun-temurun. Sementara itu, tari tradisional seperti tari buja kandanda dan Tari Kalero direpresentasikan sebagai ekspresi rasa syukur, keberanian, dan hubungan spiritual dengan leluhur yang menyoroti fungsi tari sebagai media komunikasi dan ekspresi kolektif. Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa siswa tidak hanya mengenali unsur budaya Bima secara superfisial, tetapi juga mampu menafsirkan dan mengolahnya dalam bentuk yang kreatif. Kemampuan ini menegaskan bahwa puisi merupakan media yang efektif dalam menanamkan dan memperkuat kesadaran serta identitas budaya lokal di kalangan generasi muda, sekaligus berkontribusi pada pelestarian budaya Bima.
Sastra Era Algoritma: Estetika Karya di Platform Fizzo sebagai Sastra Siber Putri, Yusriani Febrian Ramadani; Azizatuz Zahro; Indra Suherjanto
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 4 (2025): Penulis dari 3 negara (Indonesia, Jerman dan Turki)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i4.7039

Abstract

Sastra siber berkembang pesat seiring munculnya platform berbasis aplikasi, salah satunya Fizzo. Fizzo adalah ruang publikasi beragam karya sastra yang memberikan keuntungan finansial kepada penulis dan pembaca melalui sistem algoritma dan ekonomi atensi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan estetika dan status ontologi karya sastra di Fizzo, serta implikasi dalam ekosistem algoritma platform. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan analisis isi untuk mendeskripsikan bentuk estetika dan status ontologi sastra di Fizzo. Data dianalisis berdasarkan unsur estetika teks, intervensi algoritma, serta status ontologi karya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karya sastra di Fizzo memiliki status hibrid, yaitu berfungsi sebagai teks sastra sekaligus konten algoritma platform. Estetika karya terbentuk melalui strategi judul provokatif, bab pendek, cliffhanger, dan repetisi gaya bahasa yang menyesuaikan pola konsumsi pembaca digital. Keberadaan Fizzo menunjukkan implikasi luas, sebagai ruang kreatif, sarana literasi, dan sarana ekonomi atensi yang memberi keuntungan finansial bagi penulis dan pembaca. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa sastra siber di era algoritma platform dapat dipahami keberadaannya sebagai entitas karya sastra sekaligus komoditas digital.
Memori Kolektif Masyarakat Batavia dalam Novel Al-Masih: Putra sang Perawan Karya Tasaro GK Ilmawan, Wahyu; Djoko Saryono; Azizatuz Zahro
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i1.3136

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui memori kolektif masyarakat Batavia dalam novel Al-Masih: Putra sang Perawan karya Tasaro GK. Penelitan ini menggunakan teori memori Barbara A. Misztal. Pendekatan yang digunakan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif guna membantu menjawab fokus penelitian dengan cara mendeskripsikan data. Sumber data penelitian ini diperoleh dari kutipan novel Al-Masih: Putra sang Perawan karya Tasaro GK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga bentuk memori kolektif dalam novel Al-Masih: Putra sang Perawan, yaitu (1) memori flashbulb masyarakat Batavia meliputi perbudakan, penyerangan raja Jawa ke Batavia, perlakuan kompeni kepada orang Jawa, kelompok Bhairawa, dan monopoli perdagangan, (2) memori generasi meliputi cara mencuci pakaian masyarakat Batavia dan kebiasaan menyirih perempuan-perempuan Batavia, dan (3) memori tradisi meliputi tradisi pernikahan Etnis Moor, tradisi perayaan tahun baru Etnis Tionghoa, dan tata krama.
Nilai Pendidikan Budaya Masyarakat Madura dalam Kèjhung Ely Hikmatul Maulidiah; Yuni Pratiwi; Azizatuz Zahro
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.3764

Abstract

Kèjhung merupakan salah satu sastra lisan Madura yang kaya akan nilai moral. Kèjhung dapat difungsikan sebagai sumber pendidikan yang mencakup adat, norma, agama, nilai sosial, nilai moral, dan etika. Kèjhung juga berfungsi sebagai media kritik tentang isu-isu yang sedang ramai diperbincangkan di kalangan masyarakat Madura maupun luar Madura. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan budaya yang terkandung dalam syair kèjhung. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian etnografi. Data dalam penelitian ini berupa data lisan yang berisi tentang nilai pendidikan budaya dalam ranah keluarga, nilai pendidikan budaya dalam ranah sosial, dan nilai pendidikan budaya ranah instansi pendidikan yang di dapat dalam syair kejhung. Sumber data penelitian ini adalah kejhung yang dipentaskan oleh kelompok kesenian Rukun Family. Adapun pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui studi dokumen, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian ini adalah terdapat tiga nilai pendidikan budaya, yaitu (1) nilai-nilai pendidikan budaya dalam ranah keluarga, (2) nilai-nilai pendidikan budaya dalam ranah sosial, dan (3) nilai-nilai pendidikan budaya dalam ranah instansi pendidikan. Akan tetapi ketiga nilai-nilai pendidikan budaya tersebut hanya terbatas pada beberapa aspek dan tidak mencakup keseluruhan nilai-nilai pendidikan budaya.
Pemanfaatan Media Wordwall Berbantuan Anagram dalam Meningkatkan Imajinasi Keterampilan Menulis Teks Fantasi Hikma, Nurul; Anang Santoso; Azizatuz Zahro
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4551

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasikan bagaimana pemanfaatan media Wordwall dengan dukungan anagram dalam meningkatkan imajinasi dan keterampilan menulis teks fantasi di era digital. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk memberikan deskripsi dan penjelasan yang komprehensif terkait penggunaan media Wordwall. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan, yang melibatkan pengumpulan materi penelitian dari berbagai sumber termasuk buku, jurnal ilmiah, literatur, dan publikasi lain yang dianggap relevan. Pendapat beberapa ahli menjadi dasar dalam mendeskripsikan dan menjelaskan data yang dikumpulkan selama proses rincian. Variabel penelitian mencakup segala bentuk yang telah ditetapkan oleh peneliti untuk dianalisis, memastikan penelitian mencapai kedalaman pemahaman dan kesimpulan yang tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi, terutama melalui media Wordwall, dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembelajaran, khususnya dalam meningkatkatkan imajinasi keterampilan menulis teks fantasi. Dengan bantuan Wordwall, pembelajaran menjadi lebih efisien dan membantu baik guru maupun siswa. Kesimpulan dari penulisan ini adalah pembaca dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang berbagai media yang dapat digunakan untuk mengajar teks fantasi.
The Role of Dharma Wanita Sahabat Kampus in Creating a Sexual Violence-Free Campus Environment Dalimunthe, Ritha F; Siregar, Hairani; Zahro, Azizatuz; Nauly, Meutia; Ramadani; Putra, Rizky
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2023): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v8i2.14480

Abstract

This service discusses the strategic role of Dharma Wanita Sahabat Kampus (DWP) and the Task Force for the Prevention and Handling of Sexual Violence (Satgas PPKS) in addressing sexual violence within the University of North Sumatra (USU). DWP USU plays a key role in socialization, training, and advocacy to create a safe and supportive campus culture. The USU PPKS Task Force, through socialization and education activities, aims to raise awareness and involve the entire campus community in the prevention and handling of sexual violence. Data shows that sexual violence at USU, especially between lecturers and students, requires concrete action. The socialization of DWP and PPKS Task Force covers aspects of definition, impact, reporting procedures, and the role of ASN wives in supporting policy implementation. Through this collaboration, it is hoped that a campus environment free of sexual violence will be established and empower the entire academic community. This journal details the concrete steps, embracing the active participation of DWP, PPKS Task Force, and other campus elements to achieve these goals.
Potret fenomena mistik dalam teks sastra sakral kidung “Sudamala” Galuh Condro Asmoro, Ciptaningsih; Zahro, Azizatuz; Karkono , Karkono
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 7 No. 2 (2025): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v7i2.13047

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena mistis dalam teks sastra klasik Kidung Sudamala, sebuah karya yang berasal dari tradisi Jawa-Bali dan sarat akan nilai spiritual serta simbolisme religius. Kisah utama dalam teks ini menggambarkan proses ruwatan Dewi Uma yang dikutuk menjadi Batari Durga, sebagai bentuk konsekuensi atas pelanggaran moral. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dalam menganalisis struktur naratif, simbolisme, dan nilai religius dalam teks tersebut. Grand teori yang mendasari penelitian ini adalah mistisisme, yakni suatu paham spiritual yang menekankan pengalaman langsung dengan realitas ilahi atau kekuatan adikodrati sebagai pusat dari seluruh keberadaan. Mistisisme dalam penelitian ini digunakan sebagai landasan utama untuk memahami representasi simbolik dan spiritual dalam Kidung Sudamala, terutama yang berkaitan dengan konsep ruwatan, karma, reinkarnasi, dan moksa.  Langkah yang dilakukan untuk memperoleh data dan hasil penelitian adalah sebagai berikut: (1) mengadobsi dan mencermai teks sastra sakral Kidung ”Sudamala”, (2) menandai bagian mistik dari kidung tersebut, (3) mengumpulkan data penelitian, (4) melakukan analisis sanding-banding data dengan teroi dan pendapat ahli, dan (5) menyimpulkan hasil penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa unsur mistik dalam Kidung Sudamala dimanifestasikan melalui transformasi wujud, praktik ruwatan, mitos setra sebagai tempat ilmu pengiwa, serta representasi konsep karma dan moksa. Setra Gandamayu sebagai latar utama menjadi simbol ruang penyucian spiritual, sementara tokoh seperti Dewi Durga dan Rangda mencerminkan relasi antara kekuatan adikodrati dan keseimbangan kosmis. Dengan demikian, teks ini tidak hanya menjadi sarana ekspresi budaya, tetapi juga menjadi refleksi sistem kepercayaan dan spiritualitas masyarakat tradisional di Nusantara.
Pengembangan modul ajar menulis naskah drama satu babak Kurikulum Merdeka untuk peserta didik kelas XI SMK Zahro, Azizatuz; Aprilia, Devi
Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 7 No 4 (2024)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/diglosia.v7i4.1017

Abstract

This development study was conducted to create and make an independent curriculum-based teaching tool for trade school students in grade 11 that teaches them how to write play plots. The ADDIE model was used in this development research, which had five steps: analysis, design, development, implementation, and evaluation. This study led to the creation of an independent curriculum-based play script writing training program that both subject and practice experts have approved. Field tests were also done to see what the students learned and how they responded. The development study led to creating teaching modules that could be used for learning. These modules got scores of 94.22% from material experts and 96.44% from practitioner experts. The field test found that 50.8% of students learned what they were supposed to learn and that 93.3% of students responded. A score of 83.69% was found in the "very feasible" group based on validation and field test results. Thus, the teaching module developed is suitable for use in learning. However, the percentage of student learning outcomes is a consequence of researchers' limited time in conducting development research. Therefore, drama script writing training is needed based on the results obtained.
Strengthening Writing Literacy Based on Local Culture Through the “Dinoyo Ceramics and I” Strategy Zahro', Azizatuz; Sulistyorini, Dwi; @Mustaffa, Madiawati Mamat; Lestari, Nunik Martin; Mustayah, Mustayah; Jumain, Jumain
Journal of Languages and Language Teaching Vol. 13 No. 2 (2025): April
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jollt.v13i2.13528

Abstract

Integrating writing instruction with local cultural elements is essential for improving literacy outcomes that resonate with students' lived experiences and cultural identities. However, field observations reveal that such integration remains underutilized in many educational contexts, including at SD Negeri Dinoyo 2 Malang, East Java—a school situated in a region known for its ceramic industry. This classroom action research aimed to enhance students' writing skills using the culturally rooted strategy titled "Dinoyo Ceramics and I." Conducted over two cycles with 25 students from Class 5A, the study began by introducing students to Dinoyo ceramic products through physical artifacts and visual media showcasing their historical significance. Students were then encouraged to describe these items in terms of their appeal, function, and value as souvenirs or treasured objects. Based on this exposure, students generated writing ideas under the theme "Dinoyo Ceramics and I," which they first organized into outlines and then developed into full compositions. In the second cycle, imaginative elements were incorporated to enrich the outlines, and students were guided to present each idea in a well-structured paragraph. This approach enabled students to creatively weave personal experiences into compelling narratives that retained Dinoyo ceramics as a central motif. The strategy sparked greater engagement, as students connected deeply with a topic rooted in their cultural environment. The findings highlight the importance of recognizing students’ everyday experiences as meaningful content for writing. Thus, educators should consider incorporating local cultural themes into writing instruction to build more relevant, motivating, and expressive learning experiences.
Resistance narratives in Laut Bercerita and The Long Walk through the lens of hidden transcript theory Karkono, Karkono; Putra, Natanael Ricky; Zahro', Azizatuz
Gelar: Jurnal Seni Budaya Vol. 23 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/glr.v23i2.7748

Abstract

This study investigates how hidden transcripts function as covert resistance in Laut Bercerita by Leila S. Chudori and The Long Walk by Stephen King. The research specifically aims to (1) identify and classify symbolic resistance (indirect signs of refusal), discouses resistance (subtle counter-narratives), and gestures resistance (defiance body signal), and (2) compare how these forms emerge under Indonesia’s New Order and King’s dystopian authoritarian system. Using James C. Scott’s resistance theory, the study applies qualitative close reading, thematic coding of resistance expressions, and cross-textual comparison. Finding show that both novels construct hidden transcripts to critique state domination through layered symbolic and narrative strategies. However, Laut Bercerita foregrounds communal memory and coded mourning rituals, while The Long Walk emphasizes individual bodily endurance as muted protest. These variations indicate that covert resistance is shaped by political repression and cultural frames of suffering. The study contributes to resistance literature by demonstrating how fictional texts extend Scott’s theory and highlighting the value of comparative literature in revealing oppressive structures. The novelty of this study lies in its cross-regime comparative approach, which integrates Scott’s resistance framework with hidden transcript analysis to uncover previously unexamined patterns of covert dissent in two politically and culturally distinct novels.
Co-Authors - Martutik @Mustaffa, Madiawati Mamat Adinda Kidung Kirana Adiningsih, Aisyah Alfi A. Pulungan Alpi Anwar Pulungan Aman Santoso Aminudin, Khoirul Anang Santoso Ari Ambarwati Azizan, Yoga Rifqi Bastomi, Mohamad Cahyani, Ananda Pramesti Regitha Cindi, Dinda Triana Dalimunthe, Ritha F. Dawud Dawud Dermawan, Taufik Desinta Dwi Rapita Devi Aprilia Dian Mohammad Hakim Didin Widyartono Djoko Saryono Dwi Listyorini Edi Widianto Ely Hikmatul Maulidiah Ely Hikmatul Maulidiah Evi Eliyanah Evi Feronika Elbaar Fadila, Inayatul Firlianti Firlianti Galuh Condro Asmoro, Ciptaningsih Galuh Dilah Hakim, Taufiiqul Hermawati, Salsabila Zahra Hidayatul Ulum, Hidayatul Hikma, Nurul Ilmawan, Wahyu Imaduddin, Guntur Naufal Imam Suyitno Indra Suherjanto Isnaini Indra Nur Hayati Izzaturrahmi, Nabila Khansa Jumain, Jumain Karkono , Karkono Karkono Karkono Kurniawan, Ovie Sandy Kusubakti Andajani Lafif Ahmad Rofid Al Azmi Laras, Kandhi Lestari, Nunik Martin Mardliyah, Mahnunatul Mauluddin, Imam Meutia Nauly Moh. Safii Mustayah ., Mustayah Mutiara Sari Dewi Nabilah, Septa Widya Etika Nur Imaya Nisfatul Syarifa Nur Fadhilah, Rafika Rizky Nur Hadi Nurchasanah Nuril Oktaviani Nurul Hikma Nu’man, M. Syauqy Pradana, Muhammad Fernanda Adi Pradiani, Yulia Ika Putri Puspitaningtyas, Dinar Amelia Putra, Andika Bagus Putra, Natanael Ricky Putri, Handini Eka Putri, Yusriani Febrian Ramadani Ramadani Ramadani Ramadani Ritha Dalimunthe Ritha F Dalimunthe Rizki Farizi Farghani Rizky Putra, Rizky Rochmawati, Rochmawati Roekhan Roekhan Salsabila, Amalita Sofia Santoso, Aisya Alyani Shodiq, Jafar Siregar, Hairani Subandi, Mahfudi Sahly Syafi'i, Imam Syamsudin, M. Nur Titik Harsiati Ulfatin, Nurul Rahma Wahyu Ilmawan Widia Tamara Yoga Rifqi Azizan Yoto Yoto, Yoto Yuni Pratiwi