Claim Missing Document
Check
Articles

GROWTH AND SURVIVAL RATE OF DOMESTICATED JIELABU FISH (Betta dennisyongi Tan, 2013) REARED WITH DIFFERENT STOCKING DENSITIES Saputra, Fazril; Zulfadhli, Zulfadhli; Nasution, Muhammad Arif; Syarif, Ahmad Fahrul; Maftuch, Maftuch; Abdan, Mu'amar; Utami, Diah Ayu Satyari; Sofian, Sofian
Jurnal Riset Akuakultur Vol 20, No 3 (2025): September (2025)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jra.20.3.2025.307-317

Abstract

Betta dennisyongi, locally known as Jielabu fish, is an endemic ornamental species originating from southwest Nanggroe Aceh Darussalam, Indonesia. The fish currently faces increasing exploitation and habitat degradation which raise conservation concerns and emphasize the need for domestication efforts. This study aimed to determine an appropriate stocking density for the early culture of B. dennisyongi. The research was conducted from October to December 2023 using a completely randomized design with four stocking densities (1, 2, 3, and 4 fish L⁻¹) with three replications. Juvenile fish collected from the wild were acclimated and reared for 60 days in 10-L aquaria. Biological parameters measured included survival, specific growth rate, length gain, weight gain, feed conversion ratio, and feed efficiency, while water quality was monitored periodically. Stocking density significantly affected survival rate and growth (p < 0.05) of B. dennisyongi, with the lowest density (1 fish L⁻¹) producing the most favorable performance, while densities of 3–4 fish L⁻¹ resulted in reduced outcomes. Feed conversion ratio and feed efficiency did not differ significantly among treatments (p > 0.05). All measured water quality parameters remained within acceptable ranges for Betta fish culture. Overall, the study indicates that lower stocking densities support better biological responses, and that 1 fish L⁻¹ is the most suitable for cultivation, while 2 fish L⁻¹ may serve as an acceptable alternative for practical application. These findings provide a foundation for developing effective domestication protocols and support conservation-oriented aquaculture of this vulnerable endemic species. Betta dennisyongi, yang dikenal secara lokal sebagai ikan Jielabu, merupakan spesies ikan hias endemik dari wilayah barat daya Nanggroe Aceh Darussalam, Indonesia. Peningkatan pemanfaatan dan degradasi habitatnya telah menimbulkan kekhawatiran dalam kegiatan konservasi dan menekankan perlunya upaya domestikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan padat tebar yang sesuai untuk pemeliharaan awal B. dennisyongi. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober hingga Desember 2023 menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat padat tebar (1, 2, 3, dan 4 ekor L⁻¹) masing-masing dengan tiga ulangan. Benih ikan yang dikumpulkan dari alam diaklimatisasi dan dipelihara selama 60 hari dalam akuarium berkapasitas 10 L. Parameter biologis yang diukur meliputi kelangsungan hidup, laju pertumbuhan spesifik, pertambahan panjang, pertambahan bobot, rasio konversi pakan, dan efisiensi pakan, sedangkan kualitas air dipantau secara berkala. Padat tebar berpengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan (p < 0.05) B. dennisyongi, di mana padat tebar terendah (1 ekor L⁻¹) memberikan performa terbaik, sedangkan padat tebar 3–4 ekor L⁻¹ menghasilkan performa yang lebih rendah. Rasio konversi pakan dan efisiensi pakan tidak berbeda nyata antarperlakuan (p > 0.05). Seluruh parameter kualitas air berada dalam kisaran yang sesuai untuk budidaya Betta fish. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa padat tebar rendah mendukung respons biologis yang lebih baik, dan 1 ekor L⁻¹ merupakan padat tebar yang paling sesuai, sementara 2 ekor L⁻¹ masih dapat diaplikasikan. Temuan ini menjadi dasar bagi pengembangan protokol domestikasi yang efektif dan mendukung budidaya yang berorientasi pada konservasi bagi spesies endemik rentan ini.
SEBARAN BOBOT DAN UKURAN IKAN PARI BINTANG (Neotrygon kuhlii) DAN PARI MACAN (Himantura uarnak) YANG DI DARATKAN DI PT. PERIKANAN INDONESIA KABUPATEN SIMEULUE Lina Susiarni; Rudi Hermi; Nabil Zurba; Muhammad Arif Nasution; Friyuanita Lubis
Journal of Aceh Aquatic Sciences Vol 9, No 2 (2025): Jurnal of Aceh Aquatic Sciences
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jaas.v9i2.13353

Abstract

Kabupaten Simeulue merupakan daerah kepulauan pesisir yang terletak di bagian barat Provinsi Aceh. Panjang garis pantai Simeulue dengan panjang lebih kurang 502.732.22 km. PT. Perindo Kabupaten Simeulue siap menampung semua ikan hasil tangkapan nelayan lokal Simeulue untuk di produksi menjadi komoditas siap ekspor dengan menerapkan one day fishing yaitu nelayan yang berangkat pagi akan membawa hasil tangkapan ikan pada sore hari sehingga berpengaruh pada kualitas ikan yang baik. Ikan pari adalah salah satu ikan kelas Elasmobranchii. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran ukuran ikan pari bintang dan pari macan yang di daratkan di PT. Perikanan Indonesia Kabupaten Simeulue. Penelitian ini menggunakan metode observasi. Metode observasi merupakan teknik pengumpulan data yang akurat melalui sesuatu pengamatan, dengan disertai pencatatan-pencatatan terhadap keadaan atau perilaku suatu objek sasaran. Analisis data yang diperoleh adalah menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan menggunakan rumus distribusi frekuensi (bobot, panjang dan lebar). Hasil penelitian di tampilkan dalam bentuk grafik. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan ditemukan sebanyak 94 individu pari bintang dan 51 individu pari macan.  
Density of mollusc biota Genus Nerita in the littoral zone, Simeulue Tengah District, Simeulue Regency, Aceh Province Rudi Hermi; Asri Mursawal; Heriansyah Heriansyah; Muhammad Arif Nasution; Munandar Munandar; Sri Wahyuni; Muhammad Rizal; Ikhsanul Khairi; Akbardiansyah Akbardiansyah
Arwana: Jurnal Ilmiah Program Studi Perairan Vol 5 No 2: November 2023
Publisher : Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jipsbp.v5i2.2006

Abstract

Kabupaten Simeulue adalah salah satu Kabupaten yang berada di Provinsi Aceh. Kabupaten ini merupakan Kabupaten Kepulauan dengan kriteria pantai pasir dan berbatu. Kecamatan Simeulue Tengah terletak pada bagian tengah Pulau yang pada bagian selatan berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Penilitian Biota Moluska Genus Nerita dilakukan di Kecamatan Simeulue Tengah Kabupaten Simeulue dilakukan untuk mengetahui Spesies apa saja yang terdapat diokasi penelitian dan untuk mengetahui ukurannya. Pengambilan sampel ditetapkan 5 titik pengamatan selama 7 hari pada bulan Desember tahun 2022. Teknik pengumpulan sampel secara Purposive Sampling dan dilaksanakan pada malam hari. Data dianalisis secara deksriptif dengan cara mengidentifikasi morfologi, untuk analisis ukuran Nerita menggunakan software Image J. Hasil penelitian ditampilkan dalam bentuk gambar dan tabulasi. Dari hasil penelitian ditemukan 5 spesies Genus Nerita dengan ukuran yang berbedah-bedah. Panjang cangkang spesies yang ditemukan adalah 2,09 cm sampai dengan 3,21 cm, dengan lebar cangkang antara 1,74 cm sampai 2,05 cm. Sedangkan panjang operculum berkisar antara 0,97 cm sampai 1,28 cm.
Co-Authors Afdhal Fuadi Afrizal Hendri Ahmad Fahrul Syarif Ahmad Fahrul Syarif Akbar, Helmy Akbardiansyah Akbardiansyah Al Mudzni Al Munawir AL-Farga, Ammar Alamsyah - Alamsyah Alaudin Alaudin Amal Saber Abdel-Rahman Ammar, Esraa E Ammar, Esraa E. Amrullah, T. Andika Putriningtias Anhar Rozi Anzuardhi, Anzuardhi Asri Mursawal Burhanis Burhanis Burhanis Burhanis Citra Dina Febrina Cut Sari Nurmala Putri Dedek Mariadi DEWI FITRIANI DIAH AYU SATYARI UTAMI Dini Islama Dini Islama Edwarsyah Edwarsyah Edwarsyah Edwarsyah, Edwarsyah Efianda, Teuku Reza Eka Lisdayanti Esraa Elsaeed Ibrahim Ammar Farah Diana Fazril Saputra Fitria Rahmayanti Fitria Rahmayanti Friyuanita Friyuanita Friyuanita Lubis Hafinuddin Hafinuddin Hayatun Nufus Hayatun Nufus Helmi Akbar Helmy Akbar Hendri, Afrizal Heriansyah Heriansyah Heriansyah Heriansyah Ihsanul Khairi Ihsanul Khairi Ika Kusumawati Ikhsanul Khairi Irja, Mhd. Iswahyudi Iswahyudi Jamaluddin, Ikhsan Khairi, Ihksanul Kiagus Abdul Azis Lina Susiarni Luh Putu Ratna Sundari Maftuch Maftuch Maftuch Maftuch Mahendra Mahendra Mahendra, Mahendra Mahendra, Mahendra Mai Suriani Mohammad Mukhlis Kamal Muhammad Agam Thahir Muhammad Agam Thahir Muhammad Fauzan Isma Muhammad Rizal Muhammad Rizal MUHAMMAD RIZAL Munandar Munandar Munandar Munandar Munandar Munandar Munandar, Roni Arif Mursawal, Asri Mu’amar Abdan Nabil Zurba Nabila Ukhty Neneng Marlian Nurlaili Nurlaili Nurlalili, Nurlaili Nurul Najmi Purnamasari, Nengsi Radhi Fadhillah Rahmi, Mira Mauliza Rika Astuti Riska Diana Rudi Hermi Rudi Hermi S, Irhami Samsul Bahri Samuki, Khairul Singgih Afifa Putra Singgih Afifah Putra Siti Komariah Sofian, Sofian Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sufal Diansyah Suprizal Suprizal Surya Bima Ridho Mutaqin Suryadi Suryadi Syamsul Bahri Syarifah Zuraidah T Amarullah Teuku Muhammad Faisal Faisal Teuku Reza Efianda Utami, Afrita Ida Yudi Setiawan Yulie Rahayu Fitrianingsih Yusran Ibrahim Zulfadhli Zulfadhli Zulfadhli Zulfadhli Zulfadhli Zulfadhli Zuriat Zuriat Zuriat, Zuriat