Claim Missing Document
Check
Articles

POJOK LITERASI KREATIF: STRATEGI MENINGKATKAN MINAT BACA DAN CRITICAL THINKING SKILL GENERASI ALPHA Siti Sanisah; Mirayati Mirayati; Hulaemi Umar; Rizka Al Fina; Miftahul Jannah Hendriques; Shafiyyah Shafiyyah; Musidan Musidan; Syafira Wahyu Safitri
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34364

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Minat baca dan critical thinking skill siswa sekolah dasar masih membutuhkan perhatian serius. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca dan critical thinking skill siswa di tingkat dasar melalui pembentukan pojok literasi kreatif. Mitra kegiatan adalah SD Negeri 3 Batu Putih, dengan target kegiatan seluruh Generasi Alpha di SD Negeri 3 Batu Putih, yang secara alami membutuhkan pendekatan belajar yang aktif, contextual, dan menyenangkan. Metode yang diterapkan meliputi komunikasi dan koordinasi dengan mitra, identifikasi masalah dan kebutuhan literasi di sekolah, perencanaan program partisipatif dan pengembangan materi, pelaksanaan pojok literasi kreatif, pelatihan bagi guru dan pendampingan terstruktur, monitoring dan evaluasi, refleksi, serta diseminasi hasil pengabdian. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan adanya peningkatan minat baca siswa yang signifikan, terlihat dari frekuensi kunjungan ke pojok membaca dan partisipasi aktif dalam kegiatan membaca serta diskusi kelompok. Siswa juga menunjukkan kemajuan dalam critical thinking skill, termasuk kemampuan menganalisis, mengevaluasi, dan menyampaikan pendapat secara logis. Peran guru sebagai fasilitator literasi sangat penting dalam membantu proses berpikir siswa. Pembentukan pojok literasi kreatif juga mendorong terciptanya atmosfer pembelajaran yang mendukung kolaborasi, empati, dan ekspresi diri. Program ini dapat dijadikan sebagai model implementasi literasi kritis yang dapat diterapkan di sekolah dasar lain dengan penyesuaian lokal. Disarankan agar program ini menjadi bagian dari strategi sekolah dalam membangun budaya literasi dan memperkuat criticala thinking skill sejak usia dini. Kata kunci: pojok literasi kreatif, minat baca, berpikir kritis, generasi alpha, sekolah dasar. ABSTRACTThe reading interest and critical thinking skills of elementary school students still require serious attention. This activity aims to increase the reading interest and critical thinking skills of elementary school students through the establishment of creative literacy corners. The partner for this activity is SD Negeri 3 Batu Putih, with the target audience being the entire Alpha Generation at SD Negeri 3 Batu Putih, who naturally require an active, contextual, and enjoyable learning approach. The methods applied include communication and coordination with partners, identification of literacy problems and needs in schools, participatory program planning and material development, implementation of creative literacy corners, training for teachers and structured mentoring, monitoring and evaluation, reflection, and dissemination of service results. The results of the activities showed a significant increase in students' interest in reading, as seen from the frequency of visits to the reading corner and active participation in reading activities and group discussions. Students also showed progress in critical thinking skills, including the ability to analyze, evaluate, and express opinions logically. The role of teachers as literacy facilitators is very important in helping students' thinking processes. The establishment of creative literacy corners also encourages the creation of a learning atmosphere that supports collaboration, empathy, and self-expression. This program can be used serve as a model for the implementation of critical literacy that can be applied in other elementary schools with local adjustments. It is recommended that this program be part of the school's strategy in building a culture of literacy and strengthening critical thinking skills from an early age. Keywords: creative literacy corner, reading interest, critical thinking, alpha generation, elementary school.
TRADISI MERANGKAT SEBAGAI SARANA PENGUATAN SOCIAL TRUST DALAM KOHESI SOSIAL KOMUNITAS SASAK Siti Sanisah; Mas'ad Mas'ad; Nurin Rochayati; Linda Ayu Darmurtika; Astagini Putri Kariana; Linna Mahfuzah
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 13, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v13i2.32472

Abstract

Abstrak: Merangkat adalah tradisi masyarakat Sasak di Desa Perina yang sampai saat ini masih dilestarikan. Penelitian bertujuan untuk menganalisis eksistensi tradisi Merangkat dalam memperkuat social trust sebagai bagian dari kohesi sosial masyarakat Sasak di Desa Perina, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Menggunakan pendekatan kualitatif yang mengeksplorasi tiga aspek utama social trust yaitu interaksi sosial yang intens, transparansi dalam institusi sosial, dan integritas dalam kepemimpinan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi dengan responden yang ditentukan dengan teknik purposive sampling, serta dianalisis melalui tahapan reduksi data, display data, verifikasi dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Merangkat tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga mekanisme sosial yang aktif membangun solidaritas, keterbukaan, dan kepercayaan dalam masyarakat. Dengan demikian, tradisi ini memainkan peran penting dalam memperkuat struktur sosial dan mencegah disintegrasi komunitas. Disarankan agar pemerintah desa, tokoh, dan masyarakat Desa Perina tetap menjaga kelestarian tradisi Merangkat di tengah perkembangan peradaban yang semakin modern.   Abstract:  Merangkat is a tradition of the Sasak community in Perina Village which is still being preserved. The study aims to analyze the existence of the Merangkat tradition in strengthening social trust as part of the social cohesion of the Sasak community in Perina Village, Jonggat District, Central Lombok Regency. Using a qualitative approach that explores three main aspects of social trust, namely intense social interaction, transparency in social institutions, and integrity in leadership. Data were collected through in-depth interviews and observations with respondents selected using a purposive sampling technique and analyzed through the stages of data reduction, data display, verification, and conclusion. The results showed that Merangkat is not only a cultural symbol, but also a social mechanism that actively builds solidarity, openness, and trust in the community. Thus, this tradition plays an important role in strengthening social structures and preventing community disintegration. It is recommended that the village government, leaders, and the people of Perina Village continue to preserve the Merangkat tradition amid the development of an increasingly modern civilization.
Pengembangan Model Pembelajaran Adaptif Berbasis The Forgetting Curve untuk Meningkatkan Retensi Konsep Spasial dalam Pembelajaran Geografi Lalan Rojulan; Siti Sanisah; Arif Arif
Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Vol 12 No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jhm.v12i1.33037

Abstract

The main challenge faced in Geography learning is memory decline, especially regarding spatial concepts that are often complex and abstract. The Forgetting Curve cognitive theory explains that human memory tends to decline over time if there is no organized repetition. This study aims to create an adaptive learning model based on the Forgetting Curve to improve student retention of spatial concepts in Geography. The method used in this study was a Research and Development approach with the ADDIE model, which includes analysis, design, development, implementation, and evaluation. The research subjects were 35 11th-grade students at MA Nurul Ittihad. Research data were obtained through test instruments to measure spatial knowledge retention, questionnaires about student perceptions, and observation sheets to assess the implementation of the model. The results of the study indicate that the adaptive learning model based on The Forgetting Curve has a very high feasibility level with an expert validation score of 87.9%. The model has also been proven to be practical, as demonstrated by an implementation success rate of 91.4% and student engagement of 86.2%. Cohen's d value of 3.80 indicates the model's high effectiveness in improving learning outcomes. The model is also effective in improving students' spatial concept retention, as reflected in the increase in pretest scores (61.04) to 77.75 (posttest), and remains high (73.91) on the delayed test. These findings confirm that implementing adaptive learning based on The Forgetting Curve can strengthen students' long-term retention of spatial concepts in Geography learning.
Co-Authors Abdul Kadir Ade Irawan Agus Herianto Agus Herianto Ahmad Rasidi Akbar, Muhammad Aris Aminuddin Aminuddin AR, Jaini Bidaya Arif Arif Arif Arif Arif Arif Astagini Putri Kariana Azali, Lia Azwar, Wahyu Baiq Irnawati Banmalei, Irmawati M Banmalei, Irmawati M. Bilal, Arpan Islami Cahyani, Vivin Hardinan Darmurtika, Linda Ayu Dewi Urifah edi edi Edi Edi Fauzan . Fauzan Fauzan Hafiza, Bella Haifaturrahmah, Haifaturrahmah Handayani, Nurintan Putri Heru Santosa Hj. Mas'ad Hulaemi Umar Ihsani, Baiq Yuliatin Ipayati, Ipayati Iranawati, Baiq Junaidin Junaidin Junaidin, Junaidin Kamaluddin Kamaluddin Karim, Sofyan Khaerul Anam Khosi'ah Khosi'ah Khosiah Khosiah, Khosiah Khosi’ah Khosi’ah Kusmarniaty, Kusmarniaty Lalan Rojulan Linda Ayu Darmurtika Linna Mahfuzah Lukman Lukman Lukman Lukman Mardiana, Ana Mariyati, Yuni Mas'ad Mas'ad Mas'ad Mas'ad Mas'ad, Mas'ad Mas,ad, Mas,ad masad, Masad Mas’ad, Mas’ad Mas’ad Mas’ad Mas’ad, Mas’ad Miftahul Jannah Hendriques Milandari, Baiq Desi Mirayati Mirayati Mubarak, Badrun Muhamad Alfin Tarmizi Muhamad Alfin Tarmizi Muhamad Ramadoan Muharini Muharini Musidan Musidan Noel Jimbai Balang Nur Kumala Dewi Nurfitriatun Nurfitriatun Nurin Rochayati Rahmania, Tri Ramadhan, Sahrul Ratnah Ratnah Rauhun, Baiq Ravinesh Rohit Prasad Ravinesh Rohit Prasad Ravinesh Rohit Prasad, Ravinesh Rohit Rejeki, Sri Rejeki Rihal Jayadi Rima Rahmaniah Rizka Al Fina Rukakyah, Siti Sar'i, Muhammad Sarilah Sarilah Sarilah Shafira Ulil Ashri Shafiyyah Shafiyyah Sirajuddin Sirajuddin Sirajuddin Sirajuddin Soalihin Soalihin Sri Rejeki Sri Rejeki Suciati, Mei Sudarwon, Raden Sukuryadi Suliani, Suliani Syafira Wahyu Safitri Syafril Syafril Syafruddin Muhdar Tarmizi, Muhamad Alfin Tarmizi, Muhammad Alfin Tarsulu, Rita Taufiqurrahman Taufiqurrahman Taufiqurrahman Taufiqurrahman Tohirin Tohirin Tri Rahmania Triwinarsih Triwinarsih Urifah, Dewi Wahyu Azwar Wathoni, Nurul Wati, Yuliana Wiwik Handayani Yundari, Yundari Zedi Muttaqin Zulkarnain, Lalu Muhammad Iskandar