Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN KEMAMPUAN LITERASI DAN NUMERASI PESERTA DIDIK MELALUI PENDEKATAN TARL DAN TEORI VIGOTSKY DALAM KEGIATAN RUMAH BELAJAR KKN-DIK DI DESA MUJUR Sanisah, Siti; Azwar, Wahyu; Wati, Yuliana; Handayani, Nurintan Putri; Tarsulu, Rita; Suliani, Suliani; Suciati, Mei
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 7, No 4 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v7i4.27213

Abstract

Abstrak: Pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas integrasi pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) dan teori Vygotsky Zone of Proximal Development (ZPD) dalam meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik di lingkungan non-formal. Kegiatan ini dilaksanakan di Rumah Belajar KKN-Dik Desa Mujur dari tanggal 5 Agustus hingga 15 September 2024, dengan peserta terdiri dari siswa kelas 3 hingga 6 sekolah dasar. Pendekatan yang digunakan melibatkan pembagian siswa berdasarkan kemampuan aktual dan potensial mereka, serta pemberian bimbingan yang sesuai dengan tingkat perkembangan masing-masing. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam kemampuan literasi dan numerasi. Nilai rata-rata literasi meningkat dari 36,87 pada pre-test menjadi 81,00 pada post-test, sedangkan numerasi meningkat dari 34,38 menjadi 79,75. Peningkatan ini mencerminkan keberhasilan metode TaRL dan ZPD dalam memfasilitasi perkembangan peserta didik di daerah dengan akses pendidikan terbatas. Kesimpulan dari pengabdian ini menegaskan bahwa model pembelajaran yang tepat sasaran, berbasis tingkat perkembangan individual, mampu secara efektif meningkatkan kualitas pendidikan, terutama di bidang literasi dan numerasi.Abstract: This community service program aims to analyze the effectiveness of integrating the Teaching at the Right Level (TaRL) approach with Vygotsky's Zone of Proximal Development (ZPD) theory in improving students' literacy and numeracy skills in a non-formal educational setting. The program was conducted at the Rumah Belajar KKN-Dik in Mujur Village from August 5 to September 15, 2024, involving participants from third to sixth grade. The approach involved grouping students based on their actual and potential abilities, providing guidance tailored to their developmental levels. The results indicate a significant improvement in both literacy and numeracy skills. The average literacy score increased from 36.87 in the pre-test to 81.00 in the post-test, while numeracy scores rose from 34.38 to 79.75. This improvement reflects the success of the TaRL and ZPD methods in fostering student development in areas with limited access to education. The findings conclude that targeted, developmentally-appropriate teaching models effectively enhance educational quality, particularly in the areas of literacy and numeracy.
SOSIALISASI KEBIJAKAN TENTANG PENCEGAHAN DAN PENANGANAN KEKERASAN DI LINGKUNGAN SEKOLAH Sanisah, Siti; Rejeki, Sri; Fauzan, Fauzan; Sirajuddin, Sirajuddin; Rochayati, Nurin; Bilal, Arpan Islami; Azali, Lia; Edi, Edi; Mardiana, Ana; Sar'i, Muhammad
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i1.32014

Abstract

ABSTRAK                                                                            Kasus kekerasan di sekolah terindikasi meningkat dari waktu ke waktu, dibutuhkan upaya ekstra untuk mencegah dan menangani kasus dimaksud agar tidak terus berkembang. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan sosialisasi kebijakan tentang pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan sekolah. Pengabdian dilakukan dalam bentuk sosialisasi dengan mitra strategis pengabdian adalah SMP Negeri 5 Jonggat dengan melibatkan 50 orang sebagai peserta sosialisasi. Kegiatan pengabdian terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, penyusunan materi sosialisasi, pelaksanaan sosialisasi, serta evaluasi dan tindak lanjut. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rerata pemahaman peserta dari 45 (pre-test) menjadi 85 (post test), kepuasan  88, relevansi materi sosialisasi 90, tanggapan dan pengalaman peserta mencapai 85 serta terbentuknya komitmen bersama dalam mencegah dan menangani kekerasan di sekolah. Kegiatan diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan sistem perlindungan berkelanjutan di sekolah. Disarankan agar pihak sekolah melakukan kegiatan serupa secara berkala sebagai ruang edukasi untuk meminimalisir kasus kekerasan di sekolah sehingga tercipta ruang yang aman dan nyaman untuk seluruh penghuni sekolah. Kata kunci: Sosialisasi Kebijakan; Pencegahan dan Penanganan Kekerasan; Lingkungan Sekolah; TPPK. ABSTRACTCases of violence in schools are indicated to increase from time to time, and extra efforts are needed to prevent and handle these cases so that they do not continue to grow. This community service aims to socialize policies on preventing and handling violence in the school environment. The service was carried out in the form of socialization with the strategic partner of the service SMP Negeri 5 Jonggat involving 50 people as socialization participants. The service activity consists of four stages, namely planning, preparation of socialization materials, implementation of socialization, and evaluation and follow-up. The results of the activity showed an increase in the average understanding of participants from 45 (pre-test) to 85 (post-test), satisfaction from 88, relevance of socialization material to 90, responses and experiences of participants reached 85, and the formation of a joint commitment in preventing and dealing with violence in schools. The activity is expected to be the first step in creating a sustainable protection system in schools. It is recommended that schools conduct similar activities periodically as an educational space to minimize cases of violence in schools so as to create a safe and comfortable space for all school occupants. Keywords: Policy Socialization; Violence Prevention and Handling; School Environment; TPPK
EVALUASI PELAKSANAAN FORMULASI KEBIJAKAN ANGGARAN PENDIDIKAN Sanisah, Siti
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 10, No 1 (2022): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v10i1.8277

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan formulasi kebijakan anggaran pendidikan pada lingkup pemerintah daerah yaitu Kabupaten Lombok Tengah dengan mengembangkan metode evaluasi shadow control. Data penelitian diperoleh dari administrative records, direct observations of program operation, interviews with participants and interviews with relevant context serta dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahap formulasi kebijakan anggaran pendidikan di Lombok Tengah meliputi problem identification, agenda setting, policy formulation, policy decision dan policy legitimation. Formulasi menggunakan pendekatan participatory planning, technocratic planning dan political planning yang diikuti oleh aktor resmi (pemerintah) dan tidak resmi (interest group, perguruan tinggi, LSM, media massa dan warga secara individu) dengan preferensi keterlibatan berbeda. Output formulasi berupa dokumen kebijakan anggaran (KUA, PPA, RKA-SKPM, RAPBD, APBD dan DPA Pendidikan) dan menjadi acuan tahap berikut, cenderung menjadi dokumen private dan nyaris tanpa sosialisasi. Guna memaksimalkan proses formulasi, education planner dapat melakukan analisis capaian kinerja tahun lalu, membuat benchmark dengan pendekatan asset based approach meminimalisir kepentingan dan keuntungan pihak atau golongan tertentu, menghindari intervensi politik yang berlebihan, menutup peluang mark up anggaran serta memperhatikan keterlibatan masyarakat.Abstract:  This study aims to determine the process of implementing the education budget policy formulation in the local government scope, namely the Central Lombok Regency by developing a shadow control evaluation method. The research data were obtained from administrative records, direct observations of program operations, interviews with participants, and interviews with relevant contexts and were analyzed using a qualitative approach. The results showed that the education budget policy formulation stage in Central Lombok included problem identification, agenda-setting, policy formulation, policy decisions, and policy legitimacy. The formulation uses a participatory planning approach, technocratic planning, and political planning followed by an official (government) and informal actors (interest groups, universities, NGOs, mass media, and individual citizens) with different preferences for involvement. The output of the formulation is in the form of budget policy documents (KUA, PPA, RKA-SKPM, RAPBD, APBD, and DPA Pendidikan) and becomes a reference for the next stage, tends to be a private document and almost without socialization. To maximize the formulation process, education planners can analyze last year's performance achievements, make benchmarks with an asset-based approach to minimize the interests and benefits of certain parties or groups, avoid excessive political intervention, close opportunities for budget mark-ups and pay attention to community involvement.
PERSEPSI GURU TENTANG PENDIDIKAN BAGI PENYENDANG DISABILITAS Rochayati, Nurin; Sanisah, Siti; masad, Masad; arif, Arif
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 10, No 1 (2022): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v10i1.8279

Abstract

Abstrak: Penelitian survei ini bertujuan untuk mengelaborasi isu disability dalam perspektif guru dengan subfokus survei terdiri dari pemahaman guru tentang disability, keberpihakan guru terhadap hak ABK untuk sekolah, upaya yang dilakukan untuk meningkatkan partisipasi sekolah ABK, kemampuan guru mengajar ABK dan urgensi pendidikan inklusi. Survei melibatkan 250 orang guru sebagai responden yang terpilih secara purposive di Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Timur. Hasil survei menunjukkan bahwa (1) guru memiliki pemahaman yang cukup baik tentang disabilitas; (2) guru belum berperan penting mendorong pendidikan untuk ABK; (3) guru belum melakukan upaya maksimal dalam melakukan pendampingan kepada ABK; (4) kemampuan guru mengajar ABK masih kurang dan (5) pelaksanaan pendidikan inklusi masih dihadapkan pada berbagai tantangan yang harus diupayakan penyelesaiannya agar dapat memberi manfaat maksimal.Abstract:  This survey research aims to elaborate on the issue of disability from a teacher's perspective with a survey sub-focus consisting of teachers' understanding of disability, the alignment of teachers with the rights of children with special school needs, the efforts made to increase the participation of children with special needs schools, the ability of teachers to teach children with special needs and the urgency of inclusive education. The survey involved 250 teachers as respondents who were selected purposively in the districts of Central Lombok and East Lombok. The survey results show that (1) teachers have a fairly good understanding of disability; (2) teachers have not played an important role in encouraging education for ABK; (3) teachers have not made maximum efforts in assisting ABK; (4) the ability of teachers to teach children with special needs is still lacking and (5) the implementation of inclusive education is still faced with various challenges that must be resolved to provide maximum benefits.
POJOK LITERASI KREATIF: STRATEGI MENINGKATKAN MINAT BACA DAN CRITICAL THINKING SKILL GENERASI ALPHA Sanisah, Siti; Mirayati, Mirayati; Umar, Hulaemi; Fina, Rizka Al; Hendriques, Miftahul Jannah; Shafiyyah, Shafiyyah; Musidan, Musidan; Safitri, Syafira Wahyu
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34364

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Minat baca dan critical thinking skill siswa sekolah dasar masih membutuhkan perhatian serius. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca dan critical thinking skill siswa di tingkat dasar melalui pembentukan pojok literasi kreatif. Mitra kegiatan adalah SD Negeri 3 Batu Putih, dengan target kegiatan seluruh Generasi Alpha di SD Negeri 3 Batu Putih, yang secara alami membutuhkan pendekatan belajar yang aktif, contextual, dan menyenangkan. Metode yang diterapkan meliputi komunikasi dan koordinasi dengan mitra, identifikasi masalah dan kebutuhan literasi di sekolah, perencanaan program partisipatif dan pengembangan materi, pelaksanaan pojok literasi kreatif, pelatihan bagi guru dan pendampingan terstruktur, monitoring dan evaluasi, refleksi, serta diseminasi hasil pengabdian. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan adanya peningkatan minat baca siswa yang signifikan, terlihat dari frekuensi kunjungan ke pojok membaca dan partisipasi aktif dalam kegiatan membaca serta diskusi kelompok. Siswa juga menunjukkan kemajuan dalam critical thinking skill, termasuk kemampuan menganalisis, mengevaluasi, dan menyampaikan pendapat secara logis. Peran guru sebagai fasilitator literasi sangat penting dalam membantu proses berpikir siswa. Pembentukan pojok literasi kreatif juga mendorong terciptanya atmosfer pembelajaran yang mendukung kolaborasi, empati, dan ekspresi diri. Program ini dapat dijadikan sebagai model implementasi literasi kritis yang dapat diterapkan di sekolah dasar lain dengan penyesuaian lokal. Disarankan agar program ini menjadi bagian dari strategi sekolah dalam membangun budaya literasi dan memperkuat criticala thinking skill sejak usia dini. Kata kunci: pojok literasi kreatif, minat baca, berpikir kritis, generasi alpha, sekolah dasar. ABSTRACTThe reading interest and critical thinking skills of elementary school students still require serious attention. This activity aims to increase the reading interest and critical thinking skills of elementary school students through the establishment of creative literacy corners. The partner for this activity is SD Negeri 3 Batu Putih, with the target audience being the entire Alpha Generation at SD Negeri 3 Batu Putih, who naturally require an active, contextual, and enjoyable learning approach. The methods applied include communication and coordination with partners, identification of literacy problems and needs in schools, participatory program planning and material development, implementation of creative literacy corners, training for teachers and structured mentoring, monitoring and evaluation, reflection, and dissemination of service results. The results of the activities showed a significant increase in students' interest in reading, as seen from the frequency of visits to the reading corner and active participation in reading activities and group discussions. Students also showed progress in critical thinking skills, including the ability to analyze, evaluate, and express opinions logically. The role of teachers as literacy facilitators is very important in helping students' thinking processes. The establishment of creative literacy corners also encourages the creation of a learning atmosphere that supports collaboration, empathy, and self-expression. This program can be used serve as a model for the implementation of critical literacy that can be applied in other elementary schools with local adjustments. It is recommended that this program be part of the school's strategy in building a culture of literacy and strengthening critical thinking skills from an early age. Keywords: creative literacy corner, reading interest, critical thinking, alpha generation, elementary school.
PENGENALAN PETA SEJAK DINI UNTUK MENINGKATKAN LITERASI LINGKUNGAN Rochayati, Nurin; Sanisah, Siti; Urifah, Dewi; Iranawati, Baiq; Cahyani, Vivin Hardinan
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 8, No 4 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v8i4.34214

Abstract

Abstrak: Penelitian pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi lingkungan anak usia dini melalui pengenalan peta sebagai media pembelajaran di PAUD/TK Kasih Bunda Desa Telagawaru. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan dosen, mahasiswa, guru, serta masyarakat setempat. Metode yang digunakan meliputi kegiatan menggambar dan mewarnai peta, penayangan video tentang bencana alam, serta pelatihan mitigasi bencana sederhana. Peserta didik berusia 4–6 tahun dipisahkan dalam kelompok sesuai tahap perkembangan, sehingga materi dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar mereka. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengenalan peta mampu menumbuhkan rasa ingin tahu, meningkatkan pemahaman anak tentang bentuk wilayah Indonesia, serta menanamkan kesadaran dasar tentang pentingnya menjaga lingkungan dan memahami risiko bencana. Selain itu, guru dan orang tua memperoleh pengalaman baru dalam menerapkan pembelajaran berbasis lingkungan. Program ini berhasil membangun sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam mendukung literasi lingkungan sejak dini. Dengan demikian, pengenalan peta dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang efektif untuk memperkuat pendidikan lingkungan dan kesiapsiagaan bencana di tingkat PAUD/TK. Kegiatan ini diharapkan dapat direplikasi di lembaga pendidikan serupa dengan penyesuaian konteks lokal.Abstract:  This community service program aimed to enhance environmental literacy among early childhood students through the introduction of maps as learning media at PAUD/TK Kasih Bunda in Telagawaru Village. The activities involved lecturers, university students, teachers, and local communities. The methods included drawing and coloring maps, showing educational videos about natural disasters, and providing basic disaster mitigation training. Children aged 4–6 years were grouped according to their developmental stages, allowing the materials to be tailored to their learning needs. The results indicate that introducing maps fostered curiosity, improved children’s understanding of Indonesia’s geographical forms, and instilled basic awareness of environmental care and disaster risks. Moreover, teachers and parents gained new experiences in implementing environmental-based learning. The program successfully built synergy among schools, families, and communities in supporting environmental literacy from an early age. Therefore, introducing maps can serve as an effective learning strategy to strengthen environmental education and disaster preparedness at the early childhood education level. This initiative is expected to be replicated in similar institutions with appropriate local adaptations.
TRADISI MERANGKAT SEBAGAI SARANA PENGUATAN SOCIAL TRUST DALAM KOHESI SOSIAL KOMUNITAS SASAK Sanisah, Siti; Mas'ad, Mas'ad; Rochayati, Nurin; Darmurtika, Linda Ayu; Kariana, Astagini Putri; Mahfuzah, Linna
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 13, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v13i2.32472

Abstract

Abstrak: Merangkat adalah tradisi masyarakat Sasak di Desa Perina yang sampai saat ini masih dilestarikan. Penelitian bertujuan untuk menganalisis eksistensi tradisi Merangkat dalam memperkuat social trust sebagai bagian dari kohesi sosial masyarakat Sasak di Desa Perina, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Menggunakan pendekatan kualitatif yang mengeksplorasi tiga aspek utama social trust yaitu interaksi sosial yang intens, transparansi dalam institusi sosial, dan integritas dalam kepemimpinan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi dengan responden yang ditentukan dengan teknik purposive sampling, serta dianalisis melalui tahapan reduksi data, display data, verifikasi dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Merangkat tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga mekanisme sosial yang aktif membangun solidaritas, keterbukaan, dan kepercayaan dalam masyarakat. Dengan demikian, tradisi ini memainkan peran penting dalam memperkuat struktur sosial dan mencegah disintegrasi komunitas. Disarankan agar pemerintah desa, tokoh, dan masyarakat Desa Perina tetap menjaga kelestarian tradisi Merangkat di tengah perkembangan peradaban yang semakin modern.   Abstract:  Merangkat is a tradition of the Sasak community in Perina Village which is still being preserved. The study aims to analyze the existence of the Merangkat tradition in strengthening social trust as part of the social cohesion of the Sasak community in Perina Village, Jonggat District, Central Lombok Regency. Using a qualitative approach that explores three main aspects of social trust, namely intense social interaction, transparency in social institutions, and integrity in leadership. Data were collected through in-depth interviews and observations with respondents selected using a purposive sampling technique and analyzed through the stages of data reduction, data display, verification, and conclusion. The results showed that Merangkat is not only a cultural symbol, but also a social mechanism that actively builds solidarity, openness, and trust in the community. Thus, this tradition plays an important role in strengthening social structures and preventing community disintegration. It is recommended that the village government, leaders, and the people of Perina Village continue to preserve the Merangkat tradition amid the development of an increasingly modern civilization.
The Role of Geography Education Lecturers in Measuring Students' Basic Literacy and Numeracy Skills at SDN Pujut District, Central Lombok Regency Junaidin, Junaidin; Sanisah, Siti; Herianto, Agus; Prasad, Ravinesh Rohit
JURNAL GEOGRAFI Vol. 15 No. 1 (2023): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v15i1.42453

Abstract

The strategy to improve the quality of education in schools is to improve the management of literacy culture. Literacy refers to the process of reading, writing, and speaking to build, integrate, and critique meaning. Many researchers studied teachers' role in improving elementary school students' literacy and forgot how lecturers also have an essential role. This study aims to identify geography education lecturers' role in measuring students' basic literacy and numeracy skills at SDN Pujut District, Central Lombok Regency. Research Methods use descriptive qualitative. Interviews, observation, and descriptive analysis of documents by purposive sampling obtained data. To increase the credibility of research informants using the principle of data saturation. The results of this study show that students' literacy and numeracy skills are still low because teachers' ability in Central Lombok Regency is also considered to have decreased, so the support of parents is considered a servant. This research also shows that the role of geography education lecturers is very significant in measuring literacy and numeracy skills applied to all fields of learning in an integrated manner so that the roles of teachers and lecturers both have an essential role in measuring the literacy and numeracy of elementary school students.Keywords: Lecturer Role, Literacy Ability, Basic Numeracy of Students 
The Influence of Global Cultural Infiltration on the Sasak Traditional Marriage System in Lombok Island Tarmizi, Muhamad Alfin; Sanisah, Siti; Sukuryadi, Sukuryadi; Prasad, Ravinesh Rohit; Junaidin, Junaidin; Mas’ad, Mas’ad
JURNAL GEOGRAFI Vol. 16 No. 2 (2024): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v16i2.43446

Abstract

The essence and existence of culture in its process will gradually change due to various factors, such as the infiltration of global culture. This quantitative study aims to determine the effect of global cultural infiltration on the traditional Sasak marriage system in Lombok Island. The research was conducted in Montong Gamang Village, Kopang District, Central Lombok Regency, with 50 respondents determined by purposive sampling. The research data were obtained through a questionnaire analyzed using the Product Moment Correlation formula. The analysis results show a correlation coefficient (0.639) greater than the value of r-Product Moment (0.279) at a significance level of 5%. This means that global cultural infiltration has a significant effect on the traditional Sasak marriage system in Lombok Island. It is suggested that the tribe can wisely select and accept the foreign culture, be aware of negative influences, and maintain local cultural values. Keywords: Cultural Infiltration; Marriage System; Sasak Tribe Custom
Implementasi Kompetensi Pedagogik Guru Abad 21 pada Pemanfaatan Media Pembelajaran Geografi di SMAN 1 Sape Kabupaten Bima Mubarak, Badrun; Arif, Arif; Sanisah, Siti; Anhar, Anhar
Indonesian Journal of Intellectual Publication Vol. 4 No. 3 (2024): Juli 2024, IJI Publication
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/ijipublication.v4i3.531

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi kompetensi pedagogik guru abad ke-21 dalam pemanfaatan media pembelajaran geografi di SMAN 1 Sape, Kabupaten Bima. Tujuan utama dari penelitian ini adalah mengidentifikasi aspek-aspek penting kompetensi pedagogik, seperti pembelajaran berbasis kompetensi, penggunaan model pembelajaran vokasional, dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), serta menilai kendala yang dihadapi oleh guru dalam pengembangan kompetensi ini. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model interaktif yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sembilan aspek kompetensi pedagogik, termasuk penyusunan RPP, pemahaman karakteristik peserta didik, dan penggunaan media pembelajaran kontekstual, sangat penting dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran geografi. Namun, guru menghadapi kendala seperti kurangnya wawasan pedagogik, terbatasnya sarana-prasarana, dan kurangnya update penggunaan TIK. Meskipun demikian, penguasaan kompetensi pedagogik yang memadai dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih menarik dan relevan bagi siswa. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan program pelatihan guru dan dukungan fasilitas untuk mengatasi kendala yang ada dan meningkatkan kualitas pendidikan di SMAN 1 Sape.
Co-Authors Abdul Kadir Agus Herianto Agus Herianto Ahmad Rasidi Akbar, Muhammad Aris Aminuddin Aminuddin Anhar Anhar AR, Jaini Bidaya Arif Arif Arif Arif Arif Arif Azali, Lia Azwar, Wahyu Baiq Irnawati Banmalei, Irmawati M Banmalei, Irmawati M. Bilal, Arpan Islami Cahyani, Vivin Hardinan Darmurtika, Linda Ayu edi edi Edi Edi Fauzan . Fauzan Fauzan Fina, Rizka Al Hafiza, Bella Haifaturrahmah, Haifaturrahmah Handayani, Nurintan Putri Hendriques, Miftahul Jannah Heru Santosa Hj. Mas'ad Ihsani, Baiq Yuliatin Ipayati, Ipayati Iranawati, Baiq Junaidin Junaidin Junaidin, Junaidin Kamaluddin Kamaluddin Kariana, Astagini Putri Karim, Sofyan Khaerul Anam Khosi'ah Khosi'ah Khosiah Khosiah, Khosiah Khosi’ah Khosi’ah Kusmarniaty, Kusmarniaty Lukman Lukman Lukman Lukman Mahfuzah, Linna Mardiana, Ana Mariyati, Yuni Mas'ad Mas'ad Mas'ad Mas'ad Mas'ad, Mas'ad Mas,ad, Mas,ad masad, Masad Mas’ad, Mas’ad Mas’ad Mas’ad Mas’ad, Mas’ad Milandari, Baiq Desi Mirayati, Mirayati Mubarak, Badrun Muhamad Alfin Tarmizi Muhamad Alfin Tarmizi Muharini Muharini Musidan, Musidan Noel Jimbai Balang Nur Kumala Dewi Nurfitriatun Nurfitriatun Nurin Rochayati Rahmania, Tri Ramadhan, Sahrul Ratnah Ratnah Rauhun, Baiq Ravinesh Rohit Prasad Ravinesh Rohit Prasad Ravinesh Rohit Prasad, Ravinesh Rohit Rejeki, Sri Rejeki Rihal Jayadi Rima Rahmaniah Rojulan, Lalan Rukakyah, Siti Safitri, Syafira Wahyu Sar'i, Muhammad Sarilah Sarilah Sarilah Shafira Ulil Ashri Shafiyyah, Shafiyyah Sirajuddin Sirajuddin Sirajuddin Sirajuddin Sri Rejeki Sri Rejeki Suciati, Mei Sudarwon, Raden Sukuryadi, Sukuryadi Suliani, Suliani Syafril Syafril Syafruddin Muhdar Tarmizi, Muhamad Alfin Tarmizi, Muhammad Alfin Tarsulu, Rita Taufiqurrahman Taufiqurrahman Taufiqurrahman Taufiqurrahman Tohirin Tohirin Tri Rahmania Umar, Hulaemi Urifah, Dewi Wahyu Azwar Wathoni, Nurul Wati, Yuliana Wiwik Handayani Yundari, Yundari Zedi Muttaqin Zulkarnain, Lalu Muhammad Iskandar