Claim Missing Document
Check
Articles

MENUMBUHKAN KARAKTER ANAK MELALUI SELFREPARENTING ORANG TUA DI TK AL-ISTIQLAL KOTA TARAKAN Siti Rahmi; Anwar
PROFICIO Vol. 5 No. 1 (2024): PROFICIO: Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v5i1.3035

Abstract

Pendidikan karakter merupakan upaya pembentukan watak, tabiat, sifat, agar menjadi lebih baik, yang diwujudkan dalam perilaku kesehariannya. Pendidikan karakter anak usia dini merupakan pendidikan yang menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai karakter, sehingga mereka memiliki karakter luhur untuk dipraktikkan dalam kehidupannya dalam berkeluarga, bermasyarakat dan warga negara. Pendidikan karakter bertujuan untuk menyelenggaraankan pendidikan yang mengarah pada pencapaian pembentukan karakter, pengembangan nilai-nilai karakter bangsa dan akhlak mulia peserta didik secara utuh, terpadu, dan seimbang. Oleh sebab itu, diperlukan suatu self reparenting orang tua untuk mengetahui keberhasilan orang tua dalam menumbukan karakter kepada anaknya. Self-repareting adalah suatu proses pengasuhan ulang diri sendiri. Melalui Self-reparenting seseorang membuat pilihan terhadap kehidupan untuk mengutamakan positif dan mengabaikan yang negatif, sehingga memiliki perasaan OK dan adanya perubahan dalam diri orang tua
Pengaruh Teknik Kontrak Perilaku Terhadap Perilaku Agresif Verbal Siswa Kelas IX SMP Negeri 1 Tanjung Palas Tengah Ayu, Sarinah; Sovayunanto, Riski; Rahmi, Siti
Jurnal Inspirasi Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 1 (2024): Edisi Januari 2024
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jibk.v1i1.4790

Abstract

Perilaku agresif verbal adalah bentuk perilaku atau keinginan yang diarahkan dengan tujuan untuk menyakiti dengan tindakan melukai orang lain secara verbal (kata-kata) secara langsung maupun tidak langsung, seperti mengumpat, mengejek, berkata kasar, fitnahan, bergunjing atau menyindir, kritikan, hinaan bahkan ancaman melalui kata-kata jika dibiarkan dan tidak diatasi sesegera mungkin sangat berpotensi untuk memicu perilaku agresif non verbal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh layanan konseling kelompok dengan teknik kontrak perilaku berpengaruh terhadap perilaku agresif verbal siswa. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Tanjung Palas Tengah, penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Populasinya dalam penelitian ini sebanyak 45 siswa kelas IX. Teknik sampling yang digunakan purposive sampling dengan jumlah sampel yang ditetapkan sebanyak 10 siswa. Analisis data yang digunakan yaitu statistik deskriptif dan infrensial. Uji hipotesis  menggunakan uji paired sampel t.test dengan SPSS versi 26.0. Berdasarkan analisis disimpulkan bahwa  nilai signifikansi sebesar (0,000 0,05) yang artinya terdapat pengaruh teknik kontrak perilaku terhadap perilaku agresif verbal siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Tanjung Palas Tengah. Adapun gambaran dari penelitian ini menunjukan bahwa hasil pre-test dan post-test pada indikator memaki, mengejek, menghina, marah-marah, bergosip, adu domba mengalami perubahan nilai ditunjukan dengan penurunan perilaku pada saat pemberian pos-testKata Kunci:Teknik Kontrak Perilaku, Perilaku Agresif Verbal
Pengembangan Media Local Genius Dalam Membentuk Karakter Berakhlak Mulia di SD. Agustina, Soniya; Padmi, Ni Made Diah; Rahmi, Siti
Jurnal Inspirasi Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 1 (2024): Edisi Januari 2024
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jibk.v1i1.4800

Abstract

Berakhlak mulia dapat menjadi pondasi yang kuat agar siswa dapat tumbuh menjadi individu yang baik, bertanggung jawab dan peduli terhadap orang lain. Namun, berdasarkan permasalahan yang muncul saat ini banyak sekali siswa yang menunjukkan perilaku bertutur kata tidak sopan terhadap teman sebaya dan guru di sekolah, mengganggu teman saat jam pelajaran dan berkelahi saat jam pelajaran sesuai hasil observasi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu melalui media local genius diharapkan dapat membantu membentuk karakter berakhlak mulia melalui nilai-nilai yang terkandung dalam kearifan local itu sendiri. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah media dalam bentuk buku panduan media Local Genius cerita rakyat “batu menangis” dalam Membentuk Karakter Berakhlak Mulia di SD. Penelitian ini menggunakan pendekatan RD (Research and Development) oleh Bord and Gall sampai tahap ke 7 yaitu revisi desain.  Hasil validasi ahli media diperoleh persentase sebesar 84% dengan kriteria “Layak”, hasil validasi Ahli materi mendapat persentase penilaian sebesar 75% dengan kriteria “Layak’. Uji coba produk dilakukan pada kelompok terbatas yang terdiri dari empat subjek dengan perolehan rata-rata persentase 82,27% dengan kriteria “Layak”. Disimpulkan bahwa buku panduan bermain peran cerita rakyat “batu menangis” untuk membentuk karakter akhlak mulia memenuhi kriteria kelayakan untuk digunakan
Pengaruh Layanan Bimbingan Kelompok Untuk Meningkatkan Kedisiplinan Peserta didik Kelas V SD Negeri 026 Tarakan Harmadani, Dini; Rahmi, Siti; Fadilah, Nurul
Jurnal Inspirasi Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 1 (2024): Edisi Januari 2024
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jibk.v1i1.4756

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Layanan Bimbingan Kelompok Efektif untuk Meningkatkan Kedisiplinan Peserta Didik Kelas V SD Negeri 026 Tarakan. Bimbingan kelompok merupakan upaya bimbingan yang diberikan kepada sejumlah individu yang dilakukan secara bersama-sama, bertujuan membantu mereka yang belum berpengalaman dalam perencanaan dan pengambilan keputusan yang tepat. Adapun kedisiplinan merupakan sikap dan perilaku yang mencerminkan ketaatan dan ketepatan waktu terhadap peraturan, dan standar yang berlaku. Adapun pelanggaran peraturan yang umum terjadi di sekolah sebagai contoh peserta didik tidak mengenakan pakaian sekolah yang lengkap dan datang terlambat, tidak mengumpulkan tugas pada waktunya, bicara dalam kelas saat guru menjelaskan, tidur di kelas dan lain-lain. Maka dari itu kedisiplinan di sekolah perlu di perhatikan dan diatasi. Penelitian ini merupakan penelitian Pre-Experimental Design menggunakan One Group Pretest-Posttest dengan pendekatan kuantitatif dengan populasi siswa kelas V SD Negeri 026 Tarakan yang berjumlah sebanyak 55 siswa dan penarikan sampel yang digunakan adalah Simple Random Sampling berjumlah 10 siswa. Instrumen penelitian menggunakan skala kedisiplinan berdasarkan teori (Daryanto Surytri, 2013), teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan uji hipotesis Paired Sample T-test. Adapun uji Paired Sample T-Test menggunakan software SPSS 29.0 for mac. Hasil analisis data dari uji Paired Sample T-test diperoleh nilai Sig (2-tailed) 0,007 0,005 maka Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya bahwa layanan bimbingan kelompok efektif untuk meningkatkan kedisiplinan peserta didik kelas V SD Negeri 026 Tarakan. Berdasarkan dari hasil skor Pre-test yang di peroleh 10 siswa sebagai sampel penelitian ini terdapat 4 siswa memiliki tingkat kedisiplinan tinggi, 6 siswa memiliki tingkat kedisiplinan sedang, dan 1 siswa memiliki tingkat kedisiplinan rendah. Pada hasil Post-test terdapat 9 siswa memiliki tingkat kedisiplinan tinggi dan 1 siswa memiliki tingkat kedisiplinan sedang.
Komunikasi Interpersonal Siswa (Studi Kasus di Madrasah Aliyah Negeri Tarakan) Indah, Indah; Rahmi, Siti; Fadilah, Nurul
Jurnal Inspirasi Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 2 (2024): Edisi Juli 2024
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jibk.v1i1.4840

Abstract

Komunikasi Interpersonal merupakan proses penyampaian informasi yang dilakukan oleh komunikator kepada komunikan secara tatap muka sehingga menimbulkan komunikasi timbal balik atau dengan kata lain orang yeng menerima informasi tidak hanya seorang tapi bisa lebih dari seorang. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan komunikasi interpersonal siswa yang menjadi subjek kunci di Madrasah Aliyah Negeri Tarakan. Penelitian ini mendeskripsikan kurangnya komunikasi interpersonal pada siswa yang menjadi subjek kunci, hal tersebut dipicu oleh sistem sekolah yang berbasis agamais dengan menerapkan segregasi gender, selain itu minimnya interaksi antar sesama warga sekolah hingga saling tidak mengenal satu sama lain. Fokus dalam penelitian ini adalah pemenuhan komunikasi interpersonal pada subjek kunci berdasarkan pada indikator keterbukaan, sikap positif dan empati. Jenis penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, terdiri dari 1 informan kunci dan 2 informan pendukung. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, metode Miles dan Huberman: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dengan mendeskripsikan hasil penelitian ini berdasarkan wawancara dan dokumentasi yang ada, maka kurangnya komunikasi interpersonal pada siswa tidak menjadikan siswa terbelakang dari siswa aktif lainnya dari segi kepribadian diri maupun sisi akademiknya di sekolah.
nilai-nilai gotong royong dalam tradisi pabalian suku bugis letta dikota tarakan Putri, Putri; Rahmi, Siti; Fadilah, Nurul
Jurnal Inspirasi Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 2 (2024): Edisi Juli 2024
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jibk.v1i1.4839

Abstract

Tradisi pabalian merupakan tradisi yang berasal dari suku Bugis Letta yang diwariskan secara turun temurun oleh para leluhur. Tradisi pabalian merupakan kegiatan saling menolong dan saling membantu antar sesama untuk meringankan pekerjaan pemilik acara dengan bertujuan untuk menyukseskan acara. Fokus dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan nilai-nilai gotong royong dalam tradisi pabalian suku Bugis Letta di Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang terdiri dari tiga informan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan analisis data dengan model Milles dan Huberman yakni, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dengan mendeskripsikan hasil penelitian ini berdasarkan hasil wawancara dan dokumentasi terdapat empat nilai-nilai yang mencerminkan gotong royong yaitu kerja sama, saling menolong, solidaritas dan kekeluargaan. Nilai-nilai gotong royong dalam tradisi pabalian suku Bugis Letta ini sejalan dengan karakteristik serta kode etik yang diperlukan seorang konselor ataupun guru bimbingan dan konseling yang ideal.
The Role of Social Counseling in Mitigating the Psychological Impact of Climate Change Anxiety among Young Adults: A Cross-Cultural Comparative Study Alimuddin, Nurwahida; Gusnarib, Gusnarib; Adam, Adam; Rahmi, Siti; Zaki, Amin
International Journal of Research in Counseling Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Minang Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70363/ijrc.v4i1.268

Abstract

Climate change has emerged as a significant global challenge that profoundly impacts various aspects of life, particularly mental health, and this is especially true for young adults who often experience heightened anxiety and distress in response to environmental changes. The present study investigates the role of social counseling as a vital intervention in mitigating the psychological effects of climate change anxiety. By employing a cross-cultural comparative approach, the research engages participants from diverse cultural backgrounds, allowing for a nuanced understanding of how social counseling practices can be effectively adapted to meet the unique needs of different populations. Findings underscore that effective counseling interventions encompass essential components such as providing emotional support, educating individuals about climate change, and fostering the development of coping skills, all of which not only assist individuals in managing their anxiety but also empower them to take proactive measures regarding their environmental concerns. Furthermore, the study highlights the importance of culturally sensitive methodologies in designing counseling programs, as varying cultural contexts significantly influence perceptions of climate change and responses to anxiety. In light of these insights, the research advocates for integrated strategies that consider cultural nuances when addressing climate change anxiety, thereby offering valuable guidance for mental health practitioners, educators, and policymakers. By fostering resilience among young individuals and recognizing the intersection between environmental issues and mental health, the study contributes to a growing body of literature that calls for holistic approaches to support the mental well-being of future generations as they navigate the complexities of an ever-changing environment.
The Influence of Sociodrama Techniques on Increasing Understanding of Polite Behavior Alimuddin, Nurwahida; Nadirah, Sitti; Aniati, Aniati; Rahmi, Siti; Adam, Adam
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 3 (2025): Agustus 2025. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v9i3.7810

Abstract

The decline in communication ethics and student behavior in the school environment often causes complaints from teachers. This study aims to analyze the effect of group guidance and counseling services with sociodrama techniques on the understanding of polite behavior of grade VII students at MTS Palu Barat. The method used is an experiment with a one-group pretest-posttest design and a quantitative approach. The research sample consisted of 10 students who were selected purposively from a population of 62 students. The instrument used was a Likert scale to measure aspects of politeness in interacting with teachers, parents, older people, peers, friends of the opposite sex, and younger people. Data were analyzed using the Wilcoxon test with a significance result of 0.005 (<0.05), indicating that Ha was accepted and Ho was rejected. These findings suggest that group guidance services incorporating sociodrama techniques have a significant impact on enhancing students’ understanding of polite behavior. Additionally, sociodrama techniques can be effectively integrated into school counseling programs to promote students’ social and emotional development. Keywords: increasing understanding, polite behavior, sociodrama, techniques
Analysis of Students’ Interpersonal Communication Barriers in a Gender-Segregated Environment: Case Study at Madrasah Aliyah Negeri Palu Munif, Muhammad; Alimuddin, Nurwahida; Sabir, Sabir; Siti Rahmi
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 3 (2025): Agustus 2025. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v9i3.7816

Abstract

Students’ interpersonal communication skills play an essential role in the success of social interactions. This study aims to analyze the barriers to interpersonal communication in students at Madrasah Aliyah Negeri Palu, with a focus on students of the main subject. The method employed was a qualitative case study, involving one key informant and two supporting informants. Data was collected through in-depth interviews and documentation, then analyzed using Miles and Huberman’s models: data reduction, data presentation, and conclusions drawn. The results showed that low interpersonal communication was influenced by a religion-based education system that implemented gender segregation and a lack of interaction between school residents. This condition hinders the process of getting to know each other between students. However, some students are still able to adjust personally and academically. The novelty of this research lies in the local context, namely the social dynamics in Islamic schools with gender separation, which provides a new understanding of the influence of culture and educational structure on students’ interpersonal communication. Keywords: barriers, gender, communication, student, interpersonal
Effectiveness of Behavioral Counseling with Participant Modeling Techniques on Students' Communication Ethics when Playing Mobile Legends Games Rahmi, Siti; Nurwahidah; Anwar
Bisma The Journal of Counseling Vol. 9 No. 1 (2025): April
Publisher : Department of Guidance and Counseling, FIP, Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/bisma.v9i1.89154

Abstract

The popularity of mobile online games among students has led to various social impacts, one of which is the decline in communication ethics during gameplay. Many students engage in inappropriate, aggressive, and impolite verbal interactions while playing, indicating weak digital ethical awareness among adolescents. This study aims to examine the effectiveness of behavioral counseling using participant modeling techniques to improve students’ communication ethics during online gaming activities. A quantitative approach with a One Group Pretest-Posttest Design experimental method was employed in this research. The study involved a population of 357 students, from which 10 students were purposively selected as research subjects based on their tendency to engage in unethical communication during gaming. Data were collected using a communication ethics scale questionnaire, and analyzed through a paired sample t-test. The findings revealed a significant difference between pretest and posttest scores, with a sig. (2-tailed) value of 0.000 < 0.05 and a t-value of 6.239 > 2.228. It can be concluded that the participant modeling technique is effective in fostering students’ ethical behavior in digital interactions during mobile gaming. This study implies that school counseling services should adopt this approach as an intervention model to cultivate students’ digital ethics.
Co-Authors Adam Adam Adam Adam Agustina, Soniya Ahmad Suryadi S Ahmadi Prayono Amin Reswastiyo Andi Muh. Ramadhan AS Anggraini Anggun Dwi Safitri Aniati Aniati Anwar Anwar Anwar Anwar Aprina Aprina Ariantini, Nisa Asadini Chairunnisa Asih Riyanti, Asih Avianty, Putri Ayu, Sarinah Aztrid Fithrayani Bayu Elan Saputra Cici Ismuniar Cut Anggraini Nabila Zakiya Dahlia Dahlia Devi Ayu Safitri Dewi Sugiarti Dinda Febita Sari Emmy Ardiwinata Faisal Basri Faizal, Rahmat Febri, Fitria Nor Fila Fila Fitria Nor Febri Gusnarib, Gusnarib Hajrah Hajrah Harmadani, Dini Ibrahim Latepo Indah Indah Indriana, Khairina Rasna Ita Cahya Anameswari Jidi, Jidi Kartini Kartini Khairina Rasna Indriana Koffi, Kouadio Kusumawati Laras Ambarwati Liza Listriyani M. Said Zainuddin MARIA BINTANG Marisa Marisa Maya Sandana Mety Toding Bua, Mety Toding Muhammad Irfan Azis Azis Muhammad Munif Muhja, Zainal Abidin Munadi Agri Saswan Namma, Nasia Nazwa Manurung Ni Made Diah Padmi Nindya Adiasti Nisa Ariantini Nursyamsia Nursyamsia Nurul Fadilah Nurul Fadilah Nurul Fadilah, Nurul Nurwahida Alimuddin Nurwahida Alimuddin Nurwahidah Nurwahidah Alimuddin Nurwahidah Alimuddin Nurwahidah Alimuddin Oktavia, Nur Lina Padmi, Ni Made Diah Puspita, Putri Ananda Putri Putri, Putri Ratna Dewi Ratna Dewi Reswastiyo, Amin Revalina Cantika Ayu Permatasari Riska Putri Septiyani Rosa Sintia Sari Sabir Sabir Safitri, Anggun Dwi Sandana, Maya Saparov, Rashid Siti Maliha Sitti Hardiyanti Arhas Sitti Nadirah SOPIANTO, SOPIANTO Sovayunanto, Riski Sucahyo Mas’an Al Wahid Supian Supian Suprianto Suprianto Suriata Suriata Suriata, Suriata Syamsiar, Syamsiar Tabita Sa’dia Tri Cahyono Umi Khairunnisa Wahyuni, Erna Winda Ariyani Wulanayupuspa Nugraheni Zaki, Amin