Claim Missing Document
Check
Articles

Identification Of Project Based Learning Implementation On Islamic Religious Education In Public High School In Tarakan City Fadilah, Nurul; Rahmi, Siti; Puspita, Putri Ananda
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jm.v14i1.22621

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam bertujuan untuk mewujudkan pribadi yang setia, bertaqwa, berakhlak mulia dan bermoral dalam diri peserta didik melalui serangkaian kegiatan dan pengalaman pembelajaran yang bermakna. Model pembelajaran PjBL dapat menjadi alternatif yang sangat sesuai untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Keberhasilan PjBL untuk diterapkan pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam tentu tidak terlepas dari peran guru sebagai fasilitator pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan mengetahui faktor pendukung serta penghambat  implementasi PjBL pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah guru-guru Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri Kota Tarakan. Hasil penelitian menunjukkan sekolah menengah di Kota Tarakan belum mengimplementasikan PjBL pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam dikarenakan beberapa faktor-faktor penghambat seperti keterbatasan waktu, keterbatasan alat dan bahan, keterampilan guru, biaya, kurangnya pelatihan terkait model pembelajaran PjBL, serta keterbatasan partisipasi aktif peserta didik.
Classroom Service Guide Using Kahoot Game During Covid 19 Pandemic Rahmi, Siti; Sopianto, Sopianto; Sovayunanto, Riski
International Journal of Educational Narratives Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam Daarut Thufulah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/ijen.v2i1.642

Abstract

Background. One of the guidance and counseling service programs that must be upgraded techniques or ways of service using computer and internet media is classical services.   Purpose. The purpose of the research is to find out in terms of feasibility in the development of a Classical Service Guide Using Kahoot Game which is applied to counseling teachers in schools. Method. Research conducted by researchers is a type of development research or Research and Development (R&D). Results. The results of validation from design experts show that the product design is in the very feasible category with a score of 53 at a percentage of 94.6%. the results of the material expert validation show that the material from the classical service guide using this kahoot game, is in the very feasible category with a score of 57 on the validation sheet and is at a percentage of 95%. Conclusion. So that in some of these results it can be understood that our service guide is very feasible to be used in the implementation of classical services by utilizing technological media such as this kahoot game. Furthermore, in the limited product trial, the results of this product trial were found to be in the very feasible category with a score obtained from the teacher response sheet of 99 with a percentage of 88.3%.  
Identify the Big Five Factors of Personality For Knowing Student Interpersonal Communication in Tarakan City Junior High School Rahmi, Siti; Anwar, Anwar; Sovayunanto, Riski
International Journal of Educational Narratives Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam Daarut Thufulah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/ijen.v2i1.677

Abstract

Background. Interpersonal communication is a process of human activities consisting of two or more people who exchange information, knowledge, thoughts in order to arouse each other's participation. Purpose. herefore, this study aims to determine the identification of Big Five Factors Of Personality to determine the interpersonal communication of junior / senior high school students in Tarakan City.   Method. Survey was applied in this research which data had been analyzed by path analysis after all variables put into a correlational matrix. Results. Through the big five personality theory, there are five dimensions of personality, namely openness (O), conscientiousness (C), extroversion (E), agreeableness (A), neuroticism (N), and can be known to have a significant relationship with interpersonal communication. As the results of research conducted by previous researchers, namely the personality types of extraversion, agreeableness, and oppression have a significant relationship with interpersonal communication. While conscientiousness and neuroticism personality types have no relationship with interpersonal communication. Conclusion. Therefore, this study aims to determine the identification of Big Five Factors Of Personality to determine the interpersonal communication of junior / senior high school students in Tarakan City. Based on the output table on data analysis, it can be seen that the coefficient of determination or R Square is 0.056 or equal to 5.6%, meaning that the variables Opennes to experience, neuroticism, agdreebleness, conscientiousness, extraversion affect interpersonal communication by 5.6%, the rest is influenced by other variables outside the regression equation that are not studied.
MENUMBUHKAN KARAKTER ANAK MELALUI SELFREPARENTING ORANG TUA DI TK AL-ISTIQLAL KOTA TARAKAN Siti Rahmi; Anwar
PROFICIO Vol. 5 No. 1 (2024): PROFICIO: Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v5i1.3035

Abstract

Pendidikan karakter merupakan upaya pembentukan watak, tabiat, sifat, agar menjadi lebih baik, yang diwujudkan dalam perilaku kesehariannya. Pendidikan karakter anak usia dini merupakan pendidikan yang menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai karakter, sehingga mereka memiliki karakter luhur untuk dipraktikkan dalam kehidupannya dalam berkeluarga, bermasyarakat dan warga negara. Pendidikan karakter bertujuan untuk menyelenggaraankan pendidikan yang mengarah pada pencapaian pembentukan karakter, pengembangan nilai-nilai karakter bangsa dan akhlak mulia peserta didik secara utuh, terpadu, dan seimbang. Oleh sebab itu, diperlukan suatu self reparenting orang tua untuk mengetahui keberhasilan orang tua dalam menumbukan karakter kepada anaknya. Self-repareting adalah suatu proses pengasuhan ulang diri sendiri. Melalui Self-reparenting seseorang membuat pilihan terhadap kehidupan untuk mengutamakan positif dan mengabaikan yang negatif, sehingga memiliki perasaan OK dan adanya perubahan dalam diri orang tua
Pengaruh Teknik Kontrak Perilaku Terhadap Perilaku Agresif Verbal Siswa Kelas IX SMP Negeri 1 Tanjung Palas Tengah Ayu, Sarinah; Sovayunanto, Riski; Rahmi, Siti
Jurnal Inspirasi Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 1 (2024): Edisi Januari 2024
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jibk.v1i1.4790

Abstract

Perilaku agresif verbal adalah bentuk perilaku atau keinginan yang diarahkan dengan tujuan untuk menyakiti dengan tindakan melukai orang lain secara verbal (kata-kata) secara langsung maupun tidak langsung, seperti mengumpat, mengejek, berkata kasar, fitnahan, bergunjing atau menyindir, kritikan, hinaan bahkan ancaman melalui kata-kata jika dibiarkan dan tidak diatasi sesegera mungkin sangat berpotensi untuk memicu perilaku agresif non verbal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh layanan konseling kelompok dengan teknik kontrak perilaku berpengaruh terhadap perilaku agresif verbal siswa. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Tanjung Palas Tengah, penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Populasinya dalam penelitian ini sebanyak 45 siswa kelas IX. Teknik sampling yang digunakan purposive sampling dengan jumlah sampel yang ditetapkan sebanyak 10 siswa. Analisis data yang digunakan yaitu statistik deskriptif dan infrensial. Uji hipotesis  menggunakan uji paired sampel t.test dengan SPSS versi 26.0. Berdasarkan analisis disimpulkan bahwa  nilai signifikansi sebesar (0,000 0,05) yang artinya terdapat pengaruh teknik kontrak perilaku terhadap perilaku agresif verbal siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Tanjung Palas Tengah. Adapun gambaran dari penelitian ini menunjukan bahwa hasil pre-test dan post-test pada indikator memaki, mengejek, menghina, marah-marah, bergosip, adu domba mengalami perubahan nilai ditunjukan dengan penurunan perilaku pada saat pemberian pos-testKata Kunci:Teknik Kontrak Perilaku, Perilaku Agresif Verbal
Pengembangan Media Local Genius Dalam Membentuk Karakter Berakhlak Mulia di SD. Agustina, Soniya; Padmi, Ni Made Diah; Rahmi, Siti
Jurnal Inspirasi Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 1 (2024): Edisi Januari 2024
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jibk.v1i1.4800

Abstract

Berakhlak mulia dapat menjadi pondasi yang kuat agar siswa dapat tumbuh menjadi individu yang baik, bertanggung jawab dan peduli terhadap orang lain. Namun, berdasarkan permasalahan yang muncul saat ini banyak sekali siswa yang menunjukkan perilaku bertutur kata tidak sopan terhadap teman sebaya dan guru di sekolah, mengganggu teman saat jam pelajaran dan berkelahi saat jam pelajaran sesuai hasil observasi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu melalui media local genius diharapkan dapat membantu membentuk karakter berakhlak mulia melalui nilai-nilai yang terkandung dalam kearifan local itu sendiri. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah media dalam bentuk buku panduan media Local Genius cerita rakyat “batu menangis” dalam Membentuk Karakter Berakhlak Mulia di SD. Penelitian ini menggunakan pendekatan RD (Research and Development) oleh Bord and Gall sampai tahap ke 7 yaitu revisi desain.  Hasil validasi ahli media diperoleh persentase sebesar 84% dengan kriteria “Layak”, hasil validasi Ahli materi mendapat persentase penilaian sebesar 75% dengan kriteria “Layak’. Uji coba produk dilakukan pada kelompok terbatas yang terdiri dari empat subjek dengan perolehan rata-rata persentase 82,27% dengan kriteria “Layak”. Disimpulkan bahwa buku panduan bermain peran cerita rakyat “batu menangis” untuk membentuk karakter akhlak mulia memenuhi kriteria kelayakan untuk digunakan
Pengaruh Layanan Bimbingan Kelompok Untuk Meningkatkan Kedisiplinan Peserta didik Kelas V SD Negeri 026 Tarakan Harmadani, Dini; Rahmi, Siti; Fadilah, Nurul
Jurnal Inspirasi Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 1 (2024): Edisi Januari 2024
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jibk.v1i1.4756

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Layanan Bimbingan Kelompok Efektif untuk Meningkatkan Kedisiplinan Peserta Didik Kelas V SD Negeri 026 Tarakan. Bimbingan kelompok merupakan upaya bimbingan yang diberikan kepada sejumlah individu yang dilakukan secara bersama-sama, bertujuan membantu mereka yang belum berpengalaman dalam perencanaan dan pengambilan keputusan yang tepat. Adapun kedisiplinan merupakan sikap dan perilaku yang mencerminkan ketaatan dan ketepatan waktu terhadap peraturan, dan standar yang berlaku. Adapun pelanggaran peraturan yang umum terjadi di sekolah sebagai contoh peserta didik tidak mengenakan pakaian sekolah yang lengkap dan datang terlambat, tidak mengumpulkan tugas pada waktunya, bicara dalam kelas saat guru menjelaskan, tidur di kelas dan lain-lain. Maka dari itu kedisiplinan di sekolah perlu di perhatikan dan diatasi. Penelitian ini merupakan penelitian Pre-Experimental Design menggunakan One Group Pretest-Posttest dengan pendekatan kuantitatif dengan populasi siswa kelas V SD Negeri 026 Tarakan yang berjumlah sebanyak 55 siswa dan penarikan sampel yang digunakan adalah Simple Random Sampling berjumlah 10 siswa. Instrumen penelitian menggunakan skala kedisiplinan berdasarkan teori (Daryanto Surytri, 2013), teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan uji hipotesis Paired Sample T-test. Adapun uji Paired Sample T-Test menggunakan software SPSS 29.0 for mac. Hasil analisis data dari uji Paired Sample T-test diperoleh nilai Sig (2-tailed) 0,007 0,005 maka Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya bahwa layanan bimbingan kelompok efektif untuk meningkatkan kedisiplinan peserta didik kelas V SD Negeri 026 Tarakan. Berdasarkan dari hasil skor Pre-test yang di peroleh 10 siswa sebagai sampel penelitian ini terdapat 4 siswa memiliki tingkat kedisiplinan tinggi, 6 siswa memiliki tingkat kedisiplinan sedang, dan 1 siswa memiliki tingkat kedisiplinan rendah. Pada hasil Post-test terdapat 9 siswa memiliki tingkat kedisiplinan tinggi dan 1 siswa memiliki tingkat kedisiplinan sedang.
Komunikasi Interpersonal Siswa (Studi Kasus di Madrasah Aliyah Negeri Tarakan) Indah, Indah; Rahmi, Siti; Fadilah, Nurul
Jurnal Inspirasi Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 2 (2024): Edisi Juli 2024
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jibk.v1i1.4840

Abstract

Komunikasi Interpersonal merupakan proses penyampaian informasi yang dilakukan oleh komunikator kepada komunikan secara tatap muka sehingga menimbulkan komunikasi timbal balik atau dengan kata lain orang yeng menerima informasi tidak hanya seorang tapi bisa lebih dari seorang. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan komunikasi interpersonal siswa yang menjadi subjek kunci di Madrasah Aliyah Negeri Tarakan. Penelitian ini mendeskripsikan kurangnya komunikasi interpersonal pada siswa yang menjadi subjek kunci, hal tersebut dipicu oleh sistem sekolah yang berbasis agamais dengan menerapkan segregasi gender, selain itu minimnya interaksi antar sesama warga sekolah hingga saling tidak mengenal satu sama lain. Fokus dalam penelitian ini adalah pemenuhan komunikasi interpersonal pada subjek kunci berdasarkan pada indikator keterbukaan, sikap positif dan empati. Jenis penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, terdiri dari 1 informan kunci dan 2 informan pendukung. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, metode Miles dan Huberman: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dengan mendeskripsikan hasil penelitian ini berdasarkan wawancara dan dokumentasi yang ada, maka kurangnya komunikasi interpersonal pada siswa tidak menjadikan siswa terbelakang dari siswa aktif lainnya dari segi kepribadian diri maupun sisi akademiknya di sekolah.
nilai-nilai gotong royong dalam tradisi pabalian suku bugis letta dikota tarakan Putri, Putri; Rahmi, Siti; Fadilah, Nurul
Jurnal Inspirasi Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 2 (2024): Edisi Juli 2024
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jibk.v1i1.4839

Abstract

Tradisi pabalian merupakan tradisi yang berasal dari suku Bugis Letta yang diwariskan secara turun temurun oleh para leluhur. Tradisi pabalian merupakan kegiatan saling menolong dan saling membantu antar sesama untuk meringankan pekerjaan pemilik acara dengan bertujuan untuk menyukseskan acara. Fokus dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan nilai-nilai gotong royong dalam tradisi pabalian suku Bugis Letta di Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang terdiri dari tiga informan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan analisis data dengan model Milles dan Huberman yakni, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dengan mendeskripsikan hasil penelitian ini berdasarkan hasil wawancara dan dokumentasi terdapat empat nilai-nilai yang mencerminkan gotong royong yaitu kerja sama, saling menolong, solidaritas dan kekeluargaan. Nilai-nilai gotong royong dalam tradisi pabalian suku Bugis Letta ini sejalan dengan karakteristik serta kode etik yang diperlukan seorang konselor ataupun guru bimbingan dan konseling yang ideal.
The Role of Social Counseling in Mitigating the Psychological Impact of Climate Change Anxiety among Young Adults: A Cross-Cultural Comparative Study Alimuddin, Nurwahida; Gusnarib, Gusnarib; Adam, Adam; Rahmi, Siti; Zaki, Amin
International Journal of Research in Counseling Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Minang Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70363/ijrc.v4i1.268

Abstract

Climate change has emerged as a significant global challenge that profoundly impacts various aspects of life, particularly mental health, and this is especially true for young adults who often experience heightened anxiety and distress in response to environmental changes. The present study investigates the role of social counseling as a vital intervention in mitigating the psychological effects of climate change anxiety. By employing a cross-cultural comparative approach, the research engages participants from diverse cultural backgrounds, allowing for a nuanced understanding of how social counseling practices can be effectively adapted to meet the unique needs of different populations. Findings underscore that effective counseling interventions encompass essential components such as providing emotional support, educating individuals about climate change, and fostering the development of coping skills, all of which not only assist individuals in managing their anxiety but also empower them to take proactive measures regarding their environmental concerns. Furthermore, the study highlights the importance of culturally sensitive methodologies in designing counseling programs, as varying cultural contexts significantly influence perceptions of climate change and responses to anxiety. In light of these insights, the research advocates for integrated strategies that consider cultural nuances when addressing climate change anxiety, thereby offering valuable guidance for mental health practitioners, educators, and policymakers. By fostering resilience among young individuals and recognizing the intersection between environmental issues and mental health, the study contributes to a growing body of literature that calls for holistic approaches to support the mental well-being of future generations as they navigate the complexities of an ever-changing environment.