Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA UNTUK MENGEMBANGKAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK DI SEKOLAH DASAR Hasmiati, Hasmiati; Fawzani, Nurul; Muhlis, Wachida
Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Pendidikan Dasar - Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jpd.v14i2.41555

Abstract

In an effort to improve the quality of education, various ways are taken, such as curriculum changes that adjust to the needs of students, the demands of society, and the times. One of them is the development of an independent learning curriculum. The world of education today does not only require cognitive abilities but also requires creativity that makes students more productive. Therefore, this research aims to examine the implementation of the independent curriculum towards the development of students' creativity. This research uses a type of library research through a qualitative approach. The data collection technique in this study uses documentation techniques in the form of notes, transcripts, books, newspapers, magazines, inscriptions, minutes, research results, and so on. The collected data were then analyzed using descriptive methods. The results showed that the form of implementing an independent curriculum in elementary schools is the utilization of technology, preparation of learning tools, implementation of learning strategies that are in accordance with interests and talents, and learning is adapted to the situation and conditions of the environment, as well as local wisdom, socio-economics and providing space for students to learn collaboratively. So it can be understood that the implementation of an independent curriculum has an impact on increasing the creativity of students to produce innovations in education
Transformasi Pelayanan Publik : Mengkaji Dampak Informasi, Sumber Daya Manusia dan Sosial Budaya Terhadap Digitalisasi Melalui Infrastruktur Teknologi pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab. Mamuju Hasmiati, Hasmiati; Hasniaty, Hasniaty; Muin, Sri Adrianti
YUME : Journal of Management Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/yum.v7i1.6290

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak informasi, sumber daya manusia dan sosial budaya terhadap digitalisasi melalui infrastruktur teknologi pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten. Mamuju. Penelitian ini dilaksanakan pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten. Mamuju. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan analisis deksriptif kuantitatif dengan metode analisis jalur.  Hasil Penelitian ini menemukan dan menunjukkan bahwa 1) informasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap infrastruktur teknologi. 2) SDM tidak berpengaruh signifikan terhadap infrastruktur teknologi. 3) Sosial budaya tidak berpengaruh signifikan terhadap infrastruktur teknologi.4) Informasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap digitalisasi. 5) SDM berpengaruh positif dan signifikan terhadap digitalisasi. 6) Sosial budaya berpengaruh positif dan signifikan terhadap digitalisasi. 7) Infrastruktur teknologi berpengaruh positif dan signifikan terhadap digitalisasi. 8) Informasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap digitalisasi melalui infrastruktur teknologi. 9) SDM berpengaruh positif dan signifikan terhadap digitalisasi melalui infrastruktur teknologi. 10) Sosial budaya berpengaruh positif dan signifikan terhadap digitalisasi melalui infrastruktur teknologi..Kata Kunci: Informasi, SDM, Sosial Budaya, Digitalisasi, Infrastruktur Teknologi
Application of Pacta Sunt Servanda Principle in District Court Decision Aisyah, Siti; Dianita, Andi Citra; Ismiyanti, Ismiyanti; Hasmiati, Hasmiati; Salmi, Salmi
Leges Privatae Vol. 1 No. 5 (2025): FEBRUARY-JOY
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/eh6j7589

Abstract

The Pacta Sunt Servanda principle is one of the fundamental principles in the law of agreements which emphasizes that every agreement made legally binds the parties like a law. This research aims to analyze the application of the Pacta Sunt Servanda principle in the Indonesian legal system, especially in court decisions, and identify exceptions to the principle. The research method used is a normative juridical approach by analyzing laws and regulations, court decisions, and relevant legal literature. The results showed that this principle is regulated in Article 1338 paragraph (1) of the Civil Code, which emphasizes that a valid agreement must be carried out in good faith. However, there are exceptions in certain circumstances, such as force majeure (Article 1245 of the Civil Code) and the principle of justice in Article 1339 of the Civil Code. Case studies of court decisions show that although the principle of Pacta Sunt Servanda is generally applied consistently, there are variations in its interpretation, especially in cases involving public interest and consumer protection. The implication of this research is the need for caution in drafting contracts so that they do not only fulfill the elements of legality, but also consider aspects of justice and propriety. Thus, this research provides insights for academics, legal practitioners, and policy makers in understanding the dynamics of the application of Pacta Sunt Servanda in Indonesian treaty law.
Ragam Keyakinan dalam Kehidupan Manusia Jamaluddin, Jamaluddin; Ardianti, Ardianti; Jawil, Jawil; Al Farizi, Salman; Hamra, Arrayana; Hasmiati, Hasmiati
Jurnal Al-Ilmi Jurnal Riset Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Islam Ahmad Dahlan (UIAD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-ilmi.v6i1.3575

Abstract

Dalam dunia yang semakin terhubung, perbedaan keyakinan bukan hanya menimbulkan tantangan dan konflik, tetapi juga dapat menjadi sumber kekayaan budaya dan perspektif baru. Penelitian ini bertujuan untuk Mendeksripsikan jenis-jenis keyakinan yang terdapat dalam kehidupan manusia, Penyimpangan-penyimpangan Tauhid, serta Monoteisme dan Koreksi Islam Atas Keyakinan Non- Tauhid. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa literatur research. Hasil dari penelitian ini yaitu ¸Jenis-jenis/ragam keyakinan dalam kehidupan manusia meliputi; Animisme, Dinamisme, Politeisme dan Ateisme. Penyimpangan-penyimpangan Tauhid dalam masyarakat meliputi; Tauhid Ar-Rububiyyah, Tauhid Uluhiyyah dan Tauhid Al-Asma Wa Ash-Shifat. Adapun Monoteisme adalah ajaran yang meyakini bahwa Tuhan itu Esa, Satu, Tunggal. Adapun koreksi islam terhadap keyakinan-keyakinan non tauhid yang meliputi; 1) Allah, Tuhan Yang Maha Esa. 2) Islam yang paling benar, 3) Al Qur'an adalah kitab terakhir, 4) Taurat dan Injil telah dihapus oleh Al-Qur'an, 5) Nabi Muhammad adalah Penutup Para Nabi
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN PESISIR DALAM PENGOLAHAN RUMPUT LAUT MENJADI BROWNIES DENGAN KONSEP GOTONG ROYONG Hasmiati, Hasmiati; Nurhasanah, Nurhasanah; Astrid, Sri
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2025): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v9i1.8677

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan perempuan pesisir  di Pulau Burung Loe melalui pelatihan pengolahan rumput laut menjadi brownies, yang diharapkan memberikan dampak berupa peningkatan keterampilan, kemandirian ekonomi, dan terbentuknya jiwa kewirausahaan berbasis potensi lokalendekatan yang digunakan adalah Community Based Research (CBR). Kegiatan ini dihadiri oleh 25 peserta. Tahap pertama dilakukan dengan sosialisasi langsung dari rumah ke rumah, yang berhasil menjalin kedekatan emosional dan meningkatkan partisipasi masyarakat. Tahap kedua merupakan pelatihan praktik berbasis learning by doing, dimulai dari pemilihan dan perendaman rumput laut, penakaran bahan, hingga pembuatan dan pengukusan adonan brownies. Peserta aktif terlibat dalam seluruh proses, termasuk dalam diskusi resep dan ide pengemasan. Tahap ketiga adalah evaluasi, yang dilakukan melalui diskusi dan wawancara. Hasilnya menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman baru dan memiliki semangat untuk melanjutkan produksi secara mandiri. Terwujudnya kelompok usaha perempuan yang mandiri dan berkelanjuan, seta tersedianya dukungan lanjutan dari berbaga pihak agar hasil pelatihan dapat dikembangkan menjadi usaha produktif yang mendukung kesejahteraan keluarga.
IDENTIFICATION OF PTERIDOPHYTES DIVERSITY IN THE MOUNTAINOUS AREA OF BUNTU SARONG VILLAGE, MASALLE DISTRICT, ENREKANG REGENCY Hasmiati, Hasmiati; Rukmana, Musma; Agustina, Tika Putri; Watung, Fernando Andre
BIOMA : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 13 No. 2 (2024): October 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi, FPMIPATI, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/bioma.v13i2.1010

Abstract

Ferns (Pteridophyte) are members of the kingdom plantae that contribute to Indonesia's biodiversity, especially the diversity of flora. Ferns have an important role in maintaining the balance of the ecosystem. In addition to having ecological value in the ecosystem as a source of germplasm, ferns also have the potential to be useful to support people's lives. However, in fact ferns are still less well-known and receive less attention than other plants. This is because one of the reasons is that people are less familiar with ferns. This study aims to identify the types of ferns (Pteridophyte) in the mountainous area of ​​Buntu Sarong Village, Masalle District, Enrekang Regency. Data collection was carried out using the exploration method at certain points in the research location that were considered potential, then recording, documenting, identifying and classifying the Pterydophyta found. The research at the research location successfully identified and documented 16 species of Pteridophyte, namely Psilotum nudum, Lycopodium, Selaginella delicatula, Equisetum hyemale, Odontosoria chinensis, Gleichenia linearis, Adiantum sp., Christella parasitica, Aspelinum nidus, Cyathea cooperi, Angiopteris evecta, Deparia petersenii, Microsorum punctatum, Drynaria quercifolia, Microsorum punctatum, Microsorum scolopendria, Drymoglossum piloselloides. The identified Pteridophyte are classified into 13 families (Lycopodiaceae, Psilotaceae, Equisetaceae, Marattiaceae, Lindsaceae, Gleicheniaceae, Adiantaceae, Thelypteridaceae, Asplenidaceae, Chyatheaceae, Athyriaceae, Polypodiaceae) and 5 classes (Lycopodiopsida, Psilotopsida, Equisetopsida, Marattiopsida, Polypodiopsida).
Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa hasmiati, Hasmiati
INOPENDAS: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 8, No 2 (2025): Inopendas : Jurnal Ilmiah Kependidikan (Agustus 2025)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning (PBL) memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa kelas V di SDN 142 Pakubalaho. Penerapan model PBL tidak hanya meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa dari kategori sangat kurang menjadi kategori sedang, tetapi juga mendorong partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran, meningkatkan keterampilan problem-solving, dan menumbuhkan kemandirian dalam belajar. Model PBL memungkinkan siswa untuk berinteraksi dengan masalah nyata, merancang solusi, dan mempresentasikan hasil pemikiran mereka, sehingga siswa terlatih untuk berpikir analitis dan inovatif. Oleh karena itu, disarankan agar guru lebih luas menerapkan model PBL dalam berbagai mata pelajaran di sekolah dasar untuk mengembangkan keterampilan berpikir kreatif, sekaligus menyiapkan siswa menghadapi tuntutan pembelajaran abad ke-21 yang menekankan kreativitas, kolaborasi, dan inovasi. Penelitian ini juga membuka peluang untuk penelitian lanjutan dengan mengkombinasikan model PBL dengan strategi pembelajaran lain agar hasil pembelajaran dapat lebih maksimal.
Transparansi Dan Akuntabilitas Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah Pada Sekolah Dasar Di Kecamatan Sesayap Kabupaten Tana Tidung Hasmiati, Hasmiati; Darmanto, Darmanto; Darmi, Titi
PEDAGOGIKA Vol 16 No 2 (2025): Vol 16 No 2 2025: Oktober
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/pedagogika.v16i2.4344

Abstract

Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) merupakan program pemerintah Indonesia yang bertujuan untuk mendukung pembiayaan operasional sekolah, sehingga layanan pendidikan dasar dan menengah dapat berjalan dengan baik tanpa membebani siswa maupun orang tua. Dana ini disalurkan kepada sekolah negeri dan swasta di seluruh Indonesia berdasarkan jumlah siswa yang terdaftar. Dalam pengelolaannya, prinsip transparansi dan akuntabilitas menjadi hal yang mutlak untuk diterapkan oleh setiap sekolah. Namun demikian, di sejumlah sekolah dasar yang berada di Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, masih ditemukan berbagai permasalahan yang berkaitan dengan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana BOS. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana praktik transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana BOS di sekolah-sekolah dasar yang ada di Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun sumber data dalam penelitian ini terdiri dari kepala sekolah, bendahara sekolah, guru, komite sekolah, serta orang tua siswa. Analisis data dilakukan secara deskriptif, sedangkan untuk menjamin keabsahan data digunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Transparansi dalam pengelolaan dana BOS telah dilaksanakan melalui penyediaan dokumen penggunaan anggaran, baik dalam bentuk fisik maupun digital, yang dapat diakses oleh masyarakat. 2) Akuntabilitas juga telah diupayakan dengan baik. Hal ini terlihat dari penyusunan laporan realisasi anggaran beserta bukti pendukungnya, sehingga seluruh penggunaan dana dapat dipertanggungjawabkan secara jelas. Meskipun demikian, terdapat sejumlah tantangan dan hambatan dalam pengelolaan dana BOS, seperti keterbatasan kompetensi pengelola keuangan sekolah yang bukan berasal dari latar belakang keuangan, sehingga penyusunan anggaran sering memerlukan waktu yang lama. Selain itu, masih sering terjadi kesalahan dalam penginputan data ke dalam aplikasi RKAS, serta keterlambatan guru dalam menyusun kebutuhan kelasnya. Namun, terdapat pula berbagai faktor pendukung, seperti dukungan dari semua pihak—termasuk tim BOS sekolah, guru, komite sekolah, dan tokoh masyarakat. Selain itu, adanya petunjuk teknis (Juknis) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pendampingan dari Tim BOS Dinas Pendidikan, serta pelaksanaan bimbingan teknis (bimtek) bagi bendahara BOS turut membantu meningkatkan kualitas pengelolaan dana BOS di sekolah dasar
A Needs Analysis for Developing an Academic Supervision Model for School Principals Grounded in Local Wisdom Hasmiati, Hasmiati; Tolla, Ismail; Wahira, Wahira
International Journal of Technology and Education Research Vol. 3 No. 03 (2025): July - September, International Journal of Technology and Education Research (
Publisher : International journal of technology and education research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijeter.v3i03.2292

Abstract

This study aims to analyze the need for the development of a school principal's academic supervision model as an effort to improve the quality of learning through teacher coaching. The background of this research is based on the phenomenon that the implementation of academic supervision in schools still faces various obstacles, such as limited suitability with teachers' needs, lack of openness, lack of feedback, and approaches that are not fully relevant to teacher characteristics. This study uses a descriptive approach by combining quantitative and qualitative analysis. The subjects of the study were teachers and principals who were selected using the purposive sampling technique. Data were collected through observation, questionnaires, interviews, and documentation studies, then analyzed using descriptive statistics for quantitative data and thematic analysis for qualitative data. The results of the study show that most teachers consider that the academic supervision carried out by school principals is still not in accordance with the real needs in the field. In terms of openness and transparency, more than half of the respondents assessed that supervision had not been fully implemented openly. In terms of feedback, even though some teachers have received constructive input, there are still teachers who feel that they are lacking or do not get feedback after supervision. Other findings show that the supervision approach that teachers are most interested in is based on local wisdom, followed by peer approaches and the use of technology. The conclusion of this study emphasizes the need to develop a more adaptive, participatory, and needs-based academic supervision model.
Independensi Lembaga Pengawas: Kunci Efektivitas Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi Hs, Fatimah; Rahmatullah, Nursalam; Hamsah, Hamsah; Hasmiati, Hasmiati
Zaaken: Journal of Civil and Business Law Vol. 6 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Jambi, Fakultas Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/zaaken.v6i2.43497

Abstract

This study aims to analyze the implementation of personal data protection under Law Number 27 of 2022 and to examine the urgency of establishing an independent supervisory authority for personal data protection. The research employs a normative juridical approach by reviewing primary and secondary legal sources as well as relevant literature, then analyzed descriptively to identify regulatory and institutional weaknesses. The findings indicate that although Law Number 27 of 2022 marks a significant step in protecting personal data in Indonesia, its provisions remain partial due to the absence of an independent supervisory body. The lack of such authority may undermine law enforcement, as a body directly under the president is vulnerable to political and bureaucratic interests. This study emphasizes that an independent supervisory institution is essential to ensure legal compliance, the enforcement of sanctions, and the effective protection of citizens’ privacy rights. Therefore, the establishment of an autonomous supervisory authority is urgent to realize the objectives of the Personal Data Protection Law in ensuring justice, legal certainty, and utility.