p-Index From 2021 - 2026
7.416
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi Persiapan Peserta Donor Sebelum Melakukan Donor Darah di Palang Merah Indonesia Garut Hendrawati, Hendrawati; Amira, Iceu; Rosidin, Udin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i2.17646

Abstract

ABSTRAK Donor darah adalah proses pengambilan darah dari seseorang secara sukarela untuk disimpan di bank darah yang digunakan untuk keperluan transfusi darah. Sebelum terjadi donor darah, pendonor akan melewati tahap seleksi donor darah dengan tujuan untuk melindungi kesehatan donor dengan cara memastikan bahwa donasi tersebut tidak berbahaya bagi kesehatannya, dan melindungi pasien dari resiko penyakit menular atau efek merugikan lainnya. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan bagi setiap pendonor supaya lebih siap dan merasa aman dan nyaman saat mau mendonorkan dan setelah di ambil darahnya. Metode yang dipergunakan dalam kegiatan ini adalah  memberikan edukasi secara tatap muka dan mengobservasi setelah dilakukan  pengambilan darah sampai pendonor merasa fit lagi/ tidak ada keluhan . Hasil kegiatan ini adalah adanya peningkatan  yaitu 47,8 point, hasil dari pretest /sebelum dilakukan edukasi dan postest. Adanya peningkatan pengetahuan dan kesiapan pendonor sebelum dilakukan pengambilan darah dan setelah di ambil darah, sehingga para pendonor tidak merasa ketakutan untuk diambil darahnya dan adanya kesadran untuk tetap menjadi pendonor secara rutin , diharapkan  persediaan darah di kabupaten Garut mencukupi untuk kebutuhan pasien baik  jangka pendek ataupun jangka panjanjang.. Kata Kunci:  Edukasi, Pendonor, PMI  ABSTRACT Blood donation is the process of taking blood from someone voluntarily to be stored in a blood bank to be used for blood transfusion purposes. Before a blood donation occurs, the donor will go through a blood donor selection stage with the aim of protecting the donor's health by ensuring that the donation is not dangerous to his health, and protecting the patient from the risk of infectious diseases or other adverse effects. The aim of this activity is to provide knowledge for Every donor should be better prepared and feel safe and comfortable when donating and after having their blood taken. The method used in this activity is to provide face-to-face education and observe after taking blood until the donor feels fit again/has no complaints. The result of this activity was an increase of 47.8 points, the results of the pretest / before education and posttest. There is an increase in knowledge and readiness of donors before taking blood and after blood is taken, so that donors do not feel afraid of having their blood taken and there is awareness to remain a regular donor. It is hoped that the blood supply in Garut district will be sufficient for patient needs, both short and long term. long term. Keywords: Education, Donors, PMI
Edukasi Dampak Pernikahan Dini terhadap Kejadian Stunting Rosidin, Udin; Amira, Iceu; Hendrawati, Hendrawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i1.18190

Abstract

ABSTRAK Pernikahan dini merupakan fenomena sosial yang sering terjadi dewasa ini. Pelaksanaan pernikahan dini sering kali berakar dari kondisi ekonomi dan permasalahan keluarga. Salah satu dampak dari pernikahan dini bagi perkembangan anak yaitu anak berisiko stunting.  Keadaan ini dikarenakan pada usia remaja masih membutuhkan gizi maksimal hingga usia 21 tahun. Apabila dalam usia remaja sudah mengalami kehamilan, maka tubuh ibu akan berebut gizi dengan bayi di kandungannya sehingga jika nutrisi ibu tidak cukup selama kehamilan, bayi akan lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR) dan sangat berisiko terkena stunting. Stunting diartikan sebagai kondisi pertumbuhan fisik anak yang terhambat akibat malnutrisi kronis, berpotensi memengaruhi perkembangan kognitif dan kesehatan jangka panjang. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja tentang bahaya pernikahan dini terhadap kesehatan anak. Metode kegiatan yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan remaja tentang dampak pernikahan dini terhadap kejadian stunting. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan jumlah remaja dalam katagori pengetahuan baik dan ada penurunan jumlah remaja yang dalam katagori pengetahuan kurang. Kesimpulan ada peningkatan pengetahuan remaja tentang dampak pernikahan dini terhadap kejadian stunting sebesar 20,86 poin. Kegiatan yang sudah dilaksanakan diharapkan dapat dilanjutan oleh masyarakat RW 17 dengan dukungan dari kelurahan Kotawetan dan Puskesmas Guntur. Sehingga pada akhirnya masyarakat dapat mencegah kejadian stunting. Kata Kunci: Pernikahan dini, Remaja, Stunting   ABSTRACT Early marriage is a social phenomenon that often occurs today. The implementation of early marriage is often rooted in economic conditions and family problems. One of the impacts of early marriage on children's development is that children are at risk of stunting.  This situation is because teenagers still need maximum nutrition until the age of 21 years. If a teenager experiences pregnancy, the mother's body will compete for nutrition with the baby in her womb so that if the mother's nutrition is inadequate during pregnancy, the baby will be born with a low birth weight (BBLR) and be at high risk of stunting. Stunting is defined as a condition where a child's physical growth is hampered due to chronic malnutrition, potentially affecting cognitive development and long-term health. Therefore, it is important to increase teenagers' knowledge and understanding of the dangers of early marriage on children's health. The activity method used is health education. The aim of the activity is to increase teenagers' knowledge about the impact of early marriage on the incidence of stunting. The results of the activity showed that there was an increase in the number of teenagers in the good knowledge category and a decrease in the number of teenagers in the poor knowledge category. The conclusion is that there is an increase in teenagers' knowledge about the impact of early marriage on the incidence of stunting by 20.86 points. It is hoped that the activities that have been carried out can be continued by the RW 17 community with support from the Kotawetan sub-district and the Guntur Community Health Center. So that in the end the community can prevent stunting.  Keywords: Early Marriage, Teenagers, Stunting
Giving Cucumber Infused Water to Reduce High Blood Pressure Irmaya, Hanny; Hendrawati, Hendrawati; Kamila, Husnun
Proceedings of the International Conference on Nursing and Health Sciences Vol 5 No 2 (2024): July-December 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/picnhs.v5i2.5879

Abstract

Hypertension ranks 6th on the list of Non-Communicable Diseases in Indonesia. The consequences of hypertension if not treated immediately can cause severe damage to body organs. Some conditions of damage associated with hypertension are stroke, heart failure, kidney damage, heart attacks, aneurysms and eclampsia in pregnant women. Cucumber fruit is very good for blood vessels and the heart, where the content of cucumbers that can help lower blood pressure include potassium, magnesium and fastor effectively treat hypertension. Purpose in this study, we analyze the effect of giving cucumber infused water on reducing high blood pressure in the community in Rt 003 Rw 007 Ismaya Cinere, West Java. This type of research is a description with a case study approach model, the sample is 4 respondents who experienced increased blood pressure, with the application of cucumber infused water for 7 days. Results: after 7 days of respondents being given infusion water therapy, there was a decrease in blood pressure from before and after the intervention, the results after the intervention were given the first client's blood pressure: 135/90MmHg, the second client's blood pressure: 125/85MmHg, the third client's blood pressure: 148/85MmHg and the fourth client's blood pressure: 140/95MmHg. Conclusion: cucumber infused water is successful in lowering blood pressure in hypertensive patients.
The Relationship between Knowledge and Attitude of Women of Fertile Age with Papsmear Action Hendrawati, Hendrawati; Septiana, Vinka; Wahdini, Morika
Proceedings of the International Conference on Nursing and Health Sciences Vol 4 No 2 (2023): July-December 2023
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/picnhs.v4i2.5898

Abstract

This research is titled Relationship of Knowledge and Relationship of with Papsmear Action This research type is quantitative research, that is descriptive analytic with cross sectional research design. Research Objective: To know relationship of knowledge and attitude of Fertile Age Women with action to do Papsmear in RT 05 RW 04 Kelurahan new triangle of sub-district Pancoran Mas Depok in 2022. The sample is the whole subject under study and is considered to represent the entire population of 75 women of childbearing age. In this research the data is taken directly from the respondents who will be examined by using the interview method, while the tool used to collect the data is a questionnaire in the form of checklist lists prepared by variable research, processing and data analysis done by editing, coding, entry, processing, tabulating . Data analysis includes univariate and bivariate. Chi-square test results show that the variable of knowledge has a significant relationship to the examination of pap smear, the knowledge of respondents with significant value p-value = 0.013 <α = 0.05 then it can be concluded that the existence of the knowledge of fertile women with the act of doing pap smear. Attitudes of respondents with significant value p-value = 0,000 <α = 0.05 then to the node that the relationship of female attitudes of childbearing age with the act of doing pap smear. Characteristics of respondents with significant value p-value = 0.096> α = 0.05 so it is stated that there is no relationship characteristics of fertile women with the act of doing pap smear.
Edukasi Penetapan Pola Makan pada Penderita Gastritis Hendrawati, Hendrawati; Septiana, Vinka; Ardilla, Nike
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Peduli Masyarakat: Januari 2025
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v7i1.5743

Abstract

Gastritis merupakan suatu peradangan dari mukosa lambung akibat iritasi idan infeksi, dimana lambung dapat mengalami kerusakan oleh proses peremasan apabila terjadi terus–menerus. Pola makan adalah cara atau perilaku yang ditempuh seseorang atau sekelompok orang dalam memilih, menggunakan bahan makanan dalam mengkonsumsi pangan setiap hari yang meliputi jenis makanan, ketepatan waktu makan dan frekuensi makan yang berdasarkan pada factor-faktor social, budaya dimana mereka hidup. Tujuan pada kegiatan ini yaitu untuk memberikan edukasi penetapan pola makan pada penderita gastristis di RW 04 Rangkapan Jaya Baru Pancoran Mas Depok. Metode kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan cara ceramah dan tanya jawab, Penyuluhan dan Pendampingan dalam mengatur jadwal pola makan dengan tepat serta pemilihan makanan yang tepat. Peserta kegiatan berjumlah 26 orang. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan melihat keaktifan dan kepahaman materi secara observasi dan tanya jawab. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yaitu masyarakat sangat antusias dengan banyaknya yang bertanya dan aktif mengeluarkan pendapat. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa masyarakat belum mengetahui pengaturan pola makan untuk mengatasi penyakit gastritis serta minimnya pemahaman akan pengetahuan tersebut. Kesimpulan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan dinyatakan berhasil dan dapat meningkatkan pengetahuan penderita gastritis dalam penetapan pola makan.
Peningkatan Cakupan Imunisasi Bayi dan Balita Melalui Edukasi dan Program Imunisasi Kejar Rosidin, Udin; Amira, Iceu; Hendrawati, Hendrawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i3.18318

Abstract

ABSTRAK Kelompok balita merupakan kelompok rentan masalah kesehatan yang perlu diperhatikan untuk tetap produktif. Masa balita disebut “Golden age” yaitu masa anak mengalami periode emas  di masa awal kehidupan. Penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa masa Golden Age sebagai masa kritis, hal ini dikarenakan pertumbuhan dan perkembangan pada masa itu sangat pesat. Bagian penting yang harus diperhatikan dalam periode ini adalah perlu adanya daya tahan tubuh dan kekebalan terhadap berbagai penyakit, terutama penyakit yang dapat dicegah dengan Imunisasi. Permasalahannya saat ini adalah cakupan pelayanan imunisasi bayi dan balita masih rendah. Hal ini disebabkan karena kurangnya pemahaman masyarakat tentang imunisasi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dilakukan edukasi kesehatan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang imunisasi serta mempermudah akses dan jadwal pelayanan yang fleksibel untuk mendapatkan pelayanan imunisasi. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang imunisasi. Metode kegiatan adalah penyuluhan kesehatan dan kunjungan rumah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai pengetahuan masyarakat sebelum dilaksanakan edukasi sebesar 67,27 dan rata-rata nilai pengetahuan setelah melaksanakan edukasi sebesar  81,82.  Kesimpulan ada peningkatan pengetahuan masyarakat tentang imunisasi sebesar 14,55 poin. Kegiatan yang sudah dilaksanakan diharapkan dapat dilanjutan oleh masyarakat RW 18 dengan dukungan dari kelurahan Kotawetan dan Puskesmas Guntur. Sehingga pada akhirnya cakupan pelayanan imunisasi meningkat. Kata Kunci: Cakupan Pelayanan, Imunisasi, Bayi Dan Balita   ABSTRACT Toddlers are a group vulnerable to health problems that need to be considered to remain productive. The toddler period is called the "Golden Age", which is the period when children experience a golden period in early life. Previous research stated that the Golden Age period is a critical period, this is because growth and development at that time are very rapid. An important part that must be considered in this period is the need for endurance and immunity to various diseases, especially diseases that can be prevented by immunization. The current problem is that the coverage of infant and toddler immunization services is still low. This is due to the lack of public understanding of immunization. To overcome this problem, health education is carried out to increase public understanding of immunization and facilitate access and flexible service schedules to obtain immunization services. The purpose of the activity is to increase public knowledge about immunization. The activity method is health counseling and home visits. The results of the activity showed an increase in the average value of public knowledge before education was carried out by 67.27 and an average value of knowledge after education was carried out by 81.82. The conclusion is that there is an increase in public knowledge about immunization by 14.55 points. The activities that have been implemented are expected to be continued by the RW 18 community with support from the Kotawetan sub-district and Guntur Health Center. So that in the end the coverage of immunization services increases. Keywords: Coverage of Services, Immunization, Infants and Toddlers
Hubungan Kebutuhan Spiritual dengan Kecemasan Pada Lansia di Kelurahan Lebakjaya Garut Amira, Iceu; Hendrawati, Hendrawati; Maulana, Indra; Rafi, Rifan Muhammad
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i3.17354

Abstract

ABSTRACT Human life ages naturally. Almost all body systems experience aging, but some systems experience a decline in function at different times. Apart from physical changes, there are also psychosocial changes, one of which is anxiety and spiritual changes. This research is to determine the relationship between spiritual needs and anxiety in the elderly in Lebakjaya Garut Village. Using quantitative research with correlational research type. The instrument used to measure the patient's spiritual level is a spiritual scale adapted from a spiritual instrument compiled by Underwood and Teresi in 2002, namely the Daily Spiritual Experience Scale (DSES). This DSES instrument has also been used previously by Lestari (2018), then for anxiety the researchers took the GAI questionnaire, the sample was 270 people. The results of the Spearman rank correlation analysis show a significant value of 0.014 (<0.05) and a correlation value of -0.159. Based on this value, it can be interpreted that the spiritual level and anxiety level of respondents in this study have a unidirectional relationship and show a very weak relationship strength. Ho is accepted, meaning there is no significant influence between the independent variable and the dependent variable simultaneously or together. Keywords: Spiritual, Anxiety, Elderly  ABSTRAK Kehidupan manusia menua secara alami. Hampir semua sistem tubuh mengalami penuaan, tetapi beberapa sistem mengalami penurunan fungsi pada waktu yang berbeda. Selain terdapat perubahan fisik maka terjadi pula perubahan psikososial yang salah satunya kecemasan serta perubahan spiritual. Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kebutuhan spiritual dengan kecemasan pada lansia di Kelurahan Lebakjaya Garut. Menggunakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Instrumen yang digunakan untuk mengukur tingkat spiritual pasien adalah skala spiritual yang diadaptasi dari instrumen spiritual yang disusun oleh Underwood dan Teresi pada tahun 2002 yaitu Daily Spiritual Experience Scale (DSES). Intrumen DSES ini juga telah digunakan sebelumnya oleh Lestari (2018) , selanjutnya untuk kecemasan peneliti mengambil kuesioner GAI, sampelnya berjumlah 270 orang. Hasil analisis korelasi rank spearman menunjukkan nilai signifikan 0.014 (<0.05) dan nilai korelasi -0.159. Berdasarkan nilai tersebut dapat diartikan bahwa tingkat spiritual dengan tingkat kecemasan responden dalam penelitian ini memiliki hubungan tidak searah dan menunjukkan kekuatan hubungan yang sangat lemah. Ho diterima artinya tidak terdapat pengaruh signifikansi antara variabel independen terhadap variabel dependen secara simultan atau bersama-sama. Kata Kunci: Spiritual, Kecemasan, Lansia
PENERAPAN FISIOTERAPI DADA DAN BATUK EFEKTIF UNTUK MENGATASI PENYAKIT ASMA Hendrawati, Hendrawati; Wulandari, Wulandari; Lestari, Fuzianti
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 6, No 1 (2025): Mei: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jpkm.v6i0.30583

Abstract

Penyakit asma menjadi salah satu penyakit utama yang menyebabkan pasien memerlukan perawatan di rumah sakit. WHO mencatat 235 juta kasus asma di seluruh dunia setiap tahunnya. Di Indonesia, dengan jumlah penderita asma sebanyak 4,5% dari total jumlah penduduk atau sebanyak 12 juta. Di RS Grha Permata Ibu, terdapat 113 orang penderita asma dari total pasien keseluruhan 9.654 orang. Penyakit asma menyebabkan jalan napas menyempit karena tertutup oleh lendir/dahak. Oleh karena itu, perawatan yang tepat seperti penatalaksanaan farmakologis dengan terapi nebulasi non farmakologis fisioterapi dada dan teknik batuk efektif diperlukan untuk membersihkan saluran pernafasan dari dahak yang menyumbat. Tujuan kegiatan Memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya fisioterapi dada dan teknik batuk efektif dalam mengelola gejala asma, melatih masyarakat dalam menerapkan teknik fisioterapi dada dan batuk efektif secara mandiri, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang manfaat terapi non-farmakologis dalam penanganan asma. Metode kegiatan menggunakan Ceramah dan tanya jawab serta simulasi fisioterapi dada dan batuk efektif untuk mengatasi penyakit asma. Hasil kegiatan yaitu pengetahuan masyarakat sebanyak 85% menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai pentingnya fisioterapi dada dan batuk efektif dalam mengatasi asma, Masyarakat mampu mempraktikkan teknik yang telah diajarkan dengan benar, dan beberapa masyarakat melaporkan adanya perbaikan dalam kontrol gejala asma setelah rutin menerapkan teknik fisioterapi dan batuk efektif yang telah dipelajari. Kesimpulannya yaitu penerapan fisioterapi dada dan batuk efektif mampu mengatasi penyakit Asma.Kata kunci: Asma; Batuk efektif; Fisioterapi dada.
Accidental Sampling Study on Quality of Life for Diabetes Mellitus Patients and Family Support System Afnuhazi, Ridhyalla; Hendrawati, Hendrawati; Ahsan, Ahsan; Putri Andayani, Rifka; Purnamasari, Devi
EKSAKTA: Berkala Ilmiah Bidang MIPA Vol. 22 No. 1 (2021): Eksakta : Berkala Ilmiah Bidang MIPA (E-ISSN : 2549-7464)
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences (FMIPA), Universitas Negeri Padang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.412 KB) | DOI: 10.24036/eksakta/vol22-iss1/260

Abstract

Family support is a major factor in maintaining metabolic control that will affect quality of life. The research objective was to determine the relationship between family support and quality of life for people with diabetes mellitus. This research is a cross sectional study using the Accidental Sampling method. It was conducted at the Puskesmas Kebun Sikolos with a total of 90 respondents. The statistical test used was chi-square. The results of statistical tests showed a relationship between family support and quality of life for people with diabetes mellitus with a value of p = 0.000 (<α0.05). So it can be concluded that there is a relationship between family support and quality of life for people with diabetes mellitus.
Penerapan terapi musik klasik mozart pada klien skizofrenia dengan risiko perilaku kekerasan Nursifah, Anita; Hendrawati, Hendrawati; Hernawaty, Taty
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 1 (2025): Volume 19 Nomor 1
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i1.789

Abstract

Background: Schizophrenia sufferers have higher levels of aggression and violent behavior, including the potential for violence against themselves and others. There are two methods of treating schizophrenia, namely pharmacological and non-pharmacological therapy. One non-pharmacological therapy that can be applied is Mozart's classical music therapy which is useful for reducing stress, improving mood, and reducing symptoms of agitation in schizophrenia sufferers who are at risk of violent behavior. Purpose: To evaluate the application of Mozart's classical music therapy to schizophrenia clients who are at risk of violent behavior. Method: Case report study to explain the results of the Mozart classical music intervention on early adult male clients with paranoid schizophrenia mozart medical who often experience relapses with nursing problems of violent behavior risk. The study was conducted at the West Java Provincial Mental Hospital on May 29-31, 2024. Evaluation was carried out through subjective and objective symptoms based on the Indonesian Nursing Diagnosis Standards book. Results: Objective and subjective assessments before the intervention, the client appeared restless, clenched hands, sharp eyes, a slightly high tone of voice, stiff posture, and also agitation. After the first intervention, the client appeared somewhat calm and relaxed. The second intervention, the client still had a stiff posture and his hands occasionally clenched. On the third day, the client still had a slightly stiff posture, but better than the first and second days. Conclusion: Mozart classical music therapy showed better changes in reducing subjective and objective signs related to the risk of violent behavior in schizophrenic clients, especially those who showed behavior that appeared restless, clenched hands, sharp eyes, a slightly high tone of voice, and agitation. Suggestion: Further research can conduct interventions with a longer period of time because this study was only conducted for 3 days so that the results of Mozart classical music therapy were not optimal.   Keywords: Classical Music; Mozart; Schizophrenia; Therapy; Violent Behavior.   Pendahuluan: Penderita skizofrenia memiliki tingkat agresivitas dan tindakan kekerasan yang lebih tinggi, termasuk potensi kekerasan terhadap diri sendiri maupun orang lain. Terdapat dua metode penanganan skizofrenia yaitu terapi farmakologi dan nonfarmakologi. Salah satu terapi non farmakologi yang dapat diterapkan adalah terapi musik klasik mozart yang bermanfaat untuk mengurangi stres, memperbaiki suasana hati, dan menurunkan gejala agitasi pada penderita skizofrenia dengan risiko perilaku kekerasan. Tujuan: Untuk mengevaluasi penerapan terapi musik klasik mozart pada klien skizofrenia dengan risiko perilaku kekerasan. Metode: Penelitian case report untuk menjelaskan hasil intervensi penerapan musik klasik mozart pada klien laki-laki dewasa awal dengan mozart medis skizofrenia paranoid yang sering mengalami kekambuhan dengan masalah keperawatan risiko perilaku kekerasan. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat pada 29-31 Mei 2024. Evaluasi dilakukan melalui tanda gejala subjektif dan objektif berdasarkan buku Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia. Hasil: Pengkajian secara objektif dan subjektif sebelum intervensi, klien tampak tidak tenang, tangan mengepal, sorot mata yang tajam, nada bicara yang sedikit tinggi, postur tubuh kaku, dan juga agitasi. Setelah intervensi pertama, klien tampak sedikit tenang dan rileks. Intervensi kedua, klien masih terlihat postur tubuhnya kaku dan juga tangannya sesekali masih mengepal. Pada hari ketiga, klien terlihat masih memiliki postur tubuh yang sedikit kaku, tetapi lebih baik daripada hari pertama dan kedua. Simpulan: Terapi musik klasik mozart menunjukkan perubahan yang lebih baik dalam mengurangi tanda-tanda subjektif dan objektif terkait risiko perilaku kekerasan pada klien skizofrenia, terutama yang menunjukkan perilaku tampak tidak tenang, tangan mengepal, sorot mata yang tajam, nada bicara yang sedikit tinggi, dan agitasi. Saran: Penelitian selanjutnya dapat melakukan intervensi dalam jangka waktu yang lebih lama karena dalam penelitian ini hanya dilakukan selama 3 hari, sehingga hasil terapi musik klasik mozart kurang optimal.   Kata Kunci: Mozart; Musik Klasik; Perilaku Kekerasan; Skizofrenia; Terapi.
Co-Authors Aa Juhanda Aat Sriati Afnuhazi, Ridhyalla Agustian Burdah Ahadiah, Rima Ahmad Yamin Ahsan Ahsan AI MARDHIYAH, AI Amalia, Rosa Fitri Amira, Iceu Amira, Iceu Amira, Iceu Ardilla, Nike Arhami, Muhammad Arum, Ema Asep Saefurahman Badori, Aviorizki Burda, Agustian Burdah, Agustian Cahyani, Gita Chandra, Rama D.A, Iceu Amira Dadang Purnama Defania Ayu Pramesti Wibowo Dewi Purwati Dewi, Rizky Chintya Diki Kurniawan Dyah Setyorini Elloni Shenurti Enung Siti Sodah Ermiati Ermiati Fauzania, Syifa Nurul Fitri Amalia , Rosa Fitriani, Liesna Gina Nuranti Hendayani, Weni Lidya Henny Suzana Mediani Hesti Platini Iceu Amira DA Indra Maulana, Indra Irmaya, Hanny Iyus Yosep Kamila, Husnun Krisnando, Krisnando Kurniawan Kurniawan Kurniawati, Anastasya Peni Kusmayana, Nanang Lestari, Andini Tri Lestari, Fuzianti Mamat Lukman, Mamat Maria komariah merliyana, Merliyana Mukhamad Murdiono Murti, Wahyu Muslim, Revita Nur Istiqomah Nenden Nur Asriyani Maryam Nina Sumarni Nurnoviyanti, Indah Nursifah, Anita Purnahar, Fadhil Purnamasari, Devi Putri Andayani, Rifka Rafi, Rifan Muhammad Ratnawati, Ai Siti Raudhah, Raden Firasya Nur Restuning Widiasih Rifan Muhammad Rafi Rini Ratnaningsih Saefurahman, Asep Sandra Pebrianti Sari, Citra Windani Mambang Sari, Febria Syafyu Senjaya, Sukma Senjaya, Sukma Septiana, Vinka Siti Saodah, Enung Sriati, Aat Sukmawati Sukmawati Sumarna, Umar Syafyusari, Febria Taty Hernawaty Tetti Solehati Tri Andyarini, Kus Tuti Pahria Udin Rosidin Wahdini, Morika Windy Rakhmawati Witdiawati Witdiawati, Witdiawati Wiyawan, Dego Wulandari Wulandari Yolanda Yolanda, Yolanda Yudianto, Kurniawan Yulianita, Henny