p-Index From 2021 - 2026
8.638
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) Jurnal Keperawatan VALENSI Jurnal Ilmu Lingkungan Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia ODONTO Dental Journal JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA Jurnal Keperawatan BSI JOURNAL OF INFORMATICS AND TELECOMMUNICATION ENGINEERING Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Holistik Jurnal Kesehatan Jurnal Kreativitas PKM Manuju : Malahayati Nursing Journal Eksakta : Berkala Ilmiah Bidang MIPA MEDIA INFORMASI Jurnal Mangifera Edu Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Journal of Telenursing (JOTING) Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Jurnal Peduli Masyarakat Indonesian Journal of Global Health research MAHESA : Malahayati Health Student Journal International Journal of Economic, Business, Accounting, Agriculture Management and Sharia Administration (IJEBAS) Proceedings of the International Conference on Nursing and Health Sciences Empowerment Society Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Jurnal Pustaka Mitra : Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah e-Jurnal Inovasi Pembelajaran Sekolah Dasar Innovative: Journal Of Social Science Research Odonto dental journal Jurnal Pustaka Keperawatan eProceeding of TIK Research of Islamic Economics (RIE) Jurnal Polimesin Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Journal of Multidisciplinary Research Holistik Jurnal Kesehatan PESHUM e-Jurnal Inovasi Pembelajaran Sekolah Dasar
Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi Penetapan Pola Makan pada Penderita Gastritis Hendrawati, Hendrawati; Septiana, Vinka; Ardilla, Nike
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Peduli Masyarakat: Januari 2025
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v7i1.5743

Abstract

Gastritis merupakan suatu peradangan dari mukosa lambung akibat iritasi idan infeksi, dimana lambung dapat mengalami kerusakan oleh proses peremasan apabila terjadi terus–menerus. Pola makan adalah cara atau perilaku yang ditempuh seseorang atau sekelompok orang dalam memilih, menggunakan bahan makanan dalam mengkonsumsi pangan setiap hari yang meliputi jenis makanan, ketepatan waktu makan dan frekuensi makan yang berdasarkan pada factor-faktor social, budaya dimana mereka hidup. Tujuan pada kegiatan ini yaitu untuk memberikan edukasi penetapan pola makan pada penderita gastristis di RW 04 Rangkapan Jaya Baru Pancoran Mas Depok. Metode kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan cara ceramah dan tanya jawab, Penyuluhan dan Pendampingan dalam mengatur jadwal pola makan dengan tepat serta pemilihan makanan yang tepat. Peserta kegiatan berjumlah 26 orang. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan melihat keaktifan dan kepahaman materi secara observasi dan tanya jawab. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yaitu masyarakat sangat antusias dengan banyaknya yang bertanya dan aktif mengeluarkan pendapat. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa masyarakat belum mengetahui pengaturan pola makan untuk mengatasi penyakit gastritis serta minimnya pemahaman akan pengetahuan tersebut. Kesimpulan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan dinyatakan berhasil dan dapat meningkatkan pengetahuan penderita gastritis dalam penetapan pola makan.
Peningkatan Cakupan Imunisasi Bayi dan Balita Melalui Edukasi dan Program Imunisasi Kejar Rosidin, Udin; Amira, Iceu; Hendrawati, Hendrawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i3.18318

Abstract

ABSTRAK Kelompok balita merupakan kelompok rentan masalah kesehatan yang perlu diperhatikan untuk tetap produktif. Masa balita disebut “Golden age” yaitu masa anak mengalami periode emas  di masa awal kehidupan. Penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa masa Golden Age sebagai masa kritis, hal ini dikarenakan pertumbuhan dan perkembangan pada masa itu sangat pesat. Bagian penting yang harus diperhatikan dalam periode ini adalah perlu adanya daya tahan tubuh dan kekebalan terhadap berbagai penyakit, terutama penyakit yang dapat dicegah dengan Imunisasi. Permasalahannya saat ini adalah cakupan pelayanan imunisasi bayi dan balita masih rendah. Hal ini disebabkan karena kurangnya pemahaman masyarakat tentang imunisasi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dilakukan edukasi kesehatan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang imunisasi serta mempermudah akses dan jadwal pelayanan yang fleksibel untuk mendapatkan pelayanan imunisasi. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang imunisasi. Metode kegiatan adalah penyuluhan kesehatan dan kunjungan rumah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai pengetahuan masyarakat sebelum dilaksanakan edukasi sebesar 67,27 dan rata-rata nilai pengetahuan setelah melaksanakan edukasi sebesar  81,82.  Kesimpulan ada peningkatan pengetahuan masyarakat tentang imunisasi sebesar 14,55 poin. Kegiatan yang sudah dilaksanakan diharapkan dapat dilanjutan oleh masyarakat RW 18 dengan dukungan dari kelurahan Kotawetan dan Puskesmas Guntur. Sehingga pada akhirnya cakupan pelayanan imunisasi meningkat. Kata Kunci: Cakupan Pelayanan, Imunisasi, Bayi Dan Balita   ABSTRACT Toddlers are a group vulnerable to health problems that need to be considered to remain productive. The toddler period is called the "Golden Age", which is the period when children experience a golden period in early life. Previous research stated that the Golden Age period is a critical period, this is because growth and development at that time are very rapid. An important part that must be considered in this period is the need for endurance and immunity to various diseases, especially diseases that can be prevented by immunization. The current problem is that the coverage of infant and toddler immunization services is still low. This is due to the lack of public understanding of immunization. To overcome this problem, health education is carried out to increase public understanding of immunization and facilitate access and flexible service schedules to obtain immunization services. The purpose of the activity is to increase public knowledge about immunization. The activity method is health counseling and home visits. The results of the activity showed an increase in the average value of public knowledge before education was carried out by 67.27 and an average value of knowledge after education was carried out by 81.82. The conclusion is that there is an increase in public knowledge about immunization by 14.55 points. The activities that have been implemented are expected to be continued by the RW 18 community with support from the Kotawetan sub-district and Guntur Health Center. So that in the end the coverage of immunization services increases. Keywords: Coverage of Services, Immunization, Infants and Toddlers
Hubungan Kebutuhan Spiritual dengan Kecemasan Pada Lansia di Kelurahan Lebakjaya Garut Amira, Iceu; Hendrawati, Hendrawati; Maulana, Indra; Rafi, Rifan Muhammad
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i3.17354

Abstract

ABSTRACT Human life ages naturally. Almost all body systems experience aging, but some systems experience a decline in function at different times. Apart from physical changes, there are also psychosocial changes, one of which is anxiety and spiritual changes. This research is to determine the relationship between spiritual needs and anxiety in the elderly in Lebakjaya Garut Village. Using quantitative research with correlational research type. The instrument used to measure the patient's spiritual level is a spiritual scale adapted from a spiritual instrument compiled by Underwood and Teresi in 2002, namely the Daily Spiritual Experience Scale (DSES). This DSES instrument has also been used previously by Lestari (2018), then for anxiety the researchers took the GAI questionnaire, the sample was 270 people. The results of the Spearman rank correlation analysis show a significant value of 0.014 (<0.05) and a correlation value of -0.159. Based on this value, it can be interpreted that the spiritual level and anxiety level of respondents in this study have a unidirectional relationship and show a very weak relationship strength. Ho is accepted, meaning there is no significant influence between the independent variable and the dependent variable simultaneously or together. Keywords: Spiritual, Anxiety, Elderly  ABSTRAK Kehidupan manusia menua secara alami. Hampir semua sistem tubuh mengalami penuaan, tetapi beberapa sistem mengalami penurunan fungsi pada waktu yang berbeda. Selain terdapat perubahan fisik maka terjadi pula perubahan psikososial yang salah satunya kecemasan serta perubahan spiritual. Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kebutuhan spiritual dengan kecemasan pada lansia di Kelurahan Lebakjaya Garut. Menggunakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Instrumen yang digunakan untuk mengukur tingkat spiritual pasien adalah skala spiritual yang diadaptasi dari instrumen spiritual yang disusun oleh Underwood dan Teresi pada tahun 2002 yaitu Daily Spiritual Experience Scale (DSES). Intrumen DSES ini juga telah digunakan sebelumnya oleh Lestari (2018) , selanjutnya untuk kecemasan peneliti mengambil kuesioner GAI, sampelnya berjumlah 270 orang. Hasil analisis korelasi rank spearman menunjukkan nilai signifikan 0.014 (<0.05) dan nilai korelasi -0.159. Berdasarkan nilai tersebut dapat diartikan bahwa tingkat spiritual dengan tingkat kecemasan responden dalam penelitian ini memiliki hubungan tidak searah dan menunjukkan kekuatan hubungan yang sangat lemah. Ho diterima artinya tidak terdapat pengaruh signifikansi antara variabel independen terhadap variabel dependen secara simultan atau bersama-sama. Kata Kunci: Spiritual, Kecemasan, Lansia
PENERAPAN FISIOTERAPI DADA DAN BATUK EFEKTIF UNTUK MENGATASI PENYAKIT ASMA Hendrawati, Hendrawati; Wulandari, Wulandari; Lestari, Fuzianti
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 6, No 1 (2025): Mei: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jpkm.v6i0.30583

Abstract

Penyakit asma menjadi salah satu penyakit utama yang menyebabkan pasien memerlukan perawatan di rumah sakit. WHO mencatat 235 juta kasus asma di seluruh dunia setiap tahunnya. Di Indonesia, dengan jumlah penderita asma sebanyak 4,5% dari total jumlah penduduk atau sebanyak 12 juta. Di RS Grha Permata Ibu, terdapat 113 orang penderita asma dari total pasien keseluruhan 9.654 orang. Penyakit asma menyebabkan jalan napas menyempit karena tertutup oleh lendir/dahak. Oleh karena itu, perawatan yang tepat seperti penatalaksanaan farmakologis dengan terapi nebulasi non farmakologis fisioterapi dada dan teknik batuk efektif diperlukan untuk membersihkan saluran pernafasan dari dahak yang menyumbat. Tujuan kegiatan Memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya fisioterapi dada dan teknik batuk efektif dalam mengelola gejala asma, melatih masyarakat dalam menerapkan teknik fisioterapi dada dan batuk efektif secara mandiri, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang manfaat terapi non-farmakologis dalam penanganan asma. Metode kegiatan menggunakan Ceramah dan tanya jawab serta simulasi fisioterapi dada dan batuk efektif untuk mengatasi penyakit asma. Hasil kegiatan yaitu pengetahuan masyarakat sebanyak 85% menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai pentingnya fisioterapi dada dan batuk efektif dalam mengatasi asma, Masyarakat mampu mempraktikkan teknik yang telah diajarkan dengan benar, dan beberapa masyarakat melaporkan adanya perbaikan dalam kontrol gejala asma setelah rutin menerapkan teknik fisioterapi dan batuk efektif yang telah dipelajari. Kesimpulannya yaitu penerapan fisioterapi dada dan batuk efektif mampu mengatasi penyakit Asma.Kata kunci: Asma; Batuk efektif; Fisioterapi dada.
Accidental Sampling Study on Quality of Life for Diabetes Mellitus Patients and Family Support System Afnuhazi, Ridhyalla; Hendrawati, Hendrawati; Ahsan, Ahsan; Putri Andayani, Rifka; Purnamasari, Devi
EKSAKTA: Berkala Ilmiah Bidang MIPA Vol. 22 No. 1 (2021): Eksakta : Berkala Ilmiah Bidang MIPA (E-ISSN : 2549-7464)
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences (FMIPA), Universitas Negeri Padang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.412 KB) | DOI: 10.24036/eksakta/vol22-iss1/260

Abstract

Family support is a major factor in maintaining metabolic control that will affect quality of life. The research objective was to determine the relationship between family support and quality of life for people with diabetes mellitus. This research is a cross sectional study using the Accidental Sampling method. It was conducted at the Puskesmas Kebun Sikolos with a total of 90 respondents. The statistical test used was chi-square. The results of statistical tests showed a relationship between family support and quality of life for people with diabetes mellitus with a value of p = 0.000 (<α0.05). So it can be concluded that there is a relationship between family support and quality of life for people with diabetes mellitus.
Penerapan terapi musik klasik mozart pada klien skizofrenia dengan risiko perilaku kekerasan Nursifah, Anita; Hendrawati, Hendrawati; Hernawaty, Taty
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 1 (2025): Volume 19 Nomor 1
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i1.789

Abstract

Background: Schizophrenia sufferers have higher levels of aggression and violent behavior, including the potential for violence against themselves and others. There are two methods of treating schizophrenia, namely pharmacological and non-pharmacological therapy. One non-pharmacological therapy that can be applied is Mozart's classical music therapy which is useful for reducing stress, improving mood, and reducing symptoms of agitation in schizophrenia sufferers who are at risk of violent behavior. Purpose: To evaluate the application of Mozart's classical music therapy to schizophrenia clients who are at risk of violent behavior. Method: Case report study to explain the results of the Mozart classical music intervention on early adult male clients with paranoid schizophrenia mozart medical who often experience relapses with nursing problems of violent behavior risk. The study was conducted at the West Java Provincial Mental Hospital on May 29-31, 2024. Evaluation was carried out through subjective and objective symptoms based on the Indonesian Nursing Diagnosis Standards book. Results: Objective and subjective assessments before the intervention, the client appeared restless, clenched hands, sharp eyes, a slightly high tone of voice, stiff posture, and also agitation. After the first intervention, the client appeared somewhat calm and relaxed. The second intervention, the client still had a stiff posture and his hands occasionally clenched. On the third day, the client still had a slightly stiff posture, but better than the first and second days. Conclusion: Mozart classical music therapy showed better changes in reducing subjective and objective signs related to the risk of violent behavior in schizophrenic clients, especially those who showed behavior that appeared restless, clenched hands, sharp eyes, a slightly high tone of voice, and agitation. Suggestion: Further research can conduct interventions with a longer period of time because this study was only conducted for 3 days so that the results of Mozart classical music therapy were not optimal.   Keywords: Classical Music; Mozart; Schizophrenia; Therapy; Violent Behavior.   Pendahuluan: Penderita skizofrenia memiliki tingkat agresivitas dan tindakan kekerasan yang lebih tinggi, termasuk potensi kekerasan terhadap diri sendiri maupun orang lain. Terdapat dua metode penanganan skizofrenia yaitu terapi farmakologi dan nonfarmakologi. Salah satu terapi non farmakologi yang dapat diterapkan adalah terapi musik klasik mozart yang bermanfaat untuk mengurangi stres, memperbaiki suasana hati, dan menurunkan gejala agitasi pada penderita skizofrenia dengan risiko perilaku kekerasan. Tujuan: Untuk mengevaluasi penerapan terapi musik klasik mozart pada klien skizofrenia dengan risiko perilaku kekerasan. Metode: Penelitian case report untuk menjelaskan hasil intervensi penerapan musik klasik mozart pada klien laki-laki dewasa awal dengan mozart medis skizofrenia paranoid yang sering mengalami kekambuhan dengan masalah keperawatan risiko perilaku kekerasan. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat pada 29-31 Mei 2024. Evaluasi dilakukan melalui tanda gejala subjektif dan objektif berdasarkan buku Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia. Hasil: Pengkajian secara objektif dan subjektif sebelum intervensi, klien tampak tidak tenang, tangan mengepal, sorot mata yang tajam, nada bicara yang sedikit tinggi, postur tubuh kaku, dan juga agitasi. Setelah intervensi pertama, klien tampak sedikit tenang dan rileks. Intervensi kedua, klien masih terlihat postur tubuhnya kaku dan juga tangannya sesekali masih mengepal. Pada hari ketiga, klien terlihat masih memiliki postur tubuh yang sedikit kaku, tetapi lebih baik daripada hari pertama dan kedua. Simpulan: Terapi musik klasik mozart menunjukkan perubahan yang lebih baik dalam mengurangi tanda-tanda subjektif dan objektif terkait risiko perilaku kekerasan pada klien skizofrenia, terutama yang menunjukkan perilaku tampak tidak tenang, tangan mengepal, sorot mata yang tajam, nada bicara yang sedikit tinggi, dan agitasi. Saran: Penelitian selanjutnya dapat melakukan intervensi dalam jangka waktu yang lebih lama karena dalam penelitian ini hanya dilakukan selama 3 hari, sehingga hasil terapi musik klasik mozart kurang optimal.   Kata Kunci: Mozart; Musik Klasik; Perilaku Kekerasan; Skizofrenia; Terapi.
SMARTPHONE ADDICTION LEVELS IN SCHOOL-AGE CHILDREN AFTER THE COVID-19 PANDEMIC IN RURAL AREA Muslim, Revita Nur Istiqomah; Yudianto, Kurniawan; Sumarna, Umar; Lukman, Mamat; Hendrawati, Hendrawati; Pahria, Tuti
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 5 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Mei 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i5.2678

Abstract

The level of dependence of children on smartphones increased during the Covid-19 pandemic to 47.5%. The average smartphone use time for school-age children is 6.85 hours a day. Meanwhile, the ideal screen time for school-age children is no more than 2 hours/day. Smartphone addiction is a growing problem in children with adverse physical, psychological, and social health conse-quences. The purpose of the study was to see the levels of smartphone addiction in school-age children after the Covid-19 pandemic in rural area of Indonesia. This study used a cross-sectional descriptive design. The research subjects were school-aged children at "X" Elementary School (N=114), total sampling. Data collection was carried out using the Indonesian version of the Smartphone Addiction Scale (SAS) instrument which is valid and reliable. Data were analyzed using descriptive statistics. The smartphone addiction levels were 13.2% for low addiction, 77.2% for moderate addiction, and 9.6% for severe addiction. Item 4 SAS, which contains a statement of feeling happy when using a smartphone gets the highest score. The positive anticipation dimension is the most dominant with the highest score. The level of smartphone addiction after the Covid-19 pandemic among school-age children in this study was dominated by moderate smartphone addiction. The role of parents, teachers, health workers, and the government is an important key to reducing smartphone addiction incidents in school-age children in the future.
Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Pada Pengendalian Internal Penggajian Terhadap Kinerja Karyawan Di PT NSL Enung Siti Sodah; Elloni Shenurti; Asep Saefurahman; Hendrawati, Hendrawati; Rini Ratnaningsih
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i4.9640

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan sistem informasi akuntansi pada pengendalian internal penggajian terhadap kinerja karyawan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui penyebaran kuesioner sebagai suatu pengambilan sampel. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, diukur menggunakan bantuan software SPSS versi 29. Teknik penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian yaitu menggunakan rumus Margin Of Error (MOE). Data yang digunakan pada penelitian ini berupa data primer. Teknik pengumpulan data menggunakan google form dan microsoft excel. Metode pengolahan menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, koefisien determinasi dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Sistem Informasi Akuntansi tidak berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan di PT NSL (2) pengendalian internal penggajian berpengaruh positif terhadap kinerja karwayan di PT NSL.
Generalist Therapy Intervention For A Schizoaffective Patient With Auditory Hallucinations: A Case Report Fauzania, Syifa Nurul; Hendrawati, Hendrawati; Amira, Iceu
Journal of Multidisciplinary Research Vol. 1 No. 4 (2025): July
Publisher : Utami Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70963/jmr.v1i4.310

Abstract

Schizoaffective disorder often leads to disturbances in the patient's perception and sense of reality. Hallucination is one of the main symptoms of psychotic disorders and is also found in schizoaffective disorder. If not properly managed, hallucinations can lead to a lack of self-control, potentially causing harm to oneself and their surroundings. Hallucination disturbances can be managed through generalist therapy, including recognizing hallucinations and using techniques such as rebuking, talking, taking medication, and engaging in positive activities. The purpose of this case report is to describe the implementation of generalist therapy in a schizoaffective patient with sensory perception disturbance: auditory hallucinations. This study used a case report method with a single case described descriptively, following the nursing care approach. Data were collected through observation, interviews, and physical examinations. The intervention was the application of generalist therapy conducted over five days. The evaluation results showed that the client was able to recognize and control the hallucinations. Generalist therapy for hallucinations can assist patients in recognizing and managing their symptoms. It is expected that healthcare professionals will routinely implement generalist therapy to help reduce hallucination symptoms in patients.
Efektifitas Terapi Musik untuk Mengatasi Halusinasi Pendengaran di RSJ Provinsi jawa Barat Hendrawati, Hendrawati; Amira, Iceu; Sriati, Aat
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i8.20333

Abstract

ABSTRACT The most common psychosis disorder is hallucinations, with the most common type of hallucination being auditory hallucinations. Treating auditory hallucinations with non-pharmacological therapy, is considered safer because it uses physiological processes that do not cause side effects like drugs. One of the non-pharmacological therapies that can be used is music therapy. This research aims to look at the application of music therapy to treat auditory hallucinations. This research uses a literature study method with secondary data from previous research obtained from 483 journals adjusted to inclusion and exclusion criteria, with publication years 2014-2024, which were determined by researchers through searches using online databases, namely Pubmed, Garuda, and the Google Scholar search engine. From the analysis, we found 8 journals of music therapy techniques that can reduce or reduce signs and symptoms in patients with auditory hallucinations, including classical music in general, Mozart classical music, and traditional Turkish music. From writing this literature review, music therapy in general can reduce the symptoms of auditory hallucinations.  Suggestion: It is hoped that this literature review can be a reference for health practitioners, especially mental health nurses, to be able to implement music therapy interventions as actions that are given continuously as non-pharmacological therapy. Keywords: Hallucinations, Hearing, Music Therapy.  ABSTRAK Gangguan psikosis yang paling umum adalah halusinasi, dengan jenis halusinasi yang paling banyak yaitu halusinasi pendengaran. Penanganan halusinasi pendengaran dengan terapi non farmakologi dianggap lebih aman digunakan karena menggunakan proses fisiologis yang tidak menimbulkan efek samping seperti obat - obatan. Terapi nonfarmakologi yang bisa digunakan salah satunya adalah terapi musik.  Penelitian ini bertujuan untuk melihat penerapan terapi musik dalam mengatasi halusinasi pendengaran. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan data sekunder hasil penelitian terdahulu yang didapatkan sebanyak 483  jurnal yang disesuaikan dengan kriteria inklusi dan eksklusi , dengan tahun terbit 2014- 2024 ,yang ditetapkan oleh peneliti melalui pencarian menggunakan Database Online yaitu Pubmed, Garuda, dan search engine Google Scholar. Dari analisis  didapatkan 8 jurnal teknik terapi musik yang  dapat menurunkan atau mengurangi tanda dan gejala pada pasien dengan halusinasi pendengaran, diantaranyaadalah musik klasik secara umum, musik klasik mozart, dan musik tradisional Turki. Dari  penulisan literature review iniadalah terapi musik secara umum dapat mengurangi gejala halusinasi pendengaran. Literature review ini dapat menjadi referensi bagi praktisi kesehatan, terutama perawat Jiwa  untuk dapat menerapkan  intervensi terapi musik sebagai tindakan  yang diberikan secara  kontinyu sebagai terapi non farmakologi. Kata Kunci: Halusinasi, Pendengaran , Terapi Musik.
Co-Authors Aa Juhanda Aat Sriati Aflahatinufus, Azka Afnuhazi, Ridhyalla Agustian Burdah Ahadiah, Rima Ahmad Yamin Ahsan Ahsan AI MARDHIYAH, AI Alfionita Octa Nur Zidni Amalia, Rosa Fitri Amsiri Amsiri Anwar Anwar Ardilla, Nike Arhami, Muhammad Arhami, Muhammad Arum, Ema Asep Saefurahman Azhar Azhar Badori, Aviorizki Burda, Agustian Burdah, Agustian Cahyani, Gita Chandra, Rama Cut Adnin Nalisa Dadang Purnama Defania Ayu Pramesti Wibowo Dewi Purwati Dewi, Rizky Chintya Diki Kurniawan Dyah Setyorini Elloni Shenurti Enung Siti Sodah Ermiati Ermiati Fauzania, Syifa Nurul Fitri Amalia , Rosa Fitriani, Liesna Gina Nuranti Hendayani, Weni Lidya Henny Suzana Mediani Hesti Platini Iceu Amira D.A Iceu Amira DA IceuAmira, IceuAmira Indra Maulana` Indra Maulana Irmaya, Hanny Irwin Syahri Cebro Iwan Shalahuddin Iyus Yosep Jimmy Tjandra Kamila, Husnun Krisnando, Krisnando Kurniawan Kurniawan Kurniawan Yudianto Kurniawati, Anastasya Peni La Ode Sumarlin Lestari, Andini Tri Lestari, Fuzianti Mamat Lukman Maria komariah merliyana, Merliyana Meyliana Wulandari Murti, Wahyu Muslim, Revita Nur Istiqomah Nenden Nur Asriyani Maryam Nina Sumarni Nur Oktavia Hidayati Nurdin Nurdin Nurhasni, N. Nurnoviyanti, Indah Nursifah, Anita Parmeswari, Vaneza Atalia Gusti Purnahar, Fadhil Purnamasari, Devi Putri Andayani, Rifka Rafi, Rifan Muhammad Ratnawati, Ai Siti Raudhah, Raden Firasya Nur Restuning Widiasih Ricky Susanto Rifan Muhammad Rafi Rini Ratnaningsih Saefurahman, Asep Safriadi Safriadi Sandra Pebrianti Sari, Citra Windani Mambang Sari, Febria Syafyu Septiana, Vinka Siti Saodah, Enung Sri Pramestri Lastianny, Sri Pramestri Sukma Senjaya Sukmawati Sukmawati Sumarna, Umar Syafyusari, Febria Taty Hernawaty Tetti Solehati Thamzil Las Tri Andyarini, Kus Tuti Pahria Udin Rosidin Wahdini, Morika Walianto, Adiguna Putra Windy Rakhmawati Witdiawati, Witdiawati Wiyawan, Dego Wulandari Wulandari Yolanda Yolanda, Yolanda Yudha, Ray Kasuma Yulianita, Henny