p-Index From 2021 - 2026
8.322
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) Jurnal Keperawatan VALENSI Jurnal Ilmu Lingkungan Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia ODONTO Dental Journal JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA Jurnal Keperawatan BSI JOURNAL OF INFORMATICS AND TELECOMMUNICATION ENGINEERING Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Holistik Jurnal Kesehatan Jurnal Kreativitas PKM Manuju : Malahayati Nursing Journal Eksakta : Berkala Ilmiah Bidang MIPA MEDIA INFORMASI Jurnal Mangifera Edu Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Journal of Telenursing (JOTING) Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Jurnal Peduli Masyarakat Indonesian Journal of Global Health research MAHESA : Malahayati Health Student Journal International Journal of Economic, Business, Accounting, Agriculture Management and Sharia Administration (IJEBAS) Proceedings of the International Conference on Nursing and Health Sciences Empowerment Society Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Jurnal Pustaka Mitra : Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah e-Jurnal Inovasi Pembelajaran Sekolah Dasar Innovative: Journal Of Social Science Research Odonto dental journal Jurnal Pustaka Keperawatan eProceeding of TIK Research of Islamic Economics (RIE) Jurnal Polimesin Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Journal of Multidisciplinary Research Holistik Jurnal Kesehatan Jurnal Cendekia Ilmiah PESHUM e-Jurnal Inovasi Pembelajaran Sekolah Dasar
Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Cakupan Imunisasi Bayi dan Balita Melalui Edukasi dan Program Imunisasi Kejar Rosidin, Udin; Amira, Iceu; Hendrawati, Hendrawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i3.18318

Abstract

ABSTRAK Kelompok balita merupakan kelompok rentan masalah kesehatan yang perlu diperhatikan untuk tetap produktif. Masa balita disebut “Golden age” yaitu masa anak mengalami periode emas  di masa awal kehidupan. Penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa masa Golden Age sebagai masa kritis, hal ini dikarenakan pertumbuhan dan perkembangan pada masa itu sangat pesat. Bagian penting yang harus diperhatikan dalam periode ini adalah perlu adanya daya tahan tubuh dan kekebalan terhadap berbagai penyakit, terutama penyakit yang dapat dicegah dengan Imunisasi. Permasalahannya saat ini adalah cakupan pelayanan imunisasi bayi dan balita masih rendah. Hal ini disebabkan karena kurangnya pemahaman masyarakat tentang imunisasi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dilakukan edukasi kesehatan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang imunisasi serta mempermudah akses dan jadwal pelayanan yang fleksibel untuk mendapatkan pelayanan imunisasi. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang imunisasi. Metode kegiatan adalah penyuluhan kesehatan dan kunjungan rumah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai pengetahuan masyarakat sebelum dilaksanakan edukasi sebesar 67,27 dan rata-rata nilai pengetahuan setelah melaksanakan edukasi sebesar  81,82.  Kesimpulan ada peningkatan pengetahuan masyarakat tentang imunisasi sebesar 14,55 poin. Kegiatan yang sudah dilaksanakan diharapkan dapat dilanjutan oleh masyarakat RW 18 dengan dukungan dari kelurahan Kotawetan dan Puskesmas Guntur. Sehingga pada akhirnya cakupan pelayanan imunisasi meningkat. Kata Kunci: Cakupan Pelayanan, Imunisasi, Bayi Dan Balita   ABSTRACT Toddlers are a group vulnerable to health problems that need to be considered to remain productive. The toddler period is called the "Golden Age", which is the period when children experience a golden period in early life. Previous research stated that the Golden Age period is a critical period, this is because growth and development at that time are very rapid. An important part that must be considered in this period is the need for endurance and immunity to various diseases, especially diseases that can be prevented by immunization. The current problem is that the coverage of infant and toddler immunization services is still low. This is due to the lack of public understanding of immunization. To overcome this problem, health education is carried out to increase public understanding of immunization and facilitate access and flexible service schedules to obtain immunization services. The purpose of the activity is to increase public knowledge about immunization. The activity method is health counseling and home visits. The results of the activity showed an increase in the average value of public knowledge before education was carried out by 67.27 and an average value of knowledge after education was carried out by 81.82. The conclusion is that there is an increase in public knowledge about immunization by 14.55 points. The activities that have been implemented are expected to be continued by the RW 18 community with support from the Kotawetan sub-district and Guntur Health Center. So that in the end the coverage of immunization services increases. Keywords: Coverage of Services, Immunization, Infants and Toddlers
PENERAPAN FISIOTERAPI DADA DAN BATUK EFEKTIF UNTUK MENGATASI PENYAKIT ASMA Hendrawati, Hendrawati; Wulandari, Wulandari; Lestari, Fuzianti
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 6, No 1 (2025): Mei: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jpkm.v6i0.30583

Abstract

Penyakit asma menjadi salah satu penyakit utama yang menyebabkan pasien memerlukan perawatan di rumah sakit. WHO mencatat 235 juta kasus asma di seluruh dunia setiap tahunnya. Di Indonesia, dengan jumlah penderita asma sebanyak 4,5% dari total jumlah penduduk atau sebanyak 12 juta. Di RS Grha Permata Ibu, terdapat 113 orang penderita asma dari total pasien keseluruhan 9.654 orang. Penyakit asma menyebabkan jalan napas menyempit karena tertutup oleh lendir/dahak. Oleh karena itu, perawatan yang tepat seperti penatalaksanaan farmakologis dengan terapi nebulasi non farmakologis fisioterapi dada dan teknik batuk efektif diperlukan untuk membersihkan saluran pernafasan dari dahak yang menyumbat. Tujuan kegiatan Memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya fisioterapi dada dan teknik batuk efektif dalam mengelola gejala asma, melatih masyarakat dalam menerapkan teknik fisioterapi dada dan batuk efektif secara mandiri, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang manfaat terapi non-farmakologis dalam penanganan asma. Metode kegiatan menggunakan Ceramah dan tanya jawab serta simulasi fisioterapi dada dan batuk efektif untuk mengatasi penyakit asma. Hasil kegiatan yaitu pengetahuan masyarakat sebanyak 85% menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai pentingnya fisioterapi dada dan batuk efektif dalam mengatasi asma, Masyarakat mampu mempraktikkan teknik yang telah diajarkan dengan benar, dan beberapa masyarakat melaporkan adanya perbaikan dalam kontrol gejala asma setelah rutin menerapkan teknik fisioterapi dan batuk efektif yang telah dipelajari. Kesimpulannya yaitu penerapan fisioterapi dada dan batuk efektif mampu mengatasi penyakit Asma.Kata kunci: Asma; Batuk efektif; Fisioterapi dada.
Accidental Sampling Study on Quality of Life for Diabetes Mellitus Patients and Family Support System Afnuhazi, Ridhyalla; Hendrawati, Hendrawati; Ahsan, Ahsan; Putri Andayani, Rifka; Purnamasari, Devi
EKSAKTA: Berkala Ilmiah Bidang MIPA Vol. 22 No. 1 (2021): Eksakta : Berkala Ilmiah Bidang MIPA (E-ISSN : 2549-7464)
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences (FMIPA), Universitas Negeri Padang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.412 KB) | DOI: 10.24036/eksakta/vol22-iss1/260

Abstract

Family support is a major factor in maintaining metabolic control that will affect quality of life. The research objective was to determine the relationship between family support and quality of life for people with diabetes mellitus. This research is a cross sectional study using the Accidental Sampling method. It was conducted at the Puskesmas Kebun Sikolos with a total of 90 respondents. The statistical test used was chi-square. The results of statistical tests showed a relationship between family support and quality of life for people with diabetes mellitus with a value of p = 0.000 (<α0.05). So it can be concluded that there is a relationship between family support and quality of life for people with diabetes mellitus.
Penerapan terapi musik klasik mozart pada klien skizofrenia dengan risiko perilaku kekerasan Nursifah, Anita; Hendrawati, Hendrawati; Hernawaty, Taty
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 1 (2025): Volume 19 Nomor 1
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i1.789

Abstract

Background: Schizophrenia sufferers have higher levels of aggression and violent behavior, including the potential for violence against themselves and others. There are two methods of treating schizophrenia, namely pharmacological and non-pharmacological therapy. One non-pharmacological therapy that can be applied is Mozart's classical music therapy which is useful for reducing stress, improving mood, and reducing symptoms of agitation in schizophrenia sufferers who are at risk of violent behavior. Purpose: To evaluate the application of Mozart's classical music therapy to schizophrenia clients who are at risk of violent behavior. Method: Case report study to explain the results of the Mozart classical music intervention on early adult male clients with paranoid schizophrenia mozart medical who often experience relapses with nursing problems of violent behavior risk. The study was conducted at the West Java Provincial Mental Hospital on May 29-31, 2024. Evaluation was carried out through subjective and objective symptoms based on the Indonesian Nursing Diagnosis Standards book. Results: Objective and subjective assessments before the intervention, the client appeared restless, clenched hands, sharp eyes, a slightly high tone of voice, stiff posture, and also agitation. After the first intervention, the client appeared somewhat calm and relaxed. The second intervention, the client still had a stiff posture and his hands occasionally clenched. On the third day, the client still had a slightly stiff posture, but better than the first and second days. Conclusion: Mozart classical music therapy showed better changes in reducing subjective and objective signs related to the risk of violent behavior in schizophrenic clients, especially those who showed behavior that appeared restless, clenched hands, sharp eyes, a slightly high tone of voice, and agitation. Suggestion: Further research can conduct interventions with a longer period of time because this study was only conducted for 3 days so that the results of Mozart classical music therapy were not optimal.   Keywords: Classical Music; Mozart; Schizophrenia; Therapy; Violent Behavior.   Pendahuluan: Penderita skizofrenia memiliki tingkat agresivitas dan tindakan kekerasan yang lebih tinggi, termasuk potensi kekerasan terhadap diri sendiri maupun orang lain. Terdapat dua metode penanganan skizofrenia yaitu terapi farmakologi dan nonfarmakologi. Salah satu terapi non farmakologi yang dapat diterapkan adalah terapi musik klasik mozart yang bermanfaat untuk mengurangi stres, memperbaiki suasana hati, dan menurunkan gejala agitasi pada penderita skizofrenia dengan risiko perilaku kekerasan. Tujuan: Untuk mengevaluasi penerapan terapi musik klasik mozart pada klien skizofrenia dengan risiko perilaku kekerasan. Metode: Penelitian case report untuk menjelaskan hasil intervensi penerapan musik klasik mozart pada klien laki-laki dewasa awal dengan mozart medis skizofrenia paranoid yang sering mengalami kekambuhan dengan masalah keperawatan risiko perilaku kekerasan. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat pada 29-31 Mei 2024. Evaluasi dilakukan melalui tanda gejala subjektif dan objektif berdasarkan buku Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia. Hasil: Pengkajian secara objektif dan subjektif sebelum intervensi, klien tampak tidak tenang, tangan mengepal, sorot mata yang tajam, nada bicara yang sedikit tinggi, postur tubuh kaku, dan juga agitasi. Setelah intervensi pertama, klien tampak sedikit tenang dan rileks. Intervensi kedua, klien masih terlihat postur tubuhnya kaku dan juga tangannya sesekali masih mengepal. Pada hari ketiga, klien terlihat masih memiliki postur tubuh yang sedikit kaku, tetapi lebih baik daripada hari pertama dan kedua. Simpulan: Terapi musik klasik mozart menunjukkan perubahan yang lebih baik dalam mengurangi tanda-tanda subjektif dan objektif terkait risiko perilaku kekerasan pada klien skizofrenia, terutama yang menunjukkan perilaku tampak tidak tenang, tangan mengepal, sorot mata yang tajam, nada bicara yang sedikit tinggi, dan agitasi. Saran: Penelitian selanjutnya dapat melakukan intervensi dalam jangka waktu yang lebih lama karena dalam penelitian ini hanya dilakukan selama 3 hari, sehingga hasil terapi musik klasik mozart kurang optimal.   Kata Kunci: Mozart; Musik Klasik; Perilaku Kekerasan; Skizofrenia; Terapi.
SMARTPHONE ADDICTION LEVELS IN SCHOOL-AGE CHILDREN AFTER THE COVID-19 PANDEMIC IN RURAL AREA Muslim, Revita Nur Istiqomah; Yudianto, Kurniawan; Sumarna, Umar; Lukman, Mamat; Hendrawati, Hendrawati; Pahria, Tuti
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 5 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Mei 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i5.2678

Abstract

The level of dependence of children on smartphones increased during the Covid-19 pandemic to 47.5%. The average smartphone use time for school-age children is 6.85 hours a day. Meanwhile, the ideal screen time for school-age children is no more than 2 hours/day. Smartphone addiction is a growing problem in children with adverse physical, psychological, and social health conse-quences. The purpose of the study was to see the levels of smartphone addiction in school-age children after the Covid-19 pandemic in rural area of Indonesia. This study used a cross-sectional descriptive design. The research subjects were school-aged children at "X" Elementary School (N=114), total sampling. Data collection was carried out using the Indonesian version of the Smartphone Addiction Scale (SAS) instrument which is valid and reliable. Data were analyzed using descriptive statistics. The smartphone addiction levels were 13.2% for low addiction, 77.2% for moderate addiction, and 9.6% for severe addiction. Item 4 SAS, which contains a statement of feeling happy when using a smartphone gets the highest score. The positive anticipation dimension is the most dominant with the highest score. The level of smartphone addiction after the Covid-19 pandemic among school-age children in this study was dominated by moderate smartphone addiction. The role of parents, teachers, health workers, and the government is an important key to reducing smartphone addiction incidents in school-age children in the future.
Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Pada Pengendalian Internal Penggajian Terhadap Kinerja Karyawan Di PT NSL Enung Siti Sodah; Elloni Shenurti; Asep Saefurahman; Hendrawati, Hendrawati; Rini Ratnaningsih
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i4.9640

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan sistem informasi akuntansi pada pengendalian internal penggajian terhadap kinerja karyawan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui penyebaran kuesioner sebagai suatu pengambilan sampel. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, diukur menggunakan bantuan software SPSS versi 29. Teknik penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian yaitu menggunakan rumus Margin Of Error (MOE). Data yang digunakan pada penelitian ini berupa data primer. Teknik pengumpulan data menggunakan google form dan microsoft excel. Metode pengolahan menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, koefisien determinasi dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Sistem Informasi Akuntansi tidak berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan di PT NSL (2) pengendalian internal penggajian berpengaruh positif terhadap kinerja karwayan di PT NSL.
Generalist Therapy Intervention For A Schizoaffective Patient With Auditory Hallucinations: A Case Report Fauzania, Syifa Nurul; Hendrawati, Hendrawati; Amira, Iceu
Journal of Multidisciplinary Research Vol. 1 No. 4 (2025): July
Publisher : Utami Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70963/jmr.v1i4.310

Abstract

Schizoaffective disorder often leads to disturbances in the patient's perception and sense of reality. Hallucination is one of the main symptoms of psychotic disorders and is also found in schizoaffective disorder. If not properly managed, hallucinations can lead to a lack of self-control, potentially causing harm to oneself and their surroundings. Hallucination disturbances can be managed through generalist therapy, including recognizing hallucinations and using techniques such as rebuking, talking, taking medication, and engaging in positive activities. The purpose of this case report is to describe the implementation of generalist therapy in a schizoaffective patient with sensory perception disturbance: auditory hallucinations. This study used a case report method with a single case described descriptively, following the nursing care approach. Data were collected through observation, interviews, and physical examinations. The intervention was the application of generalist therapy conducted over five days. The evaluation results showed that the client was able to recognize and control the hallucinations. Generalist therapy for hallucinations can assist patients in recognizing and managing their symptoms. It is expected that healthcare professionals will routinely implement generalist therapy to help reduce hallucination symptoms in patients.
Tingkat Kecemasan Orang Tua yang Memiliki Anak Tunagrahita di SLB BC Multahada Purwati, Dewi; Hendrawati, Hendrawati; Setyorini, Dyah; Asriyani Maryam, Nenden Nur; Hernawaty, Taty
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/.v7i2.353

Abstract

Anak tunagrahita memiliki berbagai keterbatasan, baik dalam fungsi intelektual maupun fungsi adaptifnya. Keterbatasan ini membuat orang tua menjadi cemas terhadap masa depan dan tingkat kemandirian anaknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tingkat kecemasan pada orang tua yang memiliki anak tunagrahita di SLB (Sekolah Luar Biasa) BC Multahada. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah orang tua (ayah/ibu/wali/pengasuh utama di rumah) yang memiliki anak tunagrahita di SLB BC Multahada dengan jumlah sebanyak 63 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Kuesioner yang digunakan adalah Penn State Worry Questionnaire versi Indonesia yang memiliki nilai validitas, yaitu: 0,75 sampai 0,80; dan nilai reliabilitas 0,88. Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif frekuensi dan persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hampir setengah responden mengalami kecemasan sedang diikuti kecemasan ringan. Lalu sebagian kecil mengalami kecemasan berat dan sebagian kecil lagi tidak mengalami kecemasan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, kecemasan yang dirasakan orang tua akan berdampak terhadap dirinya maupun anaknya. Apabila kecemasan ini tidak segera ditangani nantinya akan berkembang menjadi lebih buruk. Adapun faktor yang mempengaruhi kecemasan orang tua adalah jenis kelamin, status pekerjaan, usia, pendidikan, derajat tunagrahita, dan usia anak
PENERAPAN TERAPI DZIKIR PADA PASIEN DENGAN RISIKO PERILAKU KEKERASAN Raudhah, Raden Firasya Nur; Amira, Iceu; Hendrawati, Hendrawati
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 13, No 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.13.3.2025.511-520

Abstract

Risiko perilaku kekerasan (RPK) adalah perilaku yang menunjukan bahwa seseorang dapat membahayakan diri sendiri, orang lain, atau lingkungan baik secara fisik, emosional, maupun verbal. RPK dapat terjadi akibat dari gangguan psikotik yang dapat menyebabkan kurangnya kemampuan regulasi emosi yang menimbulkan perilaku agresif. Apabila tidak ditangani dengan tepat, perilaku agresif dapat menyebabkan dampak negatif sehingga diperlukan intervensi keperawatan salah satunya dengan terapi dzikir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan terapi dzikir pada pasien dengan risiko perilaku kekerasan. Metode yang digunakan yaitu deskriptif dalam bentuk case report dengan penerapan asuhan keperawatan mulai dari pengkajian sampai dengan evaluasi dan data diperoleh melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, serta data sekunder dari rekam medis. Intervensi yang dilakukan berupa penerapan terapi dzikir dengan mengucap astagfirullahaladzim, subhanallah, alhamdulillah, dan allahu akbar secara bertahap yang disesuaikan dengan kondisi pasien. Hasil yang didapat setelah dilakukan penerapan terapi dzikir selama 3 hari, yaitu adanya perubahan kondisi serta tanda gejala pada pasien, seperti perasaan pasien menjadi lebih tenang, ada kontak mata, serta gejala seperti gelisah, perasaan bingung, dan kesal berkurang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan terapi dzikir dapat membantu mengontrol risiko perilaku kekerasan pada pasien.
Pendidikan Kesehatan Mengenai Stres Akademik Terhadap Siswa di SMAN Tanjungsari Amira, Iceu; Hendrawati, Hendrawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22577

Abstract

ABSTRAK Dalam konteks sekolah sebagai institusi pendidikan formal, ekspektasi akademik menjadi bagian penting dari dinamika pembelajaran. Siswa seringkali dihadapkan pada harapan tinggi dari lingkungan, baik itu dari guru, orang tua, maupunrekan sebaya. Harapan ini, meskipun dapat memacu motivasi, juga dapat menimbulkan tekanan jika tidak dikelola dengan baik, tekanan tersebut dapat memicu terjadinya stres. Apabila stres tersebut tidak ditangani secara tepat, dampaknya dapat merambat pada kondisi mental dan fisik siswa. Tujuan dari Pendidikan Kesehatan ini untuk mengetahui pengetahuan siswa tentang stres akademi dan cara menanggulanginya.  Dalam kegiatan ini menggunakan metode edukasi kepada siswa tentang stress akademik. Hasil dari pengabdian  ini dilihat dari pre dan post-test  ada peningkatan dari 70,5% menjadi 82,4  %.   Kegiatan pendidikan kesehatan dengan tema “Tips dan Trik Menghadapi Stres Akademik” yang dilaksanakan di SMAN Tanjungsari berhasil meningkatkan pemahaman siswa mengenai stres akademik dan cara mengatasinya. Berdasarkan hasil evaluasi, terjadi peningkatan signifikan pada nilai post-test dibandingkan pre-test, direkomendasikan agar program edukasi ini secara rutin diadakan di sekolah, agar siswa terus mendapatkan dukungan dalam mengelola stres akademik dan meningkatkan kesehatan mentalnya. Untuk peneliti selanjutnya disarankan meneliti tentang faktor-faktor yang mempengaruhi stres akademik. Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Stress Akademik, Siswa                                                       ABSTRACTIn the context of school as a formal educational institution, academic expectations become an important part of the learning dynamic. Students are often faced with high expectations from their environment, whether from teachers, parents, or peers. This hope, while it can boost motivation, can also create pressure if not managed well, and that pressure can trigger stress. If this stress is not addressed properly, its effects can spread to the students' mental and physical condition. The purpose of this health education is to assess students' knowledge about academic stress and how to cope with it.  This activity used an educational method to teach students about academic stress. The results of this service, as seen from the pre- and post-tests, showed an increase from 70.5% to 82.4%. The health education activity with the theme "Tips and Tricks for Coping with Academic Stress" held at SMAN Tanjungsari successfully increased students' understanding of academic stress and how to overcome it. Based on the evaluation results, there was a significant increase in post-test scores compared to pre-test. It is recommended that this educational program be held regularly in schools so that students continue to receive support in managing academic stress and improving their mental health. For future researchers, it is recommended to investigate the factors that influence academicstress.Keywords: Health Education;, Academic Stress, Students
Co-Authors Aa Juhanda Aat Sriati Aflahatinufus, Azka Afnuhazi, Ridhyalla Agustian Burdah Ahadiah, Rima Ahmad Yamin Ahsan Ahsan AI MARDHIYAH, AI Alfionita Octa Nur Zidni Amalia, Rosa Fitri Amsiri Amsiri Andayani, Rifka Putri Anwar Anwar Ardilla, Nike Arhami, Muhammad Arhami, Muhammad Asep Saefurahman Azhar Azhar Badori, Aviorizki Burda, Agustian Burdah, Agustian Cahyani, Gita Chandra, Rama Cut Adnin Nalisa Dadang Purnama Defania Ayu Pramesti Wibowo Dewi Purwati Dewi, Rizky Chintya Diki Kurniawan Dyah Setyorini Elloni Shenurti Enung Siti Sodah Ermiati Ermiati Fauzania, Syifa Nurul Fitri Amalia , Rosa Gina Nuranti Hendayani, Weni Lidya Henny Suzana Mediani Hesti Platini Iceu Amira D.A Iceu Amira DA IceuAmira, IceuAmira Indra Maulana` Indra Maulana Irmaya, Hanny Irwin Syahri Cebro Iyus Yosep Jimmy Tjandra Kamila, Husnun Krisnando, Krisnando Kurniawan Kurniawan Kurniawan Yudianto Kurniawati, Anastasya Peni La Ode Sumarlin Lestari, Andini Tri Lestari, Fuzianti Mamat Lukman Maria komariah merliyana, Merliyana Meyliana Wulandari Murti, Wahyu Muslim, Revita Nur Istiqomah Nenden Nur Asriyani Maryam Nina Sumarni Nur Oktavia Hidayati Nurdin Nurdin Nurhasni, N. Nurnoviyanti, Indah Nursifah, Anita Purnahar, Fadhil Purnamasari, Devi Ratnawati, Ai Siti Raudhah, Raden Firasya Nur Restuning Widiasih Ricky Susanto Rifan Muhammad Rafi Rini Ratnaningsih Saefurahman, Asep Safriadi Safriadi Sandra Pebrianti Sari, Citra Windani Mambang Sari, Febria Syafyu Septiana, Vinka Siti Saodah, Enung Sri Pramestri Lastianny, Sri Pramestri Sukma Senjaya Sukmawati Sukmawati Sumarna, Umar Syafyusari, Febria Taty Hernawaty Tetti Solehati Thamzil Las Tri Andyarini, Kus Tuti Pahria Udin Rosidin Wahdini, Morika Walianto, Adiguna Putra Windy Rakhmawati Witdiawati, Witdiawati Wiyawan, Dego Wulandari Wulandari Yolanda Yolanda, Yolanda Yudha, Ray Kasuma Yulianita, Henny